cover
Contact Name
Rahmi
Contact Email
jpsy165@upiyptk.ac.id
Phone
+6282301777869
Journal Mail Official
jpsy165@upiyptk.ac.id
Editorial Address
http://lppm.upiyptk.ac.id/ojsupi/index.php/PSIKOLOGI/navigationMenu/view/Editorial
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Psyche 165 Journal
ISSN : 20885326     EISSN : 25028766     DOI : https://doi.org/10.35134/jpsy165
Psyche 165 Journal is an interdisciplinary journal that publishes empirical research, theoretical articles, and selected reviews in applied areas of psychology (other than applied experimental or human factors), including: Behavioral Psychology Clinical Psychology Cognitive Psychology Counseling Psychology Cultural Psychology Economic Psychology Educational Psychology Environmental Psychology Ethics in Psychology Family Psychology and Couples Psychology Forensic Psychology Health Psychology Industrial and Personnel Psychology Professional Practice Psychology of Religion Psychotherapy School Psychology Social Psychology Sport Psychology In addition to publishing manuscripts that have a clearly applied focus, Psyche 165 journal solicits interdisciplinary research that integrates literatures from psychology with other related fields (e.g., occupational health, consumer behavior, law, religion, communication, and political science) in a meaningful and productive manner. Multidisciplinary authorship is encouraged, as is work that fosters novel ideas, identifies mediating variables, includes transboundary issues, and most importantly, encourages critical analysis.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 (2024) No. 4" : 15 Documents clear
Flexible Working Arrangement sebagai Kiblat Metode Kerja di Asia: Tinjauan Literatur Sistematis Kirana, Syafa Ziyadah; Hendriani, Wiwin
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.439

Abstract

Seiring terjadinya pandemi COVID-19 yang merubah tatanan kehidupan di masyarakat, pada bidang industri banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja fleksibel. Perpanjangan pemberlakuan sistem kerja fleksibel oleh beberapa perusahaan ditengarai karena adanya manfaat yang dirasakan baik dari segi karyawan, perusahaan, maupun masyarakat terlepas dari tantangan penerapan sistem kerja fleksibel yang terjadi. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk menggali lebih dalam metode penerapan sistem kerja fleksibel di Asia sebagai evolusi prospektif dalam praktik ketenagakerjaan, menggunakan metodologi tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) yang diambil dari 2 basis data elektronik sebagai sumber referensi utama. Pengumpulan literatur berbahasa Inggris dilakukan menggunakan basis data elektronik dengan rentang waktu 10 tahun, yakni tahun 2012 hingga 2022. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kesiapan penerapan sistem kerja fleksibel di negara-negara Asia meliputi; India, China, Jepang, Malaysia, Pakistan, Korea Selatan, Thailand, Turki, Vietnam, Iran, Singapura, Sri Lanka, Bahrain, Kamboja, Uni Emirat Arab. Temuan penelitian ini menjelaskan gambaran komprehensif terkait perusahaan di Asia. Penelitian ini membuktikan bahwa 91,5% pekerja menginginkan fleksibilitas waktu kerja dan 89% menginginkan fleksibilitas lokasi kerja. Pembahasan pada penelitian ini memuat uraian seputar flexible working arrangement yang ditinjau dari segi kesiapan pemberi kerja, kesiapan sumber daya manusia, potensi hambatan, pandangan masyarakat umum, serta bentuk penerapan sistem kerja. Penelitian ini dapat berfungsi sebagai referensi bagi pembuat kebijakan dalam rangka membangun sistem kerja fleksibel sebagai paradigma baru ketenagakerjaan di negara-negara Asia, yang komprehensif bagi seluruh pihak yang terlibat.
Gambaran Perbedaan Tingkat Burnout Perawat Berdasarkan Karakteristik Pribadi Selama Pandemi COVID-19 Alya, Rintan Fauziyyah; Zamralita; Idulfilastri, Rita Markus
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.451

Abstract

Pandemi Covid-19, yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, menempatkan tenaga kesehatan, terutama perawat, sebagai garda terdepan dalam menangani pasien. Beban kerja yang tinggi dan risiko penularan langsung menyebabkan perawat menghadapi tekanan fisik dan psikologis yang signifikan. Mereka kerap merasa cemas, takut menularkan penyakit, kelelahan berkepanjangan, hingga mengalami gejala trauma. Di Amerika Serikat, 63% tenaga kesehatan melaporkan mengalami stres terkait pandemi, yang disebabkan oleh beban kerja berlebih, peningkatan pasien, dan rasa takut. Kondisi tersebut dapat menyebabkan burnout, yakni kondisi kelelahan ekstrem yang melibatkan gangguan kognitif dan emosional serta tekanan mental. Penelitian menunjukkan bahwa 83% tenaga kesehatan mengalami burnout, baik dalam tingkat sedang maupun berat. Faktor-faktor yang mempengaruhi burnout meliputi beban kerja, karakteristik pasien, ketidakpuasan kerja, dan kualitas pelayanan. Burnout juga dipengaruhi oleh karakteristik personal, seperti usia dan jenis kelamin, di mana perawat yang lebih tua lebih mampu mengelola emosi dibandingkan perawat yang lebih muda, dan perawat perempuan lebih rentan terhadap stres dibandingkan laki-laki. Pentingnya kesehatan mental dan fisik perawat sangat ditekankan agar mereka dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan burnout di kalangan perawat di Jakarta berdasarkan karakteristik personal mereka. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan non eksperimental. Untuk pengumpulan data menggunakan teknik convenience sampling, dan jumlah partisipan sebanyak 121 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah Burnout Assessment Tool. Hasil penelitian ini menemukan adanya tingkat burnout yang rendah pada perawat.
Peran Perceived Organizational Support terhadap Individual Work Performance pada Karyawan Haropis, Yahdi Fahlevi; Zamralita
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.453

Abstract

Indonesia menempati posisi ketujuh dalam jumlah tenaga kerja terbesar di dunia dan tengah menghadapi era industri 4.0, yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan internet yang pesat. Untuk tetap bersaing, perusahaan berperan penting dalam mendukung adaptasi karyawan terhadap perubahan tersebut. Perkembangan pesat era industri 4.0 dan transisi menuju industri 5.0 telah menimbulkan tantangan bagi tenaga kerja, terutama terkait adaptasi teknologi dan peningkatan kualitas kinerja. Dalam konteks ini, peran perusahaan dalam mempertahankan daya saing dan produktivitas karyawan menjadi semakin penting. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan adalah perceived organizational support (POS), yaitu persepsi karyawan terhadap dukungan yang diberikan oleh perusahaan, seperti kompensasi yang adil, penghargaan atas kinerja, dan iklim kerja yang positif. Dukungan organisasi yang efektif tidak hanya berdampak pada kinerja individu, tetapi juga meningkatkan loyalitas dan komitmen karyawan terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran POS terhadap individual work performance (IWP) karyawan, yang meliputi task performance, contextual performance, dan counterproductive work behavior. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik convenience sampling dan melibatkan 168 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah survey of perceived organizational support dan individual work performance questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan memiliki tingkat POS dan IWP yang tinggi, serta terdapat korelasi positif yang signifikan antara POS dan IWP (r=0.388, p<0.01). Selain itu, POS dapat memprediksi IWP sebesar 14.1%. Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi berperan penting dalam meningkatkan efektivitas kinerja individu, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada kesuksesan perusahaan dalam menghadapi tantangan era industri yang dinamis.
Gambaran Service Quality pada Karyawan di Puskesmas “XYZ” Kabupaten Pasaman Barat Puti Zandani, Balqis; Kadiyono, Anissa Lestari; Nugraha, Yus
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.454

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama bagi masyarakat Indonesia yang menjangkau hingga daerah terpencil, sehingga kenyamanan masyarakat pada saat melakukan pengobatan menjadi aspek yang perlu diperhatikan agar dapat mengoptimalkan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Kenyamanan yang dirasakan masyarakat ini erat kaitannya dengan bagaimana perilaku karyawan yang bertugas sebagai tenaga kesehatan dalam melayani pasiennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan pada karyawan bagian pelayanan di Puskesmas “XYZ”. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan bantuan software Jamovi dan Microsoft Excel sehingga dapat menggambarkan baik maupun buruknya kualitas pelayanan pada karyawan secara kuantitatif. Selain melihat kualitas pelayanan pada karyawan bagian pelayanan secara keseluruhan, penggambaran kualitas pelayanan pada penelitian ini juga dijabarkan berdasarkan beberapa kategori responden yaitu berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, status karyawan, pangkat dan golongan dan masa kerja. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala service quality. Penelitian ini menggunakan Teknik non probability sampling dengan total sampel berjumlah 90 responden. Hasil uji coba alat ukur menggunakan Teknik Alpha Cronbach’s menunjukkan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,920 dan uji validitas menunjukkan bahwa nilai item-rest correlation berkisar antara 0,342 sampai dengan 0,769. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai mean skala service quality adalah 144 dengan nilai terendah 115 dan nilai tertinggi 154 dari 90 responden. Berdasarkan norma kategorisasi skala service quality diketahui bahwa mayoritas karyawan bagian pelayanan di Puskesmas “XYZ”memiliki skor kualitas pelayanan dalam kategori baik.
Inovasi Pada Sektor Pemerintahan: Peran Business Acumen Dan Dukungan Organisasi Sebagai Moderator Achmad, Mulhimi; Etikariena, Arum
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.455

Abstract

Penerapan inovasi pada sektor publik belum sepesat jika dibandingkan dengan sektor privat sehingga perlu ditelusuri faktor-faktor yang dapat mendorong inovasi pada pegawai pemerintahan, dalam hal ini adalah PNS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang dapat memunculkan innovative work behavior, salah satunya adalah public service motivation yang ditambahkan efek moderator dari business acumen dan perceived organizational support. Sejumlah 538 PNS di Indonesia yang dipilih dengan menggunakan convenience sampling berpartisipasi dalam penelitian kuantitatif ini dengan mengisi skala Innovative Work Behavior, skala Merit System Protection Board, skala Business Acumen Instrument, dan skala The Survei of Perceived organizational Support. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan multiple hierarchical regression analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa public service motivation memiliki hubungan yang signifikan dengan innovative work behavior, namun ketika berinteraksi dengan variabel lainnya dalam penelitian ini, public service motivation tidak lagi berpengaruh terhadap innovative work behavior. Penelitian ini justru menunjukkan bahwa business acumen dan perceived organizational support adalah hal yang dapat memunculkan innovative work behavior. Dalam hal ini, PNS yang memiliki business acumen yang tinggi akan dapat mendorong munculnya perilaku inovasi pegawai untuk meningkatkan pelayanan publik, sementara PNS yang merasa dukungan organisasinya begitu tinggi, PNS tidak akan terlalu berinovasi dalam pekerjaannya karena merasa kondisi organisasi telah menyediakan sistem dan peraturan yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan pada pada sektor pemerintahan untuk meningkatkan pemahaman PNS terkait proses bisnis yang ada dalam pemerintahan dan mendorong PNS untuk menginternalisasikan growth mindset agar semakin terdorong untuk berinovasi dalam pekerjaannya.
Kontrol Diri sebagai Moderator Hubungan Kesepian dan Kekerasan Siber Remaja Perempuan Basel, Wiwin Charolina Putri; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Sahrani, Riana
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.459

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial telah mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga membawa dampak kompleks terhadap kehidupan. Media sosial berfungsi sebagai akses berkomunikasi dalam konektivitas sosial dan perangkat untuk mencari hiburan. Pada sisi lain, media sosial merupakan platform dimana kekerasan siber dapat terjadi kepada penggunanya. Berbagai kasus kekerasan siber dalam media sosial dialami remaja perempuan, diantaranya menjadi korban penyebaran konten pornografi, pengancaman dan pelecehan seksual secara daring. Prevalensi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia mengalami kenaikan dan sering kali tidak dianggap serius. Tujuan penelitian ini untuk menguji kontrol diri sebagai moderator dalam hubungan antara kesepian dan kekerasan siber pada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional non-eksperimental. Metode analisis yang digunakan yaitu uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji regresi. Partisipan penelitian merupakan remaja perempuan sebanyak 113 orang, berusia 17-24 tahun, aktif menggunakan media sosial dan pernah mengalami kekerasan digital dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Instrumen penelitian adalah Experiencing Cyber Violence Scale terdiri dari 34 pertanyaan, Loneliness Scale terdiri 20 pertanyaan dan Self-control Scale terdiri dari 10 pertanyaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri, kesepian dan kekerasan siber. Peran kontrol diri tidak memoderasi kesepian dan kekerasan siber, namun dari uji korelasi mengindikasikan bahwa kontrol diri berperan atau berkontribusi dalam terjadinya kesepian dan kekerasan siber.
Sikap Kompetitif dan Problematic Gambling pada Pemain Game Gacha: Studi Kasus Tunggal Danilasari, Keyni; Poerwandari, Elizabeth Kristi
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.460

Abstract

Problematic gaming dan problematic gambling menjadi semakin bercampur dengan satu sama lain, dengan meningkatnya popularitas mobile gacha game. Game gacha sudah terancang dari sananya untuk mendorong para pemain untuk melakukan transaksi untuk mendapatkan hadiah atau maju dalam game. Hadiah yang didapatkan bisa berupa karakter, senjata, atau hal lainnya yang dapat menolong para pemain dalam berprogres. Dengan melakukan transaksi, para pemain dapat mendapatkan mata uang virtual, yang digunakan untuk transaksi dalam game. Mendapatkan hadiah ini, tidak selalu dijamin untuk menadapatkan hal yang diinginkan. Dengan memasukkan lebih banyak jumlah uang, maka semakin meningkatnya peluang untuk mendapatkan hadiah tersebut. Dengan adanya harta yang dipertaruhkan maka transaksi yang terjadi dalam game pada dasarnya adalah perjudian. Di beberapa game, lebih banyak hadiah bisa didapat dengan bersaing dengan pemain lainnya. Sistem ini mendorong pemain untuk membeli lebih banyak mata uang virtual untuk mengalahkan yang lain dan mendapatkan jalan pintas. Pengeluaran yang tidak bertanggung jawab dalam jangka panjang dapat mengakibatkan terbentuknya problematic gaming dan problematic gambling. Menggunakan tinjauan literatur dan wawancara mendalam, penelitian dilakukan pada seorang laki-laki asal Vietnam mantan pemain mobile gacha game berusia 24 tahun yang mengalami problematic gambling dengan menghabiskan banyak uang dalam permainan gacha hingga sempat tidak dapat mengurus dirinya sendiri dalam sebuah rentang waktu. Dirinya menghabiskan kurang lebih 20.000 Dolar AS dalam tujuan untuk mendapatkan rasa puas setelah mengalahkan para pemain lainnya.
Resiliensi dan Dukungan Sosial sebagai Faktor Protektif Stres Mengerjakan Skripsi Yusitarini, Anisa; Hidayah, Nurul
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.461

Abstract

Pengerjaan skripsi masih dipandang sebagai tugas yang berat bagi mahasiswa dan berpeluang terhadap peningkatan stress. Stres mengerjakan skripsi dapat berdampak terhadap penurunan kualitas hidup dan panjangnya masa studi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran resiliensi dan dukungan sosial sebagai faktor protektif stres mengerjakan skripsi pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausatif. Populasi penelitian adalah  mahasiswa Universitas “X” yang sedang menempuh skripsi dan berdasarkan teknik stratified random sampling diperoleh 166 sampel. Instrumen penelitian menggunakan Skala Stres Mengerjakan Skripsi, Skala Resiliensi, dan Skala Dukungan Sosial. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara simultan resiliensi dan dukungan sosial berperan sangat signifikan terhadap stres mengerjakan skripsi (F=36,084 dan p=0,000 (p<0,01); (2) resiliensi dapat menurunkan stres mengerjakan skripsi secara sangat signifikan (t=-6,610 dan p=000 (p<0,01); dan (3) dukungan sosial secara signifikan dapat menurunkan stres mengerjakan skripsi secara signifikan (t=-2,234 dan p=0,027 (p<0,05). Resiliensi dan dukungan sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 30,7% dalam menurunkan stres mengerjakan skripsi. Dapat disimpulkan bahwa resiliensi dan dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif stres mengerjakan skripsi. Implikasi penelitian ini berupa pentingnya mahasiswa meningkatkan resiliensi agar risiko stress berkurang, melalui berlatih meregulasi emosi, mengontrol impuls, berpikir optimis, melakukan analisis kausal, bersikap empati, meningkatkan efikasi diri, dan meraih pencapaian. Pihak-pihak terdekat mahasiswa seperti teman, keluarga, dan dosen pembimbing penting untuk memberikan dukungan social pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.
Hubungan Antara Dukungan Emosional dengan Psychological Well-Being pada Siswa SMK X Candra, Ifani; Okfrima, Ria; Gusriwandi, Yodi
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.486

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang rentan, dikarenakan merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Banyak hal yang dilalui oleh remaja, sehingga masa ini juga dianggap masa yang penting dilakukan pengawasan oleh orangtua dan lingkungannya. Remaja yang memiliki psychological well-being yang baik, akan mampu menghadapi masa remajanya dengan baik, dan untuk memperoleg itu dibutuhkan dukungan sosia, baik dari keluarga, teman, dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara dukungan emosional dengan psychological well- being pada siswa SMK X. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan emosional sedangkan variabel terikat adalah psychological well-being. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 156 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan emosional dan psychological well-being. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 114. Koefisien validitas skala dukungan emosional diperoleh nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,426 sampai dengan 0,822, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,934. Untuk koefisien validitas skala psychological well- being diperoleh nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,307 sampai dengan 0,747 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,790. Hasil uji hipotesis diperoleh 0,616 dengan taraf signifikan 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan sangat signifikan antara dukungan emosional dengan psychological well-being yang berarti hipotesis diterima dimana arah hubungan yang positif antara dukungan emosional dengan psychological well-being. Dengan sumbangan efektif sebesar 38% yang berarti dukungan emosional berpengaruh terhadap psychological well-being siswa.  
Hubungan Work Life Balance dengan Komitmen Organisasi Pegawai PERUMDA Air Minum Batusangkar Ade, Frihapma Semita; Okfrima, Ria; Yanuar, Putri Nadhila
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.490

Abstract

Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life balance) merupakan isu yang semakin mendapat perhatian dalam dunia kerja, dikarenakan di dalam pekerjaan harus seimbang antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, jika tidak tentu saja dapat berdampak negatif jika salah satu bermasalah. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara work-life balance dan komitmen organisasi, dengan mengambil studi kasus pada pegawai Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Batusangkar. Komitmen terhadap organisasi menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara work life balance dengan komitmen organisasi pegawai PERUMDA Air Minum Batusangkar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PERUMDA air minum batusangkar yang berjumlah 104. Adapun subjek penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, sampel pada penelitian ini sebanyak 104 pegawai PERUMDA air minum Batusangkar. Alat ukur yang digunakan adalah Skala work life balance dan skala komitmen organisasi. Metode analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi product moment pearson, yang menunjukkan bahwa r=0,718 dengan nilai p=0,000 (<0,01), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara work life balance dengan komitmen organisasi pegawai PERUMDA air Minum Batusangkar. Hipotesis dalam penelitian ini diterima, dan berkontribusi positif. Adapun sumbangan efektif dari variabel work life balance terhadap komitmen organisasi sebesar 52%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 15