cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 209 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 209 Documents clear
Implementasi Strategi Membaca PQRST dalam Pembelajaran Membaca Teks Fiksi untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas S XI SMA Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Danisa Najwa Luthfiyyah; Vaneta Aulia Nursakha; Ai Siti Nurjamilah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2589

Abstract

Kemampuan membaca pemahaman merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki peserta didik untuk mendukung proses pembelajaran. Namun, banyak peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami teks, khususnya teks fiksi yang menuntut kemampuan analisis, interpretasi, serta pengenalan unsur intrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi membaca PQRST (Preview, Question, Read, Summarize, Test) dalam pembelajaran teks fiksi serta mengetahui peningkatan kemampuan membaca peserta didik setelah penerapan strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one group pre-test and post-test. Subjek penelitian terdiri atas 13 peserta didik kelas XI-4 SMA Muhammadiyah Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui tes membaca teks fiksi yang mengukur aspek tema, alur, penokohan, latar, konflik, dan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 70 dengan hanya 23% peserta didik yang mencapai KKM. Setelah diterapkan strategi PQRST, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 82 dengan 76,9% peserta didik melampaui KKM. Peningkatan tampak terutama pada kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik dan memahami alur cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi PQRST efektif digunakan dalam pembelajaran membaca teks fiksi dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di tingkat SMA.
Kesalahan Berbahasa pada Teks Karangan Siswa SMA-SMK Kota Makassar Fiah Luthfiah Bani; Nurhikma Nurhikma; Nensiliati Nensiliati; Johar Amir
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa pada teks karangan siswa SMA–SMK Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks karangan siswa yang dianalisis berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia dan kaidah tata bahasa baku. Teknik analisis data dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap setiap bentuk kesalahan sesuai kategori yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa paling banyak ditemukan pada bidang ejaan, meliputi penggunaan huruf kapital yang tidak tepat, penulisan singkatan yang tidak sesuai kaidah, kesalahan kata depan di dan ke, penandaan kata bahasa asing yang tidak digarisbawahi, serta penggunaan tanda baca yang tidak sesuai. Kesalahan berikutnya terlihat pada penggunaan kata tidak baku, seperti aksebilitas, moderen, dan biliard, yang seharusnya ditulis aksesibilitas, modern, dan biliar. Pada bidang morfologi ditemukan beberapa bentuk kesalahan seperti penghilangan prefiks ber-, pe-, per-, sufiks -an, pemendekan prefiks men- menjadi n-, serta penghilangan konjungsi yang menyebabkan ketidaktepatan struktur kalimat. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa siswa masih perlu ditingkatkan terutama dalam penguasaan ejaan dan pembentukan kata yang sesuai kaidah. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai kesalahan kebahasaan pada level pendidikan menengah serta menjadi dasar perbaikan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.
Fungsi Bahasa dalam Interaksi Masyarakat Beragam Budaya Rowimatul Hazizah; Sarah Eya Pepalemsa Br Ginting; Sry Eninta Br Bangun; Welia C Sigalingging; Anggia Puteri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2600

Abstract

This research focuses on the exploration of Jakobson's six language functions in social interaction of multicultural society. Different cultural backgrounds often lead to potential misunderstandings, so it is necessary to understand language functions in maintaining communication effectiveness. The purpose of this study is to describe how Jakobson's language functions play a role in strengthening social relations and creating cross-cultural harmony. The research used descriptive qualitative method with literature study approach. Data sources were obtained from books, journals, and related scientific articles, collected through documentation, and analyzed using content analysis techniques with validation through source triangulation. The results showed that the six language functions-referential, emotive, poetic, phatic, conative, and metalingual-do not stand alone, but complement each other in daily communication. In conclusion, language functions have a strategic role as a technical means as well as a social instrument to strengthen cohesion and solidarity in a multicultural society.
Nilai-Nilai Moral dalam Novel Debu Dalam Angin karya Pratiwi Juliani: Kajian Sosiologi Sastra Debby Debby; Hariadi Susilo; Parlaungan Ritonga
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2602

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Debu dalam Angin karya Pratiwi Juliani dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teori yang digunakan adalah teori nilai moral menurut Nurgiyantoro, yang membagi nilai moral ke dalam tiga kategori, yaitu: hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga nilai moral dalam novel, yaitu (1) nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri terdiri atas kemandirian, kerja keras, tidak mudah putus asa, optimis, dan tanggung jawab tokoh utama yaitu Salvador; (2) nilai moral hubungan manusia dengan sesama terdiri atas sikap peduli sesama, nasihat orang tua kepada anak, persahabatan, kesetiaan, hubungan keluarga, dan cinta kasih orang tua terhadap anak antara Salvador, Peter, John, Tobi, dan tokoh lain; dan (3) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yang terdiri atas: berdoa kepada Tuhan, berserah diri, bersyukur, keikhlasan menerima takdir, dan beriman antara tokoh Salvador, Tirbiani dan Peter.
Analisis Gaya Bahasa Perbandingan dan Pertentangan dalam Novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan Manda Fatona Ambarwangi; Hariadi Susilo; Emma Marsella
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran gaya bahasa perbandingan dan pertentangan dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan. Gaya bahasa perbandingan yang dikaji meliputi perumpamaan, metafora, personifikasi, alegori, pleonasme, perifrasis, dan koreksio. Sedangkan gaya bahasa pertentangan mencakup hiperbola, ironi, litotes, paradoks, dan sarkasme. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stilistika yang mengkaji gaya bahasa sebagai bagian dari kekhasan pengarang dalam membangun narasi dan karakter dalam sebuah karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari sumber primer, yakni novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dan dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Dari hasil penelitian, ditemukan dua puluh tujuh kutipan mengandung gaya bahasa perumpamaan, dua puluh lima kutipan mengandung gaya bahasa metafora, tiga puluh tiga kutipan mengandung gaya bahasa personifikasi, tidak ditemukan kutipan yang mengandung gaya bahasa alegori, tujuh kutipan mengandung gaya bahasa pleonasme, empat kutipan mengandung gaya bahasa perifrasis, dan lima kutipan mengandung gaya bahasa koreksio. Sementara itu, gaya bahasa pertentangan mencakup dua puluh satu kutipan mengandung gaya bahasa hiperbola, lima belas kutipan mengandung gaya bahasa ironi, dua kutipan mengandung gaya bahasa litotes, satu kutipan mengandung gaya bahasa paradoks, dan dua kutipan mengandung gaya bahasa sarkasme. Hasil tersebut menunjukkan bahwa gaya bahasa perbandingan, terutama personifikasi merupakan gaya bahasa yang paling banyak ditemukan dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan..
Perempuan dalam Bayangan Kolonialisme: Analisis Feminisme Poskolonial dalam Novel Cantik Itu Luka Amanda Zahrotul Azaria; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2613

Abstract

Konstruksi kehidupan perempuan yang hidup dalam bayangan kolonialisme pada novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, didasarkan pada pentingnya sastra pascakolonial sebagai medium dekonstruksi sejarah dari sudut pandang subaltern. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berpendekatan Feminisme Poskolonial, data berupa dialog dan narasi dianalisis untuk mengidentifikasi persilangan opresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opresi terhadap perempuan hadir secara berlapis sebagai hasil dari interseksionalitas kekuasaan kolonial dan patriarki, yang menjadikan tubuh Dewi Ayu sebagai objek eksploitasi dan warisan kekerasan struktural. Kendati demikian, kesimpulan utama menegaskan bahwa subjek perempuan memanifestasikan berbagai bentuk agensi dan perlawanan (misalnya agensi negatif dan dekolonisasi estetika) untuk merebut kembali otonomi dan mendefinisikan realitas mereka sendiri dari narasi dominan yang opresif.
Pewarisan Budaya Toraja dalam Novel Landorundun Karya Rampa’ Maega Dewinda Christin Maraya
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk pewarisan budaya Toraja yang tergambar dalam novel Landorundun karya Rampa' Maega melalui pendekatan sosiologi sastra. Novel ini dipilih karena mengangkat legenda lokal yang kental dengan nilai-nilai dan tradisi masyarakat Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (konten analisis) pada teks novel. Teori sosiologi sastra digunakan untuk melihat hubungan antara karya sastra dengan konteks sosial budaya masyarakat Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Landorundun tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media efektif dalam mewariskan budaya. Pewarisan budaya ini meliputi tradisi lisan (ulelean pare), sistem kepercayaan (aluk to dolo), dan upacara adat (rambu solo' dan rambu tuka'). Novel ini menghadirkan unsur-unsur budaya Toraja dan merelevansikannya dengan pembaca modern, terutama generasi muda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah karya sastra berupa novel dapat berperan penting dalam melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
Analisis Implikatur Percakapan dalam Komentar pada Polemik Trans7 dan Pesantren Lirboyo Sintia Agustin; Muhamad Suhepi; Saffanah Dhiyaan; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2619

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan implikatur percakapan umum dalam komentar publik yang menanggapi video klarifikasi Trans7 di TikTok setelah kritik terhadap salah satu program siarannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis implikatur percakapan yang muncul dalam komentar pengguna dan (2) menjelaskan makna tersirat yang disampaikan melalui respons positif dan negatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, mendengarkan, mencatat, dan mengambil tangkapan layar komentar dari akun TikTok resmi Trans7. Teori implikatur percakapan Grice digunakan untuk mengungkap makna tersirat dalam interaksi pengguna. Menurut hasil penelitian, komentar mengandung berbagai pesan tersirat, seperti dukungan, penolakan, sarkasme, kritik, dan pembelaan. Komentar yang mendukung biasanya mengkritik Trans7 karena menyampaikan informasi faktual dan mengejek audiens yang dianggap terlalu sensitif, seringkali dengan humor atau hiperbola. Komentar kritis, di sisi lain, menunjukkan ketidakpuasan dengan klarifikasi, mengejek tanggapan Trans7, atau membela komunitas pesantren yang terkena dampak. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa media sosial adalah tempat wacana publik yang terus berubah, dan bahwa faktor-faktor tertentu memengaruhi bagaimana pengguna menggunakan media, mengekspresikan sikap mereka, dan menegosiasikan makna dan respons tanggung jawab media terhadap isu-isu publik yang sensitif.
Analisis Kemampuan Membaca Teknik Mahasiswa melalui Praktik Membaca Dongeng “Mencari Sarang Semut” karya Kak Thifa Lilis Nurlaela; Kirani Putri Indresswari; Ai Siti Nurjamilah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2626

Abstract

Membaca teknik merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting dikuasai mahasiswa, terutama dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, karena keterampilan ini melibatkan kemampuan melafalkan tulisan dengan memperhatikan aspek suprasegmental seperti pelafalan, intonasi, tekanan, jeda, dan ekspresi. Namun, penelitian mengenai kemampuan membaca teknik mahasiswa, khususnya melalui penggunaan teks dongeng sebagai media latihan, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan membaca teknik mahasiswa tingkat dua melalui pembacaan dongeng “Mencari Sarang Semut”. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa rekaman video sepuluh mahasiswa yang membaca dongeng, yang kemudian dianalisis menggunakan rubrik penilaian membaca teknik dengan skala 1–4 pada lima aspek prosodi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca teknik mahasiswa secara umum berada pada kategori baik, dengan capaian tertinggi pada aspek pelafalan, diikuti oleh aspek tekanan dan jeda yang juga menunjukkan konsistensi penggunaan prosodi yang tepat. Aspek intonasi berada pada kategori baik tetapi masih ditemukan ketidaktepatan dalam penyesuaian nada dengan struktur kalimat. Sementara itu, aspek ekspresi menjadi capaian terendah, yang mengindikasikan bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menampilkan penghayatan, dinamika suara, dan pemaknaan emosional sesuai karakter dan suasana cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa aspek mekanis membaca teknik lebih mudah dikuasai dibandingkan aspek ekspresif yang memerlukan latihan interpretatif dan dramatik. Secara keseluruhan, penggunaan dongeng terbukti relevan untuk melatih sebagian besar aspek membaca teknik, meskipun pengembangan aspek ekspresi memerlukan strategi pembelajaran tambahan yang lebih terarah.
Pendidikan Keterlambatan Bahasa pada Anak Usia 3–5 Tahun: Studi Faktor Biologis, Sosial, dan Teknologi dalam Perkembangan Bahasa Dia Ananda Putri; Kezia Tarila Rubina Br Sitepu; Icut Aprilla; Nabilla Agustina Batu Bara; Tesalonica Evelin Sitorus; Filomena Nova Julianti Sinurat; Chintiah Lafaezah Sihaloho; Rosmawaty Harahap; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan bahasa pada anak usia 3–5 tahun ditinjau dari aspek biologis, sosial, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga anak yang mengalami keterlambatan bahasa dan orang tua mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bahasa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi, yaitu kondisi biologis seperti kelahiran prematur dan gangguan organ artikulasi, faktor sosial berupa minimnya interaksi verbal antara orang tua dan anak, serta faktor teknologi berupa penggunaan gadget yang berlebihan tanpa pendampingan. Namun, stimulasi verbal aktif, kegiatan bercerita, dan pembatasan waktu penggunaan gadget terbukti mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak secara bertahap. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam memberikan stimulasi bahasa dan pengawasan penggunaan teknologi untuk mendukung perkembangan bahasa anak usia dini.