cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
PENGEMBANGAN KEBIJAKAN TERHADAP HASIL EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM DAN POLA SEBARAN KASUS KUSTA DI KOTA AMBON Samsu, Semoel Leonard; Hafizurrachman, Muhammad
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5749

Abstract

Leprosy remains a public health problem in Ambon City, with major challenges in early detection, chemoprophylaxis coverage, and uneven case distribution. This study aims to develop policy recommendations based on the evaluation of leprosy program implementation and spatial distribution patterns of leprosy cases in Ambon City in 2024. This research employed a qualitative method using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product), combined with spatial analysis using GeoDa software and the K-Means Clustering technique. Data were collected through document review, in-depth interviews, field observations, and geospatial mapping. This study uses a qualitative method, with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model, and spatial analysis using GeoDa software with the K-Means Clustering technique. Data were collected through document review, in-depth interviews, data observation, and geospatial mapping. Results: Shows that the context and input variables are in the fairly good category, but in the process variables there is a mismatch between the implementation of the intervention and operational standards, such as less than optimal close contact tracing. In the product variable, the success of the program implementation has not been in line with a significant decrease in cases. The results of triangulation show that data from interviews and observations are mutually reinforcing, while findings from documents at several points are not fully synchronized. Spatial analysis using K-Means Clusters groups the regions into five clusters; areas with high cases tend to be in remote areas and difficult to reach. This pattern indicates an uneven distribution of cases and the need for area-based interventions. The evaluation results indicate the need for improvements in process and outcome variables, including spatial distribution. The policies developed are directed at improving the reporting recording system, strengthening the capacity of health workers, optimizing close contact tracing and chemoprophylaxis, using spatial analysis to accelerate early detection, and reducing active transmission, especially in remote areas with high cases. The implementation of the leprosy program in Ambon City still faces significant challenges and requires a more integrated and area-based approach, based on the results of the evaluation and spatial mapping. ABSTRAKKusta masih menjadi masalah kesehatan di Kota Ambon dengan tantangan utama pada deteksi dini, cakupan kemoprofilaksis, dan distribusi kasus yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kebijakan terhadap hasil evaluasi implementasi program kusta dan pola sebaran kasus kusta di Kota Ambon tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), serta analisis spasial menggunakan software GeoDa dengan teknik K-Means Clustering. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, wawancara mendalam, observasi data, dan pemetaan geospasial. Menunjukkan bahwa variabel konteks dan input berada dalam kategori cukup baik, namun pada variabel proses ditemukan ketidaksesuaian antara pelaksanaan intervensi dan standar operasional, seperti pelacakan kontak erat yang belum optimal. Pada variabel produk, keberhasilan pelaksanaan program belum sejalan dengan penurunan kasus secara signifikan. Hasil triangulasi menunjukkan bahwa data dari wawancara dan observasi saling menguatkan, sementara temuan dari dokumen pada beberapa poin tidak sepenuhnya sinkron. Analisis spasial menggunakan K-Means Clusters mengelompokkan wilayah menjadi lima klaster; daerah dengan kasus tinggi cenderung berada di wilayah pinggiran dan sulit dijangkau. Pola ini mengindikasikan distribusi kasus yang tidak merata dan perlunya intervensi berbasis wilayah. Hasil evaluasi menunjukkan perlunya perbaikan pada variabel proses dan hasil, termasuk distribusi spasial. Kebijakan yang dikembangkan diarahkan pada peningkatan sistem pencatatan pelaporan,  penguatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi pelacakan kontak erat dan kemoprofilaksis, penggunaan analisis spasial dalam mempercepat deteksi dini, serta mengurangi penularan aktif, khususnya pada wilayah pinggiran dengan kasus tinggi. implementasi program kusta di Kota Ambon masih menghadapi tantangan signifikan dan membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis wilayah, berdasarkan hasil evaluasi dan pemetaan spasial.
PEMETAAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN DAN EVALUASI KESESUAIAN TANAMAN UNTUK REHABILITASI LAHAN TERDEGRADASI DALAM PENGELOLAAN SUB-DAS BABUAT KABUPATEN MURUNG RAYA, KALIMANTAN TENGAH Arifin, Arifin; Misnawati, Misnawati; Firdausa, Ayunda Laras; Wahyu, Hyundra Zakiya Putri; Arysandi, Safira Arum
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5775

Abstract

Critical land in a River Basin Area (DAS) can disrupt the hydrological function and production of the surrounding area. Handling is done through rehabilitation by adjusting the type of plant to the characteristics of the land, in order to increase productivity and provide sustainable impacts. This study aims to map critical land in the Babuat Sub-DAS and analyze the suitability of the land for plantation crops in Forest and Land Rehabilitation (RHL) activities. The methods used include overlay, scoring, and weighting according to Perdirjen BPDAS PS No: P.4/V-SET/2013, as well as the matching method between land quality and plant needs based on Balitbangtan (2016) which was adapted from FAO (1976). The results show that the Babuat Sub-DAS has non-critical land covering an area of ??36,990 Ha (19.42%), critical potential 91,880 Ha (48.24%), and slightly to very critical 61,605 Ha (32.34%). Land suitability shows that rubber and rambutan plants are in class S2 (quite suitable) with constraints on water availability (S2wa), candlenut with constraints on temperature and water (S2tc, wa), durian with constraints on temperature, water, and nutrient retention (S2tc, wa, nr), and mahogany with constraints on water and rooting media (S2wa, rc). This information is important to support targeted rehabilitation planning in the Babuat Sub-DAS area. ABSTRAKLahan kritis di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat mengganggu fungsi hidrologis dan produksi wilayah sekitarnya. Penanganan dilakukan melalui rehabilitasi dengan menyesuaikan jenis tanaman terhadap karakteristik lahan, guna meningkatkan produktivitas dan memberikan dampak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memetakan lahan kritis di Sub DAS Babuat serta menganalisis kesesuaian lahan untuk tanaman perkebunan dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Metode yang digunakan meliputi overlay, skoring, dan pembobotan sesuai Perdirjen BPDAS PS No: P.4/V-SET/2013, serta metode matching antara kualitas lahan dan kebutuhan tanaman berdasarkan Balitbangtan (2016) yang diadaptasi dari FAO (1976). Hasil menunjukkan Sub DAS Babuat memiliki lahan tidak kritis seluas 36.990 Ha (19,42%), potensial kritis 91.880 Ha (48,24%), dan agak hingga sangat kritis 61.605 Ha (32,34%). Kesesuaian lahan menunjukkan tanaman karet dan rambutan berada pada kelas S2 (cukup sesuai) dengan kendala ketersediaan air (S2wa), kemiri dengan kendala temperatur dan air (S2tc, wa), durian dengan kendala temperatur, air, dan retensi hara (S2tc, wa, nr), serta mahoni dengan kendala air dan media perakaran (S2wa, rc). Informasi ini penting untuk mendukung perencanaan rehabilitasi yang tepat sasaran di wilayah Sub DAS Babuat.
ANALISIS PENGELOLAAN DANA ABADI TELKOM UNIVERSITY Riswan, Dedy; Hastuti, Tri Yuni; Munadi, Muhammad; Supriyanto, Supriyanto
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5776

Abstract

This study aims to analyze transparency and accountability in the management of the Endowment Fund at Telkom University based on quarterly and annual reports. The Endowment Fund acts as a strategic source of funding to support various programs, ranging from scholarships, research, community service, facility development, to social and religious activities. This study uses a quantitative and qualitative descriptive approach through analysis of official report documents, interviews, and activity observations. The results of the study show that from 2017 to 2024, Telkom University has succeeded in collecting more than IDR 37 billion, with significant growth especially in the last three years. Diversification of funding sources, alumni involvement, and investment through sharia instruments are the advantages of this endowment fund management. Although the management is considered quite transparent and accountable, there are still some shortcomings in the inclusion of budget details in certain activity reports. These findings are expected to be a reference for other higher education institutions in designing a sustainable, inclusive, and welfare-oriented endowment fund management system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Abadi di Telkom University berdasarkan laporan triwulan dan tahunan. Dana Abadi berperan sebagai sumber pembiayaan strategis untuk mendukung beragam program, mulai dari beasiswa, riset, pengabdian masyarakat, pengembangan fasilitas, hingga kegiatan sosial dan keagamaan. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui analisis dokumen laporan resmi, wawancara, dan observasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak 2017 hingga 2024, Telkom University telah berhasil menghimpun lebih dari Rp37 miliar, dengan pertumbuhan signifikan terutama dalam tiga tahun terakhir. Diversifikasi sumber dana, keterlibatan alumni, serta investasi melalui instrumen syariah menjadi keunggulan pengelolaan dana abadi ini. Meskipun pengelolaan dinilai cukup transparan dan akuntabel, masih terdapat beberapa kekurangan dalam pencantuman rincian anggaran pada laporan kegiatan tertentu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan tinggi lainnya dalam merancang sistem pengelolaan dana abadi yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
ANALISIS PENGARUH STARTER EM4 TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DARI KOTORAN HEWAN SAPI, KAMBING DAN KUDA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Aminulloh, Romi; Mufarida, Nely Ana; Bahri, Hairul; Nurhalim, Nurhalim
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5777

Abstract

Energy is a source that cannot be separated from society because it is needed is everyday life, especially natural gas. Society dependece on energy as the popilation increases and energy sumpplies become increasingly depleted can lead to an energy crisis, so a solution is needed, namely alternative energy, namely biogas. The biogas production in this research uses cow, goat and horse manure with EM4 starter. The problem formulation is how the EM4 starter in cow, goat and horse manure affects the volume of gas produced, as wel as how the EM4 starter in cow, goat and horse manure affects pH stability. This research uses a experimental method with tests that include the C/N ration of the material, initial to final pH, temepertur, gas volume, gas composition and fermentation for 32 days. The results and discussion in this research are that goat manure is suitable as an alternative energy because in has an ideal C/N ratio of 21, the ideal initial pH of goat manure is 7, the pH of the mixture is 6.8, the final pH 5.0, has a temperature of 26.6%, the highest gas volume is 7539.84 cm3, the gas composition consists of the smallest oxygen 3.6%, the smallest hydrogen sulfide 2 ppm, carbon dioxide 11 ppm and most importantly the highest methane gas 786 ppm. ABSTRAKEnergi merupakan salah satu sumber yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat karena dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari terutama gas bumi. Ketergantungan masyarakat pada energi dengan seiring bertambahnya penduduk dan pasokan energi semakin menipis dapat menyebabkan kirsis energi sehingga dibutuhkan solusi yaitu energi alternatif biogas. Pembuatan biogas pada penelitian ini menggunakan kotoran hewan ternak sapi, kambing serta kuda dengan starter EM4. Rumusan masalah bagaimana pengaruh starter EM4 pada kotoran sapi, kambing dan kuda terhadap volume gas yang dihasilkan, serta bagaimana pengaruh starter EM4 pada kotoran sapi, kambing dan kuda terhadap kesetabilan pH. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengujian yang meliputi rasio C/N pada bahan, pH awal hingga akhir, suhu, volume gas, komposisi gas dan fermentasi selama 32 hari. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini yaitu kotoran kambing yang cocok sebagai enargi alternatif karena meiliki rasio C/N yang ideal yaitu 21, untuk pH awal kotoran kambing yang ideal 7, pH campuran 6.8, pH akhir 5.0, memiliki suhu 26,6, volume gas tertinggi 7539.84 cm3, komposisi gas terdiri dari oksigen terkecil 3,6%, hydrogen sulfida terkecil 2 pmm, karbon dioksida 11 ppm dan yang utama gas methana tertinggi 786 ppm.
TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX TAMPAK CERVICAL KLINIS SUSPECT CROUP AND COUGH PEDIATRIC DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD dr. R. SOETIJONO BLORA Soraya, Gustiana Eva; Anggraeni, Ari; Wati, Retno
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5778

Abstract

Croup and cough (laryngotracheobronchitis) is an upper respiratory tract infection that causes swelling of the larynx and trachea. This condition typically resolves on its own with the use of analgesics or warm steam. However, if the swelling worsens, further treatment is required, including radiological imaging. Generally, the radiographic projections used for patients with clinical croup and cough are cervical upper airway AP (AnteroPosterior) and lateral views. At the Radiology Department of Dr. R. Soetijono General Hospital in Blora, patients with clinical croup and cough are examined using AP (AnteroPosterior) thoracic projections with a cervical view. This study aims to determine the technique and role of cervical thorax imaging in suspected croup and cough cases. The method used is qualitative with a case study approach. The study subjects include 1 radiology specialist and 3 radiographers. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study revealed that the examination technique used in clinical cases of suspected croup and cough at the Radiology Department of Dr. R. Soetijono General Hospital in Blora is the cervical axial cephalad 15º projection, combining two objects simultaneously. However, this projection has not been able to optimally play a role in diagnosing clinical cases of suspected croup and cough. In conclusion, the use of the AP cervical thoracic projection has not been able to optimally show narrowing in the larynx and trachea regions. ABSTRAKCroup and cough (laryngotracheobronchitis) adalah suatu infeksi saluran pernapasan atas yang menyebabkan pembengkakan pada laring dan trakea, penyakit ini biasanya dapat sembuh sendiri dengan penggunaan obat analgetik maupun uap hangat. Namun jika pembengkakan semakin parah maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut, salah satunya adalah pemeriksaan penunjang radiologi. Pada umumnya proyeksi radiografi yang digunakan pada pasien dengan klinis croup and cough adalah cervical upper airway AP (AnteroPosterior) dan lateral, sedangkan di Instalasi Radiologi RSUD dr. R. Soetijono Blora pada pasien klinis croup and cough menggunakan proyeksi AP (AnteroPosterior) thorax tampak cervical. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik dan peranan pemeriksaan thorax tampak cervical pada klinis suspect croup and cough. Metode menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian 1 dokter spesialis radiologi, dan 3 radiografer. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa teknik pemeriksaan yang digunakan dalam klinis suspect croup and cough di instalasi radiologi RSUD dr. R. Soetijono Blora adalah proyeksi thorax tampak cervical axial chepalad 15º dengan menggabungkan dua objek secara bersamaan, namun proyeksi tersebut belum mampu secara optimal berperan dalam mendiagnosis klinis suspect croup and cough. Kesimpulannya penggunaan proyeksi thorax AP tampak cervical belum mampu secara optimal untuk memperlihatkan penyempitan pada daerah laring dan trakea.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS STARTER EM4 DALAM PROSES PEMBUATAN BIOGAS DARI BATANG POHON PISANG DAN KOTORAN HEWAN TERNAK Gunawan, Arik; Abidin, Asroful; Kosjoko, Kosjoko
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5779

Abstract

Indonesia's energy needs continue to increase every year while natural energy products are running low, for example energy products from fossils, such as coal, natural gas and oil. Transportation, business and electricity generation are the sectors that use the most energy so it can cause a scarcity of energy sources, one of which is natural gas which is used as cooking fuel, namely LPG for the community, for this reason a solution is being sought by using renewable energy sources, namely biogas. Biogas is a gas produced by microorganisms that decompose organic matter under rare anaerobic conditions or through the fermentation process of organic waste using a biodigester. In this research, the materials used were banana tree trunks, cow, goat dung and EM4 which were varied by 0%, 10%, 15% and 20% by testing the role of EM4 on biogas production which included pH, gas volume, gas composition and flame quality. The results of this research are that the pH variation of EM4 15% is considered ideal, namely 6.5 – 7.0, for the highest gas volume, namely 6801.60 cm3, has a gas composition of Oxygen (O2) 6.0%, Hydrogen Sulfide (H_2 S) 379 ppm, Carbon Dioxide (CO_2) 1 ppm, Methane (CH_4) 665 ppm and the flame quality is blue. ABSTRAKKebutuhan energi Indonesia terus meningkat setiap tahunnya sementara hasil energi alam semakin menipis, contoh hasil energi dari fosil, seperti batu bara, gas bumi, dan minyak. Transportasi, bisnis, dan pembangkit listrik adalah sektor yang paling banyak menggunakan energi sehingga dapat menyebabkan kelangkaan seumber energi salah satunya gas bumi yang digunakan sebagai bahan bakar memasak yaitu LPG bagi masayarakat, untuk itu dicarikan solusi dengan menggunakan sumber energi yang dapat diperbaruhi yaitu biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang mengurai bahan organik pada kondisi anaerob yang langka atau melalui proses fermentasi limbah organik menggunakan biodigester. Pada penelitian ini bahan yang digunakan yaitu batang pohon pisang, kotoran sapi, kambing dan EM4 yang divariasikan 0%,10%,15% dan 20% dengan menguji peran EM4 terhadap produksi biogas yang meliputi pH, volume gas, komposisi gas dan kualitas nyala api. Hasil penelitian ini yaitu pada pH variasi EM4 15% tergolong ideal yaitu 6.5 – 7.0, untuk volume gas tertinggi yaitu 6801.60 cm3, memiliki komposisi gas Oksigen ( O2 ) 6,0%, Hydrogen Sulfida ( ) 379 ppm, Karbon Dioksida ( ) 1 ppm, Methana ( ) 665 ppm dan kualitas nyala api bewarna biru.
PERANCANGAN KONSTRUKSI PENAHAN LONGSORAN DENGAN MENGGUNAKAN ALTERNATIF KONSTRUKSI GEOTEXTILE WALL Misnawati, Misnawati; Lianto, Wira
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5780

Abstract

The collapse of the slopes and the widening of river bodies in Tepian street Tabalong district often occurs due to the high rainfall factor causing the water coming from the rain to give pressure and seep into the soil that makes the water cavity bigger, so the coherency between the grains of the soil decreases and causes the capability of the ground against shear is reduced. One of the alternatives to prevent the problem is using the Geotextile Wall design construction that serves to hold the grain of soil and slope collapse. This design requires data of water level and soil mechanics. Water elevation data is used to determine the highest water level, then soil mechanical data will be processed by manual analysis and application aid with Geostudio 2012 and PLAXIS 8.2 to obtain soil stability based on the highest water level in the form of safety factor of 1,5. With two types of heaps, the first type uses a heap of lateritic soil and the second type using a heap of granular soil. Based on the results of calculation analysis used first type model with safety factor 13,892 to overtuning, 3,612 to sliding and 6,62 to the foundation failure for manual analysis. While the safety factor with the help of the application Geostudio 2012 amounted to 2,599 against landslide and with the help of PLAXIS 8.2 application is 1,6991 to against landslide. Total cost required of Rp 4,598,372,000.00. ABSTRAKKeruntuhan lereng dan pelebaran badan sungai di Jalan Tepian Kabupaten Tabalong sering terjadi karena faktor curah hujan yang tinggi mengakibatkan air yang berasal dari hujan memberikan tekanan dan merembes ke dalam tanah yang membuat rongga air semakin besar, sehingga lekatan antar butir tanah berkurang dan menyebabkan kemapuan tanah melawan geser berkurang. Salah satu alternatif untuk mecegah masalah tersebut digunakan perancangan menggunakan konstruksi Geotextile Wall yang berfungsi untuk menahan butiran tanah dan keruntuhan lereng. Perancangan ini memerlukan data elevasi muka air dan mekanika tanah. Data elevasi muka air digunakan untuk mengetahui ketinggian muka air tertinggi, selanjutnya data mekanika tanah akan diolah dengan cara analisis manual dan bantuan aplikasi Geostudio 2012 serta PLAXIS 8.2 untuk memperoleh stabilitas tanah berdasarkan ketinggian muka air tertinggi berupa angka keamanan sebesar 1,5. Dengan dua tipe timbunan, tipe pertama menggunakan timbunan berupa tanah laterit dan tipe kedua menggunakan timbunan berupa tanah granular. Berdasarkan hasil analisis perhitungan digunakan permodelan tipe pertama dengan angka keamanan 13,892 terhadap guling, 3,612 terhadap geser dan 6,62 terhadap daya dukung untuk analisis manual. Sedangkan angka keamanan dengan bantuan aplikasi Geostudio 2012 sebesar 2,599 terhadap kelongsoran dan dengan bantuan aplikasi PLAXIS 8.2 sebesar 1,6991 terhadap kelongsoran. Total biaya yang diperlukan sebesar Rp 4.598.372.000,00.
PENATAAN PULAU KECIL DENGAN KONSEP EKOWISATA DI PULAU PASUMPAHAN Prafitri, Resky; Kesaulya, Hertine Megiestri; Aswad, Wa Ode Sitti Jurianti
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5781

Abstract

Pasumpahan Island in Padang City has great potential as an ecotourism destination, but its unplanned development risks causing environmental degradation and conflicts over space use. Careful planning is needed to align tourism activities with long-term conservation efforts. Therefore, this study aims to analyze the potential and biophysical carrying capacity of the island and formulate a spatial planning concept based on sustainable ecotourism principles. This study uses a descriptive method with a spatial analysis approach. The research stages include site analysis to identify physical characteristics, analysis of regional carrying capacity to determine development capacity limits, and analysis of the application of ecotourism principles in the local context. The results of the study produced a spatial planning concept that divides Pasumpahan Island into three main zones: a conservation zone to protect coastal ecosystems and vegetation; a buffer zone as a center for controlled ecotourism activities such as environmental education; and a service zone concentrated on environmentally friendly accommodation and supporting facilities. This concept is designed based on the pillars of ecotourism, namely conservation, empowerment of the local community economy, and increasing environmental awareness for tourists. It is concluded that the application of this zoning model is a crucial integrative strategy to optimize the tourism potential of Pasumpahan Island in a sustainable manner. ABSTRAKPulau Pasumpahan di Kota Padang memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata, namun pengembangannya yang belum terencana berisiko menimbulkan degradasi lingkungan dan konflik pemanfaatan ruang. Diperlukan sebuah perencanaan yang matang untuk menyelaraskan aktivitas pariwisata dengan upaya konservasi jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan daya dukung biofisik pulau serta merumuskan konsep penataan ruang berbasis prinsip ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis spasial. Tahapan penelitian meliputi analisis tapak untuk mengidentifikasi karakteristik fisik, analisis daya dukung kawasan untuk menentukan batas kapasitas pengembangan, serta analisis penerapan prinsip-prinsip ekowisata pada konteks lokal. Hasil penelitian menghasilkan konsep penataan ruang yang membagi Pulau Pasumpahan menjadi tiga zona utama: zona konservasi untuk melindungi ekosistem pesisir dan vegetasi; zona penyangga sebagai pusat kegiatan ekowisata terkendali seperti edukasi lingkungan; serta zona pelayanan yang terkonsentrasi untuk akomodasi dan fasilitas pendukung ramah lingkungan. Konsep ini dirancang berdasarkan pilar ekowisata, yaitu konservasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, serta peningkatan kesadaran lingkungan bagi wisatawan. Disimpulkan bahwa penerapan model zonasi ini merupakan strategi integratif yang krusial untuk mengoptimalkan potensi wisata Pulau Pasumpahan secara berkelanjutan.
ANALISIS PENGUNGKAPAN BIAYA LINGKUNGAN PADA PERUMDAM MUARA TIRTA KOTA GORONTALO Rosmiati, Rosmiati; Mahdalena, Mahdalena; Lukum, Amir
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5833

Abstract

This study aims to analyze the disclosure of environmental costs at PERUMDAM Muara Tirta, Gorontalo City. The background of this research is the low transparency and accountability regarding environmental costs, which have not been disclosed in a structured manner. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that PERUMDAM Muara Tirta has not implemented a structured environmental accounting system. Costs related to the environment, such as source water maintenance, waste management, and chemical usage, are still combined within operational expenses without specific classification as environmental costs. Furthermore, the company does not have a dedicated report on waste management and lacks adequate wastewater treatment installation (IPAL). The main obstacles faced are the absence of clear regulations or environmental accounting standards and the limited human resources knowledgeable in environmental accounting. This study recommends the development of an environmental accounting system and the preparation of separate environmental cost reports to improve the company’s transparency and accountability regarding environmental impacts, as well as to provide more accurate information to stakeholders. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan biaya lingkungan pada PERUMDAM Muara Tirta Kota Gorontalo. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya transparansi dan akuntabilitas terhadap biaya lingkungan yang belum diungkapkan secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PERUMDAM Muara Tirta belum menerapkan sistem akuntansi lingkungan secara terstruktur. Biaya-biaya yang berkaitan dengan lingkungan, seperti pemeliharaan sumber air, pengelolaan limbah, dan penggunaan bahan kimia, masih digabungkan dalam beban operasional tanpa klasifikasi khusus sebagai biaya lingkungan. Selain itu, perusahaan belum memiliki laporan khusus mengenai pengelolaan limbah dan belum dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memadai. Hambatan utama yang dihadapi adalah belum adanya regulasi atau standar akuntansi lingkungan yang jelas serta keterbatasan sumber daya manusia yang memahami akuntansi lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan sistem akuntansi lingkungan dan penyusunan laporan biaya lingkungan secara terpisah agar transparansi dan akuntabilitas perusahaan terhadap dampak lingkungan dapat ditingkatkan, serta memberikan informasi yang lebih akurat kepada para pemangku kepentingan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENERTIBAN HEWAN TERNAK DI DESA BILATO KECAMATAN BILATO KABUPATEN GORONTALO Humonggio, Reymansyah; Djaafar, Lucyanee; Hamim, Udin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5847

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the local government policy of Gorontalo Regency regarding the control of free-roaming livestock in Bilato Village and to identify the factors that hinder its execution. The issue of stray livestock not only disrupts public order but also damages residents’ crops and poses risks to road users. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through field observations, in-depth interviews with government officials and community members, as well as documentation of relevant policies. The findings reveal that although the policy is legally established through Regional Regulation No. 4 of 2014, its implementation remains suboptimal. Several obstacles were identified, including weak legal structures at the village level, the absence of supporting Village Regulations (Perdes), low public legal awareness, limited human and financial resources, and poor coordination among implementing agencies. The study recommends strengthening local regulations, enhancing public legal education, and ensuring adequate resource support to facilitate effective and sustainable livestock control. Furthermore, collaboration between the Civil Service Police Unit (Satpol PP) and village governments needs to be improved to enhance on-site monitoring and enforcement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo dalam penertiban hewan ternak yang berkeliaran di Desa Bilato serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaannya. Masalah hewan ternak lepas tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga merusak tanaman warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan aparat pemerintah dan masyarakat, serta dokumentasi kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penertiban telah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014, tetapi implementasinya belum maksimal. Hambatan yang dihadapi meliputi lemahnya struktur hukum di tingkat desa, belum tersusunnya Peraturan Desa (Perdes) pendukung, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, terbatasnya sumber daya manusia dan anggaran, serta kurangnya koordinasi antarinstansi pelaksana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi lokal, peningkatan sosialisasi hukum secara masif, serta dukungan sumber daya yang memadai agar penertiban hewan ternak dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara Satpol PP dan pemerintah desa juga perlu ditingkatkan guna memperkuat pengawasan di lapangan.