cover
Contact Name
Nurnazmi
Contact Email
nurnazmi578@gmail.com
Phone
+6285253833464
Journal Mail Official
jurnal.edusociata@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sosiologi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pedidikan (STKIP) Bima Jl. Piere Tendean - Mande Kota Bima Kode Pos 84119 Tlpn. (0374) 43195/42801
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
ISSN : 26850524     EISSN : 25992511     DOI : https://doi.org/10.33627/es.v4i1
Edu Sociata adalah jurnal program studi pendidikan sosiologi STKIP Bima yang merupakan jurnal online (online journal system), dimana para dosen dapat mempublikasikan hasil penelitiannya secara berkala. Di jurnal ini para dosen aktif melakukan penelitian sebagaimana tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Edu Sociata merupakan terbitan jurnal berkala antara bulan Juni dan bulan Desember. Kehadiran OJS Edu Sociata memberi ruang kepada civitas akademika khususnya Program Studi Pendidikan Sosiologi untuk tetap berpacu dalam meningkatkan proses penelitian sesuai dengan bidang studi masing-masing.
Articles 601 Documents
Kerangka Penelitian Kualitatif: Struktur Konseptual dan Implementasinya dalam Penelitian Ilmiah Zamsiswaya Zamsiswaya; Andri Sukrinaldi
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai kerangka penelitian kualitatif sebagai dasar konseptual dalam pelaksanaan penelitian ilmiah. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber akademik yang relevan dari para ahli metodologi Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka penelitian kualitatif merupakan susunan sistematis yang menggambarkan alur berpikir peneliti dalam memahami fenomena secara komprehensif. Kerangka ini mencakup komponen utama seperti rumusan masalah, fokus penelitian, landasan konseptual, teknik pengumpulan data, analisis data, serta uji keabsahan data. Setiap komponen memiliki keterkaitan yang bersifat dinamis dan fleksibel sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Selain itu, kerangka penelitian berperan sebagai pedoman dalam menjaga konsistensi dan kedalaman analisis. Dengan demikian, penyusunan kerangka penelitian yang tepat akan menghasilkan penelitian yang kredibel, sistematis, dan memiliki nilai ilmiah yang tinggi.
Implementasi Kewirausahaan Sosial Dalam Pengembangan Industri Rumahan Olahan Nanas Di Desa Agrowisata Tangkit Baru Muaro Jambi Azira Novia Rizal; Dinda Rosanti Salsabela; Mirza Sazeta; Arissy Jorgi Sutan
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4515

Abstract

Desa Tangkit Baru merupakan sentra produksi nanas terbesar di Provinsi Jambi yang telah berkembang menjadi kawasan agrowisata berbasis pertanian lokal. Keberhasilan ini tidak hanya membawa dampak ekonomi, namun juga ikut mendorong partisipasi masyarakat, menciptakan inovasi berbasis potensi lokal dan memperkuat pemberdayaan masyarakat. Namun, kajian yang menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif kewirausahaan sosial masih relatif terbatas. Penelitian dilakukan di Desa Agrowisata Tangkit Baru Muaro Jambi menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kewirausahaan sosial pada industri rumahan olahan nanas tercermin pada dimensi social value melalui terciptanya nilai dan manfaat sosial bagi masyarakat,dimensi civil society melalui partisipasi aktif berbagai kelompok masyarakat dalam pengelolaan usaha, dimensi innovationmelalui pengembangan inovasi produk olahan dan wisata edukasi, serta dimensi economic activity melalui munculnya berbagai sumber pendapatan baru yang mendukung perekonomian desa. Penelitian ini menunjukkan bahwa industri rumahan olahan nanas telah berkembang menjadi instrumen kewirausahaan sosial yang mampu mengintegrasikan tujuan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Kata Kunci : Kewirausahaan Sosial, Industri rumahan olahan nanas, Agrowisata Nanas
Peran Pemerintah Desa Talang Benuang Dalam Pelestarian Tradisi Sekujang Sarwan Efendi; Uswatun Asiah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4524

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa Talang Benuang dalam pelestarian tradisi Sekujang. Banyak tradisi yang mengalami perubahan, bahkan berpotensi hilang karena tidak lagi dipraktikkan secara aktif oleh masyarakat pendukungnya ditambah dengan kondisi saat ini perkembangan globalisasi, modernisasi, dan perubahan pola hidup masyarakat menimbulkan tantangan besar terhadap keberlangsungan budaya lokal, Oleh karena itu penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami bagaimana Pemerintah Desa Talang Benuang berperan dalam pelestarian tradisi Sekujang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah desa Talang Benuang dalam pelestarian Tradisi Sekujang terdari dari empat peran, yaitu peran Regulator, Fasilitator, Motivator, dan Dinamisator. Dari Peran Regulator, pemerintah desa Talang Benuang belum memiliki regulasi resmi seperti Perdes yang mengatur pelestarian tradisi Sekujang, peran Fasilisator, pemerintah desa sudah memfasilitasi semua kebutuhan masyarakat dalam pelestarian tradisi khususnya ketika ada festival, peran Motivator pemerintah desa secara aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Sekujang, memberikan dukungan moral kepada para pelaku budaya, serta mendorong keterlibatan generasi muda agar tidak melupakan identitas budaya daerah dan dalam peran dinamisator pemerintah desa Talang Benuang berupaya dalam menggerakkan partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam setiap tahapan pelaksanaan tradisi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pelestarian Tradisi Sekujang di Desa Talang Benuang sudah dilakukan secara optimal meskipun belum memiliki regulasi resmi berupa perdes atau yang lain dan hingga saat ini pelestarian lebih banyak ditopang oleh kuatnya peran pemerintah desa sebagai fasilitator, motivator, dan terutama dinamisator, dibandingkan oleh fungsi regulator Kata Kunci : Peran Pemerintah Desa, Pelestarian, Tradisi Sekujang
Penerapan Metode Outdoor Learning Process (OLP) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas IV SDN 012 Koto Tuo Barat Kecamatan XIII Koto Kampar Roja Syakira; Febrina Dafit
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4535

Abstract

Rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SDN 012 Koto Tuo Barat disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang belum mampu memberikan pengalaman belajar nyata kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi asal-usul dan budaya melalui penerapan metode Outdoor Learning Process (OLP) dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa pada siklus I sebesar 58,5 dengan ketuntasan klasikal 45%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 82,25 dengan ketuntasan klasikal mencapai 90%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan metode OLP dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Dengan demikian, metode OLP terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa.
Pengembangan Model PBL Berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge Pada Pembelajaran IPS di SMPN 5 Sape Ida Waluyati; Tasrif Tasrif; Syaifullah Syaifullah; Sakinah Sakinah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4545

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang valid, praktis, dan efektif. Intervensi ini dirancang untuk mengatasi rendahnya keterampilan berpikir kritis serta memudarnya karakter berkebhinekaan global siswa dalam pembelajaran IPS di SMPN 5 Sape, Kabupaten Bima. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate. Penelitian ini melibatkan ahli materi, ahli media, dan 32 siswa kelas VIII sebagai subjek uji coba. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi, angket respon kepraktisan, tes berpikir kritis berbasis esai, dan lembar observasi karakter Profil Pelajar Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Model PBL terintegrasi TPACK dinyatakan Sangat Layak oleh para ahli dengan rata-rata validitas sebesar 81,6%; (2) Tingkat kepraktisan berdasarkan respon guru dan siswa mencapai 82,3% (Sangat Praktis); (3) Efektivitas model dibuktikan dengan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kritis dengan nilai N-gain sebesar 0,71 (kategori tinggi), serta penguatan karakter berkebhinekaan global siswa melalui peningkatan skor observasi dari kategori "Mulai Berkembang" menjadi "Berkembang Sesuai Harapan". Kesimpulannya, sinergi antara sintaks PBL berbasis masalah otentik dan pemanfaatan TIK mampu menstimulus kemampuan kognitif tingkat tinggi sekaligus menginternalisasi nilai-nilai pluralisme kultural secara simultan.
Strategi Coping Siswa Dalam Mengelola Burnout Akademik Dewi Marsha Seha Mustaotinah; Cucu Arumsari; Feida Noor Laila Isti'adah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4548

Abstract

Burnout akademik merupakan kondisi kelelahan yang dialami siswa akibat tuntutan akademik dan sosial di sekolah. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman burnout akademik dan strategi coping yang digunakan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di MTsN 3 Kota Tasikmalaya. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur terhadap siswa yang mengalami burnout akademik dan guru mata pelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout akademik ditandai oleh emotional exhaustion, cynism, dan reduced academic efficacy yang dipengaruhi oleh tuntutan akademik, kesulitan belajar, dan permasalahan sosial. Strategi coping yang digunakan meliputi task oriented coping, emotion oriented coping, dan avoidance oriented coping, dengan task oriented coping sebagai strategi yang paling dominan.
Penanaman Nilai Karakter Pada Siswa dalam Mengurangi Perilaku Bullying di SDN 14 Kota Bima Syaifullah Syaifullah; Nurhijriah Nurhijriah; Irman Susanto
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk: (1) mendeskripsikan penanaman nila karakter pada siswa dalam mengurangi perilaku bullying di SDN 14 Kota Bima, (2) Untuk mendeskripsikan faktor penghambat dalam penanaman nilai karakter pada siswa dalam mengurangi perilaku bullying di SDN 14 Kota Bima. Metode kualitatif merupakan metode riset yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan buat meriset pada keadaan obyek yang alamiah. Informan kunci dalam penelitian ini ialah guru BK (Bimbingan dan Konseling) dan kepala sekolah di SDN 14 Kota Bima. Dan Informan pendukung dalam penelitian ini adalah guru yang berada di SDN 14 Kota Bima. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah dengan cara observasi, dan wawancara . Teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Penanaman nilai karakter pada siswa dalam mengurangi perilaku bullying di SDN 14 Kota Bima ialah, pembinaan secara berkala setiap upacara, kegiatan numerasi dan literasi dan kegiatan imtaq, Sarapan berbagi, program anti bullying, pembentukan tim TPPK.. 2) Faktor penghambat dalam penanaman nilai karakter pada siswa dalam mengurangi perilaku bullying di SDN 14 Kota Bima yaitu, faktor individu., faktor keluarga/orag tua, faktor lingkungan masyarakat. 3) Upaya untuk mengatasi faktor penghambat penanaman nilai karakter pada siswa dalam mengurangi perilaku bullying yaitu, Pemberian pembinaan berkala ketika kegiatan upacara, kegiatan numerasi dan literasi, Mengundang pihak kepolisian, mengundang pihak tenaga kesehatan.
Hubungan Kebiasaan Nongkrong Terhadap Perilaku Social Climber Pada Mahasiswa Universitas Palangka Raya Feby Cahyani Juhro; Maleakhi Jonathan Junior S; Siti Nor Kholisah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4556

Abstract

Abstrak. Kebiasaan nongkrong merupakan salah satu aktivitas yang umum dilakukan oleh mahasiswa sebagai sarana interaksi sosial, mengisi waktu luang, dan memperluas relasi. Seiring perkembangan gaya hidup modern, aktivitas nongkrong juga sering dikaitkan dengan munculnya perilaku social climber yang ditandai dengan keinginan memperoleh pengakuan sosial melalui gaya hidup, lingkungan pergaulan, dan pola konsumsi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan nongkrong terhadap perilaku social climber pada mahasiswa Universitas Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan dengan jenis penelitian deskriptif. Responden penelitian ini adalah mahasiswa S1 Universitas Palangka Raya sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Tahap penelitian meliputi satu, penyebaran lembar kuesioner, dua, pengolahan data, dan tiga analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa melakukan kegiatan nongkrong sebagai sarana interaksi sosial, memperluas relasi, dan aktivitas hiburan. Selain itu, faktor lingkungan pergaulan, ekonomi, dan gaya hidup turut mempengaruhi kebiasaan nongkrong mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara kebiasaan nongkrong dengan indikator perilaku social climber pada mahasiswa Universitas Palangka Raya.
Membangun Budaya Toleran melalui Pendidikan Sadar Gender: Studi Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi di Universitas Nggusuwaru Irfan Irfan; Rahmat Abd Fatah; St. Nurbaya; Syukurman Syukurman
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4587

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan sadar gender dalam membentuk budaya toleran mahasiswa melalui perspektif teori praktik sosial Pierre Bourdieu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa artikel ilmiah, buku, prosiding, tesis, disertasi, dan dokumen akademik yang relevan dengan pendidikan sadar gender, budaya toleran, sosiologi pendidikan, serta teori habitus Pierre Bourdieu. Data dianalisis menggunakan analisis isi dengan teknik sintesis tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antarkonsep, pola temuan, dan kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sadar gender berfungsi sebagai mekanisme internalisasi nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman yang membentuk habitus gender mahasiswa. Habitus tersebut diperkuat oleh modal budaya berupa pengetahuan, literasi gender, dan kemampuan berpikir kritis, serta modal sosial berupa jejaring, kepercayaan, dan kolaborasi dalam lingkungan akademik. Interaksi antara habitus, modal, dan arena akademik menghasilkan praktik sosial yang inklusif, mengurangi stereotip dan diskriminasi gender, serta mereproduksi budaya toleran dalam kehidupan kampus. Penelitian ini menawarkan model konseptual pembentukan budaya toleran melalui tahapan internalisasi pendidikan sadar gender, pembentukan habitus, penguatan modal budaya dan modal sosial, hingga lahirnya praktik sosial toleran di perguruan tinggi. Model tersebut memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kajian sosiologi pendidikan dan studi gender, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguatan budaya akademik yang inklusif dan berkeadilan.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Metakognisi untuk Meningkatkan Konstruksi Pengetahuan, Berpikir Kritis, dan Literasi Digital Siswa SMP Andang Andang; Saifullah Saifullah; Arnasari Merdekawati Hadi
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4592

Abstract

Pengembangan konstruksi pengetahuan, berpikir kritis, dan literasi digital merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan untuk menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Pencapaian kompetensi tersebut memerlukan model pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan metakognisi siswa secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan model pembelajaran berbasis metakognisi untuk meningkatkan konstruksi pengetahuan, berpikir kritis, dan literasi digital siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kota Bima dengan melibatkan 60 siswa sebagai responden angket dan tiga guru sebagai informan wawancara. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta analisis kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pembelajaran berada pada kategori baik (M = 3,03), demikian pula metakognisi (M = 2,75), konstruksi pengetahuan (M = 2,81), berpikir kritis (M = 2,73), dan literasi digital (M = 2,96). Meskipun demikian, guru dan siswa menunjukkan tingkat kebutuhan yang sangat tinggi terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis metakognisi (M = 3,84). Sintesis hasil penelitian mengindikasikan bahwa model yang dikembangkan perlu mengintegrasikan aktivitas planning, monitoring, evaluating, dan reflecting, serta didukung oleh sintaks pembelajaran yang sistematis, perangkat pembelajaran, media digital, dan asesmen autentik. Penelitian ini memberikan dasar empiris sekaligus konseptual bagi pengembangan model pembelajaran berbasis metakognisi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di SMP untuk memperkuat konstruksi pengetahuan, berpikir kritis, dan literasi digital siswa.