cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 55 Documents clear
EVALUASI KINERJA MENU BEBEK KALEYO CIKARANG Purwanti, Purwanti; Amelia, Restu; Solihati, Dewi; Dianto, Didin; Nurdiana, Dina; Arsila, Lintang; Triani, Banar Ayu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5593

Abstract

This study aims to evaluate the menu performance and product innovation strategy at Bebek Kaleyo Cikarang by combining managerial and consumer perspectives. The approach used is descriptive qualitative with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with seven informants, consisting of three management representatives and four consumers, supported by direct observation and documentation. The results show that consumer preferences are influenced by taste, menu variety, competitive pricing, and a pleasant dining experience. Product innovation is carried out continuously through new menu development, attractive presentation, and rapid response to market trends. Menu performance is evaluated based on taste quality, variety of choices, and high levels of customer satisfaction. Adaptive innovation strategies and communication built through consumer experiences play a vital role in fostering long-term customer loyalty. These findings highlight the importance of a holistic approach in restaurant management that focuses not only on products, but also on experience, satisfaction, and emotional consumer engagement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja menu dan strategi inovasi produk di restoran Bebek Kaleyo Cikarang dengan memadukan perspektif manajemen dan konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada tujuh informan, terdiri dari tiga pihak manajemen dan empat konsumen, serta didukung oleh observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen dipengaruhi oleh cita rasa, keberagaman menu, harga yang kompetitif, serta pengalaman makan yang menyenangkan. Inovasi produk dilakukan secara berkelanjutan melalui pengembangan menu baru, penyajian yang menarik, serta respons cepat terhadap tren pasar. Evaluasi kinerja menu mencakup kualitas rasa, keberagaman pilihan, dan tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi. Strategi inovasi yang adaptif dan komunikasi yang terbangun melalui pengalaman konsumen menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam manajemen restoran yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada pengalaman, kepuasan, dan keterlibatan pelanggan secara emosional.
TINJAUAN ARTIKEL: PENGOBATAN NON BEDAH PERI-IMPLANTITIS Halim, Susanna; Florenly, Florenly; Winata, Mellisa; Luman, Marco; Leslie, Gloria Estefani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5594

Abstract

Dental implants are materials inserted into the jawbone that serve as supports for restorations, resembling natural teeth. In addition to their aesthetic function, implants also play an important role in the rehabilitation of the stomatognathic system. Proper maintenance is essential for the long-term success of implant-based restorations. One of the common complications is peri-implantitis, a pathological condition characterized by inflammation of the peri-implant connective tissue and progressive loss of supporting bone. If left untreated, peri-implantitis can lead to implant failure. This study is a literature review aimed at evaluating the effectiveness of non-surgical treatment for peri-implantitis. Data were collected through a search on Google Scholar using relevant keywords, yielding 15,700 articles. After applying inclusion criteria, articles were selected that were published within the last five years (2020–2024), written in English, available in full text, and categorized as original research, reviews, or case reports. Findings from three case reports indicate that non-surgical approaches provide significant clinical improvements. In Case 1, after one year, probing depth reduced to 1.5–3 mm without bleeding. In Case 2, after six months, no signs of inflammation or further bone resorption were observed, with a 2.1 mm reduction in probing depth. In Case 3, after six months, inflammatory resolution was achieved, with probing depth reduced to 2 mm and increased bone level seen on radiographs. All patients demonstrated good oral hygiene, were non-smokers, and had no uncontrolled systemic diseases. Overall, non-surgical treatment for peri-implantitis can yield positive clinical outcomes in reducing probing depth and inflammation, especially in patients with good plaque control and stable systemic health. ABSTRAKImplan gigi merupakan bahan yang ditanam dalam tulang rahang dan berfungsi sebagai penyangga restorasi, dengan bentuk menyerupai gigi alami. Selain memiliki fungsi estetik, implan juga berperan dalam rehabilitasi sistem stomatognatik. Pemeliharaan yang optimal sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang restorasi berbasis implan. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah peri-implantitis, yaitu kondisi patologis yang ditandai dengan peradangan jaringan ikat di sekitar implan dan kehilangan progresif tulang penyangga. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan implan. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka (literature review) yang bertujuan untuk membahas efektivitas pengobatan non-bedah peri-implantitis. Data dikumpulkan melalui penelusuran di Google Scholar dengan kata kunci terkait, menghasilkan 15.700 artikel. Setelah dilakukan seleksi sesuai kriteria inklusi, dipilih artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020–2024), berbahasa Inggris, teks lengkap, dan berupa original research, review, atau case report. Hasil dari tiga laporan kasus menunjukkan bahwa pendekatan non-bedah memberikan perbaikan klinis yang signifikan. Pada Kasus 1, setelah satu tahun, kedalaman probing berkurang menjadi 1,5–3 mm tanpa perdarahan. Pada Kasus 2, setelah enam bulan, tidak ditemukan tanda-tanda peradangan, dengan penurunan kedalaman probing sebesar 2,1 mm. Sedangkan pada Kasus 3, setelah enam bulan, terjadi resolusi inflamasi dengan kedalaman probing menjadi 2 mm dan peningkatan tingkat tulang berdasarkan radiograf. Semua pasien memiliki kebersihan mulut yang baik, tidak merokok, dan tidak memiliki penyakit sistemik yang tidak terkontrol. Secara keseluruhan, pengobatan non-bedah untuk peri-implantitis dapat memberikan hasil klinis yang positif dalam mengurangi kedalaman probing dan peradangan, terutama pada pasien dengan kontrol plak yang baik dan kondisi sistemik yang stabil.
DISCOURSE ANALYSIS OF TELEPHONE CONSULTATION: HOW PATIENTS REPORT SYMPTOMS TO DOCTORS FOR NURSING STUDENTS Irianto, Dhaniel Prasetyo; Nurniati, Emi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5637

Abstract

ABSTRACT The transformation of healthcare services due to the COVID-19 pandemic has accelerated the adoption of remote medical consultations, including those over the phone. This practice not only changes the way patients interact with healthcare workers, but also poses new challenges in clinical communication, particularly related to symptom reporting. This article aimed to analyze discursive practices in telephone consultations between patients and doctors, focusing on how patients report symptoms and how doctors respond and clarify them. Using a qualitative approach with a critical discourse analysis method, data were obtained from authentic transcripts of telephone consultations in primary service clinics and analyzed through macro- and micro-discourse structures. The findings suggest that patients tend to use subjective narratives and nonmedical terms to convey symptoms, whereas clinicians control the flow of the conversation through interrupt strategies, closed-ended questions, and repetitive clarification. This pattern reflects an asymmetrical power relationship and opens up space for miscommunication, especially in the absence of nonverbal cues. This study has important implications for nursing education, especially in designing communication training based on remote consultation scenarios that emphasize linguistic sensitivity, empathy, and clarifying abilities. In addition, the integration of discourse analysis in the nursing curriculum can enrich students' understanding of the sociocultural dimensions of medical communication. This article recommends updating communication training policies in educational and healthcare institutions to improve the effectiveness and safety of technology-based medical practices. ABSTRAK Transformasi layanan kesehatan akibat pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi konsultasi medis jarak jauh, termasuk melalui telepon. Praktik ini tidak hanya mengubah cara pasien berinteraksi dengan petugas kesehatan, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam komunikasi klinis, terutama terkait dengan pelaporan gejala. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik diskursif dalam konsultasi telepon antara pasien dan dokter, dengan fokus pada bagaimana pasien melaporkan gejala dan bagaimana dokter menanggapi dan mengklarifikasinya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis, data diperoleh dari transkrip otentik konsultasi telepon di klinik layanan primer dan dianalisis melalui struktur wacana makro dan mikro. Temuan menunjukkan bahwa pasien cenderung menggunakan narasi subjektif dan istilah nonmedis untuk menyampaikan gejala, sedangkan dokter mengontrol alur percakapan melalui strategi interupsi, pertanyaan tertutup, dan klarifikasi berulang. Pola ini mencerminkan hubungan kekuatan asimetris dan membuka ruang untuk miskomunikasi, terutama dengan tidak adanya isyarat nonverbal. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pendidikan keperawatan, terutama dalam merancang pelatihan komunikasi berdasarkan skenario konsultasi jarak jauh yang menekankan kepekaan linguistik, empati, dan kemampuan klarifikasi. Selain itu, integrasi analisis wacana dalam kurikulum keperawatan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa tentang dimensi sosial budaya komunikasi medis. Artikel ini merekomendasikan untuk memperbarui kebijakan pelatihan komunikasi di lembaga pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan praktik medis berbasis teknologi.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN VIDEO “AHOK BONGKAR DUGAAN PERTAMAX OPLOSAN” DALAM CHANNEL YOUTUBE LIPUTAN6 Kusumaningrum, Nurul Lisa; Puspitasari, Renny; Dewi, Elvienchi Multya; Putri, Trista Etika; Neina, Qurotta Ayu; Yuniawan, Tommi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5640

Abstract

This study aims to analyze the implicature in the video entitled “Ahok Bongkar Dugaan Pertamax Oplosan Hingga ‘Pemain’ Ikutan Siap Bantu Kejagung” on Liputan6 Youtube Channel. This study uses theoretical approaches and methodological approaches. The theoretical approach in this research is pragmatics approach. While the methodology used is a qualitative descriptive approach. This research method uses listening and note-taking techniques. The data in the form of video utterances were transcribed and then classified into three types of implicatures: specific, general, and scaled conversational implicatures. The results of the analysis show that of the 15 speech data found, each type of implicature has a balanced frequency. Special conversational implicature is widely used to convey sarcasm and veiled criticism of certain parties. General implicature is used to convey moral messages and open criticism that can be understood without special context. Meanwhile, scaled implicature emphasizes the implied meaning through the use of quantitative or high quality words. The findings show that Ahok utilized implicit communication strategies to convey social, political, and systemic criticism in a subtle but firm manner. This research contributes to the study of digital media pragmatics and critical literacy towards public communication in the information age. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meenganalisis implikatur dalam video yang berjudul “Ahok Bongkar Dugaan Pertamax Oplosan Hingga ‘Pemain’ Ikutan Siap Bantu Kejagung” pada Kanal Youtube Liputan6. Kajian ini menggunakan pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis dalam penlitian ini adalah pendekatan pragmatik. Sedangkan metodologis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Data berupa tuturan dalam video yang ditranskripsi lalu diklasifikasikan ke dalam tiga jenis implikatur: implikatur percakapan khusus, umum, dan berskala. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 15 data tuturan yang ditemukan, masing-masing jenis implikatur memiliki frekuensi yang seimbang. Implikatur percakapan khusus banyak digunakan untuk menyampaikan sindiran dan kritik terselubung terhadap pihak-pihak tertentu. Implikatur umum digunakan untuk menyampaikan pesan moral dan kritik terbuka yang dapat dipahami tanpa konteks khusus. Sementara itu, implikatur berskala menekankan makna tersirat melalui penggunaan kata-kata bernilai kuantitatif atau kualitas tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa Ahok memanfaatkan strategi komunikasi implisit untuk menyampaikan kritik sosial, politik, dan sistemik secara halus namun tegas. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian pragmatik media digital dan literasi kritis terhadap komunikasi publik di era informasi.
ANALISIS KADAR BITUMEN ASPAL BATU BUTON (ASBUTON) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI SOXHLET Saleh, Isman
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5660

Abstract

Buton rock asphalt (Asbuton) is one of Indonesia's potential natural resources that contains a significant amount of bitumen. The utilization of Asbuton offers a strategic alternative to reduce dependence on imported petroleum asphalt. This study aims to analyze the bitumen content in Asbuton samples using the Soxhlet extraction method. The research was conducted on ten Asbuton samples from Winning Village, Pasarwajo District, Buton Regency. The Soxhlet extraction method was selected due to its efficiency and accuracy in extracting non-volatile compounds. The results show that bitumen content varies between 27.00% and 34.79%, with moisture content ranging from 3.00% to 6.80%. A strong negative correlation (r = -0.84564) between bitumen and moisture content indicates that higher bitumen levels tend to correspond with lower water content in the samples. Based on the classification by the Directorate General of Highways, most samples fall into the B30 category (high bitumen content). These findings support the potential use of Asbuton as a sustainable construction material and contribute to the optimal utilization of local resources. ABSTRAKAspal batu Buton (Asbuton) merupakan salah satu sumber daya alam potensial di Indonesia yang mengandung bitumen dalam jumlah signifikan. Pemanfaatan Asbuton dapat menjadi alternatif strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor aspal minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar bitumen dalam sampel Asbuton menggunakan metode ekstraksi Soxhlet. Penelitian dilakukan pada sepuluh sampel Asbuton dari Desa Winning, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Metode ekstraksi Soxhlet dipilih karena kemampuannya dalam mengekstraksi senyawa non-volatil secara efisien dan akurat. Hasil analisis menunjukkan kadar bitumen bervariasi antara 27,00% hingga 34,79%, dengan kadar air berkisar antara 3,00% hingga 6,80%. Korelasi negatif yang kuat antara kadar bitumen dan kadar air (r = -0,84564) menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar bitumen, maka kadar air dalam sampel cenderung menurun. Berdasarkan klasifikasi Direktorat Jenderal Bina Marga, sebagian besar sampel tergolong dalam kategori B30 (bitumen tinggi). Temuan ini mendukung potensi pemanfaatan Asbuton sebagai bahan baku industri konstruksi jalan yang berkelanjutan, serta memberikan kontribusi dalam optimalisasi sumber daya lokal.
PENGEMBANGAN KEBIJAKAN TERHADAP HASIL EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM DAN POLA SEBARAN KASUS KUSTA DI KOTA AMBON Samsu, Semoel Leonard; Hafizurrachman, Muhammad
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5749

Abstract

Leprosy remains a public health problem in Ambon City, with major challenges in early detection, chemoprophylaxis coverage, and uneven case distribution. This study aims to develop policy recommendations based on the evaluation of leprosy program implementation and spatial distribution patterns of leprosy cases in Ambon City in 2024. This research employed a qualitative method using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product), combined with spatial analysis using GeoDa software and the K-Means Clustering technique. Data were collected through document review, in-depth interviews, field observations, and geospatial mapping. This study uses a qualitative method, with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model, and spatial analysis using GeoDa software with the K-Means Clustering technique. Data were collected through document review, in-depth interviews, data observation, and geospatial mapping. Results: Shows that the context and input variables are in the fairly good category, but in the process variables there is a mismatch between the implementation of the intervention and operational standards, such as less than optimal close contact tracing. In the product variable, the success of the program implementation has not been in line with a significant decrease in cases. The results of triangulation show that data from interviews and observations are mutually reinforcing, while findings from documents at several points are not fully synchronized. Spatial analysis using K-Means Clusters groups the regions into five clusters; areas with high cases tend to be in remote areas and difficult to reach. This pattern indicates an uneven distribution of cases and the need for area-based interventions. The evaluation results indicate the need for improvements in process and outcome variables, including spatial distribution. The policies developed are directed at improving the reporting recording system, strengthening the capacity of health workers, optimizing close contact tracing and chemoprophylaxis, using spatial analysis to accelerate early detection, and reducing active transmission, especially in remote areas with high cases. The implementation of the leprosy program in Ambon City still faces significant challenges and requires a more integrated and area-based approach, based on the results of the evaluation and spatial mapping. ABSTRAKKusta masih menjadi masalah kesehatan di Kota Ambon dengan tantangan utama pada deteksi dini, cakupan kemoprofilaksis, dan distribusi kasus yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kebijakan terhadap hasil evaluasi implementasi program kusta dan pola sebaran kasus kusta di Kota Ambon tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), serta analisis spasial menggunakan software GeoDa dengan teknik K-Means Clustering. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, wawancara mendalam, observasi data, dan pemetaan geospasial. Menunjukkan bahwa variabel konteks dan input berada dalam kategori cukup baik, namun pada variabel proses ditemukan ketidaksesuaian antara pelaksanaan intervensi dan standar operasional, seperti pelacakan kontak erat yang belum optimal. Pada variabel produk, keberhasilan pelaksanaan program belum sejalan dengan penurunan kasus secara signifikan. Hasil triangulasi menunjukkan bahwa data dari wawancara dan observasi saling menguatkan, sementara temuan dari dokumen pada beberapa poin tidak sepenuhnya sinkron. Analisis spasial menggunakan K-Means Clusters mengelompokkan wilayah menjadi lima klaster; daerah dengan kasus tinggi cenderung berada di wilayah pinggiran dan sulit dijangkau. Pola ini mengindikasikan distribusi kasus yang tidak merata dan perlunya intervensi berbasis wilayah. Hasil evaluasi menunjukkan perlunya perbaikan pada variabel proses dan hasil, termasuk distribusi spasial. Kebijakan yang dikembangkan diarahkan pada peningkatan sistem pencatatan pelaporan,  penguatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi pelacakan kontak erat dan kemoprofilaksis, penggunaan analisis spasial dalam mempercepat deteksi dini, serta mengurangi penularan aktif, khususnya pada wilayah pinggiran dengan kasus tinggi. implementasi program kusta di Kota Ambon masih menghadapi tantangan signifikan dan membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis wilayah, berdasarkan hasil evaluasi dan pemetaan spasial.
PEMETAAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN DAN EVALUASI KESESUAIAN TANAMAN UNTUK REHABILITASI LAHAN TERDEGRADASI DALAM PENGELOLAAN SUB-DAS BABUAT KABUPATEN MURUNG RAYA, KALIMANTAN TENGAH Arifin, Arifin; Misnawati, Misnawati; Firdausa, Ayunda Laras; Wahyu, Hyundra Zakiya Putri; Arysandi, Safira Arum
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5775

Abstract

Critical land in a River Basin Area (DAS) can disrupt the hydrological function and production of the surrounding area. Handling is done through rehabilitation by adjusting the type of plant to the characteristics of the land, in order to increase productivity and provide sustainable impacts. This study aims to map critical land in the Babuat Sub-DAS and analyze the suitability of the land for plantation crops in Forest and Land Rehabilitation (RHL) activities. The methods used include overlay, scoring, and weighting according to Perdirjen BPDAS PS No: P.4/V-SET/2013, as well as the matching method between land quality and plant needs based on Balitbangtan (2016) which was adapted from FAO (1976). The results show that the Babuat Sub-DAS has non-critical land covering an area of ??36,990 Ha (19.42%), critical potential 91,880 Ha (48.24%), and slightly to very critical 61,605 Ha (32.34%). Land suitability shows that rubber and rambutan plants are in class S2 (quite suitable) with constraints on water availability (S2wa), candlenut with constraints on temperature and water (S2tc, wa), durian with constraints on temperature, water, and nutrient retention (S2tc, wa, nr), and mahogany with constraints on water and rooting media (S2wa, rc). This information is important to support targeted rehabilitation planning in the Babuat Sub-DAS area. ABSTRAKLahan kritis di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat mengganggu fungsi hidrologis dan produksi wilayah sekitarnya. Penanganan dilakukan melalui rehabilitasi dengan menyesuaikan jenis tanaman terhadap karakteristik lahan, guna meningkatkan produktivitas dan memberikan dampak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memetakan lahan kritis di Sub DAS Babuat serta menganalisis kesesuaian lahan untuk tanaman perkebunan dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Metode yang digunakan meliputi overlay, skoring, dan pembobotan sesuai Perdirjen BPDAS PS No: P.4/V-SET/2013, serta metode matching antara kualitas lahan dan kebutuhan tanaman berdasarkan Balitbangtan (2016) yang diadaptasi dari FAO (1976). Hasil menunjukkan Sub DAS Babuat memiliki lahan tidak kritis seluas 36.990 Ha (19,42%), potensial kritis 91.880 Ha (48,24%), dan agak hingga sangat kritis 61.605 Ha (32,34%). Kesesuaian lahan menunjukkan tanaman karet dan rambutan berada pada kelas S2 (cukup sesuai) dengan kendala ketersediaan air (S2wa), kemiri dengan kendala temperatur dan air (S2tc, wa), durian dengan kendala temperatur, air, dan retensi hara (S2tc, wa, nr), serta mahoni dengan kendala air dan media perakaran (S2wa, rc). Informasi ini penting untuk mendukung perencanaan rehabilitasi yang tepat sasaran di wilayah Sub DAS Babuat.
ANALISIS PENGELOLAAN DANA ABADI TELKOM UNIVERSITY Riswan, Dedy; Hastuti, Tri Yuni; Munadi, Muhammad; Supriyanto, Supriyanto
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5776

Abstract

This study aims to analyze transparency and accountability in the management of the Endowment Fund at Telkom University based on quarterly and annual reports. The Endowment Fund acts as a strategic source of funding to support various programs, ranging from scholarships, research, community service, facility development, to social and religious activities. This study uses a quantitative and qualitative descriptive approach through analysis of official report documents, interviews, and activity observations. The results of the study show that from 2017 to 2024, Telkom University has succeeded in collecting more than IDR 37 billion, with significant growth especially in the last three years. Diversification of funding sources, alumni involvement, and investment through sharia instruments are the advantages of this endowment fund management. Although the management is considered quite transparent and accountable, there are still some shortcomings in the inclusion of budget details in certain activity reports. These findings are expected to be a reference for other higher education institutions in designing a sustainable, inclusive, and welfare-oriented endowment fund management system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Abadi di Telkom University berdasarkan laporan triwulan dan tahunan. Dana Abadi berperan sebagai sumber pembiayaan strategis untuk mendukung beragam program, mulai dari beasiswa, riset, pengabdian masyarakat, pengembangan fasilitas, hingga kegiatan sosial dan keagamaan. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui analisis dokumen laporan resmi, wawancara, dan observasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak 2017 hingga 2024, Telkom University telah berhasil menghimpun lebih dari Rp37 miliar, dengan pertumbuhan signifikan terutama dalam tiga tahun terakhir. Diversifikasi sumber dana, keterlibatan alumni, serta investasi melalui instrumen syariah menjadi keunggulan pengelolaan dana abadi ini. Meskipun pengelolaan dinilai cukup transparan dan akuntabel, masih terdapat beberapa kekurangan dalam pencantuman rincian anggaran pada laporan kegiatan tertentu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan tinggi lainnya dalam merancang sistem pengelolaan dana abadi yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
ANALISIS PENGARUH STARTER EM4 TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DARI KOTORAN HEWAN SAPI, KAMBING DAN KUDA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Aminulloh, Romi; Mufarida, Nely Ana; Bahri, Hairul; Nurhalim, Nurhalim
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5777

Abstract

Energy is a source that cannot be separated from society because it is needed is everyday life, especially natural gas. Society dependece on energy as the popilation increases and energy sumpplies become increasingly depleted can lead to an energy crisis, so a solution is needed, namely alternative energy, namely biogas. The biogas production in this research uses cow, goat and horse manure with EM4 starter. The problem formulation is how the EM4 starter in cow, goat and horse manure affects the volume of gas produced, as wel as how the EM4 starter in cow, goat and horse manure affects pH stability. This research uses a experimental method with tests that include the C/N ration of the material, initial to final pH, temepertur, gas volume, gas composition and fermentation for 32 days. The results and discussion in this research are that goat manure is suitable as an alternative energy because in has an ideal C/N ratio of 21, the ideal initial pH of goat manure is 7, the pH of the mixture is 6.8, the final pH 5.0, has a temperature of 26.6%, the highest gas volume is 7539.84 cm3, the gas composition consists of the smallest oxygen 3.6%, the smallest hydrogen sulfide 2 ppm, carbon dioxide 11 ppm and most importantly the highest methane gas 786 ppm. ABSTRAKEnergi merupakan salah satu sumber yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat karena dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari terutama gas bumi. Ketergantungan masyarakat pada energi dengan seiring bertambahnya penduduk dan pasokan energi semakin menipis dapat menyebabkan kirsis energi sehingga dibutuhkan solusi yaitu energi alternatif biogas. Pembuatan biogas pada penelitian ini menggunakan kotoran hewan ternak sapi, kambing serta kuda dengan starter EM4. Rumusan masalah bagaimana pengaruh starter EM4 pada kotoran sapi, kambing dan kuda terhadap volume gas yang dihasilkan, serta bagaimana pengaruh starter EM4 pada kotoran sapi, kambing dan kuda terhadap kesetabilan pH. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengujian yang meliputi rasio C/N pada bahan, pH awal hingga akhir, suhu, volume gas, komposisi gas dan fermentasi selama 32 hari. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini yaitu kotoran kambing yang cocok sebagai enargi alternatif karena meiliki rasio C/N yang ideal yaitu 21, untuk pH awal kotoran kambing yang ideal 7, pH campuran 6.8, pH akhir 5.0, memiliki suhu 26,6, volume gas tertinggi 7539.84 cm3, komposisi gas terdiri dari oksigen terkecil 3,6%, hydrogen sulfida terkecil 2 pmm, karbon dioksida 11 ppm dan yang utama gas methana tertinggi 786 ppm.
TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX TAMPAK CERVICAL KLINIS SUSPECT CROUP AND COUGH PEDIATRIC DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD dr. R. SOETIJONO BLORA Soraya, Gustiana Eva; Anggraeni, Ari; Wati, Retno
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5778

Abstract

Croup and cough (laryngotracheobronchitis) is an upper respiratory tract infection that causes swelling of the larynx and trachea. This condition typically resolves on its own with the use of analgesics or warm steam. However, if the swelling worsens, further treatment is required, including radiological imaging. Generally, the radiographic projections used for patients with clinical croup and cough are cervical upper airway AP (AnteroPosterior) and lateral views. At the Radiology Department of Dr. R. Soetijono General Hospital in Blora, patients with clinical croup and cough are examined using AP (AnteroPosterior) thoracic projections with a cervical view. This study aims to determine the technique and role of cervical thorax imaging in suspected croup and cough cases. The method used is qualitative with a case study approach. The study subjects include 1 radiology specialist and 3 radiographers. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study revealed that the examination technique used in clinical cases of suspected croup and cough at the Radiology Department of Dr. R. Soetijono General Hospital in Blora is the cervical axial cephalad 15º projection, combining two objects simultaneously. However, this projection has not been able to optimally play a role in diagnosing clinical cases of suspected croup and cough. In conclusion, the use of the AP cervical thoracic projection has not been able to optimally show narrowing in the larynx and trachea regions. ABSTRAKCroup and cough (laryngotracheobronchitis) adalah suatu infeksi saluran pernapasan atas yang menyebabkan pembengkakan pada laring dan trakea, penyakit ini biasanya dapat sembuh sendiri dengan penggunaan obat analgetik maupun uap hangat. Namun jika pembengkakan semakin parah maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut, salah satunya adalah pemeriksaan penunjang radiologi. Pada umumnya proyeksi radiografi yang digunakan pada pasien dengan klinis croup and cough adalah cervical upper airway AP (AnteroPosterior) dan lateral, sedangkan di Instalasi Radiologi RSUD dr. R. Soetijono Blora pada pasien klinis croup and cough menggunakan proyeksi AP (AnteroPosterior) thorax tampak cervical. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik dan peranan pemeriksaan thorax tampak cervical pada klinis suspect croup and cough. Metode menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian 1 dokter spesialis radiologi, dan 3 radiografer. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa teknik pemeriksaan yang digunakan dalam klinis suspect croup and cough di instalasi radiologi RSUD dr. R. Soetijono Blora adalah proyeksi thorax tampak cervical axial chepalad 15º dengan menggabungkan dua objek secara bersamaan, namun proyeksi tersebut belum mampu secara optimal berperan dalam mendiagnosis klinis suspect croup and cough. Kesimpulannya penggunaan proyeksi thorax AP tampak cervical belum mampu secara optimal untuk memperlihatkan penyempitan pada daerah laring dan trakea.