cover
Contact Name
Muhtar Mochamad Solihin
Contact Email
muhtarsolihin@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpa.bpi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Lt 3 Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Agama
ISSN : 28280121     EISSN : 2828013X     DOI : https://doi.org/10.15408/jpa
Focus This journal focused on religion extention the results of field research, the results of literature reviews (critical/literature review), as well as the results of community development activities and/or social religion extention carried out by individuals and/or groups of researchers, practitioners and academics (students and/or lecturers) Jurnal ini berfokus pada penyuluhan agama hasil penelitian lapangan, hasil kajian pustaka (kritis/review literatur), serta hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dan/atau penyuluhan sosial keagamaan yang dilakukan oleh individu dan/atau kelompok peneliti, praktisi dan akademisi (mahasiswa dan/atau dosen) Scope Religion Guidance | Spiritual Guidance | Religion Extension | Social Extension | Community Development Extension | Non-Formal Education | Behavior Change Communication | Community Empowerment/ Development | Community Intervention | Islam and Mental Health | Gender and Development Studies Bimbingan Agama | Bimbingan Spiritual | Penyuluhan Agama | Penyuluhan Sosial | Penyuluhan Pembangunan Masyarakat | Pendidikan Non Formal | Komunikasi Perubahan Perilaku | Pemberdayaan/ Pengembangan Masyarakat | Intervensi Komunitas | Islam dan Kesehatan Mental | Kajian Gender dan Pembangunan
Articles 131 Documents
Kompetensi Penyuluh Agama dalam Memberikan Bimbingan Pranikah pada Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Padang Barat Lorensia, Yola Friska; Afnibar, Afnibar; Wahyuni, Yeni Fitri; Hidayat, Thaufiq; Asmawati, Asmawati
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 2, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i2.31766

Abstract

Abstract: Religious extensions provide premarital guidance so that prospective bridal couples get a lasting marriage. But in reality, currently there are many divorces that occur at the West Padang KUA. It is suspected that religious extension have not been professional in carrying out their duties, with low competence. The objectives of this study include: first, to determine the substantive competence related to the theoretical ability of religious extension at the KUA Padang Barat. Second, to determine the methodological competence of religious extension at the KUA Padang Barat. This research uses a descriptive qualitative method. The research data sources are religious extensions, and bridal couples who have attended premarital guidance. Taking data sources using purposive sampling technique. Data collection techniques using observation and interviews. The results showed that: 1) Substantive competence related to knowledge and skills has theoretically run optimally, it's just that a small part of the extensions needs to improve his competence; and 2) Methodological competence of religious extensions, related to applicative knowledge, applicative skills and attitudes as a whole, the extension is good enough, this is indicated by the extension not only explaining the material one way, but also providing opportunities for prospective brides to ask questions and respond to the material, so that prospective brides can understand the material well.Abtsrak: Penyuluh Agama memberikan bimbingan pranikah bertujuan agar calon pasangan pengantin mendapatkan pernikahan yang langgeng. Namun kenyataannya, saat ini banyak perceraian yang terjadi di KUA Padang Barat. Hal ini diduga Penyuluh Agama belum profesional dalam menjalankan tugasnya, dengan kompetensi yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kompetensi substantif dan kompentensi metodologis Penyuluh Agama di KUA Padang Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ialah Penyuluh Agama, dan pasangan pengantin yang sudah mengikuti bimbingan pranikah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: kompetensi Penyuluh Agama di Kantor Urusan Agama Padang Barat mencakup pemahaman teoritis yang kuat, keterampilan komunikasi yang efektif, pemahaman terhadap nilai-nilai agama, sensitivitas terhadap masalah psikologis, dan kemampuan memberikan panduan praktis terkait pernikahan. Meskipun sebagian besar dari mereka telah berhasil mencapai tingkat kompetensi yang baik, masih ada potensi untuk peningkatan.
Konseling Realitas untuk Mengurangi Prokrastinasi Mahasantri Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien di Sumenep Jawa Timur Jannah, Syaifatul; Afifah, Noer
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 2, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i2.32464

Abstract

Abstract: This research aims to describe the process and final results of reality counseling as an effort to reduce procrastination of students at the Dirosat Islamiyah al-Amien Prenduan Sumenep Institute (IDIA). This research approac uses a qualitative with a case study method. The informants in this research were four IDIA students who had procrastination. The location of this research is at the Dirosat Islamiyah al-Amien Prenduan Institute, Sumenep. Data collection techniques include unstructured interviews, participant observation, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and verification. The results of this research show that there are five stages in the reality counseling process using the Wants, Doing, Evaluation, Plan (WDEP) technique. The five stages are problem identification, diagnosis, prognosis, treatment, and evaluation, follow up. The results of the counseling can be said to be successful, namely that the counselee's procrastination attitude begins to decrease, as evidenced by the fact that when the counselee reduces his time watching and playing with his friends, the counselee prefers to use his time to do assignments before it is time to collect them. Besides that, the counselee begins to become skilled at managing time.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan proses dan hasil akhir konseling realitas sebagai upaya dalam mengurangi prokrastinasi mahasantri Institut Dirosat Islamiyah al-Amien Prenduan Sumenep (IDIA). Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah empat mahasantri IDIA yang memiliki prokrastinasi. Lokasi penelitian ini di Institut Dirosat Islamiyah al-Amien Prenduan Sumenep. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan jenis tidak terstruktur, observasi dengan jenis partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima tahapan dalam proses konseling realitas dengan teknik Wants, Doing, Evaluation, Plan (WDEP). Lima tahapan tersebut yaitu identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, dan evaluasi, follow up. Hasil konseling dapat dikatakan berhasil, yakni sikap menunda-nunda yang dimiliki konseli mulai berkurang, terbukti saat konseli dapat mengurangi waktu untuk menonton, dan bermain dengan teman-teman, konseli lebih memilih menggunakan waktunya untuk mengerjakan tugas sebelum tiba waktu dikumpulkan. Disamping itu, konseli mulai terampil mengatur waktu.
Tren Pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Sebelum dan Semasa Pandemi Covid-19 Khoirunnisa Khoirunnisa; Suci Hayati
Jurnal Penyuluhan Agama (JPA) Jurnal Penyuluhan Agama (JPA) | Vol. 10 No. 1, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i1.31503

Abstract

Abstract: The Covid-19 pandemic has had a real impact on various aspects including in the trend of research publication topics related to Distance Learning Training (PJJ Training) and Higher Education Distance Learning (PJJ PT) which has increased sharply. The objectives of this study are to: 1) describe the publication trends of PJJ training and PJJ PT, and 2) analyze the types of scientific publications, research approaches and methods, research subjects, and research links to extension. This research approach is mixed method with Systematic Literature Review (SLR) method using the help of Publish or Perish (PoP) program, Vos Viewers and Microsoft Excel. The results showed that: 1) the trend (tendency) of the number of publications related to Distance Learning Training is more than publications related to Higher Education Distance Learning, especially during the Covid-19 pandemic with a peak in the number of publications in 2021 which reached 512 articles, 2) the type of scientific publications used as a place of publication is more in community service or PKM journals (58.33%) than journal articles (41.67%); the approaches used by at least 10% are qualitative (10.71%), quantitative (10.71%), training and mentoring (15.48%), training and workshops (20.24%) and training and tutorials (26.19%) with direct methods (51.19%), indirect methods (29.76%) while the rest are spread over various other methods; the majority of research subjects on the topic of distance learning training are teachers (71.43%), while a small proportion of subjects on both topics consist of students (9.52%), college students (7.14%), lecturers (4.76%), and the rest are spread on other subjects; and publications on the topic of distance learning training have a strong relationship with training and counseling (96.00%), while publications on the topic of college distance learning have less strong relationship with training and counseling (11.11%).Abstrak: Pandemi Covid-19 berdampak nyata pada berbagai aspek termasuk dalam tren topik publikasi hasil penelitian terkait Pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh (Pelatihan PJJ) dan Pembelajaran Jarak Jauh Peguruan Tinggi (PJJ PT) yang meningkat tajam. Tujuan penelitian ini untuk: 1) mendeskripsikan tren publikasi pelatihan PJJ dan PJJ PT, dan 2) menganalisis jenis terbitan ilmiah, pendekatan dan metode penelitian, subyek penelitian, dan kaitan penelitian dengan penyuluhan. Pendekatan penelitian ini adalah campuran (Mixed Method) dengan metode Systematic Literature Review (SLR) menggunakan bantuan program Publish or Perish (PoP), VosViewers dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tren (kecenderungan) jumlah publikasi terkait Pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh lebih banyak dibandingkan dengan publikasi terkait Pembelajaran Jarak Jauh Perguruan Tinggi terutama semasa pandemi Covid-19 dengan puncak peningkatan jumlah publikasi tejadi pada tahun 2021 yang mencapai 512 artikel, 2) jenis terbitan ilmiah yang dijadikan tempat publikasi lebih banyak di jurnal pengabdian masyarakat atau PKM (58,33%) daripada jurnal artikel (41,67%); pendekatan yang digunakan minimal 10% adalah kualitatif (10,71%), kuantitatif (10,71%), pelatihan dan pendampingan (15,48%), pelatihan dan workshop (20,24%) dan pelatihan dan tutorial (26,19%) dengan metode langsung (51,19%), metode tidak langsung (29,76%) sementara sisanya menyebar pada berbagai metode lain; mayoritas subjek penelitian topik Pelatihan PJJ adalah guru (71,43%), sementara sebagian kecil subjek pada kedua topik terdiri dari siswa (9,52%), mahasiswa (7,14%), dosen (4,76%), dan sisanya menyebar pada subjek lainnya; dan publikasi topik pelatihan pembelajaran jarak jauh memiliki keterkaitan yang kuat dengan pelatihan dan penyuluhan (96,00%), sementara publikasi topik pembelajaran jarak jauh perguruan tinggi kurang memiliki keterkaitan yang kuat dengan pelatihan dan penyuluhan (11,11%).
Kejawen: A Religion That Is Seen as (only) A Culture Revisiting Kejawen Teaching Using Indigenous Religion Paradigm Hermina, Leyla Adrianti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.36734

Abstract

Abstrak: Kajian ini mengeksplorasi praktik spiritual masyarakat Jawa yang disebut Kejawen, yang sering disalahartikan sebagai tradisi budaya dan bukan agama. Dalam konteks Indonesia, kriteria khusus menentukan apa yang dimaksud dengan sebuah agama, dan sayangnya Kejawen tidak sejalan dengan standar pemerintah tersebut. Akibatnya, Kejawen umumnya dianggap bukan sebagai agama formal namun sebagai praktik warisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bahkan ada yang menganggap Kejawen bersifat mistis atau kuno, tidak layak untuk masyarakat masa kini. Mengingat, di kalangan praktisi Kejawen pun masih ada keraguan untuk menyebut agama sebagai agama mereka. Dalam penelitian ini, saya mendalami Kejawen dengan terlebih dahulu mengkaji literatur untuk memahami intinya, kemudian mewawancarai tiga praktisi dari Jawa Timur dan Yogyakarta. Pendekatan ganda ini membantu saya melihat bagaimana Kejawen cocok dengan konteks agama yang lebih luas dan tempatnya yang unik di antara kepercayaan spiritual. Saya mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk buku dan jurnal, dan melakukan wawancara semi terstruktur secara offline untuk mendapatkan wawasan lebih dalam. Studi ini menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola dalam data, memberikan pandangan komprehensif mengenai kompleksitas Kejawen dan keselarasan dengan kerangka keagamaan global dan adat. Untuk menilai kembali status Kejawen, tulisan ini meninjau kembali definisi mendasar 'agama' dan esensi aslinya. Dengan menerapkan Paradigma Agama Pribumi, kita bisa melihat sejauh mana keselarasan Kejawen dengan kerangka tersebut. Analisis komparatif ini bertujuan untuk memantapkan kembali posisi Kejawen, dan berpotensi mengakuinya sebagai agama asli Indonesia, yang berakar kuat pada warisan nenek moyang negara.Abstract: This study explores the Javanese spiritual practice known as Kejawen, often misconstrued as merely a cultural tradition rather than a religion. In the Indonesian context, specific criteria define what constitutes a religion, and Kejawen, unfortunately, doesn't align with these governmental standards. As a result, Kejawen is generally perceived not as a formal religion but as a heritage practice passed down through generations. Some even view Kejawen as mystical or archaic, unfit for contemporary society. Considering, even among Kejawen practitioners, there's a hesitancy to label it as their religion. In this study, I explored Kejawen by first reviewing literature to understand its core, then interviewing three practitioners from East Java and Yogyakarta. This dual approach helped me see how Kejawen fits into wider religious contexts and its unique place among spiritual beliefs. I collected data from various sources, including books and journals, and conducted offline semi-structured interviews for deeper insights. The study used thematic analysis to identify patterns in the data, offering a comprehensive look at Kejawen's complexities and its alignment with global and indigenous religious frameworks. To reassess Kejawen's status, this paper revisits the fundamental definition of 'religion' and its original essence. By applying the Indigenous Religion Paradigm, we can examine how well Kejawen aligns with this framework. This comparative analysis aims to reestablish Kejawen's position, potentially recognizing it as an indigenous religion of Indonesia, deeply rooted in the country's ancestral heritage.
Persepsi Masyarakat tentang Moderasi Beragama di Desa Pabuaran Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Ma'rifah, Sirly; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.41881

Abstract

Abstract: Perceptions about religious moderation are challenged by misperceptions resulting from views that devalue religious moderation and the assumption that moderates are less assertive and pragmatic and even close to liberals, which can weaken people's religious beliefs. In 2019, the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia mainstreamed religious moderation and made religious moderation included in the 2020-2024 National Medium Term Development Plan, which is an alternative to preventing public misperceptions and efforts to mainstream the concept of religious moderation. This research was conducted on the people of Pabuaran Village, where the village has a heterogeneous society with adherents of 6 different religions, namely Islam, Confucianism, Christianity, Catholicism, Buddhism and Hinduism. It is a model village for religious harmony and has been designated as one of 1000 villages of religious moderation. The research method used is descriptive qualitative with parameters of 4 indicators of religious moderation from the Ministry of Religion, namely Tolerance, Non-Violence, Accommodation of Local Culture and National Commitment. The results of this research found 3 classifications of perceptions of the people of Pabuaran Village regarding religious moderation, namely people who view religious moderation based on their understanding, people who view religious moderation according to their environment, and people who view religious moderation as something they don't have to care about.Abstrak: Persepsi tentang moderasi beragama memiliki tantangan terjadinya kesalahan persepsi akibat dari pandangan yang merendahkan moderasi beragama dan anggapan bahwa kalangan moderat kurang tegas dan pragmatis bahkan dekat dengan liberal sehingga dapat melemahkan keyakinan beragama masyarakat. Tahun 2019 Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan pengarusutamaan moderasi beragama dan menjadikan moderasi beragama termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menjadi alternatif pencegahan terjadinya kesalahan persepsi masyarakat dan upaya mainstreaming konsep moderasi beragama. Penelitian ini dilakukan kepada masyarakat Desa Pabuaran, dimana desa tersebut memiliki masyarakat heterogen dengan 6 penganut agama yang berbeda yaitu Islam, Konghucu, Kristen, Katolik, Buddha dan Hindu Sikh, merupakan desa percontohan kerukunan umat beragama dan ditetapkan sebagai salah satu dari 1000 kampung moderasi beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan parameter 4 indikator moderasi beragama dari Kementerian Agam yaitu Toleransi, Anti Kekerasan, Akomodatif Budaya Lokal dan Komitmen Kebangsaan. Hasil penelitian ini menemukan 3 klasifikasi persepsi masyarakat Desa Pabuaran tentang moderasi beragama yaitu masyarakat yang memandang moderasi beragama atas dasar pemahamannya, masyarakat yang memandang moderasi beragama sebagaimana lingkungannya, dan masyarakat yang memandang moderasi beragama sebagai sesuatu yang tidak harus mereka pedulikan.
Analysis of Speech, Communication and Autism Disorders and Their Implications for Learning Zakaria, Alif Muhammad; Zikri, Muhammad; Latipah, Eva
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.31528

Abstract

Abstrak: Anak usia sekolah di Indonesia mengalami gangguan bicara dan bahasa dengan persentase sebesar 5-10 %. Anak usia sekolah masuk dalam tahapan perkembangan industry vs inferiority sehingga gangguan bicara dan bahasa akan memiliki dampak yang negatif bagi perkembanganya. Penelitian ini berjenis data kualitatif dengan pendekatan library research yakni memanfaatkan sumber data sekunder berupa dokumentasi yang didapatkan dari artikel, buku, berita, majalah, dan sumber catatan maupun video. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan bicara dan bahasa menjadi salah satu gejala dalam autisme yang dapat dikenali sedari dini mugkin yakni pada usia 16 bulan. Adapun implikasi gangguan bicara dan bahasa terhadap pembelajaran adalah anak akan merasa kurang percaya diri, sulit dalam memecahkan soal matematika dasar dan prestasi akademik buruk. Autisme disebabkan oleh multifaktor dan ditandai awal dengan ketidakmampuan membentuk hubungan sosial atau mengembangkan komunikasi sehingga berdampak buruk pada proses pembelajaran.Abstract: School-age children in Indonesia experience speech and language disorders with a percentage of 5-10%. School-age children enter the industrial vs inferiority stage of development so that speech and language disorders will have a negative impact on their development. This research is a qualitative data type with a library research approach that utilizes secondary data sources in the form of documentation obtained from articles, books, news, magazines, and sources of notes and videos. Data analysis was performed using content analysis. The results of this study indicate that speech and language disorders are one of the symptoms in autism that can be recognized as early as possible, namely at the age of 16 months. The implications of speech and language disorders for learning are that children will feel less confident, have difficulty solving basic math problems and have poor academic performance. Autism is caused by multiple factors and is marked early by the inability to form social relationships or develop communication so that it has a negative impact on the learning process.
Tradisi Islami dalam Kearifan Lokal: Praktik Budaya dan Adat Istiadat di Komunitas Pedesaan Hiptraspa, Zepri; Saputri, Dea Novis
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.37982

Abstract

Abstract: Cultural heritage in the context of Islamic-based rural communities faces significant challenges due to modernization and social change. This article discusses strategies for balancing cultural conservation and adaptation in maintaining the sustainability of cultural heritage while adapting to changing times. An inclusive approach that combines local wisdom with modern aspects is crucial in caring for cultural heritage. Education that integrates religious values with contemporary learning and engages young people in activities that respect traditional values is needed. Additionally, the importance of building community awareness and involvement in caring for their cultural heritage is emphasized, with support from governments, cultural institutions and non-governmental organizations. The balance between cultural conservation and adaptation requires a holistic approach that combines traditional values with current developments. Through deeper understanding and a balanced approach, the cultural heritage and identity of Islamic-based rural communities can continue to live and develop in changing times.Abstrak: Warisan budaya dalam konteks masyarakat pedesaan berbasis Islam menghadapi tantangan signifikan akibat modernisasi dan perubahan sosial. Artikel ini membahas strategi keseimbangan antara konservasi budaya dan adaptasi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sambil menyesuaikan dengan perubahan zaman. Pendekatan inklusif yang memadukan kearifan lokal dengan aspek modern menjadi krusial dalam merawat warisan budaya. Pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pembelajaran kontemporer dan melibatkan generasi muda dalam aktivitas yang menghormati nilai-nilai tradisional diperlukan. Selain itu, pentingnya membangun kesadaran masyarakat dan keterlibatan dalam merawat warisan budaya mereka ditekankan, dengan dukungan dari pemerintah, lembaga budaya, dan organisasi non-pemerintah. Keseimbangan antara konservasi budaya dan adaptasi membutuhkan pendekatan holistik yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan perkembangan zaman. Melalui pemahaman yang lebih dalam dan pendekatan yang berimbang, warisan budaya dan identitas masyarakat pedesaan berbasis Islam dapat terus hidup dan berkembang dalam perubahan zaman.
Sensitivitas Gender Penyuluh Agama di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Bila, Farah Salsa; Prihatini, Rini Laili
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.34475

Abstract

Abstract: The understanding of gender-biased communities gives rise to injustices and discrimination such as stereotypes, marginalization, subordination, double work burden, and violence. This can also happen among Islamic Religious Counselors. The purpose of this research is to analyze the gender sensitivity understanding of Islamic Religious Counselors in Ciputat Sub-district, as well as to analyze the supporting and inhibiting factors of gender sensitivity among Islamic Religious Extensions in Ciputat Sub-district. The theory used in this research is Constance Newman's Gender Sensitivity Theory. This research is analyzed using Mansour Fakih's gender analysis framework. The research method employed is qualitative research with a case study approach. The informants in this study consist of six individuals, namely two Islamic Religious Extensions as key informants, two Islamic Religious Extensions as main informants, and two supporting informants from the community who are clients of the extensions. The data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data analysis involves data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The study was conducted in Ciputat Sub-district. The research findings indicate that the gender sensitivity analyzed through five gender analysis lenses and deepening interviews with supporting informants reveal that two out of four extensions have higher gender sensitivity compared to the others. The second research finding pertains to the factors supporting gender sensitivity, which include progressive Islamic views, upbringing patterns, and gender. On the other hand, inhibiting factors include education, gender, and societal stereotypes.Abstrak: Pemahaman masyarakat yang bias gender melahirkan ketidakadilan dan diskriminasi seperti stereotipe, marginalisasi, subordinasi, beban kerja ganda, dan kekerasan. Hal tersebut juga bisa terjadi kepada kalangan Penyuluh Agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis pemahaman Sensitivitas gender Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Ciputat, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat Sensitivitas Gender Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Ciputat. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori Sensitivitas Gender Constance Newman. Penelitian ini dianalisis menggunakan pisau analisis gender Mansour Fakih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan pada penelitian ini berjumlah enam orang yakni dua orang penyuluh agama Islam sebagai informan kunci, dua orang penyuluh agama Islam sebagai informan utama, dan dua orang informan pendukung dari masyarakat yang merupakan klien penyuluh. Teknik pengambilan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ciputat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas gender pada penelitian ini yang dianalisis melalui lima pisau analisis gender serta pendalaman wawancara dengan informan pendukung, ditemukan bahwa dua dari empat penyuluh memiliki sensitivitas gender yang lebih tinggi dari penyuluh lainnya. Hasil penelitian yang kedua yakni mengenai faktor pendukung sensitivitas gender adalah pandangan Islam progresif, pola asuh, dan jenis kelamin. Sedangkan faktor penghambatnya berupa pendidikan, jenis kelamin, dan stereotipe masyarakat.
Peran Penyuluh Agama Islam dalam Memberikan Motivasi Terhadap Warga Binaan Panti Sosial Di Kabupaten Malang Putri, Sherla Amanda; Subhi, Muhamad Rifa'i
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.36212

Abstract

Abstract: Social institutions are institutions that empower people with social welfare problems (PMKS), including homeless people and individuals with mental problems. The social and psychological challenges faced by inmates, such as social isolation and uncertainty about the future, emphasize the urgency of providing motivation as a source of inspiration and emotional support. The role of Islamic religious extension is key in providing inspiration, emotional support, and stimulating positive change. Through counseling and guidance, religious extension help inmates find the meaning of life, reflect on their actions, and create positive change. The aims of this research are 1) to find out the role of religious Islamic extension as motivators for assisted residents in social institutions, 2) to determine the positive impact of providing motivation to social assistance residents in social institutions. This research uses a qualitative approach using the literature study method which was carried out at the beginning of the research concept formulation stage. The results of this research show that 1) the role of religious extension as motivators proves the importance of their contribution in guiding, inspiring, and building the psychological and moral well-being of social assistance residents (WBS), 2) the positive impact of providing motivation on social assistance residents, shows that religious extension has a significant role in forming positive character and improving the mental well-being of social assistance members (WBS).ositive character and improving the mental well-being of social assistance members (WBS). Abstrak: Panti sosial adalah lembaga yang memberdayakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), termasuk tunawisma dan individu dengan masalah kejiwaan. Tantangan sosial dan psikologis yang dihadapi warga binaan, seperti isolasi sosial dan ketidakpastian masa depan, menekankan urgensi memberikan motivasi sebagai sumber inspirasi dan dukungan emosional. Peran penyuluh agama Islam menjadi kunci dalam memberikan inspirasi, dukungan emosional, dan merangsang perubahan positif. Melalui konseling dan bimbingan, penyuluh agama membantu warga binaan menemukan makna hidup, merenungkan tindakan mereka, dan menciptakan perubahan positif. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui bagaimana peran Penyuluh Agama Islam sebagai motivator warga binaan di Panti Sosial, 2) mengetahui dampak positif pemberian motivasi pada warga binaan sosial di Panti Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka yang dilakukan pada awal tahap perumusan konsep penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peran penyuluh agama sebagai motivator membuktikan pentingnya kontribusi mereka dalam membimbing, memberikan inspirasi, dan membangun kesejahteraan psikologis serta moral warga binaan sosial (WBS), 2) dampak positif pemberian motivasi pada warga binaan sosial, menunjukkan bahwa penyuluh agama memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter positif dan meningkatkan kesejahteraan mental warga binaan sosial (WBS).
Implementasi Bimbingan Konseling Kelompok untuk Mengatasi Bullying di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang Muttaba, Muhammad Dawwam; Sari, Laila Novita; Maftuhah, Farkhatun; Rahmanda, Janitra Fahma; Hidayah, Laella Nur; Safrodin, Mawaddah
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.41949

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of group counseling guidance in overcoming bullying at Fadlu Fadhlan Islamic Boarding School, Mijen, Semarang. Using qualitative methods, this study collected data through observation, interviews, and documentation. The results show that group counseling guidance is effective in reducing bullying behavior and improving social relationships between students. The program helps students develop empathy, communication, and mutual respect. The study recommends that group counseling be implemented sustainably as a bullying prevention strategy in pesantren.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi bimbingan konseling kelompok dalam mengatasi bullying di Pondok Pesantren Fadlu Fadhlan, Mijen, Semarang. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa bimbingan konseling kelompok efektif dalam mengurangi perilaku bullying serta meningkatkan hubungan sosial antar santri. Program ini membantu santri mengembangkan empati, komunikasi, dan rasa saling menghargai. Penelitian merekomendasikan agar konseling kelompok diterapkan secara berkelanjutan sebagai strategi pencegahan bullying di pesantren.

Page 5 of 14 | Total Record : 131