cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 531 Documents
Potensi Emisi Gas Rumah Kaca Dari Sektor Sampah Di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat Yuhazila, Naresa; Dian Rahayu Jati; Robby Irsan
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.101427

Abstract

Sampah adalah sisa dari kegiatan manusia yang sudah tidak berguna lagi. Pada akhirnya akan terbuang dan menumpuk begitu saja di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Bertambahnya volume sampah tanpa disertai pengolahan yang memadai dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, seperti perubahan iklim dan menipisnya lapisan ozon yang memicu terjadinya pemanasan global. Maka dari itu, perlunya mengestimasi emisi GRK dan potensi reduksi emisi dari kegiatan pengomposan yang dapat digunakan sebagai data acuan dalam merencanakan mitigasi guna mereduksi emisi gas rumah kaca. Perhitungan emisi CH₄ mengacu pada rumus IPCC 2019 dengan menggunakan metode Tier-2, sedangkan estimasi reduksi emisi CH₄ dari kegiatan pengomposan didasarkan pada rumus IPCC 2006. Hasil analisis data dan perhitungan menunjukkan nilai estimasi emisi CH4 di TPA Batu Layang jika terus beroperasi dengan sistem open dumping hingga 20 tahun ke depan, yaitu pada tahun 2045, adalah 6.896,98 ton CH4. Sedangkan jika TPA Batu Layang beroperasi dengan sistem control landfill dan sanitary landfill, maka pada tahun 2045 emisi CH4 yang dihasilkan adalah 7.759,11 dan 3.879,55 ton CH4. Potensi reduksi emisi CH4 Kota Pontianak jika semua sampah sisa makanan di TPA Batu Layang dikomposkan pada tahun 2045 ialah sebanyak 5.758,57 ton CH4 atau sebesar 79,04% dari jumlah awal sebanyak 7.286,00 ton CH4 menjadi 1.527,44 ton CH4.
Analisis Potensi Terjadinya Korosi Pada Pembakaran Batubara Dan Biomassa Ampas Tebu Dengan Metode Active Oxidation Rate Mellany, Nahemia Sekar; Shofa Rijalul Haq; Muhammad Faiz Shafiyurrahman; Rizki Khoiriah Nasution
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.101464

Abstract

Penilaian terhadap kemungkinan terjadinya korosi pada batubara maupun ampas tebu diarahkan guna mengkaji kecenderungan Cl-induced active oxidation pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan rasio 2S/Cl sebagai parameter penentu utama. Objek pengamatan mencakup batubara sub-bituminus, batubara lignit, serta ampas tebu sebagai sampel uji. Untuk memperoleh komposisi kimia setiap bahan bakarnya, dilaksanakan serangkaian analisis yang meliputi proksimat, ultimat, dan X-Ray Fluorescence (XRF) yang dipergunakan untuk mengukur kandungan sulfur (S) dan klorin (Cl) sebagai dasar perhitungan rasio 2S/Cl. Dari hasil analisis tersebut diperoleh nilai 2S/Cl sebesar 35,06 pada batubara sub-bituminus (minor corrosion), 3,12 pada batubara lignit (medium corrosion), dan 1,26 pada ampas tebu (major corrosion). Data tersebut menegaskan bahwasanya ampas tebu ada pada tingkatan kerentanan korosi paling tinggi karena dominasi klorin yang tidak diimbangi oleh sulfur yang berfungsi sebagai pembentuk lapisan pelindung sulfat. Pengimplementasian co-firing dengan proporsi biomassa ≤5% terbukti mampu menjaga kestabilan kinerja termal, mengurangi emisi gas buang, serta membatasi perkembangan korosi. Kondisi tersebut menegaskan bahwa ampas tebu masih layak dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bersama batubara karena didukung karakteristik termal maupun kandungan volatil yang dimilikinya. Dalam hal tersebut, pengendalian korosi dapat dilaksanakan dengan efektif melalui pengaturan proporsi campuran bahan bakar maupun pengimplementasian perlakuan awal, yakni water leaching, sehingga efisiensi pembakaran mampu ditingkatkan sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih bersih maupun berkelanjutan di PLTU di Indonesia.
Analisis Kualitas Air Parit Sungai Jawi: Parameter Fisik, Kimia dan Logam Berat di Kota Pontianak Utami, Naniek Tri; Irma Ramadhani Febriaty; Sofi Siti Shofiyah; Weni Mandasari; Yulizar Prawiranti
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.101687

Abstract

Degradasi kualitas air parit Sungai Jawi, Kota Pontianak, disebabkan limbah dari zona rumah sakit, bengkel dan permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter fisik (suhu, Total Suspended Solids/TSS, Total Dissolved Solids/TDS, turbidity), kimia (pH, Biochemical Oxygen Demand/BOD, Chemical Oxygen Demand/COD, Dissolved Oxygen/DO) dan logam berat (Fe, Mn, Zn, Cu, Cd, Pb). Sampel air diambil saat pasang menggunakan water sampler dengan koordinat GPS dan dianalisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry. Hasil menunjukkan suhu tertinggi 28,4 °C di zona bengkel, pH terendah 5,91 di zona rumah sakit. TSS dan turbidity berada pada kisaran 13-14 mg/L dan 14-14,5 NTU, TDS di bawah standar mutu yaitu 0,89-0,97 ppm. BOD dan COD melebihi baku mutu dengan nilai BOD 30-31 mg/L dan COD tertinggi 40,32 mg/L di permukiman, mengindikasikan pencemaran organik berat. DO rendah di permukiman yaitu 3,61 mg/L, menunjukkan tekanan oksigen terlarut yang terbatas. Logam berat Fe dan Pb di zona rumah sakit masing-masing 0,3986 mg/L dan 0,0463 mg/L, melebihi batas maksimal baku mutu (Fe 0,3 mg/L, Pb 0,03 mg/L), mengindikasikan risiko pencemaran yang serius. Mn, Zn, Cu, dan Cd masih dalam batas aman.
Pemilihan Alternatif Spam Optimal Di Ibu Kota Kabupaten Banggai Laut Dengan Pendekatan Multikriteria Ahp-Topsis A. Dali, Abd. Syawal; Yuniati Zevi
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.101952

Abstract

Kabupaten Banggai Laut, sebagai wilayah kepulauan, menghadapi tantangan penyediaan air minum layak di ibu kota kabupaten akibat keterbatasan air tawar, pertumbuhan penduduk, dan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan SPAM yang adaptif terhadap karakteristik geografis dan sosial-ekonomi, termasuk keterjangkauan tarif sesuai daya beli masyarakat. Kajian mencakup (i) analisis keandalan air baku menggunakan model NRECA berbasis curah hujan dan evapotranspirasi Penman, (ii) proyeksi penduduk dengan lima metode statistik, (iii) estimasi kebutuhan air minum terpasang dan jam puncak, (iv) simulasi kinerja hidraulik jaringan perpipaan menggunakan EPANET 2.0, serta (v) evaluasi tarif dasar air dengan prinsip FCR mengacu pada Permendagri No. 71/2016 dan 21/2020. Empat skenario pengembangan dianalisis melalui pendekatan MCDA dengan pembobotan kriteria menggunakan AHP dan pemeringkatan alternatif menggunakan TOPSIS di Python (Google Colab). Hasil AHP menunjukkan bobot tertinggi adalah debit andalan (0,363), diikuti oleh sistem jaringan (0,251), tarif (0,232), dan kebutuhan air (0,154), dengan rasio konsistensi 0,012 (konsisten). Perhitungan TOPSIS menempatkan alternatif A1 sebagai pilihan terbaik (Ci = 0,568) karena paling mendekati solusi ideal dalam keandalan suplai air baku (Sungai Mampaliasan), efisiensi sistem jaringan (Pompanisasi), dan keterjangkauan tarif. Hasil penelitian ini mendukung perencanaan SPAM bertahap berbasis keandalan sumber dan efisiensi operasional di wilayah kepulauan serta diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan bagi perencanaan SPAM yang berkelanjutan, efisien, dan inklusif di wilayah kepulauan.  
Jejak Karbon Instalasi Pengolahan Air Minum Perkotaan Di Indonesia: Penilaian Daur Hidup (LCA) Rambutan Dan Karang Anyar II, Palembang Novianti, Puteri Denita; Zevi, Yuniati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.102078

Abstract

Pada proses pengolahan air minum, emisi gas rumah kaca (GRK) dapat muncul di beberapa tahap operasional, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, hingga distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jejak karbon pada dua instalasi pengolahan air minum (IPA) yang dioperasikan oleh Perumda Tirta Musi Kota Palembang, yaitu IPA Rambutan dan IPA Karang Anyar II, mengidentifikasi unit pengolahan yang menyumbang emisi terbesar (hotspot) dan merumuskan skenario mitigasi operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) dengan bantuan perangkat lunak OpenLCA, batasan studi gate-to-gate dan satuan fungsional sebesar 1 m³ air olahan. Dampak perubahan iklim dihitung dengan mengacu pada IPCC 2021 AR6 GWP100. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi listrik merupakan sumber utama emisi pada kedua IPA dengan kontribusi sekitar 89% dari total emisi yang dihasilkan. Intensitas karbon masing-masing instalasi tercatat sebesar 0,2625 kg CO₂-eq/m³ untuk IPA Rambutan dan 0,3244 kg CO₂-eq/m³ untuk IPA Karang Anyar II, sementara total emisi harian sebesar 20.791 kg CO₂-eq/hari dan 14.128 kg CO₂-eq/hari. Analisis hotspot mengindikasikan bahwa unit intake dan distribusi merupakan unit yang paling intensif dalam menghasilkan emisi. Skenario mitigasi yang diusulkan menunjukkan bahwa penerapan Variable Speed Drives (VSD) pada sistem pemompaan di unit hotspot berpotensi mengurangi emisi sebesar 25–30%. Intervensi tambahan seperti pengelolaan lumpur dengan kombinasi sludge drying bed (SDB) dan constructed wetlands pada IPA Rambutan, serta pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di area IPA, juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan emisi. Temuan ini diharapkan memberikan gambaran bagi para stakeholder dalam menyusun strategi pengolahan air minum perkotaan yang berfokus pada pengurangan emisi karbon dan keberlanjutan.                                                                                            
Pengaruh Penambahan Kasgot (Kotoran Larva Black Soldier Fly) Pada Pengomposan Sampah Organik Pasar Terhadap Kualitas Kompos Ardiyan, Rahmadani Indra; Dwi Ermawati Rahayu; Ibrahim
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.102466

Abstract

Permasalahan sampah menjadi pusat perhatian di Indonesia, sehingga banyak sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pengolahan dengan larva Black Soldier Fly (BSF) sering digunakan, namun pengolahan ini meninggalkan residu berupa kasgot yang dapat dimanfaatkan sebagai starter dalam pengomposan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kasgot dalam pengomposan dengan variasi penambahan serta jenis kasgot berupa kasgot basah dan kering. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kompos Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman dari Januari 2025 hingga April 2025. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel terikat berupa kualitas fisik, kimia, dan biologi. Kualitas kompos untuk pengkondisian kasgot pada kualitas fisik tidak memiliki perbedaan signifikan. Perbedaan kualitas kimia kompos terletak pada C-Organik. Perbedaan kualitas biologi terlihat pada jumlah TPC mikroorganisme yang diperoleh, di mana kasgot basah memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kasgot kering. Kualitas kompos untuk variasi penambahan kasgot pada kualitas fisik tidak memiliki perbedaan signifikan. Kualitas kimia memiliki perbedaan pada C-organik, di mana kasgot basah cenderung menurun dan kasgot kering cenderung menurun sampai penambahan 750 gram, kemudian naik. Kualitas biologi untuk variasi penambahan kasgot cenderung naik dari penambahan 500 gram pada kasgot basah dan cenderung naik sampai penambahan 750 gram yang kemudian turun pada kasgot kering.   
Analisis Emisi Karbon di Pasar Jatingaleh Semarang Nariswari, Sincerely Natazkia; Aurellia Dzakiyah; Annida Qotrunnada; Wila’as Meilana; Moh. Ferdian Ibnu Reza; Aventania Nismara Gradey; Andreas Bakara Sitanggang; Lia Nora Angelina; Muhamad Ilyas Rasyid
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.103304

Abstract

Meningkatnya emisi akibat aktivitas perkotaan dan fasilitas umum telah menjadi isu mendesak yang memerlukan strategi mitigasi berbasis perilaku dan tata kelola. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber utama emisi di TPI Jatingaleh dengan mengukur volume timbulan sampah, konsumsi listrik, dan aktivitas transportasi, serta menilai kesadaran lingkungan, perilaku, dan faktor sosial-budaya-ekonomi yang memengaruhi aktivitas tersebut. Pendekatan metode campuran (mixed-methods) diterapkan melalui survei dan wawancara dengan petugas pasar, pedagang, dan pelanggan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis kuantitatif terhadap emisi sampah dan listrik dilakukan menggunakan pedoman IPCC 2006, sedangkan analisis kualitatif menggunakan survei pengenalan, photovoice, wawancara mendalam, dan triangulasi melalui perangkat lunak ATLAS.ti untuk menafsirkan motivasi, persepsi, dan pola perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi listrik merupakan sumber emisi utama, dengan total 11.460,76 kg CO₂ per tahun. Angka ini diikuti oleh emisi sampah yang berkontribusi sebesar 10.313,00 kg CO₂ per tahun. Meskipun responden menunjukkan tingkat kesadaran lingkungan yang moderat, praktik mereka masih belum konsisten, terutama terkait penggunaan plastik dan pengelolaan sampah. Faktor sosial seperti norma kebersihan, faktor budaya seperti kebiasaan turun-temurun, dan faktor ekonomi seperti pendapatan terbukti memengaruhi variasi perilaku lingkungan. Penelitian ini menyoroti perlunya strategi mitigasi praktis, termasuk penerapan prinsip ekonomi sirkular, penguatan praktik 3R (Reduce–Reuse–Recycle), peningkatan pengelolaan sampah organik melalui pengomposan, penyediaan fasilitas pasar hemat energi, serta pemberian edukasi dan insentif yang tepat sasaran untuk mendorong perilaku lingkungan yang lebih berkelanjutan.  
Evaluasi Reklamasi Tambang Melalui Survival Rate Mangrove Dan Kualitas Perairan di PT TIMAH (Persero) Tbk Area Kundur UNP, Dahroni; Heri Prabowo; Tri Gamela Saldy; Harizona A. Rahman; Riri Ferdian
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.103495

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas program reklamasi tambang PT TIMAH (Persero) Tbk. Area Kundur melalui evaluasi tingkat kelangsungan hidup mangrove dan dinamika kualitas perairan di kawasan pesisir lokasi Batu Kucing Blok 2 selama periode 2022-2023 dengan luas 1 Hektar. Aktivitas pertambangan timah di wilayah pesisir telah menyebabkan degradasi ekosistem mangrove yang memerlukan upaya pemulihan komprehensif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei deskriptif, meliputi pengukuran survival rate mangrove melalui metode transek dan petak kuadrat, serta monitoring parameter kualitas perairan yang mencakup suhu, salinitas, pH, kecerahan, dan kecepatan arus. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelangsungan hidup mangrove mencapai 66,41% pada tahun pertama, kemudian mengalami peningkatan menjadi 78,59% pada tahun kedua setelah penanaman. Seluruh parameter kualitas perairan yang diukur memenuhi baku mutu lingkungan hidup, dengan kecenderungan perbaikan kondisi yang mendukung pertumbuhan optimal ekosistem mangrove. Dinamika kualitas perairan menunjukkan penurunan suhu dari 31°C menjadi 30°C dan salinitas dari 32 PSU menjadi 30 PSU, yang berkontribusi positif terhadap keberhasilan restorasi. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pendekatan reklamasi berbasis ekosistem dengan pengelolaan kualitas perairan yang tepat mampu menghasilkan tingkat keberhasilan tinggi dalam pemulihan ekosistem mangrove pascatambang.
Analisis Pengaruh Perubahan Iklim Wilayah Kabupaten Pacitan Terhadap Proyek PLTA Grindulu Ompusunggu, Sahat Ricky Pranata; Hermana, Joni; Syafe'i, Arie Dipareza; Assomadi, Abdu Fadli
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.103855

Abstract

PLTA pumped storage berperan penting dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan pada era transisi energi. Namun, kinerjanya sangat bergantung pada ketersediaan air yang rentan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini menganalisis curah hujan historis dan proyeksi curah hujan di DAS Grindulu sebagai dasar evaluasi ketersediaan air reservoir PLTA Grindulu pumped storage. Data curah hujan Stasiun Tegalombo periode 2015–2024 dianalisis, sedangkan proyeksi hingga 2100 menggunakan skenario SSP2-4.5 dan SSP5-8.5 dengan koreksi bias Quantile Delta Mapping (QDM). Hasil menunjukkan curah hujan memiliki variabilitas antartahun yang tinggi, dengan rata-rata tahunan 2182 mm dan standar deviasi 720 mm. Metode QDM efektif mengurangi bias model, ditunjukkan oleh PBIAS yang umumnya berada dalam rentang ±15%, nilai MAE yang stabil, dan RMSE yang konsisten antardekade. Proyeksi jangka panjang menunjukkan peningkatan curah hujan tahunan pada kedua skenario, dengan ketidakpastian lebih besar pada SSP5-8.5 setelah pertengahan abad. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan iklim dapat memengaruhi ketersediaan air reservoir dan keandalan PLTA pumped storage, sehingga diperlukan perencanaan yang adaptif.   
Analisis Dampak Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air pada PLTA Upper Cisokan Pumped Storage Pramana, Rendi; Hermana, Joni; Syafe'i, Arie Dipareza; Assomadi, Abdu Fadli
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.103828

Abstract

Perubahan iklim dapat mengubah pola curah hujan dan rezim aliran sungai, sehingga memengaruhi ketersediaan air bagi PLTA pumped storage. Penelitian ini menganalisis ketersediaan air masa depan pada Upper Cisokan Pumped Storage Hydropower Plant (UCPS), proyek pumped storage berskala besar pertama di Indonesia. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan proyeksi iklim dan pemodelan hidrologi. Data historis dan proyeksi diperoleh dari CHIRPS, CHIRTS, dan model EC-Earth3 NEX-GDDP-CMIP6 dengan skenario SSP245 dan SSP585. Koreksi bias dilakukan menggunakan Linear Scaling dan dievaluasi dengan MBE serta PBIAS. Simulasi hidrologi dikembangkan dalam HEC-HMS dan dikalibrasi terhadap debit observasi. Ketersediaan air dievaluasi melalui Flow Duration Curve, keandalan bulanan debit harian, durasi low-flow spell, dan neraca air tampungan aktif dengan ambang operasi 0,75 m³/s. Hasil menunjukkan bahwa pada periode historis, debit harian umumnya melampaui ambang kebutuhan minimum. Pada periode proyeksi, SSP245 dan SSP585 menunjukkan peningkatan frekuensi serta durasi debit rendah. Dampak terbesar terjadi pada SSP585, dengan kejadian debit rendah hingga sekitar setengah tahun yang menurunkan volume tampungan aktif. Temuan ini menegaskan bahwa ketahanan UCPS sangat bergantung pada pengelolaan debit rendah yang panjang dan berulang.