cover
Contact Name
Ade Cahya
Contact Email
ade@htp.ac.id
Phone
+6276133815
Journal Mail Official
jom@htp.ac.id
Editorial Address
Jl.Mustafa Sari No.5 Tangkerang Selatan
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
ISSN : -     EISSN : 27761339     DOI : https://doi.org/10.25311/kesmas
Jurnal Media Kesmas is an open-access journal and peer-reviewed that publishes either original articles or reviews. This journal focuses on epidemiology environment health promoting health reproductive health occupational health and safety health policy and administration community nursing community midwifery
Articles 125 Documents
PERILAKU IBU MEMBAWA BAYI PIJAT KE DUKUN BAYI DI DESA TITIAN RESAK KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN 2020 Sri Wahyuni Sri Wahyuni; Risa Amalia Risa Amalia; Riri Maharani Riri Maharani
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.911 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.319

Abstract

Pijat bayi adalah terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikaan rasa aman dan nyaman. Masyarakat desa Titian Resak memilih pijat bayi kedukun bayi sebagai alternative untuk pemijatan.Dampak negatif pijat bayi apabila dilakukan pemijatan yang tidak sesuai dengan kententuan medis,akan menimbulkan efek samping seperti terjadinya pembengkakan, terdapatnya lebam, adanya rasa sakit pada bayi sehingga bayi menjadi rewel, pergeseran urat, cidera bahkan bisa menyebabkan kematian pada bayi. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan pijat bayi ke dukun bayi de Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu. Metode penelitian kuantitatif dengan desain Crossectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 108 responden yang diambil dengan teknik Cluster Sampling. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat melalui uji Chi-square, alat ukur yang digunakan kuesioner dan pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan dari 108 responden terdapat 98 responden yang membawa pijat bayi ke dukun bayi terdapat hubungan antara pengetahuan (P Value 0,044< 0,05) , dan POR = 5,116,pendidikan(P Value 0.005 < 0,05), dan POR= 13,615, sikap (P Value 0,017<0,05) dan, POR = 6,316, budaya (P Value 0,013 <0,05), dan POR = 5,833, biaya (P Value 0,025<0,05), dan POR = 7,791, keterampilan dukun (P Value 0,007 < 0,05), dan POR = 6,813, dukungan keluarga (P Value 0,047< 0,05), dan POR = 4,909 dengan perilaku ibu membawa bayi pijat ke dukun bayi. Diharapkan kepada orang tua untuk memijatkan bayinya ketenaga kesehatan yang lebih mengetahui anatomi fisiologi pemijatan tentang pijat bayi yang benar dan tidak membahayakan bayi.
ANALISIS KEDISIPLINAN PEGAWAI RAWAT INAP KEBIDANAN DI RSUD PETALA BUMI PROVINSI RIAU TAHUN 2020 Roza Ariesta Aprinaldi Roza Ariesta Aprinaldi; Welly Sando Welly Sando; Dami Yanthi Dami Yanthi
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.96 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.325

Abstract

Kedisiplinan pada hakikatnya mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya dan merupakan kesadaran seseorang dalam menaati semua peraturan perusahaan ataupun rumah sakit dan norma-norma yang berlaku. Masih adanya keterlambatan pegawai kebidanan rawat inap rumah sakit dapat di lihat dari absensi 3 bulan terakhir dan kurang diterapkannya peraturan rumah sakit. Tujuan penelitian untuk diperolehnya informasi yang mendalam tentang analisis kedisiplinan pegawai rawat inap kebidanan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan metode kualitatif untuk menganalisis kedisiplinan pegawai kebidanan di rumah sakit dalam rangka meningkatkan kedisiplinan yang lebih baik lagi. Data dikumpulkan dari hasil wawancara mendalam dan observasi. Dari hasil penelitian terdapat lima variabel yang mempengaruhi kedisiplinan, yaitu keteladanan pimpinan, balas/jasa, pengawasan melekat, sanksi hukum dan ketegasan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan keteladanan pimpinan secara kualitas dan kuantitas sudah baik, pengawasan melekat selalu diterapkan, sanksi hukum perlu ditingkatkan lagi bagi yang melanggar kedisiplinan, balas jasa/imbalan yang masih kurang dan ketegasan pimpinan sudah cukup bagus untuk pegawai yang melanggar aturan rumah sakit. Sarannya diharapkan bagi pihak rumah sakit menerapkan aturan untuk meningkatkan kedisiplinan yang lebih baik lagi juga mempercepat mengeluarkan hasil pola penyempurnaan jasa baru agar pegawai bisa melihat ada atau tidaknya pemotongan jasa dan pemberian reward kepada pegawai kebidanan yang disiplin tiap bulannya.
ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN RADIASI SINAR-X PADA PEKERJA RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PEKANBARU MEDICAL CENTER (PMC) TAHUN 2020 Rennyta Monita Rennyta Monita
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.592 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.326

Abstract

Keselamatan radiasi adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi pasien, pekerja, masyarakat, dan lingkungan hidup dari bahaya radiasi. Mengingat potensi bahaya radiasi yang besar dalam pemanfaatan sinar-X, faktor keselamatan merupakan hal yang penting sehingga dapat memperkecil risiko akibat kerja di instalasi radiologi dan dampak radiasi terhadap pekerja radiasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang diantaranya: satu kepala ruangan instalasi radiologi, dua radiografer, satu petugas proteksi radiasi, satu fisikawan medis, dan satu petugas K3 Rumah Sakit. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan keselamatan radiasi belum dilakukan secara keseluruhan, dimana terdapat aspek yang tidak memenuhi standar peraturan BAPETEN seperti tidak dilakukannya pemantaun kesehatan sesuai ketetapan peraturan, tidak adanya pelatihan proteksi radiasi, kurangnya alat proteksi radiasi, tidak adanya surveymeter, kurang lengkapnya rekaman pelaksanaan kegiatan dan tidak adanya uji paparan potensial. Saran yang direkomendasikan adalah dilakukannya pemantauan kesehatan secara menyeluruh, diadakannya pelatihan proteksi radiasi bagi pekerja, penambahan alat proteksi radiasi, pengadaan surveymeter dan melengkapi rekaman pelaksanaan kegiatan di instalasi radiologi.
Analisis Komitmen Dan Kebijakan Dalam Penerapan SMK3 Di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2020 Sonia Feranika Jeli; Makomulamin Makomulamin; Herlina Susmaneli Herlina Susmaneli
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.37 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.327

Abstract

Rumah sakit jiwa memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Keberhasilan SMK3 Rumah Sakit merupakan hasil dari penerapan komitmen dan kebijakan pada tiap rumah sakit. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan komitmen dan kebijakan dalam Penerapan SMK3 Di Rumah Sakit Jiwa Tampan. Penelitian ini bersifat kualitatif analitik dengan menggunakan metode observasi langsung dan wawancara mendalam serta melakukan penelusuran dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis menggunakan bantuan matriks yang berisi hasil wawancara dengan masing-masing informan disertai dengan tinjauan literatur yang berkaitan dengan kenyataan saat ini. Hasil yang di peroleh dari penelitian melalui informan bahwa komitmen dan kebijakan di RSJ sedang dalam tahap perumusan. Sehingga hal ini menyebabkan tidak maksimalnya kinerja komite K3. Secara organisasi telah terbentuk komite K3RS, hanya saja anggota komite K3RS tidak hanya memiliki tupoksi K3RS, tetapi memiliki tupoksi lain. Program K3RS yang terlaksana dengan baik, hanya pengendalian kebakaran. Program K3 di RSJ hanya mencakup program keselamatan mendasar saja, program penting lainnya masih dalam proses perencanaan. masih banyak program K3 yang tidak termasuk dalam anggran Rumah Sakit. Peneliti menyimpulkan Pimpinan RSJ diharapakan merumuskan terlebih dahulu mengenai Komitmen dan Kebijakan K3RS, sehingga program yang di buat mengenai K3RS mendorong terwujudnya K3RS dan dapat dilaksanakan dengan baik. Kemudian diharapkan anggota bekerja secara purna waktu di unit kerja komite K3RS. Seluruh jajaran direksi dan anggota komite K3 Rumah Sakit Jiwa Tampan sebaiknya membahas lebih dalam mengenai SMK3RS secara menyeluruh untuk menyatukan pemahaman dan memperbaiki kinerja K3RS.
ANALISIS DAMPAK INTENSITAS PENCAHAYAAN RUANGAN FARMASI DENGAN KELUHAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA DI RUMAH SAKIT MESRA KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2020 Erix Extrada Erix Extrada; Muhamadiah Muhamadiah; Makomulamin Makomulamin; Ahmad Satria Efendi Ahmad Satria Efendi; Firman Edigan Firman Edigan
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.021 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.328

Abstract

Pencahayaan merupakan jumlah penyinaran yang berada di suatu lingkungan kerja yang diperlukan untuk melaksanakan perkerjan dengan baik. Berdasarkan observasi, intensitas pencahayaan ruangan farmasi di Rumah Sakit Mesra Kabupaten Kampar kurang terang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas pencahayaan ruangan farmasi dan dampak bagi pekerja di Rumah Sakit Mesra Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini yaitu Kualitatif Deskriptif. Dilakukan wawancara dan observasi kepada 5 informan. Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Sakit Mesra Kecamatan Kampar pada bulan Mei-Juli 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan setempat di ruangan farmasi Rumah Sakit Mesra Kabupaten Kampar , pengukuran intensitas pencahayaan di ruangan farmasi dilakukan di meja kerja. Hasil pengukuran intensitas pencahayaan di ruangan farmasi menggunakan metode pencahayaan setempat diperoleh nilai 74,1 lux. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pencahayaan yang ada di ruangan farmasi Rumah Sakit Mesra Kabupaten Kampar belum memenuhi standart dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Pencahayaan yang kurang terang mengakibatkan terjadinya keluhan kelelahan mata pada pekerja, Adapun keluhan kelelahan mata yang dialami pekerja berupa pedih disekitar mata, pusing, mengantuk dan nyeri disekitar mata.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN KELELAHAN MATA PADA PENGGUNA KOMPUTER DI STIKES HANG TUAH PEKANBARU TAHUN 2020: FACTORS RELATED TO COMPLAINTS OF EYE FAILURE ON COMPUTER USERS IN STIKES HANG TUAH PEKANBARU 2020 Muhammad Hanafi Hanafi; Asril Asril; Ahmad Satria Efendi
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.712 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.339

Abstract

Kelelahan mata adalah gangguan yang dialami mata karena otot-ototnya yang dipaksa bekerja keras terutama saat harus melihat objek dekat dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui hubungan antara karakteristik pekerja dan perangkat kerja dengan keluhan kelelahan mata pada pengguna komputer. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional, dengan responden kasus adalah pekerja yang menggunakan komputer di STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 46 orang. Teknik pengambilan sampel pada kasus adalah non probability sampling. Alat ukur yang di gunakan adalah kuesioner, dan pengukuran. Analisis yang di gunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia (Pvalue=0,024, nilai OR=5,409), durasi penggunaan komputer (Pvalue=0,020, nilai OR=5,143), jarak pandang mata dengan monitor (Pvalue=0,009, nilai OR=6,500) dengan kelulahan kelelahan mata. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan anti glare (Pvalue=0,457, nilai OR=1,929) dengan keluhan kelelahan mata. Disarankan kepada pekerja menjaga jarak mata dengan layar monitor, melakukan istirahat mata sekitar 10 menit stiap jam, dan mengatur pencahayaan monitor dalam menggunakan komputer. Eye fatigue is a disorder experienced by the eye because the muscles are forced to work hard, especially when they have to look at close objects for a long time. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of workers and work equipment with complaints of eye fatigue in computer users. This research is a quantitative analytic study using a cross sectional study design, with case respondents being workers who use computers at STIKes Hang Tuah Pekanbaru. The number of samples in this study were 46 people. The sampling technique in this case is non-probability sampling. The measuring instrument used is a questionnaire, and measurement. The analysis used was univariate and bivariate with Chi-square statistical test. The results showed that there was a significant relationship between age (P value = 0.024, OR value = 5,409), duration of computer use (P value = 0.020, OR value = 5.143), distance between eyes and monitor (Pvalue = 0.009, OR value = 6,500) with complaints of eye fatigue. The results showed that there was no significant relationship between the use of anti-glare (P-value = 0.457, OR = 1.929) with complaints of eye fatigue. It is recommended for workers to keep their eyes away from the monitor screen, take an eye break of about 10 minutes every hour, and adjust the lighting of the monitor when using the computer.
Hubungan Pola Pemberian ASI dan MP-ASI terhadap Pertumbuhan Anak Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya: Relationship Between Breastfeeding Patterns And Complementary Feeding On The Growth Of Children Aged 6-24 Months In The Work Area Of The Harapan Raya Public Health Center rahmi, Fadhlurrahmi; Septiani, Winda; Susanti, Nurvi; Harnani, Yessi; Lusiana, Novita
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.083 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.504

Abstract

Masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat disebut sebagai periode emas sekaligus periode kritis terjadi pada usia 6-24 bulan. Secara nasional, cakupan balita usia 0-23 bulan dengan gizi buruk pada tahun 2018 sebesar 3,8%, sedangkan balita gizi kurang sebesar 11,4%. Cakupan balita dengan status gizi kurang di Kota Pekanbaru pada tahun 2019 sebanyak 587 jiwa. Pada tahun 2020, prevalensi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya dengan status balita gizi kurang sebanyak 77 jiwa (3,1%). Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui hubungan pola pemberian ASI dan MP-ASI terhadap pertumbuhan. Jenis penelitian ini Analitik Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya pada bulan Agustus 2021. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 6-24 bulan yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya dan sampel penelitian sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pola pemberian ASI (frekuensi, durasi, jarak waktu, waktu pemberian, dan cara menyusui) dan pola pemberian MP-ASI (usia, jenis, frekuensi, porsi, dan cara pemberian) dengan pertumbuhan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan pola pemberian ASI dan MP-ASI dengan pertumbuhan anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Tahun 2021. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan sebagai bahan masukan bagi petugas kesehatan untuk lebih menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai hal-hal seputar pertumbuhan, pola pemberian ASI dan MP-ASI yang baik bagi anak seperti pelatihan membuat MP-ASI dan memberikan edukasi kepada ibu.   The period of rapid growth and development is referred to as the goldenperiod and a critical period occurs at the age of 6-24 months. Nationally, thecoverage of under-fives aged 0-23 months with severe malnutrition in 2018 was3.8%, while under-fives with malnutrition were 11.4%. The coverage of childrenunder five with poor nutritional status in Pekanbaru City in 2019 was 587people. In 2020, the prevalence of children under five in the Harapan RayaCommunity Health Center working area with under-five nutritional status was 77people (3.1%). The purpose of this study in general was to determine therelationship between breastfeeding and complementary feeding patterns ongrowth. This type of research is quantitative analysis with a cross sectionalresearch design. The research was conducted in the Harapan Raya HealthCenter Working Area in August 2021. The research population was all childrenaged 6-24 months who were in the Harapan Raya Health Center Work Area andthe research sample was 100 respondents. The sampling technique used wasCluster Random Sampling. Analysis of the data used is univariate and bivariateanalysis with Chi Square test. The results showed that there was a relationshipbetween breastfeeding patterns (frequency, duration, time interval, timing offeeding, and breastfeeding methods) and complementary feeding patterns (age,type, frequency, portion, and mode of administration) with growth. From theresults of the study, it can be concluded that there is a relationship between thepattern of breastfeeding and complementary feeding with the growth of childrenaged 6-24 months in the Harapan Raya Health Center Work Area in 2021. Theresults of this study are expected to increase knowledge and as input for healthworkers to further disseminate information. to the community about mattersrelated to growth, good breastfeeding and complementary feeding patterns forchildren such as training to make MP-ASI and providing education to mothers.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM KABUPATEN LINGGA: ANALYSIS OF MEDICAL RECORD MANAGEMENT SYSTEM IN ENCIK MARIYAM REGIONAL GENERAL HOSPITAL, LINGGA REGENCY Rizka, RIZKA LISMAYULI; Candra, Leon; Warlenda, Sherly Vermita
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.509 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.508

Abstract

Rekam Medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumententang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakanmedis lain pada sarana pelayanan kesehatan untuk rawat jalan,rawat inap baik dikelola pemerintah maupun swasta.Permasalahan yang ditemukan di RSUD Encik MariyamKabupaten Lingga sudah melaksanakan kegiatan rekam medis,namun dalam pengelolaan rekam medis belum berjalan optimal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab belumterlaksananya pengelolaan rekam medis secara optimal di RSUDEncik Mariyam Kabupaten Lingga. Penelitian ini menggunakandesain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakanpada bulan September 2021 di RSUD Encik Mariyam KabupatenLingga, informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yangterdiri dari 1 orang Direktur Rumah Sakit, 1 orang Kepala InstalasiRekam Medis, 1 orang CSO dan 1 orang pegawai bagianpenyimpanan. Pengumpulan data dengan wawancara secaramendalam dan observasi. Kesimpulannya masih kekuranganpetugas/SDM bagian rekam medis, Standar Operasional Prosedur(SOP) pengelolaan berkas rekam medis sudah ada tapi adakegiatan yang belum dilakukan sesuai SOP, Sarana/Prasaranayang mendukung dalam pengelolaan berkas rekam medis yangbelum memadai seperti belum ada KIUP, Fasilitas fisikpenyimpanan ketersediannya kurang, karena berkas selalubertambah-tambah, Pengelolaan rekam medis sering terhambatkarena gangguan jaringan untuk memproses SIMRS, dan dalampengembalian berkas kurang lengkap dan tidak tepat waktu. Sarandari penelitian perlu adanya peningkatan SDM, penyesuaian SOP,penambahan Sarana Prasarana dan fasilitas fisik penyimpananagar kegiatan pengelolaan berkas rekam medis berjalan optimal.   Medical Record is a file that contains records and documents regarding patient identity, examination, treatment, other medical actions at health service facilities for outpatient, inpatient, both managed by the government and the private sector. The problems found in the Encik Mariyam Hospital, Lingga Regency, have carried out medical record activities, but the management of medical records has not run optimally. This study aims to analyze the causes of the unimplemented optimal management of medical records in Encik Mariyam Hospital, Lingga Regency. This study used a qualitative descriptive research design. This research was carried out in September 2021 at the Encik Mariyam Hospital, Lingga Regency, the informants in this study were 4 people consisting of 1 Hospital Director, 1 Head of Medical Record Installation, 1 CSO and 1 storage employee. Data collection by in-depth interviews and observations. The conclusion is that there is still a shortage of officers/HR for the medical record section, Standard Operating Procedures (SOP) for managing medical record files already exist but there are activities that have not been carried out according to SOPs, Facilities/Infrastructure that support the management of medical record files are inadequate such as the absence of KIUP, Facilities physical storage availability is lacking, because files are always increasing, medical record management is often hampered due to network disturbances to process SIMRS, and file returns are incomplete and not on time. Suggestions from the research need to increase human resources, adjust SOPs, add infrastructure and physical storage facilities so that medical record file management activities run optimally.
ANALISIS KEPATUHAN DALAM PENGGUNAAN APD PADA PEKERJA DI AREA DURI FIELD PT. ORIENTAL PRIMASINERGI ENGINERING DURI: A COMPLIANCE ANALYSIS IN THE USE OF PPE FOR WORKERS IN THE DURI FIELD AREA PT. ORIENTAL PRIMASINERGY DURI ENGINEERING Sejati, Muhammad; Asril, Asril; Susanti, Nurvi
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.559 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.515

Abstract

Pekeria yang patuh memiliki pengetahuan dan kesadaran untukmelindungi dirinya terhadap bahaya kecelakaan kerja dan akanberperilaku aman dalam melaksanakan pekerjaannya, sebaliknyapekerja yang tidak patuh akan cenderung melakukan kesalahandalam setiap proses kerja karena tidak mematuhi standar danperaturan yang ada. Tujuan penelitian untuk menganalisiskepatuhan dalam penggunaan APD pada pekerja di PT. OrientalPrimasinergi Enginering Duri. Jenis penelitian kualitatif analitikdengan desain studi kasus. informan pada penelitian ini 7 orangyang terdiri dari GM, HES Coordinator, HES officer 2 orang,supervisor dan 2 orang PMCOW. Pemilihan informan berdasarkankriteria jujur, mengetahui permasalahan dan dapat diandalkan.Dalam pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan carawawancara, observasi dan telaah dokumen. Berdasarkan temuanawal yang dilakukan di PT. Oriental Primsinergi Engineringterdapat beberapa pekerja yang tìngkat pengetahuan yang rendahtentang APD dan motivasi pekerja sangat kurang, serta adabeberapa pekerja yang pendidikan nya kurang tentangpenggunaan APD, termasuk juga masa kerja sangat berpengaruhdengan penggunaan APD. Hasil penelitian dapat disimpulkankebijakan sudah dilakukan dengan baik, perencanaanpenggunaan dalam bekerja sudah dilkakukan dengan baik, namundalam pelaksanaan masih ada pekerja yang tidak menggunakanAPD, Pekeria tidak menggunakan APD dikarenakan kurangnyaman saat menggunakan APD ketika bekerja merupakan alasandan tidak kepatuhan bekerja dalam menggunakan APD.Pengetahuan pekerja dalam bidangnya sudah baik dan motivasiuntuk memakai APD dalam kategori baik. Perlu berikan sanksikepada pekerja yang tidak menggunakan APD dalam bekerja.   Obedient employees have the knowledge and awareness to protect themselves against the dangers of work accidents and will behave safely in carrying out their work, on the other hand, non-compliant workers will tend to make mistakes in every work process because they do not comply with existing standards and regulations. The purpose of the study was to analyze compliance in the use of PPE for workers at PT. Oriental Primasinergi Enginering Duri. This type of research is qualitative analytic with case study design. There were 7 informants in this study consisting of GM, HES Coordinator, 2 HES officer, supervisor and 2 PMCOW. The selection of informants is based on the criteria of being honest, knowing the problem and being reliable. Qualitative data collection is done by means of interviews, observation and document review. Based on the initial findings made at PT. Oriental Primsinergi Engineering there are some workers who have a low level of knowledge about PPE and the motivation of workers is very less, and there are some workers who lack education about the use of PPE, including the working period is very influential with the use of PPE. The results of the study can be concluded that the policy has been carried out well, the planning for use at work has been carried out well, but in practice there are still workers who do not use PPE, Pekeria do not use PPE because they are not comfortable when using PPE when working is the reason and not working compliance in using PPE. PPE. The knowledge of workers in their field is good and the motivation to wear PPE is in good category. It is necessary to give sanctions to workers who do not use PPE at work.
ANALISIS MANAJEMEN PERENCANAAN LOGISTIK OBAT KESEHATAN DI PUSKESMAS KAMPAR KIRI KABUPATEN KAMPAR: MANAGEMENT ANALYSIS OF HEALTH MEDICINE LOGISTIC PLANNING AT KAMPAR KIRI PUSKESMAS, KAMPAR REGENCY ayu yuliani, ayu yuliani; Warlenda, Sherly Vermita; Dami, Dami Yanthi; Widodo, M. Dedi Widodo; Wardhani, Sri Wardhani
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.805 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.544

Abstract

Perencanaan adalah tahap terpenting dalam pemenuhan kebutuhan obat-obatan di pelayanan kesehatan. Di Puskesmas Kampar Kiri masih ditemukan terjadi kekosongan dan kelebihan obat untuk beberapa item obat tertentu. Perencanaan kebutuhan obat yang baik di puskesmas terdiri dari tahap pemilihan obat, kompilasi pemakaian obat, perhitungan kebutuhan obat, dan proyeksi kebutuhan obat. Perencanaan obat yang kurang baik akan menyebabkan terjadinya kelebihan dan kekurangan obat. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya analisis manajemen perencanaan logistik obat kesehatan di Puskesmas Kampar Kiri Kabupaten Kampar tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif evaluation study dengan metode kualitatif. Subjek penelitian yaitu Kepala Puskesmas, Kepala Instalasi Farmasi, Tim Perencanaan Obat Terpadu (TPOT)), Penanggung Jawab Gudang Obat, dan Asisten apoteker. Waktu Penelitian Juni-Juli 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, penelusuran dokumen dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemilihan obat di Puskesmas Kampar Kiri berdasarkan data dari LPLPO dan rekapan resep obat, obat paling banyak dipakai, pola penyakit. Kompilasi pemakaian obat dapat dilihat dari data LPLPO, laporan obat, stok obat, kertas resep harian dari data ini dapat diketahui berapa jumlah sisa stok, jumlah pemakaian, dan jumlah pengeluaran. Metode perhitungan kebutuhan obat yang digunakan Puskesmas Kampar Kiri adalah metode konsumsi dan metode morbiditas. Proyeksi kebutuhan obat kebutuhan obat belum tepat karena masih terdapat obat yang kosong dan berlebih. Diharapkan agar dapat meningkatkan proses perencanaan kebutuhan obat di Puskesmas dan diharapkan agar dapat mengevaluasi masalah pembagian kerja dalam pemilihan obat, meningkatkan kerja team, seminimal mungkin melengkapi data yang diperlukan untuk kegiatan proyeksi dan membuat laporan obat yang kurang, dengan menetapkan suatu kebijakan atau SOP kerja, sehingga mudah dalam menentukan obat yang tepat jenis dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan.   Planning is the most important stage in meeting the needs of medicines in health services. At the Kampar Kiri Health Center, it was still found that there were vacancies and excess drugs for certain drug items. Good planning for drug needs at the puskesmas consists of drug selection, compilation of drug use, calculation of drug needs, and projection of drug needs. Poor drug planning will lead to excess and shortage of drugs. The purpose of this study is to know the analysis of the logistics planning management of health drugs at the Kampar Kiri Health Center, Kampar Regency in 2020. This type of research is a descriptive evaluation study with a qualitative method. The research subjects were the Head of the Health Center, the Head of the Pharmacy Installation, the Integrated Drug Planning Team (TPOT), the Person in Charge of the Drug Warehouse, and the Pharmacist Assistant. Research Time June-July 2021. Data collection was carried out by in-depth interviews, document searches and observations. The results showed that the selection of drugs at the Kampar Kiri Health Center was based on data from the LPLPO and a recap of drug prescriptions, the most widely used drugs, and disease patterns. Compilation of drug use can be seen from LPLPO data, drug reports, drug stocks, daily prescription papers. The method of calculating drug requirements used by the Kampar Kiri Health Center is the consumption method and the morbidity method. The projection of drug demand for drug needs is not accurate because there are still empty and excess drugs. It is hoped that it will improve the planning process for drug needs at the Puskesmas and it is hoped that it will be able to evaluate the problem of division of labor in drug selection, improve team work, at least complete the data needed for projecting activities and make reports of drugs that are lacking, by establishing a policy or work SOP, so that it is easy to determine the right drug type and amount according to need.

Page 9 of 13 | Total Record : 125