cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Menelusuri Gaya Hidup Frugal Living dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata Silvia Fitrianingsih; Rosita Sofyaningrum
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup frugal living dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Tokoh-tokoh utama Ikal, Arai, dan Jimbron, diceritakan sebagai remaja yang hidup dalam ekonomi yang sangat terbatas. Meskipun demikian, mereka memiliki impian besar untuk meraih pendidikan tinggi. Melalui konsep dan prinsip frugal living, mereka hidup hemat dan berfokus pada kebutuhan pokok demi mencapai tujuan jangka panjang. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya hidup frugal living memperkuat karakter tokoh dan menggambarkan semangat juang dalam mengatasi keterbatasan ekonomi. Temuan ini menyoroti pentingnya hidup sederhana sebagai strategi bertahan hidup dan menjadi penyemangat dalam mengejar mimpi. Penelitian ini penting dalam memberikan pemahaman tentang relevansi gaya hidup hemat dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa kini dan masa mendatang.
Peningkatan Model Problem Based Learning (PBL) melalui Media Pembelajaran Video pada Pembelajaran Menulis Hikayat Etik Etik; M .Nur Hakim; Sulistiawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.553

Abstract

Media pembelajaran video merupakan media pembelajaran yang sangat diminati oleh siswa akhir-akhir ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran menulis hikayat melalui media video dengan menggunakan model pembelajaran project based learning (PBL). Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif sedangkan Teknik pengumpulan data yaitu mengumpulkan hasil keterampilan menulis hikayat siswa. Hasil penelitian menunjukkan: Dari hasil akhir proses pembelajaran ada peningkatan hasil pembelajaran Bahasa Indonesian dari siklus I 71,6% menjadi 82,2 % dan dapat diterapkan pada mata pelajaran yang lainnya terutama pada keterampilan menulis. Peserta didik mampu mengembangkan isi pokok hikayat dan memaknai berbagai informasi baik lisan maupun tulisan. Melatih untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengkritik atau memberikan solusi ide suatu permasalahan dalam kehidupan. Selain itu, dapat melestarikan budaya luhur rakyat Indonesia karena hikayat adalah bentuk prosa lama yang diwariskan melalui lisan secara turun temurun yang mengandung nilai-nilai teladan bagi kehidupan
An Analysis of Problem Based Learning Strategy In Fostering Students’ Speaking Skill At The Second Semester Of Cokroaminoto Palopo University Amaliah Rhamadhani; Rusdiana Junaid; Hafirah Patang; Andrika Romi Putra
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1050

Abstract

In fostering students’ speaking skills, it is necessary to apply learning strategies that are consistent and in line with developing educational patterns. Problem Based Learning (PBL) is one option for fostering students’ speaking skills because it allows students to think critically about the problems raised in their learning and contributes to their goals in choosing an English major. This research aims to analyze the process of implementing the PBL strategy in fostering students’ speaking skills in class. This research is a qualitative quantitative study conducted at Cokroaminoto Palopo University with a focus on students’ speaking skills. The research was conducted in May–June 2024. This research provides valuable insights and recommendations for optimizing the use of PBL strategies in developing students’ speaking skills. Based on data analysis and interpretation, it is found that the implementation of PBL at the second semester students’ fulfilled four of the five characteristics of PBL proposed by Arends’. They are (1)The problems posed are real-world problems so that students’ can ask questions related to the problem and find various solutions to solve the problem; (2)The learning carried out by students’ is authentic inquiry and in accordance with scientific strategies; (3)The resulting product can be in the form of real work or a demonstration of the problem being solved for publication by students’; (4)Students’ work together and motivate each other regarding the problems they are solving so that they can develop students’ social skill.
Simbol dan Makna Walassuji dalam Adat Pernikahan Masyarakat Bugis Sunarni Yassa; Megawati Megawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1148

Abstract

Konsep Walassuji ditempatkan secara horizontal dengan dunia tengah. Masyarakat Bugis memandang dunia sebagai sebuah kesempurnaan yang meliputi empat persegi penjuru mata angin, yaitu timur, barat, utara, selatan. Secara makro, alam semesta adalah satu kesatuan yang tertuang dalam sebuah simol aksara Bugis-Makassar, yaitu, „sa‟ yang berarti seua artinya tunggal atau Esa. Begitu pula secara mikro, manusia adalah sebuah kesatuan yang diwujudkan dalam sulapa’ eppa. Berawal dari mulut manusia segala sesuatu dinyatakan, diaplikasikan, dalam perbuatan, dan mewujudkan gambaran jati diri manusia. Walasuji selain digunakan sebagai pagar atau baruga yang biasanya dilihat depan rumah mempelai. Walasuiji juga dapat digunakan sebagai wadah buah dalam hajatan pernikahan, juga digunakan sebagai wadah sesajen yang beriisikan makanan yang telah diolah lalu diberikan kepada dewata Walasuiji juga dapat digunakan sebagai wadah buah dalam hajatan pernikahan, juga digunakan sebagai wadah sesajen yang beriisikan makanan yang telah diolah lalu diberikan kepada dewata. Walasuji sebagai pagar bambu dalam acara pernikahan dan berbentuk belah ketupat atau sulapa eppa yang merupakan bentuk mistis kepercayaan Bugis-Makassar klasik yang menyimbolkan susunan semesta seperti, api, air, angin, tanah. Kemudian metode pengumpulan data, yakni observasi dan wawancara, selanjutnya melakukan interpretasi data
Proses Pewarisan, Konteks Ideologi dan Nilai Moral pada Cerita Rakyat di Kabupaten Tasikmalaya: Suatu Kajian Antropolinguistik Casim Casim
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1381

Abstract

Sastra lama yang berkembang di Kabupaten Tasikmalaya yaitu cerita rakyat. Sejalan dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, menyebabkan keberadaan sastra lama di Kabupaten Tasikmalaya semakin mengkhawatirkan dan terancam punah. Upaya agar sastra lama tetap hidup pada lingkungan penuturnya yaitu dengan melakukan penelitian dan pendokumentasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pewarisan, konteks ideologi, dan nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi mikro untuk memahami secara mendalam bagaimana cerita rakyat tersebut diwariskan, dipahami, dan diinterpretasikan oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) proses pewarisan cerita rakyat di Kabupaten Tasikmalaya dilakukan secara lisan dan melalui tradisi lisan lainnya, 2) Konteks ideologi berhubungan dengan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan cerita rakyat di Kabupaten Tasikmalaya dan kepercayaan terhadap larangan serta hal tabu, dan 3) nilai moral pada cerita rakyat tersebut mencerminkan nilai-nilai dan kepercayaan masyarakat Sunda, seperti ajaran kebaikan dan keburukan, kepercayaan pada Tuhan, keharmonisan dengan alam, kesetaraan, dan keadilan. Penelitian ini juga menemukan bahwa cerita rakyat tersebut memiliki peran penting dalam melestarikan nilai-nilai moral dan ideologi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan bahwa cerita rakyat tersebut perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai bagian dari kebudayaan nasional.
Students’ Perception on The English Teachers’ Pedagogic Competence at British English School Syamsuddin Syamsuddin; Risma Genisa; Fentry Hernaningsih Ruing
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1119

Abstract

This study was aiming to analyze the perception of the students on their English teachers’ pedagogical competence who handled the Conversation for Adults Classes at Basic Conversation Level in British English School Makassar. Most of the students at this level still have low English competence and consider that English is difficult. The pedagogic competence of the teachers is related to the success of the learning activities. Therefore, it is required to analyse the teachers’ pedagogic competence based on the students’ perception since this affects to their attitude and actions in learning activities. The population of this study was 100 Adults students of British English School who participated in Basic Conversation Class from January to February 2024. The sample of this study was 50 students taken by using purposive sampling technique. The instrument used in this study is a non-test instrument consisting of 25 items of statements to measure students’ perception on English Teachers’ pedagogical competence. From the data processing, the result of the research was (1) Based on statements, obtained 52% in very good category, 20% in good category, 24% in enough category, 4% in less category, 0% in very less category; (2) Based on indicators, obtained 73.04% good category for learning preparation, 68.35% in good category for presentation of learning materials, 74.8% in good category for learning approach/strategy, 91.87% in very good category for students involvement learning, 70.4% good category for design and do the evaluation and 57.4% in good category for utilize assessment result for quality improvement of learning; (3) overall, the student’s perception on English teachers’ pedagogical competence is 72.64% in good category.
Analisis Asesmen Diagnosis Kognitif dan Nonkognitif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA NEGERI 2 Semarang Faozie Ramadhan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1202

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berperan penting dalam pengembangan literasi dan keterampilan komunikasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asesmen diagnostik kognitif dan nonkognitif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang. Asesmen ini bertujuan untuk memahami keberagaman gaya belajar siswa serta efektivitas media pembelajaran yang digunakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui angket asesmen diagnostik yang melibatkan 36 siswa kelas XI-10. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya belajar kinestetik mendominasi, dengan 50% siswa lebih cenderung pada pembelajaran berbasis aktivitas fisik. Sementara itu, asesmen kognitif menunjukkan bahwa 61,5% siswa lebih memilih video sebagai media utama dalam memahami materi. Di sisi lain, asesmen nonkognitif mengungkapkan bahwa 88,5% siswa memahami materi yang diajarkan. Penelitian ini menyarankan penggunaan media pembelajaran yang lebih beragam, termasuk video, teks, dan aktivitas praktis, untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik asesmen yang lebih efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat SMA.
Penggunaan Abreviasi Jenis Kontraksi Dalam Penyampaian Program Kerja Pada Debat Cagub Jabar 2024 Dita Kumala Sari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1260

Abstract

Abstrak Debat merupakan suatu bentuk retorika atau berupa seni penggunaan bahasa secara efektif. Penggunaan bahasa yang dimaksud yakni peserta debat harus mampu merancang dan menyusun penyampaian pesan yang jelas, tepat, dan bermakna kepada para audiens. Dalam debat biasanya pesan yang disampaikan dapat berupa program-program kerja yang dibuat semenarik dan seringkas mungkin guna untuk menarik perhatian masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan abreviasi dengan jenis kontraksi pada penyampaian program kerja dalam debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2024. Metode yang digunakan yakni penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini yakni ditemukan adanya penggunaan abreviasi berjenis kontraksi dalam penyampaian program kerja pada tiga kali debat. Debat pertama ditemukan abreviasi dalam penyampaian program kerja paslon nomor satu yakni Program “Rungkad Care” dan paslon nomor dua yakni Program “Seblak”. Debat kedua ditemukan abreviasi dalam penyampaian program keja paslon nomor satu yakni Program “Jayanti”. Terakhir debat ketiga ditemukan abreviasi dalam penyampaian program kerja paslon nomor satu yakni Program “Magadir”. Program kerja yang disampaikan oleh para paslon merupakan penggunaan abreviasi jenis kontraksi yang mana program kerja dibuat dengan proses pemendekan kata dengan cara merangkum atau mengombinasikan leksem yang diutarakan seperti pada kata yang mematuhi aturan fonologis. Kata kunci : abreviasi, kontraksi, program kerja, debat Abstract Debate is a form of rhetoric or the art of using language effectively. The use of language in question is that debate participants must be able to design and compose a clear, precise, and meaningful message to the audience. In a debate, the message conveyed can usually be in the form of work programs that are made as interesting and concise as possible in order to attract public attention. The purpose of this study was to determine the use of abbreviations with contraction types in the delivery of work programs in the debate of the 2024 West Java Governor and Deputy Governor Candidates. The method used was qualitative research. The results of this study were found to be the use of abbreviations of the contraction type in the delivery of work programs in three debates. The first debate found abbreviations in the delivery of the work program of candidate pair number one, namely the "Rungkad Care" Program and candidate pair number two, namely the "Seblak" Program. The second debate found abbreviations in the delivery of the work program of candidate pair number one, namely the "Jayanti" Program. Finally, the third debate found abbreviations in the delivery of the work program of candidate pair number one, namely the "Magadir" Program. The work program submitted by the candidate pairs is the use of a contraction type abbreviation, where the work program is made through a process of shortening words by summarizing or combining the lexemes expressed as in words that comply with phonological rules. Keywords: abbreviation, contraction, work program, debate
Pemahaman Teks dalam Kumpulan Puisi Pandora Karya Oka Rusmini: Kajian Hermeneutika Schleirmarcher Ridwan Ridwan; Hamdiah Sudirman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman makna secara gramatikal dan psikologis serta mengungkap pandangan, pengalaman dan ekspresi pribadi dalam Kumpulan puisi Pandora karya Oka Rusmini secara eksplisit maupun implisit dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Schleiermacher dalam menganalisis makna yang terkandung dalam puisi-puisi. Pendekatan ini mencakup dua aspek utama: pemahaman gramatikal, yang mengacu pada analisis struktur bahasa dan konteks historis, serta pemahaman psikologis, yang berfokus pada latar belakang emosional dan mental penulis. Melalui analisis ini, puisi-puisi dalam Pandora seperti Ulat, Lelakiku, 24 Juni, Ziarah, dan Lumut diinterpretasikan sebagai ekspresi dari ketegangan batin, perasaan teralienasi, serta penggambaran konflik gender yang kuat. Hasil analisis menunjukkan bahwa karya Oka Rusmini menggambarkan perjuangan perempuan dalam menghadapi ekspektasi sosial, konflik emosional dalam hubungan personal, serta refleksi spiritualitas dan cinta yang melampaui batas-batas sosial. Setiap puisi menawarkan wawasan tentang realitas sosial yang kompleks, sekaligus memberikan ruang untuk pembaca merenung dan merasakan pengalaman emosional yang diungkapkan oleh penulis. Pendekatan hermeneutika memungkinkan pembaca untuk memahami teks tidak hanya dari sudut pandang penulis, tetapi juga melalui pengalaman pribadi mereka, menciptakan interpretasi yang lebih kaya dan mendalam terhadap karya sastra ini.
Balinese Cultural Continuity: Heroine’s Role in Luh Ayu Manik Mas at War with the Spirit World Yanuaresti Kusuma Wardhani; Yudhanita Pertiwi; Estrella T. Arroyo; Nurhadianty Rahayu; Zahratul Umniyyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1267

Abstract

This research explores the role of the heroine in preserving Balinese cultural identity, focusing on the character of Luh Ayu Manik Mas from the children's story, "At War with the Spirit World." By employing Roland Barthes's mythological analysis, we delve into the denotative and connotative meanings embedded within the narrative. Denotatively, the heroine is portrayed as an independent and strong figure, essential for cultural continuity. She actively engages in preserving Balinese traditions, such as participating in water rituals and protecting the environment. Connotatively, the heroine embodies qualities of bravery, sacrifice, and a deep connection to Balinese cultural values. Her actions highlight the significance of environmental sustainability and the preservation of cultural heritage in the face of modern challenges. By analyzing the character of Luh Ayu Manik Mas, this research demonstrates how literature can contribute to the maintenance of cultural identity. The heroine's journey serves as a powerful tool for transmitting cultural values and inspiring future generations to embrace and preserve Balinese traditions.