cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
PRESERVATION AND DEVELOPMENT OF THE ZAHIR MOSQUE AS A TOURISM HERITAGE SITE Riski Sucahyo, Iqbal; Ismandi Bin Wasli, Mohamad; Mufidah Binti Mohd Noor Azam, Aini; Yasmin Binti Nor Madzalan, Norsyamimi; Binti Hassan, Nur’Ain; Puteri Dania Binti Nik Mat @ Nik Mohd Nazri, Nik; Haikal Bin Shahrul, Shahidin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6723

Abstract

This study examines the preservation and development of the Zahir Mosque in Alor Setar, Kedah, as a cultural and religious heritage tourism destination. The novelty of this study lies in the integration of a holistic and participatory approach to understanding the mosque as a spiritual, educational, social, and tourism entity that are interconnected. A qualitative method was employed through field studies, semi-structured interviews, observations, and documentation. Data were analyzed using a six-phase thematic approach, supported by NVivo software. The findings show that the Zahir Mosque receives more than 50,000 visitors annually and contributes to a 20% growth in the local economy over the past five years. However, the high influx of tourists creates challenges such as disruptions to the solemnity of worship and the potential degradation of heritage values. This study recommends culturally based marketing strategies and sustainable preservation management involving local community participation. This research contributes to the cultural heritage literature by emphasizing the importance of mosque governance that balances religious, cultural, and economic values ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pelestarian dan pengembangan Masjid Zahir di Alor Setar, Kedah, sebagai destinasi wisata warisan budaya dan religi. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi pendekatan holistik dan partisipatif dalam memahami masjid sebagai entitas spiritual, edukatif, sosial, dan pariwisata yang saling terhubung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi lapangan, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik berbasis enam tahap, dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Zahir menerima lebih dari 50.000 pengunjung per tahun dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sebesar 20% dalam lima tahun terakhir. Namun, tingginya arus wisata menimbulkan tantangan seperti gangguan kekhusyukan ibadah dan potensi degradasi nilai warisan. Studi ini merekomendasikan strategi pemasaran berbasis budaya dan manajemen pelestarian berkelanjutan yang melibatkan komunitas lokal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur warisan budaya dengan menekankan pentingnya tata kelola masjid berbasis keseimbangan nilai religius, budaya, dan ekonomi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN ANGKA KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT HINDU Nihin, Nuryadi Saputra; Frisilia, Melisa; Prasida , Dita Wasthu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7473

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral infection transmitted by Aedes aegypti mosquitoes and remains a major public health concern in Indonesia due to its potential to cause outbreaks and fatalities. In 2024, Bukit Hindu Public Health Center in Palangka Raya City recorded 79 DHF cases and 2 deaths, making it one of the highest among the 11 health centers in the region. This study aims to examine the correlation between the community’s knowledge level and attitudes with the incidence rate of DHF within the Bukit Hindu Health Center’s working area. The research employed a survey method using a case-control design. Respondents were selected through purposive sampling, with a total of 96 participants, consisting of 48 cases and 48 controls. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed through the Spearman Rank correlation test. The results revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant correlation between knowledge level and DHF incidence, as well as between attitude and DHF incidence. The correlation coefficients were (r) = –0.664 for knowledge and (r) = –0.657 for attitude, suggesting a strong negative relationship — the better the knowledge and attitude toward DHF prevention, the lower the incidence rate. Therefore, enhanced and broader health promotion efforts through social media and modern electronic educational platforms are recommended to effectively reach a wider audience. ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Hingga kini, DBD masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena kerap menimbulkan kejadian luar biasa dan berpotensi menyebabkan kematian. Berdasarkan data tahun 2024, Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya mencatat 79 kasus DBD dengan 2 kasus kematian dari total 11 puskesmas yang ada di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan angka kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan case control. Penentuan responden dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah 96 sampel, terdiri atas 48 responden kasus dan 48 responden kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur, dan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan angka kejadian DBD, serta hubungan signifikan antara sikap dan angka kejadian DBD. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar –0,664 untuk pengetahuan dan –0,657 untuk sikap menunjukkan adanya korelasi negatif yang kuat, artinya semakin baik pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan DBD, maka semakin rendah angka kejadiannya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan upaya promosi kesehatan yang lebih masif, terutama melalui media sosial dan platform edukasi digital, agar pesan pencegahan DBD dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
STRATEGI MENINGKATKAN PELAYANAN IBU HAMIL SESUAI STANDAR PADA PENCEGAHAN KEMATIAN IBU DAN BAYI KABUPATEN CIANJUR Hidayat, Gina Farida; Sinaga, Frida Rismauli; Juhana, Cecep
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7495

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Cianjur Regency remain a public health challenge. One preventive measure is through antenatal care (ANC) services according to the standard of six visits (K6). This study aims to analyze strategies to increase the coverage of pregnant women services according to the K6 standard in preventing MMR/IMR in the Regency. Methods: The method used is a sequential explanatory mixed method. The quantitative stage used a cross-sectional design with 111 pregnant women respondents, analyzed using Partial Least Squares (PLS) to examine the effect of family support, access to services, knowledge of pregnant women, and completeness of infrastructure on K6 coverage. The qualitative stage was conducted through in-depth interviews with coordinating midwives, heads of community health centers, cadres, pregnant women, and the Health Office to explore inhibiting and supporting factors for achieving K6. Result: Quantitative results showed that all variables significantly influenced K6 coverage (p<0.05). Qualitative results revealed the main obstacles were the availability of equipment, distance from facilities, limited supporting examinations, and low family awareness. The integration of both findings indicates that increasing K6 coverage requires comprehensive intervention. Conclusion, strategies to increase K6 coverage in Cianjur Regency must be based on strengthening family support, facilitating access, improving maternal health literacy, and providing adequate facilities and infrastructure. These findings provide the basis for formulating local policies to reduce maternal and infant mortality rates. ABSTRAKAngka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Cianjur masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pelayanan antenatal care (ANC) sesuai standar enam kali kunjungan (K6). Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan cakupan pelayanan ibu hamil sesuai standar K6 dalam pencegahan Kematian ibu dan bayi di Kabupaten. Metode: Metode yang digunakan adalah sequential explanatory mixed method. Tahap kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan 111 responden ibu hamil, dianalisis menggunakan Partial Least Squares (PLS) untuk menguji pengaruh dukungan keluarga, akses layanan, pengetahuan ibu hamil, dan kelengkapan sarana-prasarana terhadap cakupan K6. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan bidan koordinator, kepala puskesmas, kader, ibu hamil, dan Dinas Kesehatan untuk menggali faktor penghambat dan pendukung pencapaian K6. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa semua variabel berpengaruh signifikan terhadap cakupan K6 (p<0,05). Hasil kualitatif mengungkapkan hambatan utama berupa ketersediaan alat, jarak fasilitas, keterbatasan pemeriksaan penunjang, serta rendahnya kesadaran keluarga. Integrasi kedua temuan menunjukkan bahwa peningkatan cakupan K6 memerlukan intervensi komprehensif. Kesimpulan, strategi peningkatan cakupan K6 di Kabupaten Cianjur harus berbasis pada penguatan dukungan keluarga, kemudahan akses, peningkatan literasi kesehatan ibu, serta kelengkapan sarana dan prasarana. Temuan ini menjadi dasar bagi perumusan kebijakan lokal dalam menekan kasus kematian ibu dan bayi.
PENGARUH RUANG FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI SELATAN Agnesa, Dayana; Arham, Muhammad Amir; Djuuna, Rifi Fazrina
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7496

Abstract

This study aims to analyze the effect of fiscal space on economic growth across 24 districts and cities in South Sulawesi Province during the 2014–2023 period. In addition, the study incorporates Domestic Investment (PMDN), Foreign Investment (PMA), and the Human Development Index (HDI) as control variables that potentially influence regional economic dynamics. The analytical method employed is dynamic panel data regression using the Fixed Effect Model (FEM), which was selected based on the Hausman test. The results reveal that fiscal space has a negative and insignificant effect on economic growth, indicating that regional fiscal capacity has not been optimally utilized to stimulate productive activities. Meanwhile, PMDN and PMA exhibit positive and significant effects, while HDI shows a negative and significant effect on economic growth. These findings highlight that the effectiveness of fiscal management and the improvement of human development quality remain key challenges in strengthening regional economic competitiveness. Therefore, efficient, productive, and inclusive budget allocation strategies are essential to foster sustainable economic growth. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ruang fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi pada 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2014–2023. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan variabel Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel kontrol yang berpotensi memengaruhi dinamika pertumbuhan ekonomi daerah. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dinamis dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan hasil uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang fiskal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mengindikasikan belum optimalnya pemanfaatan kapasitas fiskal daerah dalam mendorong kegiatan produktif. Sementara itu, PMDN dan PMA berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kebijakan fiskal dan peningkatan kualitas pembangunan manusia masih menjadi tantangan utama dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan anggaran yang lebih efisien, produktif, dan berorientasi pada pertumbuhan inklusif.
EFEKTIVITAS SENAM B-FIT TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG PADA ASN PELAKSANA DI KANTOR DP3AP2KB KABUPATEN KATINGAN Kusuma, Berry Sanjaya; Baringbing, Eva Prilelli; Ovany, Riska
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7497

Abstract

Many office workers, including civil servants (ASN) at Katingan Regency Office of Women's Empowerment, Child Protection, and Population Control and Family Planning (DP3AP2KB), experience back pain caused by sitting all day at the computer desk. B-Fit exercises at work, initiated by the Indonesian Ministry of Health, are an easy and time-consuming form of stretching and are considered effective in addressing back pain among ASN employees. To analyze the effectiveness of B-Fit exercises on back pain among ASN at Katingan Regency Office of DP3AP2KB. An experimental research using a quantitative pre-post experimental design. A sample of 43 individuals was selected using total sampling. The data were collected by using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The statistical test results obtained a p-value (0.000) with p < 0.05, thus Ha was accepted, indicating that there was an effect between the effectiveness of B-Fit Exercises on back pain complaints among Civil Servants (ASN) at the DP3AP2KB Office in Katingan Regency. B-Fit exercises, when performed correctly, have been proven to be effective in addressing back pain complaints among Civil Servants (ASN) at the DP3AP2KB Office in Katingan Regency, and can therefore be used as a preventative measure to reduce severity. It is hoped that Civil Servants (ASN) will perform B-Fit Exercises regularly to obtain optimal benefits. ABSTRAKKeluhan nyeri punggung yang disebabkan duduk seharian di depan meja komputer dialami banyak pekerja kantoran termasuk ASN Pelaksana di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Katingan. Senam B-Fit di tempat kerja yang digagas oleh Kemenkes RI merupakan bentuk peregangan yang mudah, tidak menyita waktu untuk dilaksanakan dinilai memiliki efektifitas untuk mengatasi keluhan nyeri punggung yang dialami ASN Pelaksana. Menganalisis pengaruh efektifitas senam B-Fit terhadap keluhan nyeri punggung ASN Pelaksana di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Katingan. Study eksperimental desain penelitian kuantitatif pre post experimental design. Sampel 43 orang, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value (0,000) dengan p < 0,05 maka Ha diterima yaitu ada pengaruh antara efektifitas Senam B-Fit terhadap keluhan nyeri punggung ASN Pelaksana di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Katingan. Senam B-fit jika dilakukan dengan benar terbukti memiliki efektifitas yang baik dalam mengatasi keluhan nyeri punggung ASN Pelaksana di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Katingan sehingga dapat dijadikan tindakan pencegahan dari keparahan. Diharapkan ASN Pelaksana dapat melakukan Senam B-Fit secara rutin sehingga memperoleh manfaat yang optimal.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA DI RT XII KELURAHAN KASONGAN LAMA KECAMATAN KATINGAN HILIR Nurdiansyah, Nurdiansyah; Baringbing, Eva Prilieli; Ovany , Riska
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7499

Abstract

This study originates from the condition in RT XII, Kasongan Lama Village, Katingan Hilir District, where most households already own family latrines, yet open defecation practices are still observed. This situation indicates that the availability of sanitation facilities does not automatically translate into proper utilization. The underlying causes are presumed to include cultural influences, long-standing habitual practices, and the community’s low awareness of the importance of safe sanitation. The research aimed to analyze the factors influencing the utilization of household latrines among residents in the area. This study employed an analytical survey design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 63 household heads selected using the accidental sampling technique. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between variables. The results revealed that 82.5% of respondents had not optimally utilized their household latrines. There were significant relationships between latrine utilization and knowledge level (p = 0.004), availability of facilities (p = 0.009), socio-cultural factors (p = 0.007), and the role of health workers (p = 0.008). In contrast, income level (p = 0.502) and the role of community leaders (p = 1.000) were not significantly related to latrine utilization. These findings suggest that latrine utilization behavior is not solely determined by economic factors but is strongly influenced by knowledge, socio-cultural norms, and the active involvement of health personnel in providing education and guidance. Therefore, it is recommended to strengthen community-based sanitation education programs and enhance the role of health cadres and field officers in promoting healthy and sustainable sanitation behaviors. ABSTRAKPenelitian ini berangkat dari kondisi di RT XII Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, di mana sebagian besar rumah tangga sebenarnya telah memiliki jamban keluarga, namun praktik buang air besar sembarangan (BABS) masih ditemukan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan sarana sanitasi belum otomatis diikuti dengan perilaku pemanfaatan yang baik. Faktor penyebabnya diduga berkaitan dengan pengaruh budaya setempat, kebiasaan yang telah mengakar secara turun-temurun, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemanfaatan jamban keluarga oleh masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 63 kepala keluarga (KK) yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (82,5%) belum memanfaatkan jamban keluarga secara optimal. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan jamban dengan tingkat pengetahuan (p = 0,004), sarana atau fasilitas pendukung (p = 0,009), faktor sosial budaya (p = 0,007), dan peran petugas kesehatan (p = 0,008). Sebaliknya, pendapatan (p = 0,502) dan peran tokoh masyarakat (p = 1,000) tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku pemanfaatan jamban. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku pemanfaatan jamban tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kebiasaan sosial, serta keterlibatan petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan. Oleh karena itu, disarankan adanya penguatan program edukasi sanitasi berbasis masyarakat dan peningkatan peran petugas lapangan serta kader kesehatan dalam upaya perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT AKSEPTOR VASEKTOMI DI KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA Marvianae, Melsa; Baringbing, Eva Prilelli; Ovany, Riska
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7500

Abstract

The Family Planning Program is one of the government's efforts to suppress the rate of population growth in Indonesia. One of the contraceptive methods provided in this program is vasectomy, which is a long-term contraceptive method for men that is permanent. Although this method has a high level of effectiveness and a relatively low risk of side effects, the participation rate of men in the vasectomy program is still low, the majority of family planning participants are still dominated by women. The low interest of men to become vasectomy acceptors causes inequality in the role of birth control and can burden women physically and psychologically. This research is to find out the factors that affect the low interest of vasectomy acceptors in Jekan Raya District, Palangka Raya. Analytical survey with a cross sectional approach. The sampling technique was Accindental Sampling for 99 Respondents. The analysis carried out was univariate and bivariate analysis with Chi-Square statistical test. The research showed that there was an influence of age factors (?=0.000), education (?=0.000), knowledge (?=0.000), attitude (?= 0.004), wife's support (?=0.020), source of information (?= 0.000) on the husband's interest in becoming a vasectomy acceptor. There was an influence between factors of age, education, knowledge, attitude, wife's support and sources of information on the husband's low interest in becoming a vasectomy acceptor. The efforts to increase education and disseminate information that were right on target to increase men's participation in family planning programs through the vasectomy method. It is recommended to health workers and related parties to increase education about vasectomy to men of childbearing age. Clear, easy-to-understand, and targeted information was expected to increase men's understanding and interest in participating on family planning program in a balanced manner with women. ABSTRAKProgram Keluarga Berencana merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Salah satu metode kontrasepsi yang disediakan dalam program ini adalah vasektomi, yaitu metode kontrasepsi jangka panjang untuk pria yang bersifat permanen. Meskipun metode ini memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dan risiko efek samping yang relatif rendah, tingkat partisipasi pria dalam program vasektomi masih rendah, mayoritas peserta KB masih didominasi oleh perempuan. Rendahnya minat pria untuk menjadi akseptor vasektomi menimbulkan ketimpangan peran dalam pengendalian kelahiran dan dapat membebani pihak perempuan secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat akseptor vasektomi di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel adalah Accindental Sampling sebanyak 99 Responden. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh faktor umur (?=0,000), pendidikan (?=0,000), pengetahuan (?=0,000), sikap (?= 0,004), dukungan istri (?=0,020), sumber informasi (?= 0,000) terhadap minat suami menjadi akseptor vasektomi. Ada pengaruh antara faktor umur, pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan istri dan sumber informasi terhadap rendahnya minat suami menjadi akseptor vasektomi. Upaya peningkatan edukasi dan penyebaran informasi yang tepat sasaran guna meningkatkan partisipasi pria dalam program KB melalui metode vasektomi. Disarankan kepada tenaga kesehatan dan pihak terkait untuk meningkatkan edukasi mengenai vasektomi kepada pria usia subur. Informasi yang jelas, mudah dipahami, dan tepat sasaran diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta minat pria dalam berpartisipasi pada program KB secara seimbang dengan perempuan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MEMBAYAR IURAN JKN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK III PALANGKARAYA Yuwanawati, Puji; Frisilia, Melisa; Prasida , Dita Wasthu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7502

Abstract

The National Health Insurance (JKN) program is a government initiative aimed at achieving Universal Health Coverage (UHC). One factor influencing premium payment compliance is the participants’ level of knowledge. At Bhayangkara TK III Hospital Palangka Raya, 566 self-enrolled participants were recorded to have overdue payments between January 1 and April 28, 2025. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 87 JKN participants, and 46 respondents were selected using accidental sampling. A structured questionnaire was used to collect data, which were then analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test at a 0.05 significance level. Most respondents had good knowledge (80.4%), followed by moderate (17.4%) and poor (2.2%) levels. Compliance with premium payments was categorized as compliant (8.7%), moderately compliant (50.0%), and poorly compliant (41.3%). A significant relationship was found between knowledge level and compliance in paying JKN premiums (Pearson Chi-Square p < 0.004; Fisher’s Exact Test p = 0.004; Likelihood Ratio p = 0.001). However, the Linear-by-Linear Association test showed no linear correlation (p = 0.288). There is a significant but non-linear relationship between participants’ knowledge and their compliance in paying JKN premiums. It is recommended that BPJS Kesehatan (Indonesia’s National Health Insurance Agency) enhance educational and outreach efforts to improve awareness and payment behavior among self-enrolled participants, supporting the sustainability of the JKN program. ABSTRAKProgram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan upaya pemerintah mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan membayar iuran adalah tingkat pengetahuan peserta. Di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Palangka Raya tercatat sebanyak 566 peserta mandiri menunggak iuran dari 1 Januari hingga 28 April 2025. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta JKN sebanyak 87 orang. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 46 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (80,4%), cukup (17,4%), dan kurang (2,2%). Sementara itu, tingkat kepatuhan membayar iuran JKN terdiri dari kategori patuh (8,7%), cukup patuh (50,0%), dan kurang patuh (41,3%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan membayar iuran JKN dengan nilai Pearson chi-square p < 0,004, Fisher’s Exact Test p-value = 0,004. Nilai Likelihood Ratio sebesar p = 0,001. Namun, uji Linear-by-Linear Association p = 0,288 menunjukkan tidak ada hubungan linier antar variabel. Tingkat pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan membayar iuran JKN namun tidak secara linier. Disarankan agar BPJS Kesehatan meningkatkan upaya edukasi dan sosialisasi kepada peserta mandiri tentang pentingnya membayar iuran JKN tepat waktu melalui penyebaran informasi komunikatif dan mudah dipahami serta pendekatan yang bersifat persuasif dan berkelanjutan agar mendorong perubahan sikap dan perilaku peserta dalam membayar iuran sehingga mendukung keberlangsungan Program JKN secara optimal.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI DENGAN ANGKA KEJADIAN HIPERTENSI DI DINAS P3AP2KB KABUPATEN KATINGAN Juniati, Raya Kristiana; Frisilia, Melisa; Prasida, Dita Wasthu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7591

Abstract

Hypertension is classified as a high-risk non-communicable disease and is often labeled a “silent killer” due to its asymptomatic nature, which may lead to serious complications such as stroke, kidney failure, coronary heart disease, and sudden death (WHO, 2023). In Katingan Regency, hypertension ranks second among the ten most prevalent diseases, with 36,657 reported cases, accounting for 20% of the total 182,362 population in 2024. This condition highlights the community’s limited awareness regarding the importance of routine blood pressure screening. This study aimed to examine the correlation between knowledge level on early detection and the incidence of hypertension among employees at the Office of Women’s Empowerment, Child Protection, Population Control, and Family Planning of Katingan Regency. The study applied an analytical survey with a cross-sectional design and total sampling technique involving 60 respondents. Data were obtained through a knowledge questionnaire and digital blood pressure measurements, analyzed using the Chi-Square test. Findings indicated that most respondents with good knowledge did not suffer from hypertension (82.9%), while those with poor knowledge were more likely to experience it (71.4%). The Chi-Square analysis confirmed a significant association between knowledge on early detection and hypertension incidence (p = 0.011). Therefore, increasing public understanding through health education and promoting regular blood pressure checks in workplaces are crucial preventive measures to reduce hypertension rates within the community. ABSTRAKHipertensi termasuk penyakit tidak menular yang berisiko tinggi dan sering disebut sebagai pembunuh senyap karena gejalanya kerap tidak tampak, tetapi dapat berujung pada gangguan serius seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, bahkan kematian mendadak. Di Kabupaten Katingan, kasus hipertensi menempati urutan kedua dari sepuluh besar penyakit terbanyak. Tahun 2024 tercatat 36.657 penduduk atau sekitar 20% dari total populasi 182.362 jiwa menderita hipertensi. Data ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara tingkat pemahaman tentang deteksi dini dengan munculnya kasus hipertensi di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Katingan. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan rancangan cross sectional dan teknik total sampling terhadap 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan dan pengukuran tekanan darah menggunakan alat digital, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden dengan pengetahuan baik tidak mengalami hipertensi (82,9%), sementara responden yang pengetahuannya rendah cenderung mengalami hipertensi (71,4%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan deteksi dini dengan kejadian hipertensi (p = 0,011). Dengan demikian, semakin baik tingkat pengetahuan individu mengenai pencegahan dini hipertensi, semakin rendah risiko terjadinya penyakit tersebut. Diperlukan peningkatan kegiatan edukasi kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah rutin di tempat kerja sebagai langkah preventif menekan angka hipertensi di masyarakat.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PUS DI UPT PUSKESMAS KASONGAN II Sustiana, Henny; Baringbing, Eva Prilelli; Ovany , Riska
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7598

Abstract

The Family Planning (FP) program serves as a governmental initiative designed to manage population growth while enhancing family welfare. Couples of Reproductive Age (CRA) are one of its primary focus groups, representing individuals within the fertile age range. Despite ongoing efforts, contraceptive utilization among CRA in the working area of Kasongan II Community Health Center, Katingan Regency, remains limited. This issue is closely linked to the level of knowledge and personal attitudes toward contraceptive methods. Insufficient information and unfavorable perceptions often lead to myths, anxiety, and misconceptions regarding side effects, thereby reducing participation in the FP program. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and attitudes toward contraceptive use among CRA. A quantitative method with a cross-sectional design was applied, involving 93 female respondents selected through accidental sampling. Data were obtained using structured questionnaires and analyzed through univariate and bivariate tests using the Fisher Exact Test. The findings revealed that 51.6% of respondents possessed good knowledge and 75.3% displayed positive attitudes toward contraception, while 76.3% reported using contraceptive methods. Statistical results indicated a significant correlation between knowledge and contraceptive use (p = 0.000), as well as between attitude and contraceptive use (p = 0.000). It can be concluded that both knowledge and attitudes significantly influence contraceptive practices among CRA in the Kasongan II Health Center area. Health professionals are advised to strengthen educational outreach and promotional activities through various media and interpersonal communication to enhance community involvement in family planning initiatives. ABSTRAKProgram Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk sekaligus memperbaiki kesejahteraan keluarga. Salah satu kelompok utama yang menjadi sasaran adalah Pasangan Usia Subur (PUS), yaitu pasangan dalam rentang usia reproduktif. Namun, tingkat pemakaian alat kontrasepsi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kasongan II Kabupaten Katingan masih tergolong rendah. Kondisi ini erat kaitannya dengan tingkat pengetahuan dan sikap individu terhadap kontrasepsi. Kurangnya informasi serta persepsi negatif terhadap alat kontrasepsi sering memunculkan mitos, kekhawatiran, dan kesalahpahaman tentang efek sampingnya, sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi dalam program KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada PUS. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 93 orang ibu PUS yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,6%) dan sikap positif (75,3%) terhadap kontrasepsi, serta 76,3% responden diketahui menggunakan alat kontrasepsi. Analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan penggunaan alat kontrasepsi (p = 0,000) dan antara sikap dengan penggunaan alat kontrasepsi (p = 0,000). Kesimpulannya, pengetahuan dan sikap memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan alat kontrasepsi pada PUS di wilayah kerja UPT Puskesmas Kasongan II Kabupaten Katingan. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memperluas kegiatan edukasi dan promosi melalui media massa serta pendekatan langsung kepada masyarakat guna meningkatkan keterlibatan dalam program KB.