cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
The Effect of Inquiry Based Learning Method in Enhancing Students’ Writing Ability in Narative Text at The Eight Grade Students of SMP Plus Ja’al Haq Kota Bengkulu Meranti Injelia; M. Arif Rahman Hakim; Pebri Prandika Putra
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1981

Abstract

This study aims to examine the effect of Inquiry-Based Learning (PBI) in improving the narrative writing ability of grade VII students at Ja'al Haq Plus Junior High School in Bengkulu City. Writing competence is an important element in English language learning; however, many students face challenges in organizing ideas, developing content, and applying appropriate language structures. This study used a quasi-experimental method involving two groups: an experimental group and a control group, each consisting of 10 students. The research procedure consisted of pre-test, treatment through the application of IBL for the experimental group, and post-test. Data were analyzed using paired t-test and independent sample t-test in SPSS 22. The findings showed that although both groups showed improvement in their writing scores, the experimental group showed a greater average improvement. Nevertheless, the independent t-test results showed no statistically significant difference (p = 0.591 > 0.05). Despite the limited statistical effect, IBL was shown to encourage students' engagement, creativity, and autonomy during the writing process. These results imply that, despite its minimal measurable impact, IBL remains a useful pedagogical approach to teaching writing in the junior high school context.
The Effect of The Let’s Read Website toward Students’ Reading Ability of Class VIII at Madrasah Tsanawiyah Pancasila Bengkulu Malika Diah Puspita Sari; M. Arif Rahman Hakim; Pebri Prandika Putra
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1982

Abstract

Reading is a fundamental language skill that involves not only recognizing words but also understanding the meaning of a text. This study aims to examine the impact of using the Let's Read website on the reading ability of eighth-grade students at Madrasah Tsanawiyah Pancasila, Bengkulu City. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed. Participants were divided into two groups: an experimental group that used the Let’s Read website as a learning medium, and a control group that received instruction through conventional methods. Data were collected using a multiple-choice test consisting of 25 questions, administered before and after the intervention. To analyze the data, the Mann–Whitney U test was used to compare learning outcomes between the two groups, while the Wilcoxon Signed Rank test was applied to evaluate improvements within each group. The results of the Mann–Whitney U test showed a significance value of 0.379 (p > 0.05), indicating no statistically significant difference between the experimental and control groups. However, the Wilcoxon test showed significant results for both groups, suggesting that students in both the experimental and control groups experienced a significant improvement in their reading skills after the learning process. Therefore, it can be concluded that although the Let’s Read website contributes to improving students’ reading skills, it does not produce a significantly greater effect than conventional teaching methods
Analisis Deiksis dalam Bahasa Batak Simalungun: Kajian Pragmatik Tanuya Harahap; Dwi Widayati; Amhar Kudadiri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi deiksis dalam bahasa Batak Simalungun yang digunakan oleh masyarakat di Kelurahan Sondi Raya, Kecamatan Raya. Jenis deiksis dianalisis berdasarkan klasifikasi yang dikemukakan oleh Levinson (1983), sedangkan fungsi deiksis mengacu pada pandangan Alieva dkk. (1991), Ansiska dkk. (2014), dan Sumarlam dkk. (2023). Sumber data terdiri atas 43 data yang mengandung jenis dan fungsi deiksis berupa klitik, kata, dan frasa dalam tuturan berbentuk percakapan bahasa Batak Simalungun pada masyarakat di Kelurahan Sondi Raya. Data dikumpulkan melalui metode simak dan metode cakap, dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap (SLC) serta teknik pancing sebagai teknik lanjutan. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode padan referensial dan pragmatis dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis deiksis dalam bahasa Batak Simalungun, yaitu deiksis persona, deiksis tempat/ruang, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Adapun fungsi deiksis yang ditemukan dalam bahasa Batak Simalungun berjumlah sebelas, yakni 1) sebagai penunjuk kepunyaan, 2) sebagai perangkai preposisi, 3) sebagai subjek, 4) sebagai objek, 5) sebagai penunjuk keterangan tempat, 6) penanda takrif, 7) sebagai atribut, 8) sebagai anafora, 9) sebagai katafora, 10) sebagai alat pembeda tingkatan sosial, dan 11) sebagai penjaga kesantunan dalam berbahasa. Untuk memahami referen dalam sebuah tuturan, penting bagi seseorang untuk memahami penggunaan deiksis.
Pengaruh Aplikasi Noveltoon Terhadap Hasil Kemampuan Menulis Teks Cerpen Siswa Kelas XI Bisnis Daring SMK NU 1 Karanggeneng Fenny Fitriawati; Nisaul Barokati Seliro Wangi; Bisarul Ihsan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2226

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kosakata yang dikuasai siswa kelas XI BD SMK NU 1 Karanggeneng, siswa mengalami kesulitan menulis cerita pendek terutama dalam menemukan ide, pengolahan kosakata dan mengembangkan alur cerita. Kondisi ini dikarenakan kurangnya motivasi siswa dalam membaca karena keterampilan membaca akan berdampak pada keterampilan menulisnya. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menggunakan aplikasi Noveltoon sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh aplikasi Noveltoon dalam pembelajaran menulis cerpen. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Methods) dengan desain pretest dan postest. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, angket, dan tes (soal). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: pertama, hasil kemampuan menulis cerpen terlihat jelas dari hasil pretest dan posttest. Rata-rata nilai siswa mengalami kenaikan dari 75,16 (pretest) menjadi 84,38 (posttest). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan paired sample t-test, diperoleh nilai t-hitung = 10,66. Selain itu, nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan aplikasi Noveltoon terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI Bisnis Daring SMK NU 1 Karanggeneng. Kedua, respons siswa setelah menerapkan aplikasi Noveltoon berkategori baik dengan perolehan nilai rata-rata 71,33%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu: Hasil kemampuan menulis cerpen siswa menunjukkan pengaruh yang signifikan. Rata-rata nilai pretest sebesar 75,16 menjadi 84,38 pada posttest, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar 22 siswa pada pretest dan 31 siswa pada posttest. Respons siswa terhadap pembelajaran menggunakan media aplikasi Noveltoon berada dalam kategori baik, dengan persentase sebesar 71,33%. Mayoritas siswa merasa senang, lebih mudah mendapatkan ide, serta termotivasi untuk membaca dan menulis cerpen setelah menggunakan aplikasi tersebut.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Biografi Menggunakan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan Model Project Based Learning Pada Siswa Kelas X.1 SMA Negeri 7 Palu Muh. Jumardi Nurali; Syamsuddin Syamsuddin; Fauziah Fauziah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2244

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks biografi peserta didik melalui pendekatan Culltaruraly Responsive Teaching (CRT) yang dipadukan dengan metode Projct based learning (PJBL) pada siswa kelas X.1 SMA Negeri 7 Palu. Permasalahn yang diangkat adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam menulis teks biografi. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada siklu 1 digunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL) namun hasilnya kurang meksimal karena sebagian peserta didik terlihat kurang tertarik dan tidak terlibat aktif. Oleh karena itu, pada siklus kedua diterapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) yang dipadukan dengan model Project Based Learning (PJBL). Pendekatan ini mengaitkan materi pembelajaran dengan latar belakang budaya peserta didik dan pengalaman nyata melalui kegiatan wawancara tokoh lokal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam, motivasi, keterlibatan, pemahaman dan kualitas tulisan peserta didik
Analisis Penggunaan Campur Kode Pada Iklan Superindo di Instagram Nisa Aisyah; Najihatul Fitri; Adhis Darussalam Pamungkas; Sonni Rahmat Febrian
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2266

Abstract

Perkembangan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran digital mendorong perusahaan seperti Superindo menggunakan strategi kebahasaan yang menarik, salah satunya melalui campur kode. Penggabungan bahasa Indonesia dan Inggris dalam iklan digital berfungsi sebagai alat komunikasi sekaligus strategi branding. Penelitian ini menganalisis penggunaan campur kode dalam konten Instagram @infosuperindo dengan fokus pada identifikasi jenis-jenisnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi terhadap 30 iklan yang diposting antara Januari–April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua jenis campur kode yang ditemukan, yaitu insertion (26 kali) dan alternation (4 kali). Insertion ditandai dengan penyisipan unsur leksikal bahasa Inggris dalam struktur bahasa Indonesia, sementara alternation melibatkan pergantian klausa antarbahasa. Temuan ini menunjukkan adanya strategi linguistik yang sengaja digunakan untuk membangun citra modern dan menarik bagi konsumen urban bilingual di ranah digital.
Istilah Kekerabatan dalam Bahasa Jawa Dialek Banten dan Korea: Suatu Analisis Konstratif Tifara Revalina Iryanti; Alifah Zahra Shafira; Odien Rosidin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1707

Abstract

Analisis kontrastif merupakan sebuah studi untuk mengontraskan antara B1 dan B2 agar dapat mengetahui persamaan dan perbedaan yang ada di dalam kedua bahasa tersebut. Tujuan dari studi ini ialah mengkaji penyebutan kekerabatan di bahasa Jawa dialek Banten dan bahasa Korea sehingga dapat diidentifikasi persamaan serta perbedaan di antara kedua bahasa tersebut. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan penutur asli Banten dan kamus bahasa Korea. Temuan dari studi ini menunjukkan adanya istilah kekerabatan dalam bahasa Jawa dialek Banten dan bahasa Korea yang terbagi ke dalam bentuk istilah konsanguinal dan istilah afinal berdasarkan kategori gender, tingkat keturunan, dan silsilah serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan istilah kekerabatan yang terdapat dalam bahasa Jawa dialek Banten dan bahasa Korea.
Tantangan Kebahasaan Terkini: Dampak Negatif TikTok terhadap Bahasa Gaul di Kalangan Masyarakat Indonesia Muh. Syukri Gaffar; Nurrahma Nurrahma; Siti Nafida
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1924

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap cara berkomunikasi di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. TikTok sebagai salah satu platform yang paling populer saat ini, tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang pembentukan gaya bahasa baru. Salah satu dampak yang mencolok adalah meningkatnya penggunaan bahasa gaul yang menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia yang baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak negatif penggunaan TikTok terhadap kecenderungan berbahasa gaul di masyarakat Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul secara berlebihan dapat menurunkan kemampuan berbahasa formal, melemahkan struktur kalimat, dan mengurangi kesadaran terhadap norma kebahasaan yang benar. TikTok juga membentuk pola komunikasi yang cenderung spontan, tidak santun, dan minim struktur, terutama di kalangan remaja. Fenomena ini dikhawatirkan dapat memengaruhi fungsi bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi resmi dan identitas nasional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi awal dalam memahami tantangan kebahasaan yang muncul di era digital serta mendorong kesadaran linguistik di tengah derasnya arus media sosial
Fenomena Penurunan Bahasa Indonesia Baku di Kalangan Remaja: Faktor Sosial dan Media Sosial Nurrahma Nurrahma; Muh. Syukri Gaffar; Sulistya Ningrum Sumari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penurunan penggunaan Bahasa Indonesia baku di kalangan remaja Indonesia, dengan fokus pada faktor sosial dan pengaruh media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kajian pustaka dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka komprehensif (literature review) terhadap 50 publikasi ilmiah terkini (2018-2025) meliputi jurnal nasional dan internasional, laporan penelitian, dan publikasi resmi pemerintah terkait penggunaan bahasa pada remaja Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang memengaruhi penurunan penggunaan Bahasa Indonesia baku, yaitu globalisasi dan dominasi bahasa asing, pengaruh platform media sosial, identitas dan ekspresi diri dalam kelompok sebaya, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya bahasa baku dalam konteks formal. Fenomena code-switching antara Bahasa Indonesia dan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, menjadi tren dominan dengan 78% remaja mengaku sering mencampurkan kedua bahasa dalam percakapan sehari-hari berdasarkan survei dari berbagai literatur. Adaptasi struktur kalimat dan kosakata baru yang tidak sesuai kaidah bahasa baku terjadi secara masif, dengan 85% konten media sosial remaja menggunakan bahasa non-baku. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan strategi pendidikan bahasa yang memadukan kreativitas berbahasa dengan pemahaman pentingnya mempertahankan Bahasa Indonesia baku sebagai identitas nasional.
Pembelajaran Sastra Berbasis Budaya Lokal sebagai Strategi Penguatan Pendidikan Karakter: Studi Kasus pada Cerita Rakyat Malin Kundang Rianggi Manalu; Wasta Riaman Gea; Safinatul Hasanah Harahap
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pembelajaran sastra berbasis budaya lokal melalui cerita rakyat Malin Kundang sebagai strategi penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Karya sastra, khususnya cerita rakyat, memiliki fungsi edukatif yang signifikan dalam internalisasi nilai-nilai karakter karena sarat dengan pesan moral, spiritual, dan kearifan lokal yang kontekstual terhadap kehidupan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui telaah mendalam terhadap berbagai literatur akademik yang relevan, meliputi buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu terkait pendidikan karakter, pembelajaran sastra, dan nilai moral dalam cerita Malin Kundang. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa cerita Malin Kundang mengandung nilai-nilai karakter fundamental, antara lain religiusitas, tanggung jawab, kerja keras, kejujuran, dan kerendahan hati. Pembelajaran sastra berbasis budaya lokal tidak hanya memperkuat literasi bahasa, tetapi juga menumbuhkan empati, kesadaran moral, dan kebanggaan terhadap identitas budaya bangsa. Dengan demikian, pembelajaran sastra berbasis cerita rakyat Malin Kundang dapat berfungsi sebagai media strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, berakhlak mulia, dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal Indonesia.