cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
PERAN ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN DI DPRD KABUPATEN BONE BOLANGO PERIODE 2019-2024 Zulkarnain, Moh.; Mahmud, Ramli; Hamid, Saleh Al
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5454

Abstract

This study aimed to examine the role of female legislative members in promoting gender-responsive budgeting as well as the factors that influence their participation in the functions of legislation, oversight, and budgeting The method used was qualitative with a descriptive approach, involving in-depth interviews and observations at the DPRD of Bone Bolango Regency. The results of the study show that although their number is small, female legislative members actively strive to advocate for the interests of women and vulnerable groups through various strategies, such as building alliances, conducting advocacy in official forums, and utilizing existing political opportunities. These findings highlight the importance of strengthening support and empowerment for women to solidify their roles in inclusive and gender-perspective legislative and budgeting processes. The representation of women in the DPRD of Bone Bolango Regency remains very limited and faces various structural challenges, such as male political dominance and gender stereotypes Nevertheless, female legislative members continue to play an active role in encouraging the development of gender-responsive budgeting through various strategies, including alliance-building and advocacy in official forums. This study emphasizes the importance of enhancing support and empowerment for women so that their roles in legislation, oversight, and budgeting can be more optimal, resulting in more inclusive and gender-sensitive regional policies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji peran anggota legislatif perempuan dalam mendorong anggaran yang responsif gender serta faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi mereka dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi di DPRD Kabupaten Bone Bolango. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlahnya sedikit, anggota legislatif perempuan berupaya aktif memperjuangkan kepentingan perempuan dan kelompok rentan melalui berbagai strategi, seperti membangun aliansi, melakukan advokasi di forum resmi, dan memanfaatkan peluang politik yang ada. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan dukungan dan pemberdayaan perempuan untuk memperkuat peran mereka dalam proses legislasi dan penganggaran daerah yang inklusif dan berperspektif gender. Keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Bone Bolango masih sangat terbatas dan menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti dominasi politik laki-laki dan stereotip gender. Meski demikian, anggota legislatif perempuan tetap aktif berperan dalam mendorong penyusunan anggaran yang responsif gender dengan berbagai strategi, termasuk membangun aliansi dan melakukan advokasi di forum resmi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan dukungan dan pemberdayaan perempuan agar peran mereka dalam legislasi, inklusif dan berperspektif gender.
PENYALAHGUNAAN MINUMAN KERAS DI KALANGAN REMAJA DESA SOGUO KECAMATAN BOLAANG UKI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Manopo, Sri Yolanda; Mahmud, Ramli; Mozin, Nopiana
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5513

Abstract

This study aims to describe the behavior of adolescents involved in alcohol abuse and identify the factors that influence such behavior in Soguo Village, Bolaang Uki District, South Bolaang Mongondow Regency. The abuse of alcoholic beverages, especially Cap Tikus, which contains a high level of alcohol, has become a concerning social phenomenon due to its impact on adolescent behavior, such as stealing, engaging in fights, and losing emotional control. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with the village head and sixteen adolescents who were identified as alcohol consumers, along with documentation from relevant sources. The findings reveal that several factors drive adolescents to consume alcohol, including curiosity (individual factors), poor communication with parents, peer pressure, and easy access to alcoholic beverages in the village. These findings highlight the urgent need for collaborative prevention efforts involving families, communities, and local governments through education, supervision, and regulation enforcement. Such integrated approaches are essential to reduce deviant behavior among adolescents and create a healthier social environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku remaja yang terlibat dalam penyalahgunaan minuman keras serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut di Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penyalahgunaan minuman keras, khususnya Cap Tikus yang memiliki kadar alkohol tinggi, menjadi fenomena sosial yang memprihatinkan karena berdampak pada perubahan perilaku remaja, seperti mencuri, terlibat perkelahian, dan kehilangan kontrol emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala desa dan enam belas remaja yang diketahui mengonsumsi minuman keras, serta dokumentasi dari sumber-sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong penyalahgunaan minuman keras meliputi rasa ingin tahu (faktor individu), komunikasi yang buruk dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, serta mudahnya akses terhadap minuman keras di lingkungan desa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa dalam melakukan pencegahan melalui edukasi, pengawasan, dan penegakan aturan. Upaya kolaboratif tersebut menjadi kunci untuk mengurangi perilaku menyimpang di kalangan remaja.
LITERASI DIGITAL SEBAGAI PENDIDIKAN NILAI DALAM KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL STUDI KASUS PELANGGARAN PRIVASI H, Haeriani; A, Hermila; Nadifa, Ulfatun
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5526

Abstract

This study examines privacy violations on social media and the role of digital literacy as a value-based education in shaping ethical communication in the digital age. The research employs a qualitative approach using a case study method combined with literature review. It identifies low awareness of privacy and digital ethics as the main causes of the rampant privacy violations. Furthermore, challenges in the implementation of data protection regulations in Indonesia exacerbate the situation. This study highlights the limitations of current digital literacy, which tends to focus on technical aspects without integrating ethical values and social responsibility. The study proposes a value-based digital literacy strategy that combines formal education, community-based learning, collaboration with influencers, and the development of privacy-protecting technologies. The findings emphasize that a holistic digital literacy approach is crucial for creating a safe, healthy, and ethical digital ecosystem, thereby minimizing privacy violations and fostering a culture of responsible digital communication. The practical implications of this study are significant for policymakers, educators, and technology developers in raising awareness and enhancing privacy protection in Indonesia's digital society. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pelanggaran privasi di media sosial serta peran literasi digital sebagai pendidikan nilai dalam membentuk komunikasi yang etis di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dikombinasikan dengan studi literatur. Penelitian ini mengidentifikasi rendahnya kesadaran privasi dan etika digital sebagai penyebab utama maraknya pelanggaran privasi. Selain itu, kendala implementasi regulasi perlindungan data di Indonesia turut memperburuk kondisi tersebut. Studi ini menyoroti keterbatasan literasi digital yang selama ini lebih fokus pada aspek teknis tanpa mengintegrasikan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini mengusulkan strategi literasi digital berbasis nilai yang menggabungkan pendidikan formal, pembelajaran berbasis komunitas, kolaborasi dengan influencer, dan pengembangan teknologi privasi. Hasil penelitian menegaskan bahwa literasi digital yang holistik sangat penting untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan beretika, sehingga pelanggaran privasi dapat diminimalisir dan budaya komunikasi digital yang bertanggung jawab dapat terbentuk. Implikasi praktis penelitian ini penting bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pengembang teknologi dalam meningkatkan kesadaran dan perlindungan privasi di masyarakat digital Indonesia.
EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DI DINAS PUPR KOTA GORONTALO Kasuma, Moh. Randi S.; Djafar, Lucyane; Mozin, Nopiana
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5590

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of public services in the issuance of Building Permits (IMB) by the Department of Public Works and Public Housing (PUPR) over the past two years. Although service digitization and innovations have been implemented, several challenges remain, including complex bureaucracy, delays, limited public participation, and low transparency This evaluation is crucial for identifying barriers, assessing current policies, and offering recommendations to improve IMB service quality, making it more efficient, transparent, and responsive to public needs. The study employed a qualitative method with a descriptive approach. The findings indicate that the effectiveness of IMB services at the PUPR Department of Gorontalo City is still suboptimal. Despite efforts to enhance digitalization and service capacity, issues such as processing delays, inconsistent information, low responsiveness to public complaints, and limited use of technology persist. Key factors influencing service effectiveness include uneven human resource competencies, weak interdepartmental coordination, inadequate infrastructure, and insufficient public understanding of the digital licensing system. To improve reliability, responsiveness, and public trust in IMB services, internal organizational reforms, human resource development, and more adaptive and participatory use of technology are necessary. Overall, IMB services at the PUPR Department of Gorontalo City have not yet reached full effectiveness due to persistent obstacles, particularly in timeliness, responsiveness, and techno gical utilization. These challenges are primarily rooted in the quality of human resources, underdeveloped service systems, and a lack of digital outreach. Thus, strengthening internal capacity, refining service systems, and optimizing technology use are essential steps toward delivering faster, more transparent, and more reliable public services. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Kementerian PUPR dalam dua tahun terakhir. Meski telah dilakukan digitalisasi dan inovasi pelayanan, masih terdapat berbagai kendala seperti birokrasi yang rumit, keterlambatan, minimnya partisipasi masyarakat, dan rendahnya transparansi. Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi hambatan, menilai kebijakan yang diterapkan, serta memberikan rekomendasi guna meningkatkan kualitas pelayanan IMB yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pendekatan penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode kualitatif dan di sajikan dalam bentuk diskkriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dinas PUPR Kota Gorontalo masih belum optimal. Meskipun terdapat upaya digitalisasi dan peningkatan kapasitas pelayanan, masih ditemukan berbagai kendala seperti keterlambatan proses, inkonsistensi informasi, rendahnya responsivitas terhadap keluhan masyarakat, dan keterbatasan pemanfaatan teknologi. Faktor-faktor utama yang memengaruhi efektivitas pelayanan meliputi sumber daya manusia yang belum merata kompetensinya, koordinasi antarbidang yang kurang optimal, keterbatasan sarana prasarana, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem digital perizinan. Untuk meningkatkan keandalan, ketanggapan, dan keyakinan publik terhadap pelayanan IMB, diperlukan pembenahan internal organisasi, penguatan SDM, serta pemanfaatan teknologi secara lebih adaptif dan partisipatif. Pelayanan IMB oleh Dinas PUPR Kota Gorontalo belum sepenuhnya efektif karena masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterlambatan proses, kurangnya responsivitas, dan keterbatasan pemanfaatan teknologi. Faktor-faktor seperti kualitas sumber daya manusia, sistem pelayanan yang belum optimal, serta minimnya sosialisasi digital menjadi penyebab utama. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas internal, perbaikan sistem layanan, dan penguatan pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan terpercaya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ETIS MAHASISWA AKUNTANSI Sari, Desi Kurnia; Nasihin, Alya Putri; Abidarda, Dimas; Alfajri , Muhammad Ragil; Aulia, Alya Tri; Indah, Laura; Lisdayanti, Novi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5592

Abstract

This study aims to identify the factors influencing the ethical behavior of accounting students at Universitas Pelita Bangsa. In the accounting profession, ethics play a vital role in maintaining integrity and public trust in financial reporting. Therefore, the understanding and internalization of ethical principles must be instilled during higher education. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews involving seven final-year students of the accounting study program. The interview guidelines were developed based on the five ethical principles outlined by the International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA), namely integrity, objectivity, professional competence and due care, confidentiality, and professional behavior. The findings reveal that students’ understanding of ethical codes, the influence of the academic environment, personal moral values, and learning experiences, including the role of lecturers and curriculum, are key factors shaping ethical behavior. These findings are expected to provide valuable input for higher education institutions in designing more effective and contextual ethics education strategies within accounting programs. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku etis mahasiswa akuntansi di Universitas Pelita Bangsa. Dalam dunia profesi akuntansi, etika memiliki peran krusial dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, pemahaman dan internalisasi prinsip-prinsip etika perlu ditanamkan sejak mahasiswa menempuh pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang merupakan mahasiswa tingkat akhir program studi akuntansi. Panduan wawancara disusun berdasarkan lima prinsip etika profesi menurut International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA), yaitu integritas, objektivitas, kompetensi profesional dan kehati-hatian, kerahasiaan, serta perilaku profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap kode etik, pengaruh lingkungan akademik, nilai moral pribadi, serta pengalaman belajar, termasuk peran dosen dan kurikulum, merupakan faktor utama yang membentuk perilaku etis mahasiswa. Temuan ini diharapkan menjadi masukan penting bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang strategi pembelajaran etika yang lebih efektif dan kontekstual dalam pendidikan akuntansi.
EVALUASI KINERJA MENU BEBEK KALEYO CIKARANG Purwanti, Purwanti; Amelia, Restu; Solihati, Dewi; Dianto, Didin; Nurdiana, Dina; Arsila, Lintang; Triani, Banar Ayu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5593

Abstract

This study aims to evaluate the menu performance and product innovation strategy at Bebek Kaleyo Cikarang by combining managerial and consumer perspectives. The approach used is descriptive qualitative with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with seven informants, consisting of three management representatives and four consumers, supported by direct observation and documentation. The results show that consumer preferences are influenced by taste, menu variety, competitive pricing, and a pleasant dining experience. Product innovation is carried out continuously through new menu development, attractive presentation, and rapid response to market trends. Menu performance is evaluated based on taste quality, variety of choices, and high levels of customer satisfaction. Adaptive innovation strategies and communication built through consumer experiences play a vital role in fostering long-term customer loyalty. These findings highlight the importance of a holistic approach in restaurant management that focuses not only on products, but also on experience, satisfaction, and emotional consumer engagement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja menu dan strategi inovasi produk di restoran Bebek Kaleyo Cikarang dengan memadukan perspektif manajemen dan konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada tujuh informan, terdiri dari tiga pihak manajemen dan empat konsumen, serta didukung oleh observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen dipengaruhi oleh cita rasa, keberagaman menu, harga yang kompetitif, serta pengalaman makan yang menyenangkan. Inovasi produk dilakukan secara berkelanjutan melalui pengembangan menu baru, penyajian yang menarik, serta respons cepat terhadap tren pasar. Evaluasi kinerja menu mencakup kualitas rasa, keberagaman pilihan, dan tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi. Strategi inovasi yang adaptif dan komunikasi yang terbangun melalui pengalaman konsumen menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam manajemen restoran yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada pengalaman, kepuasan, dan keterlibatan pelanggan secara emosional.
TINJAUAN ARTIKEL: PENGOBATAN NON BEDAH PERI-IMPLANTITIS Halim, Susanna; Florenly, Florenly; Winata, Mellisa; Luman, Marco; Leslie, Gloria Estefani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5594

Abstract

Dental implants are materials inserted into the jawbone that serve as supports for restorations, resembling natural teeth. In addition to their aesthetic function, implants also play an important role in the rehabilitation of the stomatognathic system. Proper maintenance is essential for the long-term success of implant-based restorations. One of the common complications is peri-implantitis, a pathological condition characterized by inflammation of the peri-implant connective tissue and progressive loss of supporting bone. If left untreated, peri-implantitis can lead to implant failure. This study is a literature review aimed at evaluating the effectiveness of non-surgical treatment for peri-implantitis. Data were collected through a search on Google Scholar using relevant keywords, yielding 15,700 articles. After applying inclusion criteria, articles were selected that were published within the last five years (2020–2024), written in English, available in full text, and categorized as original research, reviews, or case reports. Findings from three case reports indicate that non-surgical approaches provide significant clinical improvements. In Case 1, after one year, probing depth reduced to 1.5–3 mm without bleeding. In Case 2, after six months, no signs of inflammation or further bone resorption were observed, with a 2.1 mm reduction in probing depth. In Case 3, after six months, inflammatory resolution was achieved, with probing depth reduced to 2 mm and increased bone level seen on radiographs. All patients demonstrated good oral hygiene, were non-smokers, and had no uncontrolled systemic diseases. Overall, non-surgical treatment for peri-implantitis can yield positive clinical outcomes in reducing probing depth and inflammation, especially in patients with good plaque control and stable systemic health. ABSTRAKImplan gigi merupakan bahan yang ditanam dalam tulang rahang dan berfungsi sebagai penyangga restorasi, dengan bentuk menyerupai gigi alami. Selain memiliki fungsi estetik, implan juga berperan dalam rehabilitasi sistem stomatognatik. Pemeliharaan yang optimal sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang restorasi berbasis implan. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah peri-implantitis, yaitu kondisi patologis yang ditandai dengan peradangan jaringan ikat di sekitar implan dan kehilangan progresif tulang penyangga. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan implan. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka (literature review) yang bertujuan untuk membahas efektivitas pengobatan non-bedah peri-implantitis. Data dikumpulkan melalui penelusuran di Google Scholar dengan kata kunci terkait, menghasilkan 15.700 artikel. Setelah dilakukan seleksi sesuai kriteria inklusi, dipilih artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020–2024), berbahasa Inggris, teks lengkap, dan berupa original research, review, atau case report. Hasil dari tiga laporan kasus menunjukkan bahwa pendekatan non-bedah memberikan perbaikan klinis yang signifikan. Pada Kasus 1, setelah satu tahun, kedalaman probing berkurang menjadi 1,5–3 mm tanpa perdarahan. Pada Kasus 2, setelah enam bulan, tidak ditemukan tanda-tanda peradangan, dengan penurunan kedalaman probing sebesar 2,1 mm. Sedangkan pada Kasus 3, setelah enam bulan, terjadi resolusi inflamasi dengan kedalaman probing menjadi 2 mm dan peningkatan tingkat tulang berdasarkan radiograf. Semua pasien memiliki kebersihan mulut yang baik, tidak merokok, dan tidak memiliki penyakit sistemik yang tidak terkontrol. Secara keseluruhan, pengobatan non-bedah untuk peri-implantitis dapat memberikan hasil klinis yang positif dalam mengurangi kedalaman probing dan peradangan, terutama pada pasien dengan kontrol plak yang baik dan kondisi sistemik yang stabil.
DISCOURSE ANALYSIS OF TELEPHONE CONSULTATION: HOW PATIENTS REPORT SYMPTOMS TO DOCTORS FOR NURSING STUDENTS Irianto, Dhaniel Prasetyo; Nurniati, Emi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5637

Abstract

ABSTRACT The transformation of healthcare services due to the COVID-19 pandemic has accelerated the adoption of remote medical consultations, including those over the phone. This practice not only changes the way patients interact with healthcare workers, but also poses new challenges in clinical communication, particularly related to symptom reporting. This article aimed to analyze discursive practices in telephone consultations between patients and doctors, focusing on how patients report symptoms and how doctors respond and clarify them. Using a qualitative approach with a critical discourse analysis method, data were obtained from authentic transcripts of telephone consultations in primary service clinics and analyzed through macro- and micro-discourse structures. The findings suggest that patients tend to use subjective narratives and nonmedical terms to convey symptoms, whereas clinicians control the flow of the conversation through interrupt strategies, closed-ended questions, and repetitive clarification. This pattern reflects an asymmetrical power relationship and opens up space for miscommunication, especially in the absence of nonverbal cues. This study has important implications for nursing education, especially in designing communication training based on remote consultation scenarios that emphasize linguistic sensitivity, empathy, and clarifying abilities. In addition, the integration of discourse analysis in the nursing curriculum can enrich students' understanding of the sociocultural dimensions of medical communication. This article recommends updating communication training policies in educational and healthcare institutions to improve the effectiveness and safety of technology-based medical practices. ABSTRAK Transformasi layanan kesehatan akibat pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi konsultasi medis jarak jauh, termasuk melalui telepon. Praktik ini tidak hanya mengubah cara pasien berinteraksi dengan petugas kesehatan, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam komunikasi klinis, terutama terkait dengan pelaporan gejala. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik diskursif dalam konsultasi telepon antara pasien dan dokter, dengan fokus pada bagaimana pasien melaporkan gejala dan bagaimana dokter menanggapi dan mengklarifikasinya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis, data diperoleh dari transkrip otentik konsultasi telepon di klinik layanan primer dan dianalisis melalui struktur wacana makro dan mikro. Temuan menunjukkan bahwa pasien cenderung menggunakan narasi subjektif dan istilah nonmedis untuk menyampaikan gejala, sedangkan dokter mengontrol alur percakapan melalui strategi interupsi, pertanyaan tertutup, dan klarifikasi berulang. Pola ini mencerminkan hubungan kekuatan asimetris dan membuka ruang untuk miskomunikasi, terutama dengan tidak adanya isyarat nonverbal. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pendidikan keperawatan, terutama dalam merancang pelatihan komunikasi berdasarkan skenario konsultasi jarak jauh yang menekankan kepekaan linguistik, empati, dan kemampuan klarifikasi. Selain itu, integrasi analisis wacana dalam kurikulum keperawatan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa tentang dimensi sosial budaya komunikasi medis. Artikel ini merekomendasikan untuk memperbarui kebijakan pelatihan komunikasi di lembaga pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan praktik medis berbasis teknologi.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN VIDEO “AHOK BONGKAR DUGAAN PERTAMAX OPLOSAN” DALAM CHANNEL YOUTUBE LIPUTAN6 Kusumaningrum, Nurul Lisa; Puspitasari, Renny; Dewi, Elvienchi Multya; Putri, Trista Etika; Neina, Qurotta Ayu; Yuniawan, Tommi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5640

Abstract

This study aims to analyze the implicature in the video entitled “Ahok Bongkar Dugaan Pertamax Oplosan Hingga ‘Pemain’ Ikutan Siap Bantu Kejagung” on Liputan6 Youtube Channel. This study uses theoretical approaches and methodological approaches. The theoretical approach in this research is pragmatics approach. While the methodology used is a qualitative descriptive approach. This research method uses listening and note-taking techniques. The data in the form of video utterances were transcribed and then classified into three types of implicatures: specific, general, and scaled conversational implicatures. The results of the analysis show that of the 15 speech data found, each type of implicature has a balanced frequency. Special conversational implicature is widely used to convey sarcasm and veiled criticism of certain parties. General implicature is used to convey moral messages and open criticism that can be understood without special context. Meanwhile, scaled implicature emphasizes the implied meaning through the use of quantitative or high quality words. The findings show that Ahok utilized implicit communication strategies to convey social, political, and systemic criticism in a subtle but firm manner. This research contributes to the study of digital media pragmatics and critical literacy towards public communication in the information age. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meenganalisis implikatur dalam video yang berjudul “Ahok Bongkar Dugaan Pertamax Oplosan Hingga ‘Pemain’ Ikutan Siap Bantu Kejagung” pada Kanal Youtube Liputan6. Kajian ini menggunakan pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis dalam penlitian ini adalah pendekatan pragmatik. Sedangkan metodologis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Data berupa tuturan dalam video yang ditranskripsi lalu diklasifikasikan ke dalam tiga jenis implikatur: implikatur percakapan khusus, umum, dan berskala. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 15 data tuturan yang ditemukan, masing-masing jenis implikatur memiliki frekuensi yang seimbang. Implikatur percakapan khusus banyak digunakan untuk menyampaikan sindiran dan kritik terselubung terhadap pihak-pihak tertentu. Implikatur umum digunakan untuk menyampaikan pesan moral dan kritik terbuka yang dapat dipahami tanpa konteks khusus. Sementara itu, implikatur berskala menekankan makna tersirat melalui penggunaan kata-kata bernilai kuantitatif atau kualitas tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa Ahok memanfaatkan strategi komunikasi implisit untuk menyampaikan kritik sosial, politik, dan sistemik secara halus namun tegas. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian pragmatik media digital dan literasi kritis terhadap komunikasi publik di era informasi.
ANALISIS KADAR BITUMEN ASPAL BATU BUTON (ASBUTON) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI SOXHLET Saleh, Isman
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5660

Abstract

Buton rock asphalt (Asbuton) is one of Indonesia's potential natural resources that contains a significant amount of bitumen. The utilization of Asbuton offers a strategic alternative to reduce dependence on imported petroleum asphalt. This study aims to analyze the bitumen content in Asbuton samples using the Soxhlet extraction method. The research was conducted on ten Asbuton samples from Winning Village, Pasarwajo District, Buton Regency. The Soxhlet extraction method was selected due to its efficiency and accuracy in extracting non-volatile compounds. The results show that bitumen content varies between 27.00% and 34.79%, with moisture content ranging from 3.00% to 6.80%. A strong negative correlation (r = -0.84564) between bitumen and moisture content indicates that higher bitumen levels tend to correspond with lower water content in the samples. Based on the classification by the Directorate General of Highways, most samples fall into the B30 category (high bitumen content). These findings support the potential use of Asbuton as a sustainable construction material and contribute to the optimal utilization of local resources. ABSTRAKAspal batu Buton (Asbuton) merupakan salah satu sumber daya alam potensial di Indonesia yang mengandung bitumen dalam jumlah signifikan. Pemanfaatan Asbuton dapat menjadi alternatif strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor aspal minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar bitumen dalam sampel Asbuton menggunakan metode ekstraksi Soxhlet. Penelitian dilakukan pada sepuluh sampel Asbuton dari Desa Winning, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Metode ekstraksi Soxhlet dipilih karena kemampuannya dalam mengekstraksi senyawa non-volatil secara efisien dan akurat. Hasil analisis menunjukkan kadar bitumen bervariasi antara 27,00% hingga 34,79%, dengan kadar air berkisar antara 3,00% hingga 6,80%. Korelasi negatif yang kuat antara kadar bitumen dan kadar air (r = -0,84564) menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar bitumen, maka kadar air dalam sampel cenderung menurun. Berdasarkan klasifikasi Direktorat Jenderal Bina Marga, sebagian besar sampel tergolong dalam kategori B30 (bitumen tinggi). Temuan ini mendukung potensi pemanfaatan Asbuton sebagai bahan baku industri konstruksi jalan yang berkelanjutan, serta memberikan kontribusi dalam optimalisasi sumber daya lokal.