cover
Contact Name
Muhtar Mochamad Solihin
Contact Email
muhtarsolihin@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpa.bpi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Lt 3 Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Agama
ISSN : 28280121     EISSN : 2828013X     DOI : https://doi.org/10.15408/jpa
Focus This journal focused on religion extention the results of field research, the results of literature reviews (critical/literature review), as well as the results of community development activities and/or social religion extention carried out by individuals and/or groups of researchers, practitioners and academics (students and/or lecturers) Jurnal ini berfokus pada penyuluhan agama hasil penelitian lapangan, hasil kajian pustaka (kritis/review literatur), serta hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dan/atau penyuluhan sosial keagamaan yang dilakukan oleh individu dan/atau kelompok peneliti, praktisi dan akademisi (mahasiswa dan/atau dosen) Scope Religion Guidance | Spiritual Guidance | Religion Extension | Social Extension | Community Development Extension | Non-Formal Education | Behavior Change Communication | Community Empowerment/ Development | Community Intervention | Islam and Mental Health | Gender and Development Studies Bimbingan Agama | Bimbingan Spiritual | Penyuluhan Agama | Penyuluhan Sosial | Penyuluhan Pembangunan Masyarakat | Pendidikan Non Formal | Komunikasi Perubahan Perilaku | Pemberdayaan/ Pengembangan Masyarakat | Intervensi Komunitas | Islam dan Kesehatan Mental | Kajian Gender dan Pembangunan
Articles 131 Documents
Problem Lanjut Usia dalam Ketakutan Menghadapi Kematian Melalui Bimbingan Ibadah Mahmudah, Laela; Nurjannah, Nurjannah
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.26533

Abstract

Abstract: Elderly is an individual who has entered the final stage of the aspect of life and is categorized as an aging process. This study focuses on the problem of the elderly who experience fear in the face of death. The purpose of this study is to explain the problem of elderly people who are afraid of facing death by using worship guidance services. The research method used in this research is qualitative research. Collecting data used in this study by observation, interviews. The results of this study indicate that an elderly person experiences a fear of facing death, the fear experienced by an elderly person due to age factors, imagining life after death, physical conditions that begin to become unstable or decline. With this, the instructor or counselor in an effort to overcome the fear of an elderly person with worship guidance, is closer to Allah SWT.Abstrak: Lanjut usia merupakan seorang indvidu yang telah memasuki tahap akhir dari aspek kehidupam dan di kategorikan sebagai aging processi. Penelitian ini berfokus pada masalah lanjut usia yang mengalami takut dalam menghadapi kematian. Tujuan penelitian ini agar dapat menjelaskan masalah lanjut usia yang mengalami ketakutan menghadapi kematian dengan menggunakan layanan bimbingan ibadah. Adapun metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini dengan penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa seorang lanjut usia mengalami ketakutan menghadapi kematian, ketakutan yang dialami seorang lanjut usia karena faktor usia, membayangkan kehidupan setelah mati, kondisi fisik yang mulai tidak stabil atau menurun. Dengan hal tersebut, penyuluh atau konselor dalam upaya mengatasi ketakutan seorang lanjut usia tersebut dengan bimbingan beribadah, lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Analysis of Adolescent Equanimity Factors in the Perspective of the Qur'an and Psychology Tama, Hafiidz Adhi; Sari, Ramadhanita Mustika
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.31641

Abstract

Abstrak: Artikel ini meneliti mengenai beberapa faktor ketenangan hati seorang remaja yang berhubungan dengan ayat Al-Qur’an serta dalam kajian atau perspektif psikologi. Penelitian ini berfokus pada surat Al-Fath ayat 4 dan Ar-Ra’d ayat 28 bahwa dengan adanya ketenangan hati seorang mukmin dalam melakukan kehidupan sehari-hari maka akan bertambah pula keimanan dari individu tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketenangan hati seorang remaja dalam perspektif Al-Qur,an yakni pada Q.S Al-Fath ayat 4 dan Ar-Ra’d ayat 28. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka (library research) serta melalui literature review yang dilakukan pada tanggal 28 September 2022 melalui teknik mencari kesamaan (compare), ketidaksamaan (contrast) pada beberapa literatur serta menarik kesimpulannya dengan memfokuskan pada interpretasi ayat Al-Qur’an dengan tafsir dari Kemenag serta tafsir Al-Jalalain dan juga menggunakan perspektif psikologi untuk melihat teori-teori dari tokoh. Hasil menunjukkan bahwa seorang remaja apabila ingin mendapatkan ketenangan hati dalam melakukan suatu hal di kehidupan sehari-hari nya maka yang dilakukan antaranya adalah dengan memperbanyak ibadah serta berbuat baik kepada orang lain tanpa mengharap suatu imbalan apapun. Dengan adanya kegiatan positif tersebut diharapkan juga remaja bisa menambah keimanan mereka yang berimplikasi pada ketenangan hatinya dalam kehidupan sehari-hari.Abstract: This article examines several factors of a teenager's peace of mind which are related to verses of the Koran as well as psychological studies or perspectives. This research focuses on Surah Al-Fath verse 4 and Ar-Ra'd verse 28 that with the peace of mind of a believer in carrying out daily life, the individual's faith will also increase. The aim of this research is to identify and analyze the factors that influence a teenager's peace of mind from the perspective of the Qur'an, namely in Q.S Al-Fath verse 4 and Ar-Ra'd verse 28. This research is included in library research. as well as through a literature review carried out on September 28 2022 through the technique of looking for similarities (compare), dissimilarities (contrast) in several literatures and drawing conclusions by focusing on the interpretation of Al-Qur'an verses with interpretations from the Ministry of Religion as well as the interpretation of Al-Jalalain and also using a psychological perspective to look at the theories of the characters. The results show that if a teenager wants to gain peace of mind in doing something in his daily life, what he can do is increase his worship and do good to other people without expecting any imbalance. With these positive activities, it is hoped that teenagers can increase their faith, which has implications for peace of mind in everyday life.
Pengaruh Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani terhadap Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah Binaan Kua Pesanggrahan Jakarta Selatan Assidqiyah, Madadina; Arwan, Artiarini Puspita
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.42485

Abstract

Abstract: Juvenile delinquency is increasingly common and tends to increase in number. Based on data for the past 2 years, in 2022 and 2023 there were more than 323 cases of juvenile delinquency in South Jakarta. From the data above, the Ministry of Religion has a solution to overcome this problem, namely the School Age Youth Guidance (BRUS) program. Teenagers need to be given Qeren Qur'ani Youth Guidance so that teenagers have religious knowledge that can develop a better personality. Therefore, Qeren Qur'ani Youth Guidance is very influential on character formation. The aim of this research is to find out how much influence Qeren Qur'ani Youth Guidance has on Character Formation at the Schools Assisted by KUA Pesanggrahan, South Jakarta. This research approach uses quantitative methods with a sample size of 35 students. The data analysis techniques used in this research are normality test, simple linear test, correlation coefficient test, F (Simultaneous) hypothesis test, and T (Partial) hypothesis test using the SPSS application. The results of the research are that there is an influence of Qeren Qur'ani Youth Guidance on Character Formation in Schools Assisted by KUA Pesanggrahan, South Jakarta with a significance value of 0.000 < 0.05, and there is a strong relationship between the Qeren Qur'ani Youth Guidance variable and supported Character Formation with an r square value of 0.565. This means that 56.5% of the character formation of students at schools supported by KUA Pesanggrahan South Jakarta is influenced by the Qeren Qur'ani Youth Guidance and another 43.7% is influenced by other variables.Abstrak: Kenakalan remaja (Juvenile delinquency) semakin marak terjadi dan cenderung meningkat jumlahnya. Berdasarkan data selama 2 tahun kebelakang pada tahun 2022 dan 2023 terdapat lebih dari 323 kasus kenakalan remaja di Jakarta Selatan. Dari data di atas bahwa kementerian Agama memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Para remaja perlu diberikan Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani agar remaja memiliki pengetahuan agama yang dapat meningkatkan kepribadian diri yang lebih baik. Maka dari itu Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani sangat berpengaruh terhadap Pembentukan Karakter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pengaruh dan mengetahui seberapa besar pengaruh Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani terhadap Pembentukan Karakter di Sekolah Binaan KUA Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel 35 siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji linear sederhana, uji koefisien korelasi, uji hipotesis F (Simultan), dan uji hipotesis T (Parsial) menggunakan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian adalah terdapat pengaruh Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani terhadap Pembentukan Karakter di Sekolah Binaan KUA Pesanggrahan, Jakarta Selatan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, serta terdapat hubungan yang kuat antara variabel Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani dengan Pembentukan Karakter yang didukung oleh nilai r square sebesar 0,565. Artinya sebesar 56,5% Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah Binaan KUA Pesanggrahan Jakarta Selatan dipengaruhi oleh Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani dan sebagian lainnya sebesar 43,7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain.
Membangun Generasi Qur'ani: Kegiatan Penyuluhan BTQ di Desa Sumberejo Hijazzi, Akhmad Faruq; Khakim, Muhammad Zahir Luthfil; Mufila, Safana Fitriani; Lathifah, Kurnia; Hanafi, Muhammad Sofyan; Septiani, Sheilla; Toha, Ahmad Muzaki; Karim, Abdul
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.41837

Abstract

Abstract: Qur'anic literacy education (BTQ) has become very important in building a Qur'anic generation in Muslim societies. This research focuses on BTQ extension activities in Sumberejo Village, which aim to improve the ability to read and write the Qur'an among adult mothers. Through a qualitative approach, which included observations and interviews, the study found that this extension program not only improved participants' technical skills, but also deepened their understanding of the teachings of the Qur'an and its application in daily life. The results showed that after attending the counseling, participants experienced significant improvements in their confidence and ability to recite the Qur'an, which had a positive impact on their children's religious education. Therefore, BTQ counseling in Sumberejo Village can be categorized as a strategic effort to empower the community and shape the character of a better Qur'anic generation.Abstrak: Pendidikan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) menjadi sangat penting dalam membangun generasi Qur'ani di masyarakat Muslim. Penelitian ini berfokus pada kegiatan penyuluhan BTQ di Desa Sumberejo, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an di kalangan ibu-ibu dewasa. Melalui pendekatan kualitatif, yang meliputi observasi dan wawancara, penelitian ini menemukan bahwa program penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Al-Qur'an serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti penyuluhan, peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri dan kemampuan membaca Al-Qur'an, yang berdampak positif pada pendidikan agama anak-anak mereka. Oleh karena itu, penyuluhan BTQ di Desa Sumberejo dapat dikategorikan sebagai upaya strategis untuk memberdayakan komunitas dan membentuk karakter generasi Qur'ani yang lebih baik.
Pengaruh Penyuluhan Agama terhadap Gaya Hidup Beragama Penonton Channel Youtube Lampu Islam Lissawa, Fatia Zahra; Solihin, Muhtar Mochamad
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v0i0.31182

Abstract

Abstract: Religious counseling currently has a greater opportunity to be able to change people's behavior patterns through the use of Youtube social media by religious instructors and as a source of religious information. APJII data (2022) shows that Youtube social media (63.2%) as a popular and familiar audiovisual media that is most often accessed by Indonesians. The Lampu Islam Youtube channel is a religious study Youtube channel that takes advantage of this opportunity. This study aims; (1) to describe the level of religious lifestyle of the Youtube channel audience of Lampu Islam, (2) to analyze the effect of Religious Counseling on the Religious Lifestyle of the Youtube channel audience of Lampu Islam, (3) to analyze the significance of the influence caused by Religious Counseling on the Religious Lifestyle of the Youtube channel audience of Lampu Islam. Religious Lifestyle includes activities, interests, and opinions of a person in his religious life. This research uses a quantitative approach with a survey method. The number of samples of this study were 100 respondents. The data analysis carried out is descriptive analysis, classical assumption test, multiple linear regression test, correlation and determination coefficient test, F test (model feasibility) and T test (partial). The results of this study indicate (1) the level of religious lifestyle of the Islamic Lights YouTube channel audience is high with a percentage of 93 percent and a significance value of 0.000 <0.05, (2) there is a positive and significant influence between religious counseling on the religious lifestyle of the Islamic Lights YouTube channel audience, which means that the higher the religious counseling, the positive level of religious lifestyle in respondents will also increase, (3) the significance of the influence of religious counseling on religious lifestyle is 59.7 percent, the remaining 40.3 percent is influenced by other factors outside this study.Abstrak: Penyuluhan agama saat ini memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat mengubah pola perilaku masyarakat melalui pemanfaatan media sosial Youtube oleh Penyuluh Agama dan sebagai sumber informasi keagamaan. Data APJII (2022) menunjukkan bahwa media sosial Youtube (63,2%) sebagai media audiovisual populer dan familiar yang paling sering diakses masyarakat Indonesia. Channel Youtube Lampu Islam merupakan saluran Youtube kajian keagamaan yang memanfaatkan peluang tersebut. Penelitian ini bertujuan; (1) mendeskripsikan tingkat gaya hidup beragama penonton channel Youtube Lampu Islam, (2) menganalisis pengaruh Penyuluhan Agama terhadap Gaya Hidup Beragama penonton channel Youtube Lampu Islam, (3) menganalisis signifikansi pengaruh yang disebabkan oleh Penyuluhan Agama terhadap Gaya Hidup Beragama penonton channel Youtube Lampu Islam. Adapum Gaya Hidup Beragama yaitu mencakup aktivitas, minat, dan opini seseorang dalam kehidupan beragamanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 100 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji koefisien korelasi dan determinasi, uji F (kelayakan model) dan uji T (parsial). Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tingkat gaya hidup beragama penonton channel Youtube Lampu Islam tergolong tinggi dengan persentase sebesar 93 persen dan nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05, (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara penyuluhan agama terhadap gaya hidup beragama penonton channel YouTube Lampu Islam yang artinya semakin tinggi penyuluhan agama maka tingkat positif gaya hidup beragama pada responden akan semakin meningkat pula, (3) signifikansi pengaruh penyuluhan agama terhadap gaya hidup beragama sebesar 59,7 persen, sisanya sebesar 40,3 persen dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini.
Peran Penyuluh Agama dalam Bimbingan Manasik Haji Ramah Lansia di KUA Mampang Prapatan Jakarta Selatan Fadhil, Muhammad; Prihatini, Rini Laili
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.42523

Abstract

Abstract: The Government of the Republic of Indonesia has made a policy regarding priority departures for elderly Hajj pilgrims as regulated in Article 14 paragraph 1 of Law Number 8 of 2019 concerning Organizing the Hajj and Umrah Pilgrimage. In 2024, out of a total of 241,000 Hajj pilgrims, there will be 45,678 elderly pilgrims who will carry out the Hajj pilgrimage this year. With the large number of elderly pilgrims departing in 2024, there needs to be special treatment in the form of elderly-friendly facilities and infrastructure in Saudi Arabia as well as elderly-friendly Hajj ritual guidance services to ensure that elderly pilgrims carry out the Hajj smoothly. The aim of this research is to find out and analyze the role of religious extension in the guidance of elderly-friendly Hajj rituals at KUA Mampang Prapatan and what are the supporting and inhibiting factors in the guidance of elderly-friendly Hajj rituals at KUA Mampang Prapatan. This research uses the role theory of Soejono Soekanto, Religious Extension and Elderly Friendly Hajj Manasik Guidance. The methodology used in this research is qualitative with a descriptive approach. The informants in this study were two religious extensions, two elderly congregants and one staff member of the KUA Mampang Prapatan. The research results show that 1) the role of religious extention in carrying out an active and participatory role is to convey knowledge and procedures for carrying out the Hajj pilgrimage, 2) supporting factors in this research are adequate KUA facilities and infrastructure as well as religious extension who are certified Hajj ritual guides, and 3) the inhibiting factor in this research is the diversity of ages of the Hajj pilgrims and the duration of guidance time is too short.Abstrak: Pemerintah Republik Indonesia membuat kebijakan terhadap prioritas keberangkatan jemaah haji lansia yang diatur pada Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang penyelenggaran Ibadah Haji dan Umrah. Pada tahun 2024 dari total 241.000 jemaah haji ada sebanyak 45.678 jemaah haji lansia yang melaksanakan ibadah haji tahun ini. Banyaknya jemaah lansia yang berangkat pada tahun 2024, maka perlu ada penanganan khusus dalam bentuk sarana dan prasarana ramah lansia di Arab Saudi maupun pelayanan khusus dalam bentuk sarana dan prasarana ramah lansia di Arab Saudi maupun pelayanan bimbingan manasik haji ramah lansia guna kelancaran jemaah lansia dalam pelaksanaan ibadah haji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana peran penyuluh agama dalam bimbingan manasik haji ramah lansia di KUA Mampang Prapatan dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam bimbingan manasik haji ramah lansia di KUA Mampang Prapatan. Penelitian ini menggunakan teori peran Soejono Soekanto, Penyuluh Agama dan Bimbingan Manasik Haji Ramah Lansia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan pada penelitian ini berjumlah dua orang penyuluh agama, dua orang jemaah lansia dan satu orang staff KUA Mampang Prapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peran penyuluh agama dalam menjalankan peran aktif dan partisipatif ialah menyampaikan pengetahuan dan tata cara pelaksanaan ibadah haji, 2) faktor pendukung dalam penelitian ini ialah fasilitas dan sarana prasarana KUA yang memadai serta penyuluh agama yang bersertifikasi pembimbing manasik haji. dan 3) faktor penghambat dalam penelitian ini ialah keragaman usia jemaah haji dan durasi waktu bimbingan yang terlalu sedikit.
Strategi Penyuluh Agama Islam dalam Menangani Dampak Pernikahan Dini Pada Remaja di Kabupaten Pekalongan Lintang Kusuma, Regina Wahyu; Rifa'i Subhi, Muhamad
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.36380

Abstract

Abstract: The purpose of writing this article is to identify the strategies of religious counselors in dealing with the impact of early marriage on teenagers. The method used is qualitative library and also interviews, interviewing a number of religious figures as primary data and conducting library studies such as sources from journals or previous research as secondary data, data obtained from interviews and library studies with a focus on strategies of Islamic religious instructors in overcoming The impact of early marriage on teenagers. The phenomenon paradigm is applied to explore the situation in Pekalongan Regency. The results of this research are the strategies of religious counselors in dealing with the impact of early marriage on teenagers. The results of the research above show that the strategy of Islamic religious counselors in dealing with the impact of early marriage on teenagers emphasizes a holistic and collaborative approach, involving the government, religious leaders and the community. Islamic religious extension is recognized as a strategic key, with local cooperation and adaptation of outreach programs according to culture.Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana strategi penyuluh agama dalam menangani dampak pernikahan dini pada remaja. Metode yang dilakukan adalah kualitatif library dan juga wawancara, mewawancari sejumlah tokoh agama sebagai data primer dan melakukan studi library seperti sumber dari jurnal atau penelitian terdahulu sebagai data sekunder, data yang diperoleh dari hasil wawancara dan studi library dengan fokus pada strategi penyuluh agama Islam dalam mengatasi dampak pernikahan dini pada remaja. Paradigma fenomena diterapkan untuk mengeksplorasi situasi di Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian ini bagaimana strategi penyuluh agama dalam menangani dampak pernikahan dini pada remaja. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa strategi penyuluh agama islam dalam menangani dampak pernikahan dini pada remaja lebih menekankan pendekatan holistik dan kolaboratif, melibatkan pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Penyuluhan agama Islam diakui sebagai kunci strategis, dengan kerjasama lokal dan adaptasi program penyuluhan sesuai budaya.
Penerapan Konseling untuk Mengembangkan Self Konsep pada Usia Remaja di MTs NU Mranggen Fardani, Alif Nur; Khasanah, Yuli Nur; Mintarsih, Widayat; Mahmudah, Mahmudah
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v0i0.42725

Abstract

Abstract:  One of the most important components in education is career guidance, especially for junior high school students in institutions such as Madrasah Tsanawiyah (MTs). Currently, students are at a crucial stage in the decision-making process regarding their future path, both in choosing a level of further education and a career path. The purpose of this observation is to obtain a comprehensive picture of the implementation of career guidance at MTs NU Mranggen, including the methods used, teacher involvement in guidance and counseling. This study uses a qualitative, descriptive, or phenomenological approach. Results Through counseling services, students are given space to recognize themselves, overcome the problems they face, and build a more positive self-concept. BK teachers or school counselors at MTs NU Mranggen play an active role in helping students face the challenges of adolescence.Abstrak: Salah satu komponen terpenting dalam pendidikan adalah bimbingan karier, khususnya bagi siswa SMP di lembaga seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs). Saat ini, siswa berada pada tahap krusial dalam proses pengambilan keputusan terkait jalur masa depan, baik dalam memilih jenjang pendidikan lanjutan maupun jalur karier. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang pelaksanaan bimbingan karier di MTs NU Mranggen, meliputi metode yang digunakan, keterlibatan guru dalam bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, deskriptif, atau fenomenologis. Hasil Melalui layanan konseling, siswa diberikan ruang untuk mengenali diri sendiri, mengatasi permasalahan yang mereka hadapi, serta membangun konsep diri yang lebih positif. Guru BK atau konselor sekolah di MTs NU Mranggen berperan aktif dalam membantu siswa menghadapi tantangan usia remaja.  
Konseling Kultural: Studi Kiai Pandalungan sebagai Cultural Broker Subahri, Bambang; Ulum, Hairul
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v0i0.45585

Abstract

Abstract: cultural counseling plays an important role in multicultural societies such as Pandalungan who live in the Tapal Kuda area of East Java, which is a blend of Madurese and Javanese cultures with a strong influence of Islamic values. In this context, the kiai plays a role as a cultural broker who bridges religious values and local culture in helping the community face various social problems. This study aims to understand how kiai in Pandalungan carry out this role in culture-based counseling. Using a qualitative approach through a case study method, this study collected data through participatory observation, in-depth interviews with kiai and the community, and document analysis related to cultural counseling practices. The results of the study show that kiai use various strategies in counseling, such as communication based on local wisdom, a pesantren approach that emphasizes religious values, and mediation based on customs and social norms that apply in the community. The role of kiai in counseling not only functions as a provider of religious advice, but also as a mediator in resolving social conflicts and building harmony between individuals and groups in the Pandalungan community. These findings confirm that cultural counseling carried out by kiai contributes significantly to maintaining social stability and overcoming the challenges of community life. The implications of this research indicate the need to strengthen the role of kiai in culture-based counseling and the development of a more systematic counseling model so that it can be adapted in various local community contexts.Abstrak: konseling kultural memiliki peran penting dalam masyarakat multikultural seperti Pandalungan yang tinggal di daerah Tapal Kuda Jawa Timur, merupakan perpaduan budaya Madura dan Jawa dengan pengaruh kuat nilai-nilai Islam. Dalam konteks ini, kiai berperan sebagai cultural broker yang menjembatani nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kiai di Pandalungan menjalankan peran tersebut dalam konseling berbasis budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai dan masyarakat, serta analisis dokumen terkait praktik konseling kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai menggunakan berbagai strategi dalam konseling, seperti komunikasi berbasis kearifan lokal, pendekatan pesantren yang menekankan nilai-nilai religius, serta mediasi berbasis adat dan norma sosial yang berlaku di komunitas. Peran kiai dalam konseling tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat keagamaan, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial dan membangun harmoni antari ndividu maupun kelompok dalam masyarakat Pandalungan. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kultural yang dilakukan oleh kiai berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas sosial dan mengatasi tantangan kehidupan komunitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan peran kiai dalam konseling berbasis budaya serta pengembangan model konseling yang lebih sistematis agar dapat diadaptasi dalam berbagai konteks masyarakat lokal.
Peran Penyuluh Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Minat Belajar Al-Qur'an pada Anak di Desa Semingkir Anansyah, Syafiq Fahli; Subhi, Muhamad Rifa'i
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v0i0.36399

Abstract

Abstract: Islamic religious instructors play a major role as learning facilitators who not only convey information, but also guide the children of Semingkir Village in increasing their interest in learning to read the Al-Qur'an. Through an interactive approach, instructors can create an atmosphere that triggers curiosity, teach the teachings of the Koran in their daily lives, and highlight positive values that can provide intrinsic motivation. By adopting creative and inclusive learning methods, Islamic religious educators can overcome potential barriers to learning, build children's self-confidence, and strengthen their enthusiasm for exploring religious knowledge. Apart from that, counselors also act as mentors who guide children's moral and spiritual development, making the Al-Qur'an not only a collection of verses, but also a relevant life guide. In the context of Semingkir Village, the presence of Islamic religious instructors is not only a supporter of formal behavior, but also a motivator for children to be active and diligent in reading the Koran. With a holistic approach, they can create a pleasant learning environment, spark a sense of pride, curiosity about the Qur'an, and stimulate continued interest in the study of the Qur'an.Abstrak: Penyuluh agama Islam memegang peran utama sebagai fasilitator pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membimbing anak-anak Desa Semingkir dalam meningkatkan minat belajar membaca Al-Qur'an. Melalui pendekatan yang interaktif, penyuluh dapat menciptakan suasana yang memicu rasa ingin tahu, mengaitkan ajaran Al-Qur'an dengan kehidupan sehari-hari mereka, dan menyoroti nilai-nilai positif yang dapat memberikan motivasi intrinsik. Dengan mengadopsi metode pembelajaran yang kreatif dan inklusif, penyuluh agama Islam dapat mengatasi potensi hambatan belajar, membangun kepercayaan diri anak-anak, serta memperkuat semangat mereka dalam menggali ilmu agama. Selain itu, penyuluh juga berperan sebagai mentor yang membimbing perkembangan moral dan spiritual anak-anak, menjadikan Al-Qur'an bukan hanya sebagai kumpulan ayat, tetapi juga sebagai panduan hidup yang relevan. Dalam konteks Desa Semingkir, kehadiran penyuluh agama Islam tidak hanya sebagai pendukung kurikulum formal, tetapi juga sebagai motivator pada anak anak agar giat dan rajin membaca Al-Qur'an. Dengan pendekatan yang holistik, mereka dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memicu rasa bangga terhadap rasa ingin tau kepada Al-Qur'an, dan merangsang minat berkelanjutan terhadap studi Al-Qur'an. 

Page 6 of 14 | Total Record : 131