cover
Contact Name
HENNY SYAPITRI
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
+6285359022627
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/Editorial-Team
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Farmanesia
ISSN : """"     EISSN : 25282484     DOI : https://doi.org/10.51544/jf.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Farmanesia dengan E-ISSN: 2528-2484 merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia, yang artikelnya dapat diakses dan diunduh secara online oleh publik (open access journal). Jurnal ini merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun dengan topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, teknologi farmasi, dan disiplin ilmu kesehatan yang berkaitan erat. Jurnal ini menerima teks bahasa Indonesia. Berikut ini adalah area penelitian yang menjadi fokus jurnal ini: 1. Farmakologi 2. Farmasetika 3. Biologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Articles 269 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata (L.) R.M King & H.Rob) TERHADAP Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Jon Kenedy Marpaung; Suharyanisa Suharyanisa; Lampita Putri Simbolon
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit infeksi menjadi kelompok penyakit yang terjadi karena infeksi virus, infeksi bakteri, dan infeksi parasit. Infeksi ini dapat merugikan berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan dan ekonomi baik secara individu dan nasional. Daun Kirinyuh digunakan sebagai obat luka, demam, bantuk, dan menghentikan pendarahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri (Chromolaena odorata (L.) R.M King & H.Rob) terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus dengan berbagai konsentrasi. Hasil: Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram kertas pada bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis pada 5 konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Berdasarkan data hasil uji statistik Kruskal-Wallis daun Kirinyuh konsentrasi 25% pada penghambatan pertumbuhan Staphylococcus epidermidis didapati hasil 9,467 dan pada penghambatan pertumbuhan Staphylococcus aureus didapati hasil 8,003. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Kirinyuh dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi terbaik sebesar 25%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN VARIAN TEH KOMBUCHA BERDASARKAN LAMA MASA FERMENTASI Nurhikma Mayani; Ainil Fithri Pulungan; Haris Munandar Nasution; Rafita Yuniarti
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Teh kombucha berasal dari fermentasi tradisional teh manis yang menggunakan simbiosis bakteri asam asetat dan spesies ragi yang memilki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Teh kombucha mengandung metabolit sekunder flavonoid, saponin, tanin, steroid yang dapat bersifat sebagai antibakteri. Bakteri Escherichia coli umum hidup di dalam saluran pencernaan manusia atau hewan, dan Staphylococcus aureus umunya terdapat pada kulit. Tujuan: untuk mengetahui teh kombucha memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan serta pengaruh lama fermetasi terhadap akttivitas antibakteri dan antioksidan. Metode: menggunakan true Experimental. Pada penelitian ini fermetasi teh menggunakan kombucha pengujian antibakteri dan antioksidan berdasarkan lama fermentasi dan karakterisasi teh kombucha. Hasil: bahwa varian teh kombucha dapat digunakan sebagai antibakteri dan antioksidan. Pada uji aktivitas antioksidan pada teh hitam memiliki nilai IC50 paling tinggi pada hari ke-12 yaitu (45,5750) sedangkan pada teh oolong memiliki nilai IC50 paling tinggi pada hari ke-18 yaitu (30,5632). Uji aktivitas antibakteri diameter daya hambat terhadap bakteri Esherichia coli pada daun teh oolong paling besar pada hari ke-21 yaitu (15,7) sedangkan pada teh staphylococcus aureus terhadap daun teh hitam paling besar terdapat pada hari ke-21 yaitu (14,03).
ANALISIS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL NIKOTIN EKSTRAK DAUN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) ASAL GAYO DENGAN METODE GC-MS M Rayhan Ulmi; Supiyani Supiyani; Anny Sartika Daulay; Minda Sari Lubis
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tembakau merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia, terutama sebagai bahan baku rokok, dan diketahui mengandung nikotin. Selain itu, potensi tembakau sebagai agen antibakteri juga perlu dieksplorasi mengingat kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Tujuan: untuk menetapkan kadar nikotin pada daun tembakau Gayo (Nicotiana tabacum L). Metode: skrining fitokimia, penetapan kadar secara kuantitatif dengan titrasi asidimetri dan secara kualitatif spektrofotometri GC-MS. Hasil: penentuan penetapan kadar nikotin pada daun tembakau gayo yaitu 1,3% pada serbuk dan 2,9 % pada ekstrak .Uji kualitatif dengan GC-MS diperoleh hasil alkaloid (Nicotine), Golongan heterosiklik nitrogen ( Quinazoline, 8-methoxy-) , eter dan turunan fenol (p-Acetoxyanisole), terpenoid (Neophytadiene, Phytol , (+)-Nerolidol , beta-elemene , alpha- Farnesene , dihidroionon) , Alkohol (threo-2-Deuterio-1, 2 – diphenylethanol , Cyclohexanol ) Hidrokarbon Trisiklik (2,2,3,7-Tetramethyltricyclo (5.2.0.0. (1,6)) Undec-3-Ene ) , Diterpenoid( Torreferol).
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SERBUK SARI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN METODE HEAT AND CONGEALING Juliana Metami Sihombing; Cut Intan Annisa Puteri; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tablet hisap ialah sediaan yang dapat memuat satu atau lebih zat aktif dengan pemberian bahan tambahan dan pemanis serta dapat larut di dalam mulut. Tablet hisap memiliki berbagai keuntungan yaitu rasanya manis dan penggunaanya mudah. Penelitian ini mengunakan metode heat and congeling yang memenuhi syarat karakteristik tablet hisap yang baik. Pengujian dilakukan menggunakan serbuk sari buah pepaya (SSP) yang diformulasikan mengunakan pengikat gom arab dan putih telur dengan formula F1 (SSP 3 gram dan gom arab 7,5%), F2 (SSP 3 gram dan gom arab 10%), F3 (SSP 3 gram dan putih telur 5%), dan F4 (SSP 3 gram dan putih telur 7%). Selanjutnya dilakukan penilaian fisik untuk tablet hisap yang mencakup sifat-sifat, konsistensi berat, konsistensi ukuran, tingkat kekerasan, tingkat kerapuhan, dan waktu pembubaran. Berdasarkan formula F1, F2, F3, dan F4 yang dibuat dalam penelitian ini, tablet hisap yang dihasilkan yaitu dari formula F1 dan F2. Evaluasi fisik tablet hisap dari formula F1 dan F2 menghasilkan sifat fisik tablet hisap yang baik serta menghasilkan waktu hancur yang cepat yaitu selama 12 menit dan 10 menit. Menggunakan metode heat and congeling memiliki karakteristik tablet hisap yang baik serta dapat hancur di dalam mulut dalam waktu yang singkat. Hal ini menunjukan bahwa waktu hancur tablet hisap serbuk sari buah pepaya telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia.
AKTIVITAS ANTIJAMUR TERHADAP KOMBINASI EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Willd.) DAN SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) Dinda Dila Puspita; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti; Zulmai Rani
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antijamur merupakan senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme, khususnya dari golongan fungi (jamur), yang dapat menghambat atau memusnahkan mikroba lainnya, serta memiliki kemampuan membunuh atau menegah pertumbuhan kuman, dengan tingkat toksisitas yang relatif rendah bagi manusia. Di antara tanaman yang mampu menghambat pertumbuhan jamur candida albicans adalah Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) dan Sereh Dapur (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf). Metode penelitian ini menggunakan eksperimental, yang mencakup pengumpulan bahan tanaman, pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, analisis karakteristik simplisia, skrining fitokimia, serta uji aktivitas terhadap jamur candida albicans. Hasil penelitian terhadap jamur Candida albicans menunjukkan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, dan pengujian aktivitas antijamur ekstrak sereh dapur pada konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, dan 6,25%, dengan kontrol positif berupa flukonazol yang menunjukkan daya hambat sebesar 12,8 dan kontrol negatif menggunakan dmso yang tidak menunjukkan daya hambat.
STUDI EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DEWASA DENGAN METODE GYSSENS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH EMBUNG FATIMAH KOTA BATAM Riznur Arfilina Putri; Suci Fitriani Sammulia; Eka Febriyanti
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6176

Abstract

Latar belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada infeksi saluran pernapasan bawah. Terapi antibiotik menjadi pilihan utama dalam penanganan pneumonia, namun penggunaannya harus dilakukan secara rasional untuk mencegah kegagalan terapi, efek samping, dan resistensi bakteri. Oleh karena itu, evaluasi penggunaan antibiotik di rumah sakit perlu dilakukan untuk menilai kesesuaian terapi dengan pedoman pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis antibiotik yang paling banyak digunakan serta mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa di Rumah Sakit Umum Embung Fatimah Kota Batam menggunakan metode Gyssens. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran rekam medis pasien pneumonia dewasa yang menjalani terapi antibiotik. Analisis rasionalitas penggunaan antibiotik dilakukan menggunakan metode Gyssens. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah seftriakson. Evaluasi menggunakan metode Gyssens menunjukkan bahwa sebanyak 89% penggunaan antibiotik termasuk kategori rasional (kategori 0), sedangkan 11% lainnya termasuk dalam kategori IIIb. Kesimpulan: Sebagian besar penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa telah dilakukan secara rasional. Namun, perbaikan masih diperlukan terutama pada aspek durasi pemberian antibiotik untuk mengurangi risiko terjadinya resistensi bakteri serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) (F. A. C. Weber) Britton & Rose Rahma Deni; Umi Chairani Manik; Haris Munandar Nasution; Gabena Indriyani Dalimunthe
Jurnal Farmanesia Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v13i1.6200

Abstract

Latar belakang: Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antibakteri adalah kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) (F. A. C. Weber) Britton & Rose, kerena memiliki metabolit sekunder seperti: alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. \Tujuan: untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-Heksan dan etil asetat kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) (F. A. C. Weber) Britton & Rose terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans. Metode: metode difusi agar dengan kertas cakram. Uji antibakteri ekstrak etanol dan fraksi dengan konsentrasi 7,5%, 10% dan 12,5%. Kontrol positif amoksisilin dan kontrol negatif DMSO. Hasil: uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-Heksan dan etil asetat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 7,5%,10% dan 12,5%. Pada esktrak didapat diameter hambat yaitu 7,55 mm, 8,7 mm dan 10,55 mm. Pada fraksi n-Heksan diameter yaitu 9 mm, 9,1 mm dan tidak memiliki zona hambat. Pada fraksi etil asetat diameter hambat yaitu 10,2 mm, 10,9 mm dan 13,55 mm. Sedangkan pada bakteri Streptococcus mutans ekstrak etanol diameter zona hambat yaitu 7,7 mm, 8,5 mm dan 10,05 mm. Pada fraksi n-Heksan zona hambat yaitu 6,95 mm, 7,2 mm dan 8,55 mm. Pada fraksi etil asetat zona hambat yaitu 7,75mm, 8,9 mm dan 9,3 mm. Kesimpulan: uji aktivitas antibakteri menunjukkan fraksi paling aktif adalah fraksi etil asetat. Aktivitas antibakteri fraksi etil asetat terbaik pada bakteri Pseudomonas aeruginosa diperoleh pada konsentrasi12,5% dengan daya hambat 13,5 mm.  bahwa fraksi etil asetat memiliki efek penghambatan yang lebih kuat dibandingkan fraksi n-Heksan, ini terdapat perbedaan yang sangat signifikan, dapat dilihat pada pertumbuhan fraksi n-Heksan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans tidak semua konsentrasi memiliki daya hambat, sedangkan fraksi etil asetat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans pada semua konsentrasi memiliki daya hambat.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH SIAK-SIAK (Dianella ensifolia (L.) Rodouté) Fitri Cindy Fricilia; Anggitha Ningtias; Ainil Fithri Pulungan; Rafita Yuniarti
Jurnal Farmanesia Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v13i1.6223

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk berbagai tanaman obat yang berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri. Salah satu tanaman tersebut adalah buah siak-siak (Dianella ensifolia (L.) Rodouté) yang secara empiris digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit infeksi Tujuan: untuk mengetahui kandungan flavonoid total serta mengevaluasi aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol, fraksi n-heksan, dan fraksi etil asetat buah siak-siak terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode: metode spektrofotometri UV-Vis untuk penetapan kadar flavonoid dengan kuersetin sebagai standar pembanding. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, diikuti fraksinasi dengan pelarut n-heksan dan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan media Mueller Hinton Agar (MHA) terhadap bakteri uji S. aureus (Gram positif) dan E. coli (Gram negatif), dengan konsentrasi sampel masing-masing 10%, 15%, dan 20%. Hasil: bahwa fraksi etil asetat memiliki kadar flavonoid tertinggi sebesar 44,6305  ± 0,168457mgQE/g diikuti oleh ekstrak etanol sebesar 33,21952± 0,30469 mgQE/g, dan fraksi n-heksan sebesar 18,85979  ± 0,35660 mgQE/g. Fraksi etil asetat menunjukkan daya hambat paling kuat terhadap S. aureus (13,2 mm) dan E. coli (12,6 mm) pada konsentrasi 20%, mengindikasikan aktivitas antibakteri yang signifikan. Kesimpulan: bahwa buah siak-siak mengandung senyawa flavonoid dalam jumlah yang tinggi dan memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami, terutama pada fraksi etil asetat.   
PENGARUH EDUKASI TERHADAP SIKAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA SISWA SMAN DI KOTA MEDAN SUMATERA UTARA Wanda Elvia Putri; Rafita Yuniarti; Minda Sari Lubis; Zulmai Rani
Jurnal Farmanesia Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v13i2.6227

Abstract

Latar belakang: Setiap penyakit ada obatnya, tapi ada kalanya penggunaan obat yang tidak tepat justru menyebabkan bakteri penyakit tersebut menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga menjadi sulit untuk diobati. Antibiotik merupakan obat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian antibiotik pada penderita penyakit infeksi bertujuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme, terutama bakteri penyebab penyakit. Penggunaan antibiotik akan memberikan keberhasilan terapi jika digunakan secara rasional. Tujuan: untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap serta pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik pada siswa SMAN di Kota Medan Sumatera Utara. Metode: menggunakan desain Quasi-experimental dengan jenis rangcangan one grup pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah 6 SMAN di Kota Medan Sumatera Utara dengan sampel sebanyak 460 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pretest dan kuesioner posttest. Data diolah dan dianalisa mulai dari analisis univariat dan analisis paired T-Test menggunakan aplikasi komputer SPSS versi IBM SPSS Statistics 18.0 Hasil: Berdasarkan analisis data diperoleh adanya pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik dengan hasil analisa data diperoleh nilai signifikan (2-tailed) yaitu 0,000 (p<0,05). Kesimpulanhipotesis alternatif/hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Berdasarkan hasil data yang diperoleh terdapat adanya pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik pada siswa SMAN di Kota Medan Sumatera Utara.