Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles
260 Documents
UPAYA PREVENTIF KANKER SERVIK MELALUI KELOMPOK DHARMA WANITA KECAMATAN BLUTO
Mumpuningtias, Elyk Dwi;
Aliftitah, Sugesti;
Hasanah, Laylatul;
Oktavianisya, Nelyta
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1768
Kanker serviks bisa terdeteksi secara dini melalui skrining, akan tetapi kesadaran masyarakat terutama perempuan masih kurang dalam melakukan pemeriksaan dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan ibu Dharma Wanita dalam pencegahan dini Kanker Serviks. Metode yang dipakai adalah sosialisi dan pembentukan kader pencegahan dini kanker serviks. Media yang digunakan dalam menyampaikan materi edukasi keshatan yaitu leaflet, powerpoint, video. Tim melakukan Kerjasama dengan tenaga laboratorium Fortuna Sumenep untuk dilakukan tes pap smear. Kegiatan PKM dilakukan di Kecamatan Bluto khusunya pada ibu dharma Wanita Kecamatan Bluto pada bulan November-April 2023. Ada beberapa tahapan kegiatan yaitu analisis situasi, edukasi kesehatan, pembentukan kader pencegahan dini kanker serviks dan evaluasi. Hasil kegiatan ini berdampak baik yaitu terdapat tingkat pengetahuan peserta meningkat menjadi 87%, dan responden yang mau melakukan pemeriksaan pap smear sebanyak 54,4% (25 orang). Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta tentang pencegahan dini kanker serviks. Pencegahan dini dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif terjadinya kanker serviks.
EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT KEPADA MASYARAKAT DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II KOTA AGUNG KABUPATEN PESAWARAN BANDAR LAMPUNG
Andriyani, Desi;
Elina, Lies;
Gultom, Erni
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1796
Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dari kesehatan umum yang sering kali terabaikan, terutama di kalangan anak-anak di lembaga pembinaan khusus. Faktor-faktor seperti kurangnya pendidikan kesehatan, kondisi sosial-ekonomi rendah, dan kurangnya dukungan keluarga sering menyebabkan anak-anak ini memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada peserta terhadap cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dan meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Metode kegiatan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut dibuat secara bertahap dalam beberapa sesi pemaparan materi dan tanya jawab. Peserta kegiatan adalah tahanan Lapas Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan anak-anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Survei pra-dan pasca-penyuluhan menunjukkan bahwa 85% anak-anak yang sebelumnya tidak menyadari pentingnya kebersihan gigi kini mengerti dan mampu menyebutkan alasan-alasan utama menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di lembaga pembinaan khusus anak telah menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik kesehatan gigi di kalangan tahanan LPKA Kelas II.
PENGUATAN KADER DALAM DETEKSI DINI KURANG ENERGI KRONIS (KEK) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN SAWANGAN, KABUPATEN MAGELANG
Meilani, Niken;
Setiyawati, Nanik;
Santi, Mina Yumei;
Sulistyani, Ika Agustina
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1805
Kekurangan energi kronis (KEK) merupakan suatu keadaan dimana status gizi seseorang berada pada kondisi yang kurang baik dan telah berlangsung menahun (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan. KEK meningkatkan risiko terjadinya stunting. Prevalensi stunting di Kabupaten Magelang merupakan peringkat ke-3 tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. KEK dapat diskrining dengan melakukan pengukuran lingkar lengan atas (LILA). Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui deteksi dini KEK pada remaja dan wanita usia subur terhadap risiko KEK. Pengabdian kepada masyarakat ini dikemas melalui kegiatan ceramah interaktif, tanya jawab, dan demonstrasi pengukuran LILA. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader PKK dari 15 Desa di seluruh wilayah Kecamatan Sawangan yaitu berjumlah 25 orang. Kegiatan ini meliputi langkah persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan dilakukan koordinasi bersama tim dan mitra, penyusunan materi dan soal pre dan post test. Dalam pelaksanaan dilaksanakan pre test, pemberian materi oleh narasumber, serta diskusi. Untuk evaluasi dilakukan post test dan tindak lanjut hasil pengabdian serta luaran kegiatan berupa berita kegiatan yang dimuat dalam belita online daerah. Pre dan posttes menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi dini KEK dan anemia melalui uji Wilcoxon dengan nilai p=0.000. Pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan kader sebagai garda terdepan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan di masyarakat. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini adalah para kader diharapkan dapat mengimplementasikan pengukuran LILA kepada remaja di masing-masing desa sebagai upaya deteksi dini KEK dan pencegahan stunting.
PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN GIGI DI PUSKESMAS TATELI KECAMATAN MANDOLANG
Harapan, I Ketut;
Dajoh , Ireine N.
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1821
Pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu cara mendukung pelaksanaan pembangunan kesehatan, salah satu diantaranya dengan pemberdayaan kader kesehatan. Masalah kesehatan mulut dapat mempengaruhi perkembangan umum anak-anak. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak balita yaitu karies gigi. Karies yang sering ditemukan pada anak usia di bawah lima tahun (balita) dengan penyebaran tertinggi pada anak usia tiga tahun. Peran kader dalam penyelenggaraan posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat kader juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Metode kegiatan yang digunakan yaitu : melakukan pemeriksaan gigi pada balita, menyampaikan kondisi kebersihan gigi balita, memberikan pengetahuan dengan penyuluhan/ pelatihan cara pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada seluruh kader kesehatan di posyandu, melakukan pendampingan kader cara pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut balita dengan memberikan pengulangan cara-cara memelihara kebersihan gigi dan mulut pada balita, evaluasi praktek mandiri cara pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada balita dengan cara observasi, evaluasi pengetahuan kader tentang cara pemeliharaan kebersihan gigi pada balita, evaluasi status kebersihan gigi balita (Debris Index). Kesimpulan yaitu Meningkatnya Pengetahuan kader posyandu dalam pemeliharaa kebersihan gigi dan mulut pada balita di wilayah kerja puskesmas tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa dari 10 % menjadi 100% dan meningkatnya Kemampuan kader posyandu dalam membimbing dan mengajarkan cara pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada ibu dan balita di wilayah kerja Puskesmas Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa dari 50 % menjadi 100%.
EDUKASI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA IBU PREMENOPAUSE, MENOPAUSE, DAN PASCA MENOPAUSE DI TUREN KABUPATEN MALANG
Mayasari, Dian;
Lestari, Shelvi Ovi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1822
Masa menopause pada setiap wanita tidak sama. Sebelum memasuki usia menopause didahului dengan masa premenopuse (kurang lebih 6 tahun sebelumnya) yaitu usia 40 tahun. Sindrom menopause berdampak pada penurunan kualitas hidup perempuan menopause. Diperlukan dukungan sosial, kepercayaan diri dan sikap positif terhadap keluhan yang dialami perempuan menopause sehingga dapat menerima menopause sebagai karunia karena bersifat normal bagi seorang perempuan. Peran bidan di komunitas diharapkan dapat memberikan konseling di wilayah kerjanya sebagai tempat yang efektif untuk memberikan informasi tentang premenopause, menopause, dan pasca menopause. Tujuan edukasi kegiatan yang dilakukan akan meningkatkan kesehatan fisik, mental dan sosial sehingga wanita lebih siap dalam menghadapi usia menopause. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini pembuatan materi tentang keluhan menopause dan penanganannya, pemeriksaan kesehatan peserta dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini dengan jumlah peserta 25 orang, peserta sangat antusias dan aktif bertanya terkait keluhan menopause dan penanganannya dan dari hasil angket evaluasi kegiatan yang dilakukan peserta merasa sangat puas dengan materi yang disampaikan. Kegiatan ini perlu dilakukan secara konsisten guna untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu dalam kesiapan dalam menghadapi menopause
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI MASYARAKAT MENUJU DESA SIAGA OLEH KKN POLTEKKES KEMENKES MATARAM DI DESA UBUNG
Jiwantoro, Yudha Anggit;
Sukarti, Ni Made;
Rosyida, Nurul Hafizatur;
Dewi, Eka Rohayu;
Agustini, Widara;
Wahyuni, Dwi Dinda;
Lestari, Holina;
Nuradwintan, Dela Safitri;
Samba, Wiwik Artika;
Putra, Heryadi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1831
Provinsi Nusa Tenggara Barat sampai saat ini masih menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu program prioritas bidang kesehatan. Pemerintah menargetkan di tahun 2024 angka stunting bisa turun minimal 14 persen. Pemerintah melakukan intervensi spesifik dan sensitif berdasarkan Perpres No. 72/2021 meliputi pelayanan KB pasca-persalinan, keluarga miskin dan rentan yang menerima bantuan sosial pangan, keluarga berisiko stunting yang butuh pendampingan dan sebagainya. KKN Terpadu Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram tahun 2024 diharapkan dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah khususnya dalam upaya penurunan Stunting dan pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Interprofessional Collaboration (IPC) karena kompleksitas suatu permasalahan kesehatan seringkali melibatkan beberapa profesi secara kolaboratif dalam penanganan pemasalahan kesehatan di masyarakat. Tujuan kegiatan untuk memberi pengalaman belajar dan bekerja kepada para mahasiswa tentang penerapan dan pengembangan ilmu untuk membantu permasalahan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Ubung. Kegiatan KKN dilakukan selama 3 minggu dengan melibatkan desa lokus stunting salah satunya Desa Ubung. Bentuk program yang dilaksanakan berupa; Pemeriksaan Laboratorium, Pengukuran tekanan darah dan Senam Hipertensi, Konseling gizi (PMBA, ASI-Eksklusif, Diit Hipertensi, Diit Diabetes Melitus), Demonstrasi TTG (Teknologi Tepat Guna) dari pangan lokal setempat. Seluruh kegiatan dapat dilaksanakan sesuai rencana dengan antusias masyarakat yang tinggi. Kesimpulannya perlu keberlanjutan kegiatan KKN agar program yang telah dilaksanakan dapat dievaluasi dan dikembangkan kembali di tahun mendatang serta perlu adanya pendampingan melalui program lain seperti pengabdian masyarakat oleh dosen, agar terjadi keberlangsungan program
PEMANFAATAN GOOGLE SITES SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA
Ulliana, Ulliana;
Nurwanti, Widi;
Setyawati, Baby Prabowo
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1842
Karies gigi atau gigi berlubang merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi yang ditandai rusaknya email dan dentin disebabkan oleh aktivitas metabolisme bakteri dalam plak, hal ini sering terjadi pada anak sekolah. Permasalahan pada siswa SMK Farmasi Puskesad adalah DMF-T = 2,58 (kategori sedang) dimana D = 2,47 yang artinnya pada 1 siswa terdapat 2-3 gigi karies sehingga dikatakan belum mencapai target optimal nasional yang seharusnya <2. Strategi untuk mencapai Indonesia bebas karies 2030 dengan meningkatkan upaya promotive dan preventive pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan kegiatan : meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut. Metode pelaksanaan : Promosi kesehatan gigi pada mitra siswa SMK Farmasi Puskesad Jakarta berjumlah 82 orang. Pelaksanaan kegiatan berupa edukasi tentang pentingnya perawatan preventive untuk kesehatan gigi dan mulut menggunakan google sites. Hasil kegiatan : rata-rata pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sebelum promosi kesehatan gigi melalui media edukasi google sites dengan nilai 85,14 menjadi 87,88 serta rerata selisih sebesar 2,74. Kesimpulan : google sites efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut
PENINGKATAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI USIA 10-12 TAHUN
Hasnani, Fenti;
Suryati, Suryati;
Rahmawaty, Elsye
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1860
Menjaga kesehatan reproduksi pada wanita diawali dengan menjaga kebersihan organ kewanitaan. Untuk menghindari terjadinya infeksi diperlukan personal hygine pada alat genitalia. Personal hygiene menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada daerah kewanitaan pada saat menstruasi. Bila saat menstruasi tidak menjaga hygienitas yang baik akan berisiko mengalami infeksi pada alat reproduksi. Hal ini disebabkan oleh peristiwa menstruasi yang mengeluarkan darah kotor. Pada saat menstruasi, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi karena darah dan keringat keluar serta menempel pada vulva dapat menyebabkan daerah genetalia menjadi lembab. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang hygiene saat menstruasi. Metode yang digunakan dimulai dengan mengisi kuisioner sebelum kegiatan pengabdian kepada masyarakat, melakukan penyuluhan dan pendidikan kesehatan tentang personal hygiene menstruasi, melakukan post test, serta wawancara mengenai kebiasaan saat menstruasi terhadap beberapa siswi. Hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah pengetahuan remaja putri mengenai kebersihan menstruasi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 18 orang (60,0%), dan yang memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 7 orang (23.3%) serta hanya 5 orang (16.7%) yang memiliki pengetahuan baik mengenai persiapan menstruasi
OPTIMALISASI PERTUMBUHAN BAYI 1.000 HPK MELALUI PEMANFAATAN MODUL KELAS PERSIAPAN MENYUSUI
Wulandatika, Darmayanti;
Fatimah, Siti;
Afifah, Ramadhana Alya Nuur;
Azkiya, Nadila
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1865
1000 Hari pertama kehidupan (HPK) berperan penting dalam kesiapan generasi sehat. Adanya kebijakan program gizi untuk meningkatkan kesehatan ibu dilakukan salah satunya melalui pemberian ASI yang mengandung protein dan zat besi yang tinggi. Adanya persiapan kelas menyusui dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu hamil dalam mempersiapkan proses menyusui dan meningkatkan keberhasilan menyusui. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya persiapan menyusui melalui edukasi dan pelatihan cara menyusui yang benar, dan perawatan payudara bagi ibu hamil sebagai upaya dalam optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak 1.000 hari pertama kehidupan melalui pemanfaatan modul kelas persiapan menyusui bagi ibu hamil. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah, tanya jawab dan juga demontrasi. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya perbedaan antara pre-test dan post-test pada kuesioner yang diberikan pada peserta yaitu sebelum diberikan materi yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (81,82%), pengetahuan kurang sebanyak 2 orang (18,18%), sedangkan peserta sesudah diberikan materi edukasi yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 10 orang (90,91%), pengetahuan cukup sebanyak 1 orang (9,09%). Kesimpulan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah adanya peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terkait persiapan menyusui.
PELATIHAN PEMBUATAN OBAT KUMUR DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) PADA MAHASISWA, ALUMNI DAN IBU-IBU PKK KELURAHAN PUDAKPAYUNG
Supriyana, Supriyana;
Latifah, Rose Asni;
Fakhriyatin, Kiat Irma;
Siregar, Irma Haida Yuliana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1880
Upaya preventif kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan secara mekanis yaitu menyikat gigi pada waktu yang tepat dengan cara yang benar. Tindakan pembersihan dengan menyikat gigi seringkali tidak mampu menjangkau seluruh permukaan gigi, sehingga diperlukan upaya lain seperti memanfaatkan bahan antibakteri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah kumur-kumur menggunakan obat kumur yang mengandung antiseptik atau dapat juga menggunakan dari bahan herbal dengan ekstrak tumbuh-tumbuhan yang mengandung antibakteri. Alternatif bahan herbal yang dapat digunakan untuk menjadi obat kumur adalah daun seledri. Kandungan dalam seledri yang bisa bermanfaat sebagai antibakteri diantaranya yaitu minyak atsiri, flavonoid, saponin dan tannin. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada mahasiswa, alumni dan ibu-ibu PKK dengan pembuatan obat kumur herbal. Metode pengabdian ini meliputi presentasi, diskusi, dan praktik. Indikator keberhasilan dari pengabdian ini adalah pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah pelatihan, dengan jumlah sampel 27 orang yang terdiri dari 10 ibu-ibu PKK, 11 mahasiswa dan 6 alumni Jurusan Kesehatan Gigi. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan pengetahuan peserta mengenai cari menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum dilakukan pelatihan terdapat 81,5% memiliki pengetahuan baik, dan 18,5% memiliki pengetahuan cukup. Setelah dilakukan pelatihan, seluruh peserta (100%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal tersebut terjadi karena pemberian pelatihan melalui metode ceramah, diskusi dan praktek langsung dapat meningkatkan pengetahuan