cover
Contact Name
Muhammad Yasminto
Contact Email
inovatif87@gmail.com
Phone
+6285715522783
Journal Mail Official
jurnal@iaih.ac.id
Editorial Address
Kelapa Street 84 Jombangan - Tertek Pare-Kediri, East Java, Indonesia
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan
ISSN : 24423009     EISSN : 25983172     DOI : 10.55148
This journal focuses on the development of education, religion, and cultural research, either locally, nationally, or internationally through the publication of research articles and reports. This journal covers a wide range of disciplines, containing studies of education, religion, and culture based on national education, multiculturalism, local wisdom, transformation in Islamic societies, as well as political and economical change.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 2 (2026): inovatif" : 12 Documents clear
HARMONISASI FITRAH DAN LINGKUNGAN DALAM PENDIDIKAN PESERTA DIDIK: SINTESIS TEORI KLASIK DAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM ulil abshor; Andi Kamal Ahmad; Nurul Hasanah
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/efs7k632

Abstract

Perdebatan klasik antara nativisme yang menekankan potensi bawaan dan empirisme yang mengedepankan pengaruh lingkungan terus membentuk wacana pendidikan modern. Meskipun teori konvergensi dan konsep fitrah dalam Pendidikan Islam sama-sama mengakui interaksi kedua faktor, keduanya seringkali dibahas secara terpisah atau hanya dalam kerangka perbandingan. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengajukan sebuah model sintesis pedagogis yang disebut "Model Konvergensi-Fitrah". Menggunakan metode tinjauan literatur sistematis, penelitian ini membangun sebuah kerangka kerja terpadu yang memposisikan fitrah sebagai fondasi teo-antropologis yakni predisposisi spiritual dan moral yang diaktualisasikan melalui pengalaman (empirical) dalam lingkungan yang mendukung (naturalistic). Hasilnya menunjukkan bahwa wawasan dari teori klasik dapat diintegrasikan sebagai mekanisme fungsional dalam paradigma fitrah untuk mencapai tujuan pendidikan holistik. Model ini menawarkan kerangka kerja konseptual serta implikasi praktisnya bagi perancangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang bertujuan menyeimbangkan antara pengasahan potensi spiritual bawaan dan perolehan kompetensi melalui interaksi lingkungan.
PENDIDIKAN ISLAM INKLUSIF DAN BERKEADILAN: “ANALISIS ISU GENDER, DISABILITAS DAN 3T DI INDONESIA” dhiyauz
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/65k20164

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mewujudkan prinsip keadilan dan pemerataan akses, khususnya bagi kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ketimpangan akses tersebut menunjukkan bahwa visi pendidikan Islam yang inklusif dan berkeadilan belum sepenuhnya terimplementasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis isu akses dan keadilan dalam pendidikan Islam di Indonesia dengan menyoroti dimensi gender, disabilitas, dan wilayah 3T. Pendekatan penelitian menggunakan analisis kebijakan dan literatur terkini (2023–2025) untuk menggambarkan kondisi nyata lembaga pendidikan Islam serta kebijakan pemerintah melalui Kementerian Agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan, seperti program Madrasah Reform dan Pesantren Ramah Disabilitas, kesenjangan akses pendidikan Islam masih signifikan, terutama akibat keterbatasan infrastruktur, bias gender, dan rendahnya literasi inklusif di kalangan pendidik. Diperlukan kebijakan yang lebih konkret dan sinergis antara pemerintah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat sipil untuk mewujudkan pendidikan Islam yang benar-benar adil dan inklusif.
 IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2019 TENTANG PESANTREN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MANAJEMEN KELEMBAGAAN MADRASAH/PESANTREN stmaizah25 saniyeh
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/qf5gpv10

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang tumbuh secara organik dari tradisi keilmuan dan sosial masyarakat. Namun, posisinya dalam sistem pendidikan nasional selama berabad-abad cenderung berada di pinggiran, khususnya terkait pengakuan ijazah, dukungan pendanaan, dan status kelembagaan. Lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menandai tonggak penting rekognisi formal negara terhadap pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif untuk menelaah landasan filosofis, yuridis, serta implikasi regulasi tersebut terhadap manajemen pesantren dan madrasah. Hasil kajian menunjukkan bahwa UU Pesantren tidak hanya memberikan legitimasi yuridis berupa kesetaraan ijazah, otonomi kurikulum, dan akses pendanaan, tetapi juga menegaskan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Implikasi manajerial dari kebijakan ini menuntut pesantren untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengembangkan strategi pendanaan yang akuntabel dan berkelanjutan. Keunikan artikel ini terletak pada analisis keterkaitan antara aspek legal-formal dengan praktik manajemen pesantren, sehingga memberikan kontribusi akademik dan praktis dalam memahami transformasi pesantren di era kontemporer.
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI TAUHID: MENJAWAB HEGEMONI LIBERALISME DALAM WACANA KEAGAMAAN KONTEMPORER Muhammad Shendyka; Aulia Tegar Wicaksono; Muhamad Parhan; Marwal Blantara Susetyo
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/nqasdm36

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis hegemoni epistemologi liberal dalam ranah akademik modern serta dampaknya terhadap marjinalisasi epistemologi tauhid dalam diskursus keilmuan kontemporer. Penelitian ini berangkat dari tesis bahwa kekalahan umat Islam dalam arena pengetahuan bersifat epistemologis-struktural, bukan akibat ketidakmampuan inheren dalam produksi ilmu, melainkan akibat kolonisasi kriteria kebenaran, metodologi, dan legitimasi pengetahuan yang berakar pada paradigma rasionalisme otonom, empirisisme-positivistik, sekularisme metodologis, relativisme epistemik, dan humanisme sekuler. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-filosofis melalui analisis kritis paradigma dan dialog konseptual dengan pemikiran tokoh-tokoh Islam klasik dan kontemporer, khususnya Abu Hamid al-Ghazali, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Seyyed Hossein Nasr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi liberal bekerja secara hegemonik melalui klaim netralitas dan objektivitas ilmu, yang secara implisit menyingkirkan wahyu dan dimensi metafisik dari wilayah pengetahuan sah. Akibatnya, epistemologi tauhid direduksi menjadi doktrin normatif non-operasional. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi epistemologi tauhid berbasis tiga dimensi fundamental rubūbiyyah, ulūhiyyah, dan asmā’ wa ṣifāt sebagai prinsip onto-epistemologis yang integratif. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa epistemologi tauhid memiliki relevansi dan kapasitas konseptual untuk menantang hegemoni liberal serta menawarkan solusi terhadap krisis makna, fragmentasi ilmu, dan kekosongan etika dalam modernitas.
PROBLEMATIKA KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP: ANALISIS KESESUAIAN MATERI DENGAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MOHAMMAD ILHAM ALFARIZKY
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/gbt9aw62

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman keagamaan dan praktik ubudiyah peserta didik pada fase remaja awal. Namun, realitas pembelajaran menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan ideal kurikulum PAI dan kemampuan peserta didik dalam mengamalkan ibadah secara benar dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik materi PAI dalam kurikulum SMP, mengkaji kesesuaiannya dengan perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik, serta mengidentifikasi problematika materi PAI yang berdampak pada pemahaman dan praktik ubudiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif terhadap dokumen kurikulum, buku ajar, serta hasil penelitian relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa materi PAI di SMP cenderung bersifat normatif dan berorientasi kognitif, dengan porsi praktik dan internalisasi nilai yang masih terbatas. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan pembelajaran PAI lebih menekankan penguasaan konsep dibandingkan pembiasaan ibadah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan materi PAI yang lebih kontekstual, integratif, dan seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik guna memperkuat praktik ubudiyah peserta didik secara bermakna dan berkelanjutan
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PJOK SEBAGAI INSTRUMEN KEBIJAKAN MIKRO SEKOLAH DALAM PENGUATAN KARAKTER SPORTIVITAS DAN DISIPLIN PADA SISWA SMA Retno Intan Sari Fatimah; Sri Handayani; Eva Dianawati Wasliman
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/540j9447

Abstract

Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning holds strategic potential in strengthening students’ character, particularly in areas such as sportivism and discipline, through direct learning experiences. However, the optimization of this potential largely depends on learning management as part of the school’s micro-policy. This study aims to analyze PJOK learning management as an instrument of school micro-policy in enhancing students’ sportivism and discipline at SMA Negeri 7 Bandung. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The subjects included the principal, PJOK teachers, and purposively selected students. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and document studies, and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing using source and technique triangulation. The findings indicate that PJOK learning management effectively functions as a school micro-policy instrument by integrating values of sportivism and discipline in the planning, experiential implementation, and evaluation stages. Support from school policies and teachers’ exemplary behavior reinforces students' internalization of character. The study concludes that systematically managed PJOK learning, supported by school micro-policy, plays a crucial role in strengthening students’ sportivism and discipline.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SUMBER ENERGI IPA KELAS 3 SD NEGERI 14 SINGKAWANG Helga Julisa
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/v3cnk866

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk: 1) apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah diterapkannya dengan model discovery learning terhadap materi sumber energi. 2) apakah terdapat peningkatan kemapuan berpikir kritis siswa setelah diterapkannya model discovery learning terhadap materi sumber energi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental menggunakan desain one grup pretest-post test (tes awal-tes akhir pada kelompok tunggal). Populasi dalam penelitian ini yaitu, siswa kelas 3 SD Negeri 14 Singkawang dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang diambil dalam penelitian ini berupa tes pilihan ganda adopsi dari Sinta Putri Utami (2023). Teknik analis data menggunakan Uji t dan Uji N-gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model discovery learning, dengan hasil sebesar 0.000 < 0.05 yang berarti lebih kecil dari α0.05. artinya, Ho ditolak dan Ha diterima. 2) terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkannya model discovery learning, dengan hasil mean ada pada 0,59 yang dimana 0,3≤ g ≤ 0,7 termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus uji t dan uji n-gain terdapat perbedaan dan peningkatan yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa pada model discovery learning SD Negeri 14 Singkawang.
ANALISIS AYAT-AYAT AKIDAH DALAM TAFSIR MARAH LABID KARYA SYEKH NAWAWI AL-BANTANI Puji Astuti; Fiddian Khoirudin; Amaruddin Amaruddin
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/q713tm32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan corak penafsiran akidah Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Tafsir Marāh Labīd. Sebagai figur sentral dalam jaringan ulama Nusantara, pemikiran teologis Syekh Nawawi memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan nalar keberagamaan di Indonesia, namun kajian mendalam mengenai metodologi ekseseis akidahnya masih perlu diperkuat. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutika teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Nawawi mengonstruksi penafsiran akidah yang bersifat teologis-doktrinal dengan orientasi pada penguatan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah). Karakteristik utama tafsirnya terletak pada upaya harmonisasi antara teks wahyu (naql) dan nalar (‘aql) melalui prinsip tanzīh (penyucian Tuhan). Dalam menafsirkan ayat-ayat sifat, Syekh Nawawi cenderung menggunakan metode tafwīḍ yang dibarengi dengan ta’wīl secara proporsional guna memitigasi pemahaman antropomorfisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tafsir Marāh Labīd berfungsi sebagai instrumen protektif-pedagogis yang mentransformasikan doktrin teologi klasik menjadi narasi yang aksesibel bagi masyarakat Nusantara, sekaligus menjadi jembatan epistemologis yang menjaga stabilitas akidah dari infiltrasi pemikiran radikal maupun sinkretisme lokal.
EKSISTENSI PANCASILA DAN UUD 1945 DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI Moch Naufal; Ali Muchasan
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/42r4ta51

Abstract

Globalization is a current of change that has a great influence on various dimensions of life, ranging from politics, economy, social, to culture. This is able to bring positive opportunities for the progress of a nation, but also presents serious challenges that have the potential to be negative in eroding national identity. In this context, the existence of Pancasila and the 1945 Constitution is very crucial as the main foundation in maintaining Indonesia's identity, sovereignty, and development direction. This research discusses the existence of Pancasila and the 1945 Constitution in facing the challenges of globalization, both from the philosophical and practical sides. Using descriptive qualitative methods, the study focuses on the main values of Pancasila of divinity, humanity, unity, democracy, and social justice as the basis of ethics in political and social life. On the other hand, the 1945 Constitution is understood as a constitutional framework that affirms the sovereignty of the people, upholds the rule of law, and protects human rights, as well as being a shield from global influences that have the potential to erode the nation's identity. The results of the study show that Pancasila functions as an ideological as well as a moral guideline, while the 1945 Constitution provides legal legitimacy and an institutional basis. Both are complementary, normative and actual, and offer real solutions to strengthen the nation's resilience in the midst of globalization.
Pemanfaatan Media Proyektor terhadap Keterlibatan dan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini: Studi Literatur widya monica sianipar; Gita Nur Azizah; Nadhira Nurceniya; Winda Sherly Utami; Rizki Surya Amanda
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2026): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/zcat0v98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital berbasis proyektor dalam meningkatkan keterlibatan dan kemampuan bahasa anak usia dini, khususnya pada aspek menyimak dan berbicara. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif terhadap 31 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025 dan diperoleh melalui Google Scholar, dengan analisis data menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media proyektor mampu meningkatkan keterlibatan anak dalam pembelajaran yang ditandai dengan meningkatnya perhatian, fokus, antusiasme, dan partisipasi aktif selama proses belajar berlangsung. Selain itu, media proyektor juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan bahasa anak, baik secara reseptif (menyimak) maupun ekspresif (berbicara), karena penyajian materi yang bersifat audiovisual membantu anak memahami informasi secara lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami. Penggunaan gambar bergerak, video, serta suara yang ditampilkan melalui proyektor dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi anak usia dini. Namun demikian, efektivitas penggunaannya dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas, kompetensi guru dalam mengoperasikan media digital, serta kesesuaian metode pembelajaran dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

Page 1 of 2 | Total Record : 12