cover
Contact Name
Fadil Abdullah
Contact Email
fadil@politeknikmeta.ac.id
Phone
+6281324123128
Journal Mail Official
lppm@politeknikmeta.ac.id
Editorial Address
Jln. Inti 1 Blok C1 no 7 Lippo Cikarang/Bekasi 1755
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inkofar
ISSN : -     EISSN : 25812920     DOI : https://doi.org/10.46846/jurnalinkofar.v9i1
Inkofar adalah jurnal ilmiah multidisipliner yang memublikasikan hasil riset, tinjauan pustaka, studi kasus, dan komunikasi singkat pada ranah Teknik Industri, Ilmu Komputer/Teknologi Informasi, dan Ilmu Farmasi beserta irisan di antaranya
Articles 174 Documents
PEMILIHAN PEMASOK NATA DE COCO DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS UMKM ES BUAH PRASMANAN ARUMI) BERAU, KALIMANTAN TIMUR Hasto Wisnugroho, Anthonius Dhinar
Jurnal Inkofar Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v7i2.292

Abstract

Supplier performance appraisal is an important decision in a company, because it will increase the company's competitiveness in the face of very competitive business competition. UMKM Ice Fruit Buffet Arumi is currently selecting suppliers who will supply raw materials for Nata de Coco with three suppliers, namely Solo Swalayan, Nano Mart, and Toko Idang. In the selection of suppliers carried out by the Arumi Fruit Ice Cream UMKM, previously it was only based on the intuition of the business owner and there were no previous methods that supported it. The method used in this study is the Analytical Hierarchy Process (AHP). The criteria that can be used to assess supplier performance are price, quality, and location. The research location was carried out at an Arumi Fruit Ice Cream UMKM located on Jl. Mount Panjang, Tanjung Redeb, Berau. Respondents in this study were the owners of UMKM Ice Fruit Arumi Buffet. The results showed that the highest score was "Solo Supermarket" with a value of 0.563236, then "Nano Mart" with a value of 0.2155, and the last was "Toko Idang" with a value of 0.2212528. So it was concluded that the best supplier was "Self Service Solo".
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN KUALITAS PADA CHEMICAL INDUSTRY MENGGUNAKAN METODE PDCA DAN QC SEVEN TOOLS Tatoro, Tatoro; Rahmawati, Puput
Jurnal Inkofar Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v7i2.311

Abstract

PT.  ABC adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang chemical industry. Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. ABC adalah biji plastik dengan kode TCP999C untuk kebutuhan industri otomotif. Data produk cacat periode Januari – April 2023 produk TCP999C telah melampaui toleransi perusahaan yaitu lebih dari dari 2% untuk setiap jenis defect; defect pada colour 4,9%, density 3,9%, dan melt flow 3,75%. Hal tersebut menunjukan kualitas produksi dari produk TCP999C mengalami penurunan, sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan yang tepat untuk mengurangi jumlah defect dan agar tidak terjadi defect yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) dan QC Seven Tools. Pada tahap plan diketahui jenis defect yang paling dominan adalah jenis defect pada colour, sehingga penelitian ini berfokus untuk memperbaiki jenis defect pada colour. Terdapat empat faktor penyebab colour defect, yaitu manusia, metode, material, dan mesin. Tindakan perbaikan dilakukan dengan menggunakan tools 5W+1H dan telah diimplementasikan berupa standarisasi dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan, melakukan solialisasi SOP, dan pembuatan check sheet raw materia. Hasil Implementasi pengendalian kualitas memberikan hasil presentase colour defect pada Juni 2023 sebesar 1.75% atau mengalami penurunan sebesar 3,2%.Kata Kunci: PDCA, QC Seven Tools, Defect, Biji plastik, Implementasi Pengendalian Kualitas
PERANCANGAN JIG UNTUK PRODUKSI BRACKET DI PT PRO MECHANIC INDONESIA Widodo, Agus
Jurnal Inkofar Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v8i1.351

Abstract

ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah pemasangan produk yang sulit untuk dikerjakan dalam proses machining dikarenakan bentuk yang tidak beraturan dan permukaan yang tidak rata. Pengerjaan produk dalam jumlah banyak akan memakan waktu produksi yang lama apabila setiap produk dilakukan proses penyettingan berulang-ulang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara observasi dan studi literatur dari berbagai sumber mengenai pembuatan jig and fixture. Pembuatan jig and fixture sangat berguna untuk proses produk dengan jumlah yang sangat banyak. Proses desain jig and fixture menggunakan aplikasi SolidWorks 2014 karena mudah digunakan, penggambaran 3D sangat baik dan realistis, penggambaran detail drawing 2D, annotation, section, thickness, dan 3D View cukup mudah dan secara otomatis dapat dilakukan tanpa membuat lagi satu demi satu. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui proses machining dan cara membuat desain jig and fixture dengan menggunakan aplikasi SolidWorks 2014. Penggunaan jig and fixture lebih efektif dilihat dari segi setting, waktu pengerjaan dan kemudahan dalam proses machining. Kata Kunci: jig and fixture, SolidWorks, desain, machining
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU SAPOPHORE DENGAN MENGGUNKAN METODE FISHBONE PADA PRODUK GULA SYRUP (SAPOPHORE). (Studi kasus di PT. Amanah prima Indonesia) Suhanda, Suhanda; Saputra, Rahmat; Rohimah, Anni
Jurnal Inkofar Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v8i1.340

Abstract

Penelitian dilakukan di PT. Amanah Prima Indonesia, perusahaan makanan dan minuman yang memproduksi minuman sari buah dan minuman syrup gula. Fokus penelitian adalah pada pembuatan gula cair dari tepung tapioka melalui proses hidrolisis enzimatis serta pentingnya proses pasteurisasi dalam memastikan keamanan produk. Analisis menggunakan Diagram Fishbone untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecacatan produk, dengan penekanan pada kerusakan produk sapophore. Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor seperti manusia, mesin, lingkungan, material, dan metode mempengaruhi kualitas produk. Rekomendasi termasuk pengawasan ketat dalam produksi, pelatihan karyawan, perbaikan infrastruktur, dan penerapan teknologi pasteurisasi guna mengurangi produk reject. Kata Kunci : 1. Diagram Fishbone 2. Gula cair, 3. Hidrolisis, enzimatis, 4. Kualitas produk 5. Kerusakan produk, 6. Pasteurisasi, 7. PT. Amanah Prima Indonesia, 8. Minuman syrup
PERANCANGAN BISNIS DAN IMPLEMENTASI PAKETEMPAT: APLIKASI PENYEWAAN RUANGAN Previana, Cantika Nur; Andhika, Andhika; Maulansyah, Muhamad Rizky; Prasetyo Pribadi, Arga Seno
Jurnal Inkofar Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v7i2.304

Abstract

An activity such as office meetings, gatherings, and business needs are often conducted outside the office premises. Various locations commonly used include halls, private meeting rooms, cafes, or other paid public spaces. However, booking these places can be time-consuming and costly. To address this issue, there is a need for an online platform that connects space owners and renters. Paketempat serves as an online platform where individuals, communities, organizations, or groups can find suitable locations for gatherings, meetings, or office purposes, with a different atmosphere and budget to match their needs (in the Malang and surrounding areas). The goal is for both renters and space owners to benefit from this platform. Renters can discover new environments for their events, find places that align with their theme and budget, and save time. Space owners can profit financially by utilizing and renting out their available spaces by the hour or day. From this application, several usability responses have been gathered from both owners and users of Paketempat. In general, the survey results, conducted through a Google form distributed to Paketempat users, have been positive, encompassing speed, completeness of information, and user interface.
ANALISIS KEPUASAN CUSTOMER TERHADAP PELAYANAN DI PT. PANANJUNG ANUGRAH SOLUTION DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI) Attaqwa, Yusita; Ismail, Fu’ad
Jurnal Inkofar Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v7i2.313

Abstract

Pelayanan terhadap pelanggan sebagai faktor penting dalam memperlancar usaha, dengan memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh pelanggan akan memberikan kepuasaan pelanggan. Penelitin ini menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Tujuan dari metode Customer Satisfaction Index (CSI) adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan. Identifikasi atribut yang dianggap penting bagi pelanggan PT. Pananjung Anugrah Solution. Pada variabel dengan nilai total tingkat kepentingan dan tingkat kinerja terdapat variabel terendah yaitu Emphaty (Empati) dengan nilai total tingkat kepentingan 3,96 dan tingkat kinerja 3,96 dan yang tertinggi adalah variabel Reliability (Keandalan) dengan nilai total tingkat kepentingan 12,65 dan tingkat kinerja 12,92 artinya pernyataan pada kedua variabel dianggap penting bagi konsumen dan kedua variabel itu pun masih kurang dalam tingkat kinerja pada PT. Pananjung Anugrah Solution. atribut yang dianggap penting pada penelitian ini adalah Emphaty (Empati), Reliability (Keandalan). Berdasarkan hasil perhitungan diatas, nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 150,95%, artinya bahwa indeks kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di PT. Pananjung Anugrah Solution termasuk kedalam kriteria nilai Customer Satisfaction Index (CSI) pada rentang skala 0,81 – 1,00 atau termasuk kedalam kriteria nilai “Sangat Puas”.
MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS DENGAN ANALISIS PENANGANAN OVERBUDGET OVERTIME DENGAN METODE LEAN MANAGEMENT Sari, Nopita; Saputra, Rahmat
Jurnal Inkofar Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v8i1.327

Abstract

Departemen EM memiliki peran krusial dalam memastikan mesin berfungsi optimal untuk produksi yang efisien dan berkualitas. Namun, departemen ini sering menghadapi masalah overbudget overtime, di mana biaya lembur untuk pemeliharaan dan perbaikan peralatan selalu melebihi anggaran yang ditetapkan yaitu sebesar $2,500 per bulan dan $30,000 per tahun. Kurangnya perencanaan perawatan, keterbatasan tenaga kerja, dan alokasi anggaran untuk produksi menjadi faktor utama. Dengan menerapkan Lean Management seperti JIT, VSM, dan optimalisasi sumber daya manusia, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan menurunkan biaya lembur. JIT meningkatkan pemeliharaan preventif dan mengurangi biaya darurat, VSM mengidentifikasi pemborosan, sementara optimalisasi sumber daya manusia mengurangi kebutuhan lembur dan meningkatkan produktivitas. Hasil penelitian ini adalah penerapan Lean Management dapat meningkatkan efektivitas dalam pengelolaan biaya lembur, pemeliharaan peralatan, serta memastikan kepatuhan anggaran yang sudah di tetapkan.
Analisis Pengendalian Kualitas AMDK Cup 220 ML Menggunakan Metode Six Sigma Di PT. Taubah Jaya Abadi Berau, Kalimantan Timur Hasto Wisnugroho, Anthonius Dhinar; Andriani, Maria Kiki
Jurnal Inkofar Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v7i2.294

Abstract

PT. Taubah Jaya Abadi is a company who production of Bottled Drinking Water (AMDK) with the Destine brand, producing 220 ml cups, 250 ml and 600 ml bottles, and 19 liter gallons. The highest problems occurred in 220 ml cup packaging products, namely reduced product volume, dented cups, slanted lids, leaky lids, and trimming. Purpose of this study was to determine the level of DPMO defects and sigma values for the factors that cause product defects. Method used six sigma with the Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC) stages. Results showed that the causes of product defects came from 5 causes of human factors, 9 causes of machine factors, 5 causes of method factors, 6 causes of material factors, and 1 causes of environmental factors. Proposed improvements using the FMEA method, inspection of of raw materials sample and operator training on operating process the equipment and workings.
KOMPARASI TIP INSERT KOTAK DAN OKTAGONAL TERHADAP KEKASARAN BAJA CK 45 PADA PROSES MILLING Putra, Agatha Amidya; Arianto, F.X. Eko
Jurnal Inkofar Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v7i2.305

Abstract

Pada saat ini proses permesinan semakin banyak menggunakan inser tip sebagai pengganti alat potong pejal. Hal ini dilakukan karena banyak keuntungan yang didapat antara lain tidak dibutuhkan lagi pengasahan, waktu henti mesin lebih sedikit, laju pemotongan material lebih tinggi, biaya penggerindaan tidak ada, harga insert tip lebih murah daripada brazed tip, laju produksi lebih tinggi, penggantian sisi yang sudah tumpul dapat dilakukan dengan cepat dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan percobaan untuk membandingkan kualitas permukaan dari insert tip kotak dan oktagonal dengan material yang sama yakni cemented carbide yaitu tipe YBC301 dan YBG202 dari merek yang sama yakni ZCC-CT. Kedua cutting tool tersebut digunakan untuk proses face milling dengan material baja karbon sedang CK45. Parameter permesinan yang digunakan adalah kecepatan putar 900 rpm, laju pemakanan 300 mm/min sedangkan kedalaman pemakanan (DOC) divariasikan 0,5 mm, 1 mm, 2 mm dan 3mm. Hasil yang didapatkan kualitas permukaan yang dihasilkan insert tip oktagonal secara umum lebih baik dari pada tipe kotak. Pada tipe kotak semakin besar DOC semakin baik kualitas permukaan yang dihasilkan sedangkan pada tipe oktagonal semakin besar DOC semakin berkurang kualitas permukaan yang dihasilkan.
USULAN PERENCANAAN PERSEDIAAN MENGGUNAKAN METODE PERAMALAN PERMINTAAN DAN MIN-MAX PADA SPARE PART CONTACT TIP TYPE 1,2 × 45 MM DI PT XYZ Fidriyanto, Rizky; Debora, Fransisca
Jurnal Inkofar Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v8i1.318

Abstract

Perencanaan persediaan yang baik merupakan kunci dari kelancaran pemenuhan permintaan. Dalam permasalahan permintaan yang tidak pasti, menjadikan sulitnya pengendalian persediaan sehingga dapat mengakibatkan kehabisan persediaan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam melakukan perencanaan persediaan agar tidak kehabisan persediaan dan terjadi loss sales. Peramalan permintaan merupakan suatu metode yang dapat memperkirakan permintaan di masa depan dan metode min-max merupakan metode yang dapat menjadi penentu jumlah stok pengamanan, tingkat persediaan minimum dan maksimum, serta jumlah persediaan yang harus dipesan untuk memenuhi tingkat persediaan sehingga dapat terhindar dari kekurangan maupun kelebihan persediaan berdasarkan pemakaian ataupun permintaan produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan merekomendasikan perencanaan persediaan menggunakan metode peramalan permintaan dan min-max pada spare part contact tip type 1,2 × 45 mm di PT XYZ, guna meminimalisir terjadinya kekurangan persediaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah peramalan dengan metode time series diantaranya, moving average, single exponential smoothing, double exponential smoothing, regresi linear, dekomposisi aditif, dan dekomposisi multiplikatif serta metode min-max. Dalam pemilihan metode peramalan didapatkan nilai MAPE terkecil pada metode dekomposisi aditif dengan nilai 29,252%. Dari hasil perhitungan min-max didapatkan jumlah yang dibutuhkan untuk stok pengamanan sebanyak 12722 unit, titik pemesanan kembali ketikan menyentuh titik 24962 unit, jumlah maksimal persediaan sebanyak 49923 unit dan jumlah produk yang perlu dipesan guna mengisi persediaan sejumlah 24962 unit.