cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025" : 12 Documents clear
SINTESIS BIODIESEL DARI BIJI BUAH KETAPANG (Terminalia catappa Linn) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI IN SITU MENGGUNAKAN KATALIS HOMOGEN (NaOH) Sofiyani, Nurwardina; Zulmiardi, Zulmiardi; Meriatna, Meriatna; Hakim, Lukman; Nurlaila, Rizka; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.14119

Abstract

Bahan bakar pengganti diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui, umumnya diperoleh dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Tumbuhan Ketapang memiliki kadar minyak sekitar 60%, yang mengandung trigliserida dan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk biodiesel. Transesterifikasi in situ adalah penyederhanaan dari metode konvensional yang menghapus langkah-langkah ekstraksi minyak, degumming, dan esterifikasi yang bertujuan untuk mempersingkat proses produksi biodiesel. Penelitian produksi biodiesel dari biji buah ketapang sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun pada penelitian ini pengolahan biodiesel dari biji buah ketapang dilakukan melalui proses transesterifikasi in situ. Pada penelitian ini sintesis biodiesel dari minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.) melalui proses transesterifikasi in situ menggunakan katalis NaOH. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbandingan berat biji ketapang terhadap solven (metanol) dan variasi waktu reaksi terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan serta mengkaji biodiesel yang dihasilkan dengan menggunakan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan menganalisa gugus fungsi metil ester menggunakan alat Fourier Transform Infra Red (FT-IR). Variabel bebas yang dipelajari adalah variasi perbandingan metanol:biji ketapang (1:20, 1:30 dan 1:40 %mol) dan waktu reaksi transesterifikasi in situ (120, 150, 180 dan 210 menit) dan diamati pengaruhnya terhadap kadar air, yield, densitas, viskositas, FFA, GC-MS, dan FT-IR. Yield tertinggi didapatkan pada variasi perbandingan 1:20 dengan waktu reaksi 210 menit sebesar 22,358 %mol dan hasil GC-MS pada variasi perbandingan 1:40 waktu reaksi 210 menit diperoleh asam oleat sebagai metil ester tertinggi adalah 50,08%.
SINTESIS ASAM OKSALAT DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) DENGAN METODE OKSIDASI ASAM NITRAT (HNO3) Zulnazri, Zulnazri; Kamar, Iqbal; Holila, Manna; Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.15143

Abstract

Buah pisang kepok (Musa Paradisiaca), yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, seringkali hanya dimanfaatkan bagian daging buahnya oleh masyarakat. Kulitnya seringkali dianggap limbah dan digunakan sebagai pakan ternak. Namun, berdasarkan kandungannya, kulit pisang kepok memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam produksi asam oksalat. Kulit pisang kepok mengandung 15,36% lignin dan 60-65% selulosa. Asam oksalat adalah senyawa kristal tidak berwarna yang larut dalam air dengan rumus C2H2O4. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, metode oksidasi dengan asam nitrat telah digunakan untuk menghasilkan asam oksalat dari bahan baku lain, seperti batang rami, yang menghasilkan hasil sekitar 25,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsentrasi asam nitrat dan waktu oksidasi pada kulit pisang kepok berdampak pada jumlah asam oksalat yang dihasilkan dan kualitas yang dihasilkan. Konsentrasi asam nitrat dan waktu pemanasan adalah faktor utama dalam proses oksidasi yang digunakan dalam metodologi penelitian. Variabel independen termasuk konsentrasi asam nitrat (3M, 4M, dan 5M) dan waktu oksidasi (60, 70, dan 80 menit) pada 75°C. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan limbah kulit durian, maka dari itu di penelitian kali ini menggunakan bahan yang disebutkan. Konsentrasi asam nitrat dikaitkan dengan tingkat produksi asam oksalat yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air setelah pengeringan sebesar 12,8%, sementara kadar asam oksalat, yang diukur dengan metode titrasi permanganometri, mencapai nilai tertinggi sekitar 96%. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal dicapai selama 60 menit dengan konsentrasi HNO3 sebesar 5M, yang menghasilkan hasil 8,712%.
Pengolahan Air Payau (Brackish Water) Menjadi Air Bersih Dengan Metode Elektrokoagulasi Menggunakan Panel Surya (Photovoltaic) Safriani, Siti Widya; Hakim, Lukman; Meriatna, Meriatna; Fibarzi, Wiza Ulfa; Azhari, Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.15349

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang sebagian penduduk menempati daerah pesisir pantai yang merupakan wilayah yang sangat miskin akan sumber air bersih, dikarenakan sumber air didaerah tersebut umumnya memiliki kualitas yang sangat rendah. Air payau (brackish water) merupakan air yang sulit diproses menjadi air bersih di karenakan memiliki kandungan garam yang cukup tinggi. Penggunaan metode elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan yang melibatkan proses elektrokimia dengan menggunakan elektroda stainless steel grade 316 C menggunakan panel surya (photovoltaic) sebagai arus listrik searah (DC). Metode elektrokoagulasi dapat menurunkan kadar TDS, Salinitas, maupun kandungan lainnya. Penelitian mengenai metode elektrokoagulasi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun dengan penggunaan energi listrik dan elektroda yang berbeda. Yang belum pernah dilakukan adalah penggunaan metode elektrokoagulasi menggunakan elektroda stainless steel grade 316 C menggunakan panel surya. Dalam penelitian ini divariasikan tegangan (voltase) yaitu 10, 15, 20, dan 25 volt dan waktu elektrokoagulasi 40, 60, 80, dan 100 menit. Dari hasil penelitian proses elektrokoagulasi diperoleh hasil terbaik pada kondisi tegangan 25 volt dan waktu elektrokoagulasi selama 100 menit dengan penurunan kadar TDS sebesar 581 mg/l, penurunan salinitas sebesar 631 mg/l (0,06%), pH sebesar 6,8, dan tidak berbau, berasa, maupun berwarna. Dan diperoleh hasil terendah pada kondisi tegangan 10 volt dan waktu 40 menit dengan perolehan TDS sebesar 857 mg/l, salinitas sebesar 854 mg/l, dan pH 6,55. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan kadar kualitas air sudah memenuhi standar baku mutu air bersih. Kata Kunci : Air Payau, Elektrokoagulasi, Panel Surya (photovoltaic), Standar Kualitas AirWilayah Indonesia merupakan wilayah yang sebagian penduduk menempati daerah pesisir pantai yang merupakan wilayah yang sangat miskin akan sumber air bersih, dikarenakan sumber air didaerah tersebut umumnya memiliki kualitas yang sangat rendah. Air payau (brackish water) merupakan air yang sulit diproses menjadi air bersih di karenakan memiliki kandungan garam yang cukup tinggi. Penggunaan metode elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan yang melibatkan proses elektrokimia dengan menggunakan elektroda stainless steel grade 316 C menggunakan panel surya (photovoltaic) sebagai arus listrik searah (DC). Metode elektrokoagulasi dapat menurunkan kadar TDS, Salinitas, maupun kandungan lainnya. Penelitian mengenai metode elektrokoagulasi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun dengan penggunaan energi listrik dan elektroda yang berbeda. Yang belum pernah dilakukan adalah penggunaan metode elektrokoagulasi menggunakan elektroda stainless steel grade 316 C menggunakan panel surya. Dalam penelitian ini divariasikan tegangan (voltase) yaitu 10, 15, 20, dan 25 volt dan waktu elektrokoagulasi 40, 60, 80, dan 100 menit. Dari hasil penelitian proses elektrokoagulasi diperoleh hasil terbaik pada kondisi tegangan 25 volt dan waktu elektrokoagulasi selama 100 menit dengan penurunan kadar TDS sebesar 581 mg/l, penurunan salinitas sebesar 631 mg/l (0,06%), pH sebesar 6,8, dan tidak berbau, berasa, maupun berwarna. Dan diperoleh hasil terendah pada kondisi tegangan 10 volt dan waktu 40 menit dengan perolehan TDS sebesar 857 mg/l, salinitas sebesar 854 mg/l, dan pH 6,55. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan kadar kualitas air sudah memenuhi standar baku mutu air bersih. Kata Kunci : Air Payau, Elektrokoagulasi, Panel Surya (photovoltaic), Standar Kualitas Air
ADSORBEN KARBON AKTIF DARI KULIT TANDUK KOPI (ENDOCARP) DIAPLIKASIKAN PADA ZAT WARNA METHYLENE BLUE Purna Irawan, Faisal Dwi; Muhammad, Muhammad; Mulyawan, Rizka; Nurlaila, Rizka; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.17297

Abstract

Methylene blue adalah zat pewarna yang sering digunakan pada industri tekstil. Karena sangat stabil, pewarna sulit rusak secara alami dan berbahaya bagi lingkungan jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Metode yang terbaik cara untuk mengatasi masalah pencemaran zat warna methylene blue adalah dengan menggunakan karbon aktif untuk adsorbsi. Salah satu jenis biomassa dapat digunakan membuat adsorben karbon aktif ialah limbah kulit (endocarp) tanduk kopi. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan menggunakan kulit singkong dengan activator HPO3. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh lama waktu kontak dan bahan pengaktifan terhadap terhadap penyisihan zat warna Methylene blue. Proses pembuatan karbon aktif menggunakan pada suhu karbonisasi 500oC selama 1 jam. Kemudian diaktivasi  menggunakan NaOH 2, 3, 4 M selama 24 jam. Kemudian diuji kadar air, kadar abu, dan Volatile matter, fixed carbon dan uji adsorbsi karbon aktif terhadap Methylene blue, karakterisasi karbon aktif menggunakan Scanning Electron Microscope - Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). Hasil penelitian menunjukkan kadar air 2.539%, kadar abu 5.510%, Volatile matter 22.404%, Fixed carbon 69.546%, kapasitas penyerapan dan efesiensi penyerapan pada konsentrasi Methylene blue 15 ppm adalah 2,9090 mg/g dan  98,9063% serta kapasitas penyerapan 5,856 mg/g dan efesiensi penyerapan pada konsentrasi Methylene blue 30 ppm adalah 5,8968 mg/g dan 99,2630%.
PEMBUATAN BRIKET DARI CAMPURAN CANGKANG BIJI KARET DAN LIMBAH PADAT KELAPA MUDA DENGAN VARIASI PEREKAT TAPIOKA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF SARAGIH, SINTA DEWI; Zulnazri, Zulnazri; ZA, Nasrul; Faisal, Faisal; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.18987

Abstract

Biomassa merupakan salah satu dari sekian banyak sumber energi alternatif yang ada di Indonesia. Briket dibuat dengan cara mengolah arang tempurung kelapa menjadi arang dan dipres atau dibentuk menggunakan mesin. Penelitian sebelumnya telah menggunakan briket arang dari cangkang biji karet sebagai energi terbarukan. Penelitian ini menggunakan variasi cangkang karet dan limbah padat kelapa muda yang divariasikan dengan beberapa konsentrasi perekat tepung tapioka untuk memenuhi standar SNI. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pengaruh rasio campuran antara cangkang biji karet dan arang limbah padat kelapa muda mempengaruhi kualitas briket, mengkaji bagaimana pengaruh % bahan perekat mempengaruhi kualitas briket, mengetahui standar pembuatan briket guna mengetahui kualitas terbaik dari briket yang dihasilkan dengan melakukan beberapa uji. Metode pirolisis digunakan untuk membuat briket arang untuk mengubah bahan baku dari zat organik menjadi karbon. Studi ini melakukan uji proximate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bahan cangkang biji karet dengan limbah padat kelapa muda 75:25 dengan konsentrasi 10% perekat memberikan kualitas briket arang terbaik yang memiliki karakteristik: kadar air 3,728%, kadar abu 6,861%, volatile matter 13,807%, fixed carbon 75,604% dan nilai kalor sebesar 7.152 cal/g. Melihat dari hasil penelitian ini memiliki karakteristik yang bagus dan tidak mudah hancur serta tidak bejamur bila disimpan. Pemilihan limbah padat kelapa muda kurang tepat jika dijadikan bahan dalam pembuatan briket dan tepung tapioka dapat dimanfaatkan sebagai bahan perekat pada pembuatan briket, karena penggunaan tepung tapioka sebagai perekat tebukti dapat meningkatkan kualitas briket yang dihasilkan.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG AWAK (Musa balbisiana) DAN LIMBAH TAHU SEBAGAI PUPUK ORGANIK MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR EFFECTIVE MICROORGANISME (EM-4) Nisa, Husnatun; ZA, Nasrul; -, Ishak; -, Jalaluddin; Muarrif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.20260

Abstract

Karena menghasilkan bau yang tidak sedap dan mengurangi nilai estetika lingkungan, limbah kulit pisang dianggap sebagai polusi udara. Karena pisang merupakan sumber kalium, fosfor, magnesium, natrium, dan sulfur yang kaya, kulitnya menjadi pupuk organik yang sangat baik. Komponen organik yang ditemukan dalam limbah tahu cair, seperti karbohidrat, protein, dan lipid, menjadikannya alternatif yang layak untuk metode pengolahan limbah organik tradisional. Para peneliti berusaha mencari tahu berapa lama fermentasi harus berlangsung untuk mendapatkan nitrogen dan fosfor paling banyak dari pupuk kulit pisang dan limbah tahu cair. Untuk membuat pupuk organik, Anda menggabungkan tahu cair dan limbah kulit pisang dengan EM-4 dan gula merah. Jumlah limbah tahu cair yang digunakan untuk setiap rasio EM4 adalah 500 ml. Durasi proses fermentasi anaerobik mungkin 10, 15, 20, atau 25 hari. Kandungan fosfor dan nitrogen dari pupuk organik cair itulah yang dianalisis. Pada hari ke-15, dengan volume 50 ml bioaktivator EM4 (0,258%) dan kandungan nitrogen 0,99%, penelitian menemukan kadar fosfor yang optimal. Fermentasi selama lima belas hari dengan lima puluh mililiter bioaktivator Effective Microorganism (EM4) menghasilkan hasil terbaik. Hasil analisis fosfor dan nitrogen menunjukkan bahwa memenuhi standar yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.: 261/KPTS/SR.310/M/4/2019.
PEMODELAN KOMPUTASI UNTUK OPTIMASI PROSES PRODUKSI BIODIESEL: TINJAUAN , COMPUTATIONAL MODELING FOR OPTIMIZATION OF BIODIESEL PRODUCTION PROCESSES: A REVIEW Ulakpa, Wisdom Chukwuemeke
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.21377

Abstract

Secara kimiawi, biodiesel adalah mono-alkil ester dari asam lemak yang dibuat dari lemak nabati atau hewani. Bahan bakar ini dapat dibandingkan dengan bahan bakar alternatif karena persediaan minyak bumi semakin langka. Metode yang layak dan terjangkau untuk meningkatkan efisiensi dan keekonomisan dalam proses yang terlibat dalam sintesis biodiesel adalah pemodelan komputasi. Dengan menggunakan pemodelan matematis, kita dapat memprediksi hasil yang mungkin diperoleh, menentukan parameter penting, dan memahami interaksi kritis antara berbagai elemen dan responsnya. Kemajuan dalam kecerdasan buatan (AI) dan bidang terkait telah memungkinkan untuk meramalkan berbagai faktor, termasuk kondisi ideal dan hasil proses. Oleh karena itu, pemodelan komputasi telah digunakan dalam berbagai prosedur produksi biodiesel. Studi percontohan dan, dalam beberapa situasi, bahkan uji coba laboratorium berskala besar mungkin tidak diperlukan lagi jika teknik berbasis komputer ini diimplementasikan lebih lanjut. Analisis menyeluruh ini berfokus pada penggunaan pemodelan komputer untuk meniru pembuatan biodiesel. Analisis ini mengkaji berbagai pendekatan pemodelan yang digunakan untuk meramalkan hasil panen dan menjamin hasil yang efektif. Selain itu, juga membahas tren masa depan dan kemungkinan kemajuan di sektor ini sambil mengevaluasi, meningkatkan, mengidentifikasi, mengkarakterisasi, dan memberikan informasi terkait tentang efek berbagai elemen pada proses yang terlibat dalam pembuatan biodiesel.  Chemically speaking, biodiesel is a mono-alkyl ester of fatty acids made from either vegetable or animal fats. It is comparable to alternate fuels because petroleum supplies are becoming scarcer. A viable and affordable method for improving efficiency and economics in the processes involved in the synthesis of biodiesel is computational modeling. It is possible to precisely predict possible yields, pinpoint important parameters, and comprehend critical interactions between various elements and their responses by using mathematical modeling. Advances in artificial intelligence (AI) and related fields have made it possible to forecast a variety of factors, including ideal conditions and process yields. Computational modeling has therefore found use in a variety of biodiesel production procedures. It may become unnecessary to do pilot studies and, in some situations, even large-scale laboratory trials if this computer-based technique is further implemented. This thorough analysis focuses on using computer modeling to mimic the manufacture of biodiesel. It examines the various modeling approaches used to forecast yield and guarantee effective output. Additionally, it discusses future trends and possible advancements in the sector while evaluating, improving, identifying, characterizing, and providing pertinent information on the effects of various elements on the processes involved in the manufacturing of biodiesel.  
KARAKTERISTIK BIOPELET BERBASIS CANGKANG KELAPA SAWIT DAN BATUBARA SUB-BITUMINOUS UNTUK ENERGI TERBARUKAN Meilianti, Meilianti; Maliki, Syariful; Alfisyahri, Muhammad Min
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.21836

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong pencarian sumber energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kelapa sawit dan batubara sub-bituminous sebagai bahan baku biopelet. Campuran divariasikan dengan komposisi 100%:0%, 80%:20%, 60%:40%, 40%:60%, 20%:80%, dan 0%:100% (cangkang : batubara). Biopelet yang dihasilkan diuji berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor, sesuai SNI 8021:2014. Hasil menunjukkan bahwa semua sampel memenuhi standar. Komposisi terbaik terdapat pada sampel C (60% batubara dan 40% cangkang), dengan kadar air 0,2473%, kadar abu 1,0000%, kadar zat terbang 0,5180%, kadar karbon terikat 98,23%, dan nilai kalor 5622 cal/gr. Sampel ini juga memiliki waktu pembakaran terlama yaitu 24 menit, menunjukkan efisiensi pembakaran yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi batubara sub-bituminous dan cangkang kelapa sawit menghasilkan biopelet berkualitas tinggi yang berpotensi sebagai energi alternatif. Pemanfaatan limbah ini juga mendukung prinsip energi berkelanjutan dan pengurangan dampak lingkungan.
OPTIMALISASI NILAI KALOR DAN LAJU PEMBAKARAN BIOPELET SEKAM PADI MELALUI TOREFAKSI DAN PENAMBAHAN ZEOLIT ALAM aditya, kemal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.21940

Abstract

Penelitian ini meneliti dampak variasi massa zeolit alami dan ukuran partikel sekam padi terhadap nilai kalor dan laju pembakaran biopelet yang dibuat melalui proses torefaksi. Biopelet disintesis dari sekam padi dengan ukuran 60 mesh dan 80 mesh, zeolit alam (100 mesh) dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15%, serta tepung tapioka sebagai perekat. Proses torefaksi dilakukan pada suhu 200°C selama 60 menit dalam kondisi terbatas oksigen. Nilai kalor diuji menggunakan bomb kalorimeter, sedangkan laju pembakaran diukur berdasarkan waktu habis terbakar. Hasil menunjukkan bahwa sampel dengan ukuran 60 mesh dan penambahan 5% zeolit memberikan nilai kalor tertinggi sebesar 4517,14 Kal/g. Laju pembakaran tercepat terjadi pada sampel 80 mesh dengan 10% zeolit, yaitu 411 detik. Penambahan zeolit dalam jumlah terbatas meningkatkan efisiensi pembakaran, sementara kelebihan zeolit menurunkan nilai kalor akibat peningkatan kadar abu. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ukuran partikel dan kandungan zeolit yang optimal dapat meningkatkan kualitas biopelet berbasis sekam padi sebagai bahan bakar terbarukan.
LITERATURE REVIEW: THE POTENTIAL OF NON-EDIBLE OILS AS RAW MATERIALS FOR BIODIESEL PRODUCTION: TINJAUAN PUSTAKA: POTENSI MINYAK NON-NON-MAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUKSI BIODIESEL Heni Sugesti; Yogi Chandra; Isma Uly Maranggi; Wahyu Triaji Rahadianto; Eka Putri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.23092

Abstract

The global energy crisis and limited fossil fuel resources have prompted the search for sustainable alternative fuels. Biodiesel is one of the environmentally friendly renewable energy solutions that can be produced from various sources, including non-edible oils. Non-edible oils, such as karanja, jatropha, mahua, castor, neem, linseed, jojoba, and rapeseed, offer several advantages, including not competing with food crops, high lipid content, and the ability to be cultivated on marginal land. Biodiesel production from non-edible oils is carried out through a transesterification process using short-chain alcohol with the aid of catalysts, both homogeneous and heterogeneous. The study results indicate that homogeneous base catalysts achieve high conversion efficiencies under specific reaction conditions. Meanwhile, heterogeneous catalysts also provide high yields (>90%). The use of heterogeneous catalysts offers advantages in separation and recycling processes. Based on these findings, non-edible oils have proven to be a viable and strategic feedstock for the production of second-generation biodiesel. This approach supports the development of sustainable energy and the reduction of carbon emissions in the future.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025 Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025 Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024 Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024 Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024 Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023 Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023 Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023 Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023 Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022 Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022 Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Mei 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2022 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021 More Issue