cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
ejurnal@unism.ac.id
Editorial Address
LPPM Univerisitas Sari Mulia Gd. D Lantai 1 Jl. Pramuka No .02 Banjarmasin Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Nursing Invention
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : -     EISSN : 2828481X     DOI : https://doi.org/10.33859/jni
Core Subject : Health, Education,
Journal Journal of Nursing Invention receives and publish manuscripts on health, especially: Fundamental nursing Emergency nursing Adult or medical surgical nursing Neonatal and pediatric nursing Women’s health nursing Mental health and psychiatric nursing Family and community health nursing Gerontological nursing Nursing administration and management Oncology nursing Transcultural nursing HIV/AIDS and tropical diseases Related health-care issues such as Health professionals Health policies Health-care systems Education in Nursing
Articles 156 Documents
The Relationship Between Knowledge and Attitudes of Detainees Regarding Dermatitis Prevention at Palangka Raya City Police Detention Center Hepie; Katimenta , Karmitasari Yanra; Agustina, Vina
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.893

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kulit merupakan penyakit terbanyak yang terjadi di lembaga pemasyarakatan salah satunya dikenal dengan sebutan dermatitis. Dermatitis adalah gangguan peradangan kulit terluar atau epidermis yang terkait dengan provokasi fisik atau imunologi. Pengetahuan yang dimiliki tahanan mengenai penyebab dan pencegahan dermatitis sangat berperan dalam pembentukan sikap mereka terhadap upaya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Masalah yang terjadi, terdapat tahanan mengalami dermatitis, tanpa pemahaman yang memadai, sikap pencegahan cenderung diabaikan. Perawat memastikan tahanan mendapatkan akses, dukungan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencegah dan menangani penyakit kulit seperti dermatitis seperti mendukung program edukasi dan promosi kesehatan. Tujuan: Bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap tahanan tentang pencegahan dermatitis di Polresta Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel, yaitu non-probability sampling dengan jumlah sampel 45 responden. Uji Statistik menggunakan Spearman-Rank. Populasi adalah tahanan di polresta palangka raya dari usia ≤ 25 tahun hingga usia 65 tahun. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian menunjukkan sebanyak 25 orang responden (55,6%) memiliki tingkat pengetahuan baik, sebanyak 5 orang responden (11.1%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan sebanyak 15 orang responden (33.3%) memiliki tingkat pengetahuan rendah. sikap sebanyak 30 orang responden (66.7%) menunjukkan sikap Positif dan 15 orang responden (33.3%) menunjukkan sikap Negatif. Hasil analisis bivariat Pengetahuan dan sikap didapat p value 0,000 ≤ 0,05, maka Ho ditolak, dan Ha diterima. Kesimpulan: Implikasi keperawatan penelitian ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya pengetahuan pencegahan dermatitis, peneliti mengharapkan penelitian ini dapat berguna bagi semua pihak dan dapat terus dikembangkan.
The Correlation Between Family Support and Personal Hygiene Independence in Children with Intellectual Disabilities at State Special School (SLBN) 1 Palangka Raya Distari Putri, Puput Yayu; Puspita, Ayu; Mitra D.S., Dian
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.894

Abstract

Latar Belakang: Personal hygiene merupakan aspek penting dalam pemeliharaan kesehatan anak karena berperan dalam pencegahan berbagai penyakit infeksi, gangguan kulit, serta peningkatan kualitas hidup. Pada anak tunagrahita, keterbatasan fungsi intelektual dan kemampuan adaptif sering menjadi hambatan dalam mempelajari serta mempertahankan perilaku kebersihan diri secara mandiri. Anak dengan disabilitas intelektual kerap mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas dasar seperti mencuci tangan, mandi, menyikat gigi, serta mengelola eliminasi, sehingga membutuhkan pembiasaan dan pendampingan yang berkelanjutan dari keluarga maupun lingkungan sekolah. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu anak mencapai kemandirian personal hygiene. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel, yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Uji Statistik menggunakan Spearman-Rank. Hasil: Hasil penelitian ini diketahui bahwa dukungan keluarga mengenai tingkat kemandirian dari hasil analisa Spearma-Rank diperoleh p value = .000 < α 0,05 artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Palangka Raya ,631 yang artinya keeratan hubungan dikategorikan kuat. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita. Keluarga yang memberikan dukungan optimal cenderung memiliki anak dengan tingkat kemandirian yang lebih baik dalam melakukan aktivitas perawatan diri. Oleh karena itu, keluarga perlu meningkatkan kualitas interaksi, pendampingan, serta pemberian motivasi secara berkelanjutan guna membantu anak tunagrahita mencapai kemandirian yang lebih optimal dalam kehidupan sehari-hari.
Effectiveness of Providing Health Education About BLS Using Simulation Methods and Audiovisual Media on The Knowledge of Emergency Volunteer Khalilati, Noor; Indrayadi, Indrayadi; Azidin, Yustan; Muhammad Rusydan Abrory, Muhammad
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.906

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung merupakan suatu kondisi berhentinya jantung memompa darah secara spontan. Penyebab terjadinya henti jantung karena sistem kelistrikan pada jantung tidak berfungsi dengan baik. Jika ada ketidaktepatan dalam pemberian pertolongan dapat berakibat fatal yang menyebabkan kematian. Tujuan: Untuk mengidentifikasi efektivitas pemberian pendidikan kesehatan tentang bantuan hidup dasar dengan metode simulasi dan media audiovisual terhadap pengetahuan tim relawan emergency di wilayah Banjarmasin utara. Metode: Desain penelitian yaitu eksperimen komparatif two grup pretest and posttest design dan menggunakan lembar kuesioner untuk mendapatkan data dari responden. Sampel berjumlah 30 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil: Penelitian didapatkan nilai rata-rata pada metode simulasi 8.00 dan pada media audiovisual 7.50 dan didapat nilai p-value = 0,001 (α < 0,05). Kesimpulan: Metode simulasi lebih efektif dibandingkan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan tim relawan emergency di wilayah Banjarmasin utara. Diharapkan para relawan emergency menerapkannya pada kondisi kegawatdaruratan seperti henti jantung.
The Correlation Between Nurses' Responsiveness and Patient Satisfaction in the Emergency Department of Mas Amsyar Hospital, Kasongan Sepceriwanto; Wiyanto, Henry; Puspita, Ayu
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.910

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien terhadap daya tanggap (responsiveness) perawat tercermin dari persepsi pasien terhadap tenaga kesehatan yang menangani keluhan pasien dengan baik dan segera datang saat pasien membutuhkan pertolongan, sementara itu ketidakpuasan pasien terhadap daya tanggap (responsiveness) perawat tercermin dari adanya tenaga kesehatan yang tidak memberikan pelayanan tepat waktu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk hubungan daya tanggap (responsiveness) perawat  dengan kepuasan pasien di ruang IGD RSUD Mas Amsyar Kasongan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumah sampel 40 pasien dengan teknik Accidental sampling. Intrumen penelitian mengunakan kuesioner dari Putri Yasmin untuk mengukur daya tanggap (responsiveness) perawat dan kuesioner dari Karaca & Durna untuk mengukur kepuasan pasien. Analisis data mengunakan uji rank spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa pelayanan daya tanggap (responsiveness) perawat baik (75%) dan kepuasan pasien tinggi (65%). Hasil uji rank spearman menunjukan ada hubungan yang signifikan antra daya tanggap (responsiveness) perawat dengan kepuasan pasien dengan nilai sig. (2-tailed) < dari 0.05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0. 606. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan daya tanggap (responsiveness) perawat dengan kepuasan pasien di ruang IGD RSUD Mas Amsyar Kasongan.
The Relationship Between Depression Level and Social Interaction of Elderly (Study at Budi Sejahtera Elderly Protection and Rehabilitation Center of South Kalimantan Province) Aulia Rahman, Muhammad; Elfani Kausar, Lola Illona; Rahmah, Mutia
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.953

Abstract

Latar Belakang: Populasi lansia terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang mendorong peningkatan perhatian terhadap kesehatan fisik dan psikologis mereka. Penuaan seringkali menyebabkan penurunan fisik dan masalah kesehatan mental, di antaranya depresi merupakan yang paling umum. Depresi pada lansia dapat menyebabkan penarikan diri, kehilangan minat, dan berkurangnya interaksi sosial, yang berdampak negatif pada kualitas hidup mereka. Namun, interaksi sosial memainkan peran penting dalam mendukung kesejahteraan emosional dan mempertahankan kepuasan hidup di usia lanjut. Memahami hubungan antara depresi dan interaksi sosial pada lansia sangat penting untuk memberikan perawatan dan intervensi yang tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan interaksi sosial lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan. Metode: Metode pada penelitian ini berupa penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 71 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS) dan kuesioner Interaksi Sosial. Analisis korelasi menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat depresi dengan interaksi sosial lansia, nilai p-value 0,0133 (<0,05) dan koefisien korelasi -0,29 yang artinya arah hubungannya negatif. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini ialah tingkat depresi dan interaksi sosial lansia memiliki hubungan ke arah negatif yang artinya semakin menurun tingkat depresi maka skor interaksi sosial akan semakin meningkat.
Relationship Between Age and ASA Physical Status with Recovery Time for Post-General Anesthesia Patient Norhidayat, Muhammad; Suwandewi, Alit; Aprilia, Hanura; Khalilati, Noor; Daud, Izma
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.980

Abstract

Latar Belakang: General anestesi merupakan salah satu jenis pembiusan yang menimbulkan hilangnya kesadaran, hilangnya persepsi nyeri, hilangnya memori dan relaksasi. Salah satu perhatian utama bagi pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi adalah waktu pemulihan kesadaran. Di antara faktor yang dapat mempengaruhi waktu pulih sadar adalah usia dan status fisik ASA (American Society of Anesthesiologists) pasien. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dan status fisik ASA dengan waktu pulih sadar pada pasien post operasi dengan general anestesi. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 96 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin pada bulan Mei-Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan waktu pulih sadar dengan p value 0,768 (p>0,05), dan tidak ada hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pulih sadar dengan p value 0,278 (p>0,05). Kesimpulan: Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong penata anestesi untuk meningkatkan kualitas manajemen anestesi sehingga dapat meminimalkan terjadinya resiko komplikasi pasca pembedahan.