cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Implementasi Pembelajaran Iqro Menggunakan AI Asroni Asroni; Mukhtar Hanafi; Cahya Damarjati; Muhammad Alfadha Termahadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.52.1054

Abstract

TKA-TPA di dalam proses belajar Iqro yang selama ini dilakukan adalah dengan interaksi secara langsung antara Siswa dengan Guru. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi terutama di bidang Artificial Intelligence (AI) sangat memungkinkan untuk dibuat piranti pembantu untuk membantu proses pembelajaran. Pengabdian dilakukan untuk menguji siswa TKA-TPA dengan menggunakan aplikasi desktop Iqro dengan AI untuk pelafalan huruf hijaiyah. Siswa yang diuji memiliki jenis kelamin putra dan putri untuk menguji kemampuan aplikasi desktop Iqro dengan AI. Aplikasi ini akan menebak suara yang apakah benar atau salah setiap siswa dan dicatat untuk jumlah jawaban dengan nilai total yang terekap. Hasil dari pengujian menghasilkan terhadap 4 siswa aplikasi menghasilkan rata-rata 80% untuk menebak jumlah jawaban benar. Pada pengabdian ini dengan hasil 80% masih diperlukan proses peningkatan aplikasi agar bisa digunakan kemampuan untuk menebak dengan hasil yang labih baik dan akurat
Strategi Penerapan Sekolah Entrepreneur pada Sekolah MAMTQ Yayasan Muhammadiyah Sukoharjo Mirza Yusuf; Rela Adi Himarosa; Andika Wisnujati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.52.1055

Abstract

Upaya pengembangan pendidikan entrepreneurship berbasis pendidikan karakter pada kurikulum Madrasah didasari oleh tiga hal; pertama, menyiapkan peserta didik menjadi lulusan yang memiliki jiwa entrepreneur. Kedua, nilai-nilai entrepreneurship dipandang mampu membentuk karakter seseorang menjadi kuat dan mandiri. Ketiga, sebebas apapun seseorang melakukan aktifitas mandiri, aktifitas tersebut harus tetap terkontrol sehingga hasilnya adalah kemanfaatan dan kemaslahatan, dan disinilah peran nilai-nilai Islami untuk mengisi dan membingkainya. Ketiga dasar pemikiran ini nampaknya menemukan momentumnya pada cita cita pendirian Madrasah Aliyah Muhammadiyah Tijarotul Qur'aniyah (MAMTQ). Tujuan utamanya dapat memberikan ruang gerak luas bagi siswa maupun seluruh sivitasnya yang mampu memproduk gagasan pembaharuan sekaligus aksi konkrit bagi tercapainya kompetensi lulusan yang optimal. Bidang yang ditekuni sebagai pencirinya adalah bekal entrepreneur. Konsep pengembangan kurikulum ini paling tidak membutuhkan persiapan pada dua hal; pertama, desain muatan lokal jika entrepreneurship belum dianggap sebagai muatan nasional. Kedua, persiapan tenaga pendidik yang kompeten, dalam hal ini yang mampu mengintegrasikan antara pendidikan entrepreneurship dengan pendidikan karakter. Kesimpulannya, upaya pengembangan kurikulum seharusnya memang dilakukan dalam rangka optimalisasi kompetensi lulusan
Penguatan Pokja Wisata Tubing di Karangluas Sapuran Wonosobo Muhammad Heri Zulfiar; Ahmad Janan Febrianto; Arina Rahmi Morgana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1058

Abstract

Dataran Tinggi Dieng merupakan daerah pertanian memiliki potensi alam yang eksotik dan tempat religi yang didukung desa penyangga. Kawasan tersebut berfungsi sebagai kawasan lindung, pertanian dan merupakan destinasi wisata. Berbagai promosi wisata untuk menarik wisatawan tak hentinya dipromosikan baik di media social, internet maupun cetak. Hal ini merupakan upaya desa wisata untuk meningkatnya pengunjung wisata. Sejalan dengan program desa wsisata perlu diimbangi pengetahuan mengelola lingkungan serta penanganan sampah. Saat ini desa tersebut akan dihadapkan masalah sampah. Salah satu media mengungkapkan bahwa dalam seminggu kawasan dieng memproduksi sampah 5,2 ton perminggu atau setara dengan 500 sampai 700 kg perhari baik dari wisatawan maupun warga. Kondisi ini diperparah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Wonorejo kondisinya sudah overload dengan kemampuan menerima 130 ton perhari. Berkaitan dengan wisata tubing, KKN-PPM bekerjasama dengan Padukuhan Karangluas melakukan penguatan kelompok kerja (Pokja) wisata dan masyarakat. Adapun tujuannya untuk meningkatkan partisipasi mayarakat dalam tata kelola lingkungan agar dapat mendukung program desa wisata. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Assessment dan Survey, Sosialisasi, Focus Group Discuss. Dari pendekatan yang dilakukan, diperoleh gambaran (data dan informasi) masalah lembaga dan pengelolaan lingkungan (sungai dan sampah) antara lain; mengaktifkan kembali kearifan lokal dalam mengelola sungai seperti ‘resik sungai’, kebijakan hulu hilir sungai dalam menanggulangi sampah, kerjasama dengan kelembagaan lokal seperti Dasawima/PKK, RT/RW, Padukuhan dan Desa agar saling bersinergi serta diperlukannannya grand design perencanaan program. Diharapkan program pengabdian tersebut sebagai upaya dalam mewujudkan tata kelola lingkungan guna memperkuat kelembagaan wisata sesuai dengan kearifan lokal dalam upaya mewujudkan program desa wisata
Dinamika Pengelolaan Sodaqoh Sampah di Karangsari Sapuran, Wonosobo Muhammad Heri Zulfiar; Ahmad Janan Febrianto; Arina Rahmi Morgana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1059

Abstract

Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan dataran tinggi berfungsi sebagai kawasan lindung, pertanian dan wisata religi. Potensi alam yang eksotik didukung dari desa penyangga sekitarnya merupakan destinasi wisata yang menarik. Berbagai ikon wisata untuk menarik wisatawan tak hentinya dipromosikan di media sosial, internet maupun cetak. Ditengarai, dengan bertambahnya desa wisata dan peningkatan pengunjung wisata dan minimnya pengetahuan masyarakat mengelola lingkungan dan sampah maka lambat laun desa tersebut akan dihadapkan masalah sampah. Salah satu media mengungkapkan bahwa dalam seminggu kawasan dieng memproduksi sampah 5,2 ton perminggu atau setara dengan 500 sampai 700 kg perhari baik dari wisatawan maupun warga. Ironinya Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Wonorejo kondisinya sudah mengkhawatirkan karena overload dengan jumlah sampah 130 ton perhari. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, kelembagaan Sodaqoh Sampah sebagai Bank Sampah Desa Karangsari, KKN-PPM UMY bekerjasama dengan Padukuhan Karangsari yang menaungi 5 Dusun melakukan penguatan kelompok Sodaqoh Sampah dan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar Padukuhan Karangsari dapat menjadi pintu ‘gerbang wisata’ menuju lokasi wisata di sekitar Desa Karangsari yang ramah lingkungan. Adapun tujuan dari KKN-PPM adalah Penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah mandiri. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Assessment dan Survey, Sosialisasi, Focus Group Discuss. Dari pendekatan yang dilakukan, diperoleh gambaran tentang kelembagaan sodaqoh sampah dan masyarakat yang menggambarkan dinamika sampah dimasayarakat, antara lain; macetnya kelembagaan, minimnya sumberdaya manusia, kondisi lahan pengepul terbatas, transportasi sampah terbatas dan kesadaran masyarakat yang minim. Sebagai bentuk pengabdian kampus terhadap masalah di atas telah dilakukan peningkatan kapasitas kelembagaan, stimulan tong sampah, pemetaan titik sampah. Diharapkan program ini membantu menyelesaikan tatakelola sampah di masyarakat
Pendampingan PPAH Dadi Makmur Dalam Penjaminan Mutu Produk Agen Hayati Agung Astuti; Siti Nur Aisyah; Oki Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1060

Abstract

PPAH Dadi Makmur adalah Kelompok Petani Pengembang Agen Hayati bertempat di Desa Jlegongan, Seyegan, Sleman. Kegiatannya penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan pembuatan beberapa produk agen hayati untuk pengendalian hama & penyakit. Produknya Beauveria sp. Metharrizium sp, Trichoderma sp. PGPR, Corynebacterium, POC. Permasalahannya adalah mutu produk agen hayati yang belum terstandardisasi. Solusinya adalah penyuluhan dan pelatihan tentang penjaminan mutu produk agen hayati. Kegiatannya meliputi: penyuluhan tentang standardisasi produk agen hayati & penjaminan mutu, pelatihan untuk Pengujian Mutu Produk Agen Hayati & Teknik Labeling, Pendampingan dan Monev terhadap mitra selama menstandarisasi produk & penjaminan mutu serta Monev terhadap mitra selama menerapkan Pengelolaan Manajemen Operasional), dievaluasi dengan pre-test dan post-tes. Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan meningkatkan pengetahuan anggota PPAH Dadi Makmur tentang mutu produk dan profesionalisme manajemen sebesar 75%. Dengan pelatihan maka ketrampilan anggota PPAH Dadi Makmur dalam penjaminan mutu produk Agen hayati meningkat 50%. Ada 4 produk agen hayati yang sudah teruji mutunya dengan teknik pelabelan sesuai standar
Pemberdayaan Petani KOPASAMU Untuk Meningkatkan Produksi Singkong Dengan Inokulasi Mikoriza Agung Astuti; Mulyono Mulyono; Gatot Supangkat
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1061

Abstract

Koperasi Agro Sejahtera Muhammadiyah (KOPASAMU) bergerak dibidang pertanian dan perikanan, di Nogotirto, Sleman, Yogyakarta. Salah satu kelompok anggotanya adalah petani singkong di Kalasan yang hasil masih rendah yaitu 5-10 ton/ha. Antara lain karena penggunaan bibit yang terlalu tua, tekstur tanah yang keras dan kesulitan mendapatkan pupuk anorganik. Permasalahannya adalah bagaimana meningkatkan hasil singkong. Solusinya adalah menstimulasi akar singkong dengan aplikasi inokulum mikoriza untuk meningkatkan serapan hara pada tanaman Singkong. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan hasil singkong dengan inokulasi mikoriza. Kegiatannya meliputi : penyuluhan dan pelatihan tentang perbanyakan dan aplikasi mikoriza pada tanaman singkong, Pendampingan dan Monev terhadap mitra selama aplikasi mikoriza pada budidaya singkong, serta dievaluasi dengan pre-tes dan post-tes. Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan dapat 88meningkatkan pengetahuan petani singkong tentang mikoriza sebesar 88,9%. Dengan pelatihan maka ketrampilan petani dalam memperbanyak dan aplikais mikoriza meningkat 77,9%. Inokulasi Mikoriza dapat meningkatkan hasil singkong sebesar 48%.
Strengthening the Role and Business of the Trihanggo Village Farmer Women's Group "Sidodadi" during the Post-Covid-19 Pandemic Juhari Sasmito Aji; Kemala Hayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1062

Abstract

Penulisan hasil pengabdian mengenai penguatan peran dan usaha Kelompok Wanita Tani Sidodadi pada masa pasca Covid-19 bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani Desa Trihanggo terutama dalam hal produksi hasil tani sebagai sumber pendapatan anggota Kelompok Wanita Tani Sidodadi. Upaya dalam menciptakan inisiasi pengembangan program kerja merupakan alternatif aktualisasi perempuan di bidang ekonomi yang menjadi bentuk upaya dalam mencanangkan kesetaraan gender. Proses pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengadakan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan dengan identifikasi masalah yakni rendahnya partisipasi, maka terdapat pelaksanaan pengabdian melalui sosialisasi terkait pentingnya tingkat partisipasi guna meningkatkan aktifasi anggota dan mengembangkan Kelompok Wanita Tani melalui penciptaan inovasi produk dan pembaharuan strategi pemasaran. Sehingga, melalui penulisan ini dapat memberikan gambaran skema kegiatan pengabdian khususnya dalam memberikan penguatan literasi dan binaan terhadap pengembangan organisasi
Penyuluhan Manajemen Kambing Perah di KPP Pangestu Desa Kemirikebo Ferriawan Yudhanto; Rinasa Agistya Anugrah; Venditias Yudha; Wahyu Prihtiyantoro; Citravia Agustin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1063

Abstract

Keberhasilan suatu usaha peternakan dapat dicapai melalui bibit, pakan dan manajemen. Rendahnya produktivitas kambing perah di KPP. Pangestu menjadi masalah utama usaha peternakan tersebut. Peternakan KPP. Pangestu memiliki ternak kambing sebanyak 1300 kambing perah. Tujuan dari pengabdian kolaboratif-UMY ini adalah memberikan pengetahuan kepada peternak dalam manajemen kambing perah yang baik sehingga produksi susu dapat meningkat. Penyuluhan merupakan salah satu metode untuk memberikan wawasan pengetahuan bagi peternak tentang pentingnya penambahan nutrisi pada pakan ternak ruminansia. Hasil dari kegiatan ini adanya peningkatan produksi susu dari 300 menjadi 450 lt/hari
Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Sampah Organik guna Budi Daya Maggot Arni Surwanti; Retno Widowati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1064

Abstract

Maggot bisa menjadi solusi untuk mengurangi sampah organik rumah tangga seperti sampah sayuran, buah-buahan dll. Saat ini lalat BSF atau maggot sudah banyak dibudi dayakan untuk diambil maggotnya sebagai pakan ternak. Budi daya maggot memberikan manfaat bagi peternak karena akan menghemat pengeluaran untuk membeli pakan dan menggantinya dengan maggot sebagai pakan ternak. Maggot dimanfaatkan oleh peternak sebagai pakan ternak seperti pakan ikan, ayam, bebek, burung dan lainnya. Maggot memiliki protein yang cukup tinggi yang baik jika diberikan untuk hewan ternak.Budi daya. Manfaat maggot yang pertama adalah kandungan proteinnya. Maggot memiliki kadar protein tinggi, sehingga produktivitas ternak menjadi lebih tinggi. Kemanfaatan maggot ini menjadikan maggot punya nilai ekonomi, yang bisa digunakan untuk menambah penghasilan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan, sampah organik rumah tangga. Program PPM Muhammadiyah ini memberikan pelatihan budi daya maggot secara inklusi kepada penyandang disabilitas dan perwakilan dari pengurus Lazismu Sedayu dan perwakilan pemerintah Desa Argodadi. Permasalahan sampah apabila bisa diselesaikan pada tingkat desa dengan mengelola sampah non organik yang bisa dijual dan memberikan nilai serta pemanfaatan sampah organik yang dapat bernilai ekonomi melalui budi daya maggot akan bisa menyelesaikan permasalahan sampah, dengan meminimumkan kebutuhan pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kapasitasnya terbatas, serta menambah penghasilan keluarga. Dukungan dan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan sangat diperlukan, sehingga masyarakat mau dan mampu untuk mengelola sampah bersama di tingkat desa atau kalurahan
Pengelolaan Budidaya Ikan Terhadap Ketahanan Pangan Desa Kalilunjar Zaini Muchlis; Titis Wisnu Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1065

Abstract

Ternak ikan merupakan salah satu mata pencaharian yang dimiliki oleh warga masyarakat desa Kalilunjar yag terletak di Kecamatan Pejawanan Banjarnegara. Keadaan wilayah yang berada di daerah perbukitan membuat mayoritas warganya bekerja sebagai petani dan pembudidaya ikan. Perikanan menjadi sektor penunjang perekonomian bagi warga Kalilunjar dikarenakan luasnya lahan dan juga lancarnya perairan di wilayah tersebut. Meskipun demikian, terdapat beberapa problematika yang muncul dalam pengelolaan budidaya ikan tersebut, yaitu jumlah hasil panen yang sangat banyak membuat nilai jual ikan menjadi rendah, serta harga yang tidak kompetitif yang ditawarkan oleh masyarakat. Di sisi lain masyarakat sekitar hanya memanfaatkan tenaga tengkulak untuk pendistribusian hasil panen ikannya tersebut. Selain itu nilai pakan yang tinggi menjadikan harga jual hasil panen kurang menguntungkan bagi para peternak ikan. Sehingga dalam hal ini perlu adanya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola hasil panen budidaya ikan serta menekan biaya pemberian pakan ikan melalui berbagai macam cara. Melalui pengabdian masyarakat ini kami memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap tata cara pengolahan bahan baku dari ikan menjadi produk yang lebih bernilai ataupun dengan menekan pengeluaran biaya pakan melalui ternak magot sebagai pengganti pelet dan pakan yang lainnya. Metode pelaksanaan pengabdian ini melalui kerjasama dengan perangkat desa dalam memberikan sosialisasi, kemudian pelatihan terkait pengolahan frozen food berbahan dasar ikan, dan juga pembuatan pembibitan maggot yang dapat digunakan sebagai pengganti pakan ikan, serta pendampingan, monitoring dan juga tahap akhir yaitu evaluasi terhadap berjalannya program tersebut. Adapun hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Kalilunjar dengan mengoptimalisasikan hasil ternak ikan yang dimiliki oleh warga masyarakat

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue