cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2024)" : 24 Documents clear
Seni Musik Tifa Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Afrika-Papua Di Rusunawa Banjarbaru Tanto Budi Susilo; Krisdianto Krisdianto; Tetti Novalina Manik; Thresye Thresye
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11943

Abstract

Tulisan ini, bagian program pengabdian masyarakat; dengan judul “Podcast: Seni sebagai media pembelajaran sains” tiga tahun lalu. Berikut ini ulasannya; tifa atau Jimbe (bahasa Mali, djembe: kumpul) merupakan instrumen musik modern dan/atau kontemporer yang berasal dari negara Jamaica, Amerika Tengah. Instrumen ini mengandung memori dan simbolisasi penindasan bangsa Mali-Afrika Barat, dihinakan, dihewankan dan diperbudak oleh bangsa Spanyol, di benua Amerika, era kolonialisasi (abad 15-17), sebelum pindah kuasa ke Inggris (abad 17-19). Adalah dia, manusia Afrika Barat menyuarakan dan mengekspresikan sedihnya di atas drum, bedug atau djembe/kendang. Era milinialisasi, Si Mali, Si Jimbe hadir kembali untuk menghibur, untuk menuntun perasaan bangsa manusia dengan nada tersendiri dan unik. Terdapat tiga nada pada jimbe; nada tinggi ada di bagian tepi jimbe, sedang ada di bagian agak tengah jimbe dan rendah ada di bagian tengah jimbe. Patitur jimbe terletak pada cara drummer memainkan dengan kecepatan dan variatif. Metode Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap performance lagu Tifa Afrika, sebagai berikut; sangat mengerti (14,8%), mengerti (56,5%), kurang mengerti (28,2%) dan tidak mengerti (0,5%). Diharapkan seni musik dapat digunakan sebagai media untuk pembelajaran sain sosial dan sain natural.
Revitalisasi Peran Pemangku Sungai dalam Pengelolaan Sampah Sungai untuk Mewujudkan Banjarmasin Kota Sehat Herawati Herawati; Lola Ilona Elfani Kautsar; Anggi Setyowati; Kurnia Rachmawati
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11313

Abstract

Sungai berperan vital dalam kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin, namun kondisi sebagian besar sungai di Kota Banjarmasin masih belum bersih dan terjadi pendangkalan. Upaya membersihkan sampah sungai telah dilakukan pemerintah Kota Banjarmasin salah satunya dengan melibatkan pemangku sungai melalui program “Merahagu Sungai”, tetapi hasilnya belum optimal. Data menunjukkan bahwa luas kumuh di bantaran sungai sebanyak 42% dan sebanyak 28,89% sistem pengelolaan sampah di daerah sungai tidak sesuai dengan standar teknis, dan sebanyak 100% tidak terpeliharanya sarana dan prasarana pengelolaan sampah, serta kontribusi paling besar sumber sampah sungai yaitu sampah rumah tangga, yakni sebesar 65,65%. Hal ini salah satunya dikarenakan masih kurangnya pemahaman dan kesadaran pemangku sungai terhadap kontribusinya dalam mewujudkan Banjarmasin Kota Sehat melalui sungai yang bersih. Mengingat pentingnya peran pemangku sungai, maka solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra sesuai dengan analisis situasi yaitu “Pelatihan dan pendampingan pemangku sungai Kota Banjarmasin terkait perannya dalam pengelolaan sampah sungai serta kontribusinya dalam mewujudkan Banjarmasin Kota Sehat”. Kegiatan ini melalui 3 tahap selama jangka waktu April-Oktober 2023. Pelaksanaan kegiatan yaitu: (1) Pengkajian awal pengetahuan pemangku sungai mengenai perannya, (2) Pelatihan dan Pendampingan terkait Peran Pemangku Sungai, (3) Evaluasi pengetahuan pemangku sungai mengenai peran pemangku sungai. Evaluasi pre dan post test pengetahuan pemangku sungai didapatkan peningkatan skor rerata peserta adalah 70,77, dan hasil post test setelah dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan adalah 85,71. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan yaitu sebesar 14,94%. Kegiatan ini telah meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemangku sungai dalam pengelolaan sampah sungai dan kontribusinya dalam mewujudkan Banjarmasin Kota Sehat.
Pembentukan Kelas Hattra (Kesehatan Tradisional) Bagi Ibu Yang Memiliki Bayi Dan Balita Di Posyandu Desa Keliling Benteng Ulu Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Didik Dwi Sanyoto; Triawanti Triawanti; Sherly Limantara
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10948

Abstract

Di Kalimantan Selatan prevalensi balita stunting menurut SSGI tahun 2021 yaitu 24,6 melebihi prevalensi nasional. Kabupaten Banjar memiliki prevalensi stunting 26,4%. Desa Keliling Benteng Ulu termasuk desa yang berada di zona merah kasus stunting yaitu sebesar 23,68%. Pada tahun 2022 terdapat 54 anak balita yang mengalami stunting. Desa keliling Benteng Ulu (KBU) merupakan daerah rawa pasang surut dan aliran Sungai Martapura. Untuk itu perlu dicari solusi upaya pencegahan. Salah satunya melalui upaya kesehatan tradisional (Hattra). Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan bersama-sama dengan kepala desa, kader posyandu dan kader PKK diketahui di Desa KBU belum banyak ibu bayi/ balita yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan tradisional yang dapat mendukung upaya pencegahan stunting. Kesehatan tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pada kegiatan ini ditawarkan solusi kepada masyarakat yaitu untuk membentuk kelas Hattra bagi ibu-ibu yang memiliki bayi/balita. Program di kelas Hatra yaitu pelatihan tentang pijat bayi dan pengolahan temulawak menjadi permen yang disukai anak. Pemijatan pada bayi diketahui dapat merangsang tumbuh kembang bayi termasuk ebrat badan dan tinggi badan, sedangkan temulawak telah digunakan secara turun temurun sebagai peningkat nafsu makan. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pretest-posttest menunjukan peningkatan pemahaman dari nilai rata-rata 68,4 menjadi 80, juga terkait manfaat kegiatan ini dalam bentuk kuisioner menunjukkan sebagian besar peserta merasa manfaat yang banyak dari kegiatan ini.
PKM Pengolahan Nira Dari Pohon Aren (Arenga Pinnata) Di Desa Munggu Raya Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Yamani; Sunarno Basuki; Siti Rahmah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10557

Abstract

Pengolahan nira dari pohon aren di Desa Munggu Raya menghasilkan produk minuman sehat. Nira aren dikemas warga dengan plastik seadanya atau dengan botol bekas kemasan air mineral, terkadang dimasukkan kedalam tabung bambu dan jika dipasarkan kekonsumen langsung dituangkan ke dalam gelas. Warga Desa Munggu Raya sangat ingin mendapatkan keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah peralatan produksi masih tradisional, pengemasan air nira aren dan manajemen usaha. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi pengolahan dan pengemasan air nira aren serta manajemen usaha (cara pemasaran dan pembukuan yang sederhana). Metode yang diterapkan yaitu melakukan penyuluhan dan diskusi, pelatihan produksi, pemantauan dan evaluasi. Hasil pengabdian Mitra PKM mampu menerapkan Iptek dalam proses produksi air nira aren. Selain produksi meningkat 100% juga kemasan produk air nira dari pohon aren tradisional menjadi lebih modern serta sistem pemasaran dan manajemen usaha mulai diterapkan oleh mitra. Pembinaan dan kerjasama dengan instansi terkait untuk mengembangkan usaha pengolahan air nira dari pohon aren tradisional di Desa Munggu Raya ini perlu dilakukan agar masyarakatnya lebih Sejahtera. 
Pemanfaatan Briket Limbah Sekam Padi Sebagai Energi Alternatif Di Desa Kayu Bawang Melalui Teknologi Briket Abdul Ghofur; Aqli Mursadin; Rudi Siswanto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11210

Abstract

Kegiatan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) melalui  Kemitraan Masyarakat umum atau masyarakat non produktif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu mitra dalam upaya memberikan solusi energi alternatif dan pemanfaatan limbah penggilingan padi di desa Kayu Bawang.. Sebagian besar kebutuhan energi  penduduk pedesaaan adalah untuk sektor rumah tangga dan usaha kecil. Berdasarkan data BPS Kabupaten Banjar tahun 2022, rata-rata produksi padi sawah di Gambut sebesar 39,41 ton/ha dengan luas lahan sawah sekitar 7,673 Ha. Secara otomatis, usaha penggilingan padi marak berada di Gambut, produk dari penggilingan padi akan menghasilkan 20 persen beratnya berupa kulit padi atau sekam. penggilngian padi ini biasanya hanya dibakar menjadi abu gosok atau digunakan menjadi campuran kompos. Pemanfaatan biomassa dengan pembakaran secara langsung tidaklah efektif karena densitas energi yang rendah sehingga biomassa perlu dikonversi dengan cara pemadatan, yang biasanya disebut briket. Selain dapat meningkatkan densitas energi dan kapasitas kalor, briket juga dapat memudahkan dalam penyimpanan dan pengangkutan. Namun briket memiliki kelemahan yaitu agak sulit terbakar saat pertama digunakanMetode yang gunakan adalah studi lapangan, diskusi, pembuatan cetakan briket. Target luaran yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah produk cetakan briket sekam padi. Dari kegiatan ini dihasilkan produk briket sekam padi yang bisa digunakan sebagai energi alternatif  oleh warga di Desa Kayu Bawang ini. Meskipun nilai kalor briket sekam ini tidak terlalu besar namun pemanfaatan sekam sebagai limbah menjadi bahan bakar alternatif memberikan nilai yang positif.
Perakitan Mandiri PCR Sederhana Untuk Pembelajaran Amplifikasi DNA In Vitro Tanto Budi Susilo; Oni soesanto; Dewi Sri Susanti; Arfan Eko Fahrudin; Tiara Elma; Yuyun Hidayat; Sutomo Sutomo; Badruzsaufari Badruzsaufari; Lalu Rudyat Telly Savalas
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.12011

Abstract

Pada dua dekade terakhir, Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan suatu metode yang digunakan dalam kurikulum pendidikan sains terutama terkait erat dengan matakuliah bioinformatika pada sains biologi, kimia, farmasi, fisika, statistika, dan matematika. Metode ini berupa alat yang mampu mengamplifikasi DNA secara luar sel (in vitro). Prinsip metode PCR adalah mengukur aktivitas enzim DNA polymerase dengan indikator amplifikasi DNA secara in vitro. Sedangkan, perakitan mengunakan elemen pemanas, regulator arus listrik dan chamber. Alat ini dirangkai di Laboratorium Organik dan Biokimia, Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Untuk validasi metode PCR rakitan mengunakan fragmen cox mtDNA ikan kihung (Channa lucius) dan telah dipraktekkan oleh mahasiswa semester 5 Program Studi kimia dan matematika. Elaborasi dengan metode Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap alat PCR sederhana ini. Selanjutnya, sebanyak 48 mahasiswa memberikan respon terhadap perakitan alat PCR sederhana. Hasilnya adalah responden sangat mengerti (9,70%), mengerti (75,72%), kurang mengerti (14,58%) dan tidak mengerti (0%). Sehingga perakitan alat PCR sederhana ini diharapkan menjadi alternatif untuk penguatan kurikulum pendidikan sains.Kata kunci: PCR, DNA polymerase
Workshop Penciptaan Seni Tutur Baru Basanandung Kesah Guru Seni Budaya SMA Se-Kabupaten Barito Kuala Dwi Wahyu Candra Dewi; Sulisno Sulisno
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11350

Abstract

Pengabdian ini dilaksanakan dengan melihat konteks sesuai dengan lingkungan lahan basah sekitar kampus. Pengabdian ini melibatkan guru MGMP Seni Budaya untuk memberikan pelatihan mencipta seni tutur baru. Banyak hal yang mendasari penciptaan seni tutur baru, diantaranya mulai hilangnya seni tutur lama, mulai tidak dikenalnya seni tutur lama, dan mulai bermunculan seni tutur kebarat-baratan yang mengancam identitas kelokalan. Berdasarkan observasi awal, tim pengabdian masyarakat menemukan permasalahan pada guru Seni Budaya SMA Kab. Barito Kuala mengalami kendala dalam pembelajaran berbasis konteks. Guru-guru yang ada di sana sebagaian besar berlatar belakang budaya Jawa. Padahal, dalam pembelajaran Seni Budaya di Kalimantan Selatan perlu diajarkan budaya Banjar. Oleh karena itu, tim pengabdian berusaha melatih guru-guru tersebut untuk dapat menciptakan seni tutur baru Basanandung Kesah yang diadopsi dari seni tutur lama yaitu Andi andi. Peserta pelatihan menjadi sadar bahwa menjaga dan melestarikan salah satu budaya lokal menjadi tugas bersama. Pelatihan mencipta basanandung kesah inilah yang menjadi salah satu caranya.
Penguatan Pengetahuan Kader Posbindu – PTM (Penyakit Tidak Menular) Dalam Memanfaatkan Terapi Herbal Dan Massage Di Puskesmas Martapura Barat Endang Pertiwiwati; Hery Wibowo; Yusyifa Salsabila; Nur Syifa Laila
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10988

Abstract

Peningkatan prevelensi penyakit tidak menular (PTM) menjadi ancaman serius dalam pembangunan, karena mengancam pertumbuhan ekonomi nasional.salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini dalam pembangunan kesehatan adalah beban ganti penyakit., Dalam menghadapi masalah tersebut perlu adanya Kader Posbindu. karena keberadaan kader kesehatan menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan masyarakat sehat. Kader Posbindu merupakan garda terdepan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Kegiatan kader lebih mengutamakan upaya preventif dan promotif.  Agar bisa menjalankan itu, kader kesehatan perlu mendapatkan penguataan pengetahuan, pelatihan dan pendampingan dalam peningkatan kesehatan masyarakat terutama lansia yang berkunjung ke posbindu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu melalui pelatihan dan pendampingan memanfaatkan tanaman sirih merah, dan terapi massage untuk  Meningkatkan status kesehatan para lansia yang berkunjung di Posbindu. Keberhasilan ini berupa munculnya kesadaran pentingnya meningkatkan Kesehatan dimasyarakat salah satunya peran kader posbindu selaku garda terdepan dalam penggerak Posbindu PTM yang tersebar di 16 posbindu di wilayah Martapura Barat. Setelah dilakukan kegiataan kepada kader posbindu didapatkan peningkatan pengetahuan dari 21 orang kader posbindu. Hasil akhir dari  nilai pengetahuan kader posbindu mdidapatkan  89,00 sudah lebih 80% pengetahuan yang ditargetkan tercapai
PKM Pengembangan Kerajinan Berbahan Limbah Pertanian di Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya; Sunardi Sunardi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11030

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pemanfatan limbah pertanian berupa kulit jagung yang banyak terdapat di lingkungan mitra. Kulit jagung jika tidak dikelola dengan baik bisa berdampak pada pencemaran tanah dan air di lingkungan mitra. Mitra adalah kelompok masyarakat di Kelurahan Guntung Manggis yang membuat beberapa kerajinan dengan bahan kain dan plastik. Pelatihan dilakukan oleh tim pengabdi dengan memanfaatkan limbah pertanian berupa kulit jagung. Kulit jagung dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas dan juga bisa dioleh menjadi bahan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kegiatan dilakukan dengan membuat kerajinan berupa bunga hias, tempat tissue dan kotak minuman dengan hiasan berbahan limbah kulit jagung. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh mitra dan dari kegiatan ini mitra memperoleh peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan libah pertanian.
Sosialisasi Pencegahan Perundungan Dan Kekerasan Seksual Bawah Sadar Di Pondok Pesantren Putra Darul Istiqamah Barabai Ifrani Ifrani; Suci Utami; Lena Hanifah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11296

Abstract

Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan kesadaran hukum kepada generasi muda Pondok Pesantren Putra Darul Istiqamah Barabai untuk mengembangkan karakter yang sesuai dengan norma hukum dan agama. Isu perundungan dan kekerasan seksual bawah sadar menjadi permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan yang aman  sehingga diperlukan intervensi untuk mitigasi dan pencegahan perundungan dan kekerasan seksual bawah sadar di lingkungan pondok pesantren, keluarga, dan lingkungan sosial lainnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan hukum dengan pendekatan yuridis sosio-legal melalui ilmu kriminologi dan viktimologi  yang termuat dalam perilaku keseharian para santri dilanjutkan dengan materi peran hukum terkait terhadap perundungan dan kekerasan seksual yang tidak disadari tersebut terjadi di masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah kesadaran hukum santri Pondok Pesantren Putra Darul Istiqamah mengalami peningkatan setelah menerima penyampaian sosialisasi yang bermuatan hukum dan pencegahan perundungan dan kekerasan seksual. Pada dasarnya memiliki kesadaran hukum yang baik terhadap pencegahan perundungan dan kekerasan seksual. Hal ini terlihat dari antusiasme yang tinggi dan banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan oleh peserta penyuluhan. Meskipun demikian, masih banyak yang belum tersampaikan dan beberapa masih kesulitan memahami mengapa kekerasan seksual adalah bagian dari kekerasan berbasis gender. Penting untuk selanjutnya diberi sosialisasi lanjutan khususnya yang berkaitan tentang perlindungan data pribadi di ruang digital agar para santri tidak impulsif  dalam berbagi informasi dalam pemanfaatan gawai dan beraktivitas di ruang digital, khususnya terkait konten-konten yang dapat melampaui batas-batas norma hukum maupun norma asusila di dunia nyata.

Page 2 of 3 | Total Record : 24