cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 271 Documents
Pemberdayaan Ekonomi Skala Rumah Tangga Melalui Pembuatan Jamu Bubuk Rempah Temulawak, Jahe, Kunyit, dan Sereh Dewi Amelia Widiyastuti; Aulia Ajizah; Luthfiana Nurtamara; Nurul Huda; Muh Afdal
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10298

Abstract

Rempah-rempah merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Negara Indonesia dan memiliki kandungan serta manfaat yang bermacam-macam. Rempah-rempah selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan beberapa diolah sebagai minuman untuk menambah daya tahan dan stamina.Tanaman rempah-rempah seperti temulawak, jahe, kunyit, dan sereh banyak ditemukan di daerah Barito Kuala. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Terantang, Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala yang diikuti oleh ibu-ibu warga desa tersebut sebanyak 55 orang. Hasil pendampingan dan sosialisasi menunjukkan antusiame warga dalam mengolah dan memanfaatkan tanaman rempah-rempah menjadi jamu bubuk. Melalui kegiatan ini diharapkan pemanfaatan dan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif dapat mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Teknologi Budidaya Lebah Madu Kelulut Di Desa Pemangkih Tengah Kabupaten Banjar Adistina Fitriani; Adi Rahmadi; Dina Naemah; Risnaniah Husna; M Aldy Rahmat
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10145

Abstract

Abstract, Desa Pemangkih Tengah RT.06 memiliki kondisi lahan rawa dengan banyak tanaman pertanian (padi, mangga-manggan, bunga-bungaan). Pada saat musim berbunga dapat dimanfaatkan sebagai pakan madu kelulut (Trigona sp.). Madu kelulut memiliki khasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, meningkatkan stamina tubuh dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan cara memberikan solusi atas permasalahan yang dimiliki Mitra berupa teknis budidaya madu kelulut dan perbaikan manajemen pemasaran madu kelulut. Berdasarkan analisis situasi tersebut maka dapat di identifikasi bahwa diperlukan pengembangan pengetahuan budidaya madu kelulut dengan diberikan pelatihan. Manfaat pengabdian ini guna membekali petani agar memiliki pengetahuan dan peningkatan pendapatan sebagai peternak madu. Serta membantu mengembangkan budidaya madu kelulut sesuai dengan standar, dengan harapan prosuksi madu dapat lebih meningkat.
Manajemen Usaha Budidaya Ikan Papuyu: Pengolahan Pakan Mandiri Untuk Menekan Biaya Produksi Leila Ariyani Sofia; Muhammad Adnan Zain; Elmiwia Rani Baturante
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10449

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembaruan pengetahuan dan keterampilan pengolahan pakan ikan secara mandiri bagi kelompok pembudidaya ikan papuyu. Metode yang diterapkan terdiri dari penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi.  Pelaksanaan pengabdian telah memberikan perubahan Penyuluhan dan pelatihan yang diberikan kepada kelompok mitra (Pokdakan Papuyu Sakti Banjar) telah menimbulkan perubahan pengetahuan dan sikap peserta suluh dari yang tidak tahu (26,11%) menjadi tahu (71,11%) mengenai pengolahan pakan ikan mandiri. Peserta suluh rata-rata mampu mengolah pakan ikan dengan baik. Pengolahan pakan ikan mandiri yang diajarkan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksi serta profitabilitas usaha yang dijalankan pokdakan di Desa Karang Intan Kabupaten Banjar.
Pemberdayaan Bagi Pemandu Wisata, Desa Dukuhrejo: Fuzzy Logics Lukisan Cadas di Bukit Jago Oni Soesanto; Tanto Budi Susilo; Wajidi Amberi; Muhammad Arief Anwar Anwar
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10239

Abstract

Tulisan ini adalah bimbingan teknis akademis (bimteks) terkait makna lukisan cadas burung enggang. Suatu program kegiatan masyarakat (PKM) untuk pemberdayaan masyarakat desa Dukuhrejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, tahun 2023. Terdapat beberapa fiture lukisan cadas yang diperkirakan berumur kisaran 5.000 tahun lalu. Berikut ini deskripsi bimteks bagi pemandu wisata, yang kebanyakan millennial di desa tersebut; Untuk memberi makna lukisan diperlukan pengetahuan yang relevan, diantaranya yaitu sain spektroskopi, analisis neural network, hermeneutika atau tafsir, kreatifitas seni, dan structural equation modelling (SEM). Hasilnya menunjukan secara berurutan bahwa bahan lukisan cadas berupa selain arang, setelah dianalis neural network. Bukan hanya lukisan fitur enggang (kisaran 5000 tahun lalu) sebagai bukti prasejarah, tetapi petunjuk untuk memahami kepribadian kebudayaan Dayak. Dan juga enggang sering digunakan dalam ornamen-ornamen arsitektur atap rumah orang Dayak. Oranamen enggang juga hadir dalam peti-peti jenasah (lungun), seperti pada tradisi kubur dan sebagai petunjuk bahwa burung ini juga berfungsi untuk mengantarkan roh jenasah menuju dunia “atas”. Untuk kreatifitas seni digunakan media seni musik dengan gendre kontemporer antara milinial dan sedikit musik Dayak (instrumen sape) dengan judul “Penari Enggang” link https://www.youtube.com/watch?v=YjPNeEuDfHE. SEM melibatkan sejumlah responden milinial, wawancara terhadap penguna dan kreatifitas seni bersenandung. Respon milinial tentang kegiatan ini dapat diketahui dengan mengunakan metode structural equation modelling (SEM) melibatkan wawancara belasan milineal. Hasilnya menunjukan rata-rata pemahaman, sebagai berikut; sangat mengerti (20,4), mengerti (67,3), kurang mengerti (12,3) dan tidak mengerti (0,0). Hasil tersebut terkait beberapa pemahaman tentang pengetahuan dan intuitiv bagi pemandu wisata dan secara jangka panjang berimplikasi peningkatan ekonomi desa Dukuhrejo.Kata kunci : Lukisan Enggang, simbol Penari Enggang
Epistemologi Teknologi PCR Bagi Millinneal Post Covid-19 Di Minggu Raya Tanto Budi Susilo; Sri Cahyo Wahjono; oni Soesanto; Rahmat yunus; Arief Rahmad Maulana Akbar; Rahmat eko Sanjaya; Yuyun Hidayat
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.9898

Abstract

AbstrakPenyuluhan bimteks atau bimbingan teknis akademis adalah program kegiatan masyarakat (PKM) yang telah dilakukan di Minggu Raya suatu tempat berkumpulnya millenneal atau pemuda kisaran umur 19an di Minggu Raya. Kegiatan ini merupakan bagian salah satu cara sosialisasi hidup sehat era endemi atau pasca covid-19. Program epistomologi vaksin merupakan tinjauan kembali bagaimana vaksin itu diperoleh asal usulnya dan bagaimana cara kerjanya. Ulasan ringkasanya dapat disampaikan berikut ini; Pada akhir abad ke-18, Edward Jenner, seorang dokter Inggris, membuat terobosan penting dalam perkembangan vaksinasi. Jenner mengembangkan vaksin cacar pertama yang berhasil pada tahun 1796. Observasi pada para pemerah susu yang tertular/terpapar cacar sapi, yang menunjukan gejala tidak terlalu parah, dan gejala itu akibat dari terlindungi cacar sapi. Bintil-bintil cacar sapi disuntikan ulang pada seorang anak laki-laki, yang menunjukkan kekebalan terhadap cacar. Hal ini menjadi dasar bagi vaksinasi modern. Selanjutnya, Pada akhir abad ke-19, Louis Pasteur mengembangkan vaksin rabies, yang menandai tonggak sejarah lain dalam sejarah vaksin. Hasil karyanya menunjukkan bahwa vaksin dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan/atau bakteri. Keberhasilan vaksinasi cacar menyebabkan kampanye vaksinasi yang meluas untuk membasmi cacar. Para ilmuwan terus meneliti dan mengembangkan vaksin baru untuk memerangi penyakit menular yang baru muncul dan memperbaiki vaksin yang sudah ada. Contoh penting termasuk pengembangan vaksin untuk melawan human papillomavirus (HPV), retrovirus, dan covid-19. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui respon publik terkait tulisan ini. Evalusi uji pretest dan post test terhadap 32 responden berumur kisaran 19 tahun dan 12 responden berumur kisaran 18 tahun, berturut-turut sebagai berikut; sangat mengerti (4,32), mengerti (73,45), kurang mengerti (20,85) dan tidak mengerti (1,55); dan sangat mengerti (1,38), mengerti (75), kurang mengerti (22,22) dan tidak mengerti (1,4). Secara umum, responden yang merumur 19 tahun lebih mengerti daripada responden yng berumur 18 tahun, walaupun perbedaannya tidak terlalu berartiKata kunci: vaksin, cacar, rabies
Pendidikan Kesehatan Penatalaksanaan Tuberkolosis Dengan Diabetes Melitus Pada Kader Tuberkolosis Di Puskesmas (PKM) Karang 2 Mohamad Isa; Devi Rahma Yanti; Noorhidayah Noorhidayah; Selvia P.Y
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10365

Abstract

Beban penyakit TB menjadi semakin berat dengan meningkatnya kasus diabetes mellitus (DM). Seseorang yang terdiagnosa DM memiliki resiko terinfeksi TB sebesar 3,11 kali. Penatalaksanaan pengobatan TB-DM lebih sulit karena interaksi obat anti-TB (OAT)-obat antidiabetes (OAD) dan efek samping obat.  Pendekatan yang dilakukan diantaranya adalah dengan memberikan  Pendidikan Kesehatan Penatalaksanaan tentang TB dengan DM pada Kader TB sebagai upaya preventif bagi seseorang untuk terhindar dari TB atau DM. Pendidikan Kesehatan merupakan  kegiatan yang memberikan edukasi dengan metode ceramah dan diskusi menggunakan PPT dan leaflet. Selain itu, tim menggunakan kuesioner yang berisi karakteristik responden dan motivasi kerja. Pada kegiatan ini kader yang akan diberikan Pendidikan Kesehatan 19 kader dari 13 desa  wilayah kerja PKM Karang Intan 2. Evaluasi peserta dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan sistem tanya jawab dan diskusi. Dari hasil pendidikan kesehatan, didapatkan sebanyak 70% dari responden mampu menjawab evaluasi dari tim penyuluh. Selain itu, hasil kuesioner didapatkan mayoritas kader TB mempunyai motivasi kerja tinggi yaitu 52,6%, sementara motivasi kerja rendah sebesar 47,4%. Kader TB yang memiliki pengetahuan baik dan motivasi kerja yang tinggi lebih banyak, diharapkan hal ini  terkait pelaksanaan tugasnya semakin besar usaha dalam penemuan kasus TB BTA (+).
Pelatihan Building Information Modeling kepada Praktisi Konstruksi di Kalimantan Selatan Irfan Prasetia; Darmansyah Tjitradi; Husnul Khatimi; Jovana Neilkelvin; M. Rijalul Fikri .A.
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10160

Abstract

Due to the rapid developments in the current digitalization era, information technology has affected almost every aspect of life. In the construction world, the influence of developments in information technology has led to the emergence of a building database concept called Building Information Modeling (BIM). The Ministry of Public Works and Housing has issued Ministerial Regulation Number 22/PRT/M/2018 and strengthened by PP Number 16 of 2021 regarding the implementation of BIM. Thus, the application of BIM in building projects, especially those owned by the government, has become necessary. Therefore, it is important to carry out BIM training to prepare human resources (HR) who can use BIM-based building design software. The BIM training was held in collaboration with the Human Settlements section of the Public Works and Spatial Planning Agency (PUPR Agency) of South Kalimantan Province. The participants were not only workers of the PUPR Agency but also construction practitioners in the South Kalimantan Province. From the pre-test results, it can be seen that the participants still lack understanding and mastery of BIM software. Meanwhile, after the BIM training was held, there was a significant increase in the participants' mastery and understanding based on the post-test results.
Pengolahan Sampah dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Baku Energi Alternatif Pada Bank Sampah Urban Dewan Barabai Andy Nugraha; Mastiadi Tamjidillah; Herry Irawansyah; Trendy Pratama; M. Zainul Rusdi; Aris Fadilah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.9660

Abstract

Sampah jumputan padat memiliki kadar air rendah selain itu sampah juga mempunyai nilai kalor cukup tinggi, setara dengan bahan bakar fosil seperti bensin dan solar. Untuk itu, penanganan sampah jumputan padat yang efektif adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan baku energi alternatif, salah satunya adalah dibuat pellet sampah jumputan padat yang dapat digunakan sebagai bahan bakar co-firing boiler pada PLTU dengan mengurangi pemakaian bahan bakar berbahan bakar fosil dari pembangkit listrik. Bank Sampah Urban Dewan di Barabai kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini berusaha untuk mengurangi polusi sampah dan membantu pengelolaan sampah sekitar menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bernilai. Bank Sampah Urban Dewan dapat menjadikan potensi sampah yang telah dikumpulkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Sehingga perlu adanya upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan sosialisasi pemanfaatan, pengolahan, dan pembuatan pellet sampah jumputan padat serta hibah bantuan alat cetak pellet sampah jumputan padat. Dari kegiatan ini dihasilkan produk olahan yang lebih berkualitas dari sampah jumputan padat serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan komunitas Bank Sampah Urban Dewan Barabai.
Pelatihan Peta 3 Dimensi Upwelling Selat Makassar Bagi Nelayan Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut Muhammad Syahdan; Hamdani Hamdani; Aida Sukma Hati; Fatur Rahmat Attijani; Melkyanus Melkyanus
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10455

Abstract

Pemetaan kawasan upwelling secara 3 dimensi (3D) dapat membantu dalam melakukan interpertasi terhadap daerah penangkapan ikan secara optimal karena tampilannya menjadi lebih riil, komprehensif dan interaktif. Berdasarkan kenyataan bahwa nelayan mitra masih kurang memahami akan pentingnya kawasan ini, maka program ini dibuat untuk memfasilitasi transfer ilmu dan teknologi agar mitra dapat mampu secara mandiri memetakan daerah penangkapannya secara tepat. Metode yang akan digunakan untuk mendukung  realisasi  kegiatan  ini adalah berupa penyuluhan dan pelatihan untuk membuat peta 3D kawasan upwelling, dimana peta ini merupakan pengembangan dari peta 2 dimensi (2D) upwelling hasil kajian/penelitian tim pengabdi sebelumnya. Rencana dari hasil kegiatan ini berupa munculnya peta 3D upwelling sebagai hasil karya nelayan mitra yang diharapkan bisa lebih mudah diinterpretasikan dan diaplikasikan untuk aktifitas penangkapan ikan mereka. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa pelatihan dalam memetakan kawasan upwelling Selat Makassar dalam model 3 dimensi ini memiliki relevansi dengan aktifitas nelayan Kecamatan Kintap serta signifikan dapat membantu aktifitas nelayan. Tingkat keberhasilan dari pelatihan ini adalah nelayan mampu membuat peta 3 dimensi kawasan upwelling Selat Makassar serta mampu melakukan interpretasi terhadap gambar peta yang telah dihasilkan. Luaran dari pelatihan berupa peta 3 dimensi upwelling Selat Makassar, publikasi pada jurnal ilmiah dan adanya modul pelatihan dapat membantu masyarakat nelayan dalam meningkatkan produktifitas penangkapan ikannya serta sebagai media pembelajaran bagi nelayan dalam melakukan pemetaan secara benar dan tepat.
Pelatihan Pembuatan Natural Bar Soap Berbasis Eco Enzyme Bersama Pkk Kecamatan Beruntung Baru, Kalimantan Selatan Dr.Dian Masita Dewi, SE.,MM; Ikhwan Faisal; Anisa Yulia Al Munawaroh1; Ririn Kurniawati; Anton Yuda Sumanto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10287

Abstract

This Community Service Program is a continuation program of the socialization and training program including the use of eco enzyme with the PKK Beruntung Baru District in 2021. The community has felt the benefits and has proven the benefits of eco enzyme for agriculture, health and even for a substitute for bath soap. However, eco enzyme has disadvantages for some people including not foaming and feeling sticky on the skin and some people do not like the aroma. Eco enzyme has social value so it is not allowed to be traded. Based on this background, the PKM team took the initiative to carry out a follow-up program, namely training in making natural bar soap based on eco enzyme which is competitive and has high economic value so that it can improve the economy and welfare of the Beruntung Baru sub-district community. The methods that will be used in this PKM activity are lectures, simulations or demonstrations and direct practice of making eco enzyme-based natural bar soap. Based on the results of the evaluation of the Eco Enzyme-based Natural Bar Soap Making Training activities carried out by the PDWA Year 2023 Team from the Lambung Mangkurat University Eco Enzyme Study Center, this is the right solution in overcoming partner problems and the results of the pre and post test evaluation of the entire PDWA Th 2023 program implemented by the ULM Eco Enzyme Study Center through the Eco Enzyme-Based Natural Bar Soap Making Training at PKK Kec. Beruntung Baru, Kab. Banjar, South Kalimantan Province can be categorized as very successful