cover
Contact Name
Ade Cahya
Contact Email
ade@htp.ac.id
Phone
+6276133815
Journal Mail Official
jom@htp.ac.id
Editorial Address
Jl.Mustafa Sari No.5 Tangkerang Selatan
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
ISSN : -     EISSN : 27761339     DOI : https://doi.org/10.25311/kesmas
Jurnal Media Kesmas is an open-access journal and peer-reviewed that publishes either original articles or reviews. This journal focuses on epidemiology environment health promoting health reproductive health occupational health and safety health policy and administration community nursing community midwifery
Articles 125 Documents
DETERMINAN PERILAKU KEPATUHAN MASYARAKAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROTOKOL KESEHATAN DI ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN SUNGAI JERING WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARI TELUK KUANTAN: DETERMINANTS OF COMMUNITY COMPLIANCE BEHAVIOR RELATED TO HEALTH PROTOCOL IN THE NEW NORMAL ERA IN SUNGAI JERING KELURAHAN WORKING AREA OF KARI TELUK KUANTAN HEALTH CENTER Putri, Sentika Nelta; Megasari, Kiki; Devis, Yesica; Maharani, Riri; Amalia, Risa
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.510

Abstract

Salah satu penyebab semakin meningkatnya kasus COVID-19 adalah ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Padahal untuk mencegah penyebaran COVID-19 maka tindakan preventif tersebut harus dilaksanakan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui determinan perilaku kepatuhan masyarakat yang berhubungan dengan protokol kesehatan di era new normal di Kelurahan Sungai Jering Wilayah Kerja Puskesmas Kari Teluk Kuantan. Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif, dengan menggunakan jenis penelitian Observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sungai Jering wilayah kerja Puskesmas Kari Teluk Kuantan pada 24 Maret-25 Mei 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kari Teluk Kuantan kecamatan Kuantan Tengah sebanyak 5.698 orang dengan jumlah sampel sebanyak 190 sampel. Teknik pengambilan sampel ini ialah menggunakan teknik accidental sampling. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan (p value = 0,002), sikap (p value = 0,001), tingkat pendidikan (p value = 0,000), dukungan lingkungan sosial (p value = 0,006), dukungan keluarga (p value = 0,023), peran pemerintah (p value = 0,042) dengan perilaku kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan di era new normal di Kelurahan Sungai Jering Wilayah Kerja Puskesmas Kari Teluk Kuantan. Tidak ada hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan perilaku kepatuhan masyarakat (p value = 0,674). Bagi seluruh pihak diharapkan dapat lebih meningkatkan upaya pencegahan penularan COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.   One of the causes of the increasing number of COVID-19 cases is public non-compliance with health protocols. In fact, to prevent the spread of COVID-19, these preventive measures must be implemented, both by the government and the community. The purpose of this study was to determine the determinants of community compliance behavior related to health protocols in the new normal era in Sungai Jering Village, Kari Teluk Kuantan Health Center Work Area. This research is a quantitative analytic research, using the type of observational research with a cross sectional design. This research was carried out in Sungai Jering Village, the working area of ​​the Kari Teluk Kuantan Health Center on March 24-25, 2021. The population in this study was the people who were in the working area of ​​the Kari Teluk Kuantan Health Center, Kuantan Tengah sub-district as many as 5,698 people with a total sample of 190 samples. The sampling technique used is the accidental sampling technique. Analysis of the data used is univariate and bivariate analysis using chi square. Based on the results of the research that has been done, it is known that there is a relationship between knowledge (p value = 0.002), attitude (p value = 0.001), education level (p value = 0.000), social environment support (p value = 0.006), family support (p value = 0.006). value = 0.023), the role of the government (p value = 0.042) with community compliance behavior in implementing health protocols in the new normal era in Sungai Jering Village, Kari Teluk Kuantan Health Center Work Area. There is no relationship between the role of health workers with community compliance behavior (p value = 0.674). All parties are expected to be able to further increase efforts to prevent the transmission of COVID-19 by complying with health protocols to prevent the transmission of COVID-19.
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE IBU RUMAH TANGGA DAN SARANA SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAPTA TARUNA TAHUN 2021: RELATIONSHIP BETWEEN PERSONAL HYGIENE OF HOUSEWIVES AND BASIC SANITATION FACILITIES WITH THE EVENT OF DIARRHEA ON CHILDREN IN THE WORK AREA OF PUSKESMAS SAPTA TARUNA in 2021 Zulfita, Alvia; Sari, Nila Puspita; Wardani, Sri; Yulianto, Beny; Hayana, Hayana
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.512

Abstract

Kondisi rumah yang rapat sehingga sanitasi di lingkungan tersebut yang kurang baik dan tidak terjaga. Pembuangan limbah cair tidak memenuhi syarat seperti aliran pencuci piring tidak memiliki saluran khusus, kakus juga tidak memiliki bangunan yang tertutup sempurna dan bangunan jamban yang diseminisasi tidak sempurna sehingga adanya rongga yang akan mngakibatkan jamban terlihat kotor berpotensi menimbulkan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Sapta Taruna. Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar secara berlebihan > 3kali sehari serta perubahan konsistensi tinja (menjadi cair atau setengah padat) dengan lendir maupun darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene ibu rumah tangga dan sarana sanitasi dasar dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sapta Taruna Tahun 2021. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sapta Taruna Tahun 2021. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita umur 0 bulan - <5 sebanyak 393 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik “Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan α=5% (0,05) dan derajat kepercayaan CI= 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan personal higiene (OR sebesar 3,367 dan p 0,017), pengetahuan (OR sebesar 3,000 dan p = 0,031), dan tidak adanya hubungan penyediaan air bersih (OR sebesar 2,893 dan p = 0,107), ketersediaan jamban (OR sebesar 2,280 dan nilai p = 0,144). Diharapkan ibu  mengajarkan pada balitanya cara menjaga kebersihan diri terutama saat makan makanan dan minuman, setelah bermain, dan setelah buang air besar maupun buang air kecil The condition of the house is tight so that the sanitation in the environment is not good and not maintained. Disposal of liquid waste does not meet the requirements such as the dishwasher does not have a special channel, the latrine also does not have a perfectly closed building and the latrine building is not properly disseminated so that there are cavities that will cause the toilet to look dirty, potentially causing diarrhea in the working area of ​​the Sapta Taruna Health Center. Diarrhea is a condition in which a person defecates excessively > 3 times a day and changes in the consistency of the stool (to be liquid or semi-solid) with mucus or blood. This study aims to determine the relationship between the personal hygiene of housewives and basic sanitation facilities with the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of ​​the Sapta Taruna Health Center in 2021. The location of this research was carried out in the Sapta Taruna Health Center Work Area in 2021. The time of the study was carried out in February 2021. This research is an observational quantitative analytic study with a cross sectional research design. The population of this study were mothers who had toddlers aged 0 months - <5 as many as 393 mothers with a total sample of 80 respondents. In this study, the researcher used the “Purposive Sampling” technique. The data was collected using a questionnaire, the data were analyzed using the chi-square statistical test with a significance level of =5% (0.05) and a degree of confidence CI= 95%. The results showed that there was a personal hygiene relationship (OR was 3.367 and p 0.017), knowledge (OR was 3,000 and p = 0.031), and there was no relationship between clean water supply (OR was 2.893 and p = 0.107), latrine availability (OR was 2.280 and p value = 0.144). Mothers are expected to teach their toddlers how to maintain personal hygiene, especially when eating food and drinks, after playing, and after defecating or urinating.  
ANALISIS MANAJEMEN PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI WILAYAH KERJA BLUD PUSKESMAS BANDAR PETALANGAN KABUPATEN PELALAWAN TAHUN 2021: ANALYSIS OF COMPLETE BASIC IMMUNIZATION PROGRAM MANAGEMENT ANALYSIS FOR INFANTS IN THE WORK AREA OF BLUD PUSKESMAS BANDAR PETALANGAN, PELALAWAN REGENCY, 2021 Syafarudin, Yuspi; Widodo, Dedi; Kamal, Yanwir
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.514

Abstract

Pelaksanaan imunisasi puskesmas merupakan unsur yang sangat penting dalam pelayanan imunisasi mereka mempunyai tanggung jawab yang besar dalam keberhasilan program imunisasi yaitu tercapainya UCI secara merata di tingkat desa. Puskesmas Bandar Petalangan merupakan salah satu Puskesmas terendah dalam cakupan imunisasi di Kabupaten Pelalawan yaitu hanya 42,3% di tahun 2020. Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen Program Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan Tahun 2021. Penelitian menggunakan metode kualitatif analitik yang dilakukan di Puskesmas Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan kepada 4 orang informan. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan Sumber Daya Manusia atau petugas kesehatan yang belum memadai karena disebabkan beban kerja ganda, ketersediaan biaya operasional cukup memadai yang bersumber dari dana BOK Puskesmas, ketersediaan sarana prasarana secara umum cukup memadai, namun masih terdapat beberapa pustu yang belum memiliki lemari es sebagai tempat penyimpanan vaksin, perencanaan dan pelaksanaan imunisasi di BLUD Puskesmas Bandar Petalangan sudah berjalan dengan baik, namun pelaksanaan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan imunisasi belum berjalan maksimal, karena bentuk monev oleh petugas hanya memantau pelaksanaan. Disarankan kepada BLUD Puskesmas Bandar Petalangan dapat memaksimalkan peran kader dalam mendukung pelaksanaan imunisasi dengan melakukan rapat koordinasi serta pemberian reward bagi kader dengan kinerja yang cukup baik, berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan terkait pemenuhan sarana pendukung pelaksanaan imunisasi serta Puskesmas dapat mengagendakan rapat koordinasi secara rutin pelaksanaan monev terkait pelaksanaan imunisasi dengan didasarkan data cakupan imunisasi The implementation of immunization at the puskesmas is a very important element in immunization services, they have a great responsibility in the success of the immunization program, namely the achievement of UCI evenly at the village level. Bandar Petalangan Health Center is one of the lowest health centers in immunization coverage in Pelalawan Regency, which is only 42.3% in 2020. The purpose of the study was to determine the management of the Complete Basic Immunization Program for Babies in the BLUD Work Area of ​​Bandar Petalangan Health Center Pelalawan Regency in 2021. The study used the method qualitative analysis conducted at the Bandar Petalangan Health Center, Pelalawan Regency to 4 informants. The results showed that the availability of Human Resources or health workers was inadequate due to the double workload, the availability of adequate operational costs sourced from the Puskesmas BOK funds, the availability of infrastructure facilities in general was adequate, but there were still some pustu that did not have a refrigerator as a source of equipment. Vaccine storage, planning and implementation of immunization at the BLUD Puskesmas Bandar Petalangan have been going well, but the implementation of monitoring and evaluation related to the implementation of immunization has not run optimally, because the form of monitoring and evaluation by officers only monitors the implementation. It is recommended that the BLUD Bandar Petalangan Health Center can maximize the role of cadres in supporting the implementation of immunization by conducting coordination meetings and providing rewards for cadres with good enough performance, further coordinating with the Health Office regarding the fulfillment of supporting facilities for the implementation of immunization and the Puskesmas can schedule regular coordination meetings for the implementation monitoring and evaluation related to immunization implementation based on immunization coverage data
DETERMINAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA KECAMATAN TEMBILAHAN: THE DETERMINANTS OF COVID-19 PREVENTION IN THE COMMUNITY IN THE WORK AREA OF THE TEMBILAHAN CITY HEALTH CENTER, TEMBILAHAN DISTRICT Humairah, Siti; Gloria Purba, Christine Vita; Alamsyah, Agus; Priwahyuni, Yuyun; Udin, Ikhtiyaruddin
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.541

Abstract

Pencegahan COVID-19 merupakan suatu tindakan yang bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak minimal 1 meter, dan menggunakan masker bertujuan untuk melindungi diri dari penularan COVID-19. Berdasarkan laporan kasus terkonfirmasi COVID-19 yang terjadi di Provinsi Riau sebesar 24.932 kasus. Dimana jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Indragiri Hilir sebesar 671 kasus. COVID-19 pada masyarakat sangat penting diterapkan, agar masyarakat terlindungi dan terhindar dari COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Waktu penelitian dari bulan Juli-Agustus tahun 2021. Populasi penelitian yaitu seluruh masyarakat yang tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Kota yang berjumlah 7.953 orang dan sampel penelitian yaitu 183 responden. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi- square (α=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (ρ=0,003) dengan POR 95% CI 2,698 (1.426-5.106), sikap (ρ=0,021) dengan POR 95% CI 2,144 (1.163-3.953), keyakinan (ρ=0,003) dengan POR 95% CI 2,630 (1.412-4.899), ketersediaan APD (ρ=0,009) dengan POR 95% CI 2,432 (1.286-4.601), dukungan keluarga (ρ=0,004) dengan POR 95% CI 1,645 (0.898-3.015), dan peran tenaga kesehatan (ρ=0,022) dengan POR 95% CI 3,109 (0.583-4.113) dengan pencegahan COVID-19. Disarankan kepada masyarakat agar menambah wawasan tentang pencegahan COVID-19 dan dapat meningkatkan pengetahuan, karena dengan pengetahuan yang baik akan mendorong sikap yang positif dan tindakan yang tepat untuk mencegah penyebaran COVID-19 serta tetap menjaga kesehatan dengan memperhatikan pola makan sehat dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Prevention of COVID-19 is an action that can be taken in several ways, such as washing hands with soap, maintaining a minimum distance of 1 meter, and using masks to protect oneself from the transmission of COVID-19. Based on reports of confirmed cases of COVID- 19 that occurred in Riau Province, there were 24,932 cases. Where the number of COVID-19 cases in Indragiri Hilir Regency is 671 cases. It is very important to implement COVID-19 in the community, so that the community is protected and protected from COVID-19. This study aims to determine the determinants of COVID-19 prevention in the community in the Tembilahan City Health Center Work Area, Tembilahan District in 2021. This type of quantitative research with cross sectional design. The research time is from July-August 2021. The research population is all people who live in the Tembilahan City Health Center Work Area, totaling 7,953 people and the research sample is 183 respondents. The sampling technique is purposive sampling. Data analysis was performed univariate and bivariate with chi-square test (α=0.05). The results of this study indicate that there is a relationship between knowledge (ρ = 0.003) with POR 95% CI 2.698 (1.426-5.106), attitude (ρ = 0.021) with POR 95% CI 2.144 (1.163-3.953), confidence (ρ = 0.003) with POR 95% CI 2.630 (1.412-4.899), availability of PPE (ρ=0.009) with POR 95% CI 2.432 (1.286-4.601), family support (ρ=0.004) with POR 95% CI 1.645 (0.898-3.015), and the role of health workers (ρ=0.022) with POR 95% CI 3.109 (0.583-4.113) with the prevention of COVID-19. It is recommended to the public to increase their knowledge about preventing COVID-19 and increase knowledge, because good knowledge will encourage positive attitudes and appropriate actions to prevent the spread of COVID-19 and maintain health by paying attention to healthy eating patterns and adhering to health protocols
DETERMINAN KEPATUHAN PENGGUNAAN MASKER SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI RW 04 KELURAHAN PEMATANG REBA KECAMATAN RENGAT BARAT: DETERMINANT OF COMPLIANCE WITH THE USE OF MASKS AS AN EFFORT TO PREVENT COVID-19 IN RW 04 PEMATANG REBA SUBDISTRICT WEST RENGAT Rani, Avisya Mutia; Priwahyuni, Yuyun; Rasyid, Zulmeliza; Alamsyah, Agus; Abidin, Aldiga Rienarti
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.542

Abstract

Kepatuhan penggunaan masker adalah derajat seseorang yang mau mengikuti aturan yang telah diatur oleh organisasi dalam menggunakan masker untuk melindungi diri dari berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepatuhan penggunaan masker sebagai upaya pencegahan COVID-19 di RW 04 Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi sebanyak 328 responden dengan sampel berjumlah 120 responden menggunakan teknik simple random sampling. Lokasi penelitian dilakukan di RW 04 Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Tahun 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi tidak patuh dalam kepatuhan menggunakan masker sebagai upaya pencegahan COVID-19 sebesar 58,3%. Determinan yang ada hubungan dengan kepatuhan menggunakan masker sebagai upaya pencegahan COVID-19 adalah pengetahuan (p value=0,0001) dengan POR 95% CI 36,556 (10,223-130,715), sikap (p value=0,0001) dengan POR 95% CI 19,684 (7,223-53,642), motivasi (p value=0,0001) dengan POR 95% CI 23,5 (6,657-82,955), dan pendidikan (p value=0,0001) dengan POR 95% CI 9,837 (2,783-34,766). Disarankan kepada RW 04 Kelurahan Pematang Reba untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam memberikan ilmu dan informasi terkait pentingnya patuh dalam penggunaan masker selama pandemi COVID-19. Compliance with the use of masks is the degree of a person willing to follow the rules that have been set by the organization in using masks to protect themselves from various diseases. This study aimsto determine the determinant of compliance with the use of masks as an effort to prevent COVID-19 in RW 04 Pematang Reba Subdistrict, West Rengat. This type of research uses quantitative with cross sectional research design. The population of 328 respondents with a sample of 120 respondents using simple random sampling techniques. The location of study was conducted in RW 04 Pematang Reba Subdistrict West Rengat in 2021. The results of this sudy showed the proportion non-compliant of compliance using masks as an effort to prevent COVID-19 by 57.5%. The determinants related to compliance using masks as an effort to prevent COVID-19 are knowledge (p value=0,0001) with POR 95% CI 36,556 (10,223-130,715), attitude (p value=0,0001) with POR 95% CI 19,684 (7,223-53,642), motivation (p value=0,0001) with   POR   95%   CI   23,5   (6,657-82,955),   and   education   (p value=0,0001) with POR 95% CI 9,837 (2,783-34,766). It is recommended to RW 04 Pematang Reba to provide socialization to the community in providing knowledge and information related to the importance of complying to use of masks during the COVID-19 pandemic.
ANALISIS MINAT LANSIA DALAM PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA KECAMATAN BUKIT RAYA KOTA PEKANBARU: ANALYSIS OF INTEREST OF THE ELDERLY IN THE UTILIZATION OF THE ELDERLY POSYANDU IN THE WORK AREA OF THE HARAPAN RAYA PUSKESMAS, BUKIT RAYA DISTRICT, PEKANBARU CITY rospita , rospita rahmi; Yunita, Jasrida; Kamal, Yanwir; Widodo, dedi; Efendi, Ahmad Satria
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.547

Abstract

Puskesmas Harapan Raya adalah salah satu Puskesmas di Kota Pekanbaru yang memiliki jumlah lansia yang cukup banyak yaitu sekitar 4.762 orang lansia (6,9%) dari 5 Posyandu Lansia dan total persentase kehadiran lansia pada posyandu lansia yaitu sebanyak 9,2%. Permasalahannya adalah kurang atau rendahnyaminat lansia dalam pemanfaatan Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya dari target yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yaitu 60%. Tujuan penelitian ini secara umum untuk menganalisis minat lansia dalam pemanfaatan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan jenis penelitian kualitatif. Melakukan wawancara dan observasi kepada 11 informan secara purposive sampling. Lokasi penelitian dilakukan pada Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru pada bulan Februari-Juli 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lansia masih kurang atau rendah, dukungan keluarga sangat baik, ketersediaan sarana sudah cukup mendukung dan prasarana yaitu gedung posyandu lansia belum mendukung untuk kapasitas besar, program posyandu lansia sudah berjalan dengan baik, dan minat lansia terhadap posyandu lansia masih sangat kurang atau rendah.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan minat lansia terhadap Posyandu Lansia masih sangat kurang atau rendah. Sarannya adalah perlu peningkatan pengetahuan dan minat lansia terhadap Posyandu Lansia yaitu dengan cara mengadakan sosialisasi atau penyuluhan tentang Posyandu Lansia. Harapan Raya Health Center is one of the health centers in Pekanbaru City which has a large number of elderly people, which is around 4,762 elderly people (6.9%) from 5 Elderly Posyandu and the total percentage of elderly attendance at the elderly Posyandu is 9.2%. The problem is the lack or low interest of the elderly in the use of the Elderly Posyandu in the work area of ​​the Harapan Raya Health Center from the target set by the Pekanbaru City Health Office, which is 60%. The purpose of this study in general is to analyze the interest of the elderly in the use of posyandu for the elderly in the work area of ​​the Harapan Raya Health Center, Bukit Raya District, Pekanbaru City. This research is a descriptive analytic study with a qualitative type of research. Conducting interviews and observations to 11 informants by purposive sampling. The research location was carried out at the Elderly Posyandu in the Harapan Raya Health Center Work Area, Bukit Raya District, Pekanbaru City in February-July 2021. The results showed that the knowledge of the elderly was still lacking or low, family support was very good, the availability of facilities was sufficient and infrastructure, namely the posyandu building the elderly have not supported for large capacity, the elderly posyandu program has been running well, and the elderly's interest in the elderly posyandu is still very lacking or low. The suggestion is that it is necessary to increase the knowledge and interest of the elderly towards the Elderly Posyandu, namely by conducting socialization or counseling about the Elderly Posyandu.
MANAJEMEN PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARYA WANITA KECAMATAN RUMBAI PESISIR: TUBERCULOSIS CASE DISCOVERY MANAGEMENT IN THE WORK AREA OF KARYA WOMEN PUSKESMAS DISTRICT RUMBAI PESISIR nusyrwan chandra, nusyrwan chandra; Kamal, Yanwir; Yanthi, Dami
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.575

Abstract

Tuberkulosis sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat didunia walaupun upaya penanggulangan TB telah dilaksanakan. Dampak dari tidak ditemukannya kasus TB yaitu penularan TB yang semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen penemuan kasus tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Karya Wanita Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan mode deskriptif dilaksanakan di Puskesmas Karya Wanita Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru pada bulan Agustus 2021. Informan dalam penelitian ini yaitu Pengawas Menelan Obat, penderita TB, dokter penanggung jawab TB, pemegang program TB serta kepala puskesmas. Analisis data menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian ini yaitu ketersediaan sumber daya manusia yang dinilai masih kurang mencukupi yaitu hanya ada 1 orang penanggung jawab program TB, serta 1 orang dokter penanggung jawab TB dan tidak ada analis. Dana sudah mencukupi tapi pelaksanaan belum dapat dilakukan karena tidak ada SDM serta masa pandemi COVID-19 sehingga seluruh kegiatan difokuskan pada COVID-19. Sarana dan prasarana utama sudah lengkap namun kekurangan terdapat pada sarana dan prasarana pendukung seperti media promosi. Promosi kesehatan tidak dilaksanakan selama masa pandemi COVID-19. Saran yaitu diperlukan media yang dapat mempromosikan program TB kepada masyarakat secara menyeluruh agar tepat sasaran dan efektif serta penambahan SDM analis agar manajemen penemuan kasus dapat terus berjalan dengan baik walaupun pada masa pandemi. Tuberculosis is still one of theThis is a public health problem in the world even though efforts to control TB have been implemented. The impact of not finding TB cases is the higher TB transmission. This study aims to determine the management of tuberculosis case finding in the work area of ​​the Karya Wanita Public Health Center, Rumbai Pesisir District, Pekanbaru City in 2021. This study is a qualitative study with a descriptive mode approach carried out at the Karya Wanita Health Center, Rumbai Pesisir District, Pekanbaru City in August.2021. Informants in this study are Swallowing SupervisorsDrugs, TB patients, doctors in charge of TB, TB program holders and heads of puskesmas. Data analysis using data triangulation method. The results of this study are the availability of human resources which are considered insufficient, namely there is only 1 person in charge of the TB program, 1 doctor in charge of TB and no analyst. The funds are sufficient but the implementation cannot be carried out because there are no human resources and during the COVID-19 pandemic so that all activities are focused on COVID-19. The main facilities and infrastructure are complete but there are shortcomings in supporting facilities and infrastructure such as promotional media. Health promotion is not carried out during the COVID-19 pandemic. Suggestions are that media are needed that can promote the TB program to the community as a whole so that it is right on target and effective as well as additional HR analysts so that case finding management can continue to run well even during the pandemic.
ANALISIS RISIKO KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER DI PT. RIAU WISATA HATI KOTA PEKANBARU TAHUN 2021: RISK ANALYSIS OF MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS IN COMPUTER USING WORKERS AT PT. RIAU TOURISM OF THE HEART OF PEKANBARU CITY IN 2021 Yaldy, Defri; Rahayu, Endang Purnawati; Edigan, Firman
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.624

Abstract

Keluhan Muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian bagian ototskeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangatringan sampai sangat sakit, Karyawan PT Riau Wisata Hati KotaPekanbaru menyatakan keluhan nyeri otot setelah melakukanpekerjaan terasa pada beberapa bagian tubuh seperti leher, bahu,punggung dan pinggang, dikarenakan karyawan PT Riau WisataHati melakukan pekerjaan dengan menggunakan komputerdengan posisi yang salah secara berulang kali serta sarana yangtidak memenuhi standar. Keluhan yang dirasakan setelah bekerjamenggunakan komputer mungkin hanya terjadi sementara, tetapiapabila aktivitas tersebut terjadi berulang kali setiap harinya akanmengakibatkan trauma kumulatif pada sistem muskuloskeletal.Tujuan penelitian ini secara umum yaitu untuk mengetahui risikokeluhan muskuloskeletal pada karyawan PT Riau Wisata Hati kotaPekanbaru. Penelitian ini adalah observasi dengan pendekatananalitik. Dilakukan wawancara dan observasi posisi kerja denganmenggunakan lembar ROSA. Informan penelitian berjumlah 4orang yaitu 1 sebagai Customer service kemudian 2 sebagaiTicketing service dan 1 sebagai admin pada PT Riau Wisata Hatikota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan tekanan kerja psikisyang menguras pikiran dan tenaga dengan durasi kerja didepankomputer lebih dari 2 sampai 4 jam secara berulang ditambah lagijarangnya melakukan olahraga sehingga tingkat kebugaran padakaryawan kurang dan mengakibatkan keluhan muskuloskeletal.Hasil analisa posisi kerja dengan metode ROSA menunjukkanhasil bahwa dari aktivitas saat melakukan kerja menggunakankomputer yang dilakukan oleh karyawan hampir keseluruhanmemiliki level risiko tinggi. Dimana, diperlukan segeradiadakannya tindakan perbaikan posisi kerja dansarana pekerjaan.Berdasarkan hasil penelitian disarankan agardapat melakukan perbaikan segera mungkin pada posisi kerjayang memiliki level risiko tinggi.   Musculoskeletal complaints are complaints in parts of the skeletal muscles that are felt by someone ranging from very mild complaints to very sick, employees of PT Riau Wisata Hati Pekanbaru City stated that muscle pain complaints after doing work felt in several parts of the body such as the neck, shoulders, back and waist, This is because employees of PT Riau Wisata Hati do work using computers in the wrong position repeatedly and facilities that do not meet standards. The general purpose of this study is to determine the risk of musculoskeletal complaints in employees of PT Riau Wisata Hati Pekanbaru city. This research is an observation with an analytical approach. Collecting data using interviews and observation of work positions using ROSA sheets. Research informants amounted to 4 people, namely 1 as customer service then 2 as ticketing service and 1 as admin at PT Riau Wisata Hati Pekanbaru city. The results showed psychological work pressure that drains the mind and energy with the duration of working in front of the computer for more than 2 to 4 hours repeatedly plus the lack of exercise so that the level of fitness in employees is less and results in musculoskeletal complaints. The results of the work position analysis using the ROSA method show that almost all of the employees have a high level of risk when doing work using a computer. Where, it is necessary to immediately take action to improve work positions and work facilities. Based on the results of the study, it is suggested that improvements can be made as soon as possible in work positions that have a high level of risk.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UNSAFE BEHAVIOR PADA PEKERJA DI PT.ALLIED INDO COAL JAYA PROVINSI SUMATERA BARAT: FACTORS RELATED TO UNSAFE BEHAVIOR OF WORKER AT PT. ALLIED INDO COAL JAYA WEST SUMATERA PROVINCE 2021 Sari, Ayu Nopita; Muhamadiah, Muhamadiah; Wardani, Sri
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.631

Abstract

Unsafe Behavior adalah adalah kegagalan (human failure) dalam mengikuti persyaratan dan prosedur-prosedur kerja yang benar sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. PT. X termasuk perusahaan yang bergerak dalam bidang penambangan batubara yang terletak di Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat dengan resiko pekerjaan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ,sikap, pelatihan dan pengawasan terhadap Unsafe Behavior di PT. X tahun 2021.Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain cross sectional, menggunakan uji chi- square dengan CI 95%. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 200 orang dengan purposive sampling. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan pengetahuan (p value 0,000 dan POR 2,989), sikap (p value 0,024 dan POR 2,269), pelatihan (p value 0,000 dan POR 20,184) dan Pengawasan (p value 0,196 dan POR 1,519). Kesimpulannya terdapat hubungan antara Unsafe Behavior dengan pengetahuan , sikap dan pelatihan, serta tidak ada hubungan antara Unsafe Behavior dengan Pengawasan. Saran yang diberikan kepada perusahaan untuk membuat plang informasi K3, memberikan sanksi/denda kepada pekerja yang melakukan unsafe behavior , mengadakan pelatihan K3 untuk pekerja , dan membentuk bidang P2K3 dalam perusahaan.   Unsafe Behavior  is a human failure to following the requirements and the procedure of work until it causing  accident. Henrich theory, the accident it cause of  unsafe behavior (88%), unsafe condition (10%) and another factors.Mining industry is one of the biggest industry in Indonesia. PT.Allied Indo Coal Jaya is one of mining industrial company in Sawahlunto,West sumatera. This studi aim to determine the relationship of knowledge,attitude,training and supervision of unsafe behavior of worker at PT.Allied Indo Coal Jaya 2021. This research method is quantitative with cross sectional design and using chi-square test with 95% CI. The sample in this study is 200 worker by purposive sampling. There is a relationship of between a knowledge ( p value 0,000 and POR 2,989), attitude (p value 0,024 and  POR 2,269), training (p value 0,000 and POR 20,184) with Unsafe Behavior.But Unsafe behavior and supervision is not related (p value 0,196 and POR 1,519).Recomendetation for the company is for making occupationa poster for working area, give a punishment to worker with unsafe behavior, make a training session for a worker and build P2k3organization in the company.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS PADA PETANI SAWIT DI PUSKESMAS RUMBAI BUKIT: FACTORS RELATED TO THE EVENT OF DERMATITIS IN OIL PALM FARMERS IN PUSKESMAS RUMBAI BUKIT arbain nysak, Arbain Nysak.Z; Mitra, Mitra; Susanti, Nurvi; Gloria Purba, Christine Vita
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.634

Abstract

Penyakit dermatitis adalah penyakit yang menyerang permukaan kulit yang disebabkan oleh jamur, virus, kuman, dan bakteri. Kejadian dermatitis petani sawit di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Bukit masih tinggi yaitu sebesar 21,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis pada petani sawit. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi sebanyak kasus:96 responden dan kontrol:354 responden dengan sampel berjumlah 160 responden, 80 responden kasus dan 80 responden kontrol. menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Rumbai Bukit Tahun 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan, personal hygiene, dan alat pelindung diri dengan kejadian dermatitis pada petani sawit di Puskesmas Rumbai Bukit. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis adalah pengetahuan (p value=0,008) dengan OR 95% CI 2,829 (1,359-5,888), personal hygiene (p value=0,003) dengan OR 95% CI 2,854 (1,461-5,574), dan alat pelindung diri (p value=0,033) dengan OR 95% CI 2,157 (1,115-4,171). Disarankan kepada pihak Puskesmas Rumbai Bukit untuk memberikan edukasi kepada petani sawit tentang pengetahuan dan cara hidup bersih sehat agar terhindar dari penyakit dermatitis. Dermatitis is a disease that attacks the surfaceskin caused by fungi, viruses, germs, and bacteria. The incidence of dermatitis by oil palm farmers in the working area of ​​the Rumbai Bukit Health Center is still high, at 21.3%. This study aims to determine the factors associated with the incidence of dermatitis in oil palm farmers. This type of research uses quantitative with case control research design. The population is cases: 96 respondents and controls: 354 respondents with a sample of 160 respondents, 80 case respondents and 80 control respondents. using simple random sampling technique. This study used univariate and bivariate analysis. The research location was conducted at the Rumbai Bukit Health Center in 2021. The results of this study showed that there was a relationship between knowledge, personal hygiene, and personal protective equipment with the incidence of dermatitis in oil palm farmers at the Rumbai Bukit Health Center. Factors related to the incidence of dermatitis were knowledge (p value = 0.008) with OR 95% CI 2.829 (1.359-5.888), personal hygiene (p value = 0.003) with OR 95% CI 2.854 (1.461-5.574), and tools personal protection (p value = 0.033) with OR 95% CI 2.157 (1.115-4.171). It is suggested to the Rumbai Bukit Health Center to provide education to oil palm farmers about knowledgeand how to live clean and healthy to avoid diseasedermatitis.

Page 11 of 13 | Total Record : 125