cover
Contact Name
debie anggraini
Contact Email
scientificj.id@gmail.com
Phone
+6281277167619
Journal Mail Official
scientific.journal@scientic.id
Editorial Address
Jalan Khatib Sulaiman, Kel. Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Scientific Journal
ISSN : 28100204     EISSN : 28100204     DOI : https://doi.org/10.56260/sciena
Core Subject : Health, Science,
Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion Articles. It Is published six times a year and serves the need of scientific and non-scientific personals involved/interested in Natural Science (Physics, Chemistry, Electronics, Mathematics, Astronomy, Oceanography, Engineering), Social Science, Economics, Biology and Medicine. Each issue covers topics, which are of broad readership interest to personals from General Public, Industry, Clinicians, Academia, and Government. Scientic Journal is a must read journal for every one with curiosity in science.
Articles 188 Documents
Karakteristik Pasien Operasi di ICU RSUD M. Natsir Solok Tahun 2023 Mustiadji, Adji; Raziq Jamil, Abdul; Hadi, Jon
Scientific Journal Vol. 3 No. 2 (2024): SCIENA Volume III No 2, March 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i2.141

Abstract

Pendahuluan: ICU (Intensive Care Unit) merupakan unit pelayanan yang dirancang khusus untuk menangani pasien dengan kondisi kritis pasca operasi. Pemantauan intensif di ICU menjadi penting untuk pasien yang menjalani laparotomi, mengingat risiko tinggi komplikasi dan mortalitas.  Tujuan penelitian: untuk mengevaluasi karakteristik pasien pasca operasi yang dirawat di ICU RSUD M. Natsir Solok sepanjang tahun 2023, dengan fokus pada diagnosis utama, distribusi berdasarkan jenis kelamin dan usia, serta outcome pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari seluruh pasien post operasi yang dirawat di ICU RSUD M. Natsir Solok selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2023. Analisis dilakukan terhadap 60 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan fokus pada diagnosis post operasi, jenis kelamin, usia, dan outcome pasien.Hasil: Dari 60 pasien yang diteliti, mayoritas (43 pasien) memiliki diagnosis post laparotomy, dengan peritonitis sebagai indikasi paling umum. Distribusi jenis kelamin menunjukkan lebih banyak pasien perempuan (33 pasien) dibandingkan laki-laki (27 pasien). Sebagian besar pasien berusia di atas 40 tahun (40 pasien). Dari sisi outcome, 49 pasien berhasil selamat dan dipindahkan ke perawatan biasa setelah dirawat di ICU, sementara 11 pasien meninggal dunia. Kesimpulan: Mayoritas pasien post operasi yang dirawat di ICU RSUD M. Natsir Solok menjalani laparotomi, terutama karena peritonitis. Tingginya angka kasus peritonitis menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi cepat. Pasien yang lebih tua dan perempuan lebih berisiko mengalami komplikasi, yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan perawatan. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas perawatan di ICU, terutama dalam hal pemantauan intensif dan penanganan komorbiditas, sangat penting untuk meningkatkan outcome pasien.
Gambaran Pneumonia pada Penderita Stroke yang Dirawat di Ruang Rawat Inap Neurologi RSUD M. Natsir Asril, Asrizal; Nikmawati, Sari
Scientific Journal Vol. 3 No. 2 (2024): SCIENA Volume III No 2, March 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i2.142

Abstract

Latar Belakang : Stroke sampai saat ini masih merupakan masalah besar dibidang kesehatan, baik di negara maju maupun negara berkembang, termasuk di Indonesia. Komplikasi medis yang umum terjadi pada stroke adalah pneumonia. Penderita stroke di RSUD M Natsir tahun 2023 sebanyak 580 orang yang terdiri dari stroke iskemik 484 orang dan stroke hemoragik 96 orang. Tujuan : Mengetahui gambaran pneumonia pada penderita stroke yang dirawat di RSUD M Natsir. Metode : Studi deskriptif dengan menggunakan data rekam medik penderita stroke yang dirawat di ruang rawat inap Neurologi RSUD M Natsir dari bulan Juni 2023 sampai Desember 2023. Data penderita stroke kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil : Pada penelitian didapatkan, 125 subjek penelitian terdiri dari 97 (78 %) dengan stroke iskemik dan 28 (22%) dengan stroke hemoragik. Penderita stroke yang mengalami pneumonia 28 (22,4 %) yang terdiri dari 16 (57,1%) dengan stroke iskemik dan 12 (42,9%) dengan stroke hemoragik. Berdasarkan jenis kelamin terbanyak laki-laki 16 (57,1%) dan perempuan 12 (42,9%). Berdasarkan umur terbanyak pada 60-69 tahun 10 (35,7%). Berdasarkan klinis dan epidemiologi terbanyak didapatkan CAP (Community Acquired Pneumonia) sebanyak 22 (78,6%). Kesimpulan : Kejadian pneumonia pada penderita stroke yang dirawat di ruang rawat inap Neurologi RSUD M Natsir sebesar 22,4%.
Analisis Faktor Klinis dan Outcome pada Pasien Acute Respiratory Distress Syndrome di ICU RSUD M. Natsir Solok Tahun 2023 Ariadi, Ade; Mustiadji, Adji; Munandar, Irsal
Scientific Journal Vol. 3 No. 2 (2024): SCIENA Volume III No 2, March 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i2.143

Abstract

Latar Belakang: Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) adalah kondisi paru-paru kritis yang memerlukan perawatan di Intensive Care Unit (ICU) dengan angka kematian tinggi, mencapai 60%. ARDS pertama kali didefinisikan oleh Asbaugh dkk (1967) sebagai hipoksemia berat dengan onset akut, infiltrat bilateral pada foto thoraks, dan penurunan compliance paru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasien ARDS di ICU RSUD M. Natsir Solok sepanjang tahun 2023 serta faktor dominan yang terkait dengan kejadian ARDS di rumah sakit tersebut. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari seluruh pasien ARDS yang dirawat di ICU RSUD M. Natsir Solok dari 1 Januari hingga 31 Desember 2023, dipilih dengan teknik total sampling. Data yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, lama rawatan ICU, penggunaan ventilator, dan outcome pasien. Hasil: dari 6 pasien ARDS yang dirawat di ICU, 5 di antaranya adalah laki-laki dan 1 perempuan. Sebagian besar pasien berusia di atas 40 tahun (4 orang). Mayoritas pasien (5 orang) dirawat di ICU kurang dari 7 hari. Sebanyak 5 pasien menggunakan ventilator, dan 5 dari 6 pasien meninggal dunia. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ARDS lebih sering terjadi pada laki-laki dan pasien berusia di atas 40 tahun, dengan tingkat mortalitas yang sangat tinggi, terutama pada pasien yang memerlukan ventilator. Hasil ini menekankan pentingnya intervensi dini dan manajemen tepat untuk meningkatkan outcome pasien ARDS.
Tinjauan Literatur: Faktor Risiko dan Epidemiologi Pneumonia pada Balita Aprilia, Resdamia; Faisal, Fetria; Irwandi; Suharni; Efriza
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.144

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang menyerang saluran nafas bawah yang merupakan penyebabkematian utama pada anak.1 Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), pneumonia mendudukiperingkat pertama penyebab kematian pada anak dengan angka 15% dari seluruh kematian anak dibawah 5 tahun yang menyebabkan kematian 740.180 anak pada tahun 2019. Diperkirakan terdapat 19.000 kematian akibat pneumonia pada tahun tersebut di Indonesia. Sumatera Barat merupakan provinsi dengan kasus pneumonia balita kedua tertinggi di pulau Sumatera. Menurut profil kesehatan Kota Padang balita yang mengalami pneumonia pada 2021 yaitu sebanyak 707 kasus dari perkiraan 1.926 kasus. Tetapi pada tahun 2019 terdapat penurunan yang signifikan yaitu sebanyak 2.723 kasus menjadi 702 kasus pada tahun 2020. Pneumonia menunjukkan adanya gejala inflamasi parenkim paru yang berhubungan dengan pengisian cairan alveoli. Proses inflamasi ini disebabkan karena virus, bakteri dan jamur. Virus dan bakteri merupakan penyebab pneumonia yang sering terjadi, sedangkan jamur jarang dijumpai. Terdapat berbagai faktor resiko yang menyebabkan tingginya angka mortalitas pneumonia pada balita di negara berkembang, antara lain pneumonia yang terjadi pada masa bayi (umur, jenis kelamin, status imunitas, BBLR, status gizi), karakteristik ibu (pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang pneumonia, pekerjaan ibu) maupun faktor lingkungan (polusi udara dalam ruangan, pemukiman padat, jarak ke fasilitas kesehatan).
Efek Menguntungkan Black Garlic terhadap Nilai Indeks Aterogenik Plasma pada Penderita Obesitas Angelica Putriza, Relly; Morawati, Soufni; Dewi, Lidya; Adelin, Prima; Ashan, Haves
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.145

Abstract

Peningkatan berat badan merupakan bertambahnya ukuran berat badan akibat dari konsumsi makanan yang diubah menjadi lemak dan disimpan di bawah kulit. Peningkatan berat badan terjadi apabila hasil penimbangan berat badan lebih besar dibandingkan dengan berat badan sebelumnya. Berat badan yang ideal teradi karena keseimbangan antara asupan dan kebutuhan makanan, sedangkan berat badan yang tidak normal seringkali menjadi tanda awal obesitas, yang kini dikenal sebagai “The New World Syndrome” dan terus meningkat secara global. Obesitas berkaitan dengan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi, yang mempengaruhi profil lipid darah. Indeks Aterogenik Plasma (IAP), yang mengukur rasio TG/HDL, merupakan biomarker kuat untuk memprediksi aterosklerosis dan berhubungan erat dengan obesitas. Studi menunjukkan perbedaan signifikan dalam berbagai parameter kesehatan antara kelompok obesitas dan non-obesitas. Bawang putih hitam (Black garlic), yang kaya akan senyawa allicin dan antioksidan, telah terbukti efektif dalam menurunkan trigliserida dan kolesterol serum serta dapat digunakan untuk mengatasi hiperlipidemia dan hiperglikemia, terutama dalam konteks diet tinggi lemak. Penelitian lebih lanjut menunjukkan potensi bawang putih hitam dalam meningkatkan profil lipid darah dan mencegah komplikasi terkait obesitas.
Hubungan Diabetes Melitus Terhadap Penderita Katarak Damayanti, Fitri; Hondrizal; Hutaperi, Boy; Nani Jelmila, Sri; Ashan, Haves
Scientific Journal Vol. 3 No. 4 (2024): SCIENA Volume III No 4, July 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i4.146

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang dapat diderita seumur hidup disebabkan oleh gangguan metabolisme yang terjadi di organ pancreas, lalu ditandai dengan peningkatan gula darah atau kondisi hiperglikemia disebabkan menurunnya jumlah insulin dari pancreas. Penyakit DM menimbulkan komplikasi baik makrovaskuler maupun mikrovaskuler.. Katarak adalah penyebab utama kebutaan diseluruh dunia yang dapat dicegah. Penyakit katarak adalah penyakit yang ditandai kekeruhan lensa mata sehingga mengganggu proses masuk cahaya ke mata. Katarak bisa disebabkan karena terganggunya mekanisme control keseimbangan air dan elektrolit, karena denaturasi protein lensa atau gabungan keduanya. Katarak merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada penderita diabetes. Penderita DM memiliki kemungkinan lima kali lebih besar terkena katarak karena DM merupakan penyakit metabolik yang terus meningkat setiap tahun dengan peningkatan populasi dan perubahan gaya hidup di era modern. Tingginya kadar gula darah dalam waktu yang Panjang dapat menjadi salah satu komplikasi pada organ lain, seperti mata. Kebutaan karena katarak pada penderita DM sebenarnya merupakan penyebab kebutaan yang dapat diintervesi dengan mengotrol kadar gula darah dan gaya hidup.
Pengaruh Paparan Sinar Ultraviolet terhadap Kesehatan Kulit dan Upaya Pencegahannya : Tinjauan Literatur Riska Nafiah, Sahla; Fitraneti, Elvi; Rizal, Yosse; Primawati, Irma; Ayu Hamama, Dian
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.147

Abstract

Pendahuluan: Indonesia memiliki iklim tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, terutama di daerah sekitar khatulistiwa. Sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, baik akut seperti sunburn dan tanning, maupun kronik seperti penuaan dini dan kanker kulit. Pentingnya penggunaan sunscreen untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV menjadi perhatian, khususnya bagi remaja yang sering beraktivitas di luar ruangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana remaja memahami pentingnya perlindungan kulit dari sinar UV dan penggunaan sunscreen sebagai bagian dari gaya hidup sehat, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran ini di kalangan siswa SMA. Metode: Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Padang dengan melibatkan 1095 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara acak dan dianalisis untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa terkait penggunaan sunscreen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki kesadaran yang cukup tentang pentingnya penggunaan sunscreen. Hanya 40% siswa yang rutin menggunakan sunscreen, dengan perempuan lebih sering menggunakannya dibandingkan laki-laki. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran ini meliputi pengetahuan tentang bahaya sinar UV, kebiasaan berjemur, dan persepsi tentang penggunaan sunscreen yang masih dianggap kurang maskulin oleh sebagian laki-laki. Kesimpulan: Kesadaran remaja akan pentingnya perlindungan kulit dari sinar UV masih rendah, terutama di kalangan laki-laki. Diperlukan edukasi lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan penggunaan sunscreen sebagai langkah pencegahan terhadap dampak negatif paparan sinar matahari.
Profil Diagnosis Skizofrenia di Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Natsir: Analisis Prevalensi dan Klasifikasi Dewi, Sulistiana; Budianti, Dian
Scientific Journal Vol. 3 No. 4 (2024): SCIENA Volume III No 4, July 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i4.148

Abstract

Pendahuluan: Skizofrenia adalah gangguan mental yang kompleks dan menjadi tantangan utama dalam bidang psikiatri, dengan berbagai jenis seperti skizofrenia paranoid, skizoafektif, dan skizofrenia tidak terbedakan. Meskipun prevalensi skizofrenia bervariasi di berbagai populasi, data mengenai profil diagnosis skizofrenia dan gangguan mental lainnya di rumah sakit Indonesia masih terbatas, termasuk di RSUD Mohammad Natsir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan klasifikasi tipe-tipe skizofrenia serta gangguan mental lainnya di RSUD Mohammad Natsir, guna menyediakan informasi yang komprehensif mengenai distribusi diagnosis gangguan mental di rumah sakit ini. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif retrospektif dengan menganalisis data rekam medis pasien yang didiagnosis dengan skizofrenia dan gangguan mental lainnya di RSUD Mohammad Natsir. Data yang dianalisis mencakup jenis diagnosis, jumlah kasus, dan karakteristik demografis pasien. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa skizofrenia paranoid adalah jenis yang paling umum, dengan 227 kasus. Selain itu, skizofrenia tidak terbedakan dan skizoafektif tipe depresi juga ditemukan dengan prevalensi masing-masing 39 dan 29 kasus. Gangguan mental lainnya, termasuk demensia tidak spesifik dan gangguan mental organik, juga teridentifikasi meskipun dengan jumlah yang lebih sedikit. Kesimpulan: Skizofrenia paranoid mendominasi diagnosis skizofrenia di RSUD Mohammad Natsir. Penelitian ini menekankan pentingnya diagnosis yang tepat untuk memastikan pengelolaan yang efektif terhadap pasien dengan gangguan mental di rumah sakit, serta perlunya studi lebih lanjut untuk memahami lebih dalam mengenai distribusi dan karakteristik gangguan mental di Indonesia.
Hubungan Derajat Septum Deviasi pada Pemeriksaan CT Scan Sinus Paranasal dengan Derajat Obstruksi Hidung di RSI Siti Rahmah Padang Yolisa Fitri, Vioni; Tri Yuspita, Jenny; Elfahmi; Tri Septiana, Vina; Fitri Yasa, Yanti
Scientific Journal Vol. 3 No. 4 (2024): SCIENA Volume III No 4, July 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i4.149

Abstract

Deviasi septum adalah kondisi di mana septum hidung, dinding yang memisahkan kedua lubang hidung, tidak lurus. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah pernapasan, termasuk hidung tersumbat, sinusitis, dan kesulitan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat deviasi septum yang diamati pada pemeriksaan CT scan sinus paranasal dan derajat obstruksi hidung.Penelitian ini menggunakan data dari pasien yang menjalani pemeriksaan CT scan sinus paranasal dan penilaian skor NOSE (Nasal Obstruction Symptom Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara derajat deviasi septum dan derajat obstruksi hidung (p<0,0001). Pasien dengan deviasi septum yang lebih parah memiliki skor NOSE yang lebih tinggi, yang menunjukkan obstruksi hidung yang lebih parah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan CT scan sinus paranasal dapat digunakan untuk menilai derajat deviasi septum dan membantu menentukan tingkat keparahan obstruksi hidung. Informasi ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis dan merencanakan pengobatan deviasi septum dengan tepat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak Usia 0-2 Tahun : Tinjauan Literatur Nasitoh, Sabillah; Hiddayaturrahmi; Rosmawaty; Handayani, Yuni; Lidra Maribeth, Annisa
Scientific Journal Vol. 3 No. 4 (2024): SCIENA Volume III No 4, July 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i4.150

Abstract

Anak merupakan individu penerus bangsa yang layak untuk mendapat perhatian dan memiliki hak untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan perilaku kognitif, sosial, dan emosional yang optimal. Terutama pada tahap awal kehidupan dimulai saat anak baru lahir hingga berusia dua tahun merupakan fase tumbuh kembang yang paling penting sepanjang masa hidup seorang anak. Pada tahap ini terdapat lebih dari 1 juta koneksi saraf baru terbentuk setiap detiknya. Menurut data UNICEF (United Nations Children’s Fund) hampir 200 juta anak di negara-negara berkembang mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan setiap tahun akibat kekurangan gizi. Dampak dari hal tersebut dicatat dalam laporan Statistik Global tahun 2022 dimana terdapat 148,1 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting (22,3%), 45 juta mengalami wasting (6,8%), dan 37 juta mengalami overweight (5,6%). Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan populasi anak terbesar keempat di dunia. Hal ini menjadikan tumbuh kembang sangat krusial untuk diperhatikan karena anak yang sehat akan siap menghadapi tantangan global sebagai generasi penerus bangsa. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak tersebut adalah status gizi anak, sanitasi lingkungan, riwayat imunisasi, riwayat ASI, pendapatan orang tua, pendidikan ibu, dan gizi ibu saat hamil. Upaya pencegahan gangguan tumbuh kembang sangat perlu dilakukan deteksi dini dengan cara skrining yang teratur untuk perkembangan menggunakan KPSP dan pemantauan pertumbuhan fisik menggunakan KMS.

Page 11 of 19 | Total Record : 188