cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DALAM PENDIDIKAN AKUNTANSI Putra Umar Sakka, Gjosphink; Ramly, Ramly; Juwantho Lewa, Muhammad; Muh. Syata, Wahyu; Arfan, Muhammad
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7630

Abstract

Digital transformation in accounting education plays a crucial role in enhancing the learning experience through technologies such as Learning Management Systems (LMS), cloud-based simulations, and artificial intelligence (AI). The use of LMS platforms like Moodle has been shown to improve material distribution and interaction between instructors and students, while cloud-based simulations allow students to practice accounting directly in a virtual environment. However, key challenges in implementing digital learning include the digital divide, infrastructure limitations, and the lack of training and pedagogical readiness of educators. This study employs a narrative literature review approach to examine 25 articles published between 2015 and 2025, with the aim of exploring trends, challenges, and the potential of technology adoption in accounting education. The main findings indicate that while digital learning can enhance students' technical skills, the success of technology implementation heavily relies on educators' readiness and adequate infrastructure support. This study recommends developing a curriculum that is more adaptable to technological advancements and industry needs, as well as enhancing training for educators to maximize the benefits of digital learning in accounting education. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan akuntansi memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman belajar melalui teknologi seperti Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS), simulasi berbasis cloud, dan kecerdasan buatan (AI). Penggunaan LMS seperti Moodle telah terbukti meningkatkan distribusi materi dan interaksi antara pengajar dan siswa, sementara simulasi berbasis cloud memungkinkan mahasiswa untuk berlatih akuntansi secara langsung dalam lingkungan virtual. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi pembelajaran digital meliputi kesenjangan digital, keterbatasan infrastruktur, serta kurangnya pelatihan dan kesiapan pedagogis dari pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur naratif untuk mengkaji 25 artikel yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025, dengan tujuan untuk mengeksplorasi tren, tantangan, dan potensi penerapan teknologi dalam pendidikan akuntansi. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran digital dapat meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, kesuksesan implementasi teknologi sangat bergantung pada kesiapan pengajar dan dukungan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, serta peningkatan pelatihan bagi pendidik untuk memaksimalkan manfaat pembelajaran digital dalam pendidikan akuntansi
IMPLEMENTASI HADIS THALABUL ILMI DALAM MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DI KALANGAN MAHASISWA (STUDI KASUS PADA MAHASISWA STDI IMAM SYAFI’I JEMBER) Fadhil Akbar, Muhammad; Yuhadi, Irfan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7631

Abstract

This study analyzes the implementation of the thalabul 'ilmi hadith in shaping a literacy culture among students at STDI Imam Syafi’i Jember. This hadith emphasizes the obligation to seek knowledge as a means of attaining glory in this world and the hereafter. The aim of this study is to fill the research gap regarding the influence of thalabul 'ilmi values on literacy culture in Islamic higher education, an area that is still limited. The research uses a qualitative approach with a case study method, through interviews, observations, and document analysis. The results show that 80% of students actively participate in halaqah outside the classroom as one of the implementations of thalabul 'ilmi. Around 75% of students mention that their motivation to study comes from lecturers. The main supporting factors in building a literacy culture include the role of lecturers, campus facilities, and peer support. However, barriers found include technological distractions (with 60% of students affected by social media) and poor time management. The internalization of the thalabul 'ilmi hadith proves effective in strengthening the literacy culture, but challenges such as technological distractions and lack of active communication need to be addressed to strengthen its impact. ABSTRACT Penelitian ini menganalisis penerapan hadis thalabul 'ilmi dalam membentuk budaya literasi di kalangan mahasiswa Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember. Hadis ini menegaskan kewajiban menuntut ilmu sebagai jalan untuk meraih kemuliaan di dunia dan akhirat. Tujuan penelitian ini adalah mengisi kekosongan riset terkait pengaruh nilai hadis thalabul 'ilmi terhadap budaya literasi di perguruan tinggi Islam yang masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% mahasiswa aktif mengikuti halaqah di luar kelas sebagai implementasi nilai thalabul 'ilmi. Sekitar 75% mahasiswa menyatakan bahwa motivasi belajar mereka berasal dari dosen. Faktor pendukung utama dalam membangun budaya literasi adalah peran dosen, fasilitas kampus, dan dukungan teman sebaya. Namun, hambatan yang ditemukan adalah gangguan teknologi (60% mahasiswa terdistraksi oleh media sosial) dan manajemen waktu yang buruk. Internalisasi hadis thalabul 'ilmi terbukti efektif memperkuat budaya literasi, meskipun tantangan seperti gangguan teknologi dan kurangnya komunikasi aktif perlu diatasi untuk memperkuat dampaknya.
EKOLINGUISTIK NILAI LOKAL DAN SPIRITUALITAS BAHASA DAYAK NGAJU: STRATEGI PELESTARIAN BUDAYA DI KALIMANTAN TENGAH Ruliyani, Ruliyani; Windu Asrini, Hari
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7632

Abstract

This study aims to examine the role of the Dayak Ngaju language in preserving ecological and spiritual values through key concepts such as handep (cooperation), hinting pali (traditional prohibitions), and sangiang (sacred spirits). This study uses an ecolinguistic approach to explore the relationship between language, ecology, and spirituality in the Dayak Ngaju culture. The method employed is literature review, collecting and analyzing 25 sources (including scholarly articles, books, and cultural documents). The literature selection process was carried out using the Google Scholar and JSTOR databases, with keywords "ecolinguistics," "Dayak Ngaju," "ecological values," "spiritual rituals," and "language revitalization." The inclusion criteria covered articles published between 2013 and 2023 and those relevant to the themes of ecology and spirituality. From the analysis, more than 12 ecological and spiritual terms were identified within the Dayak Ngaju cultural lexicon. This study also discusses 5 examples of ritual formulas that illustrate the role of language as a medium for imparting values of environmental preservation and harmonious relationships between humans and ancestral spirits. The findings indicate that the Dayak Ngaju language serves as a tool for cultural and environmental conservation, with the unique contribution of the 3L model (Lexicon–Liturgy–Local norms) to understand the integration of ecology, spirituality, and cultural norms within indigenous communities. This research provides a new perspective in ecolinguistic studies and contributes to the development of community-based language revitalization strategies aimed at environmental conservation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bahasa Dayak Ngaju dalam melestarikan nilai ekologis dan spiritual melalui konsep-konsep kunci seperti handep (kerja sama), hinting pali (pantangan adat), dan sangiang (roh suci). Dalam kajian ini, pendekatan ekolinguistik digunakan untuk meneliti hubungan antara bahasa, ekologi, dan spiritualitas dalam budaya Dayak Ngaju. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis 25 sumber (termasuk artikel ilmiah, buku, dan dokumen adat). Proses seleksi literatur dilakukan dengan menggunakan database Google Scholar dan JSTOR, dengan kata kunci “ekolinguistik,” “Dayak Ngaju,” “nilai ekologis,” “ritual spiritual,” serta “revitalisasi bahasa daerah.” Kriteria inklusi mencakup artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu 2013–2023 dan relevansi dengan tema ekologi serta spiritualitas. Dari hasil analisis, ditemukan lebih dari 12 istilah ekologis dan spiritual yang diidentifikasi dalam kosa kata adat Dayak Ngaju. Penelitian ini juga membahas 5 contoh formula ritual yang menunjukkan peran bahasa sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai pelestarian alam dan hubungan harmonis antara manusia dengan roh leluhur. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa Dayak Ngaju berfungsi sebagai alat konservasi budaya dan lingkungan, dengan kontribusi unik berupa model 3L (Lexicon–Liturgy–Local norms) untuk memahami integrasi antara ekologi, spiritualitas, dan norma budaya dalam masyarakat adat. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam kajian ekolinguistik dan memberikan sumbangan terhadap pengembangan strategi revitalisasi bahasa daerah yang berbasis pada nilai-nilai lokal dalam rangka pelestarian lingkungan.
PENGARUH CURRENT RATIO (CR) DAN DEBT TO ASSET RATIO (DAR) TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) Nari Ratih Permada, Dewi; Sari, Monica
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7715

Abstract

This study aims to provide empirical evidence regarding the effect of Current Ratio (CR) and Debt to Asset Ratio (DAR) on Return on Asset (ROA) in food and beverage subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period of 2019–2024. The research method employed is quantitative with a panel data regression approach, analyzed using Eviews version 12. The sample consists of 5 companies selected through purposive sampling. The results indicate that, partially, DAR has a significant effect on ROA with a significance value of 0.0090 (less than 0.05), while CR does not have a significant effect on ROA, with a significance value of 0.6030 (greater than 0.05). The F-test results show that both CR and DAR simultaneously have a significant effect on ROA, with a significance value of 0.003188 (less than 0.05). These findings provide important insights for companies in the food and beverage sector to pay more attention to managing debt and liquidity in order to enhance financial performance. The limitations of this study include the small sample size, which only covers 5 companies, and the limited research period from 2019 to 2024. Future research is expected to expand the sample size and analysis period to obtain more representative results. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Return on Asset (ROA) pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel, yang dianalisis menggunakan aplikasi Eviews versi 12. Sampel penelitian terdiri dari 5 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, DAR berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai signifikansi 0,0090 (kurang dari 0,05), sedangkan CR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, dengan nilai signifikansi 0,6030 (lebih besar dari 0,05). Uji F simultan menunjukkan bahwa CR dan DAR secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA, dengan nilai signifikansi 0,003188 (lebih kecil dari 0,05). Temuan ini memberikan wawasan penting bagi perusahaan di sektor makanan dan minuman untuk lebih memperhatikan pengelolaan utang dan likuiditas guna meningkatkan kinerja keuangan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah sampel yang terbatas, yang hanya mencakup 5 perusahaan, serta periode penelitian yang terbatas pada tahun 2019–2024. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas sampel dan jangka waktu analisis untuk memperoleh hasil yang lebih representatif.
PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN PELESTARIAN BUDAYA: TINJAUAN SISTEMATIS LITERATUR Brahmantio Saryono, Didik; Ruth Wijaya, Jemima; Jolyn Angmulya, Evelyn; Ricko Adithya, Alfian; Marcia, Barbie; Tji Beng, Jap
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7719

Abstract

This study aims to systematically examine the role of traditional games as a medium for education and the preservation of Indonesian culture. The decline in interest among younger generations in traditional games due to the development of digital technology and globalization has the potential to displace local cultural values. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA guidelines, analyzing 15 articles sourced from Google Scholar, DOAJ, ScienceDirect, ResearchGate, and GARUDA. The analysis results show that traditional games significantly contribute to the development of social-emotional, cognitive aspects, and the formation of patriotic character in children. These games also prove to be an effective learning medium that strengthens communal values and nationalism in the digital era. Therefore, traditional games function not only as cultural heritage but also as a crucial tool in character education and the preservation of Indonesian culture. This research has the potential to be integrated into the Merdeka Belajar curriculum to strengthen the understanding of national values and cultural identity amidst the challenges of the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran permainan tradisional sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya Indonesia. Penurunan minat generasi muda terhadap permainan tradisional akibat perkembangan teknologi digital dan globalisasi berpotensi menggeser nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA, dengan menganalisis 15 artikel yang diperoleh dari Google Scholar, DOAJ, ScienceDirect, ResearchGate, dan GARUDA. Hasil analisis menunjukkan bahwa permainan tradisional berkontribusi signifikan dalam pengembangan aspek sosial-emosional, kognitif, dan pembentukan karakter cinta tanah air pada anak-anak. Permainan ini juga terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang memperkuat nilai kebersamaan dan nasionalisme di era digital. Dengan demikian, permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam pendidikan karakter dan pelestarian budaya Indonesia. Penelitian ini berpotensi untuk diintegrasikan dalam kurikulum Merdeka Belajar, guna memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan dan identitas budaya di tengah tantangan era digital.
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI COLON IN LOOP PADA PEDIATRIK DENGAN KASUS HIRSCHSPRUNG DISEASE DI INSTALASI RADIOLOGI RS MUHAMMADIYAH LAMONGAN Rumaf, As`syifa Distia; Mukmin, Amril; Liscyaningsih, Ike Ade Nur
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7804

Abstract

Hirschsprung Disease is a functional obstruction of the colon characterized by the absence of ganglion cells in the myenteric and submucosal plexuses of the distal segment, resulting in the absence of peristaltic movement. One of the radiographic methods used to assess this condition is the colon in loop examination, a technique involving retrograde administration of positive or negative contrast media into the colon. This study aims to describe the radiographic procedure of colon in loop in pediatric patients with suspected Hirschsprung Disease and to determine the reasons for not performing a post-evacuation radiograph at the Radiology Department of Muhammadiyah Hospital Lamongan. This research employed a qualitative case study approach, with data collected in July 2025 through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of one radiologist and three radiographers. The findings indicate that the procedure was performed without specific preparations, except for changing the patient’s clothing to examination attire. The examination began with a plain abdominal radiograph in the AP projection, followed by contrast images in the Lateral, AP, LPO, and RPO projections using a water-soluble contrast medium with a single-contrast technique at a 1:8 ratio, totaling 200 cc. The contrast was introduced slowly through a catheter inserted approximately 2.5 cm into the anus and secured with a balloon filled with sterile water. A post-evacuation radiograph was not performed because the contrast medium used is easily absorbed by the body. In conclusion, the colon in loop procedure at the Radiology Department of Muhammadiyah Hospital Lamongan is carried out in a straightforward manner with specific projection sequences, the use of water-soluble contrast suitable for pediatric patients, and without the need for a post-evacuation radiograph due to the rapid absorption characteristics of the contrast medium. ABSTRAKHirschsprung Disease adalah gangguan fungsi kolon yang ditandai dengan tidak adanya sel ganglion pada pleksus mienterikus dan submukosa di segmen distal, sehingga pergerakan peristaltik tidak terjadi dan menimbulkan obstruksi fungsional. Salah satu metode radiografi yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi tersebut adalah pemeriksaan colon in loop, yakni teknik pengisian kolon menggunakan media kontras positif atau negatif secara retrograd. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prosedur pemeriksaan radiografi colon in loop pada pasien pediatrik dengan dugaan Hirschsprung Disease serta mengidentifikasi alasan tidak dilaksanakannya foto post-evakuasi di Instalasi Radiologi RS Muhammadiyah Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, dengan pengumpulan data pada Juli 2025 melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas seorang dokter spesialis radiologi dan tiga radiografer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan tanpa persiapan khusus, kecuali penggantian pakaian pasien. Pemeriksaan diawali dengan foto polos abdomen proyeksi AP, dilanjutkan dengan proyeksi kontras Lateral, AP, LPO, dan RPO menggunakan media kontras water soluble teknik single contrast dengan perbandingan 1:8 sebanyak 200 cc. Kontras dimasukkan perlahan melalui kateter yang dimasukkan sekitar 2,5 cm ke anus dan distabilkan menggunakan balon berisi aquabidest. Foto post-evakuasi tidak dilakukan karena jenis kontras yang digunakan mudah diserap tubuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prosedur colon in loop di rumah sakit tersebut dilakukan secara sederhana dengan urutan proyeksi tertentu, pemilihan media kontras yang aman bagi pasien pediatrik, serta tanpa perlunya foto post-evakuasi akibat sifat kontras yang cepat terabsorpsi.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PEMBELIAN IMPULSIF PADA REMAJA USIA 16–25 TAHUN Tanzil, Abigail Theodora; Christanto, Budi; Farrell, Alysha
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7809

Abstract

The COVID-19 pandemic has not only created a global health crisis but has also drastically changed social and economic behavior patterns, including shopping behavior among teenagers. During the period of social restrictions, physical activity and social interactions decreased significantly, while the use of digital technology increased rapidly. This surge, facilitated by various online e-commerce platforms offering enticing features like free shipping and deferred payment options, underscores the emergence of impulsive buying phenomena. Impulsive buying, characterized by unplanned purchases driven by conflicting thoughts and emotional urges, constitutes a notable portion of online transactions worldwide, amounting to 40% according to some studies. Emotional intelligence, crucial in regulating emotions and decision-making, plays a pivotal role in impulsive buying behavior. Adolescence, recognized as an emotionally turbulent period, further amplifies the susceptibility to impulsive buying. Therefore, this research aims to explore the relationship between Emotional Intelligence and Impulsive Buying among adolescents aged 16-25 through a non-experimental descriptive quantitative approach utilizing correlation analysis and SPSS 22 for data processing. In conclusion, the study demonstrates that there is no significant relationship between Emotional Intelligence and Impulsive Buying among adolescents aged 16-26 years. Moreover, while emotional intelligence involves recognizing and managing one's own emotions and those of others, impulsive buying is characterized by spontaneous, strong urges to purchase items without thorough cognitive evaluation. ABSTRAKPandemi COVID-19 tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan global, tetapi juga mengubah secara drastis pola perilaku sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk perilaku berbelanja di kalangan remaja. Selama masa pembatasan sosial, aktivitas fisik dan interaksi sosial menurun secara signifikan, sementara penggunaan teknologi digital meningkat pesat.. Peningkatan ini difasilitasi oleh berbagai platform e-commerce yang menawarkan fitur menarik seperti gratis ongkir dan metode pembayaran tunda, sehingga memperkuat munculnya fenomena pembelian impulsif. Pembelian impulsif, yang ditandai oleh keputusan pembelian tidak terencana yang didorong oleh dorongan emosional dan pertimbangan kognitif yang bertentangan, tercatat menyumbang sekitar 40% dari transaksi daring di seluruh dunia. Kecerdasan emosional, yang berperan penting dalam pengaturan emosi dan pengambilan keputusan, diyakini memiliki kaitan dengan perilaku pembelian impulsif. Masa remaja, yang dikenal sebagai periode dengan gejolak emosional tinggi, dapat meningkatkan kerentanan terhadap perilaku tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecerdasan emosional dan pembelian impulsif pada remaja berusia 16–25 tahun melalui pendekatan deskriptif kuantitatif non-eksperimental menggunakan analisis korelasi dan pengolahan data dengan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan pembelian impulsif pada remaja usia 16–26 tahun. Meskipun kecerdasan emosional mencakup kemampuan untuk mengenali serta mengelola emosi diri dan orang lain, pembelian impulsif ditandai oleh dorongan spontan untuk membeli tanpa evaluasi kognitif yang mendalam.
KONSTRUKSI IDENTITAS SOSIAL DALAM FENOMENA LARI SEBAGAI GAYA HIDUP DIGITAL DI KOTA MAKASSAR Loise, Mariani; Suhaeb, Firdaus W
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7854

Abstract

The phenomenon of running among urban communities is no longer merely perceived as a physical activity to maintain health, but has transformed into a digital lifestyle filled with symbols, images, and social meanings. This study aims to analyze how urban communities in Makassar construct their social identity through running as a digital lifestyle, as well as how social media and digital culture contribute to shaping the social meaning and consumptive behavior within this phenomenon. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The informants consist of ten individuals selected through purposive sampling based on specific criteria: considering running as part of their lifestyle, running at least three times a week, actively uploading running activities on social media, frequently participating in paid running events, and intentionally choosing public running spots with street photographers. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and digital documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that running serves as a medium for self-expression and the construction of social identity through visual and symbolic representation on social media, as explained by Erving Goffman’s dramaturgical theory. Furthermore, social media and digital culture shape consumptive behavior through symbolic consumption, as proposed by Jean Baudrillard, where products, brands, and running activities function as indicators of social status. In conclusion, running in the digital era represents a complex social practice that integrates the body, technology, and consumption as a form of identity construction among Makassar’s urban society. ABSTRAKFenomena olahraga lari di kalangan masyarakat urban saat ini tidak lagi sekadar dimaknai sebagai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh, melainkan telah mengalami transformasi menjadi gaya hidup digital yang sarat dengan simbol, citra, dan makna sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat urban di Kota Makassar mengonstruksi identitas sosial melalui aktivitas lari sebagai gaya hidup digital, serta bagaimana media sosial dan budaya digital berperan dalam membentuk makna sosial dan perilaku konsumtif dalam fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan berjumlah sepuluh orang yang dipilih secara purposive dengan kriteria: menjadikan lari sebagai gaya hidup, berlari minimal tiga kali seminggu, aktif mengunggah aktivitas lari di media sosial, sering mengikuti event lari berbayar, dan memilih lokasi lari yang memiliki fotografer jalanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas lari menjadi sarana ekspresi diri dan pembentukan identitas sosial melalui representasi visual dan simbolik di media sosial, sebagaimana dijelaskan oleh teori dramaturgi Erving Goffman. Selain itu, media sosial dan budaya digital membentuk perilaku konsumtif melalui konsumsi simbolik, sebagaimana dikemukakan Jean Baudrillard, di mana barang, merek, dan aktivitas lari dipahami sebagai tanda status sosial. Kesimpulannya, aktivitas lari di era digital merupakan praktik sosial kompleks yang menggabungkan tubuh, teknologi, dan konsumsi sebagai bentuk konstruksi identitas masyarakat urban Makassar.
A PRAGMATIC EXAMINATION OF TEACHERS’ SPEECH ACTS IN ENGLISH CLASSROOM INTERACTION Dewi, Nila Sari; Hartiwi, ­Juni; Nurhartanto, Adhi; Sulastri, Sulastri; Nurdianti, Desti; Sutiwi, Sri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7932

Abstract

The strategic use of language during instruction is essential for creating meaningful interaction between teachers and learners. Forms of communication occurring in the classroom are manifested through speech acts that structure the flow of teaching and learning. Drawing on Searle’s typology, these speech acts may appear as assertives, directives, commissives, expressives, or declarations. This study aims to explore the types and communicative functions of speech acts employed by the teacher in the Speaking 3–Advanced class of the Business and Humanities Study Program at Institut Teknologi Bisnis and Bahasa Dian Cipta Cendikia. Utilizing a qualitative research design, natural classroom interactions were observed and analyzed to capture authentic pedagogical communication. The findings reveal that the teacher produced significantly more utterances than the students, with directive speech acts occurring most frequently. These directives served multiple pedagogical purposes, such as managing classroom procedures, structuring activities, giving instructions, and prompting student responses. The results affirm the teacher’s role not only as a provider of academic content but also as a key manager of classroom discourse through diverse speech act realizations. ABSTRAKPengelolaan bahasa dalam kegiatan pembelajaran memiliki peranan sentral dalam membangun interaksi yang produktif antara guru dan peserta didik. Seluruh bentuk komunikasi di kelas tampak melalui tindak tutur yang digunakan selama proses instruksional berlangsung. Mengacu pada kerangka kategorisasi Searle, tindak tutur dapat diklasifikasikan ke dalam lima bentuk utama, yakni asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap variasi jenis tindak tutur serta fungsi komunikatifnya sebagaimana direalisasikan oleh pengajar pada kelas Speaking 3–Advanced di Program Studi Bisnis dan Humaniora Institut Teknologi Bisnis dan Bahasa Dian Cipta Cendikia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi langsung terhadap interaksi kelas yang berlangsung secara alami. Berdasarkan hasil temuan, guru mendominasi produksi ujaran dibandingkan mahasiswa. Tindak tutur direktif muncul dengan persentase tertinggi dan berperan dalam mengarahkan kegiatan, menjaga alur pembelajaran, memberikan instruksi, serta memandu tanggapan mahasiswa. Hasil ini menunjukkan bahwa peran guru tidak terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga sebagai pengatur interaksi dan pengendali dinamika kelas melalui penggunaan variasi tindak tutur.
PENGARUH BEBAN KERJA, KEMAMPUAN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT JAYA RIYAN MANDIRI Gustaman, Andry; Yuningsih, Erni; Pramestidewi , Chandra Ayu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7933

Abstract

This study was conducted due to the declining productivity levels among employees at PT Jaya Riyan Mandiri. Observations in the workplace indicate unmet sales productivity targets, an excessive workload, work capabilities that are not fully aligned with job requirements, and weakened motivation among several employees. These conditions suggest that workload, work ability, and work motivation may play a significant role in shaping employee productivity. The purpose of this research is to examine how these three variables, both individually and collectively, influence employee productivity. A quantitative approach with a descriptive-verificative method was employed. Data were collected from 72 respondents selected through a saturated sampling technique. The collected data were analyzed using validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression, multiple correlation, and the coefficient of determination. The findings reveal that workload has a negative and significant impact on productivity, while work ability and work motivation contribute positively and significantly to employee performance. When tested together, the three variables account for 68.3% of the variance in work productivity, with the remaining 31.7% influenced by external factors not examined in this study. These results indicate that improving employee productivity requires reducing excessive workload, enhancing employees’ competencies through training and qualification alignment, and reinforcing work motivation through rewards, support, and opportunities for creativity. ABSTRAKPermasalahan rendahnya produktivitas karyawan di PT Jaya Riyan Mandiri menjadi latar belakang penelitian ini. Gejala yang tampak di lapangan meliputi target penjualan yang tidak tercapai, beban kerja yang dirasakan semakin berat, kemampuan kerja yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan jabatan, serta motivasi kerja sebagian pegawai yang cenderung melemah. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya persoalan pada aspek beban kerja, kemampuan kerja, dan motivasi yang diduga mempengaruhi produktivitas pegawai. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh ketiga variabel tersebut, baik secara terpisah maupun bersama-sama, terhadap produktivitas kerja karyawan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 72 responden menggunakan teknik saturated sampling. Selanjutnya data diuji melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda, korelasi berganda, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa beban kerja berdampak negatif dan signifikan terhadap produktivitas, sedangkan kemampuan kerja dan motivasi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil kerja pegawai. Secara simultan, ketiga variabel tersebut menjelaskan 68,3% variasi produktivitas, sementara 31,7% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak dikaji. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas dapat ditempuh dengan menurunkan beban kerja yang tidak proporsional, memperkuat kompetensi dan kesesuaian kualifikasi karyawan, serta mendorong motivasi kerja melalui pemberian apresiasi, dukungan, dan ruang pengembangan diri.