cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,349 Documents
Pengaruh Continuous Improvement terhadap Kinerja Keberlanjutan dengan Sistem Digital Sebagai Variabel Mediasi: Studi Empiris pada Perusahaan di Industri Farmasi Ditosando Yudonegoro; Wahyuningsih Santosa; Tri Wulandari Satitidjati Dewayana; Yanu Agung Priyanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5981

Abstract

Industri farmasi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan (sustainability performance) yang mencakup dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Continuous improvement (CI) dan sistem digital dipandang sebagai faktor kunci dalam mendukung pencapaian kinerja keberlanjutan, namun penelitian yang mengkaji peran mediasi sistem digital dalam hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh continuous improvement terhadap kinerja keberlanjutan (ekonomi, lingkungan, dan sosial) dengan sistem digital sebagai variabel mediasi pada perusahaan manufaktur farmasi. Dengan menggunakan pendekatan survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 202 responden di berbagai bidang fungsional dan tingkat pekerjaan dalam sektor manufaktur farmasi. Kami menganalisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOS untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasilnya menunjukkan bahwa perbaikan berkelanjutan berdampak positif pada sistem digital. Selain itu, perbaikan berkelanjutan secara signifikan meningkatkan kinerja keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Temuan ini juga menunjukkan bahwa sistem digital secara signifikan memediasi hubungan antara perbaikan berkelanjutan dan seluruh aspek kinerja keberlanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa menggabungkan praktik perbaikan berkelanjutan dengan penerapan sistem digital akan meningkatkan pencapaian kinerja berkelanjutan. Studi ini menambah literatur yang ada dengan memberikan bukti bagaimana perbaikan berkelanjutan dan sistem digital bekerja sama untuk mendukung keberlanjutan dalam manufaktur farmasi. Secara praktis, temuan ini menekankan perlunya menghubungkan inisiatif perbaikan berkelanjutan dengan strategi transformasi digital untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan jangka panjang.
Evaluating the Effectiveness of MES-Based Palm Oil Surfactant in EOR Using Core Flooding and Spontaneous Imbibition Techniques Rini Setiati; Muhammad Furqon Haryono Bimantoro; Muh.Taufiq Fathaddin; Fahrurrozi Akbar; Bharoto; Iwan Sumirat; Ranggi Ramadhan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5984

Abstract

The increasing decline in oil production from mature reservoirs has encouraged the development of more effective and environmentally friendly Enhanced Oil Recovery (EOR) technologies. Surfactant flooding is a promising chemical EOR method because it can reduce interfacial tension, modify rock wettability, and mobilize trapped residual oil. This study aimed to evaluate the effectiveness of palm oil-based Methyl Ester Sulfonate (MES) surfactant in improving oil recovery through core flooding and spontaneous imbibition techniques. The experiment used Berea sandstone cores with approximately 21% porosity and 100 mD permeability, light crude oil with a gravity of 39°API, and two surfactant solution conditions: 5,000 ppm salinity with 0.5% MES concentration and 10,000 ppm salinity with 2% MES concentration. The results showed that the low-salinity MES solution provided better performance than the high-salinity condition. In the core flooding test, the 5,000 ppm salinity and 0.5% MES solution achieved the highest recovery factor of 84.74%, whereas the 10,000 ppm salinity and 2% MES solution achieved 62.63%. In the spontaneous imbibition test, the low-salinity condition resulted in 51.94% oil recovery, compared with 45.24% under high-salinity conditions. These findings indicate that lower salinity enhances surfactant stability, improves interfacial tension reduction, and promotes oil mobilization. Therefore, palm oil-based MES surfactant demonstrates strong potential as a sustainable chemical EOR agent for sandstone reservoirs.
Kegagalan Sistemik Pengawasan Anak Perusahaan BUMN: Model Pengawasan Terintegrasi Berbasis Integritas Rd. Evi Nurasih Salamah; Yusuf Saepul Zamil
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5991

Abstract

Kasus korupsi tata kelola pengadaan minyak mentah dan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) pada PT Pertamina Patra Niaga periode 2018-2023 merupakan salah satu skandal tata kelola BUMN terbesar dalam sejarah Indonesia, dengan kerugian negara mencapai Rp300.003 triliun (BPKP) dan kerugian konsumen Rp17,4 triliun per tahun (CELIOS). Penelitian ini bertujuan menganalisis kegagalan sistemik mekanisme pengawasan internal dan eksternal, mengkaji pertanggungjawaban hukum direksi, komisaris, dan Kementerian BUMN, serta merumuskan model pengawasan ideal. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, penelitian menemukan bahwa kegagalan pengawasan terjadi secara berlapis: asimetri informasi pada Dewan Komisaris, subordinasi Satuan Pengawasan Intern (SPI) kepada Direktur Utama yang merupakan pelaku utama, fragmentasi kewenangan di antara tujuh lembaga pengawas, hingga sertifikasi ISO 37001 yang bersifat seremonial. Kajian komparatif terhadap PETRONAS (Malaysia), Equinor (Norwegia), dan Saudi Aramco menunjukkan Indonesia tertinggal pada lima elemen kritis: independensi audit internal, akses informasi real-time, standar etika lintas korporasi, whistleblowing substantif, dan transparansi anak perusahaan. Sebagai solusi, dirumuskan Model Pengawasan Terintegrasi Berbasis Integritas (MPTBI) dengan empat pilar: kemandirian pengawasan internal, sinergi pengawasan eksternal, pengawasan berbasis teknologi dan data, serta pembangunan budaya integritas korporasi. Implementasi model ini memerlukan amendemen Pasal 68 UU BUMN, penguatan metodologi audit BPK berbasis risiko, dan komitmen politik dari Kementerian BUMN.
Restrukturisasi sebagai Alternatif Penyelesaian Kepailitan PT Sritex dalam Perspektif Keadilan Bermartabat Ariel Alexander; Boy Gabriel Yohanes Simarmata; Dyo Ganda Siadari; Teguh Prasetyo
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5994

Abstract

Kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menjadi salah satu kasus yang memperoleh perhatian luas karena melibatkan perusahaan tekstil nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, penyerapan tenaga kerja, dan aktivitas ekspor. Permasalahan yang muncul adalah apakah likuidasi merupakan solusi yang paling tepat ataukah restrukturisasi dapat menjadi alternatif penyelesaian yang lebih berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis restrukturisasi sebagai alternatif penyelesaian kepailitan PT Sritex serta mengkaji relevansinya dalam perspektif Keadilan Bermartabat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif menggunakan metode preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restrukturisasi memiliki landasan hukum yang kuat dalam sistem kepailitan Indonesia melalui mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Restrukturisasi dinilai lebih mampu menjaga keberlangsungan usaha, melindungi kepentingan kreditur, mempertahankan lapangan kerja, dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi dibandingkan likuidasi. Dalam perspektif Keadilan Bermartabat, restrukturisasi mencerminkan keseimbangan antara kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan sehingga lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan tujuan hukum nasional.
Implementasi Pendidikan Kearifan Lokal di SD Negeri Sleman 1 Nur Hidayah; Siti Maisaroh
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam mengembangkan kearifan lokal dan mengetahui kendala dalam menerapkan strategi penerapan kearifan lokal di SD Negeri Sleman 1. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) SD Negeri Sleman 1 mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam semua mata pelajaran, guru tidak membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Silabus yang di susun secara khusus tentang kearifan lokal, menerapkan pembiasaan seperti memakai seragam batik sekolah, memakai batik bebas, menggunakan pakaian adat kejawen, menggunakan pakaian adat daerah, berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa, menyanyikan lagu daerah, perlombaan permainan tradisional, ekstrakurikuler Pramuka, ekstrakurikuler membatik, dan ekstrakurikuler menari. (2) Kendala dalam menerapkan kearifan lokal diantaranya faktor sekolah yaitu anggaran dana yang terbatas dan tidak ada tim pengembang kearifan lokal.
Evaluation of The Utility of TPACK-Based Interactive Flat Panel (IFP) in Improving The Digital Literacy Skills of Elementary School Teachers in The Cimurah Garut Group Indriani Desira Irawati; Jamilah Jamilah; Ayu Puji Rahayu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6001

Abstract

This research aims to evaluate the use of Interactive Flat Panel (IFP) based on Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) in improving the digital literacy skills of elementary school teachers in the Cimurah Cluster, Garut Regency. The study used a mixed method with a sequential explanatory design, namely the collection and analysis of quantitative data followed by in-depth qualitative data. The research subjects consisted of 45 elementary school teachers in the Cimurah Cluster, Garut. Data collection techniques were carried out through questionnaires, observations, in-depth interviews, and documentation. The results showed that the use of TPACK-based IFP had a positive influence on improving teachers' digital literacy, especially in aspects of mastery of learning technology, digital media creativity, digital communication, and the ability to integrate technology into learning. Quantitatively, there was an increase in teachers' digital literacy skills by 78% in the high category. Meanwhile, qualitative results showed that the use of IFP was able to improve the effectiveness of interactive learning and teacher motivation in developing digital learning innovations. The main obstacles found included limited technical training, unstable internet access, and differences in digital competencies between teachers. This study recommends strengthening TPACK training based on digital technology on an ongoing basis in elementary schools.
Analisis Pengaruh Volume Filler Metal terhadap Kekuatan Mekanik dan Integritas Sambungan serta Efisiensi Proses pada Lini Produksi Air Conditioner Ronal Putra Zulni; Koswara; Rohib
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6002

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan volume rod filler brazing yang optimal pada sambungan pipa tembaga agar memenuhi standar teknis sekaligus meningkatkan efisiensi biaya material pada lini produksi AC. Metode penelitian menggunakan eksperimen murni melalui pengurangan volume rod filler secara bertahap (Reduce 1 hingga Reduce 4). Pengujian dilakukan menggunakan uji tarik (tensile test), uji kebocoran (leak test), dan uji fungsional (running test). Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan dioptimasi dengan integrasi metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dengan parameter keselamatan (leak test) sebagai prioritas utama berbobot 54,77%. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pengurangan volume filler hingga tingkat Reduce 4 (±50%) tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap kekuatan tarik sambungan (p-value > 0,05). Namun, hasil optimasi TOPSIS menunjukkan bahwa batas optimal pengurangan material berbeda pada setiap geometri pipa. Untuk pipa berdiameter 9 mm dan 6 mm, kondisi optimal berada pada Reduce 3 dengan skor preferensi masing-masing 0,6690 dan 0,9653, menghasilkan efisiensi biaya material sekitar 40% tanpa menurunkan kualitas mekanik. Sementara itu, pipa diameter 7 mm menunjukkan peningkatan kebocoran pada pengurangan ekstrem sehingga kondisi optimal berada pada Reduce 1 dengan skor 0,8721. Hasil penelitian menghasilkan rekomendasi standardisasi volume rod filler brazing berbasis manajemen risiko teknik untuk mendukung program cost down perusahaan.
Konflik Sosial-Ekologis dan Resolusi Konflik Multipihak dalam Industri Nikel Indonesia: Studi Kasus Morowali, Halmahera, dan Morosi Fida Iyun Fiil Islamie; Juliana Pramesti Dyah Kumalasari
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6005

Abstract

Penelitian ini menganalisis reproduksi konflik sosial-ekologis dalam industri nikel Indonesia serta menawarkan kerangka resolusi yang realistis di tengah keterbatasan kelembagaan. Studi kasus di Morowali, Halmahera, dan Morosi menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian yang ada, baik litigasi maupun advokasi, secara konsisten gagal menyentuh akar struktural konflik. Melalui analisis dokumen sistematis terhadap putusan pengadilan, dokumen kebijakan, laporan masyarakat sipil, dan literatur akademis, penelitian ini mengidentifikasi empat pola struktural yang berulang: sistem perizinan yang memprioritaskan investasi, partisipasi publik yang prosedural semata, absennya forum resolusi independen, dan peran ganda negara sebagai mitra investasi. Dengan menggunakan kerangka Galtung (negative vs. positive peace) dan model transformasi konflik Kriesberg, penelitian ini berargumen bahwa ketiga kasus hanya menghasilkan negative peace—ketiadaan kekerasan terbuka yang berdampingan dengan ketidakadilan struktural. Kontribusi utama penelitian ini adalah menjembatani kesenjangan antara diagnosis struktural yang kuat dalam literatur agraria Indonesia dan kurangnya kerangka resolusi yang dapat dioperasionalisasikan, dengan merumuskan rekomendasi bertahap yang jujur tentang hambatan strukturalnya sendiri.
Numerical Simulation of the Effects of Biodiesel Fuel Use on the Performance of the SWD 9TM 410 Engine Rendri Julian Restiawan; Muhammad Agung Bramantya; Willie Prasidha
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.6007

Abstract

The use of B40 Biodiesel as the main fuel in the Diesel Power Plant (PLTD) within PT PLN Nusantara Power UP Kapuas reflects the government's policy to reduce fuel oil imports and support the energy transition to renewable sources. In the SWD 9TM 410 engine at ULPLTG/D Siantan, the use of B40 Biodiesel provides significant changes to combustion characteristics, engine performance, and exhaust emissions. This study aims to model and analyze the combustion process of B40 Biodiesel using the Computational Fluid Dynamics (CFD) method through ANSYS Forte software with a multicomponent chemical mechanism approach. Simulation was carried out in the combustion chamber domain of cylinder 1 based on the actual geometry of the engine with output parameters in the form of peak pressure (Pmax), ignition delay (ID), rate of heat release (RoHR), indicated horsepower (IHP), temperature distribution, and formation of NOx and CO2 emissions. Validation was carried out using experimental data from engine operation tests. The simulation results show that the variation of the biodiesel mixture has an influence on combustion characteristics, engine performance, and the formation of exhaust gas emissions. B100 exhibited a 6.4% lower power output than B0 due to its lower heating value. In addition, differences in fuel characteristics result in variations in maximum cylinder pressure values, heat release rates, combustion temperatures, and NOx and CO2 emission concentrations at each loading level. Under the simulated conditions, the increase in the biodiesel fraction showed a tendency to produce lower combustion temperatures and NOx emissions than B0. The findings show that the fuel composition plays an important role in determining the combustion and emission characteristics of the SWD 9TM 410 diesel engine.
Relevansi Prinsip Inspanning Verbintenis dalam Transaksi Terapeutik Pada Bidang Tindakan Medis Estetika Maria Savvyana Saputra; Purnawan D Negara; Zahir Rusyad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.6012

Abstract

Layanan tindakan medis estetika berkembang sangat pesat dan mengalami komodifikasi sehingga sebagian masyarakat memandangnya sebagai transaksi komersial yang menuntut hasil pasti (resultaat verbintenis), padahal secara doktrinal hubungan hukum antara dokter dan pasien bersifat perikatan upaya (inspanning verbintenis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan karakteristik prinsip inspanning verbintenis dalam transaksi terapeutik, batas tanggung jawab dokter estetika ketika pasien menuntut hasil tertentu, serta implikasi hukum terhadap sengketa akibat hasil estetika yang tidak sesuai harapan pasien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan, melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak terapeutik dalam tindakan medis estetika, baik non-invasif, minimal invasif, invasif, rekonstruktif, maupun gigi dan mulut, tetap berada dalam kerangka inspanning verbintenis karena hasil tindakan dipengaruhi oleh faktor anatomis, biologis, dan respons individual pasien yang tidak dapat dikendalikan secara penuh oleh dokter. Batas tanggung jawab dokter ditentukan oleh kepatuhan terhadap standar profesi, standar prosedur operasional, prinsip kehati-hatian, dan kualitas informed consent, bukan oleh tercapai atau tidaknya hasil visual yang diharapkan pasien. Promosi layanan yang menjanjikan hasil pasti dapat menggeser konstruksi hukum menjadi resultaat verbintenis dan membuka ruang gugatan wanprestasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi informed consent, pengaturan promosi layanan estetika yang lebih spesifik, serta pemahaman pasien mengenai karakter perikatan upaya dalam layanan medis estetika.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue