cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 310 Documents
FORMULASI EMULGEL MINYAK BIJI PALA (Myristica fragans) SEBAGAI ANTIOKSIDAN: EMULGEL FORMULATION OF SEED NUTMEG OIL (Myristica fragans) AS ANTIOXIDANT Rizky Dwi Larasati; Dias Endah Khoirunnisa; Titian Daru Asmara Tugon; Zulkaida; Fauzia Ningrum Syaputri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.595

Abstract

Emulgel merupakan sediaan topikal yang terdiri dari emulsi dan gelling agent. Minyak biji pala mengandung beberapa senyawa yaitu metil eugenol, isoeugenol, miristisin, ?-pinene, dan ?-pinene yang mempunyai aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan emulgel minyak biji pala yang stabil secara fisik dan mempunyai aktivitas antioksidan yang optimal. Sediaan emulgel dibuat 3 formula yaitu FI (minyak biji pala 3%), FII (minyak biji pala 4,5%), FIII (minyak biji pala 6%). Evaluasi sediaan emulgel yang dilakukan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji tipe emulsi, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, cycling test, dan uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan DPPH. Dari hasil evaluasi didapatkan formula terbaik yaitu formula II dengan kandungan minyak biji pala 4,5% yang stabil secara fisik dan mempunyai IC50 11774,19 ppm.
EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENGHAMBATAN ENZIM ?-GLUCOSIDASE DARI EKSTRAK KERING DAN FRAKSI DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense): EVALUATION OF ANTIOXIDANT ACTIVITY AND INHIBITION OF ?-GLUCOSIDASE ENZYME FROM DRIED EXTRACT AND FRACTIONS OF JAMBU BOL (Syzygium malaccense) Islan Nor; Irfan Zamzani; Joko Priyanto Wibowo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.630

Abstract

Jambu bol (Syzygium malaccense) diberbagai belahan dunia digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit dan gejala, termasuk sakit kepala, batuk, peradangan, dan hipertensi. Penyakit degeneratif menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes melitus. Pada tahun 2014 terdapat 422 juta orang dewasa menderita Diabetes Melitus di dunia. Prevalensi meningkat dari 4,7% pada tahun 1980 menjadi 8,5% pada tahun 2014 pada orang dewasa. Angka tertinggi diabetes melitus di Indonesia ditempati oleh DKI Jakarta (3,4%), Kalimantan Timur (3,3%), Yogyakarta (3,2%), dan Sulawesi Utara (3,0%). Antioksidan berperan mencegah penyakit degeneratif yang dikarenakan oleh radikal bebas. Agen penghambat ?-glucosidase dapat menjadi solusi dalam menangani diabetes melitus tipe 2. Tanaman dengan aktivitas antioksidan dan penghambat enzim ?-glucosidase dapat menangani pasien dengan penyakit degeneratif terutama diabetes melitus dengan stres oksidatif, dan menjadi alternatif yang kurang berbahaya dibandingkan obat sintetis. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi daun jambu bol dan dikeringkan dengan metode freeze drying, ekstrak difraksinasi dan didapatkan lima fraksi. Ekstrak dan fraksi dilakukan evaluasi terhadap antioksidan dengan metode DPPH dan antihiperglikemik dengan metode penghambatan enzim ?-glucosidase. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil IC50 ekstrak daun jambu bol (Syzygium malaccense) sebesar 57,14 ± 0,42 µg/mL yang termasuk dalam kategori kuat, begitu pula dengan fraksinya yaitu Fr4 dan Fr6 dengan nilai IC50 sebesar 35,52 ± 0,81 µg/mL dan 39,56 ± 1,17 µg/mL, berturut-turut yang tergolong kategori kuat. Begitu pula aktivitas ekstrak dalam menghambat enzim ?-glucosidase dengan persen penghambatan sebesar 83,72 ± 2,06 %. Maka perlu dikembangkan lagi jambu bol (Syzygium malaccense) sebagai agen antioksidan dan agen antihiperglikemia.
ANALISIS HUBUNGAN TERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA SEBAGAI PENCEGAHAN SEKUNDER TERHADAP SERANGAN ULANG PADA PASIEN STROKE ISKEMIK : ANALYSIS OF THE CORRELATION OF ANTI HYPERLIPIDEMIA THERAPY AS A SECONDARY PREVENTION OF ISCHEMIC STROKE RECURRENT IN ISCHEMIC STROKE PATIENTS Debby Anggita; Adnan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.350

Abstract

Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak yang disebabkan oleh tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah otak. Salah satu faktor resiko terjadinya stroke adalah dislipidemia, setiap tahun angka kejadian dislipidemia sendiri semakin meningkat. Stroke memiliki kemungkinan serangan ulang sampai 9 kali. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan penggunaan obat antihiperlipidemia terhadap kejadian serangan ulang pada pasien stroke iskemik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain studi cohort retrospektif. Subjek penelitian adalah pasien dengan stroke iskemik di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi yaitu Pasien dengan diagnosis stroke iskemik dengan ICD-10 kode 163,9 (infark/stroke serebral); mendapatkan terapi antihiperlipidemia dan yang tidak mendapatkan terapi antihiperlipidemia; data rekam medis yang lengkap. Untuk kriteria esklusi yaitu pasien yang meninggal setelah serangan stroke pertama atau meninggal selama periode penelitian. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik simple random sampling. Analisis data yang dilakukan adalah bivariate dengan menggunakan Uji Chi-Square. Ada 201 sampel yang digunakan, terdiri dari 91 pasien kelompok perlakukan dan 110 pasien kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan terdapat 73 Pasien yang tidak mengalami stroke berulang dan 18 Pasien yang mengalami stroke berulang. Sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 95 pasien tidak mengalami stroke berulang dan 15 pasien mengalami stroke berulang. Hasil penelitian diperoleh nilai RR sebesar 0,929 (95% CI; 0,819-1,054) dengan nilai p= 0,327. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan terapi antihiperlipidemia sebagai terapi sekunder pencegahan serangan ulang pada pasien stroke iskemik.
KAJIAN INTERAKSI OBAT ANTIDEPRESAN DAN ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG PONTIANAK: STUDY OF ANTIDEPRESSANT AND ANTIPSYCHOTIC DRUG INTERACTIONS IN SCHIZOPHRENIC PATIENTS AT THE BANGKONG RIVER MENTAL HOSPITAL PONTIANAK Shoma Rizkifani; Ressi Susanti; Tri Febiani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.532

Abstract

Interaksi obat yang digunakan pada pasien skizofrenia didominasi oleh kombinasi antara antidepresan dan antipsikotik. Interaksi ini dapat menyebabkan efektivitas pengobatan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antidepresan dan antipsikotik serta mengetahui gambaran potensi interaksi obat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong Pontianak periode Januari-Desember 2020. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dan metode pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk uraian dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat terbanyak adalah sertralin (54,54%) dari golongan SSRI dan risperidon (42,85%) dari golongan antipsikotik atipikal. Interaksi obat yang paling banyak terjadi yakni interaksi farmakodinamik (62,13%) dibandingkan dengan farmakokinetik (37,86%). Tingkat keparahan interaksi yang terjadi dengan kategori moderat (69,79%) lebih besar daripada kategori mayor (30,20%). Penggunaan obat antidepresan sering diresepkan untuk pasien skizofrenia di RSJD Sungai Bangkong Pontianak yaitu sertralin sebanyak 24 kali peresepan, yang dapat mengatasi gejala depresi pada pasien skizofrenia. Sedangkan obat antipsikotik yang lebih bayak diresepkan adalah risperidon sebagai pengatasan gejala positif dan negatif. Potensi interaksi di RSJD Sungai Bangkong Pontianak 100% masih berpotensi mengalami interaksi obat. Jenis interaksi obat yang banyak terjadi berdasarkan mekanismenya yaitu interaksi farmakokinetik metabolisme sebanyak 69 kasus (58,97%), interaksi farmakodinamik sinergisme terjadi sebanyak 48 kasus (41,02%). Interaksi berdasarkan tingkat keparahan yang lebih banyak terjadi adalah interaksi tingkat keparahan moderat sebanyak 21 kasus kejadian.
ANALISIS COST OF ILLNESS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING PERIODE APRIL – JUNI 2022: COST OF ILLNESS ANALYSIS IN ISCHEMIC STROKE PATIENTS AT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING HOSPITAL IN APRIL – JUNE 2022 Gita Husna Rahmadani; Woro Supadmi; Joko Sudibyo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.649

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyakit utama yang menyebabkan kematian di seluruh dunia. Setiap tahunnya, angka kejadian stroke iskemik di Indonesia terus meningkat. Stroke iskemik membutuhkan perawatan yang lama serta biaya yang mahal, sehingga menjadi beban pada pasien dan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat stroke iskemik, mengetahui cost of illness yang meliputi direct medical cost, direct nonmedical cost, serta indirect cost pada pasien stroke iskemik, mengetahui selisih direct medical cost dengan tarif INA-CBG’s pada pasien stroke iskemik, dan mengetahui hubungan lama perawatan, komorbiddan tingkat keparahan dengan direct medical cost pada pasien stroke iskemik. Penelitian ini dilakukan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, pengambilan data secara prospektif. Pengambilan data meliputi data penggunaan obat, lama rawat inap, dan data klinik pasien didapatkan berdasarkan data rekam medik, biaya perspektif rumah sakit yang meliputi biaya pengobatan pasien, biaya langsung non-medis dan data biaya tidak langsung berdasarkan wawancara langsung terhadap keluarga pasien. Subyek penelitian terdiri dari 24 pasien rawat inap. Analisis data menggunakan metode analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan pola penggunaan obat stroke iskemik rawat inap yang paling banyak digunakan yaitu aspilet 18,2%. Biaya cost of illness dengan rata-rata Rp 3.859.156 meliputi direct medical cost dengan rata-rata Rp 3.302.489, direct nonmedical cost dengan rata-rata Rp 432.291 dan indirect cost dengan rata-rata Rp 124.375. Selisih direct medical cost dengan tarif INA-CBG’s didapatkan selisih positif sehingga rumah sakit tidak mengalami kerugian. Hubungan lama perawatan, penyerta, dan tingkat keparahan dengan direct medical cost diperoleh nilai p<0,05, hal ini menunjukkan ada hubungan signifikan
AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) PADA TIKUS PUTIH RETINOPATI DIABETIK: ANTIDIABETIC ACTIVITY ETHANOL EXTRACT OF RED BETEL LEAVES (Piper crocatum) IN DIABETIC RETINOPATHY WHITE RATS Madyo Adrianto; Gunawan Pamudji widodo; Rina Herowati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.719

Abstract

Salah satu komplikasi mikrovaskuler pada kondisi diabetes yakni retinopati diabetik dimana terjadi akibat kerusakan sel endotel pada pasien diabetes yang dapat meningkatkan ekspresi VEGF. VEGF mampu menginduksi adhesi leukosit sel endotel retina yang mengakibatkan kerusakan retina. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun sirih merah (EDDSM) dalam menurunkan kadar glukosa darah serta aktivitasnya pada kadar VEGF plasma tikus putih retinopati diabetik. Daun sirih merah dikeringkan dan dibuat serbuk halus lalu diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode remaserasi. Pengujian dilakukan pada 35 ekor tikus yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan yakni kelompok kontrol negatif, kontrol positif (Glibenklamid), EEDSM dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Metode uji antidiabetes menggunakan induksi STZ-NA secara intraperitonial kemudian mengukur kadar glukosa, VEGF awal dan setelah perlakuan pada setiap kelompok kemudian dilakukan analisa menggunakan uji oneway Anova. Berdasarkan hasil pengukuran kadar glukosa darah dan VEGF plasma diperoleh perbedaan yang bermakna diantara kelompok kontrol negatif dengan kontrol positif serta EEDSM dengan nilai signifikan (p<0,05). Hasil penelitian diperoleh EEDSM dosis 100 mg/kgBB ialah dosis efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan % PKGD yaitu 18,22%. EEDSM dosis 200 mg/kgBB ialah dosis efektif guna menurunan VEGF plasma tikus retinopati diabetik sebesar 31,20%.
UJI EVALUASI DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) Yuyun Darma Ayu Ningrum; Chintiana Nindya Putri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.477

Abstract

Kebutuhan masyarakat dalam penggunaan skincare semakin tinggi, namun sediaan tabir surya yang ada dipasaran kebanyakan berasal dari kimia. Daun asam jawa diketahui memiliki flavonoid. Penelitian menyebutkkan flavonoid merupakan antioksidan dapat digunakan sebagai zat aktif pada sediaan tabir surya. Sediaan yang dapat digunakan masyarakat harus aman ketika digunakan. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi gel yang aman dengan menggunakan ekstrak daun asam jawa. Formula gel ekstrak daun asam jawa menggunakan basis Carbopol dengan konsentrasi ekstrak 100 ppm , 200 ppm dan 300 ppm. Carbopol diketahui memiliki stabilitas yang baik dalam penyimpanan. Formula dilakukan uji fisik meliputi organoleptis, pH, daya sebar dan stabilitas. Hasil pengujian didapatkan formula 1,2,3 memiliki stabilitas yang baik dengan parameter daya lekat, daya sebar dan uji stabilitas. Formula 3 memiliki grade very good protection dengan nilai SPF sebesar 28,8 sehingga direkomendasikan sebagai penggunaan tabir surya.
REVIEW : AKTIFITAS FARMAKOLOGI DAN STUDI FITOKIMIA TEH HITAM INDONESIA (Camellia sinensis (L.) Kuntze): REVIEW : PHARMACOLOGICAL ACTIVITIES AND PHYTOCHEMICAL STUDY INDONESIAN BLACK TEA (Camellia sinensis (L.) Kuntze) Muthia Dzakiyyah; Ardi Rustamsyah; Raden Aldizal Mahendra Rizkio Syamsudin; Dani Sujana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.501

Abstract

Teh adalah tanaman dengan banyak manfaat kesehatan dan digunakan sebagai minuman yang sangat populer. Namun produksi teh saat ini di Indonesia akan terus mengalami peningkatan dikarenakan konsumsi teh yang tinggi setiap tahunnya. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui berbagai macam aktivitas teh hitam (Camellia sinensis (L.) Kuntze). Tujuan review artikel ini untuk memberikan informasi tentang potensi pemanfaatan teh hitam (Camellia sinensis (L.) Kuntze) di bidang farmasi, dengan menggunakan studi literatur dari beberapa penelitian mengenai aktivitas farmakologi dan studi fitokimia dari teh hitam. Beberapa penelitian teh hitam ini berpotensi sebagai antikolesterol, mengurangi karies gigi, antidiabetes, antimikroba, imunomodulator, dan antioksidan.
ANTI-HIPERGLIKEMIK TEH CELUP HERBAL KOMBINASI Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana MELALUI MEKANISME ANTIOKSIDAN PADA MENCIT GANGGUAN METABOLIK YANG DIINDUKSI ALOXAN: ANTI-HYPERGLYCEMIC HERBAL TEA COMBINATION OF Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana THROUGH ANTIOXIDANT MECHANISM IN ALLOXAN-INDUCED METABOLIC DISORDERS MICE Ni Made Dwi Sandhiutami; Yuslia Noviani; Milla Fitri Amalia; Rafif Fadhlurrahman Ahmad
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.551

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x ananassa), teh (Camellia sinensis), dan stevia (Stevia rebaudiana) mengandung flavonoid, epigallocatechin gallate, steviosida, dan rebaudiosida yang memiliki aktivitas tinggi sebagai antioksidan dan secara empiris digunakan sebagai pengobatan alternatif Diabetes Millitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan anti-hiperglikemik dari teh herbal celup kombinasi daun stroberi, teh dan stevia melalui mekanisme antioksidan. Uji aktivitas anti-hiperglikemik dilakukan dengan metode induksi aloksan (300 mg/kgBB) pada hewan coba mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif (glibenklamid), dan 3 kelompok dosis teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh dan stevia (15,6; 31,2; 62,4 mg/20 gBB). Pengukuran kadar malondialdehid dilakukan dengan metode TBARs (Wills)  dan SOD dengan metode Adrenochrome Assay Kadar glukosa darah mencit diamati pada hari ke-0, 4, 11 dan 18 dengan metode enzimatik glucose oxidase strip glucometer. Histopatologi pankreas dilakukan menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentasi penurunan kadar glukosa darah teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, stevia kelompok dosis uji 15,6 mg/20gBB; 31,2 mg/20gBB; 62,4 mg/20gBB secara berturut-turut yaitu 9,74%; 13,79%; 20,76%. Dosis 62,4 mg/20gBB memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan anti-hiperglikemik yang lebih baik daripada dosis lain dan pada gambaran histopatologi menunjukkan bahwa teh celup herbal kombinasi tiga daun tersebut dapat memperbaiki Pulau Langerhans mencit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, dan stevia dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki gambaran histopatologi Pulau Langerhans pada pankreas mencit.
VARIASI FORMULA SEDIAAN FACEMIST EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DAN PENGARUHNYA PADA PENINGKATAN KELEMBABAN WAJAH : FACEMIST ETHANOL EXTRACT OF MORINGA LEAVES (Moringa oleifera L.) FORMULA VARIATIONS AND EFFECTS ON FACIAL MOISTURE IMPROVEMENT Marlina Indriastuti; Nurhidayati Harun; Oktapiana Rismaya; Nia Kurniasih; Anna L Yusuf; David Nugraha
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.655

Abstract

Facemist adalah produk perawatan kulit wajah berbentuk spray yang diformulasikan untuk membuat kulit lebih segar,  lembab dan dapat digunakan untuk mencegah paparan radikal bebas dari polusi udara. Facemist termasuk salah satu kosmetika yang digunakan untuk merawat dan mempertahankan kondisi kulit wajah. Produk bahan alam untuk perawatan kulit semakin meningkat permintaannya saat ini. Salah satu antioksidan alami terdapat pada daun kelor (Moringa oleifera L.) yang bekerja dengan cara menangkap radikal bebas. Penelitian eksperimental dilakukan dengan memformulasi ekstrak etanol daun kelor menjadi sediaan facemist, uji kelembaban pada kulit wajah baik normal maupun kering dan dilakukan uji cemaran mikrobanya. Variasi formula ekstrak daun kelor yang dibuat 3%, 7%, dan 10%, dari hasil evaluasi sediaan formula terbaik adalah formula D dengan uji cemaran mikroba 2,6 x 102  CFU/ml yang memenuhi standar evaluasi mutu dimana untuk cemaran mikroba tidak boleh lebih dari 103 CFU/ml. Hasil dari penelitian menunjukkan, uji kelembaban facemist pada kulit normal yaitu formula A sebesar 11.76%, B sebesar 12.50%, C sebesar 16.37% dan D sebesar 38.45%. Persen tingkat kelembaban pada kulit kering yaitu formula A sebesar 26.67%, B sebesar 27.00%, C sebesar 28.24% dan D sebesar 30.54%. Maka dapat disimpulkan, formula terbaik adalah formula D dengan hasil uji  kelembaban pada kulit normal 38,45% dan pada kulit kering 30.54% dengan uji cemaran mikroba yang memenuhi persyaratan mutu.