cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 462 Documents
Pemanfaatan Tanin dari Daun Kemunting (Rhodomyrtus Tomentosa) Sebagai Biosorben Logam Timbal (Pb2+) dengan Pendekatan Response Surface Methodology (RSM) Gusvi Aulia; Meriatna; Zulmiardi Zulmiardi; Suryati; Lukman Hakim; Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.26131

Abstract

Logam berat merupakan unsur berdensitas tinggi yang bersifat toksik dan berbahaya bagi organisme hidup. Adsorpsi menggunakan biosorben alami, seperti tanin dari daun kemunting, menjadi salah satu metode yang potensial untuk menurunkan kadar logam berat di perairan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan tanin daun kemunting dalam menyerap ion Pb²⁺ serta menentukan kondisi adsorpsi yang optimum. Variabel yang dikaji meliputi waktu kontak adsorpsi (30, 45, dan 60 menit) dan massa adsorben (0,8; 1,0; dan 1,2 gram). Tanin daun kemunting diperoleh melalui proses ekstraksi maserasi pada suhu ruang selama 24 jam dan selanjutnya diaktivasi menggunakan larutan NaOH. Optimasi menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada penggunaan massa adsorben sebesar 0,859 gram dengan waktu kontak 55,607 menit, yang menghasilkan nilai desirability sebesar 0,832.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK LIMBAH RUMAH MAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOGAS Mhd Aidil Anwar; Muhammad Muhammad; Zainuddin Ginting; Rozanna Dewi; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.17298

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa untuk menghasilkan energi memiliki potensi yang sangat besar. Perlakuan ini dapat mengurangi permasalahan pengelolaan sampah, polusi, emisi gas rumah kaca, pemanasan global dan penggunaan bahan bakar fosil. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari fermentasi bahan organik oleh bakteri anaerob. Proses pembuatan biogas melibatkan dekomposisi bahan organik secara0anaerobik, di mana mikroorganisme, terutama bakteri penghasil metana, memainkan peran penting dalam menghasilkan energi0alternatif. Proses produksi biogas diawali dengan reaksi hidrolisis, asidogenesis, asetogenesis, dan metanogenesis. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini dengan memanfaatkan limbah rumah makan (RM) dan kotoran sapi (KS) dengan perbandingan 60:40, 70:30, 50:50, 40:60, dan 30:70 dengan dilakukan uji kadar metana dan uji nyala api. Proses produksi biogas yang dihasilkan berada pada pH kisaran 7,4 - 7,7 . Seluruh pH pada proses produksi biogas ini cenderung mendekati netral. Suhu berada dalam kisaran 30oC - 35oC. Suhu tersebut merupakan suhu yang sesuai dengan negara indonesia yang beriklim tropis. Uji kadar metana tertinggi sebesar 41,61% dengan perbandingan sampah dengan kotoran sapi yaitu 60:40 Sedangkan kadar metana terendah terjadi pada minggu ketiga sebesar 38,84% dengan perbandingan sampah dengan kotoran sapi yaitu 70:30. Uji nyala api yang dihasilkan berwarna merah kekuningan yang menandakan gas yang dihasilkan masih mengandung gas pengotor lainnya (H2, CO2 dan N2).
PENGARUH TEGANGAN DAN WAKTU TERHADAP PENURUNAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) DAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA PENGOLAHAN AIR LAUNDRY DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI Siti Nurhaliza; Lukman Hakim; Rizka Nurlaila; Faisal Faisal; Novi Sylvia
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.17697

Abstract

Ada korelasi kuat antara limbah laundry dan kerusakan lingkungan karena kecenderungannya untuk mencemari. Pencemaran limbah cair terjadi di seluruh tahap akhir pencucian pakaian dan sebagian besar terdiri dari pelembut kain dan deterjen. Limbah ini menyebabkan kekeruhan dan mencegah sinar matahari mencapai air. Biasanya, limbah ini segera dibuang. Elektrokoagulasi adalah salah satu cara limbah cucian dapat diolah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pengaruh penurunan TDS, TSS, tegangan, suhu dan waktu pada pengolahan air laundry dengan metode elektrokoagulasi. Tes kinerja yang dilakukan dengan mengisi 5 liter air laundry kedalam reaktor elektrokoagulasi dan  menggunakan tegangan listrik 10 volt, 15 volt, 20 volt dan 25 volt untuk setiap pengujian dengan waktu observasi untuk setiap tes adalah 30 menit, 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah variasi tegangan dan waktu yang berbeda. Pengukuran TDS, EC, pH dan suhu dilakukan dengan menggunakan thermometer dan untuk pengukuran TSS dilakukan dengan menggunakan metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tegangan 25 volt dan waktu kontak selama 120 menit dapat menurunkan kadar TDS dari 1378 mg/L menjadi 227 mg/L, untuk kadar TSS dari 62 mg/L menjadi 13 mg/L, untuk EC dari 1234 µs/cm menjadi 453 µs/cm dan untuk suhu dan pH yang dihasilkan ialah naik dikarenakan energi listrik yang diberikan pada elektroda sehingga menyebabkan panas. Berdasarkan analisa yang dilakukan pada air limbah laundry sesuai dengan Standar Baku Mutu Air Limbah Laundry PermenLHK 68/2016.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS HETEROGEN DARI LIMBAH CANGKANG KERANG DARA (ANADARA GRANOSA) DAN ZEOLIT Putroe Zohara Safura; Azhari Azhari; Wiza Ulfa Fibarzi; Suryati Suryati; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.18893

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif mesin diesel yang berbahan dasar minyak nabati atau lemak hewani. Minyak jelantah merupakan bahan baku minyak nabati yang sudah tidak dapat dikonsumsi lagi sehingga biaya produksinya murah dan ketesediaannya melimpah. Saat memproduksi biodiesel, katalis membantu mengurangi energi aktivasi sehingga memungkinkan reaksi terjadi lebih cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisik dan kimia biodiesel yang dihasilkan dari campuran minyak jelantah menggunakan bahan katalis cangkang kerang dara (Anadara Granosa) dan zeolite. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah pencampuran cangkang kerang dara (anadara granosa) dengan zeolit sebagai katalis dalam penelitian biodiesel. Cangkang kerang dara dikalsinasikan selama tiga jam pada suhu 850°C, proses transesterifikasi dilakukan selama 90 menit. perbandingan molar minyak terhadap metanol 1:10 dengan menggunakan perubahan suhu 50°C, 55°C, 60°C dan 70°C serta berat katalis sebesar 3%, 4%, 5%, dan 6% massa minyak. Hasil pengujian biodiesel terbaik dicapai pada suhu 70°C dan berat katalis 4% dengan yield sebesar 78,72%.
PENENTUAN KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA EKSTRAKSI MINYAK JAGUNG DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT N-HEKSANA angga saputra; muhammad muhammad; Nasrul ZA; Meriatna Meriatna; Masrullita Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.20392

Abstract

Jagung dengan nama ilmia yaitu Zea Mays L , selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak, diambil minyaknya (dari biji), dibuat menjadi tepung, dan dijadikan sebagai bahan baku industri. Minyak jagung merupakan trigliserida yang disusun oleh gliserol dan asam-asam lemak. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan minyak jagung dari biji jagung. Mempelajari pengaruh waktu dan suhu untuk mengestraksi bahan baku jagung dengan pelarut t n-heksana dan memancarkan laju perpindahan massa minyak jagung dari biji jagung. Tahap pertama yang dilakukan pada ekstraksi minyak jagung dengan pelarut n-heksana pada variasi suhu (50 0 C, 55 0 C, 60 0 C) dan waktu (60 menit, 90 menit, 120 menit). Tahap kedua sampel dilakukan uji pada yaitu uji nilai densitas, viskositas dan menentukan nilai difusivitas juga mengalirkan laju perpindahan massa pada minyak jagung. Dari hasil penelitian diperoleh nilai difusivitas tertinggi adalah 0,7 m 2 /s pada suhu 60 0 C dengan waktu 120 menit, nilai viskositas tertinggi adalah 35,14 mm 2 /s pada suhu 60 0 C dengan waktu 120 menit, nilai densitas tertinggi adalah 0,98 ml/gr pada suhu 50 0 C dengan waktu 60 menit. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa suhu dan waktu berpengaruh terhadap nilai difusivitas, viskositas, densitas, dan nilai perpindahan massa. Pada suhu yang tinggi dapat meningkatkan nilai koefisien koefisien evolusi massanya dan pada waktu ekstraksi yang lama juga mengakibatkan nilai koefisien koefisien evolusi massanya berkurang ataupun tidak signifikan. Perpindahan massa yang terjadi pada minyak jagung diperoleh berdasarkan kurva hubungan antara ˆ’ln ((𝐶 𝐴𝑠 ˆ’𝐶 𝐴𝑙 ) / (𝐶 𝐴𝑠 ˆ’𝐶 𝐴𝑙 0 )) versus waktu dan suhu. Penelitian ini telah melaporkan bahwa yang membedakan dari hasil penelitian sebelumnya adalah perbedaan dalam menentukan variabel, bahan baku, dan hal yang mempengaruhi untuk memperoleh nilai koefisien perubahan massa (K LJ ). Penelitian sebelumnya lebih banyak cinderung mendapatkan nilai koefisien perpindahan massanya (K LJ ) dengan melakukan perbandingan antara pelarutan, kecepatan pengaduk, massa bahan baku, ukuran partikel bahan baku dan volume pelarut, sedangkan pada penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu dan waktu untuk melihat pengaruh terhadap nilai koefisien perpindahan massa (K LJ ).
ANALISA KARAKTERISTIK SEDIAAN MASKER PEEL-OFF DARI SARI BUAH STRAWBERRT DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH BUBUK CANGKANG TELUR sri juniati; Eddy Kurniawan; Faisal faisal; Sulhatun sulhatun; jalal uddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masker peel-off adalah jenis masker gel yang diaplikasikan pada kulitnya, kemudian didalam jangka waktu tertentu membentuk lapisan film yang tidak terlihat dan elastisitas. Setelah kering, masker ini dapat dilepas dengan mudah tanpa dibilas. Masker wajah memiliki beberapa keuntungan, tergantung pada bahan utama yang digunakan dalam produk tersebut. Ini termasuk membersihkan kulit, mempermudah bekas jerawat, mengurangi pori-pori, dan bahkan menandai area halus di wajah. Bubuk cangkang telur digunakan sebagai zat aktif dalam penelitian ini, dan dmdm hydantoin digunakan sebagai pengawet. Pengujian dilakukan selama satu minggu untuk menganalisis fitur produk dengan menggunakan berbagai perbandingan PVA (Polyvinyl Alcohol) sebanyak 8, 10 , 12 gram, serta CMC (Carboxymethyl Cellulose) sebanyak 0, 1, 3, dan 5 gram. Setiap sediaan dievaluasi berdasarkan beberapa parameter, yaitu pH, daya sebar, organoleptik, waktu kering, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik masker dapat dipengaruhi oleh perbedaan massa bahan. Formula yang menggunakan 10 gram PVA : 1 gram CMC menurunkan standar SNI, dengan pH antara 7,3 dan 7,5, daya sebar 5 sampai 5,1 cm, waktu kering 25 sampai 26 menit, homogenitas baik, dan hasil organoleptik terbaik. Formula ini, dikenal sebagai formula 6, dinyatakan sebagai formula yang paling optimal.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT DAN AMPAS KOPI MENJADI BIOPELET SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Riahni Dima Annisa Sinaga; Rizka Mulyawan; Rizka Nurlaila; Zainuddin Ginting; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.20800

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi akibat pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi memerlukan pengembangan sumber energi alternatif berkelanjutan seperti biopelet. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknologi biopelet dari limbah kulit kopi dan ampas kopi melalui optimalisasi jenis dan persentase perekat. Metodologi penelitian terdiri dari tiga fase utama: preparasi bahan, modifikasi pencampuran perekat dan sintesis biopelet. Hasil terbaik diperoleh dari penelitian ini adalah pada rasio persen berat bahan baku kulit kopi dan ampas kopi 0 : 100 dengan berat perekat 10% dihasilkan kadar air sebesar 7,09%, kadar abu sebesar 0,79%, kadar karbon terikat sebesar 31,423% dan untuk kadar zat menguap sebesar 67,79%. Pada pengujian nilai kalor tertinggi diperoleh pada rasio persen berat bahan baku kulit kopi : ampas kopi 100:0 dengan berat perekat 10% sebesar 5802,39 kal/g. Nilai kerapatan terbaik diperoleh pada rasio persen berat bahan baku kulit kopi : ampas kopi 0 : 100  dengan berat perekat 10% sebesar 1,2 gr/cm3. Berdasarkan penelitian ini bahwa biopelet dengan berbahan baku ampas kopi dan sekam kopi dapat dijadikan bahan bakar alternatif. Hal tersebut sudah memenuhi standar SNI 8021:2014.
Analisa Pengaruh Konsentrasi Pelarut Dan Suhu Ekstraksi Terhadap karakteristik Pektin Dari Jeruk Bali (Citrus maxima) Nanda Aulia Risma; Agam Muarif; Sulhatun Sulhatun; Fikri Hasfita; Wusnah Wusnah
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.22372

Abstract

Pektin merupakan asam poligalakturonat yang berbentuk rantai panjang dan tidak bercabang serta memiliki gugus metil ester. Pektin membentuk koloid dan gel dalam larutan sehingga dapat digunakan sebagai penstabil dalam industri farmasi dan makanan. Kebutuhan pektin di Indonesia cenderung mengalami peningkatan di setiap tahun. Jeruk bali merupakan tanaman buah yang mengandung banyak komponen nutrisi yang terkandung didalamnya. Sebagian besar komponen jeruk bali terletak dalam kulitnya, diantaranya terdapat senyawa alkaloid, flavonoid, likopen, vitamin C, serta yang paling dominan adalah pektin dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi dan konsentrasi pelarut terhadap pektin yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut HCl lalu dilakukan pengendapan pektin dengan menambahkan etanol 96% kedalam filtrat pektin dengan perbandingan 1:1 dan didiamkan selama 24 jam, kemudian endapan dicuci menggunakan etanol 96% untuk menghilangkan sisa asam dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50oC selama 5 jam untuk mendapatkan pektin kering. Variabel tetap dalam penelitian ini adalah berat bubuk sampel 10 gram dan volume pelarut 250 ml. Varibel bebas dalam penelitian ini yaitu konsentrasi pelarut 0,1N, 0,15N, 0,2N, dan 0,25N dan suhu 60oC, 70oC, 80oC dan 90oC. Karakteristik yang dianalisa adalah yield, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar galakturonat, derajat esterifikasi dan uji FTIR. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi pelarut dan suhu ekstraksi sangat berpengaruh terhadap hasil pektin yang didapatkan. Semakin tinggi konsentrasi pelarut dan suhu ekstraksi maka hasil rendemen, kadar metoksil dan kadar galakturonat akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pektin dengan yield tertinggi 18,8%, kadar air terendah 5,20%, kadar metoksil tertiggi 8,618%, dan kadar galakturonat tertinggi 78,848%. Kata Kunci : Asam Klorida, Ekstraksi, Pektin, Kulit Jeruk Bali, dan Suhu
EKSTRAKSI MINYAK BIJI MIMBA (Azadirachta Indica A. Juss) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL YANG RAMAH LINGKUNGAN Reca Anggraini; Leni Maulinda; Nasrul ZA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.22499

Abstract

Kelangkaan dan keterbatasan energi fosil mendorong pengembangan bahan bakar alternatif berbasis sumber daya terbarukan, contoh biodiesel yang terbuat dari minyak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi suhu dan waktu ekstraksi terhadap minyak biji mimba (Azadirachta indica A. Juss) menjadi bahan baku biodiesel ramah lingkungan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode refluks dengan pelarut etil asetat pada variasi suhu 75°C, 80°C, 85°C, 90°C, dan 95°C serta variasi waktu 60, 75, 90, 105, dan 120 menit. Parameter yang dijelaskan meliputi % rendemen, densitas, viskositas, bilangan asam, % asam lemak bebas (% ALB), serta karakterisasi menggunakan FTIR dan GC-MS. Dimana pada penelitian ini % hasil optimum pada suhu 95°C selama 120 menit sebesar 45,294%. Kepadatannya sebesar 0,9241 gr/ml. Viskositas sebesar 4,9453 mm²/s. bilangan asam pada suhu 75°C selama 60 menit, tercatat sebesar 0,3 mg-KOH/gr. % ALB sebesar 0,192%. Selain itu, analisis GC-MS terdapat 24 puncak trigliserida, dan analisis FTIR mendeteksi 8 panjang gelombang
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA PLAT BAJA ST 41 DALAM MEDIA AIR LAUT Wirdatul Jannah; Ishak Ibrahim; Sulhatun; Suryati; Fikri Hasfita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.22678

Abstract

Korosi adalah salah satu bentuk kerusakan serius yang kerap terjadi pada logam, khususnya yang terpapar lingkungan agresif seperti air laut. Kerusakan ini dapat menyebabkan degradasi material serta penurunan sifat mekanik logam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) sebagai inhibitor alami dalam menghentikan laju korosi pada baja karbon tipe ST 41 yang direndam dalam media air laut.Pengujian dilakukan dengan merendam sampel baja dalam larutan air laut yang telah ditambahkan ekstrak daun jambu biji dengan variasi konsentrasi sebesar 0,12 gr/ml, 0,14 gr/ml, 0,18 gr/ml, 0,24 gr/ml, dan 0,34 gr/ml, serta satu sampel kontrol tanpa inhibitor (0 gr/ml). Waktu perendaman ditentukan selama 5, 8, 11, dan 14 hari. Evaluasi korosi dilakukan berdasarkan pengukuran kehilangan massa (weight loss), sementara efisiensi inhibitor dihitung dari tingkat penurunan laju korosi dibandingkan sampel tanpa inhibitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun jambu biji memberikan pengaruh signifikan dalam menekan laju korosi baja ST 41. Efisiensi inhibitor tertinggi tercapai pada konsentrasi 0,34 g/mL dengan kehilangan massa terendah sebesar 0,015 gram setelah 14 hari perendaman. Sebaliknya, kehilangan massa tertinggi sebesar 0,086 gram tercatat pada sampel tanpa inhibitor. Laju korosi tertinggi yang dicatat sebesar 1950,09 mpy terdapat pada sampel tanpa ekstrak, sedangkan laju korosi terendah sebesar 59,83 mpy diperoleh pada konsentrasi 0,34 g/mL setelah 14 hari. Pembentukan lapisan pasif yang dihasilkan oleh senyawa aktif dalam ekstrak daun jambu biji diduga menjadi penyebab utama penghambatan korosi, karena mampu melapisi permukaan logam dan menghalangi interaksi langsung dengan media korosif. Dengan demikian, ekstrak daun jambu biji berpotensi sebagai inhibitor alami yang efektif untuk menekan laju korosi baja ST 41 dalam lingkungan air laut.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026 Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026 Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026 Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026 Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025 Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025 Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024 Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024 Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024 Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023 Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023 Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023 Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023 Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022 Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022 Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Mei 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2022 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 More Issue