cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 621 Documents
IMPLEMENTASI TAHAP LOOKING BACK MENURUT POLYA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Komang Sitarami Natapratiwi; Gusti Ayu Mahayukti; Ni Made Sri Mertasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/2gk96t94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran tahap looking back dalam pemecahan masalah matematika siswa, meliputi karakteristik penelitian, bentuk pelaksanaan tahap looking back, serta kendala yang dihadapi siswa dalam melaksanakannya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 14 publikasi ilmiah yang terbit pada rentang tahun 2021–2026 dan memenuhi kriteria inklusi, seperti relevansi topik, kredibilitas sumber, serta akses terbuka. Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan, evaluasi kelayakan, dan inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian tentang tahap looking back masih terbatas dan umumnya terintegrasi dalam kajian metakognisi atau tahapan pemecahan masalah Polya. Tahap looking back dilakukan melalui aktivitas memeriksa kembali langkah penyelesaian, mengevaluasi strategi, serta memastikan kebenaran hasil. Kemampuan siswa dalam melakukan tahap ini bervariasi, di mana siswa berkemampuan tinggi mampu melakukan evaluasi secara menyeluruh, sedangkan siswa berkemampuan rendah cenderung tidak melakukan evaluasi. Kendala utama yang ditemukan meliputi rendahnya kemampuan metakognitif, kurangnya kebiasaan refleksi, serta kesalahan konseptual dan prosedural dalam penyelesaian masalah. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kemampuan metakognitif dan pembiasaan refleksi dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kualitas pemecahan masalah siswa, khususnya dalam tahap evaluasi solusi (looking back).
KESALAHAN SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TAHAPAN NEWMAN DAN POLYA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ni Made Sukma Dewi; Gusti Ayu Mahayukti; Kadek Ayu Mutiara Pratiwi; Ni Made Sri Mertasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/2f1pp717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kesalahan dominan yang dilakukan siswa SMA dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah berdasarkan tahapan Newman dan Polya. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan alur PRISMA yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu identification, screening, eligibility, dan included. Artikel-artikel yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel yang memenuhi syarat inklusi dengan rentang tahun publikasi 2022-2026. Data diperoleh melalui Google Scholar, Scopus, SINTA, dan Garuda. Setelah melalui proses seleksi, diperoleh 18 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut yang terdiri dari 11 artikel dengan judul analisis kesalahan menggunakan tahapan Newman dan 7 artikel dengan judul analisis kesalahan menggunakan tahapan Polya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling sering dilakukan siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tahapan Newman, yaitu pada tahap transformation error (25,00%) dan encoding error (25,00%). Sementara itu, berdasarkan artikel-artikel yang menganalisis kesalahan dengan tahapan Polya, menunjukkan bahwa pada tahap melakukan rencana (36,36%) menjadi letak kesalahan yang paling sering muncul. Temuan ini menunjukkan bahwa proses memecahkan masalah matematika secara sistematis menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan guna memperbaiki strategi pembelajaran serta meminimalisir kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES (CUPS) BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP Aisya Bella Zq; Ni Nyoman Parwati; Putu Kartika Dewi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/rmw7m474

Abstract

Pemahaman konsep matematis menjadi salah satu kompetensi esensial dalam pembelajaran matematika. Meskipun demikian, tingkat penguasaan siswa terhadap konsep masih belum optimal. Kondisi ini tidak terlepas dari pola pembelajaran yang masih bersifat teacher-centered, sehingga keterlibatan aktif siswa dalam membangun pemahaman konsep belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CUPs berbantuan GeoGebra terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas IX SMP. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas 10 kelas dengan jumlah keseluruhan 377 siswa. Sampel penelitian diambil sebanyak dua kelas yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Berdasarkan hasil pengundian diperoleh kelas IXA8 sebanyak 37 siswa sebagai kelas eksperimen yang mengikuti model pembelajaran CUPs berbantuan GeoGebra dan kelas IXA9 sebanyak 39 siswa sebagai kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain post-test-only control group. Untuk menguji hipotesis penelitian, analisis data dilakukan menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata skor post-test sebesar 77,14, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata skor post-test sebesar 64,18. Hasil uji hipotesis menggunakan independent samples t-test dengan taraf signifikansi 0,05 menunjukkan nilai signifikansi (sig) sebesar < 0,001, yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CUPs berbantuan GeoGebra lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional.
TREN PENELITIAN TENTANG PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI JURNAL TERINDEKS SINTA TAHUN 2016-2025 Duratun Fahirah; Zainuddin Untu; Petrus Fendiyanto; Asyril Asyril
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/g9eprr86

Abstract

Penelitian tentang Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran matematika terus berkembang sebagai respons terhadap rendahnya kemampuan matematika peserta didik. Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa kemampuan matematika peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah, sehingga berdampak pada hasil belajar. Salah satu penyebabnya adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang menarik. Oleh karena itu, banyak penelitian mengkaji penerapan PBL sebagai solusi, sehingga menjadikan topik ini sebagai tren dalam penelitian pendidikan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian tentang Problem Based Learning (PBL) di jurnal terindeks SINTA tahun 2016-2025. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari artikel yang dipublikasi pada jurnal terindeks SINTA dengan topik PBL. Teknik pengumpulan data ialah studi dokumentasi dengan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA). Sebanyak 162 artikel memenuhi seluruh kriteria, kemudian dianalisis berdasarkan identitas artikel (nama jurnal, tahun terbit, indeks SINTA) dan konten artikel (jenjang pendidikan, rumusan masalah, dan metode penelitian). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tren penelitian PBL dalam pembelajaran matematika pada jurnal terindeks SINTA periode 2016–2025 mengalami perkembangan yang fluktuatif namun cenderung meningkat, serta didominasi oleh penelitian pada jenjang pendidikan dasar dengan fokus utama pada peningkatan hasil belajar dan penggunaan metode eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa PBL masih menjadi topik yang relevan dan banyak dikaji dalam penelitian pendidikan matematika. Saran bagi peneliti lain untuk memperluas cakupan elemen yang dianalis, sehingga tidak terbatas hanya pada identitas dan konten artikel.
PERAN SELF-REGULATED LEARNING SEBAGAI MEDIATOR DALAM MODEL PROBLEM-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS Nur Alya; Nurul Latifa; Mukarrama Mukarrama; Rutni Amara; Andika Andika; Aprisal Aprisal
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/h9rehw66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara penerapan model problem-based learning dengan kemampuan berpikir kritis serta kreatif matematis siswa, sekaligus melihat bagaimana peran self-regulated learning sebagai variabel mediasi yang memperkuat  pengaruh problem-based learning terhadap kemampuan berfikir kritis matematis siswa. Kajian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti tahapan PRISMA, mulai dari proses penelusuran sumber, penyaringan, penilaian kelayakan, hingga penetapan artikel yang dianalisis. Sumber data berasal dari beberapa database akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, Elicit, dan Semantic Scholar, yang kemudian diseleksi dan  menghasilkan 35 artikel yang sesuai dengan fokus penelitian. Data kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan cara membandingkan serta mengintegrasikan temuan dari berbagai penelitian yang telah dipilih. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan problem-based learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa. Di sisi lain, self-regulated learning memiliki peran penting sebagai variabel mediasi yang membantu memperkuat pengaruh model tersebut terhadap kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, penerapan kedua pendekatan ini secara bersamaan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada pembelajaran matematika.
MISKONSEPSI SISWA KELAS VII SMPK BALA KESELAMATAN PALU PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Walfrandi Yusame; Pathuddin Pathuddin; Rita Lefrida; Alfisyahra Alfisyahra
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/44kd5e97

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya upaya yang tepat agar miskonsepsi yang dialami oleh siswa tidak terus berlangsung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa kelas VII SMPK Kristen Bala Keselamatan Palu. Subjek dalam penelitian ini yaitu 2 siswa kelas VII SMPK Kristen Bala Keselamatan Palu yang mengalami miskonsepsi. Data dikumpulkan melalui tugas tertulis dengan CRI, wawancara, dan member check.  Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa siswa masih mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan soal pertidaksamaan, meliputi kesalahan memaknai identitas tanda pada suku aljabar, menggunakan istilah pindah ruas, menganggap konsep persamaan dan pertidaksamaan identik, dan melakukan prosedural pemecahan masalah dengan aturan sendiri. Adapun penyebab miskonsepsi yang dialami berasal dari diri sendiri yaitu, prakonsep/konsep awal siswa, pemikiran asosiatif siswa, reasoning yang salah, pemikiran humanistik, dan intuisi yang salah.
PENGARUH MODEL GAME BASED LEARNING BERBANTUAN QUIZWHIZZER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 34 SAMARINDA Diva Fitria Ali; Zainuddin Untu; Rusdiana Rusdiana; Berahman Berahman
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/h57c4585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Games Based Learning berbantuan QuizWhizzer terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII SMP Negeri 34 Samarinda. Landasan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 34 Samarinda tahun ajaran 2025/2026 yang terbagi menjadi 7 kelas, dengan sampel dua kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII G sebagai kelas kontrol. Sampel diambil dengan memilih 2 kelas yang memiliki kemampuan yang homogen. Bentuk instumen yang digunakan adalah soal tes uraian yang berjumlah 4 butir soal dengan materi relasi dan fungsi. Penelitian dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan dan 1 kali posttest untuk masing-masing kelas. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen sebesar 83,22 sedangkan di kelas kontrol sebesar 73,00. Hasil analisis statistika inferensial menggunakan uji Independent Sample t-Test dengan pengujian pihak kanan menunjukkan bahwa nilai signifikansi statistik sebesar 0,006 sehingga  ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan model pembelajaran Games Based Learning berbantuan QuizWhizzer terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII SMP Negeri 34 Samarinda.
PENERAPAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Nia Jusniani; Erma Monariska; Tepati Hak Kewajiban
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apy2yp52

Abstract

Literasi matematis merupakan kompetensi fundamental yang menentukan kualitas pembelajaran matematika pada jenjang sekolah dasar. Namun, hasil studi internasional seperti PISA 2022 menunjukkan bahwa capaian literasi matematis siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD, yakni pada peringkat 68 dari 81 negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media manipulatif dalam meningkatkan literasi matematis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest control group design yang melibatkan 64 siswa kelas V SD di Kabupaten Bogor yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa tes literasi matematis berbasis indikator PISA yang mencakup komponen merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan matematis. Hasil analisis menunjukkan peningkatan literasi matematis yang signifikan pada kelompok eksperimen dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 (kategori sedang-tinggi) dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,29. Uji Mann-Whitney menghasilkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang mengkonfirmasi perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kontekstualisasi masalah matematika melalui situasi nyata dalam RME berbantuan media manipulatif secara efektif mendorong kemampuan berpikir matematis siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media manipulatif dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, khususnya dalam upaya meningkatkan literasi matematis siswa.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GOOGLE SPREADSHEET TERHADAP KEMAMPUAN MENGOLAH DATA STATISTIK SISWA KELAS VIII MTSS TQ AL-FALAHIYAH Diah Ajeng; Choirudin Choirudin; M. Saidun Anwar; Isnaini Nur Azizah; Wawan Wawan
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/qtwkq359

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam mengolah data statistik akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Google Spreadsheet terhadap kemampuan mengolah data statistik siswa kelas VIII MTsS Takhassus Al-Qur’an Al-Falahiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 54 siswa, dengan teknik total sampling, yaitu kelas VIII A sebagai kelompok eksperimen dan VIII B sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan mengolah data statistik yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelompok eksperimen (83,50) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (71,75), serta diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan Google Spreadsheet mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengolah data statistik melalui pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis praktik langsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Google Spreadsheet efektif digunakan sebagai media pembelajaran statistika di MTs.
EFEKTIVITAS INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Rohuf Fitry Madaindi Naesap; Hepsi Nindiasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/52qy6k12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi AI dalam berbagai pendekatan pembelajaran terhadap pencapaian kemampuan matematis siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), yaitu kajian pustaka sistematis dan transparan untuk memperoleh simpulan objektif penelitian terdahulu. Tahapan penelitian meliputi perumusan tujuan dan pertanyaan penelitian, penyusunan kriteria seleksi, pencarian literatur, seleksi literatur, penilaian kualitas artikel, sintesis data, dan penyusunan laporan. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, Publish or Perish, ScienceDirect, SCImago Journal Rank, dan Sinta dengan kata kunci terkait AI, pendekatan pembelajaran, dan kemampuan matematis. Kriteria Inklusi dari artikelnya adalah meliputi artikel dari tahun 2022-2026, membahas integrasi AI dalam pendekatan pembelajaran terhadap kemampuan matematis, yang berasal dari jurnal minimal Sinta 4 dan jurnal internasional, dengan subjek siswa sekolah dasar hingga menengah. Hasil seleksi memperoleh 13 artikel ilmiah yang dianalisis menggunakan sintesis tematik dan naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran matematika cenderung efektif dalam meningkatkan pencapaian kemampuan matematis siswa. Efektivitas tersebut ditemukan paling optimal ketika teknologi AI disinergikan dengan pendekatan pembelajaran yang aktif yang menempatkan siswa menjadi pusat dari proses konstruksi pengetahuan. AI berfungsi sebagai tutor virtual, pemberian umpan balik adaptif, scaffolding digital, media visual interaktif, mitra dialogis dalam pemecahan masalah, hingga sarana personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Keberhasilan integrasi ini bergantung pada sinergi antara desain pedagogis inovatif, kesiapan metakognisi siswa dalam menghadapi sistem AI serta peran guru sebagai fasilitator validasi konsep.