cover
Contact Name
Avid Leonardo Sari
Contact Email
avid.leonardo@gmail.com
Phone
+6281221512892
Journal Mail Official
jurnal.dialektika2021@gmail.com
Editorial Address
Komplek Bumi Panyileukan Jl. Pangandaran No.9, Cipadung Kidul Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat, 40614
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal DIALEKTIKA : Jurnal Ilmu Sosial
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal DIALEKTIKA: Jurnal Ilmu Sosial is open access and peer-reviewed Journal, Jurnal DIALEKTIKA is a scientific journal that contains the results of theoretical research and studies on Social Sciences and Related Discipline. Managed by Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI) in Collaboration with GoAcademica Consulting, Research & Publishing. Jurnal DIALEKTIKA is a multi-disciplined journal focused on the study of Social Sciences and related disciplines in Indonesia, Asia, and The World. Jurnal DIALEKTIKA also publishes articles in the field of Exact science that have an impact on society in the hope that there will be an exchange of pure knowledge with its application to society as an object of development. The journal publishes theoretical and empirical research articles intending to promote and disseminate the academic atmosphere in and around the region. The journal publication includes articles, research notes, notices on conferences, workshops, seminars, and book reviews.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
MENAKAR AFIRMASI MEDIA TERHADAP KELOMPOK MARGINAL: ANALISIS PEMBERITAAN MASYARAKAT ADAT DI INDONESIA Teguh Ilham; Mila Dewanti; Tiara Navy; Ivan Renaldi Sudarso
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.079 KB) | DOI: 10.54783/dialektika.v20i1.28

Abstract

Masyarakat adat salah satu objek pemberitaan yang minim diliput oleh media. Media biasanya memberitakan kelompok masyarakat yang termarginalkan ini hanya ketika terjadi konflik atau seremonial semata. Penelitian ini bertujuan untuk melihat afirmasi media dalam pemberitaan secara daring oleh tirto.id dan medcom.id serta menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Analisis dilakukan terhadap 60 berita daring pada kedua media yang diambil secara purposif pada tanggal 1 Juli 2021 hingga 15 Desember 2021. Penelitian ini menggunakan lima dimensi yang digunakan dalam analisis, yaitu: komposisi narasumber, tone narasumber, skala pemberitaan, dan konteks peristiwa. Hasil penelitian menemukan bahwa kedua media cenderung lebih banyak mengambil perspektif narasumber di luar kelompok marginal dengan didominasi dengan tone positif. Begitu juga dari aspek konteks peristiwa kedua media lebih banyak menyoroti aspek kebijakan. Sedangkan dari aspek skala pemberitaan, terdapat perbedaan dimana tirto.id lebih banyak membingkai beritanya secara lebih komprehensif (tematik), sementara itu medcom.id lebih banyak secara episodik. Ke depan, diharapkan media lebih banyak memberikan porsi kepada masyarakat adat untuk menyuarakan kepentingannya dalam setiap pemberitaan sehingga hak-hak mereka dapat dipenuhi.
DEMOKRASI LAPO TUAK: STRATEGI OFENSIF PEMENANGAN KEPALA DESA PARDINGGARAN DI ERA DIGITAL Wira Abdillah Bintang; Nabila Putri Az-zahra; Ufahirah Pramelya
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.07 KB) | DOI: 10.54783/dialektika.v20i1.29

Abstract

Pelaksanaan demokrasi dilakukan berdasarkan bentuk kearifan lokal yang ada di Desa Pardinggaran. Lapo Tuak sebagai wadah dalam melakukan interaksi sekaligus bagian dari strategi pelaksanaan pemilihan kepala desa. Demokrasi mengharuskan adanya kompetisi yang baik sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan secara langsung dan atau tak langsung. Lapo Tuak merupakan salah satu bentuk strategi langsung yang masih memegang teguh budaya dan kearifan lokalnya sebagai bagian dari identitas budaya. Salah satu calon menyiapkan strategi dalam pemilihan kepala desa sekaligus satu-satunya calon dengan jenis kelamin laki-laki. Perdebatan dalam kajian ilmiah ini menggunakan pendekatan analisis data kualitatif deskriptif dengan mengacu pada teori yang dikemukan oleh Peter Schroder tentang Strategi ofensif yang terdiri dari strategi memperluas pasar dan strategi menembus pasar. Penelitian ini mengambil data dan sumber informasi dari perangkat desa, tokoh masyarakat desa, masyarakat sekitar di Desa Pardinggaran, Badan Pusat Statis tik Kabupaten Toba serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba. Dari studi yang dilakukan diperoleh hasil bahwa strategi yang digunakan berdasarkan pemanfaatan kearifan lokal dengan strategi secara langsung dan penggunaan teknologi apabila secara tidak langsung.
DEMONSTRASI JARINGAN: STRATEGI ALTERNATIF PENYAMPAIAN ASPIRASI MASYARAKAT MILLENNIAL DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Muhammad Yasir Abdad
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.051 KB) | DOI: 10.54783/dialektika.v20i1.30

Abstract

Kondisi masyarakat yang telah terbiasa dengan media sosial menjadi suatu hal yang dapat dimanfaatkan untuk membangun atmosfer demokrasi modern. Dimana masyarakat dapat membangun sebuah argumen dan membentuk opini publik yang mampu mempengaruhi pemerintah dalam mengambil kebijakan atas suatu fenomena yang terjadi di amsyarakat. Penelitian ini membahas mengenai Partisipasi Masyarakat Mengangkat tagar #SriSultanYogyaDaruratKlitih dan #YogyaTidakAman dalam merespon isu Klitih di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi demonstrasi melalui media sosial sebagai upaya menyampaikan aspirasi di era transformasi digital. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mana data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dari hasil penyebaran G-form, dan ekstraksi data melalui media sosial twitter. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan NVIVO 12 Plus. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Potensi mahasiswa terhadap penggunaan media sosial, 2) Keberhasilan penyampaian aspirasi melalui media sosial, dan 3)Implikasi kebijakan pemerintah DIY dalam merespon isu klitih. Diperlukan penelitianpenelitian lanjutan untuk melengkapi kekurangan dalam penelitian ini, sumber data yang lebih banyak, dan responden yang mewakili segala aspek masyarakat dapat menyempurnakan penelitian ini.
OTONOMI DAERAH PEMBENTUK INTENSI PERILAKU KORUPTIF KEPALA DAERAH DI INDONESIA Fajar Tri Sakti; Edi Wahyudi; Egi Muhammad Rifki; Hani Aturoh Ufah
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.499 KB) | DOI: 10.54783/dialektika.v20i1.32

Abstract

Abstrak Korupsi di Indonesia sudah hampir menjadi bahagian dari kehidupan masayrakat dan menyusup dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan. Ketidakmampuan pemerintah daerah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekitarnya diperparah lagi dengan merebaknya fenomena korupsi di daerah. Fenomena inilah yang sejak lama menjadi kekhawatiran banyak kalangan berkaitan dengan implementasi otonomi daerah yaitu bergesernya praktik korupsi dari pusat ke daerah. Rumusan masalah dalam artikel ini yaitu mengapa otonomi daerah membentuk perilaku koruptif kepala daerah di Indonesia. Sedangkan untuk tujuan dibuat artikel ini adalah menjelaskan dan menguraikan kepada khalayak mengenai otonomi daerah pembentuk intensi perilaku koruptif kepala daerah. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode penelitian kualitatif.Teknik pengolahan data dalam penelitian ini, penulis meneliti dengan menggunakan penelitian studi literatur dimana mengumpulkan data-datanya dengan mencari dan menganalisis di berbagai buku, jurnal, media, dan sumber-sumber lainnya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat ada 114 kepala daerah terjerat kasus rasuah sejak 2004 hingga 2019. Rinciannya, 73 orang atau 64% berstatus bupati, 25 orang atau 24% berstatus wali kota, dan 16 orang atau 22% merupakan gubernur. Kata Kunci: Otonomi Daerah, Korupsi, Kepala Daerah Abstract Corruption in Indonesia has almost become a part of people's lives and has infiltrated the government administration system. The inability of local governments to improve services to the surrounding community is exacerbated by the widespread phenomenon of corruption in the regions. This phenomenon has long been related to the implementation of regional autonomy, namely the shifting of corrupt practices from the center to the regions. The formulation of the problem in this article is why regional autonomy shapes the corrupt behavior of regional heads in Indonesia. Meanwhile, the purpose of this article is to explain and describe to the public the regional autonomy that shapes the intensity of the corrupt behavior of regional heads. The method used in this study, namely qualitative research. Data processing techniques in this study, researchers research using literature study research which collects data by searching and analyzing in various books, journals, media, and other sources. The Corruption Eradication Commission (KPK) noted that there were 114 regional heads entangled in rasuah cases from 2004 to 2019. In details, 73 people or 64% were regents, 25 people or 24% were mayors of city cases, and 16 people or 22% were governors. Keywords: Regional Autonomy, Corruption, District head
EFEKTIVITAS PENERAPAN BUDAYA 5S (SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN, SANTUN) DALAM PERWUJUDAN PELAYANAN PRIMA DI KANTOR KELURAHAN CISURUPAN KOTA BANDUNG Moh. Anif Arifin; Aisma Fitri Anita; Asla Nur Fauziyah; Anang Gunawan
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.35 KB) | DOI: 10.54783/dialektika.v20i1.34

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penerapan Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) Terhadap Pelayanan Prima di Kantor Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Masalah dalam penelitian ini adalah seberapa efektifkah budaya 5S yang diterapkan Kantor Kelurahan Cisurupan dalam upaya mewujudkan pelayanan prima. Jenis penelitian ini adalah studi kasus kualitatif dengan informan penelitian yaitu sebanyak 3 orang yang terdiri dari 1 orang Sekretaris Kantor Kelurahan Cisurupan, 1 orang Kasi Pemerintahan Kantor Kelurahan Cisurupan, dan 1 orang warga sekitar Kantor Kelurahan Cisurupan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan studi lapangan dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam penerapan budaya 5S sebagai upaya mewujudkan pelayanan prima sudah berjalan dengan cukup efektif dapat dilihat dari indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Kantor Kelurahan Cisurupan yang baik. Namun masih terdapat beberapa unsur yang harus ditingkatkan yaitu dari aspek peersyaratan pelayanan, kecepatan waktu pelayanan, dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan. Pelayanan prima erat kaitannya dengan tercapainya rasa puas dan menumbuhkan kepercayaan terhadap masyarakat dalam pelayanan. Tanggapan dari aparat pemerintah terhadap setiap kebutuhan masyarakat merupakan hal yang penting, maka dalam merespon berbagai kepentingan harus ditunjukan sikap yang terbaik pula, salah satunya yaitu dengan penerapan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) ini. Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan Prima, Budaya 5S Abstract This study aims to determine the Effectiveness of the Application of 5S Culture (Smile, Greetings, Greetings, Polite and Courteous) to Excellent Service at the Cisurupan Village Office, Cibiru District, Bandung City. The problem in this research is how effective is the 5S culture applied by the Cisurupan Village Office in an effort to realize excellent service. This type of research is a qualitative case study with research informants as many as 3 people consisting of 1 Secretary of the Cisurupan Village Office, 1 Head of Administration for the Cisurupan Village Office, and 1 resident around the Cisurupan Village Office. Data collection techniques were carried out by means of library research and field studies using interview, documentation and observation methods. The results of the study show that the application of 5S culture as an effort to realize excellent service has been running quite effectively, which can be seen from the community satisfaction index for good Cisurupan Kelurahan Office services. However, there are still several elements that must be improved, namely from the aspect of service requirements, speed of service time, and quality of service facilities and infrastructure. Excellent service is closely related to achieving a sense of satisfaction and fostering trust in the community in service. The response from government officials to every community need is important, so in responding to various interests, the best attitude must also be shown, one of which is the application of this 5S culture (Smile, Greeting, Greet, Polite, Courteous). Keywords: Effectiveness, Excellent Service, 5S Culture.
EFEKTIVITAS SELEKSI KARTU JAKARTA PINTAR PLUS DENGAN MEKANISME BARU PADA DINAS PENDIDIKAN P4OP DKI JAKARTA TAHUN 2020 Nanang Suparman; Achmad Rozali
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.37 KB) | DOI: 10.54783/dialektika.v20i1.35

Abstract

Abstrak Kartu Jakarta Pintar Plus adalah program bantuan biaya pendidikan yang sudah berjalan sudah hampir sepuluh tahun, program KJP terus dikembangkan untuk diperbaiki dan diperbarui melalui PERGUB yang setiap tahun direvisi dalam rangka perbaikan terhadap mekanisme yang sebelum- sebelumnya misih dirasa kurang efektif, salah satunya dengan ditemukanya peserta yang tidak sesuai kriteria. Untuk itu melalui PERGUB NOMOR 90 TAHUN 2020 terbentuk mekanisme baru dengan ditetapkanya DTKS (Data Terpadu Kesejakhteraan Sosial) sebagai syarat utama KJP Plus. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana Efektivitas seleksi KJP dengan mekanisme baru 2020 yang dilakukan di P4OP DKI Jakarta yang dianalisa menggunakan teori ukuran efektivitas yang dibuat oleh Sugiyono dalam (Badrudin 2013). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan untuk menentukan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokus penelitian dilakukan di P4OP DKI Jakarta, sedangkan fokus penelitian adalah efektivitas Kartu Jakarta Pintar Plus 2020. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Efektivitas seleksi KJP Plus sudah bisa dikatakan efektif, terbukti dari sasaran yang sudah jelas, sosialisasi yang mudah diakses dan menyeluruh ,tujuan yang tercapai dengan mekanisme yang semakin efektif, dan pemantauan yang berkelanjutan dan dilakukan dengan kerja sama dengan berbagai pihak. Kata Kunci: Efektivitas, KJP Plus, Sasaran, Sosialisasi, Tujuan, Mekanisme, Pemantauan Abstract The Jakarta Pintar Plus Card is an education cost assistance program that has been running for almost ten years, the KJP program continues to be developed to be improved and updated through the PERGUB which is revised every year in order to improve the mechanisms that previously were deemed less effective, one of which was the discovery of participants. that do not meet the criteria. For this reason, through PERGUB No. 90 of 2020, a new mechanism was formed with the stipulation of DTKS (Social Welfare Integrated Data) as the main requirement for KJP Plus. This research aims to find out how the effectiveness of KJP selection with the new 2020 mechanism is carried out at P4OP DKI Jakarta which is analyzed using the theory of effectiveness measures made by Sugiyono in (Badrudin 2013). The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach and to determine the sample using a purposive sampling technique. Research data collection techniques were carried out through observation, interviews and documentation. The research locus was carried out at P4OP DKI Jakarta, while the focus of the research was on the effectiveness of the 2020 Jakarta Smart Plus Card. with an increasingly effective mechanism, and continuous monitoring and carried out in collaboration with various parties. Keywords: Effectiveness, KJP Plus, Goals, socialization, Goals, Mechanisms, Monitoring
PERAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DALAM PROSES TRANSFORMASI SOSIAL Fadli Emsa Zamani
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.204 KB) | DOI: 10.54783/dialektika.v20i1.36

Abstract

Pendidikan memberikan kemajuan pemikiran manusia, sehingga taraf hidupnya meningkat. Perkembangan zaman saat ini telah membawa dampak perubahan dalam berbagai aspek. Dampak perubahan yang terjadi begitu cepat dan mudah diamati adalah aspek sosial. Perubahan sosial tidak hanya mengarah pada kemajuan, tetapi juga dapat mengarah pada kemunduran. Ada kalanya perubahan terjadi begitu cepat, sehingga membingungkan manusia untuk menghadapinya. Setiap perubahan yang terjadi di masyarakat selalu menimbulkan risiko kehidupan sosial atau ketidakpastian sosial. Fungsi pendidikan teknologi dalam tranformasi sosial dalam rangka meningkatkan kemampuan peserta didik yang analisis kritis berperan untuk menanamkan keyakinan dan nilai-nilai baru pada cara berpikir orang. Pendidikan di abad modern telah berhasil menciptakan generasi baru dengan daya kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, sikap yang tidak mudah menyerah pada keadaan dan digantikan dengan sikap yang mau berubah. Cara berpikir dan sikap ini akan lepas dari ketergantungan pada bantuan orang lain. Dengan demikian peserta didik selain sebagai memahami perubahan dalam kehidupan sosial juga dapat sebagai agen perubahan itu sendiri. Kenyataannya, masyarakat Desa yang berpendidikan masih kurang terlibat dalam penggerakan pemerintah dan keluarga. Education gives the headway of human thought, so that their level of life increments. These days the improvement of the time has brought the affect of alter in different viewpoints. The affect of changes that happen so rapidly and effortlessly watched is the social perspective It has been happening since old times. There are times when the changes happened so quickly, that it befuddles the human being to bargain with it. Any change happening within the community continuously raises the chance of social life or social instability. The work of education in social transformation alter in arrange to move forward the capacity of learners that basic investigation plays a part to instill unused convictions and values on the way individuals think. Educaion within the cutting edge century has succeeded in making a unused era with the control of imagination and the capacity of basic considering, states of mind are not simple to donate in to the circumstance and supplanted with states of mind that are willing to alter. These ways of considering and states of mind will elude reliance on the assistance of others. In this way learners other than as understanding the changes in social life can moreover as operators alter themselves. In reality, educated villagers are still less involved in mobilizing the government and families. the community.
PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI TERHADAP MINAT BERKARIR DI PERBANKAN SYARIAH PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNSUR CIANJUR Kasmiri; Siti Naila Karima
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.771 KB) | DOI: 10.54783/dialektika.v20i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh parsial dan simultan dari persepsi dan mmotivasi terhadap minat berkarir di perbankan syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Cianjur. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Hipotesis yang diajukan, bahwa baik secara partial dan simultan persepsi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap minat berkarir di perbankan syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Cianjur. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan secara parsial bahwa persepsi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkarir di perbankan syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Cianjur. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t untuk Persepsi diperoleh nilai t hitung lebih besar daripada t tabel ( 2.297 > 1.989 ) dengan nilai signigfikansi lebih kecil daripada 0.05 (0.024 < 0.05) sedangkan untuk motivasi di peroleh nilai t hitung lebih besardaripada t tabel ( 5.490 > 1.989) dengan nilai signifikansi lebih kecil daripada 0.05 ( 0.000 < 0.05). Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi R2, secara efektif sumbangan pengaruh persepsi terhadap minat mencapai sebesar 14.8 % dan motivasi sebesar 41.1 % , sedangkan secara simultan berdasarkan uni F dan uji koefisien determinasi R2, pengaruh dari persepsi dan motivasi mencapai mencapai sebesar 55.9% sedangkan sisanya sebesar 44.1% merupakan pengaruh dari variabel lainnya yang tidak diteliti pada penelitian ini. This study aims to examine the partial and simultaneous influence of perception and motivation on interest in a career in Islamic banking of students of the Islamic Economics and Business Faculty, Suryakancana University, Cianjur. This research was conducted through a quantitative approach with descriptive and associative methods. The hypothesis is that both partially and simultaneously perception and motivation have a significant effect on career interest in Islamic banking in students of the Islamic Economics and Business Faculty, Suryakancana University, Cianjur. Based on the results of the study partially concluded that perception and motivation have a positive and significant effect on career interest in Islamic banking in students of the Islamic Economics and Business Faculty, Suryakancana University, Cianjur. This is shown from the results of the t-test for perception that the t-count value is greater than the t-table (2.297 > 1.989) with a significance value smaller than 0.05 (0.024 < 0.05) while for motivation the t-count value is greater than the t table (5.490 > 1,989) with a significance value less than 0.05 (0.000 < 0.05). Based on the results of the coefficient of determination R2 -test, effectively the contribution of the influence of perception on interest reached 14.8% and motivation was 41.1%, while simultaneously based on the F-test and the coefficient of determination R2-test, the influence of perception and motivation reached 55.9% while the rest was 44.1 % is the influence of other variables not examined in this study.
KORUPSI DALAM PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN APARAT PENEGAK HUKUM Engkus; Azzahra Shabira; Cielo Laurentsia Marsha; Desvira Shabila Meghantara
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.049 KB) | DOI: 10.54783/dialektika.v20i1.39

Abstract

Keberadaan wasdal ini perlu diketahui alasan keberadaannya seperti peran dan fungsinya ketika diimplementasikan ke dalam suatu lembaga. Penulis merumuskan beberapa rumusan masalah dalam artikel ini, antara lain terkait peran dan fungsi wasdal secara internal dan eksternal, kemudian penerapan sistem tersebut menggunakan contoh lembaga negara yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan bagaimana fungsi lembaga tersebut. keberadaan dan kinerja wasdal dalam pemberantasan korupsi. Dari beberapa rumusan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan fungsi wasdal beserta contohnya di lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi dan untuk mengetahui perannya dalam pencegahan korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengendalian intern dapat dilihat dari pengawasan Inspektorat Jenderal, Inspektorat Kabupaten, dan Badan Pengawas Keuangan Daerah. Sedangkan pengawasan eksternal terlihat dari pengawasan BPK, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Ombudsman Republik Indonesia. Sedangkan aparat penegak hukum adalah lembaga negara. Contoh bentuk pengawasan di Komisi Pemberantasan Korupsi adalah pengawasan oleh Badan Pemeriksa Keuangan, Dewan Pengawas, DPR, dan masyarakat. Pengawasan dapat mencegah praktik korupsi tergantung pada kekuatan atau kelemahan sistem. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa Indonesia memiliki badan pengatur dan penegak hukum internal dan eksternal. Kewenangan pengendalian intern meliputi beberapa contoh, seperti Inspektorat Jenderal, Inspektorat Kabupaten, dan BPKP. Berikutnya, tentang badan pengatur eksternal seperti Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Ombudsman Republik Indonesia. Lembaga penegak hukum Indonesia, di sisi lain, termasuk polisi Indonesia, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, dan Pengadilan Militer. The existence of this wasdal needs to know the reasons for its existence such as its role and function when it is implemented into an institution. The author formulates several problem formulations in this article, including those related to the role and function of wasdal internally and externally, then the implementation of the system using an example of a state institution, namely the Corruption Eradication Commission, and how the function of the existence and performance of wasdal in eradicating corruption. From some of these formulations, it can be concluded that the purpose of this research is to determine the role and function of wasdal along with examples in the Corruption Eradication Commission institution and to know its role in preventing corruption. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. The results showed that the internal control function can be seen from the supervision of the Inspectorate General, Regency Inspectorate, and Regional Financial Supervisory Agency. Meanwhile, external supervision is seen from the supervision by the Financial Audit Board, the Corruption Eradication Commission, and the Ombudsman of the Republic of Indonesia. Meanwhile, law enforcement officers are state institutions. An example of a form of supervision at the Corruption Eradication Commission is supervision by the Financial Audit Agency, the Supervisory Board, the House of Representatives, and the public. Supervision can prevent corrupt practices depending on the strength or weakness of the system. The conclusion that can be drawn is that Indonesia has internal and external regulatory agencies and law enforcement agencies. The internal control authority includes several examples, such as the Inspectorate General, Regency Inspectorate, and BPKP. Next, about external regulatory bodies such as the Financial Audit Agency, the Corruption Eradication Commission, and the Ombudsman of the Republic of Indonesia. Indonesian law enforcement agencies, on the other hand, include the Indonesian police, the Constitutional Court, the Supreme Court, and the Military Court.
EVALUASI ANGGARAN PROGRAM INOVASI PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN KEWILAYAHAN (PIPPK) DI KECAMATAN CIBIRU KOTA BANDUNG Muhammad Rizal Sidiq; Abdal; Mohamad Ichsana Nur
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/dialektika.v20i2.51

Abstract

PIPPK merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Walikota bandung dan tertuang dalam Peraturan Walikota Bandung No. 281 tahun 2015. Pemerintah Kota Bandung berharap program PIPPK dapat mewujudkan sinergi kinerja aparatur daerah dengan lembaga masyarakat. Tujuan dari peneliti ini adalah untuk dapat menilai sejauh mana pencapaian keberhasilan Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewiilayahan di Kecamatan Cibiru Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiankualitatif karena relevan dengan permasalahan yang ada dan untuk mendeskripsikan objek penelitian yang akan diteliti oleh peneliti terkait dengan evaluasi anggaran program inovasi pembangunan dan Pemberdayaan Daerah. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PIPPK di Kecamatan Cibiru Bandung belum terealisasi secara maksimal, sedangkan aspek yang paling vital yang menyebabkan kurangnya pelaksanaan PIPPK ini adalah masalah anggaran dan pemberdayaan masyarakat yang masih kurang diperhatikan. PIPPK is one of the programs launched by the mayor of bandung and contained in the Bandung Mayor Regulation No. 281 of 2015. Bandung city government hopes that the PIPPK Program can realize the synergy of regional apparatus performance with community institutions. The purpose of this researcher is to be able to assess the extent to which the achievement of the success of the development innovation and Empowerment Program in the District Cibiru Bandung. The research method used in this study is a qualitative research method because it is relevant to the existing problems and to describe the object of research to be studied by the researcher is related to the evaluation of the budget of the development innovation program and regional empowerment. The results of this evaluation showed that the implementation of PIPPK in Cibiru District Bandung has not been realized to the maximum, while the most vital aspects that cause the lack of implementation of this PIPPK is the problem of budget and community empowerment are still less attention.

Page 3 of 40 | Total Record : 395