cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA DALAM PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PROGRAM BUNDA PUSPA Faqihatin, Faqihatin; Faizah, Nur; Ainiyah, Maslakhatul
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5876

Abstract

The government plays a vital role in addressing women's issues, particularly for women heads of households who bear dual responsibilities as both caretakers and breadwinners. One strategic effort is the implementation of the Bunda Puspa Program, which is part of the 2021–2026 development plan of Gresik Regency. This program aims to increase household income, strengthen psychological and social resilience through gender equality and child rights fulfillment, and promote women's economic independence through skills training. This study aims to analyze the empowerment strategies for women in improving family economic conditions through the Bunda Puspa Program in Bungah Village. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, interviews, and documentation involving five women heads of households as informants. The study revealed four key findings: (1) active participation of women in the program; (2) the need for continuity in program implementation; (3) the importance of needs-based empowerment and strengthening of social networks; and (4) the uneven dissemination of the program across community levels. In the future, it is hoped that this empowerment strategy will be implemented sustainably, accompanied by intensive mentoring, so that women heads of households can become increasingly empowered and economically self-reliant. ABSTRAK Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga yang memikul peran ganda sebagai pengelola rumah tangga dan pencari nafkah. Salah satu upaya strategis dilakukan melalui Program Bunda Puspa, bagian dari rencana pembangunan Kabupaten Gresik 2021–2026. Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan psikologis dan sosial melalui kesetaraan gender serta pemenuhan hak anak, dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemberdayaan perempuan dalam peningkatan ekonomi keluarga melalui Program Bunda Puspa di Desa Bungah. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima perempuan kepala keluarga sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) partisipasi aktif perempuan dalam program; (2) perlunya kesinambungan pelaksanaan program; (3) pentingnya pemberdayaan berbasis kebutuhan dan penguatan jejaring sosial; dan (4) belum meratanya sosialisasi program di seluruh lapisan masyarakat. Ke depan, diharapkan strategi pemberdayaan ini dapat dijalankan secara berkelanjutan dengan pembinaan intensif, agar perempuan kepala keluarga semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi.
ANALISIS SISTEM BAGI HASIL USAHA BAGAN PERAHU DI DESA KATIALADA KABUPATEN GORONTALO UTARA Yusuf, Yulinda; Panigoro, Citra; Baruadi, Alfi; Habibie, Ainsyah; Djamil, Chaniar
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5946

Abstract

This study aims to analyze the financial aspects and partnership system in the lift net fishing business (bagan perahu) in Katialada Village, North Gorontalo Regency. The main focus of this research includes calculating the average investment cost, business revenue and profit, analyzing the applied profit-sharing system, and evaluating the payback period of the investment. The research was conducted from February to June 2025 using a survey method. Data collection was carried out through structured questionnaires supplemented with direct interviews with fishermen and lift net owners as respondents. The collected data were analyzed using income and profit analysis as well as the payback period calculation method. The results showed that the average investment cost was Rp329,367,391, with an average business revenue of Rp38,956,521.74 per fishing period, and a net profit for the business owner of Rp19,478,260.87. The profit-sharing system implemented in the lift net business in Katialada Village is 50:50 between the capital owner and the fishermen. Based on the calculations, this business falls into the category of medium-term investment return, indicating that investing in lift net fishing is quite feasible for medium-term profitability. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek finansial dan sistem kemitraan dalam usaha perikanan bagan perahu di Desa Katialada, Kabupaten Gorontalo Utara. Fokus utama penelitian meliputi perhitungan nilai rata-rata biaya investasi, penerimaan dan keuntungan usaha, analisis sistem bagi hasil yang diterapkan, serta evaluasi waktu pengembalian modal (payback period). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2025 dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disusun secara terstruktur dan dilengkapi dengan wawancara langsung kepada nelayan dan pemilik usaha bagan perahu sebagai responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan analisis pendapatan dan keuntungan usaha serta metode perhitungan payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya investasi sebesar Rp329.367.391, dengan rata-rata penerimaan usaha sebesar Rp38.956.521,74 per periode tangkapan, dan keuntungan bersih yang diperoleh pemilik usaha sebesar Rp19.478.260,87. Sistem bagi hasil yang diterapkan pada usaha bagan perahu di Desa Katialada adalah 50:50 antara pemilik modal dan nelayan. Berdasarkan perhitungan, usaha ini termasuk dalam kategori usaha dengan tingkat pengembalian modal sedang, yang menunjukkan bahwa investasi pada usaha bagan perahu cukup layak dilakukan dalam jangka menengah.
ANALISIS PROBLEMATIKA PROSES PEMBELAJARAN IPA DI SD Anggreni, Yesa; Abdullah, Gamar; Husain, Feby Angriani; Kalui, Sapna Nursakia S.; Khairunnisa, Siti Khumaira; Haleda, Hawadira; Baraka, Faniramadani H.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6026

Abstract

This study aims to identify and analyze the problems faced in teaching Natural Sciences (IPA) in elementary schools, particularly in terms of limited infrastructure, the quality of the learning process, and the solutions implemented by teachers. A qualitative research approach was used, employing observation and interviews with several elementary school teachers. The findings reveal that science learning facilities in most elementary schools are still very limited, leading to low student engagement in practical activities and poor understanding of scientific concepts. Teachers attempt to address these limitations by using simple, self-made teaching aids, though such solutions have not proven fully effective. Support from school principals and external assistance programs remains temporary and unsustainable. These findings are supported by constructivist theory and cognitive development theory, both of which emphasize the importance of hands-on experiences in the learning process. The study recommends systematic attention from the government and schools in providing adequate facilities and teacher training to support active and meaningful science education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar, khususnya dari aspek keterbatasan sarana prasarana, kualitas proses pembelajaran, dan solusi yang diterapkan guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap beberapa guru dan kepala sekolah di SDN No. 64 Kota Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pembelajaran IPA di sekolah tersebut masih sangat terbatas, yang berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan praktik dan pemahaman konsep IPA. Guru berupaya mengatasi keterbatasan ini dengan menggunakan media sederhana buatan sendiri, namun solusi tersebut belum sepenuhnya efektif. Dukungan kepala sekolah dan program bantuan dari luar masih bersifat sementara dan belum berkelanjutan. Temuan ini diperkuat oleh teori konstruktivisme dan teori perkembangan kognitif yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan adanya perhatian sistematis dari pemerintah dan pihak sekolah dalam penyediaan fasilitas serta pelatihan guru untuk mendukung pembelajaran IPA yang aktif dan bermakna.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN DI SD NEGERI Abdullah, Gamar; Karim, Melsi Alinda; Lunggela, Futriwin B.; Hamzah, Desiyanti; Lumentut, Femmy; Durand, Wofik Safitri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6027

Abstract

This study focuses on analyzing the utilization of learning media in science subjects, especially for grade V students. This research uses a qualitative approach with descriptive methods with observation techniques and interviews with several teachers and principals at SDN No. 67 Kota Timur. The results showed that the use of learning media can create a pleasant learning experience for students and is oriented towards achieving the learning objectives that have been set. The findings show that the use of science media is generally good and can increase students' interest in learning, especially those who prefer concrete media. However, the study also identified some significant challenges, such as difficulties in understanding the material by some students who are influenced by family factors, the dependence of media implementation on teacher creativity and responsibility, with the dominance of video use and the lack of self-generated media, as well as the less than optimal utilization of media by all teachers and the lack of cooperation between schools in media procurement. Therefore, strategic steps are needed from the school to improve teacher competence in the effective use of media. ABSTRAKStudi ini berfokus pada analisis pemanfaatan media pembelajaran dalam mata pelajaran IPA, khususnya untuk siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap beberapa guru dan kepala sekolah di SDN No. 67 Kota Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa dan berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan media IPA umumnya baik dan dapat meningkatkan minat belajar siswa, terutama yang lebih menyukai media konkret. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan signifikan, seperti kesulitan dalam memahami materi oleh sebagian siswa yang dipengaruhi oleh faktor keluarga, ketergantungan implementasi media pada kreativitas dan tanggung jawab guru, dengan dominasi penggunaan video dan minimnya media yang dihasilkan sendiri, serta kurang optimalnya pemanfaatan media oleh semua guru dan kurangnya kerjasama antar sekolah dalam pengadaan media. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dari pihak sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan media secara efektif.
ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN IPA DALAM MERDEKA BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Utari, Ni Kadek Sri; Abdullah, Gamar; Lasimpala, Aliya Ningsi; Pade, Amanda Erika; Uloli, Tri Mulyanny; Asmu, Anggie Libya Fatihah; Ayudia, Frizki
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6028

Abstract

This study examines the implementation of the Natural Sciences (IPA) learning model and the application of the Merdeka Belajar concept in class V of SDN 3 Kabila. The purpose of this study was to analyze the implementation of the IPA learning model, especially Project-Based Learning (PjBL), and its integration with the values ??in the Merdeka Belajar concept in class V students at SDN 3 Kabila. The method used in this study is a qualitative approach with a case study type carried out in class V of SDN 3 Kabila in the 2024/2025 academic year. Data collection in this study was carried out through semi-structured interviews with class V teachers and vice principals to obtain an overview of the implementation of science learning in the school. The results of the study show that the Project-Based Learning model is the main choice in science learning. This model is able to integrate the main values ??in the Pancasila Student Profile, such as critical and creative reasoning skills, independence, mutual cooperation, tolerance, and increased religiosity. The positive impact of the implementation of PjBL can be seen from the enthusiasm and activeness of students in participating in project-based learning. From the results of this study, it can be concluded that the implementation of the PjBL-based science learning model supports the concept of Independent Learning and contributes to improving the quality of science learning at SDN 3 Kabila. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji implementasi model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta penerapan konsep Merdeka Belajar di kelas V SDN 3 Kabila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran IPA, khususnya Project-Based Learning (PjBL), serta integrasinya dengan nilai-nilai dalam konsep Merdeka Belajar pada siswa kelas V di SDN 3 Kabila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di kelas V SDN 3 Kabila pada tahun ajaran 2024/2025. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas V dan wakil kepala sekolah untuk memperoleh gambaran implementasi pembelajaran IPA di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Project-Based Learning menjadi pilihan utama dalam pembelajaran IPA. Model ini mampu mengintegrasikan nilai-nilai utama dalam Profil Pelajar Pancasila, seperti kemampuan bernalar kritis dan kreatif, kemandirian, gotong royong, sikap toleransi, serta peningkatan religiusitas. Dampak positif dari penerapan PjBL terlihat dari antusiasme dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis proyek. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran IPA berbasis PjBL mendukung konsep Merdeka Belajar dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran IPA di SDN 3 Kabila.
PENGUATAN KLINIK MANDI MADU DALAM PENCEGAHAN PTM DI PUSKESMAS JAMBE KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2024 Juniarti, Diana Eka; Subuh, Muhammad
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6034

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs), particularly diabetes mellitus and hypertension, are major health challenges in Indonesia. The Jambe Community Health Center (Puskesmas Jambe) developed an innovative service model called MANDI MADU as a community-based promotive and preventive effort. This study aims to evaluate the effectiveness of the innovation using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. This study employed a qualitative approach with an evaluative study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document reviews. Informants included program implementers, the head of the health center, health cadres, and NCD patients. Thematic analysis and source triangulation were applied to ensure data validity. The evaluation showed that the MANDI MADU program emerged from a strong local contextual need and received internal policy support. However, limitations in human resources and cadre training posed challenges in the input phase. In terms of process, the program was carried out with good coordination and innovative practices. The outcomes included increased patient adherence to treatment, improved health knowledge, and strengthened cadre roles in early detection of NCDs. The success of this innovation was influenced by its alignment with local needs, strong commitment from implementers, and active community involvement. Nonetheless, challenges remain in funding, information system integration, and cadre capacity, which need to be addressed for sustainability. MANDI MADU has proven to be an effective community-based strategy for NCD control. However, its sustainability requires institutional strengthening, improved funding mechanisms, and capacity-building for human resources. The program holds potential for replication in other regions with appropriate local adaptations. ABSTRAKPenyakit Tidak Menular (PTM), khususnya diabetes melitus dan hipertensi, merupakan tantangan kesehatan utama di Indonesia. Puskesmas Jambe mengembangkan inovasi layanan MANDI MADU sebagai upaya promotif-preventif berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas inovasi tersebut menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi evaluatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Informan terdiri dari pelaksana program, kepala puskesmas, kader kesehatan, dan pasien PTM. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik dan triangulasi sumber. Evaluasi menunjukkan bahwa program MANDI MADU lahir dari kebutuhan konteks lokal dan memperoleh dukungan kebijakan internal. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan pelatihan menjadi tantangan pada tahap input. Secara proses, program dijalankan dengan koordinasi yang baik dan inovatif. Dampak program meliputi peningkatan kepatuhan pasien terhadap pengobatan, peningkatan pengetahuan kesehatan, dan penguatan peran kader dalam deteksi dini PTM. Menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi ini dipengaruhi oleh relevansi program dengan kebutuhan lokal, komitmen pelaksana, serta keterlibatan aktif masyarakat. Namun, tantangan pada aspek pendanaan, integrasi sistem informasi, dan kapasitas kader perlu ditindaklanjuti. Inovasi MANDI MADU efektif sebagai strategi pengendalian PTM berbasis masyarakat, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan kelembagaan, pembiayaan, dan kapasitas SDM. Program ini berpotensi direplikasi ke wilayah lain dengan adaptasi lokal.
DISKRESI KEPOLISIAN TERHADAP MINUMAN KERAS DI DESA BUTI KECAMATAN MANANGGU Daud, Karim; Lukum, Roni; Mozin, Nopiana; Djaafar, Lucyane
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6052

Abstract

This study aims to examine the implementation of police discretion on the use of alcoholic beverages and the factors that influence it in Buti Village, Mananggu District, Boalemo Regency. The problem of alcoholic beverage use has become a social issue that has caused various negative impacts, such as public order disturbances and increasing crime rates. In this context, police discretion becomes an important instrument in law enforcement that is not only oriented towards legal certainty, but also towards social justice and benefits. This study uses a qualitative method with a normative-empirical case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation of Mananggu Police officers, the Buti Village community, and perpetrators or sellers of alcoholic beverages. The results of the study indicate that the implementation of discretion is carried out with a preventive, persuasive, to repressive approach, depending on the level of violation. Factors that influence the use of discretion include social conditions of the community, legal provisions, institutional policies, and humanitarian considerations. This study is expected to be a reference in formulating more appropriate and contextual policies in handling similar cases. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan diskresi kepolisian terhadap penggunaan minuman keras serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Masalah penggunaan minuman keras telah menjadi isu sosial yang menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti gangguan ketertiban umum dan meningkatnya angka kriminalitas. Dalam konteks ini, diskresi kepolisian menjadi instrumen penting dalam penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada kepastian hukum, tetapi juga pada keadilan sosial dan kemanfaatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus normatif-empiris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aparat Kepolisian Sektor Mananggu, masyarakat Desa Buti, serta para pelaku atau penjual minuman keras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan diskresi dilakukan dengan pendekatan preventif, persuasif, hingga represif, tergantung pada tingkat pelanggaran. Faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan diskresi antara lain kondisi sosial masyarakat, ketentuan hukum, kebijakan institusional, serta pertimbangan kemanusiaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat dan kontekstual dalam penanganan kasus serupa.
PERILAKU POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2024 DI KECAMATAN RANDANGAN KABUPATEN POHUWATO Pania, Misrawati; Mahmud, Ramli; Alhamid, Saleh
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6054

Abstract

This research aims to describe and analyze the political behavior of first-time voters in the 2024 Presidential Election in Randangan Subdistrict, Pohuwato Regency, Gorontalo Province. First-time voters represent a strategic group that plays a crucial role in shaping the future direction of politics. However, they are also considered vulnerable to external influences due to limited experience and political knowledge. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation, with informants selected purposively. The results indicate that the political behavior of first-time voters in Randangan Subdistrict is influenced by various factors. Supporting factors include the role of family in shaping political awareness and interest in the presidential candidate's vision and mission. Inhibiting factors involve the widespread dissemination of hoaxes on social media and the persistence of money politics practices during the election period. Based on an analysis using sociological, psychological, and rational approaches, it was found that most first-time voters demonstrate enthusiasm toward the election. However, they have not yet fully developed sufficient political maturity to make decisions critically and independently. This research recommends the importance of continuous political education, enhanced media literacy, and the strengthening of the roles of families and educational institutions in instilling democratic values in young voters. Thus, it is expected that the quality of political participation among first-time voters will improve and contribute to the reinforcement of democratic systems at both local and national levels. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perilaku politik pemilih pemula dalam Pemilihan Presiden Tahun 2024 di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Pemilih pemula merupakan kelompok strategis yang memiliki peran penting dalam menentukan arah politik masa depan, namun pada saat yang sama juga tergolong rentan terhadap pengaruh eksternal karena keterbatasan pengalaman dan pengetahuan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku politik pemilih pemula di Kecamatan Randangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor pendukung meliputi peran keluarga dalam membentuk kesadaran politik serta ketertarikan terhadap visi dan misi calon presiden. Sementara itu, faktor penghambat mencakup maraknya penyebaran informasi hoaks di media sosial serta praktik politik uang yang masih terjadi menjelang pemilu. Berdasarkan analisis menggunakan pendekatan sosiologis, psikologis, dan rasional, ditemukan bahwa sebagian besar pemilih pemula menunjukkan antusiasme terhadap pemilu, namun belum sepenuhnya memiliki kedewasaan politik yang memadai dalam menentukan pilihan secara kritis dan independen. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan, peningkatan literasi media, serta penguatan peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada pemilih muda. Dengan demikian, diharapkan partisipasi politik pemilih pemula dapat meningkat secara kualitas dan turut memperkuat sistem demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.
PRAKTIK POLITIK UANG DALAM KONTETASI PEMILIHAN LEGISLATIF DI DESA BUBAA KECAMATAN PAGUYAMAN PANTAI KABUPATEN BOALEMO Sahari, Yusufrin; Wantu, Sastro Mustapa; Djaafar, Lucyane
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6055

Abstract

This study aims to examine the practice of vote buying in the legislative election contest in Bubaa Village, Paguyaman Pantai District, Boalemo Regency. The research employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as interviews, observation, and documentation. The findings indicate that vote buying remains a prevalent form of democratic deviation, especially at the local level. This phenomenon is often perceived as normal by the community and has become ingrained in the election culture. Vote buying practices take various forms, including the distribution of cash, basic necessities, and political promises made shortly before election day. The main contributing factors include limited economic conditions, low levels of political education among citizens, weak oversight by election organizers, and deeply rooted social habits that normalize such practices. The study recommends the need to enhance political education, strengthen election monitoring systems, and encourage active citizen participation in reporting violations. These measures are essential as preventive efforts to ensure clean and credible elections with integrity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik politik uang dalam kontestasi pemilihan legislatif di Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik uang masih menjadi salah satu bentuk penyimpangan demokrasi yang marak terjadi, khususnya di tingkat lokal. Fenomena ini sering dianggap lumrah oleh masyarakat dan telah membudaya dalam setiap proses pemilihan. Praktik politik uang dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti pemberian uang tunai, distribusi barang kebutuhan pokok, serta janji-janji politik yang disampaikan menjelang hari pemungutan suara. Faktor utama yang mendorong terjadinya politik uang meliputi kondisi ekonomi masyarakat yang terbatas, rendahnya tingkat pendidikan politik, lemahnya pengawasan oleh penyelenggara pemilu, serta adanya kebiasaan sosial yang menerima praktik tersebut sebagai hal yang wajar. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan pendidikan politik kepada masyarakat, penguatan sistem pengawasan pemilu, serta dorongan terhadap partisipasi aktif warga dalam melaporkan pelanggaran sebagai langkah preventif untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan berintegritas.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENDORONG PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI KECAMATAN DUNGALIYO PADA PEMILU 2024 Olii, Delya Putri; Hamim, Udin; Mahmud, Ramli
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6059

Abstract

This study aims to analyze the role of social media in encouraging political participation among first-time voters in Dungaliyo Sub-district during the 2024 General Election. Social media has become the primary channel for disseminating political information, especially among the younger generation with extensive access to digital technology. This research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of 15 first-time voters who were active users of social media platforms such as Instagram, TikTok, and Facebook. The findings reveal that social media plays a significant role in increasing political literacy, shaping political attitudes, and encouraging active participation in the electoral process. Social media functions as a source of political information, a means of political education, and an effective space for political discussion. Factors influencing the political participation of first-time voters include political stimuli, personal characteristics, and social environmental influences. These findings highlight the importance of optimizing the use of social media as a political education tool to enhance the quality of democratic participation among young people in rural areas. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mendorong partisipasi politik pemilih pemula di Kecamatan Dungaliyo pada Pemilu 2024. Media sosial kini menjadi saluran utama penyebaran informasi politik, khususnya bagi generasi muda yang memiliki akses luas terhadap teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 15 pemilih pemula yang aktif di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan literasi politik, membentuk sikap politik, serta mendorong partisipasi aktif dalam proses pemilu. Media sosial berperan sebagai sumber informasi politik, sarana edukasi politik, dan ruang diskusi politik yang efektif. Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi politik pemilih pemula meliputi perangsang politik, karakteristik pribadi, dan pengaruh lingkungan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi penggunaan media sosial sebagai instrumen edukasi politik yang mampu meningkatkan kualitas partisipasi demokratis di kalangan generasi muda di daerah.