cover
Contact Name
Astri Ayu Purwati
Contact Email
jkip.almatani@gmail.com
Phone
+6282283109433
Journal Mail Official
jkip.almatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaharudin Nst, Komplek UIR, Pekanbaru-Riau, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 27745074     EISSN : 27750531     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan is published by Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Business Management and Accounting Studies. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published two times a year (Mei and November). KIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.
Articles 491 Documents
Penggunaan Media Game Monopoli dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Materi Pengangguran Hamzah, Muhammad Luthfi; Hidayat, Farhan; Putri, Nurhafizah; Aprilia, Shiva; Nazwa, Maharani; Putri, Intan Triana
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i4.2062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis game monopoli terhadap pemahaman siswa pada materi pengangguran pada mata pelajaran Ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan pengembangan media pembelajaran dan pengujian penerapannya dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari 58 siswa SMA Negeri 2 Tambang, yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket validasi ahli materi dan ahli media, serta tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan aplikasi SPSS meliputi analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji Paired Sample t-Test, dan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis game monopoli dinyatakan sangat valid dengan persentase validasi ahli materi sebesar 94% dan ahli media sebesar 95%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Nilai signifikansi uji Independent Sample t-Test sebesar 0,000 (< 0,05) menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis game monopoli berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman siswa pada materi pengangguran. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis game monopoli efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Ekonomi.
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Mentimeter terhadap Pemahaman Siswa pada Materi Konsep Dasar Ekonomi Hamzah, Muhammad Luthfi; Helmi, Anang; H, Apriansyah; An, Fika Safitri; Paraswati, Sinta; Fitriani, Yulinda
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis Mentimeter terhadap pemahaman siswa pada materi konsep dasar ekonomi di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas X AKL yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 siswa sebagai kelas eksperimen dan 10 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji statistik inferensial meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, dan uji independent sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Mentimeter dinyatakan sangat valid berdasarkan penilaian ahli materi dengan persentase 100% dan ahli media sebesar 95,83%. Analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji independent sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan media Mentimeter dan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Mentimeter berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi konsep dasar ekonomi.
Pengembangan Game Edukasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah: Systematic Literature Review Aprilia, Mesni; Prabowo, Ardhi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2070

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika karena berkaitan dengan proses memahami permasalahan, merancang strategi, serta mengevaluasi solusi secara sistematis. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih belum berkembang optimal, khususnya dalam menyelesaikan persoalan non-rutin. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan kognitif murid. Salah satu alternatif yang banyak dikembangkan adalah penggunaan game edukasi sebagai media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan pengembangan game edukasi dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel yang dianalisis merupakan publikasi tahun 2021–2026 dan diperoleh melalui database Google Scholar dengan kriteria inklusi tertentu, sehingga terpilih tujuh artikel yang relevan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa game edukasi umumnya memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas dalam pembelajaran matematika. Implementasi media ini lebih dominan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Secara keseluruhan, game edukasi berpotensi mendukung penguatan kemampuan pemecahan masalah melalui pembelajaran yang interaktif dan kontekstual.
Model Pembelajaran Enterpreneur Berbasis Komoditas Lokal Kerajinan Anyaman Terhadap Sikap Tanggung Jawab Siswa Pada Materi Kegiatan Ekonomi Anggreni, Gusti Ayu Manis; Wulandari, I Gusti Agung Ayu; Paramartha, Wayan Eka
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2099

Abstract

Pembelajaran IPAS pada materi kegiatan ekonomi di sekolah dasar perlu dikaitkan dengan konteks nyata yang dekat dengan kehidupan siswa agar mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab. Namun, pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan keterlibatan siswa kurang optimal sehingga sikap tanggung jawab belum berkembang secara maksimal. Permasalahan tersebut mendasari di kembangkannya Modul Ajar Enterpreneur Berbasis Komoditas Lokal pada materi Kegiatan Ekonomi kelas V sekolah dasar yang valid, praktis dan efektif meningkatkan sikap tanggung jawab siswa melalui kegiatan berwirausaha. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh modul ajar enterpreneur terhadap sikap tanggung jawab siswa pada materi kegiatan ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan ekperimen. populasi penelitian ini adalah Seluruh siswa gugus VII Sinabun. Sampel Penelitian yang digunakan 33 siswa di SD N 2 Sinabun Objek penelitiannya adalah Modul Ajar Enterpreneur Berbasis Komoditas Lokal Kerajinan Anyaman Bambu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode non tes dan instrumen penilaian produk. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul Ajar Enterpreneur Berbasis Komoditas Lokal Kerajinan Anyaman Bambu Pada Materi Kegiatan Ekonomi berpengaruh terhadap Sikap Tanggung Siswa Kelas V.
Keaktifan Peserta Didik Pada Pembelajaran PAI Melalui Model Pembelajaran Koperatif Tipe Course Riview Horay (CRH) Nisa, Kurnia Khoirun; Hijriyah, Umi; Wahyudi, Didik
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran kooperatif Course Review Horay (CRH) terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 31 Bandar Lampung. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi, partisipasi, serta kecenderungan peserta didik yang masih bersikap pasif selama proses pembelajaran berlangsung di kelas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 31 Bandar Lampung, dengan sampel penelitian yaitu kelas VII I dan VII F yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Instrumen yang digunakan berupa angket keaktifan belajar yang terdiri atas 12 butir pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,780. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t untuk mengetahui perbedaan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keaktifan belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peserta didik yang diajar menggunakan model CRH terbukti lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta memecahkan masalah. Keberhasilan ini didukung oleh suasana pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan mengandung unsur permainan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan implikasi praktis dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih inovatif dan efektif.
Rekonstruksi Pembelajaran Kontekstual Sebagai Inovasi Pedagogis Dalam Pendidikan Karakter Di Madrasah Ibtidaiyah Octaviani, Dessy
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis rekonstruksi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) sebagai inovasi pedagogis dalam pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di sebuah Madrasah Ibtidaiyah negeri. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru kelas dan delapan belas siswa kelas IV dan V yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pembelajaran kontekstual ditandai oleh pergeseran pemahaman dan praktik pedagogis guru dari pendekatan teknis menuju pendekatan reflektif dan integratif. Rekonstruksi CTL tercermin dalam perencanaan pembelajaran yang memuat tujuan karakter secara eksplisit, pelaksanaan pembelajaran berbasis konteks nyata, aktivitas kolaboratif, serta penguatan refleksi nilai. Pembelajaran kontekstual yang direkonstruksi berkontribusi pada peningkatan keterlibatan siswa, penguatan interaksi sosial, dan berkembangnya indikator karakter seperti partisipasi aktif, kerja sama, dan tanggung jawab. Refleksi teridentifikasi sebagai mekanisme kunci dalam mendukung internalisasi nilai karakter. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan kompleksitas asesmen karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi CTL berpotensi menjadi inovasi pedagogis yang efektif dalam mendukung pembelajaran bermakna sekaligus pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah
Peran Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan Guru SD untuk Pengembangan Profesional Berkelanjutan di Kabupaten Ende Mere, Klemens
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2129

Abstract

Continuous Professional Development (CPD) is a systematic process that enables teachers to continuously enhance their pedagogical, professional, social, and personal competencies throughout their careers. This study aims to analyze the role of school principals in empowering elementary school teachers for continuous professional development in Ende Regency. The study employs a qualitative approach using a library research method. Library research is a research method intended to collect, review, and analyze various written sources relevant to the research focus in order to obtain a comprehensive conceptual and theoretical understanding. The findings indicate that school principals’ leadership plays a highly strategic role in empowering elementary school teachers to support continuous professional development, particularly in the context of basic education in regional areas such as Ende Regency. Principals who are able to perform their roles as instructional leaders and transformational leaders are proven to contribute significantly to the creation of a school climate that is conducive to teachers’ professional growth.
Analisis Beban Kerja Guru Non-PLB Dalam Mengajar Generasi Alpha Di SLB Negeri Ungaran Fernanda, Ardela Putri; Wardoyo, Tri Hutami
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2133

Abstract

Guru non-PLB yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tuntutan kerja yang berat, terutama saat mengajar siswa Generasi Alpha dengan kebutuhan khusus dan karakteristik yang beragam. Tujuan penelitian ini untuk memperlihatkan beban kerja guru non-PLB di SLB Negeri Ungaran dalam mengajar Generasi Alpha serta pengaruh ketidaksesuaian latar belakang pendidikan terhadap beban kerja yang diterima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi terhadap 6 informan dengan kriteria yang sesuai. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis data Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru non-PLB mengalami beban emosional, pedagogis, dan administratif dalam mengajar Generasi Alpha di SLB Negeri ungaran, terutama pada masa awal adaptasi mengajar karena keterbatasan kompetensi pendidikan khusus yang dimiliki. Media pembelajaran berbasis teknologi seperti video pembelajaran sederhana dapat digunakan dalam kelas tertentu, namun tidak selalu efektif pada pembelajaran di beberapa kelas. Dukungan kepala sekolah dan rekan sejawat yang diterima guru menjadi faktor penting dalam proses adaptasi guru. Oleh karena itu, ketidaksesuaian latar pendidikan guru berkontribusi dalam meningkatnya beban kerja guru non-PLB sehingga diperlukannya pelatihan dan dukungan sekolah.
Teachers' Readiness for English Language Teaching in the Post-Print Culture Fathia, Rahma; Suparman, Asep; Hamzah, Amir
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2139

Abstract

The rapid shift in English Language Teaching (ELT) from traditional print-based materials to digital and AI-based environments requires a comprehensive evaluation of teacher readiness. This study investigates ELT teachers' readiness for post-print pedagogy in four constructs: knowledge and skills, affective/beliefs, context, and behavior, and explores the influence of demographic variables. Using a quantitative, descriptive, and comparative design, 228 active English teachers in Indonesia participated via an online questionnaire. The findings reveal a "Digital Paradox" in which teachers have high cognitive and affective readiness, but show a much lower level of behavioral implementation (mean = 51.3), thus being categorized as "Low-Moderate Readiness" in actual practice. Demographic analysis using One-way ANOVA showed no significant differences in readiness by age, location, or school level (p > 0.05), indicating that challenges in the post-print era are experienced universally across teaching contexts. However, the Kruskal-Wallis test identified significant differences in teaching experience (p < 0.05), with mid-level teachers (8–15 years of experience) showing the highest readiness compared to novice and senior teachers. These results suggest that high theoretical knowledge does not automatically translate into classroom practice due to uneven institutional support and heavy curriculum demands. Therefore, policy interventions must move beyond merely theoretical digital literacy training to provide equitable technological infrastructure and ongoing pedagogical support to bridge the gap between teachers' potential and classroom realities.
Eksistensi Tradisi Nyegara Gunung sebagai Landasan Pendidikan dalam Membangun Solidaritas Sosial Masyarakat Multikultural Nyame Sasak dan Nyame Bali di Desa Bukit, Karangasem Sari, Yuyun Diah Kemuning; Mudana, I wayan; Nur, Irwan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2140

Abstract

Dalam arus modernisasi yang semakin kuat, munculnya sifat individualisme dalam masyarakat menjadi tidak terbendung lagi, bahkan menyebabkan terjadinya khasus intoleran di dalam masyarakat heterogen. Namun, desa Bukit yang dikenal sebagai desa multikultur masih tetap mampu menjaga persatuan dan kesatuan masyarakatnya meskipun dihadapkan dengan perubahan zaman yang semakin cepat dan dinamis. Hal tersebut dikarenakan oleh tradisi Nyegara Gunung yang dilakukan setiap 1 tahun sekali dengan melibatkan seluruh masyarakat Hindu dan Islam yang berada di desa Bukit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keberadan tradisi Nyegara Gunung di desa Bukit, Karangsem, mengkaji bentuk-bentuk solidaritas sosial yang muncul dari pelaksanaan tradisi tersebut, serta potensinya sebagai bahan ajar pendidikan multikuktur di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui tahapan observasi, wawancara, dan studi dukumen. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan triangulasi data baik dari tehnik ataupun sumber yang didapatkan. Dalam menentukan informan, peneliti juga menggunakan tehnik Purpose Sampling yakni menentukan narasumber berdasarkan keilmuan atau keahliannya, serta menggunakan metode Snowball Sampling dalam menentukan informan selanjutnya berdasarkan rekomendasi dari informan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan dari tradisi Nyegara Gunung merupakan tradisi yang dilakukan oleh umat Hindu (Nyame Bali) dan Islam (Nyame Sasak), yang mempunyai makna Ngaturang Sari Taun sebagai ungkapan rasa syukur atas anugrah Sang Pencipta terhadap segala hasil bumi di desa Bukit. Bentuk-bentuk solidaritas yang terbangun dari tradisi ini meliputi gotong royong, kerjasama lintas kelompok, rasa toleransi, bahkan rasa kebersamaan yang dipadukan dengan identitas kolektif. Hal ini menegaskan bahwa desa Bukit menjadi desa multikultur yang mampu membangun nilai harmonisasi dan solidaritas ditengah keberagaman, sehingga sangat relevan nilai-nilainya dijadikan sebagai bahan ajar dalam pendidikan multikultur di sekolah.