cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Perumahan taman alamanda iii blok T no.3 Karang Pule Mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (JEMBA)
Published by bajang Institute
ISSN : 28100328     EISSN : 2810031X     DOI : 10.53625
Core Subject : Economy,
JEMBA for Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, published by Bajang Institute. Published in two formats, print and online, both of which are published six times in one year. The scope of the journal studies broadly includes: Economy, Management, Business and Accountancy
Articles 276 Documents
STRATEGI PENINGKATAN KAPABILITAS SDM BERTALENTA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SEKTOR PENDIDIKAN DI JAWA BARAT Bambang Tri Santoso; Agustinus Miranda W; Zulkifli, Zulkifli
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i2.10222

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pemberdayaan Psikologi, Berbagi Pengetahuan, HR Competence, Persepsi Dukungan Organisasi dan SDM Bertalenta terhadap Literasi Digital secara langsung maupun tidak langsung pada Sektor Pendidikan di Jawa Barat. Sampel penelitian 320 responden fasilitator dan akademisi , untuk fokus grup diskusi (FGD) dihadiri oleh Kominfo, Fasilitator Pandu Digital dan Akademisi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan fokus grup diskusi (FGD). Teknik analisis data menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) yang diolah dengan software Smart PLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Pemberdayaan Psikologi berpengaruh terhadap SDM Bertalenta, variabel Berbagi Pengetahuan berpengaruh terhadap SDM Bertalenta, variabel Persepsi Dukungan Organisasi berpengaruh terhadap SDM Bertalenta, variabel HR Competence berpengaruh terhadap SDM Bertalenta, variabel Pemberdayaan Psikologi berpengaruh terhadap Literasi Digital, variabel Berbagi Pengetahuan berpengaruh terhadap Literasi Digital, variabel Persepsi Dukungan Organisasi tidak berpengaruh terhadap Literasi Digital, variabel HR Competence berpengaruh terhadap Literasi Digital dan variabel SDM Bertalenta berpengaruh terhadap Literasi Digital. Adapun hasil penelitian analisa strategi melalui tahapan strategi input stage dengan IFE & EFE matching stage dengan TOWS dan decision stage dengan QSPM maka strategi yang digunakan dari hasil QSPM Strategi Strategi Meningkatkan Pengembangan SDM Bertalenta Fasilitator Pandu Digital dan Strategi Pembentukan Platform Berbagi Pengetahuan Literasi Digital.
STRATEGI ADOPSI TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET & TEKNOLOGI Rian Rusman; Zulkifli, Zulkifli; Nana Nawasiah
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i2.10223

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kapabilitas Organisasi, HR Competence, Regulasi, Inovasi dan Adopsi Teknologi terhadap Kinerja Organisasi secara langsung maupun tidak langsung pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Sampel penelitian 270 responden Pegawai Kemendiktisaintek, untuk fokus grup diskusi (FGD) dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi, Sekretariat Dirjen, Direktorat Sumber Daya, Direktorat Kelembagaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan fokus grup diskusi (FGD). Teknik analisis data menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) yang diolah dengan software Smart PLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapabilitas Organisasi berpengaruh terhadap Adopsi Teknologi, HR Competence berpengaruh terhadap Adopsi Teknologi, Regulasi berpengaruh terhadap Adopsi Teknologi, Inovasi berpengaruh terhadap Adopsi Teknologi, Kapabilitas Organisasi tidak berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi, HR Competence berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi, Regulasi berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi, Inovasi berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi dan Adopsi Teknologi berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi. Adapun hasil penelitian analisa strategi melalui tahapan strategi input stage dengan IFE & EFE matching stage dengan TOWS dan decision stage dengan QSPM maka strategi yang digunakan dari hasil QSPM strategi Melakukan evaluasi dan Meningkatkan penerapan adopsi teknologi aplikasi pengembangan SDM dan Menyusun regulasi yang terintergrasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi
STRATEGI DIGITAL LEADERSHIP UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL APLIKASI INFORMATIKA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Iwan Syah; Zulkifli, Zulkifli; Agustinus Miranda W
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i2.10224

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Budaya Adaptif, Teknologi Digital, Kapabilitas Organisasi, Sarana Prasarana dan Digital Leadership terhadap Kinerja Organisasi secara langsung maupun tidak langsung pada Direktorat Jenderal Aptika Kominfo. Sampel penelitian 340 responden Pegawai Ditjen Aptika , untuk fokus grup diskusi (FGD) dihadiri oleh Direktur dan Ketua Tim Ditjen Aptika. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan fokus grup diskusi (FGD). Teknik analisis data menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) yang diolah dengan software Smart PLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Budaya Adaptif berpengaruh terhadap Digital Leadership, variabel Teknologi Digital berpengaruh terhadap Digital Leadership, variabel Kapabilitas Organisasi berpengaruh terhadap Digital Leadership, variabel Sarana Prasarana berpengaruh terhadap Digital Leadership, variabel Budaya Adaptif berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi, variabel Teknologi Digital berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi, variabel Kapabilitas Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi, variabel Sarana Prasarana tidak berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi dan variabel Digital Leadership berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi. Adapun hasil penelitian analisa strategi melalui tahapan strategi input stage dengan IFE & EFE matching stage dengan TOWS dan decision stage dengan QSPM maka strategi yang digunakan dari hasil QSPM Strategi Meningkatkan Kapabilitas Teknologi Digital dan Strategi Mendorong Peningkatan Digital Leadership.
STRATEGI PENGENDALIAN KONTEN INTERNET ILEGAL DIREKTORAT PENGENDALIAN APLIKASI INFOMARTIKA Wafia Azam Syuhada; Agustinus Miranda W; Mombang Sihite; Zulkifli, Zulkifli
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i2.10225

Abstract

Fenomena penyebaran konten ilegal di internet menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga ekosistem digital yang aman. Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika (PAI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, berperan dalam menegakkan regulasi dan strategi pengendalian konten ilegal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tata kelola, kontribusi budaya organisasi, pengaruh kepemimpinan, serta peran kapabilitas organisasi sebagai variabel perantara dalam mendukung pengendalian konten ilegal. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji efektivitas strategi pengendalian yang telah diterapkan serta memberikan rekomendasi strategis berdasarkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi menggunakan Smart-PLS 4.0 untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh tata kelola, budaya organisasi, dan leadership terhadap kapabilitas organisasi serta efektivitas pengendalian konten ilegal. Selain itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemangku kepentingan utama, seperti regulator, platform digital, penyedia layanan internet, akademisi, serta pakar keamanan siber. Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) digunakan untuk mengidentifikasi faktor strategis, yang kemudian diolah dalam Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menentukan prioritas strategi yang paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis dalam penelitian ini terbukti valid secara statistik. Tata kelola, budaya organisasi, dan leadership berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas organisasi, dengan nilai R² sebesar 0.640 untuk tata kelola, 0.640 untuk budaya organisasi, dan 0.630 untuk leadership. Kapabilitas organisasi juga terbukti memiliki peran krusial dalam mendukung efektivitas pengendalian konten ilegal, dengan nilai R² sebesar 0.771. Selain itu, strategi berbasis literasi digital dan pemanfaatan teknologi modern menjadi prioritas utama dalam rekomendasi strategi berdasarkan analisis QSPM, dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6.91. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas pengendalian konten ilegal memerlukan penguatan tata kelola yang lebih adaptif, budaya organisasi yang kolaboratif, serta kepemimpinan yang visioner. Selain itu, peningkatan kapabilitas organisasi melalui investasi teknologi modern dan peningkatan literasi digital menjadi strategi utama yang perlu diimplementasikan. Dengan pendekatan yang lebih proaktif dan kolaboratif, strategi pengendalian konten ilegal di Indonesia dapat lebih efektif dalam menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
STRATEGI PENGAWASAN PENYELENGGARA SISTEM ELEKTRONIK (PSE) LINGKUP PRIVAT DIREKTORAT PENGENDALIAN APLIKASI INFORMATIKA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Maria Asteria Bekti Rahayu; Zulkifli, Zulkifli; Agustinus Miranda W; Mombang Sihite
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i2.10226

Abstract

Pengawasan terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan terpercaya. Namun, tantangan seperti ketidakharmonisan regulasi, keterbatasan kapabilitas organisasi, serta rendahnya literasi digital masih menjadi kendala dalam pengawasan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh regulasi, budaya organisasi, literasi digital, dan kapabilitas organisasi terhadap kinerja pengawasan PSE serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan guna meningkatkan efektivitas pengawasan. Menggunakan pendekatan mixed-method dengan analisis kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini melakukan uji hipotesis menggunakan SmartPLS untuk mengukur hubungan antar variabel serta In-Depth Interview, analisis SWOT, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk merumuskan strategi yang optimal. Hasil uji SmartPLS menunjukkan bahwa regulasi, budaya organisasi, dan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas organisasi, dengan koefisien jalur masing-masing sebesar 0.37, 0.319, dan 0.216. Selain itu, kapabilitas organisasi, regulasi, budaya organisasi, dan literasi digital juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pengawasan PSE, dengan koefisien jalur masing-masing sebesar 0.198, 0.291, 0.209, dan 0.284. Hasil In-Depth Interview juga mengonfirmasi bahwa meskipun regulasi dan budaya organisasi memiliki dampak besar, efektivitas pengawasan masih dipengaruhi oleh kurangnya koordinasi antarinstansi dan keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi. Berdasarkan hasil analisis QSPM, strategi utama yang diusulkan meliputi harmonisasi regulasi melalui transformasi digital, peningkatan literasi digital masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan big data dalam pengawasan PSE. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas pengawasan PSE tidak hanya bergantung pada regulasi yang kuat, tetapi juga memerlukan peningkatan kapabilitas organisasi, reformasi budaya kerja, serta adopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengawasan digital.
STRATEGI PENINGKATAN KONDUSIFITAS RUANG DIGITAL DI INDONESIA Ulfa Wachiddiyah Zuqri; Agustinus Miranda W; Mombang Sihite
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i2.10227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian ruang digital yang kondusif di Indonesia dengan menyoroti tiga variabel utama, yaitu tata kelola, pengetahuan, dan teknologi. Tata kelola, yang mencakup regulasi serta kolaborasi antar pemangku kepentingan, berperan dalam menciptakan kerangka hukum yang jelas dan implementasi kebijakan yang efektif. Faktor pengetahuan, yang mencakup pemahaman pegawai serta pelatihan dan pengembangan, berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menangani tantangan digital yang semakin kompleks. Sementara itu, teknologi, yang terdiri dari infrastruktur serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi baru, menjadi elemen penting dalam memastikan sistem pengawasan dan pengendalian dapat berjalan dengan lebih efisien dan akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi serta analisis deskriptif berdasarkan hasil survei, serta pendekatan kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola yang kuat, didukung dengan regulasi yang adaptif serta kerja sama lintas sektor, berkontribusi signifikan terhadap efektivitas pengendalian ruang digital. Selain itu, peningkatan kapasitas pegawai melalui pelatihan serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan big data analytics menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan kondusif. Berdasarkan analisis SWOT dan QSPM, strategi utama yang direkomendasikan meliputi penguatan infrastruktur teknologi melalui kerja sama dengan komunitas teknologi lokal, pemanfaatan regulasi yang kuat untuk mempercepat adopsi teknologi, serta pengembangan instrumen pengukuran ruang digital yang kondusif. Implikasi dari penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika dalam mengoptimalkan kebijakan pengawasan ruang digital yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
STRATEGI GOOD CORPORATE GOVERNANCE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL APTIKA Muhammad Latif Zainus; Zulkifli , Zulkifli; Lola Fitria Sari
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i2.10228

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Inovasi, Teknologi Digital, Kepemimpinan Adaptif, Kapabilitas Organisasi dan Good Corporate Governance terhadap Kinerja Organisasi secara langsung maupun tidak langsung pada Direktorat Jenderal Aptika Kominfo. Sampel penelitian 240 responden Pegawai Ditjen Aptika, untuk fokus grup diskusi (FGD) dihadiri oleh Direktur dan Ketua Tim Ditjen Aptika. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan fokus grup diskusi (FGD). Teknik analisis data menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) yang diolah dengan software Smart PLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Inovasi tidak berpengaruh terhadap Good Corporate Governance, variabel Teknologi Digital berpengaruh terhadap Good Corporate Governance, variabel Kepemimpinan Adaptif berpengaruh terhadap Good Corporate Governance, variabel Kapabilitas Organisasi berpengaruh terhadap Corporate Governance, variabel Inovasi berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi, variabel Teknologi Digital tidak berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi, variabel Kepemimpinan Adaptif berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi, variabel Kapabilitas Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi dan variabel Good Corporate Governance berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi. Adapun hasil penelitian analisa strategi melalui tahapan strategi input stage dengan IFE & EFE matching stage dengan TOWS dan decision stage dengan QSPM maka strategi yang digunakan dari hasil QSPM Strategi Meningkatkan Kepemimpinan Adaptif dan Strategi Melakukan Evaluasi dan Meningkatkan Penerapan Good Corporate Governance.
FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN PADA APLIKASI SHOPEE DI JAKARTA BARAT Tumpal J.R. Sitinjak; Michael Serafin Sidik
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i3.10511

Abstract

Perdagangan elektronik atau e-commerce telah berkembang pesat di Indonesia seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat dan kemajuan teknologi. Shopee, sebagai salah satu platform e-commerce terkemuka, menawarkan berbagai produk dengan beragam layanan yang menarik, yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Kualitas layanan dan kualitas produk menjadi variabel penting dalam penelitian ini, karena keduanya memiliki peran penting dalam membentuk keputusan pembelian konsumen. Kualitas layanan mencakup kecepatan, keandalan, empati, dan jaminan yang diberikan oleh penjual, sementara kualitas produk meliputi karakteristik fisik, keandalan, daya tahan, dan kesesuaian dengan deskripsi yang diberikan di platform Shopee. Penelitian ini menyoroti pentingnya kedua aspek tersebut, terutama dalam konteks e-commerce di mana konsumen tidak dapat melihat produk secara langsung.Objek penelitian ini adalah Aplikasi Shopee di Jakarta Barat, sampel penelitian diambil dari 130 responden yang diantaranya untuk pra kuesioner menggunakan 30 responden dan untuk kuesioner yang sudah valid dan reliabel menggunakan 100 responden yang pernah menggunakan dan membeli produk Shopee di Jakarta Barat dalam kurun waktu 6 bulan. Penelitian ini mengumpulkan data melalui penyebaran kuisioner melalui google form yang memuat pertanyaan terkait dengan variabel yang diteliti. Uji hipotesis diadakan secara kuantitatif. Pengujian instrument mempergunakan uji validitas dan reliabilitas, metode analisis regresi linier berganda mempergunakan uji F dan uji t. Data diolah menggunkan IBM SPSS 26. Dari hasil yang diolah menunjukkan bahwa pada uji asumsi klasik memenuhi syarat normalitas dan residu berdistribusi normal, tidak terdapat gejala heteroskedastisitas, dan tidak ada gejala multikolinearitas. Hasil penelitian membuktikan responden setuju bahwa kualitas layanan dan kualitas produk pada aplikasi Shopee di Jakarta Barat cukup baik. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa kualitas layanan tidak terbukti berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sedangkan kualitas produk terbukti berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Kesimpulannya kualitas produk terbukti sebagai faktor penentu keputusan pembelian, sedangkan kualitas layanan belum terbukti sebagai faktor penentu keputusan pembelian
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS DAN CURRENT RATIO TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO DENGAN EFFECTIVE TAX RATE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Perusahaan Farmasi di Bursa Efek Indonesia) Elyasa Ramadhany; Adya Hermawati; Gunarianto, Gunarianto
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i3.10512

Abstract

The aim of this research is to obtain empirical evidence of the influence of ROA (return on assets) and CR (current ratio) on DPR (dividend payout ratio), both directly and through the mediation of ETR (effective tax rate). This type of research is quantitative with the SEM-SmartPLS method. Data was obtained from 11 pharmaceutical companies listed on the BEI (Indonesian Stock Exchange) for the period 2019, 2020, 2021, 2022 and 2023. Based on the criteria determined by the researchers (purposive sampling), the sample for this study consisted of 11 pharmaceutical companies. The empirical evidence obtained is that there is a significant direct influence of ROA (return on assets) and CR (current ratio) on DPR (dividend payout ratio). However, no indirect effect was found through ETR (effective tax rate) mediation. So, ETR (effective tax rate) did not succeed in being a strong mediator of the influence of the two variables ROA (return on assets) and CR (current ratio) on DPR (dividend payout ratio). One of the reasons is that there is no significant influence of the ETR (effective tax rate) on the DPR (dividend payout ratio). Tax incentives provided by the government for companies listed on the Indonesia Stock Exchange are able to encourage management to focus more on company performance
ANALISIS PENGARUH LEADERSHIP STYLE DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DENGAN MEMPERHATIKAN KOMITMEN ORGANISASI (Studi pada Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo) Khusnul Khotimah; Nasharuddin Mas; Arief Purwanto
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i3.10513

Abstract

The purpose of this study was to obtain empirical evidence of the ability of leadership style and perceived organizational support in encouraging increased OCB, both directly and through the mediation of organizational commitment. This type of research is quantitative with the SEM-PLS method. Data were obtained through questionnaires distributed to 56 ASN employees at the Probolinggo City Education Office. The sample was determined by census or saturated sample.Empirical evidence shows that both leadership style and perceived organizational support are not directly able to encourage increased organizational citizenship behavior. However, if through the mediation of organizational commitment, then these two independent variables are able to strongly increase the organizational citizenship behavior of ASN employees at the Probolinggo City Education Office. This indicates that organizational commitment is able to act as a strong mediation (fully mediation).