Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Focus Jurnal Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk menyediakan wadah bagi peneliti Nasional di bidang Bisnis dan Teknologi Terapan untuk mempublikasikan artikel asli dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Scope Ruang lingkup Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah Bisnis dan Teknologi. Jurnal ini memuat hasil-hasil pengabdian masyarakat berbasis penelitian seperti PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), Service Learning, Community Development, dan metodologi lainnya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi menerima kiriman artikel dari seluruh dunia.
Articles
139 Documents
Edukasi Dan Pelatihan Budidaya Toga Di Pekarangan Rumah Warga Di Desa Pakuli
formakip formakip
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v2i3.746
Based on the results of our observations, there are problems that are of concern in Pakuli Village. One of the problems is that there are still many yards of residents' houses that are empty and not used as a place to plant family medicinal plants or "living pharmacies". The Ormawa PPK program aims to provide education and training in TOGA cultivation in the home yard. This type of research uses a pre-experimental research design with a one group pre test-post test approach using a questionnaire method. Based on the results of the educational activities that have been carried out, it can be concluded that there has been an increase in understanding and knowledge about the cultivation of TOGA plants, namely as much as 30% and various types of family medicinal plants (TOGA). each other's house.
Penguatan Manajemen Usaha Dan Pemasaran Usaha Bumbu Rajang Di Kota Denpasar
Ni Nyoman Suriani;
I Made Yogiarta;
LGP Eka Jayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v2i4.765
Abstrak Sektor UMKM diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan baru perekonomian nasional dalam menghadapi krisis. Untuk bisa menjadi kekuatan baru di bidang ekonomi, pemerintah hendaknya memperhatikan SDM dan Manajemennya. Inovasi dari rata-rata UMKM selama ini dirasa masih minim sehingga bisnis UMKM kerap jalan ditempat. Belum lagi persoalan financial atau modal usaha yang kerap menghambat pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitasnya. Persoalan yang harus diperhatikan adalah keterbatasan akses pemasaran dan lemahnya manajemen usaha. Mitra yang menjadi sasaran kegiatan PKM adalah dua pemilik UKM bumbu rajang yaitu I Gusti Agung Made Udayana dan ibu Luh Kerti Dampak yang dirasakan mitra setelah Pandemi seperti adalah kendala dalam pemasaran karena mengalami penurunan penjualan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah sulit mengembangkan usaha. Karena terbatasnya sumber modal, kurangnya promosi, belum melakukan pencatatan pembukuan terkait dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dan mitra dalam menjalankan usahanya secara kekeluargaan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi bagaimana meningkatkan penjualan oleh karena itu tim pengabdian memberi solusi berupa pemberian pendampingan manajemen keuangan, dan manajemen pemasaran.dan tata kelola kewirausahaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah mampu meningkatkan pemahaman mitra terkait dengan pengelolaan keuangan yang baik, karena hal ini akan memiliki dampak terhadap keberlanjutan usaha Perhitungan harga pokok penjualan dalam upaya pengoptimalan laba yang akan dihasilkan. Pemanfaatan media social dalam promosi usaha akan membantu mitra dalam mengenalan produk bumbu rajang yang dihasilkan Abstract The MSME sector is expected to be able to become a new source of strength for the national economy in facing the crisis. To become a new force in the economic sector, the government should pay attention to human resources and management. It is felt that innovation from the average MSME is still minimal so that MSME businesses often run in place. Not to mention financial or business capital problems which often hinder MSMEs from increasing their productivity. Issues that must be considered are limited marketing access and weak business management. The partners targeted for PKM activities are two SME owners of chopped spices, namely I Gusti Agung Made Udayana and Mrs. Luh Kerti. The impact felt by partners after the pandemic is problems in marketing due to a decline in sales. The problem faced by partners is that it is difficult to develop their business. Due to limited sources of capital, lack of promotion, bookkeeping has not been recorded regarding costs incurred and partners in running their business as a family. The aim of this service is to provide solutions on how to increase sales, therefore the service team provides solutions in the form of providing financial management assistance, and marketing management and entrepreneurial governance. Community service activities have been able to increase partners' understanding regarding good financial management, because this will have an impact on business sustainability. Calculation of the cost of goods sold in an effort to optimize the profits that will be generated. The use of social media in business promotion will help partners get to know the chopped spice products they produce.
Penguatan Pemasaran Dan Branding Produk Telur Asin Di Desa Baha Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung
i Made Pulawan;
Dewa Ayu Niti Widari;
A.A. Avu ErnaTrisnadewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v2i4.767
Abstract The MSME sector is expected to be able to become a new source of strength for the national economy in facing the crisis. To become a new force in the economic sector, the government should pay attention to human resources and management. It is felt that innovation from the average MSME is still minimal so that MSME businesses often run in place. One of the villages targeted for PKM activities is the salted egg business group in Baha Village, Mengwi-Badung District. The problem faced by partners is that it is difficult to develop the business. These include lack of promotion, not yet using online marketing, and not keeping bookkeeping records related to costs incurred. has been issued and in running the business the partner runs the business in a family manner. The results of the service show an increase in partners' understanding regarding good financial management, calculating the cost of goods sold in an effort to optimize profits that will be generated and the use of social media in business promotion, because this will have an impact on business sustainability.
Pelatihan Aplikasi Keuangan Digital Pada Kube Sari Jaya Di Desa Sumerta Kauh
Ni Putu Ayu Kusumawati;
Ni Made Wisni Arie Pramuki;
Ni Putu Trisna Windika Pratiwi;
Ni Putu Yeny Yuliantari;
Gusti Alit Suputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v2i4.768
KUBE Sari Jaya merupakan usaha kecil yang terdiri dari lima orang anggota, dimana fokus produksi yang mereka jalani adalah pembuatan kue tradisional, seperti sumping, dadar, bantal dan lain-lain. Identifikasi masalah yang ada di Kube sari jaya ialah masih rendahnya pengetahuan mengenai penggunaan aplikasi keuangan digital dalam mencatat transaksi-transaksi usaha. Hal ini tentu akan berdampak kepada kurangnya kemampuan mitra dalam melakukan analisis usaha dan dalam pengambilan keputusan keuangan. Solusi yang dapat diberikan terhadap permasalahan mitra adalah dengan memberikan pelatihan aplikasi buku warung, dipilihnya aplikasi ini karena memiliki fitur-fitur ang lengkap dan aplikasi ini dapat digunakan secara offline. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan kepada mitra, betapa pentingnya digitalisasi untuk usaha agar mitra mampu menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat demi keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan mengenai aplikasi digital keuangan, memberikan pelatihan aplikasi buku warung. Kegiatan pengabdian ini diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan kube sari jaya. Pengabdian lanjutan yang tim pengabdi lakukan sekarang adalah memberikan pelatihan pengelolaan keuangan dengan menggunakan aplikasi buku warung. Penggunaan aplikasi ini akan lebih mempermudah akses mitra dalam mengetahui posisi keuangan, dimana segala transaksi jual beli telah dicatat melalui aplikasi ini. Pencatatan transaksi pada aplikasi buku warung ini dapat membantu mitra untuk mengetahui dengan cermat total omzet usaha mitra.
Peningkatan Kemampuan dan Pemahaman Manajemen Keuangan pada Usaha Kecil Menengah Abon Pepaya di Desa Jubung, Jember
Ana Mufidah;
Novi Puspitasari;
Khanifatul Khusna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v2i4.773
Meskipun banyak bukti empiris yang mendukung kontribusi ekonomi mereka, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menghadapi berbagai tantangan. Pengelolaan administrasi dan keuangan UMKM menjadi salah satu permasalahan yang mengemuka. Menurut laporan tersebut, masih sedikit pelaku UMKM yang memanfaatkan proses pengelolaan keuangan secara maksimal. Hal ini terjadi karena pelaku UMKM kurang memiliki keterampilan dan bimbingan pengelolaan keuangan yang komprehensif. Dengan mengajarkan terkait pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang baik, permasalahan ini dapat teratasi. Oleh karena itu, bagi UMKM di wilayah tersebut, inisiatif penjangkauan pengelolaan keuangan diperlukan. UMKM di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember menjadi fokus penelitian ini. Tujuan dari program ini adalah untuk mengedukasi peserta UMKM tentang pengelolaan keuangan dan langkah-langkah dalam penerapannya.
Pemberdayaan Kewirausahaan Dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi Komunitas Usaha Minuman Cendol Di Desa Peguyangan Denpasar
I Nyoman Senimantara;
Ni Putu Riasning;
Anak Agung Bagus Amlayasa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v2i4.776
Selected:UMKM memiliki kontribusi yang besar dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan pendapatan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, UMKM juga memegang peranan yang signifikan dalam perekonomian seperti penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), nilai ekspor dan nilai investasi nasional. Peran UMKM sangat strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Salah satu UMKM yang berkntribusi adalah usaha minuman cendol. Keberadaan mitra yang terletak di Desa Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, pada umumnya dikelola secara mandiri. Masalah umum yang dihadapi mitra saat ini adalah dalam mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. Produktivitas usaha mitra belum sepenuhnya memenuhi kriteria pasar, sebab dalam ukuran produktivitas usaha mitra tidak didukung dengan sumber daya pengetahuan dan tata kelola keuangan yang baik. Kredit usaha yang disalurkan mitra kepada pihak Bank selaku lembaga penyandang dana terbesar, belum bisa memenuhi tahapan-tahapan ataupun syarat-syarat wajib yang diserahkan oleh pihak bank terkait penyusunan laporan keuangan yang akuntabel dan transparan. Sehubungan dengan adanya permasalahan mitra, maka orientasi program adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada mitra sebagai pelaku usaha mikro/jasa layanan, agar mampu menyusun laporan keuangannya secara mandiri dan bertanggung jawab. Sehingga kemampuan modal mitra usaha mikro/jasa layanan layak mengembangkan usahanya. Adapun solusi yang ditawarkan oleh pihak pelaksana pengabdian kepada masyarakat adalah penyusunan pelatihan laporan keuangan dengan teknik pembukuan sederhana. Penerapan IPTEKS yang dimaksudkan dalam kegiatan ini untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola keuangan usahanya secara mudah. Dengan maksud dan tujuan diberikannya pelatihan penyusunan laporan bagi mitra ini dapat membantu pelaku usaha dalam mengelola lalu-lintas keuangannya secara profesional. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah mitra memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai manajemen keuangan serta mampu menyusun laporan keuangan usahanya.
Pengembangan Sistem Digitalisasi Kelompok Usaha Kuliner Pie Susu Melalui Inovasi Produk Dan Pemasaran Di Gianyar
Made Setini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v2i4.779
Permasalahannya adalah pelaku kelompok usaha pie susu ini belum memahami sistem pemasaran dengan baik yaitu sistemdigital, dan pengelolaan pembayaran dan pembukuan dengan baik dengan sistemdigital. Jika dihari raya pesanan akan meningkat hal ini menimbulkan kendala dalampencetakan pie susu karena menggunakan alat yang masih manual, dan proses pengemasan menggunakan kotak karton polos yang tidak memiliki nilai jual sehingga hal ini tidak menceminkan kualitas dan mutu produk. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kemampuan kelompok usaha Pie susu dalam menerapkan sistem pembukuan Akutansi, Pembayaran Digital, menentukan sistem pemasaran berbasis digital, untuk mendorong keberlanjutan kelompok usaha pie susu. Pelaku usaha yang menjadi mitra adalah kelompok usaha Pie Susu Ayana Kichen. Metode yang dipergunakan dalamkegiatan ini adalah metode observasi, metode ceramah, dan pendampingan. Lokasi kegiatan adalah di Gianyar. Adanya pendampingan menghasilkan penjualan pada kelompok pie susu meningkat, produk tampilannya menjadi lebih menarik, dan rasa pie susu lebih bervariasi.
Pemberdayaan Bank Sampah Abukasa Di Desa Peguyangan
I Dewa Ayu Kristiantari;
I Dewa Ayu Eka Pertiwi;
Made Surya Pramana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v2i4.774
Bank sampah bertujuan untuk berkontribusi dalam pengolahan sampah di Indonesia, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat dan bersih, mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, atau dengan kata lain bank sampah merupakan suatu upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan sekaligus dalam upaya pelestarian lingkungan. Bank Sampah Abukasa adalah usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang terletak di Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Permasalahan yang dimiliki mitra adalah 1) belum memiliki pencatatan maupun pembukuan yang baik sehingga tidak dapat mengevaluasi perkembangan usaha 2) masih minimnya pengetahuan dan motivasi masyarakat bank sampah binaan mitra dalam memilah dan meningkatkan nilai ekonomis sampah yang berasal dari rumah tangga, 3) belum adanya manajemen aktivitas Bank Sampah yang baik sehingga menghambat operasional bank sampah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Bank Sampah Abukasa mengalami perubahan positif dalam pengelolaan usahanya antara lain: peningkatan pemahaman mitra dalam pengelolaan keuangan, pencatatan keuangan yang terstruktur dan terkomputerisasi, pengeloaan bank sampah yang semakin efisien dan efektif sebagai bukti pemberdayaan yang berhasil.
Pengembangan Umkm Di Kota Pekalongan Melalui Pelatihan Kewirausahaan
Mahirun, Mahirun;
Santoso, Sri Budi;
Jannati, Arih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v2i4.788
Pelatihan kerja kewirausahaan merupakan salah satu upaya pengembangan usaha UMKM yang ada di Kota Pekalongan. Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pekalongan melakukan kegitan pelatihan kerja kewirausahaan dengan tujuan untuk mengembangkan usaha UMKM dan juga menciptakan UMKM-UMKM baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan usaha. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah bimbingan terpadu melalui pelatihan kepada Masyarakat pelaku usaha UMKM di 27 Kelurahan di Kota Pekalongan. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan melalui identifikasi kebutuhan, persiapan pelatihan, pemaparan materi dan diskusi, pelaksanaan pelatihan dan praktik terbimbing, dan pemantauan dan evaluasi. Hasil kegiatan PKM adalah terlaksananya kegiatan di 27 kelurahan yang ada di Kota Pekalongan selama 3 bulan, dengan rincian kegiatan selama 3 hari setiap minggunya. Hari pertama di isi dengan pemaparan materi motivasi kewirausahaan dan pelatihan digital marketing, sedangkan hari kedua dan ketiga melalui praktek pembuatan produk seperti craft, tata boga, pembuatan roti dan kue, pembuatan hantaran menjahit, dan juga barista. Kegiatan pelatihan kerja di akhiri dengan penilaian oleh tim penilai terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dan UMKM yang terlibat dalam kegiatan.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Bagi Suku Sakai di Desa Libo Jaya Siak Riau
Herispon, Herispon;
Harwina, Yulia;
Hendrayani, Hendrayani;
Fachri, Rizqi;
Yapentra, Arhipen;
Anuar, Saiful;
Kurniawan, Tengku Reza;
Rofidah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54099/jpma.v3i1.789
Using the activity "training in making liquid dishwashing soap for women from the Sakai tribe in Libo Jaya Village, Kandis Siak, Riau with the aim of being able to use it themselves or sell it to support the family economy by making the best use of their free time filled with activities that are useful and have economic value" as part of the community service (PKM) program. The ladies of the Sakai tribe were the target of Community Service Activities (PKM) on July 26, 2023, pertaining to "Dish Washing Soap Making". The purpose of organizing this PKM is to encourage Sakai tribal women, disseminate information on the production of liquid dishwashing soap, and discuss ways to raise the economic standing of the family