cover
Contact Name
Ade Cahya
Contact Email
ade@htp.ac.id
Phone
+6276133815
Journal Mail Official
jom@htp.ac.id
Editorial Address
Jl.Mustafa Sari No.5 Tangkerang Selatan
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
ISSN : -     EISSN : 27761339     DOI : https://doi.org/10.25311/kesmas
Jurnal Media Kesmas is an open-access journal and peer-reviewed that publishes either original articles or reviews. This journal focuses on epidemiology environment health promoting health reproductive health occupational health and safety health policy and administration community nursing community midwifery
Articles 125 Documents
Determinan Kepatuhan Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Covid-19 Di Rw 06 Kelurahan Air Jamban Kota Duri: Determinants of Community Compliance with Health Protocols In the Prevention of Covid-19 in Rw 06, Kelurahan Air Jamban Kota Duri Annisa, Aulia; Alamsyah, Agus; Priwahyuni, Yuyun; Gloria Purba, Christine Vita; Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.295 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.555

Abstract

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19 adalah ketika seseorang mampu menerima arahan dari pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan guna memutus rantai penularan COVID-19. Peneliti akan meneliti di RW 06 Kelurahan Air Jamban, yang merupakan wilayah yang angka kejadian kasus tertinggi terjadinya COVID-19. Penyebab tingginya kasus COVID-19 di wilayah ini dikarenakan masyarakat kurang patuh terhadap protokol kesehatan yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian COVID-19. Terdapat jumlah masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan sebesar 35,1%, sedangkan 64,9% yang patuh terhadap protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan COVID-19 di RW 06 Kelurahan Air Jamban Kota Duri. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi yang akan diteliti yaitu masyarakat RW 06 Kel. Air Jamban sebanyak 686 responden dengan sampel berjumlah 171 responden menggunakan teknik simple random sampling. Lokasi penelitian dilakukan di RW 06 Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau Tahun 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi kepatuhan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan COVID- 19 sebesar 64,9%. Determinan yang ada hubungan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan COVID-19 adalah motivasi (p value = 0,002) dengan POR 95% CI 2,889 (1,506-5,542), pendidikan (p value = 0,003) dengan POR 95% CI 3,201 (1,533-6,687), sikap (p value = 0,011) dengan POR 95% CI 2,421 (1,267-4,626), jenis kelamin (p value = 0,020) dengan POR 95% CI 2,269 (1,180- 4,362), pengetahuan (p value = 0,049) dengan POR 95% CI 2,000 (1,053-3,800). Disarankan kepada RW 06 Kelurahan Air Jamban untuk dapat meningkatkan sosialisasi ataupun penyuluhan kepada masyarakat pentingnya menambah pengetahuan dan wawasan serta informasi terkait pentingnya patuh terhadap protokol kesehatan selama pandemi COVID-19. Compliance with the COVID-19 health protocol is when a person is able to receive directions from the government to comply with the health protocols that have been set in order to break the chain of transmission of COVID-19. Researchers will conduct research in RW 06, Air Jamban Village, which is the area with the highest number of cases of COVID-19. The reason for the high number of COVID-19 cases in this region is that the community does not comply with health protocols, namely the lack of public knowledge about the prevention and control of COVID-19. There are 35.1% of people who do not comply with health protocols, while 64.9% are obedient to health protocols. This study aims to determine the determinants of compliance with health protocols as an effort to prevent COVID-19 in RW 06, Air Jamban Village, Duri City. This type of research uses quantitative research with cross sectional design. The population to be studied is the community of RW 06 Kel. Air Latrine as many as 686 respondents with a sample of 171 respondents using simple random sampling technique. The research location was carried out in RW 06, Air Jamban Village, Mandau District in 2021. The results of this study showed the proportion of compliance with health protocols as an effort to prevent COVID-19 was 64.9%. Determinants that have a relationship with adherence to health protocols as an effort to prevent COVID-19 are motivation (p value = 0.002) with POR 95% CI 2.889 (1.506-5.542), education (p value = 0.003) with POR 95% CI 3.201 (1.533 -6.687), attitude (p value = 0.011) with POR 95% CI 2,421 (1,267-4.626), gender (p value = 0.020) with POR 95% CI 2,269 (1,180- 4,362), knowledge (p value = 0,049) with a POR of 95% CI 2,000 (1,053-3,800). It is suggested to RW 06 Air Jamban Village to be able to increase socialization or outreach to the community the importance of adding knowledge and insight as well as information related to the importance of complying with health protocols during the COVID-19 pandemic.
ANALISIS PROSES MANAJEMEN PENANGANAN PASIEN MASA PANDEMI COVID-19 DI IGD RSUD PASIR PENGARAIAN: ANALYSIS OF THE MANAGEMENT PROCESS FOR HANDLING OF PATIENTS DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN IGD RSUD PASIR PENGARAIAN akmal hamidy, akmal hamidy; Ismainar, Hetty; Arnawilis, Arnawilis; Abidin, Aldiga Rienarti; Efendi, Ahmad Satria
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.228 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.584

Abstract

Rumah Sakit Umum Pasir Pengaraian ditemukan masalah seperti tidak adanya pemeriksaan Screnning test, kurangnya penerapan protokol kesehatan 5 M Kepada Masyarakat, dan juga perilaku merokok. Penanganan pasien pada masa pandemi ini dengan memperhatikan aspek ketenagaan, alur penanganan, sarana dan prasarana serta pembiayaan. Ketersediaan ketenagaan di IGD RSUD Pasir Pengaraian tahun 2021 masih kurang pada bagian ketenagaan Kebidanan yang berjumlah 2 orang dengan keseluruhan 39 tenaga yang ada di IGD. hal ini mempengaruhi kinerja karyawan.karena tenaga kesehatan mendapatkan tugas tambahan sekaligus menjadi tim khusus penanganan pasien Covid-19 dan alur penanganan masih belum melaksanakan skrinning, Sarana dan Prasarana di IGD RSUD Pasir Pengaraian terdiri dari tabung oksigen, HFNC, Obat-obatan.serta pembiayaan pasien IGD baik positif dan negatif Covid-19 baik secara anggaran namun karena mendapatkan anggaran dari Kemenkes, APBD dan BLUD jadi prioritas kebutuhan menjadi terbatas, karena anggaran khusus Covid-19 di prioritaskan seperti APD, Oksigen dan HFNC,Obat-obatan.   Pasir Pengaraian General Hospital found problems such as the absence of a screening test, the lack of application of the 5M health protocol to the community, and smoking behavior. Handling patients during this pandemic by paying attention to aspects of personnel, handling flow, facilities and infrastructure as well as financing. The availability of personnel in the ER at the Pasir Pengaraian Hospital in 2021 is still lacking in the Midwifery staff, which amounts to 2 people with a total of 39 personnel in the ER. This affects employee performance. Because health workers have additional duties as well as being a special team for handling Covid-19 patients and the flow of treatment has not yet carried out screening, the facilities and infrastructure at the Emergency Room of RSUD Pasir Pengaraian consist of oxygen cylinders, HFNC, medicines, and financing. ER patients both positive and negative for Covid-19 both in budget but because they get a budget from the Ministry of Health, APBD and BLUD so the priority needs are limited, because the special Covid-19 budget is prioritized such as PPE, Oxygen and HFNC, Medicines.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI KAMPUNG JAWA KELURAHAN AIR MOLEK I KECAMATAN PASIR PENYU TAHUN 2021: FACTORS RELATED TO MANAGEMENT OF PLASTIC WASTE IN KAMPUNG JAVA, AIR MOLEK I SUB-DISTRICT, PASIR PENYU DISTRICT IN 2021 Andita, Elsa Andita; Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin; Denai, Denai Wahyuni
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.383 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.623

Abstract

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat ditemui hampir disetiap barang. Pencemaran lingkungan akibat sampah plastik semakin mengkhawatirkan apabila tidak ada usaha untuk mengatasinya. Masyarakat yang kurang pengetahuan dan berperilaku buruk dalam pengelolaan sampah plastik dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah plastik di Kampung Jawa Kelurahan Air Molek I Kecamatan Pasir Penyu tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Sampel penelitian ini adalah kepala keluarga yang ada di Kampung Jawa dengan jumlah 102 KK. Pengumpulan data melalui wawancara yang berpedoman pada kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value < α 0,05 sehingga faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah plastik adalah pengetahuan (p=0,037, POR=2,588, CI=1,138-5,886), sikap (p=0,016, POR=2,997, CI=1,306-6,878), perilaku (P=0,020, POR=2,875, CI=1,259-6,564), ketersediaan fasilitas (p=0,019, POR=2,917, CI=1,267-6,714). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, perilaku dan ketersediaan fasilitas ada hubungan dengan pengelolaan sampah plastik di Kampung Jawa Kelurahan Air Molek I Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indagiri Hulu pada bulan Maret 2021. Pihak perangkat Kelurahan Air Molek I sebaiknya bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk memberikan informasi baik berupa sosialisasi maupun penyuluhan tentang pengelolaan sampah plastik yang baik dan ramah lingkungan.   Plastic is one of material that can be found almost any item. Pollution of the environment due to waste plastic getting worried if there is no effort to handle it. The community that lacking knowledge and behaving badly in the management of plastic waste can give rise to an impairment of health and the environment. The purpose of this research in general to know the factors that deals with the management of plastic waste in Kampung Jawa Kelurahan Air Molek I Kecamatan Pasir Penyu tahun 2021. Research methods it uses quantitative methods with the approach of Cross Sectional. A sample of this research is the head of the families back home in Kampung Jawa 102 KK. Collecting data with interviews were based on the questionnaire. Data analysis is done by using univariate, bivariate using Chi Square Test. The results showed that p-value < α 0.05 so factors related to the management of plastic waste are knowledge (p=0,037, POR=2,588, CI=1,138-5,886), attitudes (p=0,016, POR=2,997, CI=1,306-6,878), behavior (P=0,020, POR=2,875, CI=1,259-6,564), availability of facilities (p=0,019, POR=2,917, CI=1,267-6,714). From the results of the study, it can be concluded that knowledge, attitudes, behavior and availability of facilities are related to the management of plastic waste in Kampung Jawa, Air Molek I Village, Pasir Penyu District, Indagiri Hulu Regency in March 2021. The village should cooperate with the public health center to provide information on both socializing and counseling on the management of good and eco-friendly plastic waste.
PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI KELURAHAN PESISIR KECAMATAN LIMA PULUH KOTA PEKANBARU TAHUN 2021: BEHAVIOR OF INCIDENTAL DEPOSITION IN KELURAHAN PESISIR KECAMATAN LIMA PULUH KOTA PEKANBARU IN 2021 Nurfatia, Nurfatia; Harnani, Yessi Harnani; Kamalizaman, M. Kamalizaman
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.2 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.625

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat adalah program pemerintahdalam rangka memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dansehat serta mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan,meningkatkan kemampuan masyarakat, danmengimplementasikan komitmen pemerintah untuk meningkatkanakses air minum dan sanitasi dasar berkelanjutan. Berdasarkandata STBM tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas KecamatanLima Puluh masih terdapat kelurahan yang belum melakukanprogram tersebut yaitu Kelurahan Pesisir 0%. Tujuan penelitianuntuk mengetahui Perilaku Buang Air Besar Sembarangan diKelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru Tahun2021. Jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan desain Crosssectional. Populasi dari penelitian ini adalah rumah tangga yangberada di kelurahan pesisir berjumlah 2.103 KK dengan besarsampel 75 orang. Teknik sampling menggunakan cluster randomsampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian diketahui ada hubungan pengetahuan (p value =0,042, POR = 3,091), jarak rumah (p value = 0,027, POR = 3,409),kepemilikan sarana (p value= 0,019, POR = 3,627) denganperilaku buang air besar sembarangan. Sedangkan variabelDukungan tokoh masyarakat tidak berhubungan dengan perilakuBuang air besar sembarangan. Kepemilikan sarana jamban yangtidak sehat beresiko 3 kali berperilaku buang air besarsembarangan dibandingkan dengan responden yang memilikisarana jamban sehat. Disarankan kepada puskesmas untukmengoptimalisasi program promosi kesehatan tentang penyediaanjamban sehat di setiap rumah tangga.   Community Based Total Sanitation is a government programin order to strengthen efforts to cultivate clean and healthy livinghealth and prevent the spread of environmental-based diseases,improve community capacity, andimplement the government's commitment to improvesustainable access to drinking water and basic sanitation. Based onSTBM data for 2019 in the working area of ​​the District Health CenterFifty there are still urban villages that have not doneThe program is Coastal Village 0%. Research purposesto find out the Behavior of Indiscriminate Defecation inPesisir Village, Fifty Cities Pekanbaru, Year2021. This type of research is quantitative with a Cross . designsectional. The population of this study is households thatlocated in coastal villages totaling 2,103 families with a size ofa sample of 75 people. Sampling technique using random clustersampling. Data analysis was carried out univariate and bivariate.The results of the study found that there was a knowledge relationship (p value =0.042, POR = 3.091), house distance (p value = 0.027, POR = 3.409),ownership of facilities (p value = 0.019, POR = 3.627) withopen defecation behavior. While the variableThe support of community leaders is not related to behaviorDefecation carelessly. Ownership of latrine facilitiesunhealthy risk 3 times defecating behaviorhaphazardly compared to respondents who havehealthy latrine facilities. It is recommended to the health center foroptimizing health promotion programs regarding the provision ofhealthy latrines in every household.  
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PROYEK PEMBANGUNAN PERPIPAAN AIR LIMBAH KOTA PEKANBARU: ANALYSIS OF OCCUPATIONAL ACCIDENT RISK ON PEKANBARU CITY WASTEWATER PIPING PROJECT WORKERS April, April Adha; Makomulamin, Makomulamin; Masribut, Masribut
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.035 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.632

Abstract

PT. WIJAYA KARYA Tbk. adalah salah satu perusahaan konstruksi milik Pemerintah Indonesia. Wika Karaga-KSO merupakan perusahaan yang melakukan kerja sama operasi untuk menyelesaikan sistem pemasangan perpipaan air limbah Kota Pekanbaru Area Selatan SC-1. Ada 3 metode yang digunakan untuk pemasangan perpipaan air limbah Kota Pekanbaru yaitu sistem Open Trench, sistem Boring dan sistem Pipe Jacking. Dari 3 metode kerja yang ada, maka dalam penentuan konteks manajemen risiko yang dipilih adalah metode kerja sistem Open Trench karena merupakan galian terbuka yang memiliki risiko tinggi bagi pekerja proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko dengan metode open trench. metode yang digunakan dalam pengumpulan data ialah obeservasi lapangan dan wawancara dengan pekerja. Dari hasil penilaian risiko, ada 12 sumber bahaya yang bisa menimbulkan 13 risiko lainnya, termasuk 4 risiko dengan kategori rendah, 7 risiko dengan kategori sedang, dan 2 risiko dengan kategori Tinggi. pengendalian risiko yang dilaksanakan sudah cukup baik dan perlu ditingkatkan agar tidak terjadi kecelakaan kedepannya. Setiap rangkaian pada metode open trench sudah cukup sesuai dengan bahaya dan risiko yang ada. sehingga perlu dilakukan penilaian risiko lanjutan untuk mengevaluasi program pengendalian risiko yang sudah berjalan, agar para pekerja lebih efektif tanpa khawatir adanya bahaya dan risiko yang ada dilapangan.   PT. WIJAYA KARYA Tbk. is a construction company owned by the Government of Indonesia. Wika Karaga-KSO is a company that is conducting joint operations to complete the installation of a wastewater piping system in Pekanbaru City, South Area SC-1. There are 3 methods used for the installation of Pekanbaru City wastewater piping, namely the Open Trench system, the Boring system and the Pipe Jacking system. Of the 3 existing work methods, in determining the context of risk management the chosen method is the Open Trench system work method because it is an open excavation that has a high risk for project workers. The purpose of this study was to determine hazard identification, risk assessment and risk control using the open trench method. The method used in data collection is field observation and interviews with workers. From the results of the risk assessment, there are 12 sources of danger that can cause 13 other risks, including 4 risks in the low category, 7 risks in the moderate category, and 2 risks in the High category. The risk control implemented is quite good and needs to be improved so that accidents do not occur in the future. Each series in the open trench method is sufficient in accordance with the hazards and risks that exist. so it is necessary to carry out a further risk assessment to evaluate the risk control program that is already running, so that workers are more effective without worrying about the dangers and risks that exist in the field.
Pengawasan Tempat Pengelolahan Makanan Pada Pelabuhan Sungai Duku Di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru: Supervision of Food Processing Places at Duku Port River in the Work Area of Pekanbaru Class II Port Health Office Mailinda, Desi; Purnawati Rahayu, Endang; Abidin, Zainal
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.023 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.744

Abstract

Pelabuhan Sungai Duku Kota Pekanbaru merupakan tempat pelayanan penyerbangan kapal domestik serta tempat bongkar muat barang memungkinkan banyak orang saling berinteraksi, hal ini merupakan ancaman global terhadap kesehatan Masyarakat. Menurut Permenkes Nomor 36 Tahun 2009 mengenai kesehatan yang dibutuhkan pemantapan dan peningkatan dalam kegiatan kesehatan yang berhubungan dengan upaya tersebut dapat berhasil guna dan bermanfaat khusus bagi masyarakat. Hal ini juga suatu upaya agar masyarakat aman dari penyebaran makanan dan minuman yang tidak memenuhi persyaratan mutu salah satu program. Tujuan program ini untuk mewujudkan wilayah pelabuhan bersih, nyaman dan sehat untuk komunitas pekerja serta masyarakat pelabuhan. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Upaya Strategi Program Pengembangan Tempat Pengelolaan Makanan Pada Pelabuhan Sungai Duku di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru Tahun 2020, Tujuan Umum penelitian ini yaitu Merumuskan program pengembangan tempat pengelolaan makanan pada pelabuhan sungai duku di wilayah kerja kantor kesehatan pelabuhan kelas II pekanbaru tahun 2020, dan tujuan khusus penelitian ini adalah identifikasi kekuatan dan kelemahan internal organisasi dan identifikasi peluang dan ancaman eksternal organisasi, perencanaan strategi-strategi alternatif dan pemilihan strategi untuk mencapai tujuan pengawasan tempat pengelolaan makanan di pelabuhan sungai duku. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian kualitatif research melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Pendekataan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei – September 2020 di Pelabuhan Sungai Duku Kota Pekanbaru Provinsi Riau dan lingkungan sekitar, subjek penelitian ini berjumlah 6 informan. Hasil penelitian ini diperoleh setelah dilakukan proses observasi langsung dan melakukaan wawancara serta dilanjutkan dengan telaah dokumen dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.Disarankan untuk ke pada pihak pengelola pelabuhan, Koordinator wilker sungai duku ( KKP Kelas II Pekanbaru ) dan otoritas pelabuhan serta instansi terkait yang ada di pelabuhan segera melakukan pembenahan sehingaa kegiatan ini bisa terlaksana   Duku River Port in Pekanbaru City is a place of service for domestic ships as well as a place for unloading goods that allows many people to interact with each other, this is a global threat to public health. This is also an effort to keep the community safe from the distribution of food and beverages that do not meet the quality requirements of one of the programs carried out by the Pekanbaru Class II Port Health Office. The general objective of this research is the Program to formulate the development of food management places at the river duku port in the work area of ​​the Port Health Office. class II Pekanbaru in 2020. This study uses a qualitative research design through in-depth interviews, observation and document review. The approach used in this research is exploratory. This research was conducted in May–September 2020 at the Duku River Port, Pekanbaru City, Riau Province and the surrounding environment, the subject of this study found 6 informants. The results of this study were obtained after the process of direct observation and conducting interviews and continued with a document review by utilizing all strengths to seize and take advantage of opportunities as much as possible. It is recommended to the port management, the coordinator of the Sungai Duku wilker (Port Health Office Class II Pekanbaru) and the port authorities and related agencies at the port to immediately make improvements so that this activity can be carried out.
ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU: ANALYSIS OF EMERGENCY RESPONSE IMPLEMENTATION SYSTEM FIRE DISASTER AT ARIFIN ACHMAD HOSPITAL RIAU PROVINCE saputra, hendri; Efendi, Ahmad Satria; Makomulamin, Makomulamin
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.361

Abstract

Tingginya risiko kebakaran di rumah sakit, pemerintah dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) mewajibkan setiap rumah sakit menyelenggarakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) yang salah satunya berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran dengan pemenuhan alat pemadaman, alat pendeteksian kebakaran sarana penyelamatan serta adanya tim penanggulangan kebakaran. Tujuan penelitian mengetahuinya analisis pelaksanaan sistem tanggap darurat sebagai upaya penanggulangan bencana kebakaran di lingkungan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode penelitian kualitatif dan desain deskriptif. Penelitian ini telah dilakukan di RSUD Arifin Achmad pada bulan September tahun 2 Objek penelitian adalah manajemen proteksi kebakaran (organisasi, prosedur dan SDM dalam penanggulangan kebakaran), sistem proteksi kebakaran aktif (APAR, hidran, sprinkler, detektor dan alarm kebakaran) dan sarana penyelamatan jiwa (pintu darurat, tangga darurat, petunjuk jalan keluar dan tempat berhimpun) di RSUD Arifin Achmad.Subjek penelitian ini terdiri dari 3 orang, yaitu Ketua K3RS, Staf K3 dan Karyawan. Pengumpulan data menggunakan data primer, dengan analisa data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah manajemen proteksi kebakaran, sistem proteksi aktif kebakaran, dan sistem proteksi pasif atau sarana peneyelamatan jiwa di RSUD Arifin Achmad  telah sesuai dengan standar peraturan yang digunakan, Disarankan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mencegah terjadinya bahaya kebakaran di RSUD Arifin Achmad.   The high risk of fire in hospitals, the government in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 66 of 2016 concerning Hospital Occupational Safety and Health (K3RS) requires every hospital to organize Hospital Occupational Safety and Health (K3RS), one of which is related to prevention and control. fires with the fulfillment of extinguishing equipment, fire detection equipment for rescue facilities and the existence of a fire prevention team. The purpose of the study was to find out the analysis of the implementation of the emergency response system as an effort to deal with fire disasters in the Arifin Achmad Hospital, Riau Province. Qualitative research methods and descriptive design. This research was conducted at the Arifin Achmad Hospital in September 2nd. The object of the research is fire protection management (organization, procedures and human resources in fire prevention), active fire protection systems (APAR, hydrants, sprinklers, detectors and fire alarms) and life saving facilities. (emergency exit, emergency stairs, directions for exit and meeting place) at Arifin Achmad Hospital. The subjects of this study consisted of 3 people, namely the Head of K3RS, K3 Staff and Employees. Collecting data using primary data, with data analysis using data triangulation. The results of this study are fire protection management, active fire protection systems, and passive protection systems or life saving facilities at Arifin Achmad Hospital are in accordance with the regulatory standards used. It is recommended to increase the ability of human resources in preventing fire hazards in Arifin Achmad Hospital.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMA PULUH KOTA PEKANBARU: IMPLEMENTATION OF DIABETES MELLITUS CONTROL PROGRAM IN THE WORK AREA OF FIFTY CITY PUBLIC HEALTH CENTER, PEKANBARU Roni, Roni kurniawan; Djalal, Djasmudin; Sando, Welly
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.472

Abstract

Jumlah penderita DM di Indonesia adalah sebanyak 12,1 juta pada tahun 2014. Diperkirakan pada tahun 2030 DM di Indonesia meningkat menjadi 21,3 juta. Angka kesakitan dan kematian akibat DM di Indonesia cenderung berfluktuasi setiap tahunnya sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang mengarah pada makanan siap saji dan sarat karbohidrat. Puskesmas Lima Puluh mengalami peningkatan kasus diabetes mellitus setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pelaksanaan program pengendalian diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Lima Puluh kota pekanbaru tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi kepada 4 orang informan terdiri dari Kepala Puskesmas, penanggung jawab program DM, dan dua orang pasien diabetes mellitus. Waktu pelaksanaan penelitian ini sudah dilakukan pada bulan Mei tahun 2021 sampai Juli Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pengendalian penyakit diabetes mellitus di Puskesmas Lima Puluh belum maksimal. Hal ini dikarenakan masih kekurangan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang belum memadai, pembiayaan yang masih dibagi di setiap program penyakit, dan pelaksanaan yang sudah tidak berjalan selama dua tahun. Disarankan kepada Puskesmas untuk meningkatkan sumber daya manusia, melengkapi sarana dan prasarana serta meningkatkan upaya pelaksanaan terutama di program pengendalian penyakit diabetes mellitus.   The number of people with Diabetes Mellitus in Indonesia was 12.1 million in 2014. It is estimated that by 2030 DM in Indonesia will increase to 21.3 million. The morbidity and mortality rates due to diabetes mellitus in Indonesia tend to fluctuate every year in line with changes in people's lifestyles that lead to fast food and carbohydrates. Fifty Health Center has increased cases of diabetes mellitus every year. This study aims to determine the implementation of the diabetes mellitus control program in the working area of ​​the Puskesmas Lima Puluh Kota Pekanbaru in 2021. This research was conducted using a qualitative descriptive research design with in-depth interviews and observations to 4 informants consisting of the Head of the Puskesmas, the person in charge of the program, and two patients with diabetes mellitus. The timing of this research was carried out from May 2021 to July 2021. The results showed that the implementation of the diabetes mellitus control program at the Lima Puluh Health Center was not optimal. This is because there is still a shortage of human resources, inadequate facilities and infrastructure, funding that is still shared in each disease program, and implementation that has not been running for two years. It is recommended to the Puskesmas to increase human resources, complete facilities and infrastructure and increase implementation efforts, especially in the diabetes mellitus disease control program
ANALISIS KURANGNYA KUNJUNGAN ANAK BALITA PADA MASA PANDEMI DI POSYANDU ADENIUM DESA NGASO KECAMATAN UJUNG BATU KABUPATEN ROKAN HULU: ANALYSIS OF LACK OF VISIT TO CHILDREN DURING THE PANDEMIC AT ADENIUM POSYANDU, NGASO VILLAGE, UJUNG BATU DISTRICT, ROKAN HULU REGENCY nissa, KHAIRUN NISSA; Syukaisih, Syukaisih; Kursani, Elmia; Maharani, Riri Maharani; Warlenda, Sherly Vermita
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.507

Abstract

Posyandu adalah Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM)dengan peran serta dan bimbingan dari petugas kesehatan. Berdasarkanhasil survei awal di Desa Ngaso diketahui capaian kunjungan terendahtahun 2020 yaitu di Posyandu Adenium sebesar 13%. Tujuan penelitianini yaitu untuk mendapatkan informasi yang mendalam mengenaikurangnya kunjungan anak balita di Posyandu Adenium Desa NgasoKecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif dengan pendekatan mode deskriptif dilaksanakan diPosyandu Adenium Desa Ngaso Kecamatan Ujung Batu KabupatenRokan Hulu pada bulan Desember 2020-Agustus 2021. Informan kunciyaitu pemegang program KIA di puskesmas, informan utama yaitu 5orang ibu yang memiliki balita, informan pendukung yaitu keluargabalita, tokoh masyarakat dan kader. Penelitian ini menggunakan metodetriangulasi yaitu triangulasi metode, sumber dan data. Hasil penelitian iniyaitu pengetahuan ibu mengenai posyandu sudah cukup baik namun ibubelum mengetahui pentingnya imunisasi, sikap ibu terhadap pelaksanaanposyandu yaitu takut anak mengalami demam setelah imunisasi. Seluruhinforman utama bekerja sebagai ibu rumah tangga. Tokoh masyarakattelah berperan dalam pelaksanaan posyandu namun belum mencakupseluruhnya. Tidak ada dukungan dari keluarga ibu untuk membawaanaknya melakukan imunisasi di posyandu. Sarana prasarana yangtersedia yaitu bangunan posyandu, timbangan bayi, timbangan balita sertameteran untuk mengukur panjang bayi. Saran pada penelitian ini yaitubagi tenaga kesehatan dan para kader agar dapat meningkatkanpengetahuan dan sikap masyarakat sehingga partisipasi dalam kunjunganposyandu tidak mengalami penurunan. Posyandu is a Community Based Health Effort (UKBM) with the participation and guidance of health workers. Based on the results of the initial survey in Ngaso Village, it is known that the lowest visitation achievement in 2020 was at the Adenium Posyandu at 13%. The purpose of this study was to obtain in-depth information about the lack of visits by children under five at the Adenium Posyandu, Ngaso Village, Ujung Batu District, Rokan Hulu Regency. This research is a qualitative research with a descriptive mode approach carried out at the Adenium Posyandu, Ngaso Village, Ujung Batu District, Rokan Hulu Regency in December 2020-August 2021. The key informants are the holders of the mother's and the child's health program at the puskesmas, the main informants are 5 mothers who have toddlers, the supporting informants namely families of toddlers, community leaders and cadres. This study uses a triangulation method, namely triangulation of methods, sources and data. The results of this study are that the mother's knowledge about posyandu is quite good but the mother does not know the importance of immunization, the mother's attitude towards the implementation of the posyandu is fear of the child having a fever after immunization. All key informants work as housewives. Community leaders have played a role in the implementation of posyandu but have not covered all of them. There is no support from the mother's family to bring her child to immunize at the posyandu. The available infrastructure facilities are posyandu buildings, baby scales, toddler scales and a meter to measure the length of the baby. Suggestions in this study are for health workers and cadres to increase knowledge and attitudes of the community so that participation in posyandu visits does not decrease.
DETERMINAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA PEDAGANG DI PASAR PAGI DUPA KECAMATAN MARPOYAN DAMAI: DETERMINANTS OF COVID-19 PREVENTION ON TRADERS IN THE MORNING INcense Market, MARPOYAN DAMAI DISTRICT Nina safitri, Nina safitri; Gloria Purba, Christine Vita; Udin, Ikhtiyaruddin; Alamsyah, Agus; Abidin, Aldiga Rienarti
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.509

Abstract

Pasar Dupa merupakan tempat pelaksanaan kegiatan transaksi jual beli. Pedagang dan pembeli dipasar dupa masih sangat lemah dalam melakukan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19 seperti tempat pencuci tangan dipasar dupa tersebut, menggunakan masker dan menjaga jarak. Sedangkan untuk mencegah penularan COVID-19 seharusnya pedagang harus selalu menggunakan masker untuk mengurangi terpaparnya COVID-19 dan mencuci tangan setelah melakukan transaksi jual beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pencegahan COVID-19 pada pedagang di Pasar Pagi Dupa Kecamatan Marpoyan Damai Tahun 2021. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi sebanyak 217 pedagang dengan sampel berjumlah 80 responden menggunakan teknik simple random sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Pasar Pagi Dupa Kecamatan Marpoyan Damai Tahun 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi tidak mencegah COVID-19 sebesar 77,5%. Determinan yang ada hubungan dengan pencegahan COVID-19 pada pedagang adalah pengetahuan (p value=0,033) dengan POR 95% CI 5,778 (1,221-27,334), sikap (p value=0,004) dengan POR 95% CI 9,103 (1,928-42,990), ketersediaan APD (p value=0,017) dengan POR 95% CI 10,737 (1,341-85,988) dan peran petugas pasar (p value=0,418) dengan POR 95% CI 1,878 (0,596-5,919). Disarankan kepada seluruh pedagang Pasar Pagi Dupa untuk menyediakan APD seperti, masker yang layak dan sarana mencuci tangan setelah beraktifitas dan bagi pengurus pasar untuk dapat membantu menyediakan masker dan melengkapi saran cuci tangan di Pasar Pagi Dupa. The Dupa Market is a place where buying and selling transactions are carried out. Traders and buyers in the incense market are still very weak in implementing health protocols for the prevention of COVID-19, such as washing hands at the incense market, using masks and maintaining distance. Meanwhile, to prevent the transmission of COVID-19, traders should always wear masks to reduce exposure to COVID-19 and wash their hands after making buying and selling transactions. This study aims to determine the determinants of COVID-19 prevention among traders at Pasar Pagi Dupa, Marpoyan Damai District in 2021. This type of research uses quantitative research with a cross sectional design. The population is 217 traders with a sample of 80 respondents using simple random sampling technique. The research location was carried out at the Morning Dupa Market, Marpoyan Damai District in June-June 2021. The results of this study showed the proportion of not preventing COVID-19 was 77.5%. The determinants that have a relationship with COVID-19 prevention among traders are knowledge (p value = 0.033) with POR 95% CI 5,778 (1,221-27,334), attitude (p value = 0.004) with POR 95% CI 9,103 (1,928-42,990), availability of PPE (p value = 0.017) with 95% CI 10.737 (1.341-85.988) and there is no relationship between the role of market officers (p value = 0.418) and 95% CI 1.878 (0.596-5.919). It is recommended to all traders of the Morning Dupa Market to provide PPE such as proper masks and facilities for washing hands after activities and for market administrators to be able to help provide masks and complete hand washing suggestions at the Morning Dupa Market.

Page 10 of 13 | Total Record : 125