cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 152 Documents
ANAPHYLACTIC SHOCK DUE TO BEE BROOD AND DRONE CONSUMPTION: A RARE CASE Farah Ibnu Khan; Laurentius Johan Ardian
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.11358

Abstract

Anaphylactic shock is severe manifestation of anaphylactic reaction. Anaphylactic is rapid onset systemic hypersensitivity reaction and potentially life threatening. The trigger factors of anaphylactic is various. One of them is animal venom such as honey bee venom from Hymenoptera order. Anaphylactic due to bee drone brood consumption is rarely reported. In this case, will be presented a 19-year-old male who comes to emergency department with hypotension, tachycardia, angioedema, general urticarial, and high level of leucocyte after an hour consumed bee drone and brood food product. In emergency department, soon after he came, was given epinephrine 0,3 ml intravena, hemodynamics stabilization, and he was treated in hospital. After one day treated, there was no other symptoms and there was improvement of conditions. By the advice of internist, patient was discharged. Food allergy by the honeybee and the product is rarely reported but it can be a life-threatening case. The right and rapid therapy is very needed in this case for giving the best output for the patient. ABSTRAK Syok anafilaksis merupakan suatu manifestasi dari reaksi anafilaksis berat. Anafilaksis sendiri adalah reaksi hipersensitivitas sistemik dengan onset cepat yang dapat menyebabkan kematian. Faktor pemicu anafilaksis beraneka ragam salah satunya adalah racun dari hewan salah satunya adalah lebah madu dari ordo hymenoptera. Kasus anafilaksis akibat konsumsi larva, pupa, dan lebah muda sendiri masih jarang dilaporkan. Pada laporan kasus kali ini akan dipaparkan tentang seorang laki-laki berusia 19 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan hipotensi, takikardia, angioedema, urtikaria generalisata, dan peningkatan leukosit setelah mengonsumsi makanan olahan dari tawon. Saat di Instalasi Gawat Darurat pasien diberikan injeksi epinefrin 0,3 ml secara intravena segera setelah pasien datang dan dilakukan stabilisasi hemodinamik serta rawat inap di Rumah Sakit. Satu hari setelah perawatan tidak ada gejala tambahan dan terdapat perbaikan kondisi, atas advis dokter spesialis penyakit dalam, pasien dipulangkan. Alergi makanan olahan dari tawon memang jarang dilaporkan, namun dapat menjadi kasus yang mengancam nyawa. Tatalaksana yang cepat dan tepat sangat diperlukan pada kasus seperti ini untuk dapat memberikan output yang baik.  
ANALISIS KARAKTERISTIK PERILAKU ANAK DENGAN DUGAAN ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) DI SEKOLAH DASAR Siti Khoiria; Widya Yasfi Nabila; Ahmad Fajar Ridha Rizqillah; Aprilia Nurul Khusnah; Juhairiyah Juhairiyah; Nova Estu Harsiwi
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.11360

Abstract

This research was motivated by the presence of elementary school students who showed hyperactive behavior, difficulty concentrating, and difficulty controlling their behavior during the learning process. These conditions indicate suspected Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), which can affect student participation in classroom learning. This study aimed to analyze the behavioral characteristics of children with suspected ADHD in fourth-grade students at SDN Keleyan 1. The research used a qualitative approach with a descriptive research design. The informants consisted of the fourth-grade homeroom teacher and fourth-grade students of SDN Keleyan 1 in the 2025/2026 academic year. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis employed the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students with suspected ADHD demonstrated characteristics of inattention, hyperactivity, and impulsivity, such as difficulty focusing, being easily distracted, inability to sit calmly, frequently moving around, and difficulty controlling behavior and emotions during learning activities. These conditions affected both academic and social aspects of the learning process. Teachers implemented strategies such as ice breaking activities, the use of visual media, and interactive learning methods to improve students’ focus and engagement in classroom learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik sekolah dasar yang menunjukkan perilaku hiperaktif, sulit memusatkan perhatian, serta kesulitan mengontrol perilaku selama proses pembelajaran berlangsung. Kondisi tersebut mengarah pada dugaan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang dapat memengaruhi keterlibatan siswa dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perilaku anak dengan dugaan ADHD pada siswa kelas IV di SDN Keleyan 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri atas wali kelas IV dan siswa kelas IV SDN Keleyan 1 tahun pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan dugaan ADHD memiliki karakteristik inatensi, hiperaktivitas, dan impulsivitas yang tampak melalui perilaku sulit fokus, mudah terdistraksi, tidak dapat duduk tenang, sering berpindah tempat, serta kurang mampu mengontrol perilaku dan emosi selama pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak pada proses pembelajaran baik secara akademik maupun sosial. Guru menerapkan strategi berupa ice breaking, penggunaan media visual, dan metode pembelajaran interaktif untuk membantu meningkatkan fokus serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran.