cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 621 Documents
DESAIN MEDIA GEMAR PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA BUDAYA KLETENG SAM POO KONG MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Siti Agustina Mujtahidah; Venissa Dian Mawarsari; Dwi Sulistyaningsih
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/vg46dn39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media GEMAR (Geometri, Etnomatematika, Menarik, dan Relevan) berbasis website dengan pendekatan etnomatematika budaya Klenteng Sam Poo Kong pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) menggunakan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analysis, design, dan development. Objek penelitian ini adalah media pembelajaran GEMAR berbasis website, sedangkan subjek validasi terdiri atas tiga ahli materi dan tiga ahli media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket validasi untuk menilai kelayakan media dari aspek materi maupun aspek media. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor validitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media GEMAR berbasis website memperoleh skor rata-rata 3,73 dengan kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli materi dan skor rata-rata 3,80 dengan kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli media. Adapun rata-rata keseluruhan hasil validasi mencapai 3,76 dengan kategori sangat valid. Dengan demikian, media GEMAR berbasis website dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi bangun ruang sisi datar.
KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA SMP KELAS IX DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERTIPE PISA Alifia Hadinah; Rusdiana Rusdiana; Petrus Ferdiyanto; Zainuddin Untu
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pz44gg81

Abstract

Rendahnya kemampuan matematika murid Indonesia tercermin dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA), di mana capaian Indonesia masih berada pada peringkat 66 dari 81 negara partisipan. Pembelajaran yang cenderung prosedural diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan murid dalam menyelesaikan soal bertipe PISA. Data dikumpulkan melalui tes berupa soal matematika bertipe PISA yang telah divalidasi oleh validator dan wawancara semi terstruktur untuk mendukung analisis jawaban murid. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengelompokkan kemampuan murid ke dalam kategori tertentu serta didukung triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan matematika murid SMP kelas IX masih tergolong rendah. Dari 61 murid yang menjadi responden, sebanyak 33 murid (54%) berada pada kategori kurang, 22 murid (36%) pada kategori cukup, 5 murid (8%) pada kategori kurang sekali, dan 1 murid (2%) pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar murid mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi masalah, memahami konteks, serta menerapkan konsep matematika pada soal bertipe PISA. Dengan demikian, tingkat kemampuan matematika siswa SMP kelas IX secara umum masih dalam kategori kurang, sehingga diperlukan upaya perbaikan pembelajaran, khususnya dengan memperkenalkan soal-soal kontekstual bertipe PISA secara berkelanjutan agar kemampuan matematika siswa dapat meningkat.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI SELF-EFFICACY KELAS X DI SMA NEGERI 9 SAMARINDA Rizky Ramadhan; Rusdiana Rusdiana; Petrus Fendiyanto; Abd. Basir Abbas
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/hhdhsz05

Abstract

Pembelajaran persamaan kuadrat cenderung menekankan aspek prosedural dibandingkan pemahaman konsep, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tinggi rendahnya tingkat Self-efficacy siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan kuadrat ditinjau dari tingkat Self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan tahapan Kastolan (kesalahan konseptual, prosedural, dan teknik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 9 Samarinda yang berjumlah 6 siswa yang dipilih secara purposive sampling dari 28 siswa berdasarkan hasil angket Self-efficacy. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan angket Self-efficacy (18 pernyataan, reliabilitas Cronbach's Alpha 0,785), soal tes tertulis persamaan kuadrat (4 soal, validitas r > 0,349, reliabilitas 0,652), wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Profil kesalahan siswa dengan Self-efficacy tinggi yaitu melakukan kesalahan konseptual semu (pseudo-conceptual) dan kesalahan teknik. Tingginya Self-efficacy mendorong subjek tetap menyelesaikan semua soal yang diberikan walaupun tidak mengerti alasan dari langkah yang dilakukan. (2) Profil kesalahan siswa dengan Self-efficacy sedang yaitu melakukan kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik. Kelompok ini berani mencoba semua soal yang diberikan walaupun terjebak pada kesalahan prosedural. (3) Profil kesalahan siswa dengan Self-efficacy rendah yaitu melakukan kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik, dengan dominasi pada kesalahan konseptual. Rendahnya Self-efficacy siswa cenderung melakukan kecurangan akademik dan menggunakan bantuan eksternal. Kesimpulan penelitian ini adalah profil kesalahan siswa berbeda secara kualitatif pada setiap tingkat Self-efficacy, sehingga guru perlu merancang pembelajaran yang tidak hanya menekankan prosedur tetapi juga penguatan konsep dan keyakinan diri siswa.
STUDI KOMPARASI ANTARA TRADISI DAN MATEMATIKA DALAM PERHITUNGAN ZAKAT MAL PERTANIAN SAWAH DI TAKKALALLA  BARAT KABUPATEN PINRANG Sulfiani Sulfiani; Muhammad Ahsan; Buhaerah Buhaerah; Zulfiqar Busrah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/af3pyw21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara tradisi masyarakat dan konsep matematis formal dalam perhitungan zakat mal pertanian sawah di  Takkalalla Barat Kabupaten Pinrang serta mengidentifikasi konsep matematika yang terkandung dalam praktik tersebut melalui perspektif etnomatematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi komparatif dan pendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas delapan petani sawah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perhitungan zakat pertanian masyarakat masih dipengaruhi oleh tradisi dan kebiasaan turun-temurun, seperti penggunaan satuan karung dan perhitungan berbasis perkiraan. Namun, praktik tersebut mengandung konsep matematika berupa persentase, rasio, pengukuran, operasi hitung, konversi satuan, dan ketaksamaan. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap zakat pertanian juga berbeda-beda, mulai dari tradisional hingga mendekati konsep matematis formal. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik zakat pertanian dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika berbasis etnomatematika yang kontekstual dan bermakna.
PERAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL DALAM KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Della Della; Hepsi Nindiasari; Indiana Marethi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/53m62a57

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif berbagai temuan ilmiah yang berkaitan dengan peran model pembelajaran Treffinger berbasis masalah kontekstual dalam menumbuhkan kemampuan literasi numerasi siswa. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan berpedoman pada panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri tiga basis data utama, yakni Google Scholar, ERIC, dan Garuda, dengan rentang tahun publikasi 2021 hingga 2025. Dari 187 artikel yang berhasil ditemukan, sebanyak 15 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan, kemudian dikaji melalui proses seleksi bertahap, ekstraksi data, dan sintesis tematik. Kajian difokuskan pada siswa jenjang SMP dan SMA dalam konteks pembelajaran matematika. Temuan analisis mengindikasikan kecenderungan yang kuat bahwa pengintegrasian model Treffinger dengan pendekatan masalah kontekstual memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa. Pendekatan ini terbukti tidak sekadar mengembangkan daya pikir kreatif, tetapi sekaligus memperkuat kecakapan pemecahan masalah serta kemampuan penalaran matematis melalui situasi yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. Di samping itu, prestasi belajar siswa yang menerapkan model ini umumnya melampaui capaian siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat ditegaskan bahwa model Treffinger berbasis masalah kontekstual merupakan salah satu pilihan pembelajaran yang efektif guna meningkatkan literasi numerasi siswa. Meski demikian, keberhasilannya sangat bergantung pada sejumlah faktor, di antaranya karakteristik dan latar belakang peserta didik, kesiapan guru dalam mengelola proses pembelajaran, serta kualitas perangkat ajar yang digunakan.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII SMPN 4 WONOMULYO DALAM MENYUSUN MODEL MATEMATIKA DARI SOAL CERITA KONTEKSTUAL Jusda Aldasafitri; Zalfa Atiqah; Marwan Marwan; Nursyam Anaguna
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ewjr1w74

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menyusun model matematika dari soal cerita berbasis kehidupan sehari-hari. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesalahan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas satu guru matematika dan lima siswa yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dominan meliputi pembalikan penetapan variabel, tidak menyusun model matematika secara formal dan langsung menebak jawaban, penyelesaian model yang tidak tuntas, serta ketidakmampuan menyelesaikan soal yang melibatkan sistem persamaan linear satu variabel. Faktor penyebab kesalahan berasal dari kurangnya pemahaman terhadap teks soal, minimnya latihan mandiri, rendahnya kebiasaan membaca, serta kurangnya dukungan belajar dari keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menyusun model matematika masih tergolong rendah karena siswa mengalami kesulitan memahami informasi soal, menentukan variabel, dan menerjemahkan bahasa sehari-hari ke dalam bentuk matematika formal. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif agar siswa mampu memahami konsep matematika dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
VARIASI PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIKA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Putu Vinda Liana Pratiwi; I Wayan Puja Astawa; I Gusti Putu Suharta; I Gusti Ayu Mahayukti; Ni Made Sri Mertasari Mertasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/a7vy5321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis variasi penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan literasi matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan prosedur PRISMA melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang relevan pada Google Scholar dan jurnal terindeks SINTA dan Scopus, dengan rentang publikasi tahun 2020-2025. Sebanyak 17 artikel dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan sintesis naratif untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penerapan CTL meliputi penerapan secara mandiri, integrasi dengan media pembelajaran digital, serta kombinasi dengan pendekatan pembelajaran lainnya, berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan literasi matematika siswa, khususnya pada aspek pemecahan masalah, penalaran matematis, dan pemahaman konsep. Namun demikian, penerapan CTL yang diintegrasikan dengan media pembelajaran digital menunjukkan kecenderungan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penerapan secara tunggal. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa sintesis empiris mengenai variasi penerapan model CTL dalam pembelajaran matematika dan implikasinya terhadap pengembangan pembelajaran kontekstual, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
ANALYSIS OF STUDENT ERRORS BASED ON NEWMAN’S THEORY IN SOLVING CONTEXTUAL PROBLEMS ON PROBABILITY Zefanya Tabita Ambarita; Yokebet Hutapea; Romaida Fitriani Br Manik; Sri Vioni Novena Simanihuruk; Budi Halomoan Siregar
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/vmnmy152

Abstract

Mathematics instruction is essential for fostering logical thinking, organized reasoning, and the ability to tackle problems. Yet, in reality, numerous learners continue to face challenges when dealing with real-world problems, especially in the area of probability. The objective of this research is to examine the mistakes made by students when applying Newman’s Theory to solve real-world issues in probability. This study employs a qualitative approach using error analysis as the research method. Research subjects were selected using purposive sampling, specifically students who had studied probability. A total of 22 students participated in this study. Data gathering was carried out using written assessments featuring open-ended queries and interviews to understand the ways students think when tackling problems. The analysis of the data was performed utilizing the Newman method, which comprises reading mistakes, misunderstanding errors, transformation mistakes, procedural skill errors, and encoding mistakes. The findings from the research reveal that students made errors as follows: reading mistakes accounted for 4.54%, comprehension errors were at 10.6%, transformation mistakes reached 25.75%, process skill errors were at 36.36%, and encoding mistakes, which were the most common, were at 45.45%. These results show that learners continue to encounter major challenges when it comes to documenting step-by-step solution methods and delivering correct final responses that fit the situation of the problem. This study implies that mathematics instruction needs to emphasize conceptual understanding, mathematical modeling skills, and the practice of solving problems in a structured manner.
PENGARUH KECERDASAN VISUAL SPASIAL DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MIPA Kanisius Varlo; Andi Syukriani
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/09dv4x61

Abstract

Kecerdasan visual spasial membantu siswa memahami konsep abstrak, visualisasi bentuk, dan penyelesaian masalah secara tepat, sedangkan fasilitas belajar matematika yang memadai memberikan makna ketersediaan sarana dan prasarana  yang baik sehingga meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan visual-spasial dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X MIPA UPT SMAN 8 Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post facto dengan desain korelasional. Populasi penelitian terdiri atas 70 siswa yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan visual-spasial, angket fasilitas belajar, dan tes prestasi belajar matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik inferensial, meliputi uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan visual-spasial dan fasilitas belajar secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji t, di mana kecerdasan visual-spasial (t = 4,796; p < 0,05) dan fasilitas belajar (t = 2,464; p < 0,05) berpengaruh signifikan. Uji simultan menunjukkan nilai Fhitung sebesar 44,607 (p < 0,05), yang berarti kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 0,847 + 0,488X1 + 0,250X2. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,571 menunjukkan bahwa 57,1% variasi prestasi belajar matematika dijelaskan oleh kecerdasan visual-spasial dan fasilitas belajar, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan visual-spasial yang baik serta dukungan fasilitas belajar yang memadai berperan penting dalam meningkatkan pemahaman konsep dan prestasi belajar matematika siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan kemampuan visual-spasial serta penyediaan fasilitas belajar yang optimal dalam proses pembelajaran matematika.
EKSPLORASI KESIAPAN BELAJAR MENGUKUR PANJANG BERDASARKAN PEMAHAMAN HUKUM KEKEKALAN PANJANG DI KELAS II SD Erni Erniawati; Karlimah Karlimah; Tb. Moh. Irma Ari Irawan
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/fagdas59

Abstract

Upaya mengeksplorasi kesiapan belajar mengukur panjang dinilai penting sebelum proses pembelajaran pengukuran panjang dimulai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesiapan belajar mengukur panjang peserta didik berdasarkan pemahaman hukum kekekalan panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yaitu pendidik dan peserta didik kelas II salah satu SD di Kota Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pengukuran panjang dilaksanakan mengacu pada Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik melalui aktivitas dan penggunaan benda konkret. Identifikasi kesiapan belajar peserta didik dilihat dari aspek fisik, semangat dan antusiasme dilakukan melalui tanya jawab dan observasi. Adapun pengecekan kesiapan belajar mengukur panjang dilihat dari aspek kognitif belum dilaksanakan. Pengecekan kesiapan belajar mengukur panjang dapat diidentifikasi melalui pemahaman hukum kekekalan panjang. Hukum kekekalan panjang menyatakan bahwa panjang benda tetap sama meskipun bentuk atau posisinya berubah. Pemahaman hukum kekekalan panjang dapat diidentifikasi melalui tiga prinsip utama yaitu identitas, reversibilitas, kompensasi. Pemahaman ini menjadi prasyarat sebelum mempelajari pengukuran panjang secara formal, tapi dalam pelaksanaannya belum dikenalkan dan diidentifikasi oleh pendidik sehingga kesiapan belajar mengukur panjang peserta didik belum terpetakan secara optimal. Oleh karena itu, pendidik dapat menjadikan hukum kekekalan panjang sebagai salah satu indikator dalam upaya mengecek kesiapan belajar mengukur panjang.