cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 189 Documents
PERBEDAAN PENGETAHUAN PERAWATAN PAYUDARAPADA IBU NIFAS SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN VIDEO EDUKASI BREASTMOM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI Alvita Ardiyanti Puspita; Indah Rahmaningtyas; Lumastari Ajeng Wijayanti; Sumy Dwi Antono
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13858

Abstract

ABSTRACT Breast care is an essential aspect of the postpartum period to support successful breastfeeding and prevent complications such as breast engorgement, sore nipples, and mastitis. However, many postpartum mothers still have limited knowledge regarding proper breast care. This study aimed to determine the effect of the Breastmom educational video on postpartum mothers' knowledge of breast care in the working area of Sukorame Public Health Center, Kediri City. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The study population consisted of 40 postpartum mothers, with a sample of 36 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using a 20-item knowledge questionnaire administered before and after a 7-day intervention using the Breastmom educational video. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before the intervention, most respondents had a moderate level of knowledge (58.3%), whereas after the intervention, nearly all respondents demonstrated a good level of knowledge (94.4%). The Wilcoxon test yielded a Z value of −5.197 with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant improvement in knowledge following the educational video intervention. Therefore, the Breastmom educational video is an effective health education medium for improving postpartum mothers' knowledge of breast care. ABSTRAK Perawatan payudara merupakan aspek penting pada masa nifas untuk mendukung kelancaran menyusui dan mencegah komplikasi seperti bendungan ASI, puting lecet, serta mastitis. Namun, masih ditemukan ibu nifas yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai perawatan payudara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi Breastmom terhadap pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 40 ibu nifas, dengan sampel sebanyak 36 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang terdiri atas 20 pertanyaan, yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi Breastmom selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (58,3%), sedangkan setelah intervensi hampir seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (94,4%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = −5,197 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian video edukasi Breastmom. Dengan demikian, video edukasi Breastmom efektif digunakan sebagai media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai perawatan payudara.
HUBUNGAN TEKNIK PERLEKATAN MENYUSUI DENGAN DURASI SESI PEMBERIAN ASI IBU POSTPARTUM PRIMIPARA Dika Lintang Isabella; Sumy Dwi Antono; Lumastari Ajeng Wijayanti; Ira Titisari
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13859

Abstract

ABSTRACT Proper breastfeeding attachment is one of the key factors influencing successful breastfeeding, particularly among primiparous postpartum mothers who have no previous breastfeeding experience. Incorrect attachment may hinder effective breast milk transfer, cause maternal discomfort, and affect the duration of each breastfeeding session. This study aimed to analyze the relationship between breastfeeding attachment technique and the duration of each breastfeeding session among primiparous postpartum mothers in the working area of Sukorame Public Health Center, Kediri City. This quantitative study employed a longitudinal analytical correlational design. A total of 36 primiparous postpartum mothers were selected using probability sampling. Data were collected through direct observation using the LATCH Score instrument and recording the duration of breastfeeding during two measurement periods. The data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. The results showed improvements in breastfeeding attachment technique and increased breastfeeding duration at the second measurement. Spearman Rank analysis revealed a significant relationship between breastfeeding attachment technique and the duration of each breastfeeding session at the first measurement (p = 0.020; r = -0.385) and the second measurement (p = 0.004; r = -0.470). It can be concluded that breastfeeding attachment technique is significantly associated with the duration of each breastfeeding session. Therefore, education and assistance regarding proper breastfeeding attachment techniques should be optimized to support successful breastfeeding among primiparous postpartum mothers. ABSTRAK Teknik perlekatan menyusui merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI, terutama pada ibu postpartum primipara yang belum memiliki pengalaman menyusui. Perlekatan yang kurang tepat dapat menghambat transfer ASI, menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu, serta memengaruhi durasi setiap sesi menyusui. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara teknik perlekatan menyusui dengan durasi setiap sesi pemberian ASI pada ibu postpartum primipara di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi analitik longitudinal. Sampel penelitian berjumlah 36 ibu postpartum primipara yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen LATCH Score dan pencatatan durasi menyusui pada dua kali pengukuran, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan teknik perlekatan menyusui dan peningkatan durasi menyusui pada pengukuran kedua. Analisis Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara teknik perlekatan menyusui dengan durasi setiap sesi pemberian ASI pada pengukuran pertama (p = 0,020; r = -0,385) dan pengukuran kedua (p = 0,004; r = -0,470). Disimpulkan bahwa teknik perlekatan menyusui berhubungan secara signifikan dengan durasi setiap sesi pemberian ASI, sehingga edukasi dan pendampingan mengenai teknik perlekatan yang benar perlu dioptimalkan untuk mendukung keberhasilan menyusui pada ibu postpartum primipara.
PENGARUH INHALASI AROMATERAPI LEMON TERHADAP MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Erlin Fitria Novika; Lumastari Ajeng Wijayanti; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Eny Sendra
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13860

Abstract

ABSTRACT Nausea and vomiting in pregnancy, or emesis gravidarum, affect approximately 50–80% of women during the first trimester and may reduce quality of life if not managed appropriately. The 2023 Indonesian Health Survey reported an increase in the proportion of persistent vomiting among pregnant women in East Java compared with 2018, while pharmacological management may cause adverse effects, highlighting the need for safe non-pharmacological interventions. Recent studies have shown that lemon aromatherapy, containing limonene, linalyl acetate, and terpineol, may produce a relaxing effect through stimulation of the olfactory pathway and limbic system; however, evidence regarding its effectiveness among pregnant women in the Puhjarak Primary Health Center service area remains limited. This study aimed to analyze the effect of inhaled lemon aromatherapy on reducing nausea and vomiting among first-trimester pregnant women using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The study included 33 first-trimester pregnant women selected through simple random sampling. The severity of nausea and vomiting was assessed using the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24) questionnaire before and after six consecutive days of lemon aromatherapy inhalation, and the data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the proportion of participants with mild nausea and vomiting increased from 21.2% to 54.5%, while those with moderate symptoms decreased from 78.8% to 45.5%, with a statistically significant difference (p < 0.001). These findings indicate that inhaled lemon aromatherapy is effective in reducing nausea and vomiting among first-trimester pregnant women and represents a safe, practical, and promising non-pharmacological intervention that can be integrated into antenatal care services. ABSTRAK Mual muntah atau emesis gravidarum merupakan keluhan yang dialami sekitar 50–80% ibu hamil pada trimester pertama dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara tepat. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan peningkatan proporsi muntah terus-menerus pada ibu hamil di Provinsi Jawa Timur dibandingkan tahun 2018, sementara penggunaan terapi farmakologis masih berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman. Penelitian terkini menunjukkan bahwa aromaterapi lemon yang mengandung limonene, linalil asetat, dan terpineol mampu memberikan efek relaksasi melalui stimulasi sistem olfaktori dan limbik, namun bukti efektivitasnya pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Puhjarak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inhalasi aromaterapi lemon terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 33 ibu hamil trimester I yang dipilih dengan simple random sampling. Tingkat mual muntah diukur menggunakan kuesioner PUQE-24 sebelum dan sesudah pemberian inhalasi aromaterapi lemon selama enam hari berturut-turut, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden dengan mual muntah ringan meningkat dari 21,2% menjadi 54,5%, sedangkan kategori sedang menurun dari 78,8% menjadi 45,5%, dengan hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa inhalasi aromaterapi lemon efektif menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester I serta menawarkan inovasi sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan berpotensi diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal care.
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN DROP OUT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN (DMPA) Indah Juliana Putri; Lumastari Ajeng Wijayanti; Dwi Estuning Rahayu; Sumy Dwi Antono
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13862

Abstract

ABSTRACT Dropout from the 3-month injectable contraceptive (Depot Medroxyprogesterone Acetate [DMPA]) remains a challenge to the Family Planning (FP) program because it increases the risk of unintended pregnancy and reduces contraceptive continuation rates. Ideally, contraceptive users should maintain timely and consistent use of contraception; however, discontinuation is influenced by several factors, including parity, which is closely related to women's reproductive experience, family planning needs, and reproductive goals. Although the association between parity and contraceptive continuation has been reported in previous studies, evidence among DMPA users in the study setting remains limited. This study aimed to analyze the relationship between parity and dropout from the 3-month injectable contraceptive (DMPA) using a correlational analytic design with a retrospective approach based on secondary medical record data. The study population consisted of 241 DMPA users, and 71 respondents were selected using proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most respondents were multiparous (77.0%) and had not discontinued DMPA use (53.5%). Statistical analysis demonstrated a significant association between parity and dropout from the 3-month injectable contraceptive (p = 0.002; OR = 0.132), indicating that multiparous women were less likely to discontinue DMPA use than primiparous women. These findings suggest that parity is an important factor influencing the continuation of DMPA use and may serve as a basis for strengthening family planning screening and counseling tailored to clients' parity characteristics. ABSTRAK Drop Out kontrasepsi suntik 3 bulan (Depot Medroxyprogesterone Acetate/DMPA) masih menjadi tantangan dalam program Keluarga Berencana (KB) karena meningkatkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan menurunkan keberlangsungan penggunaan kontrasepsi. Secara ideal, akseptor diharapkan mempertahankan penggunaan kontrasepsi sesuai jadwal, namun kejadian Drop Out masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya paritas yang berkaitan dengan pengalaman reproduksi, kebutuhan, dan tujuan ber-KB. Meskipun hubungan paritas dengan keberlangsungan penggunaan kontrasepsi telah dilaporkan dalam berbagai penelitian, bukti pada akseptor DMPA di lokasi penelitian masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paritas dengan kejadian Drop Out kontrasepsi suntik 3 bulan (DMPA) menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis. Populasi penelitian berjumlah 241 akseptor DMPA, dengan sampel sebanyak 71 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan multipara (77,0%) dan tidak mengalami Drop Out kontrasepsi (53,5%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian Drop Out kontrasepsi suntik 3 bulan (p = 0,002; OR = 0,132), yang mengindikasikan bahwa ibu multipara memiliki peluang lebih rendah mengalami Drop Out dibandingkan ibu primipara. Temuan ini memberikan bukti bahwa paritas merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keberlangsungan penggunaan kontrasepsi DMPA dan dapat menjadi dasar penguatan skrining serta konseling KB yang lebih terarah sesuai karakteristik paritas akseptor.
PENGARUH BANTAL KEHAMILAN TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Nanda Sintia Dewi; Dwi Estuning Rahayu; Lumastari Ajeng Wijayanti
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13863

Abstract

ABSTRACT Back pain is a common physiological change experienced during pregnancy, particularly in the third trimester, due to hormonal changes, a shift in the body's center of gravity, and postural adaptations. One non-pharmacological intervention that may help alleviate this condition is the use of a pregnancy pillow. This study aimed to determine the effect of using a pregnancy pillow on reducing back pain among third-trimester pregnant women in the Sukorame Community Health Center, Kediri City. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 35 third-trimester pregnant women selected using a simple random sampling technique. The intervention involved the use of a wedge-shaped pregnancy pillow during nighttime sleep for seven consecutive days. Back pain intensity was assessed using the Numeric Rating Scale (NRS) and analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that before the intervention, 33 respondents (94.3%) experienced moderate pain and 2 respondents (5.7%) experienced severe pain. After the intervention, 30 respondents (85.7%) experienced mild pain and 5 respondents (14.3%) experienced moderate pain. The Wilcoxon test indicated that 32 respondents experienced a reduction in pain intensity, 3 showed no change, and none experienced increased pain, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that the use of a pregnancy pillow significantly reduced back pain among third-trimester pregnant women. A pregnancy pillow may serve as a safe and practical non-pharmacological intervention to improve maternal comfort during pregnancy, although the findings should be interpreted with caution due to the absence of a control group. ABSTRAK Nyeri punggung merupakan salah satu perubahan fisiologis yang umum dialami ibu hamil, terutama pada trimester III, akibat perubahan hormonal, pergeseran pusat gravitasi tubuh, dan perubahan postur. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi keluhan tersebut adalah penggunaan bantal kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bantal kehamilan terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi dilakukan dengan penggunaan bantal kehamilan berbentuk wedge saat tidur malam selama 7 hari. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 33 responden (94,3%) mengalami nyeri sedang dan 2 responden (5,7%) mengalami nyeri berat. Setelah intervensi, 30 responden (85,7%) mengalami nyeri ringan dan 5 responden (14,3%) mengalami nyeri sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa 32 responden mengalami penurunan tingkat nyeri, 3 responden tidak mengalami perubahan, dan tidak terdapat responden yang mengalami peningkatan nyeri, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bantal kehamilan berpengaruh terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Bantal kehamilan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil, meskipun temuan ini perlu diinterpretasikan dengan mempertimbangkan keterbatasan desain penelitian yang tidak menggunakan kelompok kontrol.
PENGARUH PENGGUNAAN WEBSITE CYCLE CORE TERHADAP PENGETAHUAN MENGENAI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1 GROGOL Shinta Wulan Pinaring Wahyu; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Lumastari Ajeng Wijayanti; Indah Rahmaningtyas
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13864

Abstract

ABSTRACT Menstrual cycle disorders among adolescent girls represent a significant reproductive health concern. A preliminary study at SMP Negeri 1 Grogol found that 35.6% of female students experienced prolonged menstrual cycles and 17.8% were unaware of their own cycle patterns. This study aimed to examine the effect of the Cycle Core website as a digital education medium on improving menstrual knowledge among adolescent girls. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed, with 60 eighth-grade students selected through proportionate random sampling from a population of 150 students at SMP Negeri 1 Grogol. Data were collected using a validated 20-item true-false questionnaire administered before and after a 40-minute Cycle Core website intervention and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Prior to intervention, most respondents showed moderate (46.7%) and poor (28.3%) knowledge. Following intervention, 98.3% achieved good knowledge with none remaining in the poor category. Statistical analysis yielded Z = - 6.075 with p-value 0.000 (p<0.05), confirming a significant effect of the Cycle Core website on menstrual knowledge improvement. Website-based digital education is proven effective as a reproductive health promotion intervention for adolescent girls in school settings. ABSTRAK Gangguan siklus menstruasi pada remaja putri merupakan permasalahan kesehatan reproduksi yang signifikan. Studi pendahuluan di SMPN 1 Grogol menunjukkan 35,6% siswi mengalami siklus menstruasi panjang dan 17,8% tidak mengetahui kondisi siklusnya sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Website Cycle Core sebagai media edukasi digital terhadap peningkatan pengetahuan menstruasi remaja putri. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one-group pretest-posttest dengan 60 siswi kelas VIII yang dipilih melalui proportionate random sampling dari populasi 150 siswi di SMPN 1 Grogol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner 20 butir pernyataan benar-salah yang telah divalidasi, diberikan sebelum dan sesudah intervensi akses Website Cycle Core selama 40 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup (46,7%) dan kurang (28,3%). Setelah intervensi, 98,3% responden mencapai kategori pengetahuan baik dan tidak terdapat responden berkategori kurang. Uji statistik menghasilkan Z = -6,075 dengan p-value 0,000 (p<0,05), membuktikan adanya pengaruh signifikan penggunaan Website Cycle Core terhadap peningkatan pengetahuan menstruasi remaja putri. Media edukasi digital berbasis website terbukti efektif sebagai intervensi promotif kesehatan reproduksi di tingkat sekolah.
ANALISIS GAMBARAN KEPUASAN PASIEN PADA LIMA DIMENSI SERVQUAL DI PUSKESMAS BERNUNG KABUPATEN PESAWARAN Susan Hestina; Sudjarwo Sudjarwo; Samino Samino; M. Arifki Zainaro; Torry Duet Irianto
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.14042

Abstract

ABSTRACT Healthcare service quality is a key determinant of patient satisfaction. The gap between patients’ expectations and perceptions of healthcare services remains a challenge in primary healthcare facilities. This study aimed to analyze the relationship between the five dimensions of Service Quality (SERVQUAL)—tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy—and patient satisfaction at Bernung Community Health Center, Pesawaran Regency, and to identify the most dominant factor influencing patient satisfaction. This quantitative study employed a cross-sectional design involving 196 outpatients selected through accidental sampling. Data were collected using the SERVQUAL questionnaire and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. The results showed that most respondents rated the dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, and assurance as good, whereas empathy was still perceived as inadequate. Overall, 65.8% of respondents reported dissatisfaction with the healthcare services received. All SERVQUAL dimensions were significantly associated with patient satisfaction (p<0.05), with the tangibles dimension identified as the most dominant factor affecting patient satisfaction (OR=5.111; 95% CI=2.309–11.317). The study concludes that improving healthcare service quality across all SERVQUAL dimensions, particularly the tangibles aspect, should become a priority to enhance patient satisfaction at Bernung Community Health Center, Pesawaran Regency. ABSTRAK Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan tingkat kepuasan pasien. Kesenjangan antara harapan dan persepsi pasien terhadap pelayanan yang diterima masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lima dimensi Service Quality (SERVQUAL), yaitu tangibles (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (empati), dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran serta mengidentifikasi dimensi yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 196 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian baik pada dimensi bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, dan jaminan, sedangkan dimensi empati masih dinilai kurang baik. Secara keseluruhan, sebanyak 65,8% responden menyatakan tidak puas terhadap pelayanan yang diterima. Seluruh dimensi SERVQUAL terbukti memiliki hubungan yang bermakna dengan kepuasan pasien (p<0,05), dengan dimensi bukti fisik sebagai faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien (OR=5,111; 95%CI=2,309–11,317). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan pada seluruh dimensi SERVQUAL, terutama aspek bukti fisik, perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran.
CASE REPORT: COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY PADA PASIEN GAMBLING DISORDER DAN INTERNET GAMING DISORDER BERKOMORBID DENGAN GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR EPISODE KINI DEPRESIF SEDANG TANPA GEJALA SOMATIK Herman Yosef; Angelina Tulus; Luh Nyoman Alit Aryani; Ni Made Leni; I Gde Yudhi Kurniawan; I Ketut Sumarda
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.14123

Abstract

ABSTRACT Gambling Disorder (GD) and Internet Gaming Disorder (IGD) are behavioral addictions that can significantly impair psychosocial functioning and become more complex when comorbid with bipolar affective disorder. This case report aimed to describe the implementation of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) combined with pharmacotherapy in a patient with comorbid GD, IGD, and bipolar affective disorder, and to evaluate the clinical outcomes following the intervention. This study employed a case report design involving a single patient. The assessment process included psychiatric interviews, heteroanamnesis, clinical observation, mental status examination, medical record review, and the administration of the South Oaks Gambling Screen (SOGS), Internet Gaming Disorder-20 Test (IGD-20), and University of Rhode Island Change Assessment (URICA) to establish the diagnosis, assess symptom severity, and evaluate the patient's readiness for treatment. Management consisted of pharmacotherapy based on clinical indications combined with structured CBT. Following the intervention, the patient demonstrated reduced craving, decreased frequency of addictive behaviors, improved mood, enhanced impulse control, and better psychosocial functioning. The patient also became able to identify triggers of addictive behaviors and apply more adaptive coping strategies. These findings suggest that integrating pharmacotherapy with CBT may provide an effective approach for managing patients with comorbid GD, IGD, and bipolar affective disorder by addressing biological, psychological, and behavioral aspects in a comprehensive manner. ABSTRAK Gambling Disorder (GD) dan Internet Gaming Disorder (IGD) merupakan adiksi perilaku yang dapat mengganggu fungsi psikososial dan semakin kompleks apabila disertai gangguan afektif bipolar. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang dikombinasikan dengan farmakoterapi pada pasien dengan komorbid GD, IGD, dan gangguan afektif bipolar, serta mengevaluasi luaran klinis setelah intervensi. Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus (case report) pada satu pasien. Asesmen dilakukan melalui wawancara psikiatri, heteroanamnesis, observasi klinis, pemeriksaan status mental, telaah rekam medis, serta penggunaan South Oaks Gambling Screen (SOGS), Internet Gaming Disorder-20 Test (IGD-20), dan University of Rhode Island Change Assessment (URICA) untuk menegakkan diagnosis, menilai tingkat keparahan, dan kesiapan pasien mengikuti terapi. Penatalaksanaan dilakukan melalui kombinasi farmakoterapi sesuai indikasi klinis dan CBT secara terstruktur. Setelah intervensi, pasien menunjukkan penurunan craving, berkurangnya frekuensi perilaku adiktif, perbaikan suasana perasaan, peningkatan kontrol impuls, serta perbaikan fungsi psikososial. Pasien juga mampu mengenali pemicu perilaku adiktif dan menerapkan strategi koping yang lebih adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi farmakoterapi dan CBT berpotensi menjadi pendekatan yang efektif dalam penatalaksanaan pasien dengan komorbid GD, IGD, dan gangguan afektif bipolar melalui penanganan aspek biologis, psikologis, dan perilaku secara terpadu.
PENGARUH MOTIVASI IBU TERHADAP KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT REMAJA TUNAGRAHITA DI SLB AKW II SURABAYA Dinda Novia Ramadhani; Ratih Larasati; Dwi Septiarini; Bambang Hadi Sugito
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.14256

Abstract

ABSTRACT Adolescents with intellectual disabilities have limitations in maintaining oral hygiene, placing them at a greater risk of oral health problems than their peers. This condition highlights the essential role of mothers as primary caregivers in fostering positive oral health maintenance behaviors through continuous motivation. This study aimed to analyze the effect of maternal motivation on the oral hygiene of adolescents with intellectual disabilities at SLB Alpa Kumara Wardhana II Surabaya. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 39 mothers and 39 adolescents selected using purposive sampling. Maternal motivation was assessed using a structured questionnaire, while the adolescents' oral hygiene status was measured using the Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Data were analyzed using Spearman's rho correlation test. The findings indicated that most mothers had a moderate level of motivation, and the adolescents generally demonstrated a moderate level of oral hygiene. Statistical analysis revealed a significant positive correlation between maternal motivation and the oral hygiene status of adolescents with intellectual disabilities (p = 0.02; r = 0.485), indicating that higher maternal motivation was associated with better oral hygiene. The study concludes that maternal motivation plays an important role in supporting oral health maintenance behaviors among adolescents with intellectual disabilities. Therefore, strengthening parental education and empowerment should become an integral part of promotive and preventive oral health programs for children with special needs. ABSTRAK Anak remaja tunagrahita memiliki keterbatasan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut sehingga berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan rongga mulut dibandingkan anak pada umumnya. Kondisi tersebut menuntut peran aktif ibu sebagai pengasuh utama dalam membentuk perilaku pemeliharaan kesehatan gigi melalui pemberian motivasi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi ibu terhadap kebersihan gigi dan mulut anak remaja tunagrahita di SLB Alpa Kumara Wardhana II Surabaya. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 39 ibu dan 39 anak remaja tunagrahita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Motivasi ibu diukur menggunakan kuesioner, sedangkan kebersihan gigi dan mulut anak dinilai menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat motivasi pada kategori sedang, dan kondisi kebersihan gigi serta mulut anak juga didominasi kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara motivasi ibu dan kebersihan gigi serta mulut anak (p = 0,02; r = 0,485), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi motivasi yang diberikan ibu, semakin baik kondisi kebersihan gigi dan mulut anak remaja tunagrahita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi ibu berperan penting dalam mendukung perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak, sehingga penguatan edukasi dan pemberdayaan orang tua perlu menjadi bagian dari program promotif dan preventif kesehatan gigi pada anak berkebutuhan khusus.