cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025)" : 10 Documents clear
Pemanfaatan kurikulum pondok pesantren dalam membentuk karakter santri Salindry, Agesta Eka; Afriantoni; Muhammad Win
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.16983

Abstract

The curriculum of education in Islamic boarding schools has a very important contribution as an effort to develop an education system based on local wisdom or to shape the character of students. The development of the curriculum of Islamic boarding schools is expected to be able to provide a distinctive color in the dynamics of society. Qualitative research uses an approach, narrative, literature review which is sourced from various sources that discuss education, especially Islamic boarding schools. Data collection techniques through document checking and confirmation through deep observation with students, and ustadz and his staff for samples. Data analysis uses inductive techniques, starting with grouping data according to theme, and giving meaning to each new section, then concluded descriptively. The results of the study show that the utilization or development of the Islamic boarding school curriculum still maintains the characteristics, characteristics and character of students for provisions in the wider community. Abstrak Kurikulum Pendidikan di pondok pesantren memiliki kontribusi yang sangat penting sebagai Upaya untuk pengembangan sistem Pendidikan yang berbasis kearifan lokal atau membentuk karakter santri. Pengembangan kurikulum pondok pesantren ini diharapkan mampu memberi warna khas dalam dinamika bermasyarakat. Penelitian kualitatif menggunakan dengan cara pendekatan, narrative literature review yang bersumber pada berbagai yang membahas tentang Pendidikan khususnya pesantren. Teknik pengumpulan data melalui pengecekan dokumen dan konfirmasi melalui observasi secara random dengan santri, dan ustaz berserta jajarannya untuk sampel. Analisis data menggunakan Teknik induktif, diawali dalam mengelompokkan data sesuai tema, dan memberikan makna setiap bagian baru disimpulkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemanfaatan atau pengembangan kurikulum pondok pesantren tetap mempertahankan corak, khas dan karakter santri untuk bekal di Masyarakat luas.
Konsep kepemimpinan guru dalam perspektif pendidikan Islam Fuad, Rahmad; Junaidi; Supriadi
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.17208

Abstract

This paper aims to describe the leadership role of teachers in Islamic education. This research uses the literature study method by analyzing primary sources from books and journals. The results of the study show that leadership is a crucial element in organizations, including in education. Effective leadership is the main key in determining the success of education, especially because of the many managerial aspects that must be managed. In the Islamic perspective, the Prophet Muhammad PBUH has shown ideal leadership traits, such as honesty, trustworthiness, communicativeness and intelligence. In addition, teacher leadership in Islamic education emphasizes the importance of exemplary and good communication skills as part of leadership duties. Thus, a teacher not only acts as an educator but also as a leader who is able to provide positive examples for students. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan peran kepemimpinan guru dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis sumber-sumber primer dari buku dan jurnal. Hasil studi menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan elemen krusial dalam organisasi, termasuk dalam dunia pendidikan. Kepemimpinan yang efektif menjadi kunci utama dalam menentukan keberhasilan pendidikan, terutama karena banyaknya aspek manajerial yang harus dikelola. Dalam perspektif Islam, Nabi Muhammad saw. telah menunjukkan sifat-sifat kepemimpinan yang ideal, seperti jujur, amanah, komunikatif, dan cerdas. Selain itu, kepemimpinan guru dalam pendidikan Islam menekankan pentingnya keteladanan serta keterampilan komunikasi yang baik sebagai bagian dari tugas kepemimpinan. Dengan demikian, seorang guru tidak hanya bertindak sebagai pendidik tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu memberikan contoh positif bagi peserta didik.
Evaluasi dampak kebijakan penghargaan guru berprestasi terhadap kinerja dan motivasi guru Sekolah Menengah Atas Ashari, Muhamad Roby; Syadizili, Ahmad; Baharuddin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.17420

Abstract

This study aims to analyze the impact of the reward policy on the performance and motivation of senior high school teachers. The award is given as a form of appreciation for the dedication of teachers in devoting their thoughts, energy and resources for the advancement of education. The method used in this research is literature review and literature review relevant to the research topic. Through this approach, the research is expected to provide a comprehensive picture of the effect of rewards on teacher professionalism and morale. The results show that the government's reward policy has a significant impact on improving teachers' welfare and motivation. This is reflected in the high enthusiasm of teachers in obtaining certification as a competency requirement set by the government. In addition, the government has also developed specific guidelines for assessing and rewarding outstanding teachers. These awards not only encourage teachers to maintain optimal performance but also inspire them to innovate in education. Thus, the awards should not only assess academic achievements, but also innovations and contributions that have a positive impact on society and the development of education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan penghargaan terhadap kinerja dan motivasi guru Sekolah Menengah Atas (SMA). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi guru dalam mencurahkan pemikiran, tenaga, dan sumber daya demi kemajuan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah telaah pustaka dan kajian literatur yang relevan dengan topik penelitian. Melalui pendekatan ini, diharapkan penelitian dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai pengaruh penghargaan terhadap profesionalisme dan semangat kerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penghargaan yang dikeluarkan pemerintah memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan dan motivasi guru. Hal ini tercermin dari tingginya antusiasme guru dalam memperoleh sertifikasi sebagai syarat kompetensi yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga telah mengembangkan pedoman khusus untuk menilai dan memberikan penghargaan kepada guru berprestasi. Penghargaan ini tidak hanya mendorong guru untuk mempertahankan kinerja yang optimal, tetapi juga menginspirasi mereka untuk berinovasi dalam dunia pendidikan. Dengan demikian, penghargaan yang diberikan sebaiknya tidak hanya menilai pencapaian akademik, tetapi juga inovasi dan kontribusi yang berdampak positif bagi masyarakat dan perkembangan pendidikan.
Implementasi pembelajaran kitab Tuhfatul Athfal di Pondok Pesantren Alquran Al-Furqon Agustina, Lutfiah Dwi; Suhendra; Alfaien, Noor Isna
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.18157

Abstract

The background to the problem in this research is that there are still male and female students who are not fluent in reading the Alquran, such as not being able to differentiate between the length and shortness of reading the Alquran, and not knowing the laws of reading the Alquran. The aim of this research is to find out whether the implementation of learning the Book of Tuhfatul Athfal can improve students' Alquran reading skills. To find out how to implement the learning of the Book of Tuhfatul Athfal at the Al-Furqon Al-Furqon Islamic Boarding School in Bogor. To determine the supporting and inhibiting factors in improving the fluency in reading the Alquran of Al-Furqon Bogor Alquran Islamic Boarding School students. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. The data collection technique for this research uses observation, documentation and interview techniques. The research results show that. The aim of studying the book Tuhfatul Athfal at the Al-Furqon Alquran Islamic Boarding School is to guard the tongue to avoid mistakes when reading the Alquran and to avoid changes in meaning when reading the Alquran. Efforts to increase fluency in reading the Alquran are carried out by the Al-Furqon Alquran Islamic Boarding School starting at the boarding school entry stage, namely by conducting Alquran reading tests which aim to be able to classify new students in their Qur'an classes. . Supporting factors are teachers who are competent in their fields, obedient students, facilities and infrastructure to support learning, and parents who support their children. Inhibiting factors are too little study time, students who are disobedient, and the interest and willingness of the students or students. Abstrak Latar belakang masalah pada penelitian ini yaitu masih ada santri putra putri yang belum lancar dalam membaca Alquran seperti belum mampu membedakan panjang pendek bacaan Alquran, belum mengetahui hukum-hukum bacaan Alquran. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah Implementasi pembelajaran Kitab Tuhfatul Athfal dapat meningkatkan kemampuan membaca Alquran santri Untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran Kitab Tuhfatul Athfal di Pondok Pesantren Alquran Al-Furqon Bogor. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kefasihan membaca Alquran santri Pondok Pesantren Alquran Al-Furqon Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan Teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. tujuan mempelajari kitab Tuhfatul Athfal di Pondok Pesantren Alquran Al-Furqon yaitu untuk menjaga lidah agar terhindar dari kesalahan ketika membaca Alquran serta menghindari perubahan makna saat membaca Alquran. Upaya meningkatkan kefasihan membaca Alquran dilakukan Pondok Pesantren Alquran Al-Furqon dimulai pada tahap masuk pesantren yaitu dengan adanya pengetesan bacaan Alquran yang bertujuan untuk dapat mengklasifikasi peserta didik baru pada kelas Qur’an-nya. Faktor pendukung yaitu pengajar yang berkompeten pada bidangnya, santri yang patuh, sarana dan prasarana sebagai penunjang pembelajaran, dan orang tua yang mendukung anaknya. Faktor penghambat yaitu waktu belajar yang terlalu sempit, santri yang tidak patuh, serta minat dan kemauan pada santri atau peserta didik.
Peran guru terhadap pembatasan smartphone dalam meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor Muzaki, Mohamad Fahri; Nawawi, Kholil; Alwahid, Muhamad Azhar
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.18170

Abstract

The teacher's role in limiting smartphones is that teachers can take appropriate steps in regulating the use of smartphones used by students. One of the things that is hoped is to improve stuThe teacher's role in limiting smartphones is that teachers can take appropriate steps in regulating the use of smartphones used by students. One of the things that is hoped is to improve students' learning discipline. The objectives of conducting this research are: 1) To find out the implementation of smartphone restrictions at Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor, 2) To know the role of teachers in limiting smartphones carried out by students at Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor, 3) To know the role of teachers in improving students' learning discipline at Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor. The type of research used is qualitative with a descriptive approach. Data were collected using interview techniques by interviewing 4 teachers and verifying the data, triagulation was carried out by interviewing 5 students and the data obtained was analyzed using data reduction. The results of data analysis found 10 themes, namely: (1). Morning to evening (2). Teaching and learning activities (3). Student Affairs (4). Time restrictions (5). Learning strategies (6). Application of sanctions (7). Provide a positive example (8). Create rules (9). Building a learning environment (10). Teacher as guide. This smartphone restriction is considered to be able to improve the learning discipline of class also to help increase focus and discipline in learning. Abstrak Peran guru terhadap pembatasaan smartphone guru dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengatur penggunaan smartphone yang digunakan oleh peserta didik. Salah satu hal yang diharapkan ini untuk meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pelaksanaan pembatasan smartphone di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor, 2) Mengetahui peran guru dalam pembatasan smartphone yang dilakukan peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor, 3) Mengetahui peran guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan dekriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan mewawancarai 4 guru dan memverifikasi data dilakukan triagulasi dengan mewawancarai 5 peserta didik dan data yang diperoleh dianalis menggunakan reduksi data. Hasil dari analisis data ditemukan 10 tema, yaitu: (1). Pagi sampai sore (2). Kegiatan belajar mengajar (3). Kesiswaan (4). Pembatasan waktu (5). Strategi pembelajaran (6). Penerapan sanksi (7). Memberikan teladan yang positif (8). Membuat aturan (9). Membangun lingkungan belajar (10). Guru sebagai pembimbing. Pembatasan smartphone ini dinilai dapat meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik kelas XII di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor dan guru berperan penting saat kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan merancang strategi pembelajaran yang efektif, dan peserta didik perlu memahami bahwa pembatasan smartphone ini bukan bertujuan untuk melarang sepenuhnya, tetapi juga untuk membantu dalam meningkatkan fokus dan kedisiplinan dalam belajar.
Analisis strategi pembelajaran dalam surat An-Nahl Ayat 11: Kajian tafsir tarbawi Amanda, Restu Rizki; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Nazhan, Faiz Aswa; Muzakki , Rifqi Fathan Saepudin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.18825

Abstract

The Qur'an as a comprehensive and universal guide for human life, offers profound answers to various life challenges, including solutions to issues within the learning process. One of the main problems in education is the lack of proper selection of learning strategies. A strategy that is not aligned with the characteristics of the students or the learning objectives can hinder the transfer of knowledge, reduce the effectiveness of learning, and lead to poor student comprehension of the material. This study aims to identify and analyze Surah An-Nahl verse 11, focusing on what learning strategies are taught in this sacred verse and whether they can be applied in modern educational contexts. The data sources include the Qur'an, Tafsir, and relevant previous research. This research uses a qualitative approach with the Tarbawi paradigm to explore and understand the meanings contained in the Qur'an. In data collection, this study applies a literature review method. Once the data is collected, it is analyzed through techniques of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate the existence of implicit learning strategies in Surah An-Nahl verse 11, namely observation, reflection, and inquiry-based learning strategies. These findings are expected to contribute to the development of more effective and relevant Islamic value-based educational methods that meet contemporary educational needs. Abstrak Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia yang lengkap dan universal menawarkan jawaban yang mendalam untuk berbagai persoalan kehidupan, termasuk di dalamnya jawaban terhadap tantangan dalam proses pembelajaran. Salah satu masalah utama dalam pembelajaran adalah kurangnya pemilihan strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik atau tujuan pembelajaran dapat menghambat proses transfer pengetahuan, mengurangi efektivitas pembelajaran, dan mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis surat An-Nahl ayat 11, dengan fokus pada strategi pembelajaran apa yang diajarkan dalam ayat ini dan dapatkah diterapkan dalam konteks pendidikan kontemporer. Penelitian ini, merujuk pada sumber data primer yang diperoleh dari Al-Qur’an. Sedangkan sumber sekunder diperoleh dari berbagai kitab tafsir, baik klasik maupun kontemporer, serta artikel ilmiah yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma Tarbawi untuk menggali dan memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an. Dalam pengumpulan data, penelitian ini memaksimalkan metode studi literatur. Setelah data terkumpul selanjutnya dianalisis melalui teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya strategi pembelajaran yang tersirat dalam surat An-Nahl ayat 11 yaitu strategi pengamatan, refleksi, dan strategi pembelajaran berbasis penyelidikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer.
Strategi guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Firdaus, Intan Nourmalena; Kosim, Ahmad Mulyadi; Subagiya, Bahrum
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.19025

Abstract

This research aims to analyze teacher strategies in increasing students' active learning in Islamic Religious Education (PAI) subjects. Active learning is very important to ensure students not only understand concepts but are also able to instill Islamic values in everyday life. Student learning activity is also an important part in achieving learning goals, which includes students' physical and mental involvement during the teaching and learning process. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The research results show that the strategies implemented by teachers include active learning methods, the use of interesting learning media, group discussions, and personal approaches to students. Teachers also act as motivators, facilitators and mentors who are able to create a conducive classroom atmosphere. This strategy succeeded in increasing student involvement, both in terms of asking, answering, discussing and completing assignments. It is hoped that this research can serve as a guide for teachers in developing effective learning methods to increase student learning activity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Keaktifan belajar sangat penting untuk memastikan siswa tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Keaktifan belajar siswa juga merupakan bagian penting dalam mencapai tujuan pembelajaran, yang mencakup keterlibatan fisik dan mental siswa selama proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru meliputi metode pembelajaran aktif, penggunaan media pembelajaran yang menarik, diskusi kelompok, serta pendekatan personal kepada siswa. Guru juga berperan sebagai motivator, fasilitator, dan pembimbing yang mampu menciptakan suasana kelas kondusif. Strategi ini berhasil meningkatkan keterlibatan siswa, baik dalam hal bertanya, menjawab, berdiskusi, maupun menyelesaikan tugas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa.
Pengembangan kecerdasan spiritual dan emosional melalui kegiatan keagamaan di SDIT Al-Yasmin 2 Bogor Rihaadah, Faadiyah; Fahri, Muhammad; Andestend
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.19604

Abstract

This research aims to determine efforts to develop spiritual intelligence and emotional intelligence through religious activity programs at SDIT AL-YASMIN 2, to find out what factors inhibit and support the development of spiritual intelligence and emotional intelligence through religious activity programs at SDIT AL-YASMIN 2 This research method uses qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of the research show that religious activities carried out, such as congregational prayers, reading and writing the Qur'an, tahfizh Al-Qur'an, religious studies, and social religious activities, support the application of indicators of spiritual intelligence according to Dadang Hawari, faith and devotion to Allah. , maintaining trust and not lying, respecting time, having compassion for others and emotional intelligence according to Daniel Goleman, such as recognizing one's own emotions, managing emotions, motivating oneself, increasing empathy, and building harmonious relationships with the environment. By integrating religious education into daily activities, the school has succeeded in creating an atmosphere that supports the development of students' spiritual intelligence and emotional intelligence through religious activities. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pengembangan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional melalui program kegiatan keagamaan di SDIT AL- YASMIN 2, untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung dari pengembangan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional melalui program kegiatan keagamaan di SDIT AL- YASMIN 2. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang dilaksanakan, seperti shalat berjamaah, baca tulis Al-Qur’an, tahfizh Al-Qur’an, kajian keagamaan, dan kegiatan sosial agama, mendukung penerapan indikator kecerdasan spiritual menurut Dadang Hawari, beriman dan bertakwa kepada Allah, menjaga amanah dan tidak berdusta, menghargai waktu, memiliki rasa kasih sayang antar sesama serta kecerdasan emosional menurut Daniel Goleman, seperti mengenali emosi sendiri, mengelola emosi, memotivasi diri, meningkatkan empati, serta membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Dengan integrasi pendidikan agama dalam kegiatan sehari-hari, sekolah berhasil menciptakan suasana yang mendukung pengembangan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional siswa melalui kegiatan keagamaan.
IMPLEMENTASI PEMBINAAN KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN 10 BOGOR Hapso, Putri Nadia; Husni, Rahmatul
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.19015

Abstract

The current educational curriculum in Indonesia pays great attention to fostering the character of students, especially through the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers. However, the reality in the field shows that the character of students is declining, so PAI teachers are often the ones to blame for the failure. This study aims to determine the efforts made by PAI teachers in fostering the character of class X students at SMAN 10 Bogor, as well as the foundation used in the coaching process. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of character building is done through three approaches, namely prevention, development, and healing efforts. PAI teachers are active in providing guidance, creating a conducive environment, and providing motivation and further coaching for problematic students. The main foundation in the character building process is Merdeka Curriculum, which allows strengthening of character values and habituation through more flexible learning. In conclusion, PAI teachers play an important role in fostering students' character, but require support from various parties for optimal results.
Peran Guru Tilawati Dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa Kelas XI SMA IT Anugerah Insani Karadenan Bogor Suwardi, Edy; Rina, Darlina Kartika; Nurhasan
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.19243

Abstract

Discipline is one of the keys to success, both in any case. Discipline is an action that reflects orderly behavior and compliance with various existing regulations. In the context of learners, discipline includes teaching, guidance, or encouragement given by their teachers. The purpose of applying discipline to students is for them to learn as moral beings and achieve optimal academic growth and development. This study aims to analyze the role of Tilawati teachers in shaping the discipline of grade XI students at SMA IT Anugerah Insani. Meanwhile, this study uses a field research method with a qualitative approach, by relying on the main data sources from interviews with Tilawati teachers and grade XI students and secondary data sources from various study sources, as well as applying descriptive analysis methods in data processing and presentation. The results of the paper show that Guru Tilawati's approach model in shaping student discipline includes four main strategies: authoritative, role model, emotional, and reward and punishment, which complement each other to create a strong discipline character. He enforces the rules firmly but lovingly, explains the benefits of discipline, and engages parents for consistency. Through exemplary examples and learning methods that emphasize responsibility, as well as warm communication, Guru Tilawati creates a bond of mutual trust that encourages active student participation. The reward and punishment system is used to reward good behavior and consequences for violations, while religious activities teach order and moral values. This holistic approach not only educates students in the academic aspect, but also prepares them to face future challenges with a disciplined character. Abstrak Kedisiplinan merupakan salah satu kunci keberhasilan, baik dalam hal apa pun. Disiplin merupakan tindakan yang mencerminkan perilaku tertib dan kepatuhan terhadap berbagai ketentuan yang ada. Dalam konteks pelajar, disiplin mencakup pengajaran, bimbingan, atau dorongan yang diberikan oleh gurunya. Tujuan dari penerapan disiplin pada pelajar adalah agar mereka belajar sebagai makhluk bermoral serta mencapai pertumbuhan dan perkembangan akademik yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Tilawati dalam membentuk kedisiplinan siswa kelas XI di SMA IT Anugerah Insani. Adapun, penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif, dengan mengandalkan sumber data utama dari wawancara kepada para guru Tilawati dan siswa kelas XI dan sumber data sekunder dari berbagai sumber kajian, serta menerapkan metode analisis deskriptif dalam pengolahan dan penyajian data.  Hasil penulisan menunjukkan bahwa model pendekatan Guru Tilawati dalam membentuk kedisiplinan siswa mencakup empat strategi utama: autoritatif, role model, emosional, dan reward and punishment, yang saling melengkapi untuk menciptakan karakter disiplin yang kuat. Ia menegakkan aturan dengan tegas namun penuh kasih, menjelaskan manfaat disiplin, dan melibatkan orang tua untuk konsistensi. Melalui contoh teladan dan metode pembelajaran yang menekankan tanggung jawab, serta komunikasi yang hangat, Guru Tilawati menciptakan ikatan saling percaya yang mendorong partisipasi aktif siswa. Sistem reward dan punishment digunakan untuk memberikan penghargaan bagi perilaku baik dan konsekuensi bagi pelanggaran, sementara kegiatan keagamaan mengajarkan tata tertib dan nilai moral. Pendekatan holistik ini tidak hanya mendidik siswa dalam aspek akademis, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan dengan karakter yang disiplin.

Page 1 of 1 | Total Record : 10