cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 271 Documents
Pengetahuan Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti untuk Cegah DBD Bagi Warga RT 44 Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru Muhamat Muhamat; Gunawan Guawan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10040

Abstract

Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a health problem for the people of Banjarbaru. This disease can be prevented by avoiding the bite of the Aedes aegypti mosquito. The mosquito population of Ae. aegypti has a high potential to carry out biting activities. Therefore, mosquito control is the main focus in controlling DHF. The one house one larva monitor program by carrying out 3M activities (bury, cover and drain) water containers is relatively effective. However, knowledge about the life cycle is not the same among residents, so the implementation of this program is still constrained. With this background, the Lambung Mangkurat University Faculty of Mathematics and Natural Sciences service team held counseling for Dasa Wisma Jasmine 5 about the life cycle of the Aedes aegypti mosquito. The implementation of this service provides insight into the life cycle of the Aedes aegypti mosquito followed by the practice of trapping mosquito eggs. The hope of this program is to increase knowledge, change attitudes and take action in residential areas so that they do not become breeding grounds for the Aedes aegypti mosquito. Keywords: DHF disease; Aedes aegypti; knowledge; attitude; action
Diversifikasi Jamur Tiram Olahan di UKM Jamur Kabupaten Batola Kalimantan Selatan Edi Mikrianto; Rahmat Yunus; Dahniar Dahniar; Rihadatul Aisy; Annisa Nurfadilla Nugravita; Rizky Aulia Fitriani; Vita Amalia; Andrian Wahyudi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10380

Abstract

Kabupaten Barito Kuala khususnya kecamatan Mandastana desa Karang Indah propinsi Kalimantan Selatan sudah banyak berdiri kelompok kecil UKM dalam mengembangkan dan membudidayakan jamur tiram sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Usaha budidaya jamur ini mempunyai nilai sosial ekonomi dan terdapat 2 UKM yaitu UKM Enam Sekawan Indah Sejati dan UKM Maju Jaya yang aktif membudidayakan jamur tiram. Namun produksi jamur ini belum dapat dilakukan secara optimal hal ini karena terkendala dengan menumpuknya produk jamur segar hasil produksinya yang tidak sempat terjual di pasaran. Hal ini apabila dibiarkan terlalu lama dalam penyimpanan tentu akan merusak penampilan jamur dan pada akhirnya jamur tidak akan laku dijual di pasaran dan akan berinplikasi pada usaha jamur akan mengalami kerugian. Untuk mengatasi menumpuknya produk jamur segar yang belum terjual di pasaran ialah melalui usaha baru pengolahan produk jamur dengan metode diversifikasi produk jamur hasil produksinya sehingga memberikan nilai tambah produk jamur. Sehingga dari usaha budidaya dan pengolahan jamur melalui metode diversifikasi ini bukan tidak mungkin bisnis budi daya usaha jamur ini akan semakin berkembang seiring dengan inovasi dan kreativitas diversifikasi produk jamur. Budidaya jamur dan diversifikasi produk jamur merupakan dua hal yang saling komplementer dan saling mendukung terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama anggota UKM jamur Karang Indah. Untuk mengetahui peningkatan kesejahteraan masyarakat kelompok UKM jamur. Setelah dilakukan analisis ekonomi dan keuangan melalui analisis pendapatan dari hasil penjualan jamur segar dan hasil penjualan produk jamur melalui program diversifikasi terjadi pertumbuhan pendapatan yang besarnya berkisar antara 3% hingga 5% per tahun. Dan jika bertambahnya fasilitas produksi diperkirakan akan berdampak pada peningkatan pendapatan dari hasil penjualan jamur segar dan produk sampingan lain terjadi peningkatan pendapatan sekitar 10% hingga 15% per tahun.
Pojok Literasi Sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Membangun Desa Cerdas Di Desa Nagrog Csicalengka Endah Megawati; Hernawati Hernawati; Amalia Amalia SR; Anggie Mauditya; Auliya Nuranis; Fadli Jihadul Islam; Fahmi Rahmah Astuty; Lulu Lutfiani
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has the lowest literacy rate in the world. It ranks 62 out of 70 countries that have made literacy part of the culture that lives and develops in society. This is due to the lack of understanding of the concept of literacy for Indonesians. The term literacy is something foreign that is not widely recognized, especially by rural communities who live in the interior of the mountain, allowing a lack of access to information obtained. The activities of reading, writing, discussing and being literate to the current situation are part of literacy. Nagrog village is located in the highlands of Bandung district, however facilities and infrastructure to support literacy activities are already available. However, there is no structured system in managing this potential. Thus, the PPK ORMAWA HIMA Islamic Religious Education Team of Muhammadiyah University Bandung together with the village government, community leaders and the community itself have the aim of re-empowering their potential so that they can help minimize educational inequality through the Literacy Corner program by participating in making the village community a smart village. The method used is the ABCD (Asset Based Community Development) method which focuses on community development by making the community the actors and determinants in efforts to develop a better environment.Keywords: Society, Potential, Literacy
Pelatihan Desain Multimedia Sebagai Media Interaksi Sosial Dan Promosi Pada SD IT Anak Sholeh Mandiri Banjarmasin Silvia Ratna; Tintin Rostini; Nur Alam Syah; Wagino Wagino; Muhammad Rasyidan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.9801

Abstract

Salah satu bentuk konten pada media sosial adalah konten gambar. Konten ini lebih menarik dilihat daripada konten berupa tulisan atau video yang memerlukan waktu untuk mencerna informasi didalamnya. Penggunaan media sosial sebagai media promosi menjadi alternatif dalam melakukan promosi. Hal ini mengingat media sosial mudah diakses dimana saja dan kapan saja. Promosi di media sosial merupakan promosi yang murah karena tidak berbayar dan jangkauan lebih luas. Jadi promosi melalui media sosial itu sangat efektif dikalangan anak muda (Purbohastuti, 2017). SD IT Anak Sholeh Mandiri adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan jumlah 36 guru sebagai peserta yang mengikuti Pelatihan Desain Multimedia Sebagai Media Interaksi Sosial Dan Promosi dengan menggunakan metode Kuesioner sebelum pelaksanaan (pra) dan Setelah selesai pelaksanaan (pasca). Hasil kuisioner yang telah diberikan kepada 36 responden bahwa setelah mereka menggunakan aplikasi Canva dalam pelatihan ini, dapat diketahui nilai rata-rata sebelum mengikuti pelatihan (pra) sebesar 2,8, kemudian setelah mengikuti pelatihan diberikan kembali kuisioner (pasca) maka nilai rata-rata pemahamanan terhadap penggunaan aplikasi Canva meningkat menjadi sebesar 4,04 artinya pelatihan ini berhasil diterapkan oleh guru SD IT Anak Sholeh Mandiri Banjarmasin
Perancangan Alat Pengering Pada Proses Produksi Kapsul Daun Kelor bagi Kelompok Tani Desa Guntung Manggis Rachmat Subagyo; Muhammad Nizar Ramadhan; Ma'ruf Ma'ruf; Azie Aprianto; Muhammad Nazief Maulidinnur; Deni Saputra; Annisa Nurul Kharisma; Mutea Putri Dwianto; Devina Yulie Fatria; Siti Rabiatul Adabiah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10551

Abstract

 Guntung Manggis Village is one of the sub-districts located in Landasan Ulin District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. Some of the problems in the Guntung Mangosteen subdistrict that were obtained based on the survey results were that the drying process for making moringa leaf capsules was quite time consuming because they could not be dried directly in the sun. And the hygienic and clean drying process for Moringa leaves meets health standards. The method for solving this problem is to design and manufacture a hygienic Moringa leaf dryer. To perfect the manufacture of a Moringa leaf dryer, it is necessary to carry out a simulation first. The simulation results show that a dryer that uses 15 Watt lamp power has a better heating process because the entire heating area is a homogeneous blue color so that the drying process will take place evenly. This drying process is the best where there is no excess temperature at the base of the tool so it does not require a blower to remove heat. The dryer is more efficient because the lamp power is small and does not require a blower to homogenize the temperature of the dryer.
Pengembangan Urban Permaculture di Kelompok Wanita Tani (KWT) Permata Bersemi Banjarbaru Rizki Fitria; Sunardi Sunardi; Abdullah Abdullah; Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10291

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Permata Bersemi di Kelurahan Sungai Ulin mengelola lahan kosong di area komplek untuk ditanami sayuran. KWT ini menanam sayuran untuk memenuhi kebutuhan sayur harian. KWT beranggotakan 19 orang warga dengan beragam latar belakang dan tinggal di Komplek Bukit Permata Indah (BPI) Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru. KWT telah terbentuk setelah pandemi COVID-19 mereda. Mitra menanami lahan di komplek BPI dengan menggunakan media tanah dan pengolahan tanah seadanya. Pengetahuan dalam memelihara tanaman juga masih terbatas. Penanaman sayuran juga belum dikonsep dengan baik sehingga terlihat berantakan. Dari hasil olahan lahan, mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri akan sayuran. Hal ini berdampak pada pengeluaran harian yang seharusnya digunakan untuk membeli sayur dapat dialihkan ke kebutuhan lain. Akan tetapi, usaha yang dijalankan oleh KWT masih belum ditekuni dengan serius karena mereka hanya ingin mengisi waktu luang. Anggota KWT juga hanya memilih jenis sayuran yang cepat panen seperti bayam, kangkung, sawi, dll. Berdasarkan pengamatan tersebut, usaha mereka memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Namun, mitra belum mengerti tentang persiapan lahan, penataan tanaman, dan sistem pemeliharaan. Sehingga, pada program pengabdian masyarakat ini dilakukan pelatihan sistem pertanian terintegrasi model urban permaculture pada lahan garap dan pelatihan dalam pemeliharaan tanaman (pelatihan pembuatan ecoenzim dan pupuk organik cair). Hasil dari pelatihan ini adalah mitra KWT menjadi mengetahui mengenai pengolahan lahan dan cara pemeliharaan tanaman yang lebih baik diantaranya dengan menggunakan ecoenzim dan pupuk organik cair, lahan mitra menjadi lebih tertata dan mitra juga mengetahui cara pembuatan ecoenzim dan pupuk organik cair tersebut.
Pencegahan Anemia Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat Permukiman Sungai di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Sudjatmiko Setyobudihono; Yuseran Yuseran; Noor Ridha Yanti; Ermina Istiqomah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10119

Abstract

Continuing nutritional problems and stunting can become an inhibiting factor in national development. Community knowledge, attitudes, and skills in processing food sources, especially local food sources, are still very lacking. The opinion that nutritious food is expensive so that they prioritize economic reasons and ignore health problems, is still common in society. A local wisdom-based approach is an important strategy so that people can be aware of the capabilities of food sources and the environment around them and are able to process them into nutritious food sources. The aim of community service is to create nutritional cadres to prevent anemia who have the ability to understand the potential of local food sources and can process them simply as a source of nutritious food, easy to obtain and cheap, especially for river settlement communities in South Kalimantan. Community service activities are carried out in Aluh-Aluh District which is one of the locus of stunting villages in 2022. Thorough identification using an in-depth interview approach is used to find out various matters related to health knowledge, especially anemia symptoms. By utilizing counseling from sources who understand local wisdom and food sources to prevent anemia, it is hoped that more knowledge will be created about local food resources that are useful for preventing anemia. Approaches to adolescents with counseling are expected to be able to encourage additional knowledge and positive attitudes and be able to utilize local food sources independently.
Implementasi Sistem Informasi Akuntansi di PTAM. Berkah Banua (Perseroda) Pelaihari Rano Wijaya; Saprudin Saprudin; Nor Hikmah; Isnawati Isnawati
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10386

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilakukan di PTAM. Berkah Banua (Perseroda) Pelaihari pada tahun 2023. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini diberikan pengetahuan tentang pentingnya peran komputer dalam membantu karyawan dalam mendukung tugas utama mereka, yang meliputi menghasilkan informasi berkualitas yang sangat dibutuhkan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan dan juga memberikan pelatihan tentang cara mengoperasikan sistem informasi berbasis komputer dan cara memproses data menjadi informasi yang berguna untuk mendukung tugas -tugas utama karyawan PTAM. Berkah Banua (Perseroda). Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan cara mengindentifikasi kebutuhan terhadap sistem informasi yang PTAM. Berkah Banua (Perseroda)perlukan, setelah itu dibuatkan sistem informasi/software yang diperlukan dan dilakukan pelatihan dan pendampingan dalam mengimplementasikan sistem informasi/sofware tersebut. Hasil pengabdian pada masyarakat ini adalah pembuatan dan implementasi program komputerisasi di PTAM. Berkah Banua (Perseroda)dan Peningkatan Kinerjapada karyawan dan direksi di PTAM. Berkah Banua (Perseroda).
Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Revitalisasi Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SDN Pasar Kamis 2 Kabupaten Banjar Isnur Hatta; Riky Riky; Aulia Azizah; Nida Amalia
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10202

Abstract

Pasar Kamis 2 elementary school is one of the elementary schools in Kertak Hanyar District that has not implemented a phase III school dental health program, so it is necessary to revitalize the school dental health program. The revitalization of school dental health programs aims to revive promotional programs for dental and oral health in elementary schools. The method applied for this community service activity is by carrying out promotional activities in the form of teacher training for school dental health businesses, training for little doctors, health promotion through the media snakes and ladders and the song SIGIBER, as well as joint toothbrushing activities. Preventive activities carried out include carrying out dental and oral health screening and carrying out fissure sealant treatment and atraumatic restorative treatment based on the results of the screening. Evaluation of community service activities is carried out by measuring the results of pretest and posttest students' knowledge and analyzing the provision of preventive measures to students. The results of this service show that there is a difference in knowledge before and after being given health promotion interventions, as well as an improvement in students' dental and oral health after preventive measures are given in the form of pit and fissure sealants and atraumatic restorative treatment. Revitalization of school dental health businesses is important so that promotional activities for dental and oral health in the school environment are not neglected so that they can improve dental and oral health and school children's achievement in learning.
Penyuluhan Asal Mula Teknologi Vaksin Bagi Millinneal Pasca Covid-19 Di Minggu Raya Tanto Budi Susilo; Rahmat Yunus; Rahmad Eko Sanjaya; Oni Soesanto; Arief Rahmad Maulana Akbar; Yuyun Hidayat
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.9881

Abstract

AbstrakTulisan ini adalah bimbingan teknis akademis (bimteks) terhadap mahasiswa pasca covid-19. Suatu tinjauan ulang cognitive epistomology tentang vaksin yang digunakan. Ringkasan ulasannya berikut ini; Setelah perkembangan ilmu pengetahuan mikroorganisme pada era kisaran akhir abad 19, Griffith mengobservasi transformasi sel mikroorganisme streptococcus pheunomiae yang bersifat non patogen berubah menjadi patogen dengan metode thermal theraphy. Fenomena ini adalah mengesankan (impressive). Menjadi pertanyaan besar (enigma) mengapa kemampuan phatogensitas sel S. pheunomiae dapat berubah? Kesimpulan dapat ditarik telah terjadi transformasi akibat “sesuatu” pada sel bakteri non phatogen. Perubahan phenothyphic, urgen, ini merupakan rekayasa genetika pertama. “Sesuatu” agent transforming yang sekarang ini dikenal dengan deoxyribose nucleic acids (DNA). Perubahan urutan DNA dapat mengubah phenothyphic atau telah terjadi transformasi sel. Mati hidupnya makhluk hidup adalah terkait erat dengan urutan DNAnya. Kajian DNA menghasilkan cabang-cabang ilmu baru seperti rate mutation dan evolution, drug design, migraton history, kajian gen musics, antropology dan forensics molecular dan sebagainya. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui respon publik terkait tulisan ini. Berikut ini hasil evalusi pretest dan post test terhadap 32 responden mahasiswa sain kajian X dan 12 kajian Y; berturut-turut sebagai berikut; sangat mengerti (9,37), mengerti (77,1), kurang mengerti (11,47) dan tidak mengerti (2,03); dan sangat mengerti (5,55), mengerti (72,78), kurang mengerti (16,67) dan tidak mengerti (4,15). Secara umum, mahasiswa kajian X lebih mengerti daripada mahasiswa kajia Y walaupun perbedaannya tidak signican.Kata kunci: DNA, Phenotyphic dan transformasi sel