cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,474 Documents
Peningkatan Kompetensi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa melalui Project Based Learning Tjhin Kindella Yunia
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6112

Abstract

Pembelajaran Bimbingan dan Konseling di perguruan tinggi masih didominasi oleh penyampaian materi secara teoritis sehingga kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik yang autentik relatif terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan praktik konseling, menyusun dokumentasi layanan, serta merancang Program Bimbingan dan Konseling secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam praktik konseling, identifikasi masalah konseli, penyusunan dokumentasi layanan, serta penyusunan Program dan Rancangan Layanan Bimbingan dan Konseling melalui penerapan Project Based Learning (PjBL). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 18 mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha yang mengikuti mata kuliah Bimbingan dan Konseling I. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian praktik, dan penilaian produk, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mahasiswa pada setiap siklus. Pada Siklus II, seluruh mahasiswa (100%) mampu menyusun Program Bimbingan dan Konseling serta rancangan layanan, sementara sebagian besar mencapai kategori baik hingga sangat baik pada aspek kelengkapan program, kesesuaian dengan kebutuhan, dan sistematika penyusunan. Penerapan PjBL juga meningkatkan keterampilan praktik konseling, kemampuan mengidentifikasi masalah konseli, serta kualitas dokumentasi layanan. Dengan demikian, Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa pada mata kuliah Bimbingan dan Konseling I melalui pengalaman belajar yang autentik, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian proyek.
Reading Hidden Red Flags: The Moderating Role of Anxious Attachment on The Relationship between Vulnerable Narcissism and Violence in Romantic Relationships Saka Akhmam Bazas
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6114

Abstract

Intimate partner violence (IPV) is a significant public health concern among young adults. Previous evidence regarding the role of vulnerable narcissism in IPV has been inconsistent, suggesting the presence of an unidentified moderating factor. This study examined the moderating role of anxious attachment in the relationship between vulnerable narcissism and IPV based on the I3 Model (Instigation–Impellance–Inhibition). The participants were 163 emerging adults aged 18–30 years who had been involved in a dating relationship for at least six months and were selected from an initial pool of 200 respondents. Participants completed the Vulnerable Narcissism Scale (VNS), the anxiety subscale of the Experiences in Close Relationships–Revised (ECR-R), and the Revised Conflict Tactics Scales (CTS2) through an online survey. Data were analyzed using hierarchical moderated regression based on Hayes’ moderation analysis approach, corresponding to PROCESS Model 1. The results showed that vulnerable narcissism was a strong positive predictor of IPV (? = 0.886, p < .001), and anxious attachment significantly moderated this relationship (?R² = 0.028, p = .006). The moderation effect was found to be buffering in nature, indicating that the effect of vulnerable narcissism on IPV decreased as anxious attachment increased, with regression slopes of 0.104, 0.085, and 0.066 at low, average, and high levels of anxious attachment, respectively. These findings were interpreted through the inhibitory pathway proposed by the I3 Model while also considering the possibility of a statistical suppression effect due to the strong correlation between the two predictors (r = .810). The reduction in overt aggression at higher levels of anxious attachment should not be interpreted as an indicator of a healthy relationship. Rather, the findings suggest that violence may not disappear but instead shift in expression, where aggression that might otherwise be directed toward a partner may be internalized as psychological distress experienced by the individual.
Desain Optimasi Pemeliharaan Mesin Industri Tissue Converting dengan Metode OMMP (Overall Measure of Maintenance Performance) dan MQFD (Maintenance Quality Function Deployment) Melalui Simulasi Monte Carlo Sebagai Data Generate Hery Setia Wardana; Ni Luh Putu Hariastuti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6119

Abstract

Industri tissue converting memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap keandalan mesin produksi. Tingginya frekuensi kerusakan dan downtime pada mesin Interfolder, Logsaw, dan Packaging di PT. XYZ menyebabkan peningkatan biaya perawatan serta penurunan efektivitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model optimasi pemeliharaan mesin melalui integrasi metode Overall Measure of Maintenance Performance (OMMP), Maintenance Quality Function Deployment (MQFD), dan simulasi Monte Carlo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus pada PT. XYZ Mojokerto. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk menghasilkan data kegagalan dan perbaikan mesin berdasarkan distribusi probabilitas yang sesuai. Selanjutnya dilakukan pengukuran kinerja pemeliharaan menggunakan indikator Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), Availability, Reliability, dan Maintenance Cost Ratio (MCR) yang diintegrasikan dalam metode OMMP. Hasil evaluasi menunjukkan nilai OMMP mesin Packaging sebesar 0,550, Interfolder sebesar 0,535, dan Logsaw sebesar 0,324, sehingga mesin Logsaw menjadi prioritas utama perbaikan. Analisis MQFD menghasilkan prioritas strategi teknis berupa penyediaan spare part kritis (27,6%), peningkatan kompetensi teknisi (19,2%), preventive maintenance terjadwal (19,0%), penyusunan SOP maintenance (18,9%), dan monitoring kondisi mesin (15,2%). Integrasi OMMP, MQFD, dan simulasi Monte Carlo terbukti mampu menghasilkan model pemeliharaan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan keandalan mesin, menurunkan downtime, dan mendukung efektivitas sistem maintenance perusahaan.
Hubungan Rasio GABA/Glutamate pada Magnetic Resonance Spectroscopy dengan Gambaran Lesi pada Epilepsi Rachmi Fauziah Rahayu; Sulistyani Kusumaningrum; Maryama Aisyah Pribadi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6131

Abstract

Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang ditandai oleh ketidakseimbangan neurotransmiter eksitatori dan inhibitor, terutama glutamat dan gamma-aminobutyric acid (GABA), yang berperan dalam proses epileptogenesis dan kekambuhan kejang. Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) konvensional belum selalu mampu mendeteksi seluruh lesi struktural sehingga diperlukan biomarker tambahan yang dapat menggambarkan perubahan metabolik jaringan otak epileptogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara rasio GABA/glutamat yang diukur menggunakan Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) dengan gambaran lesi pada pasien epilepsi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional prospektif terhadap 52 pasien epilepsi yang menjalani pemeriksaan MRS di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan teknik consecutive sampling. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Fisher's Exact, serta analisis akurasi diagnostik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,2% pasien memiliki rasio GABA/glutamat yang tidak normal, mencerminkan adanya ketidakseimbangan neurokimia yang dominan. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara rasio GABA/glutamat dengan lokasi lesi (p = 0,660) maupun jenis lesi (p = 0,723). Analisis diagnostik menunjukkan sensitivitas sebesar 95,0%, spesifisitas 10,0%, nilai prediksi positif 81,6%, dan nilai prediksi negatif 33,3%. Disimpulkan bahwa rasio GABA/glutamat lebih merefleksikan aktivitas metabolik epileptogenik dibandingkan karakteristik lesi struktural serta berpotensi menjadi biomarker pelengkap MRI dalam evaluasi klinis pasien epilepsi.
Perancangan Aplikasi Simulasi Deteksi Serangan DDoS Berbasis Dataset Trafik Menggunakan Metode Random Forest yang Dioptimasi Grey Wolf Optimizer untuk Meningkatkan Akurasi Lukas Febrian Laufra; Somantri Somantri; Lusiana Sani Parwati
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6135

Abstract

Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) merupakan salah satu ancaman keamanan siber yang paling signifikan pada lingkungan Internet of Things (IoT) akibat meningkatnya jumlah perangkat yang saling terhubung dan kompleksitas lalu lintas jaringan. Kondisi tersebut menuntut tersedianya mekanisme deteksi yang tidak hanya memiliki tingkat akurasi yang baik, tetapi juga efisien dan mudah diimplementasikan sebagai media evaluasi sebelum diterapkan pada lingkungan nyata. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi simulasi deteksi serangan DDoS berbasis dataset trafik dengan mengintegrasikan algoritma Random Forest dan optimasi Grey Wolf Optimizer (GWO). Penelitian menggunakan pendekatan rekayasa dengan metode deskriptif-kualitatif dan eksperimen kuantitatif melalui model pengembangan Waterfall. Dataset CICIIOT2025 digunakan sebagai data pelatihan dan pengujian setelah melalui tahapan preprocessing, sedangkan evaluasi dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score, serta pengujian fungsional aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi GWO menghasilkan model dengan akurasi sedikit lebih tinggi dibandingkan model Random Forest dasar, sekaligus membentuk arsitektur model yang lebih efisien melalui pengurangan kompleksitas tanpa menurunkan kinerja klasifikasi. Seluruh fitur aplikasi juga berfungsi sesuai kebutuhan sistem dan mampu memvisualisasikan proses deteksi secara interaktif. Dengan demikian, aplikasi yang dikembangkan berpotensi menjadi media pendukung evaluasi dan simulasi deteksi serangan DDoS pada jaringan IoT secara lebih sistematis dan efisien sebelum implementasi pada lingkungan operasional.
Analisis Yuridis terhadap Pemberatan Pidana bagi Narapidana yang Melakukan Tindak Pidana Peredaran Narkotika di Dalam Lembaga Pemasyarakatan Edwin Evan Gabriel Simamora; Achmad Adi Surya; Eny Susilowati; Yurika Fahliany Dewi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6153

Abstract

Peredaran gelap narkotika yang dilakukan oleh narapidana dari dalam lembaga pemasyarakatan menunjukkan masih lemahnya efektivitas sistem pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi pembinaan, rehabilitasi, dan pengawasan. Kondisi tersebut memunculkan persoalan yuridis mengenai penerapan pemberatan pidana terhadap narapidana yang kembali melakukan tindak pidana narkotika, terutama karena adanya perbedaan pengaturan residivisme dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar yuridis pemberatan pidana terhadap narapidana yang melakukan tindak pidana peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan serta mengkaji relevansi kegagalan struktural sistem pemasyarakatan terhadap efektivitas penerapan pemberatan pidana. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif menggunakan penafsiran hukum dan penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekaburan norma akibat perbedaan batas waktu residivisme antara kedua peraturan tersebut sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Selain itu, efektivitas pemberatan pidana dipengaruhi oleh berbagai persoalan struktural, seperti overcrowding, lemahnya pengawasan, keterbatasan sumber daya manusia, dan belum optimalnya program rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi pengaturan mengenai residivisme serta reformasi sistem pemasyarakatan agar kebijakan pemberatan pidana dapat diterapkan secara proporsional, mendukung tujuan rehabilitasi, menekan angka residivisme, dan memberikan kepastian hukum.
Pengembangan Kerangka Kerja Manajemen Energi Berbasis Cloud Real-Time Menggunakan Industrial Energy Performance Index untuk Implementasi ISO 50001 pada Industri Tekstil Irpan Restu Ade Putra; Marsul Siregar; Karel Octavianus Bachri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6164

Abstract

Efisiensi energi menjadi tantangan penting pada sektor manufaktur akibat meningkatnya biaya energi, tuntutan efisiensi operasional, serta kebutuhan terhadap praktik industri berkelanjutan. Industri tekstil merupakan salah satu sektor dengan konsumsi energi listrik yang tinggi karena memiliki proses produksi berkelanjutan dan karakteristik beban listrik yang kompleks. Namun, sistem monitoring energi konvensional masih banyak bergantung pada pencatatan manual serta belum mampu menyediakan evaluasi performa energi secara terintegrasi dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi Real-Time Cloud-Based Energy Management Framework (RCEMF) yang terintegrasi dengan Industrial Energy Performance Index (IEPI) untuk mendukung pemantauan energi, evaluasi performa energi, serta pengambilan keputusan dalam implementasi ISO 50001 pada industri tekstil. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan eksperimental yang mencakup perancangan arsitektur sistem, pengembangan akuisisi data otomatis, implementasi komunikasi Modbus RTU, integrasi basis data berbasis cloud, pengembangan IEPI, dan validasi framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RCEMF mampu mengintegrasikan digital power meter, IoT Gateway, komputasi awan, analitik energi, dan sistem pendukung keputusan dalam satu platform terpadu. Framework ini mampu mengurangi waktu akuisisi data lebih dari 96%, mencapai tingkat keandalan komunikasi sebesar 99,9%, serta melakukan evaluasi performa energi secara real-time. IEPI juga mampu merepresentasikan perubahan kondisi operasi melalui integrasi indikator SEC, PF, LF, dan MDU. Kesimpulannya, RCEMF menjadi solusi digital yang efektif untuk meningkatkan sistem manajemen energi, mendukung implementasi ISO 50001, dan meningkatkan efisiensi energi berkelanjutan pada industri tekstil.
Analisis Konvergensi Ukuran Sampel Baseline untuk Penetapan Statistically-Derived Threshold pada Sistem Monitoring Kondisi Motor Induksi Tiga Fasa Berbiaya Rendah Ratna Hartayu; Santoso Santoso; Lutfi Agung Swarga; Aditiya Veri Nashrudin
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6166

Abstract

Metode statistically-derived threshold (SDT) berbasis ? ± k? banyak digunakan pada sistem monitoring kondisi motor induksi berbiaya rendah, namun jumlah sampel baseline N umumnya ditentukan secara ad-hoc tanpa kriteria konvergensi eksplisit. Makalah ini menganalisis konvergensi parameter statistik (?, ?) dan threshold (?+2?, ?+3?) terhadap N pada tiga parameter kondisi motor induksi tiga fasa—suhu (DS18B20), arus (SCT013+ADS1115), dan magnitude getaran (MPU6050)—menggunakan dataset baseline 600 sampel dari sistem monitoring real-time berbasis Arduino/Modbus TCP/SCADA. Analisis menggunakan running statistics pada N = 30–600, kriteria konvergensi ganda yang diusulkan (perubahan relatif lokal < 1% dan deviasi global terhadap nilai akhir < 2% selama lima evaluasi berturut-turut), serta selang kepercayaan bootstrap 95% (B = 2000). Hasil menunjukkan perilaku konvergensi yang sangat berbeda: threshold arus konvergen pada N ? 40 dan getaran pada N ? 150, sedangkan threshold suhu tidak konvergen sejati dalam 600 sampel akibat transien warm-up termal yang membuat data non-stasioner (pergeseran threshold ?13%). Kriteria lokal saja terbukti menghasilkan konvergensi semu pada data yang drift perlahan. Dua rekomendasi praktis dihasilkan: panjang baseline harus ditetapkan per parameter, dan baseline termal hanya boleh diakuisisi setelah kondisi tunak termal tercapai. Kerangka analisis yang diusulkan dapat direplikasi untuk sistem monitoring kondisi berbiaya rendah lainnya.
Profil Kepercayaan Diri Berbicara Siswa SMK Program Keahlian Teknik: Kajian Diagnostik Awal Rina Apelia; Nurhidayah Nurhidayah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6169

Abstract

Kemampuan berbicara yang didukung oleh kepercayaan diri merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada program keahlian teknik, karena berkaitan dengan kesiapan menghadapi dunia kerja. Namun, sebagian siswa masih mengalami hambatan psikologis ketika menyampaikan gagasan atau menjelaskan prosedur teknis di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil kepercayaan diri berbicara siswa SMK program keahlian teknik sebagai kajian diagnostik awal yang menjadi dasar dalam perancangan intervensi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan statistik deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Sepeda Motor SMKN 1 Terisi Kabupaten Indramayu. Data dikumpulkan melalui angket kepercayaan diri berbicara yang mengukur dua dimensi, yaitu keyakinan terhadap kemampuan diri dan ketahanan terhadap kesalahan, serta wawancara terhadap delapan siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil angket. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data wawancara dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepercayaan diri berbicara siswa berada pada kategori percaya diri dengan nilai konversi sebesar 66,6. Sebanyak 44% siswa berada pada kategori percaya diri, 24% sangat percaya diri, dan 32% kurang percaya diri. Dimensi ketahanan terhadap kesalahan memiliki skor lebih rendah dibandingkan keyakinan terhadap kemampuan diri. Wawancara mengungkap bahwa ketergantungan pada catatan, tekanan sosial dari teman sebaya, kecenderungan menghindari kesempatan berbicara, serta kesenjangan antara penguasaan materi dan keberanian menyampaikan menjadi faktor utama rendahnya kepercayaan diri berbicara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan diagnostik mampu mengidentifikasi aspek-aspek prioritas yang perlu menjadi fokus dalam penyusunan pembelajaran yang mendukung peningkatan kepercayaan diri berbicara siswa.
Pengaruh Pembiasaan Salat dalam Keluarga terhadap Pembentukan Perilaku Religius Anak Aisyah Cintya Fatekah; Dzulfikar Akbar Romadlon
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6173

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter religius anak melalui pembiasaan ibadah secara konsisten. Namun, perubahan gaya hidup, kesibukan orang tua, dan meningkatnya penggunaan media digital menyebabkan pembiasaan keagamaan di lingkungan keluarga semakin menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiasaan salat dalam keluarga terhadap pembentukan perilaku religius anak pada siswa kelas IV, V, dan VI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif yang melibatkan 45 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang mengukur variabel pembiasaan salat dalam keluarga dan perilaku religius anak. Instrumen diuji menggunakan uji validitas Pearson Product Moment dan uji reliabilitas Cronbach's Alpha. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji prasyarat, regresi linear sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan salat dalam keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku religius anak (? = 0,694; p < 0,001). Model regresi juga dinyatakan layak (F = 34,280; p < 0,001), dengan nilai koefisien determinasi sebesar 44,4%, yang menunjukkan bahwa pembiasaan salat dalam keluarga mampu menjelaskan 44,4% variasi perilaku religius anak. Temuan ini menegaskan bahwa keteladanan, pengawasan, dan pembiasaan salat yang dilakukan secara konsisten oleh orang tua berkontribusi penting dalam pembentukan karakter religius anak. Oleh karena itu, penguatan pembiasaan salat di lingkungan keluarga perlu menjadi strategi utama dalam membangun karakter religius generasi sejak usia dini.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue