cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 396 Documents
SINTESIS ASAM OKSALAT DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) DENGAN METODE OKSIDASI ASAM NITRAT (HNO3) Zulnazri, Zulnazri; Kamar, Iqbal; Holila, Manna; Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.15143

Abstract

Buah pisang kepok (Musa Paradisiaca), yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, seringkali hanya dimanfaatkan bagian daging buahnya oleh masyarakat. Kulitnya seringkali dianggap limbah dan digunakan sebagai pakan ternak. Namun, berdasarkan kandungannya, kulit pisang kepok memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam produksi asam oksalat. Kulit pisang kepok mengandung 15,36% lignin dan 60-65% selulosa. Asam oksalat adalah senyawa kristal tidak berwarna yang larut dalam air dengan rumus C2H2O4. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, metode oksidasi dengan asam nitrat telah digunakan untuk menghasilkan asam oksalat dari bahan baku lain, seperti batang rami, yang menghasilkan hasil sekitar 25,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsentrasi asam nitrat dan waktu oksidasi pada kulit pisang kepok berdampak pada jumlah asam oksalat yang dihasilkan dan kualitas yang dihasilkan. Konsentrasi asam nitrat dan waktu pemanasan adalah faktor utama dalam proses oksidasi yang digunakan dalam metodologi penelitian. Variabel independen termasuk konsentrasi asam nitrat (3M, 4M, dan 5M) dan waktu oksidasi (60, 70, dan 80 menit) pada 75°C. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan limbah kulit durian, maka dari itu di penelitian kali ini menggunakan bahan yang disebutkan. Konsentrasi asam nitrat dikaitkan dengan tingkat produksi asam oksalat yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air setelah pengeringan sebesar 12,8%, sementara kadar asam oksalat, yang diukur dengan metode titrasi permanganometri, mencapai nilai tertinggi sekitar 96%. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal dicapai selama 60 menit dengan konsentrasi HNO3 sebesar 5M, yang menghasilkan hasil 8,712%.
Pengolahan Air Payau (Brackish Water) Menjadi Air Bersih Dengan Metode Elektrokoagulasi Menggunakan Panel Surya (Photovoltaic) Safriani, Siti Widya; Hakim, Lukman; Meriatna, Meriatna; Fibarzi, Wiza Ulfa; Azhari, Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.15349

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang sebagian penduduk menempati daerah pesisir pantai yang merupakan wilayah yang sangat miskin akan sumber air bersih, dikarenakan sumber air didaerah tersebut umumnya memiliki kualitas yang sangat rendah. Air payau (brackish water) merupakan air yang sulit diproses menjadi air bersih di karenakan memiliki kandungan garam yang cukup tinggi. Penggunaan metode elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan yang melibatkan proses elektrokimia dengan menggunakan elektroda stainless steel grade 316 C menggunakan panel surya (photovoltaic) sebagai arus listrik searah (DC). Metode elektrokoagulasi dapat menurunkan kadar TDS, Salinitas, maupun kandungan lainnya. Penelitian mengenai metode elektrokoagulasi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun dengan penggunaan energi listrik dan elektroda yang berbeda. Yang belum pernah dilakukan adalah penggunaan metode elektrokoagulasi menggunakan elektroda stainless steel grade 316 C menggunakan panel surya. Dalam penelitian ini divariasikan tegangan (voltase) yaitu 10, 15, 20, dan 25 volt dan waktu elektrokoagulasi 40, 60, 80, dan 100 menit. Dari hasil penelitian proses elektrokoagulasi diperoleh hasil terbaik pada kondisi tegangan 25 volt dan waktu elektrokoagulasi selama 100 menit dengan penurunan kadar TDS sebesar 581 mg/l, penurunan salinitas sebesar 631 mg/l (0,06%), pH sebesar 6,8, dan tidak berbau, berasa, maupun berwarna. Dan diperoleh hasil terendah pada kondisi tegangan 10 volt dan waktu 40 menit dengan perolehan TDS sebesar 857 mg/l, salinitas sebesar 854 mg/l, dan pH 6,55. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan kadar kualitas air sudah memenuhi standar baku mutu air bersih. Kata Kunci : Air Payau, Elektrokoagulasi, Panel Surya (photovoltaic), Standar Kualitas AirWilayah Indonesia merupakan wilayah yang sebagian penduduk menempati daerah pesisir pantai yang merupakan wilayah yang sangat miskin akan sumber air bersih, dikarenakan sumber air didaerah tersebut umumnya memiliki kualitas yang sangat rendah. Air payau (brackish water) merupakan air yang sulit diproses menjadi air bersih di karenakan memiliki kandungan garam yang cukup tinggi. Penggunaan metode elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan yang melibatkan proses elektrokimia dengan menggunakan elektroda stainless steel grade 316 C menggunakan panel surya (photovoltaic) sebagai arus listrik searah (DC). Metode elektrokoagulasi dapat menurunkan kadar TDS, Salinitas, maupun kandungan lainnya. Penelitian mengenai metode elektrokoagulasi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun dengan penggunaan energi listrik dan elektroda yang berbeda. Yang belum pernah dilakukan adalah penggunaan metode elektrokoagulasi menggunakan elektroda stainless steel grade 316 C menggunakan panel surya. Dalam penelitian ini divariasikan tegangan (voltase) yaitu 10, 15, 20, dan 25 volt dan waktu elektrokoagulasi 40, 60, 80, dan 100 menit. Dari hasil penelitian proses elektrokoagulasi diperoleh hasil terbaik pada kondisi tegangan 25 volt dan waktu elektrokoagulasi selama 100 menit dengan penurunan kadar TDS sebesar 581 mg/l, penurunan salinitas sebesar 631 mg/l (0,06%), pH sebesar 6,8, dan tidak berbau, berasa, maupun berwarna. Dan diperoleh hasil terendah pada kondisi tegangan 10 volt dan waktu 40 menit dengan perolehan TDS sebesar 857 mg/l, salinitas sebesar 854 mg/l, dan pH 6,55. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan kadar kualitas air sudah memenuhi standar baku mutu air bersih. Kata Kunci : Air Payau, Elektrokoagulasi, Panel Surya (photovoltaic), Standar Kualitas Air
PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR EKSTRAK DAUN JAMBU BOL (Syzigium Malaccense) TERHADAP LAJU KOROSI PADA BAJA SS400 DALAM MEDIA H2SO4 Hijiriani, Awi Anugrah; Ibrahim, Ishak; Kurniawan, Eddy; Bahri, Syamsul; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.16493

Abstract

Peristiwa erosi dilandasi oleh bentuk-bentuk elektrokimia, yaitu (perubahan/reaksi kimia) yang meliputi kedekatan energi. Bagian tertentu dari baja bertindak sebagai poros negatif (anoda oksidasi negatif), sedangkan bagian lainnya bertindak sebagai poros positif (katoda pengurangan positif).. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa positif tanin dalam daun jambu bol, menganalisa kehilangan berat, menganalisa laju korosi, menganalisa efisiensi inhibisi ekstrak daun jambu bol serta menganalisa Scanning Electron Microscopy pada baja ss400 adanya dan tanpa inhibitor. Penelitian ini dilakukan di Teknik Kimia, Universitas Malikussaleh, dengan metode ekperimental laboratorium. Pada penelitian sebelumnya melakukan variasi konsentrasi inhibitor dan waktu perendaman baja, dipenelitian ini melakukan variasi perbedaan konsentrasi media korosif serta variasi konsentrasi inhibitor. Diperoleh hasil analisa kehilangan berat  tertinggi pada baja konsentrasi inhibitor 0 gr/L dalam konsentrasi asam sulfat 4 M sebesar 4,958 gram dan nilai terendah pada baja dengan konsentrasi inhibitor 125 gr/L dalam media korosif 2 M sebesar 3,711 gram. Diperoleh  nilai laju korosi terendah terdapat pada baja konsentrasi inhibitor 125 gr/L pada media korosif 2M dengan nilai laju korosi sebesar 494,1696 mpy dan nilai laju korosi tertinggi terdapat pada baja konsentrasi inhibitor 0 gr/L pada media korosif 6M dengan nilai laju korosi sebesar511,2145 mpy. Diperoleh efisiensi inhibisi tertinggi terdapat pada baja dengan konsentrasi inhibitor 125 gr/L didalam media korosif  3M dengan nilai efisiensi inhibitor sebesar 29,56%. Semakin pekat konsentrasi inhibitor maka semakin menurun nilai kehilangan berat dan nilai laju korosi.Kata Kunci : Efisiensi Inhibisi, Inhibitor, Kehilangan Berat, Konsentrasi, Korosi, dan Laju Korosi
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BERBAHAN PEKTIN PISANG DAN PLASTICIZER GLISERIN Nurlaila, Rizka; Ramadhana, Maqfirah; Ulfa, Raudhatul; Hakim, Lukman; Zulnazri, Zulnazri; Retnowulan, Sri Rahayu
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.16864

Abstract

Saat ini, banyak kemasan yang dapat dimakan, yang dikenal sebagai edible film, telah dibuat bersamaan dengan makanan yang ditutupinya. Zat tipis yang disebut Edible Film digunakan untuk menutupi atau membungkus makanan dan obat-obatan sehingga memiliki masa simpan yang lebih lama dan dapat dimakan bersama atau dipisahkan sebelum dikonsumsi. Untuk memastikan kualitas Edible Film sesuai dengan Standar Industri Jepang (JIS), penelitian ini akan menyelidiki dampak penambahan gliserin (2 ml, 4 ml, 6 ml, dan 8 ml) pada bahan baku Edible Film, yaitu pektin pisang (1 gr, 2 gr, 3 gr, dan 4 gr). Pengujian kadar FTIR dan metoksil dalam pektin pisang merupakan langkah pertama dalam proses tersebut. Setelah itu, Edible Film dibuat dan variabel dependen kadar air, ketebalan, swelling, kekuatan tarik, dan perpanjangan diperiksa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kadar air, ketebalan, swelling, kekuatan tarik, dan perpanjangan Edible Film yang terbuat dari pektin pisang dan Plasticizer gliserin bervariasi berdasarkan standar. Namun pada pengujian swelling terdapat beberapa sampel yang tidak memenuhi standar JIS yaitu sampel 1;2, 2;2, 3;2, 4;2, dan 4;4. Sedangkan pada pektin pisang sebanyak 2 gr dan gliserin sebanyak 8 ml, dimana kadar air sebesar 0,2386%, swelling sebesar 4,09593%, tebal sebesar 0,04 mm, kuat tarik sebesar 0,07 MPa, dan perpanjangan sebesar 138% diperoleh hasil penelitian terbaik.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA BAJA ST-37 DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ASAM KLORIDA Sutoyo, Ahmed; Muhammad, Muhammad; Bahri, Syamsul; Za, Nasrul; ibrahim, ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.17270

Abstract

Menurunnya kualitas suatu logam akibat reaksi elektrokimia dengan lingkungannya disebut korosi. Dengan memperkenalkan inhibitor korosi, baik organik maupun anorganik, atau bahan kimia, korosi dapat dihentikan sebelum hal ini terjadi. Dengan sendirinya, inhibitor korosi adalah bahan yang, ketika dimasukkan ke dalam lingkungan, menghambat atau memperlambat laju korosi logam. Meskipun penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu menggunakan asam klorida sebagai media korosi, daun tembakau Gayo berwarna coklat dan hijau digunakan sebagai ekstrak bahan alami, dan terdapat variasi konsentrasi inhibitor (100, 130, 160, dan 190 ppm) dan lama perendaman (3, 6, 9, dan 12 hari).
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI BAHAN BAKU PADA PEMBUATAN BRIKET DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA (Cocos Nucifera) DAN KULIT DURIAN (Durio Zibethinus Murr) panjaitan, Ira wardani; Jalaluddin, Jalaluddin; Bahri, Syamsul; Faisal, Faisal; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.17274

Abstract

Terus bertambahnya kebutuhan energi dan terbatasnya ketersediaan bahan bakar memunculkan keharusan untuk menemukan alternatif sumber bahan bakar lainnya. Sehingga, perlu adanya penelitian terkait guna menemukan bahan bakar alternatif yang bisa diperbarui seperti limbah batok kelapa dan kulit durian. Limbah batok kelapa dan kulit durian termasuk  biomassa yang keberadaannya jarang dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel serta komposisi bahan baku pada kualitas briket yang dihasilkan. Briket batok kelapa dan kulit durian dibuat dengan perekat tepung tapioka. Variasi komposisi bahan baku antara batok kelapa serta kulit durian yakni 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Ukuran partikel yang digunakan adalah 50 mesh, 80 mesh dan 100 mesh. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan variasi perekat dan hanya menggunakan bahan baku batok kelapa, maka dari itu penelitian kali ini menambahkan variasi bahan baku yaitu kulit durian dan memvariasikan komposisi bahan bakunya. Pengujian karakteristik briket batok kelapa serta kulit durian meliputi proporsi karbon, proporsi air, proporsi zat mudah menguap, proporsi abu, dan nilai kalor. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kalor terbaik adalah 6250,49 kal/gr, proporsi airnya sebesar 1,154%, proporsi abu 6,501%, proporsi zat mudah menguapnya sebesar 7,091% serta proporsi karbonnya sebesar 85,254% yang didapat dari ukuran partikel 50 mesh dengan komposisi bahan baku 50%:50%.
ADSORBEN KARBON AKTIF DARI KULIT TANDUK KOPI (ENDOCARP) DIAPLIKASIKAN PADA ZAT WARNA METHYLENE BLUE Purna Irawan, Faisal Dwi; Muhammad, Muhammad; Mulyawan, Rizka; Nurlaila, Rizka; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.17297

Abstract

Methylene blue adalah zat pewarna yang sering digunakan pada industri tekstil. Karena sangat stabil, pewarna sulit rusak secara alami dan berbahaya bagi lingkungan jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Metode yang terbaik cara untuk mengatasi masalah pencemaran zat warna methylene blue adalah dengan menggunakan karbon aktif untuk adsorbsi. Salah satu jenis biomassa dapat digunakan membuat adsorben karbon aktif ialah limbah kulit (endocarp) tanduk kopi. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan menggunakan kulit singkong dengan activator HPO3. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh lama waktu kontak dan bahan pengaktifan terhadap terhadap penyisihan zat warna Methylene blue. Proses pembuatan karbon aktif menggunakan pada suhu karbonisasi 500oC selama 1 jam. Kemudian diaktivasi  menggunakan NaOH 2, 3, 4 M selama 24 jam. Kemudian diuji kadar air, kadar abu, dan Volatile matter, fixed carbon dan uji adsorbsi karbon aktif terhadap Methylene blue, karakterisasi karbon aktif menggunakan Scanning Electron Microscope - Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). Hasil penelitian menunjukkan kadar air 2.539%, kadar abu 5.510%, Volatile matter 22.404%, Fixed carbon 69.546%, kapasitas penyerapan dan efesiensi penyerapan pada konsentrasi Methylene blue 15 ppm adalah 2,9090 mg/g dan  98,9063% serta kapasitas penyerapan 5,856 mg/g dan efesiensi penyerapan pada konsentrasi Methylene blue 30 ppm adalah 5,8968 mg/g dan 99,2630%.
PEMBUATAN BRIKET DARI CAMPURAN CANGKANG BIJI KARET DAN LIMBAH PADAT KELAPA MUDA DENGAN VARIASI PEREKAT TAPIOKA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF SARAGIH, SINTA DEWI; Zulnazri, Zulnazri; ZA, Nasrul; Faisal, Faisal; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.18987

Abstract

Biomassa merupakan salah satu dari sekian banyak sumber energi alternatif yang ada di Indonesia. Briket dibuat dengan cara mengolah arang tempurung kelapa menjadi arang dan dipres atau dibentuk menggunakan mesin. Penelitian sebelumnya telah menggunakan briket arang dari cangkang biji karet sebagai energi terbarukan. Penelitian ini menggunakan variasi cangkang karet dan limbah padat kelapa muda yang divariasikan dengan beberapa konsentrasi perekat tepung tapioka untuk memenuhi standar SNI. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pengaruh rasio campuran antara cangkang biji karet dan arang limbah padat kelapa muda mempengaruhi kualitas briket, mengkaji bagaimana pengaruh % bahan perekat mempengaruhi kualitas briket, mengetahui standar pembuatan briket guna mengetahui kualitas terbaik dari briket yang dihasilkan dengan melakukan beberapa uji. Metode pirolisis digunakan untuk membuat briket arang untuk mengubah bahan baku dari zat organik menjadi karbon. Studi ini melakukan uji proximate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bahan cangkang biji karet dengan limbah padat kelapa muda 75:25 dengan konsentrasi 10% perekat memberikan kualitas briket arang terbaik yang memiliki karakteristik: kadar air 3,728%, kadar abu 6,861%, volatile matter 13,807%, fixed carbon 75,604% dan nilai kalor sebesar 7.152 cal/g. Melihat dari hasil penelitian ini memiliki karakteristik yang bagus dan tidak mudah hancur serta tidak bejamur bila disimpan. Pemilihan limbah padat kelapa muda kurang tepat jika dijadikan bahan dalam pembuatan briket dan tepung tapioka dapat dimanfaatkan sebagai bahan perekat pada pembuatan briket, karena penggunaan tepung tapioka sebagai perekat tebukti dapat meningkatkan kualitas briket yang dihasilkan.
OPTIMASI KONDISI PROSES TRANSESTERFIKASI IN-SITU DARI BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Pradesti, Salsa; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Mulyawan, Rizka; Bahri, Syamsul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19143

Abstract

Bahan bakar pengganti diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharuhi biasanya terbuat dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Minyak tumbuhan mahoni mengandung 52,5%, yang merupakan minyak non pangan yang mengandung trigliserida dan dapat digunakan untuk membuat biodiesel. Transesterifikasi in situ adalah inovasi dalam produksi biodiesel yang menyederhanakan proses konvensional dengan mengombinasikan proses ekstraksi dan tranesterifikasi menjadi satu tahap. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah pengolahan biodiesel dari biji buah mahoni dengan menggunakan metode response surface methodology (RSM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat biodiesel yang dibuat dari biji mahoni melalui proses transesterifikasi in-situ. Dengan menggunakan RSM (Response Surface Methodology), kami dapat menentukan waktu reaksi dan volume metanol yang ideal untuk transesterifikasi in-situ biodiesel dari biji mahoni. Variabel bebas yang dipelajari adalah variasi volume pelarut (800,900,1000 ml) dan waktu reaksi transesterifikasi in situ (60,120,180 menit) dan diamati hasil optimasinya terhadap yield, densitas, bilangan asam dan viskositas. Yield paling optimal didapat pada variasi volume pelarut dan waktu reaksi 1000 ml dan 180 menit yaitu 28,492%. Hasil GC-MS biodiesel minyak biji mahoni yaitu asam linoleat sebesar 26,76% dan 19,96%, asam oleat 19,31% dan asam stearat sebesar 15,86%.
PEMBUATAN BAHAN DASAR LULUR SCRUBBER DENGAN PENAMBAHAN AROMA TERAPI DARI NILAM Sitorus, Sarifah; Masrullita, Masrullita; Sulhatun, Sulhatun; Sylvia, Novi; Fibarzi, Wiza Ulfa; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.19179

Abstract

Tanaman kemiri mempunyai banyak manfaat bagikehidupan manusia karena hampir semua bagiantanaman dapat dimanfaatkan. Didalam biji kemirimemiliki kandungan minyak yang tinggi yaitu sekitar35%-65% dari berat bijinya. Minyak kemiri digunakanuntuk mengurangi rambut rontok, menjaga kesehatanrambut dan menjaga kelembaban kulit selain itu ampas kemiri memiliki aroma yang khas dan teksturyang sangat lembut sehingga ampas kemiri dapatdiolah menjadi produk yang berguna bagi masyarakat, salah satunya adalah lulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengkaji proses pembuatanlulur ampas kemiri dan pengaruh waktu pengadukanterhadap produk lulur yang dihasilkan. Proses pembuatan lulur menggunakan bahan baku kemiri, aquadest, propil paraben, propilen glikol, trietanolamin, metil paraben 24, parfum nilam, asamstearat dan kertas perkamen. Variabel tetap yaitu asamstearate, trietanolamin , propilen glikol, metil paraben, propil paraben, parfum nilam, minyak zaitun, dan suhupenyimpanan. Sementara itu, variabel bebas yaitu berat ampas kemiri (20 gram, 30 gram, 40 gram, 50 gram) dan waktu pengadukan (2 menit, 4 menit, 6 menit dan 8 menit). Sampel yang telah didapatkemudian diuji, yang meliputi pengujian organoleptik, pengukuran pH, uji daya sebar dan uji stabilitas. Hasil penelitian didapat bahwa lulur dengan kondisioptimum terbaik adalah lulur pada run 2,3,6 dan 7 (konsentrasi 20,30 gram dengan waktu pengadukan 4 dan 6 menit). Hasil yang didapat telah memenuhistandar organoleptik (tidak bau tengik dan tekstursemi padat) dan standart daya sebar (5-7 cm) adalahlulur dengan konsentrasi 20 gram dan 30 gram yaitumemiliki tekstur semi padat dengan daya sebar 5-6,1 cm. 

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026 Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025 Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025 Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024 Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024 Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024 Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023 Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023 Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023 Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023 Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022 Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022 Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Mei 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 More Issue