cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 260 Documents
INISIASI RENCANA AKSI PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA (PIK-R) WONDERFULL DESA MAJAKSINGI Kumalasari, Anggrelia; Susilo, Ananda Dwiyani; Dewi, Dian Pratama; Nurrohman, Danu Wildan; Annisa, Prima; Naufalina, Mira Dian
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1835

Abstract

Masa remaja merupakan masa tanggung yang merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Pada masa peralihan ini terdapat beberapa perubahan fisik dan psikis yang seringkali menimbulkan permasalahan jika tidak didampingi dengan bijak. Adapun beberapa contoh permasalahan yang sering dihadapi oleh remaja di di era perkembangan ini antara lain terkait kesehatan reproduksi seperti sex pranikah, HIV/AIDS, kehamilan tidak diinginkan, dan pengetahuan kesehatan reproduksi yang kurang. Adanya persolaan seperti ini, pemerintah melalui dinas kepenudukan membentuk PIK-R sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan, Tegar Remaja, dan Triad KRR. Pengabdian pada Masyarakat ini mempunyai tujuan guna mengidentifikasi bagaimana kesiapan pembentukan PIK-R (Pusat Informasi dan Konselig Remaja) di Desa Majaksingi. Pengabdian ini dirancang menggunakan metode wawancara dan observasi. Pengabdian dilaksanakan di Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur dengan sasaran sample remaja 30 orang. Kegiatan pengabdian berawal dari koordinasi, pra edukasi dan FGD, edukasi dan FGD, dan inisiasi pembentukan PIK-R. Kegiatan dilaksanakan dengan ceramah, FGD, dan tanya jawab. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini berupa rencana aksi yang dapat dilaksanakan dalam satu tahun ke depan. Dapat disimpulkan bahwa Program inisiasi PIK-R Wonderfull di Desa Majaksingi dilakukan meliputi koordinasi, edukasi, FGD, penentuan nama, struktur pengurus dan draf rencana aksi telah terbentuk. Telah disepakati pula program rutin, program jangka pendek dan jangka Panjang yang telah memperoleh dukungan kepala desa, kader, bidan, dan antusias remaja.
PEMBERDAYAAN IBU MELALUI ENAM KONTAK KONSELING MENYUSUI UNTUK MENINGKATKAN PRAKTIK MENYUSUI Rumintang, Baiq Iin; Sudarmi, Sudarmi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1847

Abstract

Proporsi pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0-5 bulan di daerah perkotaan baru mencapai 40,7%, sedangkan provinsi Nusa Tenggara Barat dengan proporsi terendah pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan tahun 2018 adalah (20,3%). Puskesmas Babakan merupakan salah satu puskesmas dengan pencapaian ASI Eksklusif terendah dari 11 puskesmas yang ada di Kota Mataram. Maka pengabdi melakukan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Pemberdayaan Ibu melalui Enam Kontak Konseling Menyusui untuk meningkatkan Praktik Menyusui. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan target ASI eklusif. Metode pelaksanaan yaitu dengan melakukan persiapan seperti pengurusan izn, materi dan pengumpulan sasaran mitra untuk sosialisai. Sasaran kegitan meliputi Kepala Puskesmas, Bidan, Petugas gizi, kader dan ibu hamil trimester III.  Evaluasi dilaksanakan melakukan penilaian pengetahuan setelah konseling dan monitoring berkala selama setiap sesi konseling berlansung. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil setelah kontak menyusui memiliki pengetahuan baik (70%) dan berpengetahuan cukup (26,7%).  Memiliki sikap yang sangat positif tentang menyusui (66,7%). Diharapkan kegiatan enam kontak menyusui ini dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan seperti Bidan dan ahli gizi pada setiap kontak dengan ibu hamil pada saat antenatal care dan setelah bersalin agar meningkatkan praktik menyusui
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL MELALUI PROGRAM KELAS IBU HAMIL SAIBATIN (SEHAT ANAK IBU, BERDAYA, TANGGAP DAN INISIATIF) Ningsih, Dewi Ayu; Fitria, Rahmah; Hidayah, Nanik; Fitriyanti, Clara Desy
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1862

Abstract

Layanan antenatal berkualitas adalah salah satu bentuk upaya menurunkan Angka Kematian Ibu. Pengaruh pandemi covid-19 ditambah kemajuan teknologi, mendorong tenaga kesehatan untuk berupaya menjalankan layanan kesehatan terutama antenatal dengan lebih inovatif. Oleh karena itu, tim pengabdi membuat suatu program pelayanan antenatal berbasis teknologi. Program ini dilaksanakan secara hybrid (kelas online dan kelas offline) dengan memanfaatkan platform Zoom meeting. Selanjutnya, program pemberdayaan terhadap ibu hamil ini disebut dengan Program Kelas Ibu Hamil SAIBATIN (Sehat Anak Ibu, Berdaya, Tanggap Dan Inisiatif) dengan tujuan untuk menjawab tantangan upaya inovatif tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode hybrid (blinded learning) memadukan dua metode sekaligus dengan memanfaatkan media Aplikasi WhatsApp dan tatap muka. Metode yang akan diterapkan dalam program SAIBATIN adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demontrasi dan praktik (redemonstrasi). Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2023 di wilayah kerja Puskesmas Kemiling. Sasaran Program Kelas Ibu Hamil SAIBATIN ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan minimal sudah masuk pada trimester 2 (?13 minggu) yang tinggal diwilayah Kota Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) melalui kelas Ibu Hamil SAIBATIN menunjukkan ada peningkatan pada pengetahuan ibu hamil mengenai pengelolaan kesehatan pada masa kehamilan, persalinan, masa nifas dan menyusui dalam kategori baik sebesar 52,6%. Program  Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Program Kelas Ibu Hamil SAIBATIN terbukti dapat merubah tingkat pengetahauan ibu hamil mengenai pengelolaan kesehatan pada masa kehamilan, persalinan, masa nifas dan menyusui sebesar 22,8%. Saran untuk seluruh ibu hamil agar dapat terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya terkait dengan pengelolaan kesehatan pada masa kehamilan, persalinan, masa nifas dan menyusui melalui berbagai kelas kehamilan yang tersedia di pelayanan kesehatan terdekat maupun melalu media yang mudah di akses
APLIKASI EKSTRAK DAUN TEH HIJAU SEBAGAI INSEKTISIDA DALAM PENCEGAHAN NYAMUK DEMAM BERDARAH (Aedes aegypti) DI KELURAHAN BANTA-BANTAENG KOTA MAKASSAR Zaenab, Zaenab; Rasjid, Ashari; Haerani, Haerani; Rafidah, Rafidah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1866

Abstract

Kota Makassar merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dan termasuk wilayah terbesar kelima di Indonesia. Pada tahun 2020, Makassar mencatat jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi, yaitu 175 kasus. Pengendalian vektor penyakit ini masih mengandalkan metode kimiawi sebagai strategi utama, terutama dalam menekan populasi nyamuk Aedes aegypti. Salah satu alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan adalah pemanfaatan insektisida alami berbasis ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Kelurahan Banta-Bantaeng dalam upaya pencegahan penyebaran DBD melalui aplikasi ekstrak daun teh hijau sebagai insektisida alami. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan mengenai penyakit DBD dan pemanfaatan insektisida alami, serta demonstrasi langsung tentang cara aplikasi ekstrak daun teh hijau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 23 peserta (88,46%) memahami tujuan, efektivitas, dan prosedur aplikasi ekstrak daun teh hijau dalam pengendalian nyamuk Aedes aegypti. Selain itu, sebanyak 8 peserta (30,76%) aktif memberikan pertanyaan pada sesi diskusi, sedangkan 16 peserta (61,53%) mampu mendemonstrasikan aplikasi ekstrak daun teh hijau secara mandiri. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat rutin menggunakan produk berbasis ekstrak teh hijau sebagai salah satu metode pencegahan DBD.
SOSIALISASI PENGGUNAAN MASKER DAMPAK ERUPSI GUNUNG LEWOTOBI LAKI-LAKI DI DESA LEWOMADA KECAMATAN TALIBURA KABUPATEN SIKKA Melkias, Dikson; Tugu, Maria Trili Angelia
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1871

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mudah terkena bencana. Setiap tahunnya terjadi bencana alam seperti, banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, tsunami, gempa bumi, dan lainnya. Salah satu bencana alam yang paling berbahaya dan mematikan adalah bencana gunung berapi. Berbicara gunung berapi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak. Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi di Indonesia dengan jumlah gunung berapi terbanyak. Tercatat ada 23 gunung berapi yang tersebar di seluruh penjuru provinsi ini. Salah satu dari 23 gunung berapi yang berada di NTT adalah gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di kabupaten Flores Timur, sejak dari tanggal 1 Januari 2024 sampai dengan hari ini masih mengeluarkan abu vulkanik (erupsi). Dampak yang paling terasa dan dialami akibat letusan gunung berapi adalah abu vulkanik yang terbawa sampai ke kabupaten Sikka salah satunya Desa Lewomada yang terletak pada perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur. Abu vulkanik dapat terhirup dan dapat menyebabkan penyakit paru yang berpotensi menimbulkan kematian. Observasi awal yang dilakukan didapat sebagian besar masyarakat Desa Lewomada tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah walaupun abu vulkanik masih berterbangan di udara. Tujuan dari pelaksanaan PkM ini adalah masyarakat Desa Lewomada mendapatkan informasi pentingnya masker agar tidak menghirup abu vulkanik. Metode yang digunakan pada PkM ini adalah Observasi lokasi PkM (dampak abu vulkanik), sosialisasi dengan cara ceramah dan tanya jawab serta evaluasi kegiatan PkM. Hasil yang didapat dari PkM ini adalah warga yang hadir sebanyak 34 orang, warga aktif dalam diskusi. Kegiatan PkM sejenis perlu dilakukan agar pengetahuan dan pemahaman warga dapat bertambah dan terhindar dari dampak abu vulkanik
PEMBERDAYAAN KADER DAN KELUARGA: PENGELOLAAN DIABETES MELALUI SENAM KAKI DAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL Hidayat, Arifin; Andrianur, Frana; Badar, Badar
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1928

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat, memerlukan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahuan pengetahuan responden, memberdayakan kader dan mendampingi keluarga penderita DM dalam menerapkan senam kaki diabetes dan konsumsi rebusan jahe sereh sebagai upaya menurunkan kadar gula darah. Program ini dilakukan di jalan kelurahan Sempaja timur dengan melibatkan 30 responden, dua kader, dan satu perwakilan dari Puskesmas Bengkuring. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi, di mana kader dan keluarga penderita DM diberikan edukasi mengenai DM, konsep senam kaki dan minuman jahe sereh kemudian dilatih untuk melaksanakan senam kaki diabetes dan mempersiapkan minuman jahe sereh. Kegiatan ini berlangsung 2 kali dengan pengukuran pengetahuan diukur sebelum dan setelah diberikan edukasi sedangkan kadar gula darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi (satu minggu). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden tentang diabates mellitus, senam kaki diabetes serta minuman jahe sereh dengan rata-rata peningkatan 3,43, serta terdapat penurunan rata-rata kadar gula darah 15,85 mg/dL. Pemberdayaan kader dan pendampingan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam pengelolaan diabetes secara mandiri, serta memperkuat peran keluarga dalam mendukung kesehatan anggota yang menderita DM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI HIPERTENSI PADA KELOMPOK TANI DAN MASYARAKAT YANG BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN PERTANIAN Maksuk, Maksuk; Intan Kumalasari; Amin, Maliha
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1930

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang semakin meningkat di Indonesia dan paling sering di temukan dan berkaitan erat dengan permasalahan kesehatan lain, seperti stroke hingga gangguan jantung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan deteksi dini dan skrining hipertensi pada kelompok tani melalui pembentukan kelompok peduli hipertensi yang berada di kawasan pertanian.  Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode edukasi, skrining dan deteksi hipertensi, serta pelatihan mandiri penggunaan tensi meter. Kegiatan ini  dilaksanakan di Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir selama 6 bulan. Peserta kegiatan adalah kelompok tani, kader kesehatan, tenaga kesehatan puskesmas dan perangkat desa Pegayut sebanyak 42 orang. Edukasi kesehatan mencakup informasi mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Skrining dan pelatihan cek tekanan darah dilakukan oleh tim pengabdi dibantu oleh mahasiswa Program Studi Pengawasan Epidemiologi Poltekkes Kemenkes Palembang. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 42 orang peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 59,5% hipertensi. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi berdasarkan hasil pre-test (36%) dan post-test (89%). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program pencegahan hipertensi dan dapat menjadi motivasi bagi setiap anggota untuk peduli terhadap status kesehatannya dan ikut berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitarnya.
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN MENGENAI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA SISWA SMK DESA SUNGAI AMBAWANG KUALA, KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG, KABUPATEN KUBURAYA Sunarsieh, Sunarsieh; Suharno, Suharno; Chitra, Fara
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1936

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang memiliki potensi besar untuk berperan sebagai agen perubahan dalam mengatasi masalah stunting. Dengan semangat, idealisme, dan kreativitas yang tinggi, mereka dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan stunting melalui inovasi dan partisipasi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa SMK Darul Dakwah terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), dan pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang dilakukan melalui sesi interaktif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 116,05%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan terkait PHBS dan stunting dapat diterima dengan baik oleh siswa dan efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka. Disarankan agar ada kerjasama lebih lanjut dengan instansi terkait, seperti Puskesmas Sungai Ambawang dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, untuk memperluas dampak dan keberlanjutan program ini
EDUKASI PENTINGNYA KONSUMSI PROBIOTIK DAN PREBIOTIK SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESEHATAN SALURAN CERNA Eka Astuty; Mus, Rosdiana; Sulfiana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1953

Abstract

Indonesia masih termasuk dalam kategori negara yang sedang berkembang. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Upaya ini harus dimulai dari setiap keluarga, terutama dari aspek kesehatan anak. Berdasarkan survei pendahuluan, dapat diuraikan masalah yang dihadapi kelompok mitra adalah kurangnya pengetahuan para siswa/i serta guru-guru mengenai peran prebiotik dan probiotik. Hal ini terjadi karena sebagian besar siswa/i belum memahami secara benar peranan mikroorganisme bagi kehidupan. Secara khusus, keterbatasan pengetahuan tentang prebiotik dan probiotik disebabkan karena kurangnya penerapan hasil-hasil riset yang berdampak langsung pada masyarakat termasuk dalam bidang mikrobiologi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi, serta memberi masukan dan pemahaman melalui suatu diskusi yang intensif secara ilmiah tentang peran prebiotik dan probiotik untuk kesehatan. Penyampaian materi edukasi dilakukan dengan metode ceramah, disampaikan dengan menggunakan slide power point yang menarik dan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami peserta kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara umum mendapat sambutan yang sangat baik dan antusias tinggi dari para siswa serta guru-guru yang hadir. Informasi dan pengetahuan yang disampaikan diharapkan mampu menambah pengetahuan siswa terkait pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna. Keberlanjutan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat peduli kesehatan
PERAN PERAWAT DALAM EDUKASI KELUARGA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI ICVCU KOTA SURAKARTA: - Wulandari, Novita Kurnia; Widyaningsih, Tri Sakti; Kanita, Maria Wisnu
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1954

Abstract

Salah satu peran utama perawat di ICVCU adalah memberikan edukasi keperawatan kepada pasien dan keluarga agar dapat mengetahui dan menerapkan tindakan keperawatan tersebut secara mandiri ketika pasien di rumah. Upaya pendampingan peran perawat terhadap keluarga pasien jantung dilakukan sebagai salah satu bentuk edukasi kepada keluarga pasien selama di rumah pasca perawatan dan pemulangan pasien. Tujuan kegiatan ini untuk mendampingi perawat dalam mengedukasi pasien dan keluarga dalam pemantauan hemodinamik pada pasien jantung di ICVCU. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Survey Forum Diskusi Group, observasi dan demonstrasi, dengan sasaran 15 perawat yang bekerja di ruang perawatan jantung (ICVCU) di Rumah Sakit di Kota Surakarta. Hasil: 15 perawat yang mendapatkan pendampingan didapatkan hasil score rata-rata meningkat dari 74,6 menjadi 89,3. Hal itu menunjukkan upaya pendampingan peran perawat dalam pemberian edukasi pada Keluarga pasien Infark Miokard Akut di Ruang Perawatan Kritis Jantung di Kota Surakarta sudah terlaksana dan dapat diterima dengan baik oleh perawat. Kesimpulan: peningkatan pengetahuan dan kemampuan edukasi perawat terutama dalam memberikan edukasi pengetahuan pada keluarga dalam perawatan pasien jantung selama di rumah dapat dilakukan secara mandiri dan optimal.