cover
Contact Name
debie anggraini
Contact Email
scientificj.id@gmail.com
Phone
+6281277167619
Journal Mail Official
scientific.journal@scientic.id
Editorial Address
Jalan Khatib Sulaiman, Kel. Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Scientific Journal
ISSN : 28100204     EISSN : 28100204     DOI : https://doi.org/10.56260/sciena
Core Subject : Health, Science,
Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion Articles. It Is published six times a year and serves the need of scientific and non-scientific personals involved/interested in Natural Science (Physics, Chemistry, Electronics, Mathematics, Astronomy, Oceanography, Engineering), Social Science, Economics, Biology and Medicine. Each issue covers topics, which are of broad readership interest to personals from General Public, Industry, Clinicians, Academia, and Government. Scientic Journal is a must read journal for every one with curiosity in science.
Articles 188 Documents
Media Supuratif Kronik di Poliklinik THT RSUP Dr. M. Djamil Tahun 2020-2022 Triola, Seres; Andraini, Mia; Khomeini; Ashan, Haves
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.129

Abstract

Latar belakang: Otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah peradangan kronis pada telinga tengah berlangsung lebih dari 2-6 minggu, ditandai dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya cairan dari telinga (otorea). OMSK terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe aman dan tipe berbahaya. OMSK tipe bahaya sering berkaitan dengan kolesteatoma dan sering menyebabkan komplikasi. Prinsip terapinya adalah pembedahan, yaitu mastoidektomi, dengan atau tanpa timpanoplasti. Pada tipe aman dapat dilakukan terapi medikamentosa dan terapi pembedahan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran terapi pada pasien otitis media supuratif kronik di poliklinikTHT RSUP DR. M. Djamil tahun 2020-2022. Metode: Penelitian  ini mencakup ruang lingkup ilmu kedokteran THT, penelitian ini dilakukan di poli THT RSUP DR. M. Djamil dari bulan Maret 2023 sampai Desember  2023, penelitian  ini merukakan penelitian deskriptif kategorik dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis pasien di RSUP DR. M. Djamil Padang. Populasi terjangkau dari penelitian ini adalah pasien yang menjalani terapi di diagnosis otitis media supuratif kronik, di Poliklinik THT RSUP Dr. M. Djamil tahun 2020-2022 dengan 110 sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data univariate disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 23.0. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar pasien OMSK berusia remaja akhir sebanyak 40 orang (36,4%) dengan jenis kelamin pada laki-laki sebanyak 60 orang (54,5%). Sementara itu berdasarkan faktor risiko OMSK banyak dijumpai faktor risiko perempuan sebanyak 50 orang (45,5%). Tipe perforasi membran timpani yang banyak dijumpai pada pasien OMSK adalah subtotal sebanyak 63 orang (57,3%). Tipe OMSK yang banyak dijumpai adalah tipe aman sebanyak 64 orang (58,2%). Terapi tipe aman yang banyak dijumpai pada pasien OMSK adalah antibiotik sistemik sebanyak 59 orang (92,2%) dengan pembedahan timpanoplasti  sebanyak 54 orang (84,4%). Terapi tipe bahaya yang banyak dijumpai pada pasien OMSK adalah antibiotik sistemik sebanyak 46 orang (100%) dengan pembedahan timpanomastoidektomi sebanyak 39 orang (84,8%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien OMSK di RSUP Dr. M. Djamil berdasarkan kelompok usia adalah remaja akhir dengan  jenis kelamin laki-laki. Sementara itu berdasarkan  faktor risikonya jenis kelamin perempuan memiliki persentase yang tinggi dibandingkan faktor risiko lainnya. Tipe perforasi membran timpani yang banyak dijumpai adalah subtotal, sedangkan untuk tipe OMSKnya yaitu aman. Untuk terapi tipe aman yang sering diberikan  adalah antibiotik  sistemik dan pembedahan  timpanoplasti  dan untuk tipe bahaya  yaitu antibiotik sistemik dan pembedahan timpanomasteodektomi.
Hubungan Status Pekerjaan dengan Kejadian Pterigium di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Kota Padang Tahun 2021 – 2022 Ashan, Haves; Ainun Nabila, Syafa; Susanti, Melya; Triola, Seres
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.130

Abstract

Latar belakang: Pterigium adalah pertumbuhan fibrovaskular konjungtiva yang berbentuk sayap yang dapat mencapai kornea. Daerah tropis seperti Indonesia, memiliki resiko 44 kali lebih tinggi terkena Pterigium di bandingkan dengan daerah non-tropis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status pekerjaan dengan kejadian pterigium di rumah sakit islam siti rahmah tahun 2021-2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan menggunakan Metode Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Poli Mata Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Kota Padang tahun 2021-2022 sebanyak 86. Hasil: Analisis univariat menujukkan usai terbanyak adalah 18-65 tahun yaitu 54 orang (62,8%), jenis kelamin terbanyak adalah Perempuan yaitu 50 orang atau (58,1%), status pekerjaan terbanyak adalah indoor yaitu 65 orang (75,6%), dan pasien yang mengalami pterigium sebanyak 43 orang (50,0%). Analisis bivariat dengan uji chi square mendapatkan nilai p value sebesar 0,045 yang mejelasakan ada hubungan yang signifikan status pekerjaan dengan kejadian ptarigium. Kesimpulan: Terdapat hubungan status pekerjaan dengan kejadian pterigium di Poli Mata Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Kota Padang Tahun 2021 - 2022.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Upaya Pencegahan Kekambuhan Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Nanggalo Tahun 2023 Putri, Advina; Sjaaf, Fidiariani; Eldrian , Febianne; Oktora, Meta Zulyati
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.131

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi ditimbulkan karena adanya suatu peningkatan abnormal tekanan darah melebihi nilai normal yaitu tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg diukur minimal dua kali dalam posisi duduk. Hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, usia, genetik, pola makan, dan stress. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan upaya pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia di Puskesmas Nanggalo tahun 2023. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif kategorik. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah semua lansia hipertensi di Puskesmas Nanggalo tahun 2023 sebanyak 63 sampel dengan teknik purposive sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 26.0. Hasil: Usia terbanyak adalah lanjut usia (elderly) yaitu 38 orang (60,3%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 48 orang (76,2%), pendidikan terakhir terakhir terbanyak adalah SD yaitu 23 orang (36,5%),tingkat pengetahuan hipertensi dikategorikan kurang yaitu 28 orang (44.4%),dan upaya pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia dikategorikan kurang yaitu 31 orang (49,2%). Kesimpulan: Usia terbanyak adalah lanjut usia (elderly), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, pendidikan terakhir terbanyak adalah SD,tingkat pengetahuan hipertensi dikategorikan kurang,dan upaya pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia dikategorikan kurang.
Serum Based Marker untuk Pemeriksaan Laboratorium Karsinoma Mamae Donaliazarti
Scientific Journal Vol. 3 No. 2 (2024): SCIENA Volume III No 2, March 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i2.132

Abstract

Kanker merupakan masalah kesehatan utama di dunia dan salah satu penyebab penting morbiditas dan mortalitas pada anak dan dewasa. Kanker disebabkan oleh proliferasi sel yang tidak terkontrol dan penyebaran klon sel ganas. Karsinoma mammae adalah tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara dan merupakan kanker yang paling banyak mengenai wanita, sekitar satu juta kasus baru didiagnosis setiap tahunnya. Penanda tumor adalah suatu senyawa yang dapat diukur dalam darah, jaringan tumor atau cairan tubuh lainnya yang digunakan untuk membantu  deteksi kanker dan atau terapinya. Penanda tumor karsinoma mammae dibagi menjadi tiga yaitu penanda yang terdapat pada serum (serum based marker), penanda yang terdapat pada jaringan (tissue based marker), dan penanda genetik (genetic marker). Serum based marker di antaranya MUC-1 (CA 15.3, CA 27.29), CEA, sitokeratin (TPA, TPS, CYFRA 21-1), sHER-2 dan proteomic. Pemeriksaan serum based marker banyak dilakukan karena lebih ekonomis dan tidak invasif. European Group for Tumor Markers dan NACB menyatakan bahwa pengukuran penanda tumor secara berkala penting untuk memantau pasien karsinoma mammae dalam rangka deteksi awal terjadinya rekurensi, karena penanda tumor sering meningkat sebelum munculnya tanda klinis atau radiologis. Pemeriksaan serial penanda tumor juga berguna untuk menentukan prognosis dan pemantauan terapi.  
Teknik Millard Modifikasi pada Labiopalatoskizis Komplit Unilateral: Case Report with Literature Review Fortuna, Fory; S, Rahmawati
Scientific Journal Vol. 3 No. 2 (2024): SCIENA Volume III No 2, March 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i2.133

Abstract

Labiopalastokizis atau yang biasa dikenal di masyarakat dengan sebutan bibir sumbing atau celah bibir, baik ada atau tanpa celah langit – langit. Labiopalastokizis merupakan kelainan kongenital kraniofasial, yang bersifat unilateral atau bilateral. Seorang pasien perempuan berusia 10 bulan datang ke Poliklinik Bedah Plastik Rumah Sakit Universitas Andalas, karena terdapat celah pada bibir dan langit-langit sejak lahir, pasien sering tersedak saat minum karena ada celah tersebut. Salah satunya teknik millard yang sudah banyak dipakai pada kasus ini. Ide inovatif Millard berdampak besar pada operasi bibir sumbing, tetapi melalui kegigihan dan tinjauan kritis terhadap hasil pasca operasi, modifikasi muncul. Labiopalastokisis merupakan masalah yang harus dihadapi dengan melakukan pembedahan.
Gambaran Severitas Covid-19 pada Pasien Komorbid Hipertensi di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2021 Mitra, Efriza; Handayani, Yuni; Maharani, Ridya Kartika
Scientific Journal Vol. 3 No. 2 (2024): SCIENA Volume III No 2, March 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i2.134

Abstract

Latar belakang: COVID-19 adalah salah satu penyakit menular yang di sebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrom 2. Gejala yang disebabkan oleh virus ini mulai dari ringan, sedang, berat hingga keritis. berdasarkan hasil yang telah di observasi didapatkan bahwa kebanyakan kasus yang parah dan sangat fatal dari penderita COVID-19 ialah terjadi pada orang tua atau pasien yang memiliki riwayat penyakit komorbid. Salah satu komorbid dari COVID-19 yang memiliki presentase tinggi adalah hipertensi. Hipertensi akan menjadi suatu keadaan yang memperparah infeksi COVID-19 dan bahkan menjadi patogenesis munculnya infeksi COVID-19.  Tujuan: Untuk mengetahui gambaran severitas COVID-19 pada pasien dengan komorbid hipertensi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Penyakit Paru. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Desember 2022. Jenis penelitian adalah cross sectional study. Populasi terjangkau pada penelitian adalah pasien COVID-19dengan komorbid hipertensi  di RSUP Dr. M Djamil Padang sebanyak 81 sampel dengan teknik concecutive sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 25.0. Hasil: Usia terbanyak adalah >60 tahun yaitu 45 orang (55,6%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 47 orang (58,0%), hipertensi terbanyak adalah derajat 1 yaitu 38 orang (46,9%), severitas COVID-19 terbanyak adalah ringan yaitu 48 orang (59,3%), penggunaan obat anti hipertensi terbanyak adalah tidak yaitu 58 orang (71,6%). Kesimpulan: severitas COVID-19 terbanyak adalah ringan yaitu 48 orang (59,3%).
Peran Adiponektin Serum pada Pasien Skizofrenia Terapi Antipsikotik Amran, Rika
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.135

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan fungsi mental dengan gejala gangguan persepsi (delusi, waham), dan gangguan realitas. Terapi untuk skizofrenia adalah antipsikotik.  Rekomendasi untuk penggunaan anti psikotik grup 1 (APG 1) karena miliki efek samping metabolik yang  rendah tetapi memiliki efek ekstrapiramidal yang tinggi. Sedangkan, anti psikotik grup2 (APG 2) memiliki efek ekstrapiramidal yang rendah namun dapat menyebabkan penambahan berat badan dan perubahan metabolisme yang signifikan yang dapat meningkatkan risiko diabetes dan meningkatkan  kadar kolesterol. Obat antipsikotik yang bertindak sebagai antagonis pada reseptor dopamin D2 di Jalur tuberoinfendibular sehingga dapat merangsang pelepasan prolaktin. Prolaktin tersebut berkaitan dengan perkembangan diabetes melitus tipe 2 melalui jalur pensinyalan insulin. Kemudian, prolaktin mempengaruhi produksi adipokin dengan menekan produksi adiponektin.  Adiponektin  adalah  protein  turunan  adiposa  yang  berkaitan  dengan sensitivitas insulin, pertambahan berat badan, dan antiinflamasi. temuan menunjukkan bahwa pasien skizofrenia sering memiliki kadar adiponektin yang lebih rendah daripada orang sehat.
Gejala Tonsilitis Kronik pada Anak Fitriani, Novia; Herlambang Sulistio, Shidiq; Ruhsyahadati; Yulhasfi Febrianto, Budi; Hasni, Dita
Scientific Journal Vol. 3 No. 2 (2024): SCIENA Volume III No 2, March 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i2.136

Abstract

Pendahuluan: Tonsilitis adalah infeksi dan inflamasi yang terjadi di tonsil. Tonsilitis dapat ditemui dari segi jenis kelamin, ukuran tonsil, dan usia. Anak yang berusia 6 – 12 tahun sering mengalami tonsilitis karena membengkaknya tonsil palatina yang disebabkan oleh infeksi cincin waldeyer. Bermain di area sekolah dan di luar rumah memicu anak – anak sering memakan makanan ringan, makanan cepat saji, dan bahan mengandung monosodium glutamate (MSG) yang merupakan faktor terjadinya tonsilitis pada anak. Kondisi sulit menelan yang sering terjadi berulang – ulang disebut tonsilitis kronik. Literature review ini bertujuan untuk mengetahui gejala tonsilitis kronik pada anak. Metode: Metode yang digunakan adalah study literature dengan mereview berbagai jurnal terkait dengan gejala tonsilitis kronik pada anak. Pencarian artikel menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan PubMed. Terdapat 12 jurnal teks lengkap dan sesuai kelayakan. Hasil: Kedua studi memenuhi kriteria menunjukkan bahwa banyak gejala yang dapat penyebabkan tonsilitis kronik pada anak. Kesimpulan: Berdasarkan hasil review dua belas artikel disimpulkan bahwa tujuh dari seluruh provinsi di Indonesia, tonsilitis kronis merupakan penyakit tertinggi setelah nasofaringitis, dilihat dari sampel terbanyak pada penderita tonsilitis berjenis kelamin perempuan, usia yang rentan mengidap tonsilitis kronik yaitu 5 tahun, dilihat dari segi ukuran T3-T3 merupakan ukuran terbanyak pada penderita tonsilitis.
Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Resiko Hipertensi pada Lansia Riyada, Fauziatul; Amanah Fauziah, Suci; Liana, Nana; Hasni, Dita
Scientific Journal Vol. 3 No. 1 (2024): SCIENA Volume III No 1, January 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i1.137

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan masalah global dan prevalensinya terus meningkat hingga mencapai tingkat mengkhawatirkan. Penyakit ini sering disebut sebagai the silent killer karena penderitanya tidak mengalami keluhan atau gejala, sehingga penderitanya tidak mengetahui bahwa dirinya terkena hipertensi, dan banyak orang baru mengetahuinya setelah terjadinya komplikasi. Hipertensi menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia setiap tahunnya terutama pada kelompok usia lanjut. Hal inilah yang mendasari WHO menetapkan salah satu target global penyakit tidak menular adalah menurunkan prevalensi hipertensi sebesar 33% antara tahun 2010 dan 2030 (WHO, 2023). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya resiko hipertensi pada lansia. Metode : Metode yang digunakan adalah systematic/literature review. Penelitian dikumpulkan melalui pencarian di Google Scholar dan PubMed yang dipublikasi dari tahun 2019-2023 dengan kata kunci Faktor, Hipertensi, Lansia. 16.100 hasil ditemukan dari Google Scholer dan 959 Hasil ditemukan dari PubMed, dan terdapat 10 jurnal yang sesuai dengan kelayakan. Hasil : Berdasarkan hasil review jurnal yang telah dilakukan, kejadian hipertensi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, usia, genetik, jenis kelamin, konsumsi garam dan lemak berlebih, obesitas, stress, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol dan kopi. Kesimpulan : Seseorang akan lebih rentan mengalami hipertensi apabila terdapat anggota keluarga dengan riwayat penyakit hipertensi. Selain itu, seseorang yang berusia di atas 65 tahun dan mempunyai penyakit seperti obesitas dan gangguan ginjal juga berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi. Ketika seseorang yang telah didiagnosis mengalami hipertensi, orang tersebut harus menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari tatalaksana pengendalian tekanan darah/hipertensi. Faktor risiko hipertensi bisa kita kontrol melalui pola makan dan gaya hidup yang sehat, tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol, serta kurangi konsumsi garam dan lemak.
Efek Diet Ketogenik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Hermalia, Beni; Salsabilah, Syifa; Jelmila, Sri Nani; Hasni, Dita
Scientific Journal Vol. 3 No. 1 (2024): SCIENA Volume III No 1, January 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i1.138

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit gangguan metabolik yang sampai saat ini masih menjadi masalah tertinggi di dunia dan Indonesia. Manajemen pola makan dianggap sebagai komponen penting dalam manajemen diabetes. Diet ketogenik (DK) dilaporkan memberikan efek yang baik dalam penatalaksanaan terapeutik pasien DMT2 dengan memperbaiki parameter glukosa darah, profil lipid dan antropometri, namun pemahaman yang tepat tentang praktik pemberiannya diperlukan agar efektif dalam meningkatkan parameter DMT2. Metode: Metode yang digunakan adalah study literature dengan mereview berbagai jurnal terkait dengan efek diet ketogenic pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Pencarian artikel menggunakan 2 database Google Scholar dan Pubmed. Terdapat 10 jurnal teks lengkap dan sesuia kelayakan Hasil: Beberapa hasil penelitian menunjukkan Diet Ketogenic (DK) dapat memberikan dampak positif terhadap perbaikan parameter pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Kesimpulan: Berdasarkan hasil review dari 10 artikel dapat disimpulkan bahwa Diet Ketogenik (DK) memiliki perubahan positif pada parameter Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) yaitu pada glukosa darah dan antropometri. Namun pengaruh diet ketogenik terhadap parameter profil lipid tidak selalu memberikan hasil yang baik. Untuk itu diperlukan pengawasan dari tenaga medis/dokter, nutrisionis atau dietesien agar diperoleh pilihan bahan makanan yang baik dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2).

Page 10 of 19 | Total Record : 188