cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 328 Documents
KOMUNIKASI DALAM PEWARISAN SENI LUKIS WAYANG KACA DI DESA NAGASEPAHA KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG Kadek Nova Pramana Putra; I Kadek Edi Palguna; I Nyoman Ariyoga Ariyoga
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15703

Abstract

ABSTRAK Seni lukis wayang kaca di Desa Nagasepaha, Kabupaten Buleleng, merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang memiliki nilai estetika, historis, dan spiritual yang tinggi. Namun, keberlanjutannya menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait dengan proses regenerasi dan minimnya minat generasi muda akibat perubahan orientasi ekonomi dan karier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pewarisan seni lukis wayang kaca bagi generasi muda, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan untuk mempertahankan keberlangsungan kesenian tersebut. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan tiga landasan teori, yaitu Teori Pewarisan Budaya Cavalli-Sforza dan Feldman untuk melihat bentuk transmisi, Teori Komunikasi Persuasif DeFleur dan Ball-Rokeach untuk menganalisis strategi komunikasi, serta Teori Atribusi Fritz Heider untuk memahami motivasi dan perilaku pelestarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pewarisan seni lukis wayang kaca berlangsung melalui tiga pola transmisi, yaitu transmisi vertikal (keluarga), horizontal (teman sebaya), dan miring/oblique (seniman kepada generasi muda); (2) strategi komunikasi persuasif diterapkan secara terencana, sistematis, berorientasi pada audiens, serta disesuaikan dengan kemampuan peserta guna menumbuhkan kesadaran dan minat generasi muda; dan (3) tantangan pelestarian seperti terbatasnya jumlah pelukis dan kurang rutinnya kegiatan sanggar dipengaruhi oleh faktor internal (kesadaran dan tanggung jawab pribadi) serta faktor eksternal (dukungan lingkungan dan ruang kegiatan). Dengan demikian, keberlanjutan seni lukis wayang kaca memerlukan sinergi antara proses pewarisan yang berkelanjutan, strategi komunikasi yang adaptif, serta dukungan eksternal yang aktif.   ABSTRACT Glass wayang painting in Nagasepaha Village, Buleleng Regency, is an intangible cultural heritage possessing high aesthetic, historical, and spiritual values. However, its sustainability faces various challenges, particularly regarding generational renewal and the diminishing interest of the younger generation due to shifting economic and career orientations. This study aims to analyze the forms of cultural transmission of glass wayang painting to the younger generation, identify the obstacles encountered, and describe the communication strategies employed to maintain the continuity of this traditional art. Utilizing a qualitative method with a descriptive approach, data collection was conducted through observation, semi-structured interviews, and documentation. This research applies three theoretical frameworks: Cavalli-Sforza and Feldman’s Cultural Transmission Theory to examine transmission patterns, DeFleur and Ball-Rokeach’s Persuasive Communication Theory to analyze communication strategies, and Fritz Heider’s Attribution Theory to understand preservation behaviors and motivations. The results indicate that: (1) the transmission of glass wayang painting occurs through three patterns vertical (family), horizontal (peers), and oblique (artists to the younger generation); (2) persuasive communication strategies are applied in a planned, systematic, audience-oriented manner tailored to participants' abilities to foster awareness and interest among youth; and (3) preservation challenges, such as the limited number of painters and infrequent studio activities, are influenced by internal factors (personal awareness and responsibility) and external factors (environmental support and activity spaces). Consequently, the sustainability of glass wayang painting requires synergy among continuous cultural transmission, adaptive communication strategies, and active external support.  
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, KEPUASAN KERJA, DAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI DIMENSI MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI Nada Dikurnia Raharjo; Toto Suharto; Fauzi Muharom
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15781

Abstract

ABSTRACT Employee performance in educational organizations is not only related to individual ability but also to leadership conditions, job satisfaction, and organizational culture. However, studies that simultaneously describe the relationships of these three aspects with employee performance in madrasah contexts remain limited, making this research important for providing empirical evidence for management. This study aimed to analyze the relationships of transformational leadership style, job satisfaction, and organizational culture with employee performance at MTs Negeri 3 Karanganyar. The study employed a quantitative approach with an associative design and involved 35 employees selected through quota sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using simple linear regression and Spearman Rank correlation. The results showed a positive and statistically significant relationship between work motivation and employee performance, with a t-value of 4.356 and significance of 0.000. Dimensionally, transformational leadership showed a strong correlation with employee performance (rₛ=0.610), while job satisfaction (rₛ=0.419) and organizational culture (rₛ=0.404) showed moderate correlations. In conclusion, these three aspects were positively related to employee performance and may inform educational organization management. The findings may support evaluation of leadership, working conditions, organizational culture, and future research using comprehensive models. ABSTRAK Kinerja pegawai dalam organisasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu, tetapi juga dengan kondisi kepemimpinan, kepuasan kerja, dan budaya organisasi. Namun, kajian yang secara bersamaan menggambarkan keterkaitan ketiga aspek tersebut dengan kinerja pegawai pada konteks madrasah masih perlu diperkuat, sehingga penelitian ini penting untuk memberikan gambaran empiris bagi pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaya kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, dan budaya organisasi dengan kinerja pegawai di MTs Negeri 3 Karanganyar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan melibatkan 35 pegawai yang dipilih melalui quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana serta korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara motivasi kerja dan kinerja pegawai dengan nilai t-hitung 4,356 dan signifikansi 0,000. Secara dimensional, gaya kepemimpinan transformasional memiliki korelasi kuat dengan kinerja pegawai (rₛ=0,610), sedangkan kepuasan kerja (rₛ=0,419) dan budaya organisasi (rₛ=0,404) memiliki korelasi sedang. Kesimpulannya, ketiga aspek tersebut berkaitan positif dengan kinerja pegawai dan dapat menjadi pertimbangan dalam pengelolaan organisasi pendidikan. Temuan ini dapat menjadi dasar evaluasi kepemimpinan, kondisi kerja, dan budaya organisasi, serta pengembangan penelitian dengan model yang lebih komprehensif pada masa mendatang di lingkungan.
PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI TOOLS) DAN GAMIFIKASI DALAM BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Yunia Khoirun Nisa; Muhammad Fahrudin; Lufia Oktavira; Ilyas Rozak Hanafi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15963

Abstract

The development of digital technology, particularly artificial intelligence (AI) and gamification, provides opportunities to develop more diverse and interactive Islamic Religious Education (PAI) teaching materials. However, their use still requires pedagogical considerations and teacher involvement to ensure the relevance and quality of teaching materials. This study aims to analyze the use of AI and gamification in developing PAI teaching materials and identify the respective contributions of each to supporting learning. This study employs a qualitative approach using a literature review method. The literature prioritized publications from 2022–2026 that were relevant to the focus of the study, contained verifiable academic and bibliographic information, and were not popular-informative sources. The selection process involved reviewing titles and abstracts, examining content relevance, and verifying bibliographic information, followed by data analysis through identification, categorization, interpretation, and thematic synthesis. The findings show that AI primarily supports the production, development, adaptation, and diversification of teaching materials, whereas gamification is mainly used to enrich presentation and learning experiences, making them more interactive. The two approaches serve different functions but can complement each other, with teachers remaining responsible for directing, selecting, validating, and controlling the quality of teaching materials. The integration of AI and gamification can serve as a conceptual strategy for enriching the development and presentation of PAI teaching materials, although the findings do not constitute empirical evidence of the effectiveness of any particular product or instructional model. Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan gamifikasi, membuka peluang pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang lebih beragam dan interaktif. Namun, pemanfaatannya tetap memerlukan pertimbangan pedagogis serta keterlibatan guru untuk memastikan kesesuaian dan kualitas bahan ajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan AI dan gamifikasi dalam pengembangan bahan ajar PAI serta mengidentifikasi kontribusi masing-masing dalam mendukung pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Literatur yang diprioritaskan adalah publikasi tahun 2022–2026 yang relevan dengan fokus kajian, memiliki informasi akademik dan bibliografis yang dapat diverifikasi, serta bukan sumber populer-informatif. Seleksi dilakukan melalui penelaahan judul dan abstrak, pemeriksaan relevansi isi, dan verifikasi informasi bibliografis, kemudian data dianalisis melalui tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI terutama mendukung produksi, pengembangan, adaptasi, dan variasi bahan ajar, sedangkan gamifikasi lebih banyak digunakan untuk memperkaya penyajian dan pengalaman belajar agar lebih interaktif. Keduanya memiliki fungsi berbeda tetapi dapat saling melengkapi, dengan guru tetap berperan sebagai pengarah, pemilih, validator, dan pengendali kualitas bahan ajar. Integrasi AI dan gamifikasi dapat menjadi strategi konseptual untuk memperkaya pengembangan dan penyajian bahan ajar PAI, meskipun hasil kajian ini bukan bukti efektivitas empiris suatu produk atau model pembelajaran.
ANALISIS KEBUTUHAN BELAJAR DAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK SEBAGAI LANDASAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN Inkha’un Ni’mah; Magfirotul Azizah; Alwi Abdul Aziz; Ilyas Rozak Hanafi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15976

Abstract

ABSTRACT The analysis of learning needs and learner characteristics is an important stage in instructional planning because learners differ in their prior knowledge, readiness, interests, motivation, experiences, learning profiles, and socio-emotional conditions. This study aims to analyze the findings of a literature review on learning needs and learner characteristics and their implications for instructional planning. The study employs a qualitative research design with a library research approach by reviewing 26 scientific journal articles published between 2021 and 2025 that are relevant to diagnostic assessment, learner characteristics, differentiated instruction, personalized learning, formative feedback, and Universal Design for Learning. The literature synthesis identified four main findings. First, information on learners’ prior knowledge, interests, readiness, and profiles serves as an important basis for determining instructional strategies. Second, diagnostic and formative assessments help teachers obtain data that can be used to adjust instruction. Third, differentiated instruction, personalization, and inclusive instructional design can be used to respond to learner diversity. Fourth, instructional adjustments need to be implemented flexibly and should not treat learning profiles as fixed labels. Based on these findings, the analysis of learning needs should be positioned as an ongoing process that connects learner characteristics with instructional planning, implementation, and adjustment to make learning more responsive, adaptive, and inclusive. Analisis kebutuhan belajar dan karakteristik peserta didik merupakan tahap penting dalam perencanaan pembelajaran karena peserta didik memiliki perbedaan dalam kemampuan awal, kesiapan, minat, motivasi, pengalaman, profil belajar, dan kondisi sosial-emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil kajian literatur mengenai kebutuhan belajar dan karakteristik peserta didik serta implikasinya terhadap perencanaan pembelajaran.  Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap 26 artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan pada periode 2021–2025 dan relevan dengan asesmen diagnostik, karakteristik peserta didik, pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran personal, umpan balik formatif, dan Universal Design for Learning. Hasil sintesis literatur menunjukkan empat temuan utama. Pertama, informasi tentang kemampuan awal, minat, kesiapan, dan profil peserta didik menjadi dasar penting untuk menentukan strategi pembelajaran. Kedua, asesmen diagnostik dan formatif membantu guru memperoleh data yang dapat digunakan untuk menyesuaikan pembelajaran. Ketiga, pembelajaran berdiferensiasi, personalisasi, dan desain pembelajaran yang inklusif dapat digunakan untuk merespons keragaman peserta didik. Keempat, penyesuaian pembelajaran perlu dilakukan secara fleksibel dan tidak menjadikan profil belajar sebagai label tetap. Berdasarkan hasil tersebut, analisis kebutuhan belajar perlu ditempatkan sebagai proses berkelanjutan yang menghubungkan karakteristik peserta didik dengan perencanaan, pelaksanaan, dan penyesuaian pembelajaran agar lebih responsif, adaptif, dan inklusif.
ANALISIS ASESMEN TERHADAP KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK M nurul Huda; Siti Nur Laela Lestari; Maila Dwi Yasika; Ilyas Rozak Hanafi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15977

Abstract

ABSTRACT ​The implementation of the new learning paradigm requires student-centered instruction that accommodates the diverse needs and characteristics of learners. In Akidah Akhlak learning, diagnostic assessment is necessary to obtain information about students’ initial conditions as a basis for adaptive instructional planning. This study aims to examine the role of diagnostic assessment in identifying students’ needs and characteristics and its implications for Akidah Akhlak instructional planning. This research employed a literature review method using a descriptive-qualitative approach and inductive analysis. The research stages included identifying, selecting, thematically categorizing, comparing, and synthesizing relevant literature. The findings indicate that cognitive diagnostic assessment plays a role in mapping students’ readiness and prior understanding, while non-cognitive diagnostic assessment helps identify their interests, learning styles, motivation, and psychological and social backgrounds. In Akidah Akhlak learning, this information provides a basis for teachers to adjust learning content, processes, products, and environments according to students’ needs. Furthermore, diagnostic assessment supports the development of attitudes, morality, and the internalization of moral values through more contextualized instructional planning. Therefore, diagnostic assessment serves as an important foundation for designing Akidah Akhlak learning that is adaptive, purposeful, and responsive to learner diversity. ABSTRAK Penerapan paradigma pembelajaran baru menuntut pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan serta karakteristiknya. Dalam konteks pembelajaran Akidah Akhlak, asesmen diagnostik diperlukan untuk memperoleh gambaran awal peserta didik sebagai dasar perencanaan pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik peserta didik serta implikasinya terhadap perencanaan pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis induktif. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, perbandingan, dan sintesis terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik kognitif berperan dalam memetakan kesiapan dan pemahaman awal peserta didik, sedangkan asesmen nonkognitif membantu mengidentifikasi minat, gaya belajar, motivasi, serta latar belakang psikologis dan sosial peserta didik. Dalam pembelajaran Akidah Akhlak, informasi tersebut menjadi dasar bagi guru untuk menyesuaikan konten, proses, produk, dan lingkungan belajar sesuai kebutuhan peserta didik. Selain itu, asesmen diagnostik mendukung pembentukan sikap, moral, dan internalisasi nilai-nilai akhlak melalui perencanaan pembelajaran yang lebih kontekstual. Dengan demikian, asesmen diagnostik merupakan landasan penting dalam merancang pembelajaran Akidah Akhlak yang adaptif, terarah, dan responsif terhadap keberagaman peserta didik.
ANALISIS POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN DAN EVALUASI DOKUMEN UKL UPL PADA TAHAP PRA-KONSTRUKSI HINGGA PASCA-OPERASIONAL PT SAKTI PANGAN PERKASA Rian Hermawan; Elvis Umbu Lolo
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i4.16004

Abstract

ABSTRACT Food industry activities have the potential to affect air, water, and soil quality, socioeconomic conditions, and resource use, thereby requiring planned environmental management and monitoring. This study aims to identify potential environmental impacts of the activities of PT Sakti Pangan Perkasa, evaluate the compliance of its UKL-UPL document, analyze the adequacy, risks, and potential effectiveness of environmental management, and formulate mitigation strategies. The study employed a qualitative descriptive method with a case study and evaluative approach. Data were obtained through a review of the UKL-UPL document, observations, interviews, documentation, relevant laws and regulations, and scientific literature. The analysis involved identifying impacts at each stage of the activities, comparing them with the planned environmental management and monitoring measures, and assessing compliance, adequacy, risks, and potential effectiveness based on the measurability of monitoring indicators. The results show that potential impacts occur at all stages of the activities, with the operational stage having the highest complexity of impacts. Of the 18 components evaluated, 11 components (61.11%) were considered compliant, while 7 components (38.89%) were considered sufficiently compliant. In terms of adequacy, 15 components (83.33%) met the adequacy criteria, while 3 components (16.67%) still required strengthening. Mitigation strategies focus on dust control, wastewater and B3 waste management, resource efficiency, transportation management, and the management of socioeconomic impacts. The UKL-UPL document provides a basis for environmental management but still requires improvements in monitoring indicators and performance measures so that the potential effectiveness of environmental management can be assessed more measurably. ABSTRAK Kegiatan industri pangan berpotensi menimbulkan dampak terhadap kualitas udara, air, tanah, sosial ekonomi, dan penggunaan sumber daya sehingga memerlukan pengelolaan dan pemantauan yang terencana. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dampak lingkungan pada kegiatan PT Sakti Pangan Perkasa, mengevaluasi kesesuaian dokumen UKL-UPL, serta menganalisis kecukupan, risiko, dan potensi efektivitas pengelolaan lingkungan serta merumuskan strategi mitigasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan evaluatif. Data diperoleh melalui telaah dokumen UKL-UPL, observasi, wawancara, dokumentasi, peraturan perundang-undangan, dan literatur ilmiah. Analisis dilakukan melalui identifikasi dampak pada setiap tahapan kegiatan, perbandingan dengan rencana pengelolaan dan pemantauan, serta penilaian kesesuaian, kecukupan, risiko, dan potensi efektivitas berdasarkan keterukuran indikator pemantauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dampak terdapat pada seluruh tahapan kegiatan, dengan tahap operasional memiliki kompleksitas dampak paling tinggi. Dari 18 komponen yang dievaluasi, 11 komponen (61,11%) dinilai sesuai dan 7 komponen (38,89%) cukup sesuai. Sebanyak 15 komponen (83,33%) memenuhi kriteria kecukupan, sedangkan 3 komponen (16,67%) memerlukan penguatan. Strategi mitigasi diarahkan pada pengendalian debu, pengelolaan air limbah dan limbah B3, efisiensi sumber daya, transportasi, serta dampak sosial ekonomi. Dokumen UKL-UPL telah memberikan dasar pengelolaan lingkungan, tetapi masih memerlukan penyempurnaan indikator pemantauan dan ukuran keberhasilan agar potensi efektivitas pengelolaan dapat dinilai lebih terukur.
ANALISIS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NONCETAK & DIGITAL (E-MODUL/FLIPBOOK) Zena Avita; Melinda Agustina Putri; Shinta Nuriyah; Ilyas Rozak Hanafi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.16008

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology in education has encouraged changes in the provision of teaching materials, including in Qur’an and Hadith subjects. Teaching materials that were previously provided mainly in printed form have increasingly been developed in non-print and digital formats, including e-modules and flipbooks. This study aims to analyze the development of non-print and digital teaching materials in the form of e-modules and flipbooks for Qur’an and Hadith subjects based on findings from previous studies. This study employs a descriptive qualitative approach using a literature study method. Data were obtained from various journal articles and academic sources relevant to the development and use of digital teaching materials in Qur’an and Hadith learning and were analyzed through the processes of identification, categorization, comparison, and interpretation of findings from previous studies. The analysis shows that e-modules and flipbooks have the potential to support Qur’an and Hadith learning by presenting materials systematically, attractively, and flexibly, while incorporating multimedia elements and learning activities. Several studies indicate that these digital teaching materials demonstrate good levels of feasibility and practicality and can support the learning process. However, their use still has limitations, particularly in terms of device availability, internet access, technological skills, and the quality of instructional design. Overall, the findings indicate that e-modules and flipbooks have complementary functions in Qur’an and Hadith learning, with e-modules emphasizing the structure and systematic organization of learning materials, while flipbooks emphasize visual and interactive presentation. Thus, the findings show that the development of relevant digital teaching materials is determined not only by the use of technology but also by the suitability of the subject matter, students’ needs, ease of use, and the availability of learning facilities and infrastructure. Perkembangan teknologi digital dalam bidang pendidikan mendorong perubahan dalam penyediaan bahan ajar, termasuk pada mata pelajaran Al-  Qur’an Hadis. Bahan ajar yang sebelumnya banyak menggunakan bentuk cetak mulai dikembangkan dalam bentuk noncetak dan digital, salah satunya berupa e-modul dan flipbook. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan bahan ajar noncetak dan digital berupa e-modul dan flipbook pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai artikel jurnal dan sumber akademik yang relevan dengan pengembangan dan penggunaan bahan ajar digital dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis, kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan interpretasi terhadap temuan penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa e-modul dan flipbook memiliki potensi sebagai bahan ajar yang mendukung pembelajaran Al-Qur’an Hadis karena dapat menyajikan materi secara sistematis, menarik, fleksibel, serta dilengkapi unsur multimedia dan aktivitas pembelajaran. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar digital tersebut memperoleh tingkat kelayakan dan kepraktisan yang baik serta dapat mendukung proses pembelajaran. Namun, penggunaannya tetap memiliki keterbatasan, terutama berkaitan dengan ketersediaan perangkat, akses internet, kemampuan teknologi, dan kualitas desain bahan ajar. Secara keseluruhan, hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul dan flipbook memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis, dengan e-modul lebih menekankan struktur dan sistematika materi, sedangkan flipbook lebih menonjolkan penyajian visual dan interaktif. Dengan demikian, temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar digital yang relevan tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kesesuaian materi, kebutuhan peserta didik, kemudahan penggunaan, serta kondisi sarana dan prasarana pembelajaran.
PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SDN 63 PALEMBANG Devika Septiani; Anisah; Ocha Anggraini; Putri Maharani; Helita Septaria; Mania Emilia
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video-based learning media can present Science and Social Studies (IPAS) content in a more concrete, engaging, and accessible manner for elementary school students. Appropriate instructional media are important because students may experience difficulties in understanding learning materials when instruction relies primarily on verbal explanations. This study aimed to examine the improvement in the understanding of Grade III students at SD Negeri 63 Palembang following the use of learning videos in IPAS instruction. A quantitative approach with a One-Group Pretest-Posttest design was employed. The population consisted of 21 Grade III students in one class, with total sampling used. Data were collected through comprehension tests administered as pretest and posttest, along with a student response questionnaire. Students first completed the pretest, received IPAS instruction using learning videos, and subsequently completed the posttest and questionnaire. The results showed that the mean comprehension score increased from 53.81 on the pretest to 77.05 on the posttest, representing an increase of 23.24 points or 43.19%. The paired-sample t-test yielded t = 6.806 with p = 0.000001 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest scores. The mean N-Gain score was 0.462, categorized as moderate. Students’ responses to the learning videos reached 80.79%, indicating a positive response. Thus, the use of learning videos was accompanied by an improvement in students’ understanding of IPAS and positive responses toward the instructional media. However, the absence of a comparison group limits causal interpretation of the findings. ABSTRAK Media video dapat membantu menyajikan materi IPAS secara lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penggunaan media yang sesuai menjadi penting karena pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran masih dapat mengalami kendala apabila pembelajaran didominasi penyampaian materi secara verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa Kelas III SD Negeri 63 Palembang pada mata pelajaran IPAS setelah menggunakan video pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas III pada satu rombongan belajar yang berjumlah 21 siswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman berupa pretest dan posttest serta angket respons siswa. Prosedur penelitian dilakukan dengan memberikan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa, dilanjutkan pembelajaran menggunakan video, kemudian diberikan posttest untuk mengukur perubahan pemahaman dan angket untuk mengetahui respons siswa terhadap penggunaan video pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman siswa meningkat dari 53,81 pada pretest menjadi 77,05 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 23,24 poin atau 43,19%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t = 6,806 dengan p = 0,000001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,462 berada pada kategori sedang. Respons siswa terhadap penggunaan video pembelajaran memperoleh persentase 80,79% dengan kategori positif. Dengan demikian, penggunaan video pembelajaran diikuti oleh peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS, disertai respons positif siswa terhadap penggunaan media tersebut.