cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 260 Documents
PEMBERDAYAAN PASANGAN USIA SUBUR DALAM PENCEGAHAN HIV AIDS MELALUI KOMUNITAS PEDULI HIV DI YAYASAN ROASRO MEDAN JOHOR DI KELURAHAN KWALA BEKALA KECAMATAN MEDAN JOHOR PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024 Simanullang, Ester; Rinayanti Manurung, Herna; Sinaga, Rosmani; Sari, Febriana; Estika Sianipar, Priska; Ulina Lompohta Pinem, Eva
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1960

Abstract

Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi masalah besar, meskipun telah ada berbagai program pencegahan yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Salah satu faktor utama penyebaran HIV/AIDS adalah ketidaksetiaan pasangan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai penyebab dan pencegahan HIV/AIDS, serta memutus mata rantai penyebarannya. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan September 2024 dengan pendekatan terstruktur dan sistematis, dimulai dari penetapan daerah sasaran, survei, observasi lapangan, hingga sosialisasi program dan izin pelaksanaan. Kegiatan ini dilakukan di Yayasan Roasro, Medan Johor, yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan. Yayasan Roasro telah lama bergerak dalam pendampingan ODHA dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan. Hasil dari pengamatan menunjukkan dampak positif terhadap PUS, terlihat dari tingginya antusiasme peserta dalam menghubungi tim pengabdian masyarakat untuk berbagi informasi dan bertanya lebih lanjut mengenai HIV/AIDS. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran PUS terkait pencegahan HIV/AIDS.
PEMBERDAYAAN IBU “PERMATA”(PROGRAM EDUKASI PRAKTIK KEAMANAN PANGAN BALITA) OPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG Ersila, Wahyu; Zuhana, Nina; Chabibah, Nur; Rahmatullah, St.
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1969

Abstract

Masalah gizi yang masih meresahkan pada anak balita di bawah lima tahun adalah kejadian stunting. Anak-anak balita memiliki tingkat ketahanan tubuh yang sangat rentan terhadap penyakit, terutama penyakit yang berkaitan dengan gizi. Keamanan pangan menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan guna mengurangi risiko penyakit bawaan makanan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan. Anak usia 6-24 bulan yang berasal dari keluarga yang kurang memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan pangan memiliki risiko 2,7 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami stunting. Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun untuk meningkatkan mengoptimalkan keamanan pangan balita melalui pendekatan pemberdayaan ibu balita dengan harapan terjadi peningkatan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan praktik keamanan pangan bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Sasaran kegiatan ini yaitu ibu yang memiliki balita yang ikut aktif dalam kegiatan posyandu. Kegiatan ini diikuti oleh ibu balita sejumlah 35 peserta, Metode pelaksanaan dilakukan melalui ceramah, diskusi, serta praktik pengolahan makanan. Hasilnya sebelum kegiatan pengetahuan ibu kategori baik dari 14 (40%) menjadi 22 (63%) dan pengetahuan kurang dari 9 (26%) menjadi 0%. Sikap positif ibu sebelum kegiatan 7 (20%) meningkat setelah kegiatan menjadi 28 (80%). Simpulan bahwa program edukasi serta praktik keamanan pangan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam keamanan pangan bagi balita, sehingga melalui program ini tumbuh kembang balita dapat optimal serta terhindar dari bahaya keracunan yang diakibatkan pengelolaan pangan yang tidak aman.
PELATIHAN TERAPIS GIGI DAN MULUT TENTANG PENDOKUMENTASIAN PELAYANAN ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT: DENTAL AND ORAL THERAPIST TRAINING ABOUT DOCUMENTATION OF DENTAL AND ORAL HEALTH CARE SERVICES rizqi, Muhammad Rizqi Fauzi Islami; Rahayu, Siti; Gadafi Puteri, Aisyiah; Grisella, Angeli; Sufiah EL Amin, Adeleandra; Santoso, Bedjo; Dyah Harniati, Etny; Pijiati, Arifah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1971

Abstract

Latar belakang : Pendokumentasian pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek krusial dalam praktik kesehatan yang berfungsi sebagai jaminan mutu pelayanan berbasis keselamatan pasien serta memiliki kekuatan hukum. Namun, masih banyak Terapis Gigi dan Mulut yang kurang memahami pentingnya dokumentasi yang sistematis dan sesuai standar, sehingga dapat berdampak pada kualitas layanan yang diberikan. Oleh karena itu, pelatihan mengenai pendokumentasian pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut diperlukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam melakukan pencatatan yang akurat dan sesuai regulasi. Metode pelaksanaan:  Metode dalam pelatihan ini meliputi ceramah dan sesi tanya jawab, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai pentingnya dokumentasi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar pendokumentasian, manfaat dokumentasi yang baik, serta aspek legal dalam rekam medis. Hasil: penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan dengan nilai p-value sebesar 0,001. Tidak ditemukan penurunan nilai pengetahuan peserta (negative rank = 0), sementara seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman (positive rank = 8). Hal ini membuktikan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan terapis dalam mencatat setiap tahap pelayanan kesehatan gigi secara sistematis dan sesuai standar yang berlaku. Kesimpulan: Pelatihan pendokumentasian pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan Terapis Gigi dan Mulut. Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan gigi dan mulut dapat lebih terjamin, risiko kesalahan medis berkurang, serta kepatuhan terhadap aspek hukum dalam pendokumentasian semakin meningkat.
PEMBERDAYAAN PEMUDA DALAM KONVERGENSI PENANGGULANGAN STUNTING Buana, Chandra; Sutriyanti, Yanti; Utario, Yossy; Almaini, Almaini; Puspita, Yenny; Tarwoto, Tarwoto
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1973

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang terutama disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama. Salah satu strategi penagggulanan stunting yang digalakkan pemerintah adalah gerakan konvergensi stunting. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 angka stunting Di RL mencapai 26 persen. Penderita Stunting pada anak Di Rejang Lebong tercatat sebanyak 400 orang tersebar di 15 kecamatan. Angka ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Bengkulu. Di Puskesmas Perumnas didapatkan 4 anak stunting dan 9 balita dengan berat badan di bawah garis merah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan peran pemuda dalam penanggulangan stunting. MetodeM; Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Desember 2025. Adapun metodse yang dilakukan adalah; Pendekatan teoritis yang terdiri dari pemaparan materi di ruangan belajar, diskusi, simulasi dan tanya jawab. Pendekatan praktik terdiri dari penguasaan teknik deteksi dini stunting dan penyuluhan stunting. Kegiatan advokasi dan sosialisasi dilakukan kepada kepada Dinas Kesehatan dan Pimpinan PKM Perumnas serta Camat dan kepala desa dan kelurahan di kecamatan Curup Tengah. Hasil; Terdapat perbedaan nilai rata pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan sebesar 2.95.  Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,000, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan pemuda sebelum dan sesudah pelatihan kesehatan.meningkatkan keterampilan pemuda dalam melakukan penyuluhan Kesehatan  khususnya dalam Upaya pencegahan stunting. Telah disepakatinya langkah-langkah penanggulangan stunting dan telah pula didapatkannya dukungan kebijakan penangulangan stunting yang akan diajukan dalam program rencana pembangunan kecamatan tahun 2025. Kesimpulan ; kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dapat meningkatkan pengetahuan dan peran pemuda dalam deteksi dini stunting Kecamatan Curup Tengah. Saran; Pemuda yang telah dilatih sebagai kader Kesehatan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam penanganan kasus stunting dengan tetap berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan pemerintahan setempat.
PELATIHAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA KALI, KECAMATAN PINELENG, KABUPATEN MINAHASA Rambi, Elne Vieke; Tumurang, Marjes Netro; Sumenge, Dionysius
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1976

Abstract

Tuberkulosis dan Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan yang saling berkaitan dan dapat memperburuk kondisi pasien. Di Desa Kali, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, angka kejadian Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus cukup tinggi. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan bagi tokoh masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan peran mereka dalam pengendalian penyakit ini. Penelitian ini menggunakan metode pelatihan interaktif berbasis Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration, yang berlangsung selama tujuh bulan, dari Maret hingga September 2024. Peserta pelatihan terdiri dari 25 tokoh masyarakat yang diberikan edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif menggunakan booklet sebagai bahan ajar. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan dalam pengetahuan peserta mengenai pencegahan dan penanganan Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 50,54% meningkat menjadi 77,17% pada post-test. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas metode pelatihan dalam memperkuat peran tokoh masyarakat sebagai agen perubahan di komunitas mereka. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus serta berkontribusi dalam pencapaian target nasional dalam pengendalian penyakit menular.  
PELATIHAN DAN INTERVENSI EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PERAN REMAJA SEBAGAI FASILITATOR DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KONSUMSI TABLET Fe Hilda, Hilda; Wahyutri, Endah; Ariefah Putri, Rosalin; Ratnawati, Ratnawati
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.2001

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia masih tinggi, berkontribusi pada meningkatnya risiko stunting pada generasi berikutnya. Pengetahuan yang rendah mengenai pentingnya konsumsi zat besi menjadi salah satu faktor utama, sehingga pemberdayaan remaja melalui dukungan sebaya diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi dalam mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan stunting dan peran mereka sebagai fasilitator melalui edukasi tablet Fe. Dilaksanakan di SMA Negeri 17 Samarinda, program ini mengintegrasikan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kelurahan, dan akademisi. Metode intervensi mencakup penyuluhan mengenai stunting dan anemia, minum tablet Fe serempak, serta pelatihan dukungan sebaya. Sebanyak 17 remaja putri dari SMAN 17 berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan melalui kuesioner pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor pretest rata-rata 77,94 meningkat menjadi 86,76 pada posttest (p <0,001). Korelasi positif yang kuat (r = 0,767) diamati antara hasil pretest dan posttest, menunjukkan keberhasilan intervensi. Disimpulkan bahwa pemberdayaan remaja melalui dukungan sebaya sangat diperlukan untuk mengurangi prevalensi stunting dan anemia. Diharapkan program ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk meningkatkan pengetahuan dan  kesadaran kesehatan gizi remaja serta mendukung pencegahan stunting di Indonesia.
PELATIHAN MEDIA PILLOW BOOK SEBAGAI EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI SEKOLAH DASAR Widyastuti, Nugraheni; Jumriani, Jumriani; Wahyudadi, Badai Septa; Asridiana, Asridiana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.2018

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil riskesdas pada tahun 2013, masalah gigi dan mulut di Indonesia sebanyak 25,9 % (2013) menjadi 45,3% (2018) , Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 36,2 % (2013) menjadi 55,55% (2018). Permasalahan yang ditemukan di sekolah dasar paling banyak adalah karies gigi. Salah satu faktor penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan anak sehingga mengakibatkan kurangnya kesadaran anak dalam menjaga kebersihan gigi. Untuk meningkatkan pengetahuan anak dapat dilakukan dengan promosi kesehatan gigi. Penggunaan media masih kurang efektif, maka dari itu perlunya inovasi dan pengembangan yaitu menggunakan inovasi media pillow book. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa dengan promosi kesehatan melalui media pillow book. Metode yang digunakan pelatihan kepada guru dan penyuluhan pada anak tentang kesehatan gigi dan mulut melalui media pillow book. Untuk mengevaluasi kegiatan, baik sebelum dan sesudah pelatihan dan penyuluhan pada guru dan siswa diberikan kuesioner. Hasil kegiatan pengabdian adalah adanya peningkatan pengetahuan guru dan siswa.  Kesimpulan nya adalah pelatihan media pillow book dapat meningkatkan pengetahuan guru dan siswa.
EDUKASI KREATIF CEGAH STUNTING MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK REMAJA SEHAT Dientyah Nur Anggina; Asmalia, Resy; Ramadhani, Abeliza; Dwi P., M. Amien
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.2056

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 30,8% menurut Riskesdas 2018. Di Sumatera Selatan, angka stunting tahun 2023 mencapai 20,3%, masih di atas target WHO. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya gizi pada remaja putri, anemia, pola makan yang tidak sehat, serta kurangnya edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan stunting melalui edukasi kreatif menggunakan permainan ular tangga di SMA Negeri 7 Palembang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 yang melibatkan tim pengabdi dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, mahasiswa KKN, serta BKKBN Kota Palembang dengan pendekatan partisipatif, termasuk Focus Group Discussion (FGD). Edukasi dilakukan dengan media permainan ular tangga yang berisi materi pencegahan stunting. Sebelum dan sesudah permainan, peserta mengisi kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Sebanyak 20 siswa berpartisipasi, dengan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 69,95 menjadi 81,7 setelah edukasi. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan permainan. Media ular tangga terbukti efektif meningkatkan pemahaman karena mengintegrasikan pembelajaran kognitif, aktivitas motorik, dan interaksi sosial dalam suasana menyenangkan. Sehingga, permainan ular tangga dapat menjadi metode edukasi kreatif dalam kampanye pencegahan stunting.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH PADAT TEMPE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS MASYARAKAT Nurul Fathiyah Fauzi; Zuhrotul Eka Yulis; Ayesie Natasa Zulka
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.2088

Abstract

Desa Suci merupakan salah satu desa di Kabupaten Jember yang mempunyai prevalensi stunting tinggi dengan angka prevalensi sebesar 13,4%.  Pemberantasan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan gizi dan ketahanan pangan masyarakat melalui diversifikasi pangan. Usaha yang berkembang di Desa Suci adalah produksi tempe. Setiap kuintal produksi tempe menghasilkan 65% tempe dan 35% sisanya merupakan limbah padat (sisa ampas, tempe gagal, dan tempe busuk) yang tidak dimanfaatkan. Upaya penanggulangan stunting di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember dengan memanfaatkan limbah padat tempe sebagai kuah kaldu dengan sasaran ibu-ibu peserta Program Kesejahteraan Keluarga. Kegiatan ini berlangsung selama 8 bulan engan tahapan sosialisasi dan pendampingan, penyuluhan, pelatihan pengolahan limbah padat tempe dengan metode pengering nampan, evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan ini secara umum dapat terlaksana dengan baik, dimana setiap kegiatan dalam pengabdian ini berhasil diselesaikan. Peserta pelatihan anggota Program Kesejahteraan Keluarga diajarkan untuk memberikan bahan tambahan seperti pala, bawang merah, bawang putih, dan merica untuk menambah cita rasa pada bubuk yang telah dibuat. Untuk memastikan kualitas rasa dari kaldu bubuk yang telah dibuat, tim pelaksana membandingkannya dengan produk kaldu MSG yang dijual di pasaran yang kemudian dievaluasi bersama dengan anggota Program Kesejahteraan Keluarga. Hasil yang diperoleh, menurut peserta, kaldu bubuk dari limbah tempe memiliki rasa yang lebih ringan dan gurih dibandingkan dengan produk kaldu komersial. Jadi lebih aman jika diberikan sebagai bahan tambahan makanan.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI IMPLEMENTASI BUKU SAKU KESEHATAN GIGI DI KELURAHAN TANJUNG KAWALU Sri Suharja, Eliati; Kartika Dewi, Tita; Kamelia, Emma; Miko, Hadiyat; Rahayu, Culia; Nugroho, Cahyo; Kusmana, Aan; Anang, Anang; Ila Robbihi, Hilmiy; Samjaji, Samjaji
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.2091

Abstract

Penyakit karies dan jaringan periodontal merupakan penyakit yang mempunyai prevalensi tinggi di Masyarakat. Proporsi terbesar masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit sebesar 45,3%, sedangkan masalah kesehatan gusi bengkak dan atau abses 14%. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013 masalah gigi dan mulut pada lansia sebesar 19,1%. Masalah kesehatan gigi dan mulut perlu mendapat perhatian yang serius agar dapat diupayakan cara pencegahan dan penanggulangannya. Tenaga kesehatan gigi harus ikut berperan aktif dalam meningkatkan pola hidup sehat masyarakat dengan memberikan penjelasan tentang cara menjaga dan memelihara kebersihan rongga mulut. Tujuan: Meningkatkan kesadaran terhadap  kesehatan gigi dan mulut masyarakat khususnya pra lansia di wilayah Kelurahan Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan sebanyak tiga kali oleh 15 kader kesehatan terhadap pra lansia sebanyak 60 orang dengan masing masing kader kesehatan memberikan penyuluhan kepada 4 orang pra lansia. Kegiatan yang dilaksanakan adalah penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut. Hasil: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pra lansia sebelum dilakukan kegiatan mayoritas berpengetahuan kurang dengan jumlah 27 orang (45%), sedangkan hasil pengetahuan setelah diberikan penyuluhan dan intervesi oleh para kader mayoritas berpengetahuan sedang dengan jumlah 42 orang (70%). Kesimpulan: Pemberdayaan kader kesehatan melalui implementasi buku saku meningkatkan pengetahuan pra lansia di kelurahan Tanjung Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.