cover
Contact Name
Nurnazmi
Contact Email
nurnazmi578@gmail.com
Phone
+6285253833464
Journal Mail Official
jurnal.edusociata@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sosiologi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pedidikan (STKIP) Bima Jl. Piere Tendean - Mande Kota Bima Kode Pos 84119 Tlpn. (0374) 43195/42801
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
ISSN : 26850524     EISSN : 25992511     DOI : https://doi.org/10.33627/es.v4i1
Edu Sociata adalah jurnal program studi pendidikan sosiologi STKIP Bima yang merupakan jurnal online (online journal system), dimana para dosen dapat mempublikasikan hasil penelitiannya secara berkala. Di jurnal ini para dosen aktif melakukan penelitian sebagaimana tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Edu Sociata merupakan terbitan jurnal berkala antara bulan Juni dan bulan Desember. Kehadiran OJS Edu Sociata memberi ruang kepada civitas akademika khususnya Program Studi Pendidikan Sosiologi untuk tetap berpacu dalam meningkatkan proses penelitian sesuai dengan bidang studi masing-masing.
Articles 577 Documents
Evaluasi Pengaruh Faktor Internal Keluarga terhadap Minat Belajar Siswa di SMAN 2 Sape Irfan, Irfan; Syukurman, Syukurman; Irmansah, Irmansah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh faktor internal keluarga terhadap minat belajar siswa di SMAN 2 Sape. Faktor internal keluarga yang diteliti meliputi perhatian orang tua, dukungan keluarga, komunikasi dalam keluarga, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMAN 2 Sape dengan sampel sebanyak 100 siswa yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa dengan koefisien determinasi sebesar 68,7%. Perhatian orang tua merupakan faktor yang paling dominan dengan kontribusi sebesar 45,3%, diikuti oleh komunikasi dalam keluarga (15,2%), dukungan emosional orang tua (12,8%), dan kondisi sosial ekonomi keluarga (8,4%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor non-material seperti perhatian, komunikasi, dan dukungan emosional dari orang tua lebih berpengaruh terhadap minat belajar siswa dibandingkan dengan kondisi sosial ekonomi keluarga. Implikasi penelitian ini merekomendasikan perlunya kerjasama yang erat antara pihak sekolah dan orang tua siswa untuk menciptakan sinergi dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa.
Integrasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran IPS di SMPN 2 Sape Kabupaten Bima Waluyati, Ida; Irfan, Irfan; Irmansah, Irmansah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 2 Sape Kabupaten Bima. Pendekatan deep learning yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning diimplementasikan sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS yang lebih mendalam dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru IPS, siswa, dan kepala sekolah yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi mindful learning berhasil meningkatkan kesadaran dan refleksi siswa terhadap proses pembelajaran, meaningful learning memperkuat pemahaman konseptual melalui kontekstualisasi materi dengan kehidupan nyata dan kearifan lokal Bima, serta joyful learning menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi serta kolaborasi siswa. Meskipun menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur digital dan kompetensi guru, dukungan kebijakan sekolah dan antusiasme siswa menjadi faktor pendukung yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan deep learning memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai strategi pembelajaran IPS yang efektif dalam menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, memiliki kemampuan berpikir kritis, dan karakter kuat sesuai Profil Pelajar Pancasila
Reposisi Peran Mahasiswa sebagai Mediator Advokasi dalam Program Kampus Mengajar di SMP Islam Bina Insani Susukan Lazuardi, Muhammad Alfian
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.3950

Abstract

Penelitian ini mengkaji reposisi peran mahasiswa dalam Program Kampus Mengajar di SMP Islam Bina Insani Susukan, dengan fokus pada transformasi peran mahasiswa dari sekadar pendukung pembelajaran menjadi mediator advokasi. Latar belakang penelitian ini adalah adanya ketimpangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan di Indonesia, di mana data BPS 2023 menunjukkan hanya 27,98% penduduk pedesaan berusia 15 tahun ke atas yang menyelesaikan pendidikan menengah, dibandingkan 49,16% di perkotaan (data.goodstats.id, 2023). Program Kampus Mengajar yang diluncurkan pemerintah melalui Kemendikbudristek sebagai bagian dari inisiatif Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan untuk mengatasi kesenjangan ini dengan melibatkan mahasiswa dalam mendukung pendidikan dasar dan menengah (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi et al., 2023). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMP Islam Bina Insani Susukan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan mahasiswa peserta program, guru, kepala sekolah, dan siswa, serta analisis dokumen program. Kerangka teori yang digunakan meliputi Teori Ekologi Perkembangan Bronfenbrenner (Bronfenbrenner, 1979)untuk memahami interaksi mahasiswa dalam berbagai sistem lingkungan sekolah, Teori Interaksionisme Simbolik Blumer untuk menganalisis makna dan interpretasi peran mahasiswa, dan Teori Partisipasi Pembangunan Cohen & Uphoff (Cohen & Uphoff, 1980)untuk memahami keterlibatan mahasiswa dalam proses pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dalam Program Kampus Mengajar mengalami reposisi peran yang signifikan. Mereka tidak hanya berperan sebagai asisten pengajar, tetapi berkembang menjadi mediator advokasi yang aktif mengidentifikasi kebutuhan siswa, merancang intervensi berbasis masalah nyata, dan memfasilitasi komunikasi antara berbagai stakeholder pendidikan. Proses reposisi ini terjadi melalui tiga tahap: (1) adaptasi awal dengan observasi dan identifikasi masalah, (2) transformasi peran melalui inisiatif kreatif dan inovatif, dan (3) konsolidasi sebagai mediator advokasi yang menghubungkan kebutuhan siswa dengan sumber daya yang tersedia. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman implementasi kebijakan pendidikan di tingkat akar rumput dan memberikan wawasan tentang dinamika peran mahasiswa dalam program pemberdayaan pendidikan. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya pengakuan formal terhadap peran mahasiswa sebagai mediator advokasi dalam desain program serupa, serta pengembangan mekanisme dukungan yang memadai untuk memfasilitasi transformasi peran tersebut. Rekomendasi penelitian meliputi perlunya pelatihan khusus bagi mahasiswa tentang keterampilan advokasi, pengembangan indikator evaluasi yang mencakup aspek mediasi advokasi, dan penguatan koordinasi antara perguruan tinggi dengan sekolah mitra dalam mendukung peran baru mahasiswa ini. Kata Kunci: Kampus Mengajar, mediator advokasi, reposisi peran mahasiswa, pendidikan dasar, MBKM, ketimpangan pendidikan
Analisis Kebutuhan Literasi Keagamaan Siswa SMP dalam Rangka Pengembangan e-Modul Interaktif Berbasis Model RQANI Muchlis, Muchlis; Andang, Andang
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan e‑Modul interaktif berbasis model RQANI sebagai media pembelajaran yang mendukung literasi keagamaan dan pembelajaran mendalam siswa SMP. Studi pendahuluan dilakukan di SMPN 2 Kota Bima dengan melibatkan guru PAI dan siswa kelas VIII sebagai responden. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods, terdiri atas analisis kuantitatif melalui angket dan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tingkat literasi digital, preferensi pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik menggunakan kerangka Miles & Huberman untuk mengidentifikasi kendala, strategi pembelajaran, dan peluang pengembangan media interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital siswa masih terbatas, dan mayoritas siswa menginginkan pembelajaran digital yang mengintegrasikan nilai moral dan keagamaan. Guru PAI memanfaatkan teknologi sebatas media presentasi dan menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat dan pemahaman teknologi. Analisis tematik wawancara mengidentifikasi bahwa aspek literasi keagamaan yang perlu diperkuat meliputi pemahaman teks, refleksi nilai, dan literasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan e‑Modul interaktif berbasis RQANI memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan literasi digital, motivasi belajar, dan internalisasi nilai moral serta spiritual siswa. Penelitian ini memberikan dasar empiris untuk perancangan media pembelajaran inovatif yang kontekstual dan interaktif, mengintegrasikan teknologi pendidikan dengan pembelajaran keagamaan. E‑Modul berbasis RQANI direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk mendukung pembelajaran mendalam, membangun karakter, dan meningkatkan literasi digital serta keagamaan siswa SMP di era pendidikan abad ke-21.
Peran Guru Dalam Menangani Perilaku Bullying di SMAN 2 Wawo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Yuliati, Astuti; Nurhasanah, Nurhasanah; Syaifullah, Syaifullah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4187

Abstract

Bullying adalah salah satu ekspresi kekerasan yang paling umum terjadi dalam konteks teman sebaya selama masa sekolah. Bullying didefinisikan sebagai Tindakan agresif dan disengaja yang di lakukan oleh kelompok atau individu secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang lama terhadap korban yang tidak dapat dengan mudah membela diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menangani perilaku bullying, faktor penyebab perilaku bullying dan dampak perilaku bullying. Metode yang digunakan kualitatif, Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan ada dua yaitu data primer dan sekunder. tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data yaitu reduksi data, dispyai data, dan verifikasi. Pengujian keabsahan data mengunakan triagulasi yaitu triagulasi sumber, triagulasi tehnik, dan triagulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, dan pengawas dalam menciptakan lingkungan belajar aman, dan bebas bullying. Faktor penyebab bullying meliputi pengaruh keluarga, lingkungan sekolah, teman sebaya, media, dan faktor pribadi. Dampak bullying mencakup penurunan prestasi, masalah psikologis, dan perilaku agresif lanjutan. Upaya guru dalam menangani perilaku bullying yaitu mengamati perilaku siswa, melibatkan orang tua, membangun kebijakan anti bullying, dan melakukan sosialisasi tiga dosa besar.
Analisis Reaplikasi Model Pembelajaran Block System pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Jama’ah, Jama’ah; Tasrif, Tasrif; Tahir, M.
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4212

Abstract

Proses reformasi kurikulum telah menghasilkan perubahan paradigma yang signifikan dalam lanskap pendidikan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan dasar, transisi dari kurikulum yang sebelumnya terpusat ke kerangka yang lebih terdesentralisasi. Instruksi di tahun-tahun formatif telah mengalami transformasi, beralih dari pendekatan berbasis subjek ke pendekatan tematik. Namun, pelaksanaan pembelajaran tematik terus menunjukkan komponen yang memerlukan peningkatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kritis berbagai artikel ilmiah yang berkaitan dengan sistem blok dan pembelajaran tematik di lembaga pendidikan dasar, dengan tujuan mengidentifikasi solusi untuk tantangan yang terkait dengan pembelajaran tematik, khususnya: (1) pemilihan topik, hasil pembelajaran, dan indikator setiap minggu, (2) fokus pada topik khusus yang menetapkan relevansi dengan pengalaman hidup siswa, (3) proses perencanaan tematik yang menuntut waktu dan sumber daya yang cukup besar, (4) kemampuan yang tidak memadai dari pendidik dalam menyampaikan semua tema setiap minggu, dan (5) motivasi siswa yang tidak memadai untuk belajar. Artikel ini ditulis menggunakan ulasan literatur dan data emperis tentang pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Sebuah penelitian literatur dilakukan untuk artikel nasional dan internasional. Dari 23 artikel yang dievaluasi, 16 memenuhi semua kriteria dan relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem blok dalam pembelajaran tematik tidak hanya berfokus pada pengaturan jadwal, tetapi juga pada manajemen proses pembelajaran secara keseluruhan. Jika sistem blok diterapkan, pengajaran dan pembelajaran di sekolah akan berjalan dengan baik dan efektif tergantung pada bagaimana sekolah menyiapkannya, yang mana berpusat pada siswa. Guru sangat penting dalam pembelajaran dengan sistem blok.
Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pendidikan di SMAN 2 Wera Syaifullah, Syaifullah; Nurhijriah, Nurhijriah; Susanto, Irman
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4216

Abstract

Sekolah sebagai organisasi pendidikan, harus dikelola dengan memanfaatkan semua sumber daya, baik sumber daya manusia, material dan dana dalam rangka mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Sekolah sebagai suatu lembaga mempunyai satu tujuan atau lebih. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berusaha menganalisis dan mendeskripsikan aktivitas kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di SMAN 2 Wera. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui 3 tahapan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan tentang kompetensi manajerial kepala SMAN 2 Wera; a) mengoptimalisasi sumber daya, b) meningkatkan kinerja guru, c) pengelolaan lingkungan sekolah, d) menjamin mutu sekolah. Selanjutnya kepala SMAN 2 Wera telah melaksanakan fungsi manajemen inti sebagaimana berikut ini; a) perencanaan; kepala sekolah menyusun program dan strategi sekolah, b) pengorganisasian; kepala sekolah mengstrukturkan tugas dan pembagian kerja, c) penggerakkan; kepala sekolah telah memotivasi dan menggerakkan seluruh warga sekolah, d) pengendalian; kepala sekolah mengawasi, mengevaluasi dan mengontrol pelaksanaan program sekolah. Selanjutnya kompetensi manajerial kepala sekolah adalah fondasi bagi kepala SMAN 2 Wera. Kepala sekolah untuk bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang transformatif, telah memastikan bahwa sekolah berjalan dengan baik dan terus berkembang menuju keunggulan. Adapun dampak dari tidak adanya kompetensi manajerial kepala, hal yang muncul adalah; a) proses pendidikan berjalan tidak terarah, b) guru tidak termotivasi dan kinerjanya stagnan, c) konflik sulit diselesaikan, dan d) sekolah sulit mencapai keunggulan dan mutu.