cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Struktur dan Fungsi Satra Lisan dalam Cerita Rakyat Siengkang di Kabupaten Wajo : Kajian Strukturalisme Levi-Strauss Irma Satriani; Inung Setyami
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2385

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan struktur dan fungsi cerita rakyat Siengkang. Cerita rakyat ini menceritakan tentang seorang putri yang Bernama We Tadampalik di Kabupaten Wajo. Salah satu sastra lisan masyarakat Bugis Wajo Provinsi Sulawesi Selatan itu adalah Siengkang. Cerita rakyat Siengkang diawali dengan bersatunya putri We Tadampalik, anak Datu Luwu dengan putra dari Arung Palakka Bone sehingga disebut dengan Siengkang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan fungsi cerita tersebut bagi masyarakat Wajo melalui tahapan pengamatan, wawancara, rekam dan catat, dan analisis data melalui tahap identifikasi data, klasifikasi, dan deskripsi. Data berupa teks dianalisis dengan menggunakan teori struktural Levi-Strauss dengan fokus penelitian struktur dan fungsi sosial sastra lisan cerita rakyat Siengkang. Adapun hasil dalam penelitian ini terkait dengan struktur yang meliputi motif, alur, latar, tokoh, dan penokohan, dan tema menggambarkan suatu keterkaitan yang saling berkesinambungan dan terdapat keterkaitan filosofi dan petuah-petuah suku Bugis dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun fungsi sosial sastra lisan tak terlepas dari kehidupan masyarakat Bugis Wajo berupa petuah-petuah dan nilai lokal-lokal tetap lestari di tengah masyarakat Bugis sebagai hiburan dan Pendidikan.
Desain Pembelajaran Sastra dengan Media Sosial: Analisis Konten Instagram dan TikTok Rani Citra Lestari Zai; Sheilla Valensia Girsang; Safinatul Hasanah Harahap
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2397

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana desain pembelajaran sastra melalui media sosial khususnya Instagram dan TikTok dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap bidang sastra. Dengan melakukan analisis konten pada akun Instagram @sukusastra dan sampel konten relevan dari TikTok, penelitian ini mengkaji tipe konten yang digunakan, strategi desain (visual, naratif, interaktif), serta respons audiens. Data dikumpulkan melalui dokumentasi postingan, caption, komentar, dan metrik engagement serta wawancara dengan pengelola akun dan pengguna aktif. Hasil menunjukkan bahwa konten yang menggabungkan unsur visual menarik, narasi yang relevan budaya lokal, interaksi (komentar, kuis, tantangan) serta format video pendek lebih efektif dalam menarik perhatian audiens. Berdasarkan temuan, disusun model pembelajaran sastra berbasis media sosial yang optimal dengan tujuan meningkatkan minat sastra.
Transformasi Pembelajaran Matematika melalui Metode Membaca SQRQCQ: Studi pada Dua Sekolah di Tasikmalaya Hera Ramadani; Riska Hilma Destiana; Indri Ika Andani; Ai Siti Nurjamilah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2412

Abstract

Kemampuan membaca pemahaman memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika, terutama dalam memahami soal cerita yang menuntut siswa untuk mengolah informasi verbal menjadi representasi matematis. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konteks soal karena kurangnya strategi membaca yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode membaca SQRQCQ (Survei, Question, Read, Question, Compute, dan Question) dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks aritmatika pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 20 siswa dari dua sekolah di Tasikmalaya, yaitu SMAN 8 Tasikmalaya dan SMA Al-Muttaqin. Data dikumpulkan melalui observasi, tes membaca pemahaman, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode membaca SQRQCQ memberikan pegaruh posistif terhadap peningkatan kemampuan pemahaman teks aritmatika. Siswa di SMAN 8 tasikmalaya menunjukkan peningkatan signifikan dalam mengidentifikasi informasi penting, merumuskan pertanyaan, dan menyusun langkah penyelesaian yang logis. Sementara itu, siswa SMA Al-Muttaqin juga mengalami peningkatan, tetapi masih membutuhkan bimbingan guru pada tahap refleksi. Secara keseluruhan, metode membaca SQRQCQ terbukti efektif dalam membangun kemampuan berpikir sistematis, reflektif, dan kritis siswa dalam pembelajaran matematika berbasis teks. Penerapan metode ini direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk mengintegrasikan literasi dan numerasi di sekolah.
Praktik Adat Perkuliahan Bahasa Lampung Program Studi PGMI UIN Raden Intan Lampung Ratna Dewi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan praktik adat dalam perkuliahan Bahasa Lampung di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Raden Intan Lampung sebagai bentuk tindak lanjut terhadap Peraturan Gubernur Lampung Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pembinaan, Pengembangan, dan Pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Lampung. Praktik adat ini merupakan inovasi pembelajaran berbasis budaya (culture-based learning) yang mengintegrasikan aspek linguistik dan nilai-nilai adat Lampung dalam kegiatan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan praktik berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan praktik adat dalam perkuliahan Bahasa Lampung memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi linguistik mahasiswa, pemahaman terhadap nilai-nilai budaya, serta penguatan identitas kultural calon guru. Mahasiswa menunjukkan kemampuan berbahasa Lampung yang lebih baik, memahami filosofi adat seperti piil pesenggiri, sakai sambayan, nemui nyimah, dan nengah nyappur, serta mampu menerapkannya dalam konteks sosial dan akademik. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan mahasiswa terhadap bahasa dan budaya Lampung, sekaligus mempererat hubungan antara universitas, masyarakat adat, dan lembaga kebudayaan. Secara keseluruhan, praktik adat dalam perkuliahan Bahasa Lampung terbukti efektif sebagai model pembelajaran berbasis kearifan lokal yang relevan untuk membentuk calon guru berkarakter, beridentitas budaya, dan berkompeten dalam pelestarian nilai-nilai lokal. Program ini dapat dijadikan contoh bagi lembaga pendidikan tinggi lainnya dalam mengimplementasikan pendidikan berbasis budaya daerah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pelestarian bahasa daerah di Indonesia.
Analisis Dugaan Pencemaran Nama Baik Shandy Purnamasari Oleh Isa Zega : Kajian Linguistik Forensik Alya Alya; Dina Handayani; Dyana Lestari Harefa; Muethia Arifah; Nia Damai Putri Br Sitorus
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2424

Abstract

Penelitian ini membahas kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Isa Zega terhadap Shandy Purnamasari melalui media sosial dengan menggunakan pendekatan linguistik forensik. Analisis difokuskan pada ujaran-ujaran Isa Zega yang dinilai memiliki makna merendahkan, memfitnah, serta berpotensi merusak reputasi pribadi maupun profesional Shandy. Metode yang digunakan adalah analisis semantik leksikal dan gramatikal terhadap data bahasa berupa unggahan dan pernyataan publik di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran seperti “Shandy itu Shaun the Sheep”, “bukan siapa-siapa tanpa nama besar Ustaz Yusuf Mansur”, hingga “hidup penuh dengan citraan” memiliki muatan penghinaan dan fitnah yang dapat digolongkan sebagai tindak pidana pencemaran nama baik sesuai dengan pasal 310–311 KUHP serta pasal 27 ayat (3) UU ITE. Penelitian ini menegaskan pentingnya linguistik forensik dalam membantu proses penegakan hukum, khususnya dalam kasus kejahatan bahasa yang marak terjadi di era digital.
Multikultural Budaya: Mengungkap Sistem Pemberian Mahar Pernikahan Etnis Batak Mandailing dan Minangkabau Muhammad Khoir Pahlepi; Ahmad Bukhari Nasution; Rika Arini; Nurul Hijrah; Diva Azzura Putri Rialni; Achmad Yuhdi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberian mahar dan pelaksanaan pernikahan pada pasangan suami istri yang berasal dari etnis berbeda, khususnya antara perempuan etnis Batak Mandailing dan laki-laki etnis Minangkabau, serta untuk mengungkap bagaimana kedua belah pihak menyelaraskan perbedaan adat dalam praktik pernikahan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Lokasi penelitian di Medan Area, Sumatera Utara, dengan subjek pasangan etnis Batak Mandailing dan Minangkabau yang telah menikah. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, dokumentasi, dan studi kepustakaan untuk menganalisis sistem pemberian mahar dalam pernikahan multikultural. Penelitian melibatkan empat pasangan multietnis Mandailing–Minangkabau di Medan. Hasil menunjukkan bahwa mahar selalu diberikan oleh pihak laki-laki, menandakan dominasi nilai agama dalam praktik pernikahan. Adat hanya diterapkan secara simbolik, seperti penggunaan busana tradisional. Kompromi budaya terjadi untuk menjaga harmoni antar keluarga dalam pernikahan lintas etnis. Pernikahan multietnik Mandailing–Minangkabau lebih menekankan nilai Islam, dengan mahar diberikan oleh pihak laki-laki. Tradisi Minangkabau seperti uang japuik tidak diterapkan. Adat ditampilkan secara simbolik melalui pakaian, bukan prosesi. Kesepakatan keluarga dan penghormatan identitas budaya dijalankan secara parsial untuk menjaga harmoni dalam pernikahan.
Analisis Studi Strukturalisme: Genetik dalam Novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori: Kajian Sosiologi Sastra Zahirada Dalimunthe; Dardanila Dardanila; Bambang Riyanto
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strukturalisme genetik dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Penelitian ini merupakan kajian sosiologi sastra yang menggunakan teori Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann. Pemilihan teori ini didasarkan pada pemahaman bahwa karya sastra tidak dapat dipisahkan dari latar belakang sosial masyarakat tempat pengarangnya berasal dan berkembang sebagai pencipta karya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan pada data terurai dalam bentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini adalah strukturalisme genetik dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori yang terdiri atas lima komponen, yaitu fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia pengarang, struktur karya sastra, dan dialektika pemahaman-penjelasan. Maka, berdasarkan uraian hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa komponen fakta kemanusiaan yang paling menonjol di antara kelima komponen strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Hal ini membuktikan bahwa novel Namaku Alam menggambarkan tentang trauma sejarah akibat tragedi politik yang tidak hanya dialami oleh generasi yang secara langsung menjadi korban, namun juga dialami oleh generasi berikutnya dan penganiayaan politik terhadap keluarga tahanan politik. Maka, novel ini merupakan representasi dari kesadaran pengarang yang memperjuangkan keadilan dan rekonsiliasi sejarah selain dari merefleksikan realitas sosial yang tergambar di dalam novel.
Parodi, Pastiche, Ironi dalam Film Hello Ghost Versi Indonesia: Postmodernisme Jean Francois Lyotard Syarah Syafiqah; Juanda Juanda; Suarni Syam Saguni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan parodi, pastiche, dan ironi dalam film Hello Ghost versi Indonesia menggunakan teori postmodernisme Jean Francois Lyotard. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis unsur-unsur postmodern dalam narasi film. Sumber data penelitian adalah film Hello Ghost yang dirilis pada tahun 2023, yang merupakan adaptasi dari film Korea Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik tontonan, catat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan parodi dalam film ini berfungsi untuk mengolok-olok norma-norma budaya dan memberikan kritik sosial terhadap pandangan konvensional tentang kehidupan dan kematian. Aspek pastiche terlihat dalam kombinasi gaya visual yang menciptakan keragaman budaya, sedangkan ironi mengungkapkan konsistensi dalam pengalaman karakter, menantang asumsi penonton tentang kenyataan. Penelitian ini menunjukkan bahwa film Hello Ghost tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk refleksi kritis terhadap kondisi sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat Indonesia, menciptakan lapisan makna yang kompleks dan relevan dalam konteks postmodern.
Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Berita Pada Siswa kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu Qoriah Tri Yulianti; Khermarinah Khermarinah; Welti Wediasti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran audio visual dalam meningkatkan kemampuan membaca berita pada siswa kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu dan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan media pembelajaran audio visual dalam meningkatkan kemampuan membaca berita pada siswa kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari delapan kali pertemuan dengan melibatkan dua guru Bahasa Indonesia, 21 siswa, dan kepala sekolah sebagai pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dari indikator media audio visual telah diterapkan secara konsisten, seperti pengajaran berpusat pada siswa, pemanfaatan platform digital, dan kurikulum yang fleksibel. Penggunaan teknologi seperti YouTube terbukti meningkatkan kemampuan membaca berita . Lingkungan belajar menjadi lebih efektif, dan efisien dalam penggunaan media pembelajaran audio visual terbukti sangat efektif digunakan pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih efektif dan efisien di SMPN 20 Kota Bengkulu.
The Influence of Serawainese Dialect Context on English Pronunciation (A Descriptive Qualitative Research at The 8th Grade of SMP Negeri 34 Seluma) Elisa Narvelia; Arif Rahman Hakim; Pebri Prandika Putra
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2213

Abstract

This study examines how eighth-grade students at SMP Negeri 34 Seluma pronounce English in relation to the Serawai dialect. The study was conducted because students with Serawai as their mother tongue often encounter difficulties in pronouncing several English sounds that are absent in their local dialect. The objectives of this research are to identify which aspects of English pronunciation are most affected by the Serawai dialect and to analyze the factors contributing to these difficulties. The study employed a descriptive qualitative method, with data collected through observation, pronunciation tests, and interviews. The findings revealed that the Serawai dialect strongly influences students’ pronunciation, especially in consonant sounds such as /v/, /θ/, /ð/, /ʃ/, and /ʒ/, as well as vowel and diphthong sounds such as /ə/, /ɜː/, /æ/, /əʊ/, /ɪə/, /eə/, and /ʊə/. In addition, the study found four major factors contributing to students’ difficulties: mother tongue interference, lack of pronunciation practice, limited learning methods, and low confidence in speaking English. These findings indicate that pronunciation problems are not caused solely by dialectal influence but also by pedagogical and affective factors. Therefore, teachers are expected to provide more focused pronunciation training, supported by varied methods and consistent practice, to help students overcome these challenges.