cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 621 Documents
HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN VIDEO ANIMASI DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Revina Putri Fitriani; Rostina Sundayana
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/yc0ekm81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan video animasi sebagai media pembelajaran dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 5 Tarogong Kidul tahun ajaran 2024/2025, dengan sampel sebanyak 28 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas angket pemanfaatan video animasi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Analisis data meliputi uji statistika deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil uji normalitas, data tidak berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis menggunakan Rank-Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemanfaatan video animasi dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa (r = 0,441; p = 0,019) dengan kategori sedang. Pemanfaatan video animasi memberikan kontribusi sebesar 19,4% terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
HUBUNGAN ANTARA SELF-CONFIDENCE DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA irni septiani; Rostina Sundayana
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/b9522047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-confidence (kepercayaan diri) dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya persepsi bahwa matematika merupakan pelajaran yang abstrak dan sulit, serta penggunaan strategi pembelajaran konvensional yang berdampak pada rendahnya aspek psikologis dan kemampuan komunikasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di salah satu SMA di Garut, Jawa Barat, dengan sampel sebanyak 21 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari angket self-confidence (berdasarkan indikator Lauster) dan tes kemampuan komunikasi matematis (berdasarkan indikator NCTM). Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Pearson melalui aplikasi IBM SPSS Statistics 22. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p < 0,05). Kemudian data di uji menggunakan uji Rank-Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,557 dengan nilai signifikansi sebesar 0,009. Karena nilai signifikansi 0,009 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-confidence dengan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi program linear di kelas tersebut.
DESAIN MEDIA X-POWER BERBASIS SELF-REGULATED LEARNING MATERI EKSPONEN KELAS X SMA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Uhti Hafida Nurhayati; Abdul Aziz; Eko Andy Purnomo
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ga334t04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran X-Power berbasis Self-Regulated Learning (SRL) pada materi eksponen untuk kelas X SMA yang berfokus pada keterampilan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang terbatas pada tahap Analisis, Desain, dan Pengembangan. Produk yang dikembangkan adalah media pembelajaran berbasis web yang dilengkapi dengan e-modul, video pembelajaran, kuis, permainan, dan fitur pelacakan kemajuan. Validasi dilakukan oleh dua ahli materi dan dua ahli media menggunakan instrumen penilaian yang mencakup beberapa aspek, seperti materi, tampilan, teknis, SRL, dan pemecahan masalah. Hasil validasi menunjukkan bahwa media X-Power memperoleh skor rata-rata 3,74 dari ahli materi dan 3,69 dari ahli media dengan kategori "sangat valid". Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan cocok untuk digunakan dalam pembelajaran matematika dan memiliki potensi untuk mendukung keterampilan pemecahan masalah siswa melalui pendekatan SRL.
PENGEMBANGAN E-MODUL MATEMATIKA BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DI MATERI SPLDV KELAS IX Lutfi Kurnia Salafi; Martyana Prihaswati Martyana Prihaswati; Rohmat Suprapto
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/gsht2g90

Abstract

Media pembelajaran matematika yang diterapkan guru sebagian besar masih mengandalkan buku cetak sebagai sumber belajar yang diberikan sekolah, hingga proses belajar mengajar punya kesan monoton dan tidak menarik bagi peserta didik. Maka, diperlukan inovasi didalam pengembangan bahan ajar berbasis teknologi dengan tujuan membuat pembelajaran bersifat interaktif dan mempunyai aksesibilitas yang tinggi oleh peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada tujuan untuk mengembangkan E-Modul Matematika berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pendekatan gaya belajar di materi SPLDV kelas IX, dengan fokus pada validitas produk. Metode penelitian yang diterapkan didalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE, terbatas sampai tahapan pengembangan. Analisis data dilakukan untuk menilai tingkat validitas e-modul pada hasil validasi ahli materi dan ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika E-Modul yang dikembangkan mendapat skor rata-rata sekitar 3,63 dari ahli materi dan 3,71 dari ahli media. Hasil penilaian dari kedua ahli memberi suatu petunjuk  kriteria sangat valid. Skor rata-rata gabungan penilaian sekitar 3,67 juga termasuk kategori sangat valid. Temuan ini menegaskan jika desain E-Modul dinyatakan layak untuk dicoba pada peserta didik didalam proses pembelajaran.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENERAPAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA ERA KURIKULUM MERDEKA Umi Nur Samsiah; Venissa Dian Mawarsari; Iswahyudi Joko Suprayitno
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/x26pvj73

Abstract

Penelitian ini merupakan studi literatur sistematis yang bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran matematika pada era Kurikulum Merdeka di Indonesia. Pendekatan Deep Learning dipandang sebagai strategi pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif bagi peserta didik dalam mengonstruksi pemahaman yang komprehensif terhadap konsep-konsep matematika dan kontekstual, sehingga meningkatkan motivasi serta hasil belajar. Metode SLR digunakan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menganalisis 14 artikel ilmiah terpilih yang diterbitkan antara tahun 2021–2025 dan relevan dengan topik Deep Learning dalam pendidikan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran inovatif dan berpusat pada peserta didik, serta mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah. Integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam Deep Learning juga berperan penting dalam meningkatkan personalisasi dan efektivitas pembelajaran. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan pelatihan pendidik dan sumber daya masih perlu diatasi agar penerapan Deep Learning dapat berjalan secara optimal.
PENGEMBANGAN MEDIA AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN PENDEKATAN STEAM PADA MATERI FUNGSI DAN RELASI KELAS VIII SMP Nur Vira Natasya; Ikmawati Ikmawati; Nanda Arista Riski; Usfandi Haryaka
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/d1m7dy27

Abstract

Matematika sering dianggap sulit dan kurang menarik oleh siswa karena pembelajaran yang masih monoton serta belum dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata, termasuk kearifan lokal, sehingga pemahaman siswa pada materi relasi dan fungsi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media ajar berbasis kearifan lokal Kalimantan Timur dengan pendekatan STEAM pada materi fungsi dan relasi kelas VIII SMP serta mengetahui tingkat validitas dan kepraktisan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) dengan subjek siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Samarinda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi oleh ahli media dan ahli materi serta angket kepraktisan oleh guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ajar memiliki tingkat validitas dengan indeks Aiken V sebesar 1,00 (sangat valid) pada aspek media dan 0,583 (valid) pada aspek materi, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 0,792 (valid). Selain itu, kepraktisan media menunjukkan nilai Aiken V sebesar 0,731 (praktis) dari guru dan 0,930 (sangat praktis) dari peserta didik, dengan rata-rata 0,831 (sangat praktis). Secara keseluruhan, media memperoleh persentase kelayakan sebesar 83,7% dengan kategori sangat layak, sehingga media ajar yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII SMP.
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL SPLDV MELALUI TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH POLYA Meza Aulia Zahrah; Ramon Muhandaz
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/mh18yy65

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMP di Kota Pekanbaru dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran adaptif matematis siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) melalui tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan menganalisis jawaban siswa berdasarkan empat tahap Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Subjek penelitian terdiri dari 19 siswa kelas IX, dengan pelaksanaan penelitian pada tanggal 6 November 2025. Instrumen yang digunakan berupa dua soal uraian yang dirancang untuk mengukur empat indikator penalaran adaptif matematis, yaitu kemampuan mengajukan dugaan atau konjektur, menemukan pola matematis, memberikan alasan atau bukti, serta memeriksa kebenaran suatu argumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa indikator mengajukan dugaan atau konjektur memperoleh persentase tertinggi sebesar 81,5%, diikuti oleh indikator memberikan alasan atau bukti matematis sebesar 56,58%. Sementara itu, indikator menemukan pola pada suatu gejala matematis mencapai 39,47%, dan indikator memeriksa kesahihan argumen memiliki persentase terendah sebesar 28,95%. Berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya, sebagian besar siswa telah mampu memahami permasalahan dan menyusun rencana penyelesaian, namun masih mengalami kendala pada tahap pelaksanaan rencana serta tahap pemeriksaan kembali hasil yang diperoleh.
PENGARUH PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI KUADRAT Yeni Rizkiyanti; Ika Victoria Nalurita
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/3qj4ke03

Abstract

Pada era pembelajaran saat ini, pendekatan deep learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa semakin meningkat. Sayangnya, partisipasi siswa dikelas seringkali kurang karena fokus tetap pada pengajar. Akibatnya, diperlukan model pembelajaran yang dapat menginspirasi siswa untuk seaktif mungkin. Sebagai tanggapan terhadap masalah ini, dikembangkan model pembelajaran kolaboratif yang mencakup pendekatan deep learning yang dapat mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana model pembelajaran kolaboratif yang menggabungkan pendekatan deep learning memengaruhi terhadap hasil belajar siswa pada materi fungsi kuadrat. Untuk metode penelitiannya menggunakan penelitian kuantitatif dalam bentuk eksperimen semu (Quasi Eksperiment). Untuk mempermudah pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan siswa kelas X dibagi menjadi dua kelas: satu sebagai kelas eksperimen dan yang lainnya sebagai kelas kontrol. Untuk keperluan pengumpulan data, semua siswa diberikan soal tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kontrol memperoleh skor  dan kelas eksperimen . Ini menunjukkan bahwa dibandingkan dengan kelas kontrol, kelas eksperimen memiliki hasil yang lebih baik dalam hal pembelajaran siswa. Selanjutnya, nilai  yaitu  dalam uji-T. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa strategi penerapan pendekatan deep learning yang digunakan dalam model pembelajaran kolaboratif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi fungsi kuadrat.
INTEGRASI GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN VISUALISASI SPASIAL SISWA SMP Abdurahman Hamid; Agusalim Juhari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/hh144s05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi GeoGebra dalam pembelajaran geometri terhadap kemampuan visualisasi spasial siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu dua kelas VIII yang memiliki karakteristik akademik relatif setara berdasarkan nilai matematika sebelumnya dan rekomendasi guru. Satu kelas ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran geometri berbantuan GeoGebra, sedangkan kelas lainnya sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan visualisasi spasial yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan homogenitas), uji independent samples t-test, serta perhitungan normalized gain (N-gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan visualisasi spasial siswa pada kedua kelompok. Peningkatan kemampuan visualisasi spasial pada kelompok eksperimen berada pada kategori sedang–tinggi, sedangkan kelompok kontrol berada pada kategori rendah–sedang. Dengan demikian, integrasi GeoGebra dalam pembelajaran geometri efektif dalam meningkatkan kemampuan visualisasi spasial siswa SMP.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: TREN PENELITIAN PENGEMBANGAN ASESMEN DIAGNOSTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TAHUN 2017–2025 Ade Andreansyah; Dian Septi Nur Afifah; Ratih Puspasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/eprszk13

Abstract

Penelitian mengenai asesmen diagnostik dalam pendidikan matematika menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, namun hasil penelitian yang ada masih tersebar di berbagai publikasi sehingga diperlukan kajian sistematis untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian terkait asesmen diagnostik dalam pembelajaran matematika menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Artikel diperoleh dari basis data Google Scholar dengan jumlah sebanyak 55 artikel yang diterbitkan pada tahun 2017 hingga 2025 dan dianalisis berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi meningkat signifikan sejak tahun 2022, metode penelitian didominasi oleh Research and Development (R&D), serta penelitian paling banyak dilakukan pada jenjang SMP. Variabel yang banyak dikaji meliputi asesmen diagnostik secara umum dan pengembangan instrumen bertingkat seperti three-tier test dan four-tier test. Selain itu, ditemukan beberapa kesenjangan penelitian, yaitu keterbatasan penelitian pada jenjang SMA dan perguruan tinggi, minimnya penggunaan metode eksperimen dan studi longitudinal, rendahnya pengembangan asesmen diagnostik berbasis teknologi digital, serta kurangnya integrasi dengan aspek afektif siswa dan strategi pembelajaran remedial. Dengan demikian, penelitian asesmen diagnostik dalam pendidikan matematika terus berkembang, namun masih diperlukan penguatan pada aspek inovasi, implementasi jangka panjang, dan integrasi teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif.