cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,349 Documents
Analisis Efektivitas Kebijakan Penetapan Badan Layanan Umum melalui Pendekatan Systematic Literature Review Nikita Kurnia; Umanto Umanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5955

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan penetapan Badan Layanan Umum (BLU) dalam perspektif reformasi administrasi publik, reformasi pengelolaan keuangan negara, pengukuran kinerja, dan tata kelola organisasi sektor publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian diperoleh melalui database Scopus dengan rentang publikasi tahun 2016–2026 menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan Public Financial Management Reform, policy implementation, performance management, dan organizational governance. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA sehingga diperoleh 36 artikel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan penetapan BLU dipengaruhi oleh kapasitas administrasi, kualitas tata kelola organisasi, fleksibilitas pengelolaan keuangan, sistem pengukuran kinerja, collaborative governance, dan kemampuan organisasi dalam mengelola perubahan tata kelola secara substantif. Penelitian ini juga menemukan bahwa fleksibilitas pengelolaan organisasi publik tidak otomatis meningkatkan kualitas pelayanan publik apabila tidak diiringi sistem akuntabilitas dan pengukuran kinerja yang efektif. Selain itu, implementasi kebijakan berbasis fleksibilitas berpotensi menghasilkan superficial compliance apabila organisasi hanya berorientasi pada pemenuhan administratif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan penetapan BLU merupakan hasil interaksi multidimensional antara kapasitas organisasi, tata kelola birokrasi, pengukuran kinerja, dan orientasi pelayanan publik berbasis hasil.
Penerapan Model Project Based Learning dengan Pendekatan Mendalam untuk Meningkatkan Pemahaman Ketrampilan Geografis dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA N 1 Ajibarang Goly Amin Priyono; Beny Wijarnako K; Asep Daud Kosasih; Ahmad Ahmad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5956

Abstract

Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 1 Ajibarang dan diarahkan untuk mengevaluasi pengaruh model pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) terhadap perkembangan hasil belajar, keterampilan geografis, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian yang dipilih adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu jenis Pretest-Posttest Control Group. Hasil posttest menunjukkan kenaikan rata-rata di kedua kelas, di mana kelompok eksperimen melonjak ke 90,78 (dari 84,89) dan kelompok kontrol ke 86,78 (dari 83,89). Melalui indeks N-Gain, kelompok eksperimen meraih ketegori sedang (0,39), mengungguli kelompok kontrol di kategori rendah (0,18). Kemampuan membuat peta kelompok eksperimen juga terbukti lebih tinggi dengan rerata 85,76 dibandingkan kelompok kontrol yang meraih 81,94. Penyebaran data pada kelompok eksperimen juga cenderung lebih merata. membuktikan bahwa PjBL efektif mendorong siswa dalam memahami sekaligus menyajikan informasi spasial dengan lebih baik. Kesimpulan akhir penelitian menunjukkan bahwa model Project Based Learning (PjBL) membawa pengaruh positif dan signifikan pada peningkatan hasil belajar, keterampilan geografi, serta ketajaman berpikir kritis siswa. Model tersebut terbukti dapat mewujudkan pembelajaran yang kontekstual dan aktif. Selain itu, cara ini efektif merangsang penalaran kritis peserta didik karena didasarkan pada pengalaman belajar yang penuh makna.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Kesadaran Kebencanaan Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Lumbir Kabupaten Banyumas Sulimah; Beny Wijarnako K; Asep Daud Kosasih; Ahmad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan teknologi digital dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) untuk meningkatkan kesadaran kebencanaan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lumbir, Kabupaten Banyumas. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya kerawanan bencana di Indonesia dan rendahnya kesadaran kebencanaan di kalangan siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran berbasis proyek berbantuan teknologi digital, dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes pengetahuan, angket kesadaran kebencanaan, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan inferensial untuk mengukur peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam PjBL dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai jenis bencana, tindakan mitigasi, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Siswa lebih termotivasi, terlibat aktif, dan mampu menghasilkan produk proyek yang aplikatif, seperti video edukasi dan peta risiko bencana berbasis digital. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan media digital dalam pendidikan kebencanaan serta penggunaan PjBL untuk membangun generasi muda yang sadar dan tangguh terhadap bencana.
Between Compliance and Commitment: A Temporal Critical Discourse Analysis of How National and International Oil Companies Respond to Evolving Climate-Related ESG Regulations in Their Public Disclosures, 2016–2026 Nugroho Nugroho; Rahmatul Husni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5960

Abstract

Over the decade from the Paris Agreement to the EU Omnibus I deregulation, the regulatory landscape for corporate climate disclosure has shifted from voluntary frameworks toward mandatory reporting, before partially reversing. Yet how National Oil Companies (NOCs) and International Oil Companies (IOCs) have responded to these evolving demands remains underexplored. This research employed longitudinal hybrid Critical Discourse Analysis and thematic content analysis on 176 reports from sixteen NOCs and IOCs across four regions (2016–2026 Q1). Guided by regulatory-response theory, legitimacy theory, and institutional logics, it examines how NOC and IOC disclosures diverged or converged in response to successive regulatory regimes and what discursive strategies were employed. Findings reveal three key patterns. First, European IOCs rapidly adopted TCFD/ISSB frameworks, with "net-zero" rhetoric increasing 340%, while NOCs showed only 120% increase. Second, following Omnibus I, European IOCs immediately reduced Scope 3 details and removed sectoral ESRS references, confirming that regulatory pressure drives symbolic compliance rather than substantive commitment. Third, the talk-walk gap persists across all companies, with average low-carbon capital expenditure at 18% for IOCs and only 4% for NOCs. NOCs in the Middle East exhibited the widest gap between rhetoric and investment action. This research fills a clear gap: no peer-reviewed qualitative study has conducted a temporal NOC-versus-IOC comparison across multiple regions spanning the full Paris-to-Omnibus-I arc. The findings contribute to corporate sustainability disclosure, energy governance, and ESG regulation literatures, with implications for policymakers and investors evaluating the credibility of oil and gas companies' energy-transition commitments.
Legalitas Surat Keterangan Nikah Siri Perspektif Undang Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Studi di Kecamatan Singingi Hilir) Arisman Arisman; Sofia Hardani; Nur Rohman
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5961

Abstract

Perkawinan merupakan institusi hukum dan sosial yang memiliki konsekuensi terhadap status serta perlindungan hak-hak keluarga. Dalam sistem hukum Indonesia, pencatatan perkawinan menjadi instrumen penting untuk memberikan kepastian hukum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Namun, praktik nikah siri masih ditemukan di masyarakat, salah satunya melalui penerbitan surat keterangan nikah siri oleh mantan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Kecamatan Singingi Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penerbitan surat keterangan nikah siri, kedudukan hukumnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, serta implikasi hukum yang ditimbulkan bagi pasangan yang hanya memiliki dokumen tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan mantan P3N, pasangan pelaku nikah siri, pihak Kantor Urusan Agama (KUA), serta studi terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surat keterangan nikah siri masih diterbitkan karena adanya kebutuhan sosial masyarakat, kepercayaan terhadap mantan P3N, hambatan administratif, dan faktor budaya. Namun, secara yuridis surat tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang sama dengan akta nikah resmi karena tidak diterbitkan oleh pejabat yang berwenang. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakpastian hukum terhadap hak istri, anak, dan administrasi kependudukan. Kesimpulannya, surat keterangan nikah siri hanya memiliki fungsi sosial sebagai bukti faktual sementara dan tidak dapat menggantikan pencatatan perkawinan resmi. Oleh karena itu, itsbat nikah melalui Pengadilan Agama menjadi solusi hukum untuk memperoleh pengakuan negara serta perlindungan hukum bagi keluarga.
Budaya Caring dalam Implementasi Interprofessional Collaboration di Rumah Sakit: A Scoping Review Nilam Fauziah; Risnah Risnah; Musdalifah Musdalifah; Widya Amraeni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5964

Abstract

Interprofessional Collaboration (IPC) di rumah sakit merupakan strategi kritis untuk meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan. Namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi yang melandasinya, khususnya budaya caring. Tujuan: Memetakan dan mensintesis bukti ilmiah mengenai peran budaya caring dalam mendukung implementasi IPC di rumah sakit, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan Scoping review dilakukan mengikuti kerangka Arksey and O'Malley yang disempurnakan Levac et al. dan panduan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, CINAHL, Google Scholar, dan SINTA periode 2021–2026. Sebanyak 55 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan narrative synthesis dan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi Lima tema utama teridentifikasi: (1) komunikasi efektif berbasis SBAR; (2) budaya organisasi, kepercayaan, dan kepemimpinan kolaboratif; (3) budaya caring dan kepuasan pasien; (4) integrasi teori caring Jean Watson dalam praktik kolaboratif; dan (5) hambatan struktural IPC. Internalisasi nilai-nilai caring terbukti memperkuat koordinasi interprofesional dan menurunkan hambatan hierarki profesi. Budaya caring merupakan fondasi esensial yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam IPC di rumah sakit. Pengembangan standar perilaku kolaboratif berbasis caring dan penguatan Interprofessional Education (IPE) sangat direkomendasikan.
Analisis Efektivitas Realisasi Program Aplikasi SIGNAL dalam Perspektif Agile Governance di Provinsi Bali A. A. Ngr. Bramana Adi Prasada Tama; Nyoman Sri Subawa
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5969

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional) di Provinsi Bali dengan perspektif Agile Governance. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kebutuhan pelayanan publik berbasis digital yang efisien, transparan, dan adaptif untuk meningkatkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas realisasi aplikasi SIGNAL serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik dan kepatuhan wajib pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada instansi pemerintah serta masyarakat pengguna di Kabupaten Bangli dan Badung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi SIGNAL mampu meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan transparansi dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti rendahnya literasi digital masyarakat pedesaan dan keterbatasan infrastruktur jaringan internet. Pembahasan menunjukkan bahwa prinsip Agile Governance seperti responsivitas, inovasi, efisiensi, dan human focused telah diterapkan meskipun belum optimal. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa aplikasi SIGNAL memberikan kontribusi positif terhadap optimalisasi PAD dan transformasi pelayanan publik, namun diperlukan penguatan infrastruktur dan literasi digital agar implementasi dapat merata di seluruh wilayah Bali.
Computer Vision-Based Chili Pepper Dryness Classification Using Lightweight CNN Models for Affordable Post-Harvest Sorting Tri Raharjo Yudantoro; Moh. Djaeni; R. Rizal Isnanto; Prayitno Prayitno; Z. N. Novita Sari
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5975

Abstract

The manual grading of chili pepper dryness is uneven because human graders tend to perceive color, texture, and form changes that occur gradually during drying in a subjective way. The purpose of this study is to develop a lightweight convolutional neural network model that can effectively balance classification accuracy, validation stability, and deployment feasibility for inexpensive post-harvest sorting. A controlled visual dataset of 1,662 photos of red chili pepper from 32 samples at eleven drying times was gathered and classified into Fresh, Medium, and Dry classes. We assessed MobileNetV2, NASNetMobile, and InceptionV3 using the same pre-processing, augmentation, and hold-out testing protocol, along with additional robustness analysis. MobileNetV2 achieved the best hold-out performance with 93% accuracy, 93% precision, 92% recall, and 92% F1-score, while having fewer parameters and lower computational cost than NASNetMobile and InceptionV3. The class-wise analysis showed that the greatest errors were found between the Fresh–Medium and Medium–Dry boundaries, as the visual transition of chili dryness is gradual. MobileNetV2 is the most suitable baseline for low-cost camera-based chili pepper dryness sorting, and this study provides an evidence-based standard for post-harvest visual inspection using compact deep learning.
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Project-Based Flipped Learning with Deep Learning Approach untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menyusun Desain Pembelajaran Mendalam Mustikawati Tyas Utami; I Made Tegeh; I Gde Wawan Sudatha
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5978

Abstract

Implementasi pendekatan Pembelajaran Mendalam menuntut guru memiliki kompetensi pedagogik yang memadai dalam menyusun desain pembelajaran. Namun, keterbatasan waktu, variasi metode belajar, dan ketersediaan media pembelajaran pada komunitas belajar guru masih menjadi kendala. Solusi yang ditawarkan pada penelitian ini adalah dengan mengembangkan e-modul interaktif berbasis project-based flipped learning with deep learning approach. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. Penelitian dilaksanakan berlokasi di SMK Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian adalah 30 guru, masing-masing 5 orang dari 6 komunitas MGMP di SMK Negeri 3 Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis project-based flipped learning with deep learning approach dinyatakan ‘valid’ dengan kriteria sangat baik berdasarkan penilaian rata-rata ahli materi sebesar 98,14% dan ahli media sebesar 95,52%. Uji kepraktisan produk mendapatkan hasil ‘praktis’ dengan kriteria sangat baik yang diperoleh dari penilaian rata-rata uji perseorangan sebesar 99,49%, penilaian rata-rata uji kelompok kecil sebesar 92,82% dan respon pengguna pada uji kelompok besar mendapatkan penilaian rata-rata 90,25%. Hasil penelitian terhadap efektivitas produk mendapatkan kategori ‘efektif’ dengan kriteria sangat tinggi, diperoleh dari penilaian rata-rata N-Gain Score sebesar 0,788, dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa e-modul interaktif berbasis project-based flipped learning with deep learning approach terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun desain pembelajaran mendalam.
Penggunaan Hak Inisiatif DPRD Provinsi Maluku dalam Mengajukan Rancangan Peraturan Daerah Nita Binumar; Sherlock Lekipiouw; Julista Mustamu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5980

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi hak inisiatif DPRD dalam pengajuan Peraturan Daerah di Provinsi Maluku sebagai bagian penting dari fungsi legislasi dalam sistem otonomi daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kerangka hukum, pelaksanaan praktis, serta implikasi hukum dari penggunaan hak inisiatif DPRD dalam pembentukan Perda. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan peraturan perundang-undangan dan doktrin hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif hak inisiatif DPRD telah diatur secara kuat, namun implementasinya masih belum optimal. Kondisi ini disebabkan oleh dominasi eksekutif, keterbatasan kapasitas kelembagaan, dinamika politik, keterbatasan tenaga ahli, serta tantangan geografis wilayah kepulauan Maluku. Akibatnya, sebagian besar rancangan Perda masih berasal dari pemerintah daerah sehingga terjadi kesenjangan antara norma hukum dan praktik. Hal tersebut berdampak pada melemahnya fungsi legislasi DPRD serta rendahnya responsivitas kebijakan hukum daerah terhadap kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas DPRD, peningkatan dukungan teknis, serta optimalisasi partisipasi publik diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan hak inisiatif DPRD. Selain itu, minimnya naskah akademik dan dukungan riset menyebabkan kualitas inisiatif legislatif DPRD belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan reformasi tata kelola legislasi daerah untuk menciptakan keseimbangan antara eksekutif dan legislatif. Dengan demikian, DPRD dapat menjalankan fungsi representasi secara lebih efektif dalam pembentukan kebijakan daerah.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue